← Daftar isi Ulangan (4) · bab 20/30

PENGULANGAN HUKUM TAURAT (13)

Pembacaan Alkitab: Ul. 18:1-8; 14:27; 18:9-22; 19:1-14

Dalam berita ini kita akan membahas enam aspek selanjutnya mengenai pengulangan ketetapan dan keputusan umum.

E. Mengenai Suplai Imamat Lewi dan Seluruh Suku Lewi

Ulangan 18:1-8 membicarakan mengenai suplai imam-imam orang Lewi dan seluruh suku Lewi. Mengingat imam-imam ada dalam jabatan imam, orang Lewi adalah pelayan imam-imam. Imam-imam melayani Allah secara langsung di hadirat-Nya, dan orang Lewi bekerja sama dengan imam-imam dan melayani mereka dengan memperhatikan berbagai perkara praktis.

1. Tidak Memiliki Bagian atau Milik Pusaka Bersama-sama Orang Israel

Imam-imam orang Lewi dan orang Lewi tidak memiliki bagian atau milik pusaka bersama-sama orang Israel (Ul. 18:1a, 2a). Untuk kehidupannya mereka bersandar pada kesetiaan Allah. Allah dalam kesetiaan-Nya memelihara mereka melalui orang-orang di antara orang Israel yang setia memberikan barang-barang yang Allah berikan kepada mereka.

2. Makan Kurban Api-apian TUHAN dan Milik Pusakanya

Imam-imam dan orang Lewi harus makan kurban apiapian TUHAN dan milik pusakanya (Ul. 18:1b). Milik pusaka Allah terdiri dari persepuluhan yang dipersembahkan kepada Dia oleh orang Israel. Beberapa dari persepuluhan ini harus untuk makanan imam-imam. Jadi, imam-imam hidup tergantung pada persepuluhan yang dipersembahkan kepada Allah oleh umat-Nya.

3. TUHAN Adalah Milik Pusaka Mereka

Tuhan akan menjadi milik pusaka imam-imam dan orang Lewi, seperti telah Dia janjikan kepada mereka (Ul. 18:2b). Mereka tidak mempunyai milik pusaka jika terpisah dari diri Allah sendiri.

4. Bagian untuk Imam-imam

Bagian untuk imam-imam termasuk semua paha depan, kedua rahang dan perut besar dari kurban dan persembahan hasil pertama (buah bungar) orang Israel (Ul. 18:3-5; Bil. 18:8-19). Imam-imam makan makanan Allah, dan mereka makan makanan ini di hadapan Allah dan bersama Allah. Alangkah berkat! Kita sungguh dihormati jika makan bersama presiden negara kita. Namun, jauh lebih terhormat makan bersama Allah. Karena kita makan bersama Dia, kadang-kadang Dia mendorong kita untuk lebih banyak makan, dan kita kemudian akan mempersembahkan kepada Dia ucapan syukur kita. Mungkin kita menikmati Allah sampai tingkat demikian. Kenikmatan ini adalah berkat yang sangat lembut.

5. Bagian untuk Orang Lewi

Bagian untuk orang Lewi adalah semua persepuluhan orang Israel (Ul. 18:6-8; Bil. 18:21-24). Orang Israel mempersembahkan persepuluhan ini tidak secara langsung kepada Allah, tetapi kepada orang Lewi. Persepuluhan diserahkan kepada orang Lewi, yang kemudian memilih persepuluhan yang terbaik untuk dipersembahkan kepada Allah sebagai persepuluhan khusus. Ini menjadi makanan Allah, yang juga makanan imam-imam. Allah dan imam-imam hidup dari persepuluhan yang dipersembahkan oleh orang Lewi.

6. Orang Israel Jangan Mengabaikan Orang Lewi

Bani Israel jangan mengabaikan orang Lewi yang ada di tempat (kota) mereka (Ul. 14:27). Umat Allah harus mengingat orang Lewi, yang melayani Allah, yang tidak memiliki milik pusaka bersama-sama orang Israel, dan yang ditunjang oleh persepuluhan jemaat.

F. Mengenai Larangan terhadap Peramal, Pelihat,

Penenung, Penyihir, Pemantera, Penanya

kepada Arwah, Roh Peramal, Peminta Petunjuk

kepada Orang Mati

Dalam 18:9-14 terdapat larangan terhadap peramal, pelihat, penenung, penyihir, pemantera, penanya kepada arwah, roh peramal, peminta petunjuk kepada orang mati (Tl.). Orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN. Karena melakukan kekejian ini, maka TUHAN Allah menghalau bangsa-bangsa dari hadapan orang Israel (Ul. 18:12). TUHAN tidak mengizinkan orang Israel melakukan kekejian ini.

Di antara orang Israel, peramal dilarang. Peramal adalah berusaha mempelajari sesuatu tentang masa depan secara supernatural. Orang mencoba mempelajari masa depan dengan cara ini karena mereka memperhatikan tentang keamanan mereka. Allah menciptakan kita dalam gambar-Nya dengan maksud supaya kita dapat mengekspresikan Dia. Dia bahkan mempercayakan kita dengan otoritas untuk memerintah atas semua makhluk. Karena itu, sebagai orang yang diciptakan Allah, kita diberi kedudukan yang tinggi. Memiliki kedudukan demikian, Adam tidak mempedulikan keamanan. Namun, manusia telah jatuh, dan sekarang manusia yang jatuh memperhatikan tentang keamanan mereka. Manusia yang jatuh juga memperhatikan tentang umur panjang, damai, dan kesejahteraan. Setiap orang ingin hidup damai, hidup tanpa masalah. Orang yang mencari keamanan, umur panjang, damai, dan kesejahteraan mudah berbagian dengan perkara-perkara ramalan guna mengetahui sesuatu tentang masa depan. Orang demikian mungkin mengontak kerajaan jahat si musuh, yang penuh setan dan roh-roh jahat.

Meramal sebenarnya adalah memberi tahu secara dini akan masa depan oleh setan-setan dan roh-roh jahat. Orang yang mempedulikan tentang masa depan mereka, khususnya tentang keamanan mereka, dan yang berpaling kepada praktek ramal sebenarnya ditipu oleh janji palsu yang dibuat oleh setan-setan dan roh-roh jahat. Setan-setan dan roh-roh jahat selalu bersembunyi di balik keinginan untuk keamanan, umur panjang, damai, dan kesejahteraan; mereka bisa memberi orang-orang yang melakukan ramal keterangan palsu sehubungan masa depan. Pelihat (peramal nasib) juga dilarang. Pelihat, seperti meramal, adalah perkara pemberitahuan dini kejadian di masa depan. Orang yang melaksanakan peramal nasib dapat mengatakan perkataan hiburan, dan dorongan yang menyenangkan. Orang-orang yang ingin mendengar pembicaraan tentang masa depannya pergi ke orang yang berlaku sebagai pelihat.

Orang Israel tidak diizinkan untuk menenung. Tenung di sini adalah satu tanda. Seseorang yang mempedulikan tentang bisnisnya dapat konsultasi kepada orang yang dapat memberi dia tenung atau tanda untuk menunjukkan bahwa di tahun mendatang bisnisnya akan lancar. Penenung ini dilarang. Menurut ayat 10 dan 11, penyihir dan pemantera juga dilarang. Sihir dipakai untuk menipu orang. Mantera adalah perkara memiliki kutuk yang diterapkan kepada seseorang. Terakhir, jangan ada ditemukan di antara orang Israel seseorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal, atau meminta petunjuk kepada orang mati. Karena orang Kanaan melaksanakan kekejian ini, mereka dihalau dari hadapan orang Israel; orang Israel dilarang melakukan praktek-praktek jahat ini.

G. Mengenai TUHAN Allah Membangkitkan Seorang Nabi (Kristus yang Akan Datang) seperti Musa bagi Orang Israel

Dalam 18:15-19, Musa berbicara mengenai TUHAN Allah membangkitkan seorang nabi (Kristus yang akan datang) seperti Musa bagi orang Israel. Kisah Para Rasul 3:22 menerapkan ayat-ayat ini kepada Kristus, menunjukkan bahwa Kristus adalah Nabi yang dijanjikan Allah kepada umat-Nya, orang Israel.

1. Dari Antara Saudara-saudara Mereka

Nabi dari antara saudara-saudara mereka (Ul. 18:15a). Ini menunjukkan bahwa Kristus sebagai Nabi yang akan datang bersifat insani juga ilahi, bahwa Dia akan menjadi Allah yang berinkarnasi menjadi manusia, Allah-Manusia. Jika Kristus hanya sebagai Allah, Ia tidak dapat dibangkitkan dari antara saudara-saudara mereka; tetapi sebagai Dia yang berinkarnasi, Dia yang mengenakan sifat insani dan yang adalah orang Yahudi, Kristus adalah dari antara saudara-saudara-Nya.

2. Orang Mendengarkan Dia

Musa memberi tahu orang Israel bahwa mereka harus mendengarkan Nabi ini (Ul. 18:15b).

3. Menurut Semua yang Orang Israel Minta dari TUHAN Allah Mereka di Horeb

Nabi yang dibangkitkan Allah akan menurut semua yang orang Israel minta kepada TUHAN, Allah mereka (Ul. 18:16-17). Mereka memberi tahu Musa bahwa mereka tidak bisa mendengarkan suara Allah. Mereka ingin seorang penengah, orang yang dapat mendengar firman Allah dan menyampaikannya kepada mereka. Karena mereka menginginkan seorang nabi, Musa berjanji bahwa Allah akan memenuhi keinginan mereka.

4. Allah Membangkitkan Nabi Ini Melalui Inkarnasi Kristus untuk Membicarakan Firman Allah

“Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya” (Ul. 18:18). Ini menunjukkan bahwa Allah akan membangkitkan Nabi ini melalui inkarnasi Kristus untuk membicarakan firman Allah (Yoh. 1:14; 3:34; 7:16-17; Ibr. 1:2a). Ketika Tuhan Yesus datang, Dia sungguh-sungguh membicarakan firman Allah. Membicarakan firman Allah adalah menyalurkan Allah, membicarakan Allah ke dalam orang lain. Inilah yang Tuhan Yesus lakukan sebagai Nabi yang dibangkitkan Allah.

H. Mengenai Nabi Palsu

Ulangan 18:20-22 menyinggung tentang nabi palsu. Nabi palsu adalah orang yang membicarakan firman secara lancang dalam nama Allah yang tidak Allah perintahkan kepada dia untuk dikatakan atau yang berbicara dalam nama allah lain (Ul. 18:20a). Nabi demikian harus dihukum mati (Ul. 18:20b). Ketika nabi berbicara dalam nama TUHAN dan tidak terjadi, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan Tuhan (Ul. 18:22).

I. Mengenai Mengkhususkan Kota-kota Perlindungan

Orang Israel mengkhususkan kota-kota perlindungan (Ul. 19:1-13), kota-kota yang ke dalamnya orang yang telah membunuh orang lain dengan tidak sengaja dapat melarikan diri. Kota-kota ini melambangkan Allah mempersiapkan Kristus sebagai perlindungan untuk semua orang dosa. Angka yang berhubungan dengan kota-kota perlindungan sangatlah bermakna. Untuk mudahnya, ada enam kota perlindungan, masing-masing tiga kota di tepi sungai Yordan. Angka enam melambangkan manusia, yang diciptakan pada hari keenam. Angka tiga melambangkan Allah Tritunggal. Allah Tritunggal telah datang dalam inkarnasi menjadi perlindungan kita; Dia adalah untuk kita. Selain itu, angka dua, menyatakan fakta bahwa ada kota-kota di dua belahan sungai Yordan, melambangkan kesaksian atau saksi. Allah Tritunggal diwujudkan dalam inkarnasi Kristus telah menjadi tempat di mana kita hidup menjadi perlindungan kita. Dia tidak meminta kita datang ke tempat Dia berada, justru Dialah yang datang ke tempat kita berada. Ini adalah mengapa dalam memberitakan Injil, kita seharusnya tidak meminta orang datang kepada kita; sebaliknya, kita harus membawa Injil kepada mereka. Meminta orang lain datang kepada kita berkebalikan dengan ketetapan Allah. (Untuk rincian kota-kota perlindungan, silakan lihat Pelajaran-Hayat Bilangan 35:9-34.)

J. Mengenai Menggeser Batas Tanah Tetangga

“Janganlah menggeser batas tanah sesamamu yang telah ditetapkan oleh orang-orang dahulu di dalam milik pusaka yang akan kaumiliki di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk menjadi milikmu” (Ul. 19:14). Tanah akhirnya dibagi menurut undi, dan batas tanah didirikan. Menggeser batas tanah tidak diizinkan Allah yang setia, yang memberi orang Israel tanah permai untuk dimiliki. Menggeser batas tanah adalah mengubah ketetapan Allah. Semua ketetapan hukum dan keputusan yang di depan memperlihatkan bahwa Allah kita itu hati-hati dan terperinci. Mereka juga mewahyukan bahwa dalam merawat umat-Nya Dia adalah kasih, kudus, benar, dan adil.

Enam butir yang dibahas dalam berita ini dapat disusun dalam tiga pasangan. Pasangan pertama adalah suplai imam-imam orang Lewi dan seluruh suku Lewi, serta larangan terhadap melakukan kekejian. Butir pertama memperlihatkan kepada kita bahwa Allah dan umat-Nya, termasuk orang-orang yang melayani, adalah satu keluarga besar. Dalam keluarga ini Allah Bapa adalah sumber. Dia memberi tanah permai kepada anak-anak-Nya, yang kemudian harus menggarap tanah. Akhirnya, mereka menuai tuaian, yang harus dinikmati Allah dan semua orang. Mereka harus membawa bagian hasil untuk orang yang melayani, dan orang yang melayani mempersembahkan bagian yang mereka terima kepada Allah. Dalam cara ini, Allah dan pelayan-Nya berbagi persepuluhan dan hidup bersama.

Allah memiliki keluarga besar, dan seluruh keluarga, termasuk Allah, Sang pemberi tanah permai, adalah berkaitan erat dengan tanah permai. Tanah permai adalah lambang Kristus yang almuhit. Allah hidup tergantung pada hasil tanah ini. Jika kita tidak berjerih lelah pada tanah permai, tidak akan ada makanan bagi Allah. Makanan Allah dihasilkan dari tanah permai, dan hasil ini datang bersama jerih lelah kita. Jika kita tidak berjerih lelah pada Kristus sebagai tanah permai dan mengalami Kristus, bagaimana Kristus dapat menjadi makanan Allah? Kita perlu berjerih lelah atas Kristus dan mengalami Kristus. Kemudian Kristus akan menghasilkan bukan saja untuk kepuasan kita, tetapi juga untuk kepuasan Allah.

Hal-hal keji yang dilarang dalam 18:9-14 menunjukkan bahwa ada keluarga lain, keluarga yang penuh kekejian dan hal-hal setani seperti meramal, tenung, dan sihir. Manusia yang jatuh, yang telah kehilangan Allah, berpaling kepada hal-hal jahat ini untuk kepentingan keamanan, umur panjang, damai, dan kesejahteraan. Kita tidak ada hubungan apa pun dengan hal-hal ini, sebab Allah sendiri adalah milik pusaka, jaminan, dan masa depan kita. Dia adalah segala sesuatu untuk kita, termasuk kesenangan dan penghiburan kita. Tetapi orang yang meninggalkan Allah sebagai kenikmatan mereka ada dalam kegelapan dan berpaling dari Allah kepada sumber, praktek jahat lain, hal-hal setani yang dilarang Allah.

Pasangan kedua termasuk Nabi yang dibangkitkan Allah dan nabi palsu. Allah Tritunggal diwujudkan dalam Kristus sebagai Roh itu bukan saja bagian kita dan kenikmatan kita, tetapi juga Nabi kita. Sebagai nabi kita, Dia membicarakan firman Allah kepada kita. Masa depan kita ada di dalam Dia.

Pasangan ketiga adalah mengenai kota-kota perlindungan dan perkataan mengenai menggeser batas tanah tetangga. Di satu pihak, kita memiliki perkataan yang menunjukkan bahwa Kristus adalah kota perlindungan kita, bahwa Dia adalah tempat yang ke dalamnya kita dapat melarikan diri. Di pihak lain, kita memiliki peringatan tentang ketamakan. Orang yang tamak ingin mengubah ketetapan Allah melalui menggeser batas tanah tetangganya. Supaya mendapat sesuatu lebih untuk dirinya sendiri, mereka melanggar tanah milik orang lain. Ini adalah kekejian di mata Allah. Kita tidak boleh tamak dan menduduki bagian orang lain, kita harus belajar diisi dengan Kristus kita. Selama kita memiliki bagian yang Allah tetapkan, kita harus puas. Mari kita semua menikmati Kristus dan dipuaskan dengan Dia.