← Daftar isi Penerapan dari Penafsiran Yerusalem Baru bagi Kaum Beriman yang Menuntut · bab 3/5

DINDINGNYA DAN FONDASI-FONDASINYA

Pembacaan Alkitab:

Why. 21:12a, 14a, 18a, 19-20; 4:3a

GARISBESAR

I. Dindingnya dan fondasi-fondasinya adalah batu-batu permata - Why. 21:18a, 19-20 :

A. Kita, kaum beriman dalam Kristus, diciptakan oleh Allah dari debu tanah (Kej. 2:7).

B. Melalui kelahiran kembali kita oleh Roh itu kita menjadi batu-batu (Yoh. 1:42).

C. Oleh pertumbuhan kita dalam hayat ilahi di dalam Kristus sebagai batu hidup (1 Ptr. 2:4), kita ditransformasi menjadi batu-batu permata (1 Kor. 3:12a) :

1. Oleh transformasi Roh itu - 2 Kor. 3:18.

2. Melalui pembaruan pikiran kita, bagian utama dari jiwa kita - Rm. 12:2.

3. Ke dalam gambar kemuliaan Putra sulung Allah - 2 Kor. 3:18; Rm. 8:29.

4. Semua batu dari dindingnya dan lapisan pertama dari fondasi-fondasinya adalah yaspis (Why. 21:18a, 19a), dan batu Yaspis itu menandakan penampilan Allah (4:3a), mengindikasikan bahwa seluruh kota itu memiliki penampilan Allah dalam kemuliaan-Nya (21:11).

D. Sementara pekerjaan transformasi Roh itu sedang berlangsung dalam hayat ilahi, kita, batu-batu permata yang telah ditransformasi, dibangun bersama untuk menjadi satu dinding yang lengkap dengan fondasi-fondasinya.

E. Fungsi-fungsi dindingnya dan fondasi-fondasinya-21:12a, 14 :

1. Untuk memisahkan, menguduskan kota ini kepada Allah dari segala sesuatu yang di luar Allah, sehingga membuat kota itu menjadi kota kudus - 21:2a, 10b.

2. Untuk mehndungi kepentingan segala kekayaan keilahian Allah di bumi dan semua pencapaian perampungan-Nya.

II. Warna-warna dari kedua belas lapisan fondasinya - 21:19-20 :

A. Warna-warna dari fondasi-fondasinya itu seperti warna-warna pelangi :

1. Pelangi adalah jaminan Allah menurut kesetiaan-Nya yang tidak pernah berubah bahwa bumi ini tidak akan pernah dimusnahkan oleh air bah (Kej. 9:8-17).

2. Tetapi api sebagai suatu elemen perusak (Kej. 19:24-25) akan dipakai oleh Allah untuk menghukum semua musuh-Nya untuk selamanya (Why. 14:10-11; 21:8).

B. Ini mengindikasikan bahwa dari kedua elemen perusak ini, air dan api, yang dahulu dipakai oleh Allah untuk memusnahkan semua penentang-Nya, salah satunya, yaitu api, akan dipakai oleh Allah untuk tujuan ini sampai kekal, dan yang lainnya, yaitu air, tidak akan dipakai lagi untuk merusak dan hal itu dijamin oleh kesetiaan Allah yang tidak pernah berubah yang dilambangkan oleh warna-warna dari fondasi-fondasinya. Air di dalam kekekalan hanya akan dipakai oleh Allah sebagai suatu elemen suplai hayat (22:1-2).

Doa : Tuhan, betapa bahagianya bahwa begitu banyak orang di antara kami dapat berkumpul di sekitar-Mu untuk mempelajari Firman-Mu, agar kami dapat melihat wahyu dan mendapatkan jalan untuk menerapkan apa yang telah kami lihat. Tuhan, sertailah kami, bahkan buatlah kami menjadi satu roh dengan-Mu. Tuhan kami bend melakukan segala sesuatu berdasarkan diri sendiri, tanpa Diri-Mu. Tuhan, biarlah pengutaraan kami menjadi mihk-Mu, biarlah pengutaraan kami menjadi pengutaraan-Mu. Pertahankanlah pemuhhan-Mu dengan kebenaran-kebenaran yang tinggi, oleh perkataan-Mu, oleh Roh-Mu yang menjadi satu dengan kami sebagai satu roh. Tuhan, belas kasihi kami dan berilah kami kasih karunia agar kami dapat menyelesaikan berita ini. Terima kasih untuk masa yang lampau. Amin.

Dalam berita lalu, kita melihat penerapan subjektif dari kematian dan kebangkitan Tuhan pada diri kita dalam pengalaman sehari-hari kita. Ini bukanlah suatu hal yang mudah dicerap. Dalam Filipi 3:10, kita diperintahkan oleh rasul Paulus untuk diserupakan dengan kematian Kristus. Dalam Roma 8:13, Paulus juga memberi tahu kita bahwa oleh Roh itu kita mematikan perbuatan-perbuatan daging agar kita dapat hidup. Dalam Galatia 5:24-25, dia berbicara lebih jauh lagi mengenai penerapan kematian Kristus. Dalam ayat 24, dia mengatakan bahwa mereka yang berasal dari Kristus telah menyahbkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Kemudian ayat 25 mengatakan, "Jikalau kita hidup oleh Roh itu, baiklah kita juga berjalan oleh Roh itu." Berjalan oleh Roh itu adalah diserupakan dengan kematian Kristus oleh kuat kuasa Roh itu. Untuk menerapkan kematian dan kebangkitan Kristus dalam kehidupan sehari-hari secara subjektif demi membuat kita menjadi ilahi, membuat kita menjadi emas, adalah oleh Roh itu. Kristus, yang telah mengalami penyaliban dan yang telah merampungkan kebangkitan, telah menjadi Roh pemberi-hayat dalam kebangkitan-Nya. Dia sendiri adalah Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45b; 2 Kor. 3:17).

Dalam berita sebelumnya mengenai pintu-pintu gerbang mutiara dari kota kudus, kita menggunakan istilah sekresi dengan gambaran suatu tiram yang mengeluarkan cairan hayatnya Gendir hayatnya) untuk menyelubungi pasir guna membuatnya menjadi sebuah mutiara. Hari ini Kristus sedang mengeluarkan cairan hayat-Nya menyelubungi kita, dan sekresi ini dilaksanakan oleh-Nya sebagai Roh itu. Bila kita menerapkan kematian-Nya dalam kehidupan seharihari, maka tidak diragukan lagi bahwa itu adalah oleh dispensi Roh itu. Roh itu mendispensikan cairan hayat Kristus semacam. proses sekresi yang menghasilkan mutiara berharga. Selain itu, menerapkan kebangkitan Kristus dalam pengalaman sehari-hari kita, dalam kehidupan sehari-hari kita, adalah oleh suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus. Oleh suplai yang limpah lengkap inilah Paulus dapat memperhidupkan dan memperbesar sang Bangkit itu, Kristus (Flp. 1:19-2 1).

Melalui semua ayat ini, kita dapat melihat bahwa untuk menerapkan kematian dan kebangkitan Kristus, kita harus menjamah Roh itu dan dijamah oleh Roh itu. Hanya oleh Roh itulah kita dapat menerapkan kematian dan kebangkitan Kristus secara subjektif pada kehidupan sehari-hari kita dalam pengalaman sehari-hari kita. Sekarang, kita akan melanjutkan untuk melihat dinding kota beserta fondasi-fondasinya.

I. DINDINGNYA DAN FONDASI-FONDASINYA

ADALAH BATU-BATU PERMATA

Wahyu 21 memperlihatkan bahwa dinding kota itu dan fondasi-fondasinya adalah batu-batu permata (ay 18a, 19-20).

A. Diciptakan oleh Allah dari Debu Tanah

Kita, kaum beriman dalam Kristus, diciptakan oleh Allah dari debu tanah (Kej. 2:7).

B. Menjadi Batu-batu melalui Kelahiran Kembali

Melalui kelahiran kembali oleh Roh itu, kita menjadi batu-batu (Yoh. 1:42). Ketika Petrus datang kepada Tuhan, Tuhan memberi tahu bahwa dia adalah sebuah batu. Dia bukan lagi debu tanah.

C. Ditransforniasi menjadi Batu-batu Permata

Oleh pertumbuhan kita dalam hayat ilahi di dalam. Kristus sebagai batu hidup (1 Ptr. 2:4), kita ditransformasi menjadi batu-batu permata (1 Kor. 3:12a).

1. Oleh Transformasi Roh itu

Transformasi ini dilaksanakan oleh Roh itu (2 Kor. 3:18). Pada Kristus ada kematian dan kebangkitan-Nya. Pada Roh itu ada transformasi. Allah itu tritunggal dan la bermaksud untuk menggarapkan diri-Nya ke dalam. kita sebagai emas untuk menjadi dasar. Dengan kata lain, Dia menggarapkan diri-Nya ke dalam kita untuk membuat kita menjadi ilahi, emas. Tetapi bagaimana Allah dapat menggarapkan diriNya ke dalam. kita? Dia melakukan hal ini melalui penebusan dan kebangkitan Kristus dan juga melalui transformasi Roh itu. Sifat emas Bapa adalah dasarnya. Penebusan dan kebangkitan Putra adalah langkah-langkah untuk menggarapkan Allah Tritunggal ke dalam kita. Kristus telah mati di atas salib dengan maksud untuk menggarapkan Bapa ke dalam kaum beriman-Nya sebagai dasar emas. Kemudian, dalam kebangkitan Ia menjadi Roh pemberi-hayat untuk melaksanakan pekerjaan transformasi.

Kita mungkin memiliki dasar, penebusan, dan kebangkitan, tetapi bila tidak memiliki transformasi, kita masih belum bersifat emas. Kita ini adalah debu tanah, sebab kita dibuat oleh Allah dalam ciptaan lama. Tetapi Allah menggarapkan diri-Nya ke dalam kita sebagai emas melalui penebusan dan kebangkitan Kristus oleh transformasi Roh itu. Inilah penggarapan Allah Tritunggal untuk membawa diri-Nya ke dalam diri kita dan mentransformasi kita ke dalam gambar-Nya. Pada akhirnya, gambar-Nya adalah emas.

2. Metalui Pembaruan Pikiran Kita

Roma 12:2 mengatakan bahwa kita ditansformasi melalui pembaruan pikiran kita. Pikiran adalah bagian utama dari jiwa kita. Bagian kedua adalah emosi, dan yang ketiga adalah tekad. Mentransformasi kita adalah mengubah jiwa kita secara metabolis. Bait 2 dan koor dari kidung #347 (Kidung) mengatakan :

Oleh hayat kudus Allah

Dalam roh lahir ulang; Perlu pula pada jiwa

Mengubah dan menggarap.

Mohonlah tiap p'losok jiwa

Dengan Kau berserupa; Demilah Roh ku teresap,

Hingga mirip tak beda.

Pertama-tama, Allah telah melahirkan kembali kita dan sekarang Dia sedang mentransformasi kita oleh pembaruan pikiran, emosi, dan tekad kita.

3. Ke dalam Gambar Kemuliaan Putra Sulung Allah

Pada akhirnya, kita akan sepenuhnya ditransformasi ke dalam gambar kemuhaan Putra sulung Allah (2 Kor. 3:18; Rm. 8:29). Ini memerlukan banyak penjelasan, tetapi penjelasannya telah diberikan dalam Berita-berita Pelajaranhayat. Sebab itu saya ingin mendorong kita semua agar dapat memperoleh satu set berita-berita itu dan masuk ke dalamnya.

4. Batu Yaspis Menandakan Penampilan Allah

Semua batu dari dinding kota kudus dan lapisan pertama dari fondasi-fondasinya adalah yaspis (Why. 21:18a, 19a), dan batu yaspis itu menandakan penampilan Allah (4:3a), mengindikasikan bahwa seluruh kota itu memihki penampilan Allah dalam kemuhaan-Nya (21:11). Seluruh kota mengekspresikan Allah.

D. Dibangun Bersama

untuk menjadi Satu Dinding yang Lengkap

Sementara pekerjaan transformasi Roh itu sedang berlangsung dalam hayat ilahi, kita, batu-batu permata yang telah ditransformasi, dibangun bersama untuk menjadi satu dinding yang lengkap dengan fondasi-fondasinya. Kita dibangun bersama melalui pekerjaan transformasi. Transformasi adalah jalan yang tepat untuk membangun Tubuh Kristus. Bila kita tidak melihat hal ini, bagaimana kita dapat membangun Tubuh Kristus? Banyak orang yang membicarakan Tubuh Kristus, tetapi di manakah Tubuh secara praktis? Bagaimana Tubuh Kristus dapat dibangun? Tubuh Kristus hanya dapat dibangun melalui diri kita ditransformasi menjadi batu-batu permata. Sementara pekerjaan transformasi sedang berlangsung, kita, batu-batu permata ini, dibangun bersama.

E. Fungsi-fungsi Dindingnya dan Fondasi-fondasinya

Sekarang, kita akan melihat fungsi-fungsi dinding kota kudus dan fondasi-fondasinya (21:12a, 14).

1. Pemisah

Fungsi pertama adalah untuk memisahkan, menguduskan kota itu kepada Allah dari segala sesuatu yang bukan Allah, sehingga membuat kota itu menjadi kota kudus (21:2a, 10b).

2. Pelindung

Fungsi kedua dari dinding kota kudus dengan fondasi-fondasinya adalah untuk melindungi kepentingan segala kekayaan keilahian Allah di bumi dan semua pencapaian perampungan-Nya. Apakah segala kekayaan keilahian Allah yang perlu dilindungi itu? Hari ini keilahian Allah telah dicemoohkan. Ada yang mengatakan bahwa kita bidah jika kita percaya bahwa kita dilahirkan dari Allah untuk menjadi anak-anak-Nya dan bahwa kita adalah keluarga Allah dan telah menjadi Allah dalam hayat dan sifat tetapi bukan dalam ke-Allahan. Menentang kebenaran yang besar ini adalah mencemoohkan kepentingan segala kekayaan keilahian Allah di bumi.

Mereka yang tidak melihat segala kekayaan keilahian Bapa tidak tahu bagaimana mehndunginya. Ketika kami datang ke negeri ini, kita menyampaikan berita-berita untuk menjelaskan Bapa yang ilahi dan dengan demikian melindungi segala kekayaan keilahian Bapa. Yesaya 9:5 mengatakan dengan jelas bahwa Kristus sebagai seorang anak yang dilahirkan, Ia disebut Allah yang Mahakuasa dan sebagai putra yang diberikan, Ia disebut Bapa yang kekal. Ada yang mengatakan bahwa Bapa dalam ayat ini tidak mengacu kepada Bapa dalam ke-Allahan, melainkan Bapa kekekalan. Penyelewengan Yesaya 9:5 ini memperlihatkan bahwa mereka percaya kepada dua Bapa yang ilahi-Bapa dalam ke-Allahan dan Bapa kekekalan. Ini benar-benar bidah. Sebenarnya, Bapa kekekalan adalah Bapa dalam ke-Allahan. Selain Bapa dalam ke-Allahan, tidak ada Bapa ilahi lain yang disebut "Bapa kekekalan". Kita harus menyampaikan kebenaran yang murni dari Firman untuk melindungi kepentingan segala kekayaan keilahian Allah.

Contoh lain dari perlunya melindungi kepentingan segala kekayaan keilahian Allah adalah adanya penentangan terhadap kebenaran bahwa Kristus hari ini adalah Roh pemberi-hayat. Satu Korintus 15:45b dengan tegas mengatakan bahwa Adam yang akhir, Kristus dalam daging, telah menjadi Roh pemberi-hayat dalam kebangkitan. Ada yang menyelewengkan ayat ini dengan mengatakan bahwa ayat ini membicarakan "suatu Roh pemberi-hayat", bukan "Roh pemberi-hayat itu". Tetapi selain Roh Kudus yang memberikan hayat, apakah ada Roh lain yang memberikan hayat? Mengatakan bahwa ada. dua Roh yang memberikan hayat berarti mengajarkan bidah yang besar. Setelah dan melalui kebangkitan-Nya, Kristus telah menjadi Roh pemberi-hayat. Tak diragukan lagi, Roh yang memberikan hayat itu adalah Roh Kudus.

Dinding kota ini juga berfungsi untuk melindungi semua pencapaian perampungan Kristus. Allah di dalam Kristus telah merampungkan begitu banyak hal. Dia telah merampungkan inkarnasi, kematian, dan kebangkitan. Hari ini, beberapa teologi mencemoohkan realitas inkarnasi, kematian, dan kebangkitan Kristus. Perlu dinding Yerusalem Baru untuk melindungi semua pencapaian perampungan-Nya. Semua pencapaian-Nya yang telah dirampungkan-Nya dalam kenaikan-Nya adalah untuk perampungan ekonomi kekal Allah melalui ministri surgawi-Nya. Dalam kenaikanNya, Ia telah menjadi Kepala dari Tubuh, gereja (Kol. 1:18), Tuhan dan Kristus (Kis. 2:36), serta Pemimpin dan Jurusetamat (5:31). Dia telah menjadi Imam Besar kita (Ibr. 4:14), Pengantara perjanjian yang baru (9:15), jaminan perjanjian yang lebih baik (7:22), dan Pelayan (Minister) dalam. ruang Maha Kudus yang surgawi (8:2). Hari ini, dalam kenaikan, Dia juga adalah Parakletos (Paradete) (Penasihat) kaum. beriman Perjanjian Baru (1 Yoh. 2:1; Yoh. 15:26), dan Jurusyafaat doa kita di sebelah kanan Allah (Rm. 8:34, 26).

II. WARNA-WARNA

KEDUA BELAS LAPISAN FONDASINYA

Sekarang, kita akan melihat penerapan dari warnawarna kedua belas lapisan fondasi Yerusalem Baru (Why. 21:19-20).

A. Warna-warna Pelangi

Warna-warna fondasi-fondasinya itu seperti warnawarna pelangi. Pelangi adalah jaminan Allah menurut kesetiaan-Nya yang tidak pernah berubah bahwa bumi ini tidak akan pernah dimusnahkan oleh air bah (Kej. 9:8-17). Tetapi api sebagai suatu elemen perusak (Kej. 19:24-25) akan dipakai oleh Allah untuk menghukum semua musuhNya sampai selamanya (Why. 14:10-11; 21:8). Dalam. kitab Kejadian, Allah memakai dua jenis elemen untuk memusnahkan bumi yang dihuni manusia. Mula-mula, Allah memakai air untuk membuat air bah guna memusnahkan angkatan yang jahat pada zaman Nuh. Kemudian, orang-orang di Sodom dan Gomora menjadi lebih jahat, sehingga Allah memusnahkan mereka dengan elemen lain, yaitu api. Pada akhirnya, telaga api akan dipakai oleh Allah untuk menghancurkan semua penentang-Nya.

Pada akhirnya, di dalam langit baru dan bumi baru, akan ada satu kota yang baru dengan warna-warna pelangi. Pelangi itu adalah suatu tanda dari jaminan Allah bahwa Dia tidak akan pernah memusnahkan kota itu. Tetapi, di luar kota itu akan ada telaga api tempat Satan dan semua. penentang Allah mengalami penderitaan dari elemen penghancur jenis kedua sampai selamanya. Api sebagai elemen penghancur akan digunakan oleh Allah untuk menghukum semua musuh-Nya sampai selamanya.

B. Pemakaian Api dan Air dalam Kekekalan

Ini mengindikasikan bahwa dari kedua elemen perusak itu, air dan api, yang dahulu dipakai oleh Allah untuk memusnahkan semua penentang-Nya, salah satu dari padanya, yaitu api, akan dipakai oleh Allah untuk tujuan ini sampai kekal, dan yang lainnya, yaitu air, tidak akan dipakai untuk merusak dan hal ini dijamin oleh kesetiaan Allah yang tidak pernah berubah yang dilambangkan oleh warna-warna fondasi-fondasinya. Dalam kekekalan, air hanya akan dipakai oleh Allah sebagai suatu elemen suplai hayat (22:1-2). Air tidak akan pernah lagi dipakai oleh Allah sebagai elemen perusak untuk penghakiman-Nya. Sebahknya, dalam Yerusalem Baru, air yang hidup akan menjadi minuman ilahi manusia.

Setelah persekutuan ini, kita dapat melihat bahwa dinding Yerusalem Baru yang telah ditransformasi dan dibangun ini berfungsi terutama dalam empat hal. Pertama-tama, dinding itu menguduskan segala sesuatu milik Allah. Allah tidak akan membiarkan mihk-Nya bercampur baur dengan hal-hal yang bukan berasal dari Dia, jadi di sini perlu ada pemisahan. Dinding Yerusalem Baru berfungsi untuk memisahkan Yerusalem Baru kepada Allah sebagai sesuatu yang kudus. Itulah sebabnya kota itu disebut kota kudus.

Kedua, dinding itu melindungi. Pada zaman dahulu, kota-kota memiliki dinding di sekitarnya untuk perlindungan. Dinding kota kudus melindungi kepentingan segala kekayaan keilahian Allah dan semua pencapaian perampungan Kristus.

Fungsi ketiga dari dinding adalah untuk mengekspresikan Allah. Penampilan Allah adalah seperti yaspis dan cahaya Yerusalem Baru adalah seperti yaspis, maka seluruh kota itu akan mengekspresikan Allah. Allah Bapa adalah emas sebagai dasar; Allah Putra adalah pintu-pintu gerbang untuk membawa orang-orang masuk; dan Allah Roh mentransformasi orang-orang untuk mengekspresikan Allah. Dasar emas adalah sesuatu yang di dalam, tetapi dinding dapat dilihat. Dinding ini memiliki warna batu yang menandakan Allah, yaitu, yaspis. Wahyu 21:11 mewahyukan bahwa kemuliaan kota itu seperti kemuhaan yaspis. Itulah penampilan Allah. Hari ini fungsi Tubuh Kristus yang akan rampung dalam Yerusalem Baru adalah untuk mengekspresikan Kristus.

Fungsi keempat dari dinding dengan fondasi-fondasinya adalah untuk menjamin kesetiaan Allah yang tidak pernah berubah demi keamanan kekal. Yerusalem Baru yang berdiri di atas kedua belas lapisan fondasinya yang memiliki warna-warna pelangi menjamin kesetiaan Allah.

Sekarang kita perlu. membahas bagaimana cara. menerapkan persekutuan ini. Pada tahap penciptaan, kita adalah debu tanah, tetapi Allah ingin mentransformasi kita menjadi sesuatu yang menakjubkan di mata-Nya. Oleh RohNya, la mentransformasi kita melalui pembaruan pikiran, emosi, dan tekad, bagian-bagian jiwa kita. Kita adalah jiwajiwa. Keluaran 1:5 mengatakan bahwa tujuh puluh jiwa dari keluarga Yakub pergi ke Mesir. Kisah Para Rasul 2:41 mengatakan, "Pada hari itu, jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa." Jiwa adalah manusia alamiah, manusia alamiah adalah manusia yang telah jatuh, dan manusia yang telah jatuh adalah manusia yang telah ditolak oleh Allah. Jika kita ingin mengubah status Idta, kita memerlukan transformasi. Untuk ditransformasi, pikiran, emosi, dan tekad kita harus diperbarui.

Pada suatu hari, seorang saudari memberi tahu. saya bahwa gereja kita memerlukan sebuah rumah sakit. Saya menjawab dengan memberi tahu dia bahwa ini adalah suatu pemikiran alamiah yang berasal dari pikiran alamiahnya. Pikiran harus diperbarui. Kita harus membuang pemikiran-pemikiran kita yang belum diperbarui. Tubuh Kristus di sini bukan untuk sekolah atau rumah sakit. Setelah kita diselamatkan, kita masih memiliki banyak pemikiran aneh yang disebabkan oleh pikiran kita yang belum diperbarui. Pikiran kita harus diremukkan dan ditransformasi melalui diperbarui.

Untuk mengalami transformasi Allah oleh Roh itu, kita harus menerapkan seluruh ajaran Alkitab pada pikiran kita. Kita harus membiarkan pikiran kita diperbarui sehingga pada akhirnya pikiran kita dapat dipenuhi oleh Roh itu. Efesus 4:23 mengatakan bahwa kita harus diperbarui dalam roh pikiran kita. Melalui penyebaran roh ke dalam pikiran kita, kita diperbarui demi transformasi kita.

Begitu juga, pikiran kita harus secara terus-menerus diletakkan di atas Roh itu (Rm. 8:6), dan Roh itu hari ini adalah Yesus Kristus. Pikiran kita harus diletakkan di atasNya. Dengan demikian, pikiran kita akan menjadi hayat dan damai sejahtera. Bila pikiran kita tetap berada dalam keusangannya, selalu diletakkan di atas daging, itulah maut. Persona alamiah kita, yang tersusun dari pikiran, emosi, dan kehendak, perlu diperbarui. Hari demi hari, kita harus menempuh suatu kehidupan yang bukan menurut konsep alamiah, melainkan menurut pikiran kita yang telah diperbarui. Pikiran kita diperbarui oleh firman Allah. Hanya firman Allah yang dapat memperbarui pikiran kita.

Transformasi adalah perkara seumur hidup. Transformasi tidak dapat dirampungkan dalam waktu singkat. Saya telah mengalami pekerjaan pembaruan ini selama lebih dari enampuluh tiga tahun. Ketika saya sedang mengajar orang lain, pikiran, emosi, dan tekad saya diperbarui. Sekarang, saya memiliki tekad yang ditaklukkan. Dahulu, tekad saya seperti kuda har tanpa kekang. Saya melakukan apa yang saya inginkan atau yang saya putuskan. Tetapi melalui ajaran Alkitab, pikiran, emosi, dan tekad saya telah diperbarui. Tekad kita yang tegar harus ditaklukkan untuk menjadi tekad yang diperbarui, yang rela menyerahkan dirinya untuk tunduk kepada kehendak Allah.

Setiap hari menaati kehendak Allah menurut tekad kita yang telah diperbarui adalah mengalami transformasi setiap hari. Seorang istri mungkin berkata kepada suaminya, "Tidak tahukah kamu bahwa saya telah memutuskan hal ini tiga tahun yang lalu? Memangnya kamu ini siapa sehingga mau mengubah tekad saya?" Tetapi saudari ini seharusnya ditanyai, "Siapakah Anda sehingga membuat tekad sedemikian? Apakah Anda adalah Allah? Apakah Anda adalah Dia yang berada di atas takhta? Apakah Anda adalah Dia yang melaksanakan administrasi-Nya melalui jalan emas?" Kita bukanlah Dia yang berada di atas takhta. Kita semua adalah bawahan-Nya. Kita harus takluk kepada-Nya. Kita harus memiliki tekad yang lunak dan takluk melalui transformasi Roh itu. Inilah penerapan keempat dari Yerusalem Baru.

Penerapan yang keempat adalah agar seluruh diri kita yang usang diperbarui. Kemudian kita menerima penderitaan-penderitaan yang ditentukan bagi kita agar manusia lahiriah kita diakhiri setiap hari. Kita perlu lebih banyak diakhiri. Manusia lahiriah diakhiri tetapi manusia batiniah kita diperbarui setiap hari (2 Kor. 4:16). Inilah penerapan Yerusalem Baru dalam membereskan manusia lama, manusia lahiriah kita, jiwa beserta tubuh kita. Manusia lahiriah kita perlu diakhiri sehingga manusia batini kita dapat diperbarui dari hari ke hari.