PERINGATAN (MENYIRATKAN ANUGERAH) (2)
Pembacaan Alkitab: Ul. 28
Dalam berita ini kita akan melanjutkan melihat peringatan (menyiratkan anugerah) dalam pasal 27 sampai 28.
II. JIKA ORANG ISRAEL BAIK-BAIK
MENDENGARKAN SUARA TUHAN,
ALLAH MEREKA, DAN MELAKUKAN
SEGALA PERINTAH-NYA,
TUHAN AKAN MENGANGKAT MEREKA
MELAMPAUI BANGSA-BANGSA,
DAN SEGALA BERKAT AKAN DATANG
KEPADA MEREKA
DAN MENJADI MILIK MEREKA
Jika orang Israel baik-baik mendengarkan suara TUHAN Allah mereka dan melakukan segala perintah-Nya, TUHAN Allah mereka akan mengangkat mereka melampaui bangsa-bangsa, dan segala berkat akan datang kepada mereka dan menjadi milik mereka (28:1-2).
A. Diberkati di Kota dan di Ladang
Orang Israel akan diberkati di kota dan di ladang (Ul. 28:3). Mereka ada di rumah atau di pekerjaan, mereka akan diberkati.
B. Diberkatilah Buah Kandungan, Hasil Bumi,
dan Hasil Ternak Mereka, yakni Anak Lembu Sapi dan Kandungan Kambing Domba Mereka
Dalam membicarakan berkat yang datang kepada bangsa itu, Musa sangat rinci. Dalam ayat 4-5 dia berkata bahwa buah kandungan mereka akan diberkati, hasil bumi mereka, hasil ternak mereka, yakni anak lembu sapi dan kandungan kambing domba mereka. Musa berkata bahwa bakul dan tempat adonan mereka pun akan diberkati.
C. Diberkati pada Waktu Mereka Masuk dan pada Waktu Mereka Keluar
Menurut ayat 6, bangsa itu diberkati pada waktu mereka masuk dan pada waktu mereka keluar.
D. Diberkatilah Lumbung Mereka,
dalam Segala Usaha Mereka,
dan dalam Negeri yang Diberikan Allah
Bani Israel akan diberkati juga dalam lumbung mereka, dalam segala usaha mereka, dan dalam negeri yang diberikan Allah (Ul. 28:8).
E. TUHAN Memukul Kalah Musuh Mereka
Dalam ayat 7 TUHAN berkata bahwa Dia akan memukul kalah musuh mereka. Musuh bersatu jalan akan menyerang mereka, tetapi akan bertujuh jalan lari dari depan mereka.
F. TUHAN Menetapkan Mereka
sebagai Umat yang Kudus bagi Diri-Nya
Jika orang Israel mau memegang perintah TUHAN, Allah mereka, dan menempuh jalan-Nya, Dia akan menetapkan mereka sebagai umat yang kudus bagi diri-Nya (Ul. 28:9). Selain itu, semua penduduk bumi akan melihat bahwa nama TUHAN disebutkan atas mereka dan akan takut kepada mereka (Ul. 28:10).
G. TUHAN Memberi Hujan untuk Tanah Mereka pada Masanya
Tuhan akan memberi hujan kepada umat-Nya untuk tanah mereka pada masanya (Ul. 28:12a). Karena kekayaan mereka, mereka akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi mereka tidak akan meminta pinjaman (Ul. 28:12b).
H. TUHAN Mengangkat Mereka Menjadi Kepala Bukan Menjadi Ekor
TUHAN akan mengangkat umat-Nya menjadi kepala dan bukan ekor, dan mereka akan tetap naik dan bukan turun, apabila mereka mendengarkan perintah TUHAN, Allah mereka (Ul. 28:13). Mereka tidak boleh menyimpang dari perkataan-Nya untuk mengikuti allah lain untuk melayaninya (Ul. 28:14). Musa sangat prihatin kalau-kalau mereka akan menyimpang kepada allah lain, berhala, dan dalam Kitab Ulangan, karena itu dia berulang-ulang mengingatkan mereka untuk tidak melakukan hal ini.
III. JIKA MEREKA TIDAK MENDENGARKAN
SUARA TUHAN, ALLAH MEREKA,
DAN TIDAK MELAKUKAN DENGAN SETIA
SEGALA PERINTAH DAN KETETAPAN-NYA,
SEGALA KUTUK AKAN DATANG KEPADA MEREKA DAN MENCAPAI MEREKA
Jika mereka tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, segala kutuk ini akan menimpa mereka dan mencapai mereka (Ul. 28:15).
A. Kutuk Akan Datang ke Setiap Tempat, atas
Segala Sesuatu, dan dengan Segala Cara
Ayat 16-19 menunjukkan bahwa kutuk akan datang ke setiap tempat, atas segala sesuatu, dan dengan segala cara. Mereka akan dikutuk di kota dan di ladang, ketika mereka masuk dan ketika mereka keluar. Kutuk akan menimpa bakul dan tempat adonan, pada buah kandungan mereka dan hasil bumi mereka, dan pada anak lembu sapi mereka dan kandungan kambing domba mereka.
B. Kutuk Berupa Kegagalan dalam Segala Usaha,
Tulah, Penyakit Sampar, Kekeringan dan Kemarau, dan Penyakit Tumbuh-tumbuhan dan Jamur
Ayat 20-22 membicarakan kutuk berupa kegagalan segala usaha, penyakit sampar, kekeringan dan kemarau, dan penyakit tumbuh-tumbuhan dan jamur. Penyakit di sini tidak akan datang dan pergi, tetapi akan melekat kepada bangsa itu sampai mereka dihabisi dari negeri ini.
C. Langit di Atas Kepala Mereka Menjadi Tembaga,
dan Tanah di Bawah Kaki Mereka Menjadi Besi, dan Hujan Menjadi Abu dan Debu
Kutuk lain akan berupa: langit di atas kepala mereka menjadi tembaga dan tanah di bawah kaki mereka menjadi besi (Ul. 28:23). Selain itu, TUHAN akan mengubah hujan di negeri mereka menjadi abu dan debu (Ul. 28:24). Betapa mengerikan!
D. Dipukul Kalah di Hadapan Musuh-musuh Mereka
Orang Israel juga akan dikutuk dengan dipukul kalah di hadapan musuh-musuh mereka dan dengan segala penyakit, dirampok, dan penderitaan yang menimpa mereka (Ul. 28:25-35).
E. Dibawa kepada Suatu Bangsa sebagai Satu Kedahsyatan, Kiasan, dan Sindiran di Antara Segala Bangsa
Umat Allah akan dikutuk dengan dibawa kepada suatu bangsa sebagai sumber kedahsyatan, kiasan, dan sindiran di antara segala bangsa ke mana TUHAN akan menghalau mereka (Ul. 28:36-37). Bangsa-bangsa akan membicarakan orang Israel dengan sikap menghina, menyindir. Karena mereka telah dibawa ke dalam penawanan, mereka juga akan dikutuk di ladang dan kebun anggur ditinggalkan untuk belalang, hama, dan orang asing (Ul. 28:38-44). Kutuk-kutuk ini akan menjadi tanda dan mukjizat selamalamanya terhadap orang Israel (Ul. 28:46).
F. Musuh-musuh Mereka Datang untuk Memakan
Hasil Ternak Mereka dan Hasil Bumi Mereka, dan Mengepung Segala Kota Mereka
Menurut ayat 47-57, bangsa itu akan dikutuk. Musuh-musuh mereka, bangsa dari jauh, akan datang untuk memakan hasil ternak dan hasil bumi mereka dan mengepung segala kota, menyebabkan orang Israel makan daging anak-anaknya. Kesal terhadap saudara mereka, istri mereka, dan sisa anak-anak mereka, mereka tidak mau menyerahkan kepada salah satu dari mereka, daging dari anak-anak mereka yang akan mereka makan. Ini benar-benar telah terjadi.
G. Kutuk Berupa Tulah-tulah yang Dahsyat dan Keras,
Penyakit yang Parah dan Keras, dan Wabah Mesir untuk Mengurangi Jumlah Mereka
Karena orang Israel tidak melakukan semua perintah Allah dan tidak takut akan nama yang mulia dan dahsyat ini, yakni TUHAN Allah mereka, kutuk akan datang berupa tulah-tulah yang dahsyat dan keras, penyakit yang parah dan keras, dan segala wabah Mesir untuk mengurangi jumlah bangsa itu (Ul. 28:58-63a).
H. Diserakkan di Antara Segala Bangsa, Menempuh Kehidupan dalam Penawanan, dan Dibawa Kembali ke Mesir
Akhirnya, mereka akan dikutuk dengan diserakkan di antara segala bangsa, menempuh kehidupan dalam penawanan, penuh kengerian (Ul. 28:63b-67). Mereka akan dibawa kembali ke Mesir, dan di sana mereka akan menawarkan dirinya sebagai budak kepada musuh mereka, tetapi tidak ada orang yang mau membeli mereka (Ul. 28:68). Kutuk-kutuk ini mewahyukan bahwa dalam penghakiman-Nya Allah adalah keras. Dalam Roma 11:22 Paulus menunjukkan kepada kekerasan Allah. Karena Allah keras terhadap orang yang memberontak, kita harus takut akan Dia. Semua kutuk yang menimpa orang Israel telah melaksanakan penanggulangan pemerintahan Allah terhadap mereka, sehingga akhirnya Allah akan dapat merampungkan ekonomi-Nya terhadap mereka untuk membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang selama-selamanya tidak akan mengubah kehendak-Nya. Kita seharusnya tidak berpikir bahwa penghukuman keras Allah terhadap orang Israel berarti Dia membuang mereka. Sebaliknya, penghukuman Allah menunjukkan bahwa Dia tidak akan membuang mereka. Prinsip yang sama berlaku bagi kita hari ini. Penghukuman Allah terhadap kaum beriman bukan menunjukkan bahwa Dia meninggalkan mereka, melainkan Dia tidak membiarkan mereka.
Berdasarkan nubuat itu, orang Israel telah kembali ke tanah nenek moyang mereka dalam kesalahan mereka. Negara Israel hari ini dipenuhi dengan kedosaan dan kesalahan. Mereka percaya kepada pendidikan, teknologi, dan pasukan tentara mereka, semuanya adalah berhala di mata Allah. Harinya akan datang, Allah akan menghukum mereka lebih lanjut dan bahkan lebih keras. Penghukuman ini akan terjadi selama kesusahan besar, yang adalah paruh kedua minggu (tujuh masa) terakhir dari tujuh puluh minggu dalam Daniel 9:24-27. Setiap minggu menyatakan tujuh tahun. Tujuh minggu yang pertama, periode empat puluh sembilan tahun, adalah untuk membangun kembali Yerusalem kuno. Selanjutnya enam puluh dua minggu, periode empat ratus tiga puluh empat tahun, mencakup masa dari pembangunan kembali Yerusalem sampai hari penyaliban Kristus. Di antara akhir minggu keenam puluh sembilan dan permulaan minggu ketujuh puluh, ada periode waktu yang panjang, zaman anugerah, yang juga zaman gereja. Ini adalah zaman yang di dalamnya kita hidup, dan akhir zaman ini mungkin sudah sangat dekat. Satu tanda dari akhir zaman adalah pemulihan Israel pada tahun 1948, dan tanda kedua adalah pemulihan Kota Yerusalem oleh bangsa Israel. Mengenai Israel, hanya satu tanda yang belum tergenap, yaitu pembangunan kembali Bait Suci. Matius 24:15 menunjukkan bahwa Bait Suci akan dibangun kembali. (kuningLihat catatan tentang ayat ini dalam Versi Pemulihan.) Saatnya akan tiba, Bait Suci akan dibangun kembali, dan pada waktu itu orang Yahudi akan melaksanakan hal-hal yang berhubungan dengan penyembahan yang dicatat dalam Pentateukh, kelima kitab Musa.
Peristiwa yang terjadi di Jerman dan di Eropa timur (tahun 1991) juga menunjukkan bahwa akhir zaman sudah dekat. Negara-negara tertentu di Eropa timur meninggalkan Rusia dan komunisme, berpaling kepada demokrasi. Ini adalah penggenapan nubuat yang berhubungan dengan patung besar dalam Daniel 2 yang kaki dan jarinya terbuat dari besi yang bercampur tanah liat. Besi melambangkan autokrasi, dan tanah liat melambangkan demokrasi.
Allah tidak menyingkirkan Israel. Di satu pihak, Allah mendisiplinkan Israel, menanggulanginya dengan kedaulatan-Nya. Di pihak lain, Allah melindungi Israel. Karena perlindungan Allah, bangsa-bangsa Arab di sekeliling Israel tidak dapat menghancurkan negara yang kecil ini. Menurut nubuat, Israel tidak akan dihancurkan, melainkan akan tetap tinggal sampai Tuhan Yesus muncul seperti kilat dari timur dan memancar ke barat (Mat. 24:27). Pada waktu itu, seluruh kaum Israel akan kembali kepada Tuhan.
Pada permulaan minggu ketujuh puluh, Antikristus akan mengadakan perjanjian dengan Israel untuk memelihara perdamaian dan mengizinkan Israel menyembah Allah menurut cara mereka. Namun, pada pertengahan minggu itu (tujuh tahun terakhir zaman itu), Antikristus akan berubah pikiran, dan selama tiga setengah tahun terakhir dia akan menentang setiap jenis allah. Mengenai ini, hal pertama yang mungkin akan dilakukan Antikristus adalah menghancurkan Katolikisme. Dia juga akan berusaha menghancurkan Yudaisme dan menganiaya orang Yahudi, mengepung Kota Yerusalem. Tetapi Tuhan Yesus akan datang kembali, dan Israel akan bertobat kepada Allah dan beroleh selamat. Dari sini kita melihat betapa setianya Allah dalam memegang firman-Nya dan dalam menggenapinya.
Mengenai situasi kita sebagai kaum beriman hari ini, kita perlu tunduk di hadapan Tuhan. Bukan saja orang Israel ada di bawah penghukuman Allah, tetapi kita juga ada di bawah penanggulangan-Nya. Kita perlu bertanya kepada diri sendiri, apakah kita siap untuk diangkat sebagai para pemenang, pengangkatan luar biasa yang akan terjadi sebelum kesusahan besar. Para pemenang akan diangkat ke langit ke tiga sebelum kesusahan besar, sedangkan kaum beriman yang lain akan ditinggal di bumi untuk melewati masa kesusahan besar. Seperti perempuan dalam Wahyu 12, kaum beriman ini akan dipelihara, dijaga, dan dirawat oleh Allah. Walaupun demikian, situasi di bumi akan sangat mengancam. Iblis akan dicampakkan ke bumi untuk merusak umat manusia, Antikristus akan keluar dari jurang maut, dan nabi palsu akan bergabung dengan Antikristus untuk merusak bumi, membuat bumi tidak lagi nyaman untuk didiami oleh manusia. Karena itu, tiga setengah tahun itu akan menjadi waktu yang mengerikan.
Kita telah membahas bagian-bagian Kitab Ulangan yang mengumumkan berkat dan kutuk. Kita juga telah melihat bahwa Allah tidak membuang orang Israel, Allah menghukumnya untuk menyempurnakannya. Jadi, hukuman Allah adalah sejenis penyempurnaan. Allah memiliki dua umat di bumi, Israel dan gereja dan Dia sedang menyempurnakan keduanya. Ketika Dia menyempurnakan orang Israel, Dia juga menyempurnakan kita. Hari ini Allah menanggulangi orang Israel, Dia juga menanggulangi gereja.