PERLENGKAPAN-PERLENGKAPANNYA
Pembacaan Alkitab :
Why. 22:1; 21:16, 22-24a, 25; 22:3b, 5
GARIS BESAR
I. Takhtanya - 22:1 :
A. Takhta Allah dan Anak Domba-Allah yang menebus :
1. Didirikan di atas dasarnya untuk menjadi satu dengan dasarnya menurut sifat ilahi Allah.
2. Sumber dan sasaran dari administrasi ilahinya.
3. Juga sumber dari persekutuan ilahinya, yang dilambangkan oleh jalan itu dengan komunikasinya, menngalir dengan suplainya.
B. Sebagai pusat dari kemuliaan ilahinya.
II. Baitnya-21:22 :
A. Baitnya adalah Tuhan Allah Yang Mahakuasa dan Anak Domba-Allah yang menebus:
1. Ruang Maha Kudus, seperti yang dibuktikan oleh dimensi-dimensinya - 21:16.
2. Bagi umat pilihan tebusan Allah untuk menyembah dan melayani Dia - 22:3b.
3. Menjadi tempat kediaman umat pihhan yang melayani Allah.
B. Sebagai rumah (istana) Allah Bapa, yang adalah Raja di atas segala raja, dan rumah tangga-Nya, banyak putra-Nya, keluarga rajani-Nya, yang adalah sesama raja dengan Bapa untuk menjadi pemerintahannya (22:5b) dan yang adalah imam-imam yang melayani Allah (ay 3b); karena itu mereka adalah imamat rajani, imamat ningrat (I Ptr. 2:9).
III. Terangnya 21:23-24a :
A. Terangnya adalah Allah sebagai kemuhaan dan Anak Domba sebagai pelita - Allah Yang menembus dan bersinar :
1. Kemuliaan Allah Yang menerangi adalah terang di dalam Kristus.
2. Kristus Yang menebus adalah pelita Yang berisikan terang.
3. Seluruh kota Yerusalem Baru adalah penyebarnya, yang menyebarkan terang ilahi atas bangsa-bangsa di luar kota itu.
B. Sebagai terang ilahi kekal Yang unik yang di dalamnya umat pilihan Yang tertebus hidup, dan bergerak di dalam kota tersebut, tanpa memerlukan terang alamiah, matahari dan bulan, Yang diciptakan oleh Allah, ataupun terang buatan Yang dibuat oleh manusia - 21:23, 25; 22:5a.
Doa : Tuhan, kami sedang menjamah perkara Yang tertinggi dan terbesar di seluruh alam semesta. Kami dengan rendah hati mengatakan bahwa kami tidak layak untuk menjamahnya. Tuhan, kami menerima Engkau sebagai kota perlindungan kami. Kami mengambil darah Anak Domba sebagai kemenangan kami. Kami tidak bersandar pada apa Yang kami lakukan, kami bersandar pada belas kasih-Mu. Kami bersandar pada berkat-Mu. Kami bersandar pada kehadiran-Mu, di bawah pengurapan-Mu. Kami bersandar pada Firman-Mu, Firman Yang hidup. Kami bersandar dalam Roh-Mu, Roh Yang almuhit. Sertailah kami dalam sidang ini. Kami berterima kasih kepada-Mu untuk tiga berita Yang terakhir. Kami menyerahkan sidang ini ke dalam tangan-Mu untuk berkat-Mu. Amin.
Saya harap kita dapat melihat bahwa Yerusalem Baru ini tidak lain adalah diri Allah sendiri Yang digarapkan ke dalam kita, untuk menjadi bangunannya. Bangunan ini terutama terdiri atas tiga bagian: dasarnya, pintu-pintu gerbangnya, dan dindingnya dengan semua fondasinya. Inilah tiga Persona dari Trinitas Ilahi. Emas sebagai dasar dari kota adalah Allah Bapa; mutiara-mutiara sebagai pintu-pintu gerbang kota adalah Allah Putra; dan dinding kota adalah Allah Roh. Bapa sebagai dasarnya, Putra sebagai pintu-pintu gerbangnya, dan Roh sebagai dindingnya adalah Allah Tritunggal Yang digarapkan ke dalam umat pilihan-Nya untuk memiliki suatu bangunan Yang tegak di alam semesta secara luar biasa dan secara unik. Yerusalem Baru adalah Allah Tritunggal, Trinitas Ilahi, sebagai tiga faktor dasar, digarapkan ke dalam umat tebusan-Nya dan di bangun bersama dengan umat tebusan-Nya sebagai kesimpulan dari seluruh Alkitab. Saya harap, banyak orang dari antara kita dalam pemulihan Tuhan mau pergi mengelilingi dunia untuk memberi tahu orang-orang Yang ada di mana pun juga tentang Yerusalem Baru. Semua kekristenan perlu mendengar hal ini. Terima kasih kepada Tuhan karena kita telah melihat Yerusalem Baru sebagai kesimpulan unik dari seluruh Firman kudus.
Dalam berita ini kita akan melihat perlengkapan-perlengkapan Yerusalem Baru. Jika suatu bangunan telah selesai dibangun tetapi masih tidak memiliki perlengkapan-perlengkapannya, maka bangunan ini tidak dapat dipakai. Bangunan ilahi ini dibangun dengan tiga bagian dasar dan dilengkapi dengan tiga perlengkapan. Ketiga perlengkapan tersebut adalah takhta, bait, dan pelita.
I. TAKHTANYA
A. Takhta Allah dan Anak Domba
Allah yang Menebus
Perlengkapan pertama adalah takhta Allah yang menebus (Why. 22:1). Hari ini ada banyak raja dan ratu yang berada di atas takhta-takhta, tetapi harinya akan datang, pada saat itu dalam alam semesta hanya akan ada satu kota pusat, dan yang akan menjadi inti dari kota pusat itu adalah takhta Allah. Pemihk takhta itu adalah Allah yang menebus, Allah dan Anak Domba. Sampai kekal kita tidak dapat melupakan bahwa Dia bukan hanya Allah kita melainkan juga Penebus kita. Dia telah menebus kita kembali kepada diri-Nya, dan sekarang kita berada di sekehling takhta-Nya.
1. Didirikan di atas Dasarnya
untuk menjadi Satu dengan Dasarnya
Menurut Sifat Ilahi Allah.
Takhta Allah didirikan di atas dasar emas, yang adalah diri Allah sendiri. Takhta ini juga bersatu dengan dasarnya. Takhta dan dasar adalah satu, satu balok emas (cf 1 Raj. 10:18).
2. Sumber dan Sasaran dari Administrasi Ilahinya.
Takhta ini memiliki satu sumber, dan takhta ini adalah sumbernya; takhta ini memiliki satu sasaran, dan takhta ini adalah sasarannya. Inilah sumber yang menngalir keluar dan sasaran yang menngalir balik. Inilah lalu lintas ilahi, dan lalu lintas ini adalah administrasinya. Lalu lintas ini, administrasi ini, dilambangkan oleh satu jalan emas, yang adalah dasar itu sendiri. Bila saya bertanya, "Apakah Anda memiliki takhta?" Anda harus berkata, "Dulu saya tidak memiliki takhta, tetapi hari ini saya memilikinya. Saya bukanlah orang yang tanpa takhta dalam alam semesta ini. Saya memiliki takhta Allah dan saya ada dalam administrasi-Nya."
3. Sumber dari Persekutuan Ilahinya,
yang Dilambangkan oleh Jalan itu dengan
Komunikasinya, juga Mengalir dengan Suplainya
Takhta ini bukan hanya sumber dari administrasi Allah tetapi juga sumber dari persekutuan ilahi. Jalan itu bukan hanya menandakan lalu lintas administrasi Allah, tetapi juga persekutuan dari Allah yang menebus. Persekutuan ilahi ini, yang dilambangkan oleh jalan itu dengan komunikasinya, menngalir dengan suplai ilahi. Suplai ini adalah sungai air hayat dan pohon hayat. Sungai adalah untuk minuman dan pohon adalah untuk makanan, untuk suplai hayat. Yang satu adalah untuk meleraikan dahaga dan yang lainnya adalah untuk merawat.
B. Sebagai Pusat dari Kemuliaan Ilahinya
Takhta sedemikian ini dengan administrasinya dan persekutuannya adalah pusat dari kemuhaan ilahi Yerusalem Baru.
II. BAITNYA
A. Baitnya adalah Tuhan Allah yang Mahakuasa
dan Anak Domba-Allah yang Menebus
Wahyu 21:22 mengatakan, "Dan aku tidak melihat bait di dalamnya, sebab Tuhan Allah yang Mahakuasa dan Anak Domba adalah baitnya." Kita harus tahu mengapa bait dianggap sebagai perlengkapan kota kudus dan bukan sebagai bagian dari bangunannya? Bangunan itu disebut kemah Allah (ay 3). Penuhs kitab Wahyu memberi tahu bahwa dia tidak melihat bait. Sebab pada saat itu dia sudah terbiasa dengan bait, sehingga dia mencari bait, tetapi dia tidak melihat bait. Sebahknya dia melihat bahwa bait itu adalah Allah yang menebus. Maka Allah yang menebus bukan hanya faktor dasar untuk bangunan Yerusalem Baru, tetapi juga adalah inti perlengkapannya. Kita, manusia ciptaan Allah, memerlukan sebuah bait. Bait kita adalah Allah yang menebus sebagai suatu bagian dari perlengkapan-perlengkapan Yerusalem Baru.
1. Mengacu kepada Ruang Maha Kudus
Sebenarnya bait di sini mengacu kepada Ruang Maha Kudus. Ini dibuktikan oleh ukuran Yerusalem Baru yang sama pada ketiga dimensinya-panjang, lebar, dan tinggi (sebuah kubus--21:16) - seperti ruang Maha Kudus dalam, bait Perjanjian Lama, yang juga memihki ukuran yang sama pada ketiga dimensinya (1 Raj. 6:20). Ruang Maha Kudus ini sebenarnya adalah diri Allah sendiri.
2. Bagi Umat Pilihan Tebusan Allah
untuk Menyembah dan Melayani Dia
Bait ini adalah bagi umat Allah untuk menyembah Dia, melayani Dia (22:3b).
3. Menjadi tempat Kediaman Umat Pilihan
yang Melayani Allah
Kota kudus sebagai kemah Allah adalah tempat kediaman Allah, dan Allah yang menebus sebagai bait adalah tempat kediaman orang-orang kudus tebusan Allah. Di dalam, langit baru dan bumi baru, Yerusalem Baru akan menjadi tempat saling huni bagi Allah dan manusia sampai kekal.
B. Rumah (Istana) Allah Bapa, Raja atas Segala Raja,
dan Banyak Putra-Nya, Sesama Raja
Bait ini adalah rumah (istana) Allah Bapa, yang adalah Raja atas segala raja, dan rumah tangga-Nya, banyak putra-Nya, keluarga rajani-Nya, yang adalah sesama raja dengan Bapa untuk menjadi pemerintahannya (22:5b). Sesama raja ini juga adalah imam-imam yang melayani Allah (ay 3b); maka mereka adalah imamat rajani, imamat ningrat (1 Ptr. 2:9).
Karena sang Penghuni dan anak-anak-Nya akan menjadi raja-raja, bait ini menjadi suatu istana. Salomo membangun bait bagi Allah dan juga istana bagi dirinya secara terpisah. Keduanya terbagi, terpisah. Tetapi sekarang di dalam Yerusalem Baru, bait kita dan istana kita adalah satu. Bait Allah adalah istana kita. Semua anggota keluarga ilahi yang sama tinggal di dalam bait tersebut, tempat mereka menyembah Allah dan hidup sebagai raja-raja, membuat tempat tinggal yang hidup itu menjadi istana. Sang Bapa adalah Raja-Bapa dan anak-anak adalah rajaraja-anak. Ini adalah keluarga, yang memerintah, berkuasa, keluarga rajani. Tempat kediaman mereka adalah tempat yang bukan hanya bagi mereka untuk melayani Allah, melainkan juga bagi mereka untuk hidup sebagai raja-raja; ini adalah sebuah istana.
Di bumi belum pernah ada keluarga yang sedemikian. Orang-orang Jepang memiliki kaisar-kaisar mereka dan orang-orang Inggris memihki raja-raja mereka, tetapi belum pernah ada suatu keadaan di mana seluruh keluarga adalah raja-raja. Kami, kaum beriman dalam Krisus, yang telah dibasuh oleh darah dan dilahirkan kembali oleh Roh itu, adalah anak-anak Allah yang pada akhi nya akan menjadi raja-raja. Raja-Bapa kita adalah Bapa yang unik, tetapi Dia akan memilik berjuta-juta penerus karena kita semua akan menjadi sesama raja-Nya. Roma 5:17 mengatakan bahwa oleh kasih karunia yang berlimpah, hari ini kita dapat memerintah sebagai seorang raja dalam hayat. Seluruh Alkitab memberi tahu kita bahwa kita, anak-anak Allah, pada akhirnya akan menjadi raja-raja-anak di dalam rumah sang Raja. Pemerintahan di dalam, kota kudus bukan hanya diri Allah sendiri sebagai Raja-Bapa, melainkan juga anak-anak-Nya sebagai sesama raja dengan Bapa mereka.
III. TERANGNYA
A. Terangnya adalah Allah
sebagai Kemuliaannya dan Anak Domba sebagai Pelitanya
Allah yang Menebus dan Bersinar
Kita tidak dapat hidup dalam kegelapan. Kita hanya dapat hidup di dalam terang. Yerusalem Baru akan memihki suatu terang khusus -- Allah yang menebus dan bersinar (Why. 21:23). Allah yang menebus bersinar sebagai Allah yang menyorot. Kemuliaan Allah yang menerangi adalah terang di dalam Kristus, dan Kristus yang menebus adalah pelita yang mengandung terang. Allah selalu terkandung dalam Kristus. Kristus adalah wadah Allah yang unik. Kemuhaan Allah adalah terang kota itu, dan Allah yang terkandung di dalam Kristus sebagai isi Kristus, bersinar melalui Kristus.
Selain itu, seluruh kota Yerusalem Baru adalah penyebarnya, yang menyebarkan terang ilahi atas bangsa-bangsa di luar kota itu (ay. 24a). Kita adalah para penyebar untuk menyebarkan terang ini. Allah telah menghabiskan sedikitnya enam ribu tahun untuk membangun sebuah kota, dan kota ini memerlukan terang. Tanpa terang, kota ini berada dalam kegelapan. Terang yang menerangi adalah diri Allah sendiri dalam kemuhaan-Nya yang terkandung di dalam Kristus sebagai pelitanya. Pehta ini ada di dalam alat penyebar. Hari ini, penyebar untuk menyebarkan terang ilahi adalah Tubuh Kristus. Pada akhirnya seluruh Yerusalem Baru akan menjadi penyebar terang ilahi ini. Semua bangsa yang berada di sekitar kota tersebut akan berada di bawah penyebaran ini dengan Allah sebagai terang kemuliaannya dan Kristus sebagai pehta yang mewadahinya.
B. Sebagai Terang ilahi Kekal yang Unik
Terang dari kota kudus ini adalah terang ilahi kekal yang unik yang di dalamnya umat pilihan yang tertebus hidup dan bergerak di dalam kota, tanpa memerlukan terang alam, matahari dan bulan, yang diciptakan oleh Allah, ataupun terang buatan yang dibuat oleh manusia (Why. 21:23, 25; 22:5a). Dalam seluruh alam semesta hanya ada tiga jenis terang. Pertama, ada terang alam, matahari, dan bulan, yang diciptakan oleh Allah. Kemudian ada terang buatan yang dibuat oleh manusia. Ketiga, ada terang yang nyata, terang yang sejati, yang adalah diri Allah sendiri. Kitab Wahyu memberi tahu kita bahwa di dalam Yerusalem Baru, kita tidak memerlukan terang alam dari bulan dan matahari atau pun terang buatan. Ini dikarenakan kita memihki terang kelas satu, yang adalah sumber dari segala terang. Terang ini adalah Allah yang bersinar di dalam Kristus, yang disebarkan atas semua bangsa.
PENERAPAN
DARI PERLENGKAPAN-PERLENGKAPAN INI
Ketiga perlengkapan dari Yerusalem Baru adalah takhta sebagai pusatnya, bait sebagai istananya untuk menampung banyak raja yang akan memerintah di dalam langit baru dan bumi baru, dan pehta dengan Allah sebagai terangnya yang bersinar, yang di dalamnya kita dapat hidup dan bergerak. Sekarang kita akan melihat bagaimana menerapkan perlengkapan-perlengkapan ini. Pertama, kita harus menerapkan takhta Allah dengan administrasinya pada kehidupan sehari-hari kita. Setiap hari Anda harus menyadari bahwa Anda adalah orang yang berada di bawah takhta. ilahi dan yang juga berada dalam administrasi ilahi. Ingatlah satu hal ini. Ini adalah untuk menerapkan takhta dan administrasi. Bila Anda dapat ingat bahwa Anda adalah orang yang berada di bawah takhta ilahi dan berada dalam administrasi ilahi, maka hal ini akan mengubah kehidupan sehari-hari Anda. Dengan pengenalan ini, Anda tidak akan kendor dan lepas kontrol. Saudara-saudari yang terkasih, setiap pagi kahan harus menerapkan hal ini. Kahan harus ingat: "Aku adalah seorang manusia-Allah yang berada di bawah takhta Allah dan berada dalam administrasi Allah. Aku tidak bisa bebas. Aku sepenuhnya dikuasai, diperintah, oleh Tuhan."
Selain itu Anda juga harus ingat bahwa Anda adalah anggota dari keluarga rajani. Anda adalah salah satu dari antara raja-raja dari keluarga ningrat ini. Bahkan pada saat Anda berada di rumah makan, Anda harus ingat bahwa Anda adalah seorang raja yang sedang makan di sana. Anda bukan hanya seorang Amerika. Anda adalah seorang raja yang dilahirkan secara surgawi. Anda tidak boleh menjual status rajani Anda. Jika Anda menganggap bahwa Anda adalah seorang raja, Anda tidak akan bertingkah laku secara sembrono, berbicara secara kendor, atau berperilaku secara kejam. Anda bahkan dapat memberitakan Injil dengan sudut pandang ini. Anda dapat memberi tahu seseorang bahwa AndA bukan hanya seorang Amerika melainkan juga adalah seorang raja. Kemudian Anda dapat mulai memberitakan Injil dengan berkata, "Alkitab memberi tahu saya bahwa sebagai seorang anak Allah, saya adalah seorang raja." Ada banyak cara untuk memberitakan Injil. Kita perlu pemberitaan Injil yang vital seperti ini.
Kita juga memiliki Allah di dalam Kristus sebagai terang kita. Pengetahuan alamiah kita, kemampuan alamiah dalam memahami dan mengenal sesuatu, adalah seperti terang dari matahari dan bulan. Selain itu kita telah menerima banyak "pelita" dari guru-guru di sekolah menengah dan universitas. Ini adalah "pelita-pelita" buatan. Dalam kehidupan gereja, kita tidak memerlukan pemahaman kita oleh kemampuan alamiah atau pengetahuan yang diajarkan oleh sekolah kita. Sebaliknya, kita memiliki Allah yang bersinar di dalam kita melalui firman-Nya.
Mazmur 119:130 mengatakan bahwa firman Allah yang tersingkap memberikan terang (masuk ke dalam firman Allah memberikan terang - TI.). Hari demi hari kita harus masuk ke dalam firman kudus; kemudian kita akan melihat terang. Kita tidak akan berada dalam kegelapan melainkan dalam terang yang adalah diri Allah sendiri melalui firmanNya. Karena itu, kita tidak boleh menyadari atau melakukan sesuatu menurut kemampuan alamiah atau menurut semua pendidikan yang telah kita terima. Semakin banyak gelar yang kita miliki, semakin banyak terang buatan yang kita miliki. Dalam kehidupan gereja, kita tidak memerlukan hal ini. Kita memiliki Allah sebagai terang kita yang unik untuk diterapkan pada kehidupan kita.
Kekristenan hari ini terpecah-belah oleh bermacam-macam terang alamiah dan buatan. Kita harus dikendalikan oleh terang yang unik, sejati, tinggi, dan kelas satu. Terang ini adalah Allah kita yang menebus dan bersinar. Kita harus menerapkan terang ini pada kehidupan seharihari. Banyak orang kudus terlalu banyak melatih kemampuan alamiah mereka, bahkan dalam kehidupan gereja. Itulah sebabnya mengapa ada banyak gerutu dan perdebatan dalam kehidupan gereja. Kita tidak memerlukan terang alamiah dan buatan. Untuk pembangunan Tubuh Kristus, kita berjalan dan hidup di bawah terang yang ilahi, menebus, dan bersinar melalui firman Allah.