SUPLAINYA
Pembacaan Alkitab : Why. 22:1-2
GARIS BESAR
I. Suplainya adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung - 22:1-2 :
A. Dilambangkan oleh sungai air hayat (Roh itu) dan takhta Allah (Bapa) dan Anak Domba (Putra).
B. Keluar dari takhta Allah-administrasi otoritas ilahi.
C. Berdasarkan sifat Allah, dilambangkan oleh emas sebagai dasar takhta Allah.
D. Berada di tengah-tengah jalannya-dalam persekutuannya (dilambangkan oleh jalan itu) dari takhta menuju kedua belas pintu gerbang.
E. Elemen utamanya untuk suplai hayat demi merawat seluruh kota itu adalah pohon hayat (menandakan Kristus).
F. Dalam Roh itu, yang dilambangkan oleh sungai air hayat sebagai suplai minuman untuk meleraikan dahaga kota kudus itu
II. Perawatan dan minuman dari suplainya ini adalah bagi pertumbuhan hayat ilahi kaum beriman yang menuntut agar mereka dibangun menjadi susunan organik dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses yang berbaur dengan umat pilihan tripartit-Nya yang telah dilahirkan kembali, ditransformasi, dan dimuliakan.
Doa : Tuhan, kami memuji-Mu untuk kemenangan-Mu dalam berita-berita yang lalu. Kami percaya bahwa Engkau akan mempermalukan si musuh. Engkau akan menang perang. Engkau akan memperoleh kemenangan lagi. Kuatkan kami. Kiranya Engkau menjadi keberanian kami. Amin.
Di dalam Yerusalem Baru, angka tiga sangat penting. Seperti telah kita lihat, bangunan utama kota ini terdiri dari tiga faktor: emas sebagai dasar, mutiara sebagai pintupintu gerbang, dan batu-batu permata sebagai dinding. Di dalam kota kudus ini juga ada tiga perlengkapan. Takhta mengacu kepada Allah Bapa. Bait mengacu kepada Kristus. Dalam Perjanjian Baru, Kristus disebut bait Allah (Why. 21:22; Yoh. 2:19-21). Kita, orang-orang yang melayani, semuanya tinggal dalam Kristus sebagai bait Allah. Kita tinggal di sini sebagai banyak putra bersama sang Putra sulung. Sang Bapa adalah raja, dan semua putra adalah sesama raja. Bait itu adalah istananya. Demikian juga, Allah Putra adalah pehta dengan Bapa di dalam-Nya sebagai terang yang bersinar. Pehta ini bukanlah sebuah lampu hstrik melainkan adalah lampu minyak. Minyak menandakan Roh itu, maka Sang tersembunyi dari Trinitas di sini adalah Roh itu. Allah adalah terang yang bersinar, Kristus adalah wadah Allah sebagai pelita, dan di dalam pehta tersebut ada minyak, Roh itu.
Ketiga faktor dari bangunan dan ketiga perlengkapan kota ini menandakan Allah Tritunggal. Sekarang kita sampai pada kelompok ketiga dari angka tiga yang melambangkan Allah Tritunggal. Kelompok ini adalah mengenai suplai kota ini. Jalan sebagai dasar menandakan Bapa, sungai yang menngalir dengan air hayat menandakan Roh itu, dan pohon hayat menandakan Putra, Kristus. Jacti, struktur dasar kota kudus ini adalah Trinitas ilahi, perlengkapanperlengkapannya adalah Trinitas Rahi, dan suplainya adalah Trinitas Ilahi.
Dalam setiap pasal dari kitab Efesus kita dapat melihat ketiganya dari Trinitas Ilahi. Sebagai contoh, dalam pasal satu ada berkat Bapa, berkat Kristus, dan berkat Roh itu (ay 3-14). Kemudian dalam pasal empat ada Roh itu, Tuhan, dan Bapa sebagai esens intrinsik (terkandung di dalamnya) dari Tubuh (ay 4-6). Ketiganya dari Trinitas ilahi ini adalah esens intrinsik bagi penyusunan Tubuh Kristus. Seluruh wahyu ilahi di dalam Firman kudus memperlihatkan bagaimana Allah dalam Trinitas Rahi-Nya mendispensikan diri-Nya ke dalam umat pilihan-Nya. Pada tanda yang paling akhir dan yang paling besar dalam Kitab Suci ini, tanda Yerusalem Baru ini, bangunan, perlengkapan-perlengkapan, dan suplainya adalah Allah Tritunggal.
I. SUPLAINYA ADALAH ALLAH TRITUNGGAL
YANG TELAH MELALUI PROSES DAN RAMPUNG
Suplai kota kudus ini adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung (Why. 22:1-2). Allah kita bukanlah Allah yang "mentah." Banyak orang mengajarkan Allah yang mentah, "belum dimasak," yaitu, belum melalui proses dan belum rampung. Tetapi Allah yang kita beritakan dan ajarkan adalah Allah, yang menurut wahyu ilahi, telah melalui proses dan rampung. Inilah Allah yang telah melalui proses dan rampung yang dapat menjadi suplai kita.
Allah Tritunggal telah melalui inkarnasi, kehidupan insani, serta kematian yang almuhit dan yang membereskan segala masalah. Kemudian Ia masuk ke dalam kebangkitan yang melampaui segala sesuatu untuk pendispensian hayat dan kenaikan yang mengungguh segala sesuatu untuk menerapkan apa yang telah dirampungkan-Nya dalam ministri bumiah-Nya, melalui ministri surgawi-Nya. Bahkan Allah Bapa telah melalui proses. Apa pun yang dilalui Putra, Bapa menyertai-Nya. Sang Putra memberi tahu kita bahwa Ia tidak pernah sendirian melainkan Bapa yang mengutus-Nya senantiasa menyertai-Nya (Yoh. 8:29; 16:32). Inilah wahyu mengenai Allah Tritunggal yang diberikan oleh Tuhan kepada pemuhhan. Tidak ada orang Kristen lain yang mengajarkan dan memberitakan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung. Hanya di dalam empat puluh tahun terakhir inilah kita mulai menggunakan istilah telah melalui proses dan rarnpung untuk menggambarkan Allah Tritunggal.
Bila Kristus belum melalui proses, bagaimana Ia bisa menjadi seorang manusia untuk mati di atas salib demi menghapus semua dosa kita? Bila Kristus tidak diproses melalui kebangkitan, bagaimana Ia bisa menjadi Roh pemberi-hayat? Melalui proses inkarnasi, Allah telah menjadi seorang manusia, Yesus. Yesus adalah manusia Yang sejati, tetapi melalul kematian-Nya dan dalam kebangkitan-Nya, dua langkah selanjutnya dari proses-Nya, Ia menjadi Roh pemberi-hayat. Bila Allah tidak menjadi manusia untuk menghapus dosa, bagaimana mungkin la dapat menjadi Penebus kita? Bila Ia tidak menjadi Roh pemberi-hayat, bagaimana Ia dapat masuk ke dalam kita untuk menjadi hayat dan suplai hayat kita? Suplai kota ini adalah Allah Tritunggal Yang telah melalui proses dan rampung.
A. Dilambangkan oleh Sungai Air Hayat (Roh itu)
serta Takhta Allah (Bapa) dan Anak Domba (Putra)
Yang Ketiga dari Trinitas Ilahi dilambangkan oleh sebuah sungai. Bapa berada di dalam Putra, dan Putra dinyatakan sebagai Roh itu, maka Roh itu adalah abran. Allah Tritunggal telah rampung menjadi satu Roh pemberihayat, dan Roh itu adalah ahran Yang dilambangkan oleb sungai air hayat. Suplai kota ini adalah Bapa sebagai sumber, dan Roh itu sebagai aliran, dan Kristus sebagai isi, dilambangkan oleh pohon hayat.
B. Keluar dari Takhta Allah Administrasi Otoritas Ilahi
Sungai ini keluar dari takhta Allah. Sumber ini adalah administrasi ilahi dan otoritas ilahi.
C. Berdasarkan Sifat Allah, Dilambangkan oleh Emas
sebagai Dasar Takhta Allah
Kita telah melihat bahwa segala adanya kita dan segala Yang kita lakukan di dalam pergerakan dan pekerjaan kita bagi Allah perlu berdasarkan sifat emas Allah. Bahkan aliran Trinitas Ilahi itu berdasarkan sifat emas. Sungai mengalir di jalan, dan jalan ini adalah dasar.
D. Berada di Tengah-tengah Jalannya
dalam Persekutuannya
(Dilambangkan oleh Jalan itu)
dari Takhta Menuju Kedua belas Pintu Gerbang
Sungai air hayat menngalir di tengah-tengah jalannya, dan jalan ini menandakan persekutuan. Satu pohon hayat Yang tumbuh pada kedua sisi sungai ini menandakan bahwa pohon hayat ini adalah pohon anggur Yang menyebar dan menjalar sepanjang ahran air hayat untuk diterima dan dinikmati oleh umat Allah. Pohon hayat bukanlah pohon pinus Yang menjulang ke langit melainkan pohon anggur Yang menjalar di atas tanah. Pohon anggur ini, pohon hayat ini, tumbuh di tengah-tengah dan di sepanjang jalan ini. Maka, di tengah-tengah persekutuan ini ada pohon hayat.
Jalan ini dimulai dari puneak gunung, yaitu Allah, untuk mencapai kedua belas pintu gerbang kota itu. Di tengah-tengah jalan ini ada sungai air hayat untuk mengalirkan segala kekayaan Allah untuk menjadi suplai kita. Jalan ini dengan sungainya adalah lalu lintas dua arah, datang dan pergi, menngalir ke bawah dan memutar naik seperti spiral. Datang dan pergi ini adalah persekutuan. Semua orang Yang masuk ke dalam kota ini melalui pintupintu gerbang mutiara berpartisipasi dalam persekutuan Yang sama. Persekutuan ini dimulai dari Allah sebagai sumber untuk mencapai kedua belas pintu gerbang. Itu berarti bahwa persekutuan ini mencapai semua orang Yang telah masuk ke dalam kota untuk membawa mereka kembali kepada Allah.
E. Elemen Utama untuk Suplai Hayat
demi Merawat Seluruh Kota adalah Pohon Hayat
(Menandakan Kristus)
Elemen utama untuk suplai hayat demi merawat seluruh kota adalah pohon hayat, Yang menandakan Kristus. Pada permulaan Alkitab, dalam pasal kedua dari kitab Kejadian, pohon hayat terlihat sebagai intinya. Karena kejatuhan manusia maka jalan untuk menjamah pohon itu telah ditutup oleh kemuliaan, kekudusan, dan kebenaran Allah. Kemudian kematian Kristus di atas salib telah menggenapkan semua tuntutan kemuliaan, kekudusan, dan kebenaran Allah untuk membuka kembali jalan ke pohon hayat yang telah tertutup itu. Kristur, adalah jalan kita untuk masuk ke dalam kota, karena itu Ia dilambangkan oleh pintu-pintu gerbang mutiara, yang mencakup realitas kematian-Nya dan kebangkitan-Nya.
F. Dalam Roh itu,
yang Dilambangkan oleh Sungai Air Hayat
sebagai Suplai Minuman untuk Meleraikan Dahaga Kota Kudus
Manusia memerlukan makanan sebagai suplai untuk merawat mereka, tetapi tanpa air mereka tidak dapat hidup. Kita memerlukan air sebagai minuman untuk mengimbangi makanan yang kita makan. Semuanya itu dilambangkan dalam tanda yang besar ini.
II. PERAWATAN DAN MINUMAN DARI SUPLAINYA
ADALAH
BAGI PERTUMBUHAN HAYAT ILAHI KAUM BERIMAN
YANG MENUNTUT AGAR MEREKA DIBANGUN MENJADI SUSUNAN
ORGANIK DARI ALLAH TRITUNGGAL YANG TELAH
MELALUI PROSES YANG BERBAUR DENGAN UMAT
PILIHAN TRIPARTIT-NYA YANG TELAH DILAHIRKAN
KEMBALI, DITRANSFORMASI, DAN DIMULIAKAN
Pohon hayat adalah untuk perawatan kita, dan sungai air hayat adalah untuk minuman kita. Suplai yang disediakan oleh Kristus adalah untuk perawatan kita dan air yang dibawa oleh Roh itu kepada kita adalah bagi suplai kita untuk memuaskan dan meredakan dahaga kita. Tetapi merawat dan memuaskan bukan sasaran akhir. Kristus merawat kita dan Roh itu meleraikan dahaga kita untuk pertumbuhan kita dalam hayat ilahi, dan pertumbuhan hayat ilahi adalah untuk pembangunan kota sebagai susunan organik dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses yang berbaur dengan umat pilihan tripartit-Nya yang telah dilahirkan kembali, ditransformasi, dan dimuliakan.
Perawatan Kristus dan minuman Roh itu adalah bagi kita untuk bertumbuh dan pertumbuhan oleh kedua suplai ini adalah untuk pembangunan Yerusalem Baru. Bahkan hari ini Yerusalem Baru masih dibangun. Bila kita melihat situasi luaran hari ini, kita dapat melihat kurangnya pembangunan Tubuh Kristus yang merampungkan Yerusalem Baru. Inilah sebabnya mengapa Tuhan menyuruh saya memberitakan puncak wahyu ilahi-Nya. Pertama-tama, kita perlu memberitakan kebenaran bahwa Allah menjadi manusia agar manusia dapat menjadi Allah dalam hayat dan dalam sifat tetapi tidak dalam ke-Allahan. Kemudian kita harus memberitakan kebenaran mengenai Yerusalem Baru. Beban saya adalah untuk memberitakan dua kebenaran yang besar ini.
Karena Tuhan telah memberikan puncak-puncak kebenaran-Nya ini, kita harus mempelajari bahasa yang baru untuk memberitakannya. Paulus dan para sekerja di sekitarnya berbeda karena apa yang mereka layankan (minister). Hari ini di dalam pemuhhan semua sekerja harus berbeda. Mereka harus belajar memberitakan kebenaran-kebenaran tinggi mengenai ekonomi Allah-bahwa Allah menjadi manusia agar manusia dapat menjadi Allah, dengan Yerusalem Baru sebagai perampungan akhirnya. Inilah keajaiban yang besar dan misteri yang dalam.
Yerusalem Baru dibangun dengan Allah Tritunggal sebagai faktor-faktor utamanya. Kota ini diperlengkapi dengan Allah Tritunggal sebagai takhtanya, sebagai baitnya (istananya), dan sebagai pelitanya. Selain itu. Yerusalem Baru adalah suatu kota yang disuplai oleh Allah Tritunggal-Bapa sebagai sumber dan dasar, Roh itu sebagai ahran, sungai, dan Putra sebagai suplai utama untuk merawat seluruh kota. Melalui perawatan dan minuman ilahi ini, kita, anggota-anggota kota yang baru ini bertumbuh dalam hayat ilahi dan terbangun bersama.
Mulai sekarang kita harus melihat bahwa pekerjaan kita adalah suatu pekerjaan pembangunan oleh pertumbuhan orang-orang kudus dalam hayat ilahi. Hayat ilahi ini adalah Trinitas Ilahi yang adalah bangunan, perlengkapan-perlengkapan, dan suplai kota kudus. Pada saat kita bertumbuh dalam hayat ilahi dan melayankan (minister) Allah Tritunggal kepada orang lain bagi pertumbuhan mereka dalam hayat ilahi, kita membangun Tubuh Kristus, yang akan merampungkan Yerusalem Baru. Kita perlu mengalami dan memberitakan hal-hal ini. Semakin kita membicarakannya, kita akan semakin harus membicarakannya. Semakin kita membicarakannya, kita akan semakin dirawat dan dipuaskan. Mulai sekarang para sekerja dan penatua harus tahu bagaimana cara membicarakan hal-hal ini.
CATATAN KESIMPULAN
Saya sangat mengharapkan bahwa setelah pengkajian ini, pengkajian dengan hati yang menuntut dan dengan roh yang diterangi dari hma berita ini, pengkajian kristalisasi dari bagian akhir Kitab Suci, kita dapat melihat dengan jelas dan dengan yakin bahwa Yerusalem Baru adalah suatu susunan organik dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung dengan umat pilihan-Nya yang telah dilahirkan. kembali, ditransformasi, dan dimuhakan. Kota ini memiliki penekanan tiga ganda pada Trinitas Ilahi dalam ketiga aspek penting dari susunan organik ini :
1. Aspek penting pertama, dalam bangunannya dengan dasarnya yang dilambangkan oleh emas sebagai sifat dari sang Bapa, pintu-pintu gerbangnya yang dilambangkan oleh mutiara-mutiara sebagai hasil kematian yang menebus dan kebangkitan yang membagikan hayat dari sang Putra, dan dindingnya yang dilambangkan oleh batu-batu permata sebagai perampungan pekerjaan transformasi dari sang Roh.
2. Aspek penting kedua, dalam perlengkapan-perlengkapannya dengan pusat pemerintahan. dari sang Bapa yang dilambangkan oleh takhta, tempat tinggal dari sang Putra yang dilambangkan. oleh bait, dan terang yang menerangi dan menyoroti dari sang Roh yang dilambangkan oleh minyak di dalam pelita.
3. Aspek penting ketiga, dalam suplainya yang adalah aliran Trinitas Ilahi; dasar dan sumber untuk alirannya adalah sang Bapa yang dilambangkan oleh jalan, alirannya adalah sang Roh yang dilambangkan oleh sungai air hayat, dan elemen alirannya adalah sang Putra yang dilambangkan oleh pohon hayat.
Seluruh susunan Yerusalem Baru adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung yang terbangun dengan umat pihhan-Nya yang telah dilahirkan kembali, ditransformasi, dan dimuhakan dalam Trinitas Ilahi-Nya secara tiga ganda. Susunan sedemikian ini tidak mungkin berupa sesuatu yang jasmaniah; kota ini pasti adalah Trinitas Ilahi dalam pembauran tiga ganda-Nya dengan umat pilihan tebusan-Nya. Semoga kita menerima rahmat kekal dan kasih karunia yang cukup dari Kristus yang tak terbatas agar kita dapat menempuh suatu kehidupan sebagai pencicipan susunan organik yang sedemikian dalam zaman ini untuk kenikmatan penuhnya dalam kekekalan.
Mengenai
PERSONA KRISTUS
PRAKATA
Buku ini disusun dari berita-berita yang disampaikan oleh saudara Witness Lee di Hong Kong pada tahun 1970. Pada tahun 1971 berita-berita ini diterbitkan dengan beberapa tambahan oleh Gospel Book Room, Taipei, Taiwan.
Ada dua misteri besar dalam Alkitab, yang pertama adalah Allah Tritunggal - Bapa, Putra, dan Roh, dan yang lain adalah Persona Kristus. Kristus adalah Allah pun manusia; di dalam diri-Nya terdapat dua sifat, yaitu keilahian dan keinsanian secara lengkap. Meskipun memiliki baik keilahian maupun keinsanian, Dia tetap adalah satu Persona. Pikiran kita tidak dapat memahaminya secara tuntas. Kita hanya dapat menerima fakta ini menurut wahyu Kitab Suci.
BERBAGAI ALIRAN SEPANJANG ZAMAN
Sebelum membahas wahyu Alkitab mengenai Persona Kristus, marilah kita melihat pandanganpandangan dan ajaran-ajaran dari berbagai orang di sepanjang zaman mengenai hal ini. Mulai dari abad pertama sampai pertengahan abad keenam Masehi, orang-orang yang disebut uskup mengajarkan berbagai ajaran mengenai Persona Kristus. Karena itu pada keenam abad pertama sering terjadi perselisihan dan bahkan perpecahan dalam gereja. Pandangan-pandangan dan ajaran-ajaran yang berbeda ini dapat disimpulkan dan digolongkan menjadi tujuh kelompok. Di antaranya hanya ada satu ajaran yang tepat dan dapat dianggap sebagai ajaran ortodok. Keenam ajaran yang lain tidak tepat; ajaran-ajaran mengenai keinsanian maupun keilahian Kristus tidak diuraikan secara benar dan mereka juga memisahkan keilahian Kristus dari keinsanian-Nya atau mencampur- adukkan keilahian Kristus dengan keinsanian-Nya menjadi satu. Kita harus membicarakan ketujuh kelompok yang berbeda ini secara ringkas.
1. Kristus Hanya Memiliki Keilahian
tanpa Keinsanian
Ini adalah ajaran Docetists yang salah (70-170 M). Mereka mengatakan bahwa Kristus hanya memiliki keilahian tanpa keinsanian. Bagi mereka, segala sesuatu pada dasarnya adalah jahat. Karena Kristus adalah kudus, Dia tidak mungkin memiliki kecemaran daging manusia. Karena itu tubuh yang dikenakan-Nya ketika berada di bumi bukanlah tubuh yang sejati, tetapi hanyalah semu. Kelahiran-Nya bukanlah kelahiran yang sejati dan kematian-Nya bukanlah kematian yang sejati.
Tentu saja ajaran ini sama sekah tidak masuk akal dan jelas bertentangan dengan wahyu Kitab Suci. Alkitab dengan pasti dan tegas mengatakan bahwa Tuhan adalah Firman Allah yang "menjadi daging (manusia-LAI)" (Yoh. 1: 14), dan "Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka [yaitu darah dan daging]" (Ibr. 2:14), selain itu Tuhan juga adalah yang menjadi "manusia" (1 Tim. 2:5). Karena Dia memiliki tubuh dan sifat seorang manusia, maka Dia adalah manusia yang lengkap dan sejati.
Seperti yang disebutkan dalam 1 Yohanes 4:2-3, kelompok ini menyangkal bahwa Kristus datang dalam daging. Sejak awal, Injil Yohanes membuktikan bahwa pandangan mereka itu salah. Injil Yohanes membuktikan hal ini melalui menyatakan bahwa Kristus adalah Firman dan bahwa Dia adalah Allah yang menjadi daging (Yoh. 1: 1, 14).
2. Kristus Hanya Memiliki Keinsanian
tanpa Keilahian
Ini adalah bidah aliran Ebions (107 M). Mereka menyatakan bahwa Kristus memiliki sifat insani tetapi tidak memiliki sifat ilahi, dan bahwa kehidupan-Nya mengikuti pola hidup manusia biasa, walaupun tingliah d-Nya menunjukkan hubungan yang khusus dengan Allah.
Ajaran ini bahlian lebih tidak masuk akal daripada ajaran sebelumnya. Itu hampir menyerupai ajaran kaum modern hari ini dan sangat bertentangan dengan Alkitab. Alkitab dengan pasti menyatakan bahwa Kristus adalah manusia, dan juga mewahyukan dengan jelas bahwa Dia adalah Allah (Yoh. 1:1; Ibr. 1:8; Rm. 9:5). Kristus adalah manusia yang sejati dan lengkap, pun adalah Allah yang sejati dan sempurna. Dia memiliki keinsanian yang lengkap dan sempurna, juga keilahian yang lengkap dan sempurna.
3. Keilahian Kristus Tidak Lengkap
Ini adalah ajaran yang salah dari kaum Arius. Mereka mengatakan bahwa keilahian Kristus tidak lengkap, dan bahwa Dia dijadikan melalui penyatuan Logos dengan tubuh manusia. Karena itu Dia tidak dapat dibandinglian dengan Allah tetapi hanyalah yang melebihi segala sesuatu, yang paling terkenal, yang paling terhormat, dan yang paling tinggi di antara semua ciptaan-karena Firman bukanlah Allah, yaitu Allah yang bukan ciptaan; malahan Dia adalah kepala semua ciptaan. Kaum Arius menyatakan bahwa Kristus memang diciptakan oleh Allah, tetapi diciptakan sebelum zaman dimulai, mendahului semua ciptaan. Karena itu ada suatu masa ketika Dia tidak ada. Kemudian dia menegaskan bahwa karena Kristus mati tanpa dosa, maka Dia dapat bangkit, terangliat ke surga, dan kemudian menjadi Allah. Konsili umum pertama yang dibentuk di Nicea pada tahun 325 Masehi menyatakan ajaran Arius sebagai bidah dan menolak ajaran itu.
Melalui pemeriksaan yang teliti, maka pada doktrin-dolitrin palsu kaum Arius ditemukan tiga butir yang bertentangan dengan wahyu Kitab Suci : (1) Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa "Firman adalah Allah" (Yoh. 1:1), tetapi kaum Ariusmenyatakan bahwa Firman bukanlah Allah yang swaada dan dengan itu menyatakan bahwa keilahian Kristus tidak sempurna dan tidak dapat dibandingkan dengan Allah. Ini benar-benar bidah yang besar! (2) Kitab Suci mengatakan bahwa Kristus adalah Allah itu sendiri yang ada sejak sebermula (Yoh. 1:1) dan swaada serta tanpa permulaan. Namun kaum Arius mengatakan bahwa ada suatu masa ketika Kristus tidak ada dan bahwa Dia menjadi Allah hanya setelah kebangkitan dan keterangkatan-Nya. Ajaran semacam ini juga merupakan penghinaan yang besar terhadap Persona Kristus! (3) Alkitab memang mengatakan bahwa Kristus adalah "yang pertama dari segala yang diciptakan" (Kol. 1:15), dan juga bahwa Kristus adalah "permulaan dari ciptaan Allah" (Why. 3:14), tetapi Alkitab tidak mengatakan bahwa Dia diciptakan sebelum zaman dimulai, seperti yang dinyatakan dengan sembarangan oleh kaum Arius. Singkatnya, mereka sepenuhnya menolak keilahian Kristus yang bukan ciptaan dan menjadi terlalu dogmatis mengenai saat Kristus menjadi yang diciptakan. Tidak heran jika ajaran mereka dinyatakan sebagai bidah dan ditolak oleh konsili umum di Nicea.
4. Keinsanian Kristus Tidak Lengkap
Ini adalah ajaran yang tidak masuk akal dari aliran Apollinar. Mereka berkata bahwa keinsanian Kristus tidak lengkap karena Dia memiliki tubuh dan jiwa manusia, tetapi tidak memiliki roh manusia, roh ini secara misterius digantikan oleh Logos. Dengan demikian, Kristus mereka tersusun oleh tiga hal ini: Logos, jiwa, dan tubuh (tidak seperti seorang manusia normal yang terdiri atas roh, jiwa, dan tubuh). Konsili umum kedua yang dibentuk di Konstantinopel pada 381 Masehi menyatakan doktrin ini sebagai bidah.
Tentu saja doktrin ini sangat bertentangan dengan wahyu Alkitab. Meskipun Alkitab mengatakan bahwa Kristus dikandung dari Roh Kudus (Mat. 1:18, 20) memiliki keilahian yang lengkap, namun Alkitab juga mengatakan bahwa Dia dilahirkan dari Maria (D. 2:5-7) memiliki keinsanian yang sempurna. Dia adalah seorang anak yang dilahirkan (Yes. 9:5) dan bertumbuh besar seperti manusia normal (D. 2:40, 52). Dia tidak hanya memiliki tubuh manusia (Ibr. 2:14) dan jiwa manusia (Mat. 26:38), tetapi juga roh manusia (Mrk. 2:8 - LAI menerjemahkannya menjadi hati). Jadi Kitab Suci dengan jelas mewahyukan kepada kita bahwa Kristus adalah seorang manusia yang lengkap, yang memiliki roh, jiwa, dan tubuh, dan bahwa Dia juga memiliki keinsanian yang sempurna.
5. Keilahian dan Keinsanian Kristus Terpisah
Ini adalah doktrin palsu dari aliran Nestor. Mereka menyatakan bahwa kedua sifat yang berada dalam Kristus, yaitu keilahian dan keinsanian, selamanya berbeda dan terpisah, karena seseorang tidak mungkin bisa memiliki dua sifat. Mereka berpendapat bahwa jika ada dua sifat, maka harus ada dua persona. Dengan demikian mereka membagi kedua sifat yang berada dalam Kristus secara berlebihan, bahkan mereka sampai berkata bahwa ada dua persona yang berbeda - Allah dan manusia - dalam satu tubuh Kristus. Konsili umum ketiga yang dibentuk di Efesus pada 431 Masehi menolak doktrin ini dan menganggapnya tidak tepat.
Ajaran Nestor juga dengan jelas bertentangan dengan wahyu Alkitab. Dalam Perjanjian Lama, Alkitab memperlibatkan kepada kita bahwa tabut perjanjian yang melambangkan Kristus dibuat dari kayu yang dilapisi dengan emas-itu adalah benda yang terbuat dari dua sifat. Emas melambangkan sifat ilahi Kristus, sedangkan kayu melambangkan sifat insani-Nya. Meskipun emas dan kayu adalah dua sifat yang berbeda, mereka dijadikan satu untu.k menjadi satu tabut. Ini menunjukkan bahwa meskipun Kristus memiliki dua sifat, keilahian dan keinsanian, Dia tetap satu; dan meskipun kedua sifatNya berbeda, namun tidak terpisah, sebaliknya disatukan menjadi satu. Meskipun Kristus memiliki keilahian dan keinsanian, kedua sifat itu telah menjadi satu Persona - itu bukan satu tubuh yang berisi dua persona, Allah dan manusia.
6. Keilahian dan Keinsanian Kristus
Dibaurkan menjadi Satu
Ini adalah ajaran yang salah dari aliran Eutych. Mereka menyangkal bahwa keilahian dan keinsanian Kristus berbeda dan serentak ada, tetapi menyatakan bahwa kedua sifat itu dibaurkan menjadi satu, bukan lagi ilahi atau insani, tetapi melalui pembauran keilahian dan keinsanian menghasilkan sifat ketiga-keilahian-Nya menjadi lebih menonjol sedangkan keinsanian-Nya terserap oleh keilahian. Karena itu aliran Eutych juga dikenal sebagai Monophysites. Ajaran mereka ditolak dalam konsili umum keempat di Chakedon pada 451 Masehi.
Aliran Eutych juga bertentangan dengan Kitab Suci. Dalam Perjanjian Lama, Alkitab menunjukkan bahwa korban sajian yang melambangkan Kristus terdiri dari minyak yang dicampur dengan tepung terbaik (Im. 2:4; Kel. 29:40). Minyak yang melambangkan Roh Kudus berhubungan dengan sifat ilahi Kristus, sedangkan tepung terbaik yang melambangkan perilaku Kristus berhubungan dengan sifat insani-Nya. Meskipun minyak dan tepung terbaik dicampur menjadi satu, mereka tetap dua dalam sifat-mereka tidak berbaur menjadi satu dan menghasilkan sifat ketiga. Tetapi aliran Eutych menyatakan bahwa kedua sifat Kristus, yaitu keilahian dan keinsanian, dibaurkan menjadi satu dan menghasilkan sifat ketiga, sama seperti asam dicampur dengan basa sehingga menjadi netral. Kedua sifat Kristus, yaitu keilahian dan keinsanian, berbaur dalam satu tubuh seperti minyak berbaur dengan tepung yang terbaik; saat dicampur, mereka tidak meniadi satu sifat seperti yang terjadi ketika asam dan basa dicampur.
7. Kristus Memiliki Keilahian
dan Keinsanian Masing-masing Lengkap
namun Keduanya Disatukan dalam Tubuh Satu Persona
Ini adalah ajaran yang tepat dari kelompok ortodok. Setelah keempat konsili umum yang disebutkan sebelumnya, konsili umum kelima dibentuk di Konstantinopel pada 553 Masehi di mana semua yang berasal dari kelompok ortodok mengakui bahwa Kristus memiliki keilahian dan keinsanian, masingmasing lengkap namun disatukan dalam tubuh satu persona-tanpa pemisahan, tanpa campur aduk, dan tidak berubah menjadi sifat yang baru. Tuhan kita benar- benar adalah Anak Allah dan juga adalah Anak Manusia. Dia adalah Allah yang sempurna dan manusia yang lengkap. Dia adalah Allah yang sejati dan manusia yang sejati; Dia adalah Allah dan manusia. Dia memiliki keilahian yang sempurna dan juga keinsanian yang lengkap. Kedua sifat yang berada dalam-Nya tidak campur aduk atau terpisah. Meskipun Dia memiliki dua sifat, Dia tetap satu persona. Persona-Nya tidak dapat dibagi-bagi dan sifatNya tidak dapat dicampuradukkan. Inilah wahyu yang tepat seperti yang diperhhatkan dalam seluruh Firman Kudus Allah; ini juga adalah pandangan yang ortodok dari gereja Allah sepanjang zaman. Tuhan kita, yang adalah Allah dan manusia, satu persona dengan dua sifat, tanpa pemisahan dan tidak campur aduk, adalah benar-benar suatu misteri dari misteri dan patut menerima penyembahan dan pujian kita untuk selamanya!
WAHYU KITAB SUCI
Meskipun Persona Kristus merupakan misteri besar, Alkitab membicarakan hal ini dengan sangat jelas. Perihal ini, seperti yang diwahyukan dalam Kitab Suci, adalah suatu misteri, tetapi kata-kata yang digunakan Alkitab untuk menyingkapkannya adalah jelas. Karena itu, meskipun kita tidak dapat memahami misteri yang demikian dengan sepenuhnya, kita dapat memahami dan menerima kata-kata yang dikatakan oleh Alkitab mengenainya.
1. Kristus adalah Allah
Baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru, Alkitab berulang kah dan dalam banyak cara mengatakan dengan jelas bahwa Kristus adalah Allah.
A. Dalam Perjanjian Lama
Ibrani 1:5 memberi tahu kita bahwa perkataanperkataan yang diucapkan oleh Allah dalam 2 Samuel 7:14, "Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku," mengacu kepada Kristus. Allah adalah Bapa-Nya, dan Dia adalah Anak Allah. Berdasarkan pemahaman Alkitab, penetapan yang demikian memperlihatkan adanya kesamaan dengan Allah (Yoh. 5:17-18). Dimulai dari Kejadian, ada banyak tempat dalam Perjanjian Lama yang membicarakan Kristus. Tetapi itu tidak hanya sampai pada 2 Samuel 7 yang mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya. Dia adalah Anak Allah, memiliki keAllahan, dan sama dengan Allah. Dia datang sebagai Anak Allah yang memiliki ke-Allahan untuk menjadi Kristus Allah demi merampungkan kehendak Allah.
Dalam seluruh kitab Mazmur, Kristus berulang kah disebutkan sebagai Allah. Mazmur 2:7 mengatakan, "Ia berkata kepadaku : Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini." Perkataan ini mengacu kepada Allah yang membangkitkan Tuhan Yesus dari kematian (Kis. 13:33) dan menyatakan Dia sebagai Anak Allah yang memahami unsur ilahi dari ke-Allahan (Rm. 1:4). Meskipun Dia menjadi Anak Manusia dan mengenakan sifat serta tubuh manusia, namun Allah membangkitkan Dia dari kematian, ini menyatakan Dia sebagai Anak Allah yang memiliki keilahian dan ke-Allahan, menjadi jauh lebih tinggi daripada malaikat-malaikat (Ibr. 1:4, 5). Dalam sebuah Mazmur yang memuji Kristus, Pemazmur menyatakan, "Takhtamu kepunyaan Allah (takhta-Mu, ya Allah - Tl), tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran" (Mzm. 45:6). Karena itu kata "ya Allah" dalam ayat ini ditujukan kepada Kristus. Pemazmur dengan terus terang menyebut Dia sebagai Allah dan memuji-Nya sedemikian. Dia tidak hanya Yang terelok di antara anak-anak manusia (ay. 2), tetapi juga Allah yang memiliki takhta dan tongkat untuk selamanya. Dia, yang adalah Manusia terelok, benar-benar adalah Allah, Allah yang memerintah di atas takhta dalam kekekalan.
Dalam Mazmur 102, Pemazmur menyatakan, "Ya Allahku,.... tahun- tahun-Mu tetap turun-temurun! Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu. Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah; tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahunMu tidak berkesudahan" (Mzm. 102:25-28). Ini adalah kata pujian terhadap Allah, mengatakan bahwa Allah adalah Pencipta dan Penguasa langit dan bumi, dan bahwa Dia tidak pernah berubah. Menurut Ibrani 1:8-12, perkataan ini membicarakan Kristus. Di sini sekali lagi Akitab dengan jelas mengatakan bahwa Kristus adalah Allah dan memuji Dia sebagai Tuhan yang menciptakan dan berkuasa atas langit dan bumi, yang tetap sama dan tahun-tahun-Nya tidak berkesudahan.
Daud menyatakan, "Demikianlah firman Tuhan kepada tuanku : Duduklah di sebelah kanan-Ku" (Mzm. 110:1). Dalam Matius 22:42-45 Tuhan menunjukkan bahwa di sini Daud menyebut Dia ‘Tuan’. Ini membuktikan bahwa Dia adalah Allah; jika tidak, bagaimana Daud dapat memanggil-Nya Tuan karena menurut daging Dia adalah Anak Daud? Meskipun Dia menjadi daging dan dijadikan Anak Daud, namun sebagai Allah, Dia adalah Tuan Daud, Seorang yang duduk di surga dan sama dengan Allah.
Dalam kitab Yesaya dikatakan, "Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan Tuhan (Yehova) akan menjadi kepermaian dan kemuliaan" (Yes. 4:2, Darby). Tunas ini adalah Kristus yang berasal dari Allah Yehova. Karena itu, Dia sebagai tunas yang berasal dari Allah dan memiliki ke-Allahan adalah untuk pernyataan kepermaian dan kemuliaan Allah. Dan kita memang melihat kepermaian dan kemuhaan ternyata melalui Dia. Nabi Yesaya menyatakan, "Aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang… [dalam catatan kaki terjemahan Darby mengatakan bahwa dalam bahasa Ibrani, hal ini dapat berarti Tuhan adalah tinggi] seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya" (Yes. 6:1-3, Darby). Yohanes 12:38-41 mengatakan bahwa di sini Yesaya mellhat kemuhaan Tuhan Yesus. Ini memperlihatkan kepada kita bahwa Tuhan Yesus adalah Allah yang tinggi, yang duduk di atas takhta di surga, yang dipuji oleh serafim dan yang kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi. Haleluya! Tuhan kita adalah Allah yang paling tinggi, yang duduk di atas takhtla, dan yang kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi! Dia tidak hanya patut menerima pujian dari malaikat-malaikat surgawi, tetapi lebih-lebih patut kita puji dan sembah!
Perjanjian Lama yang menubuatkan, "Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak d-d, dan ia akan menamakan Dia Imanuel [yaitu Allah menyertai kita]" (Yes. 7:14), digenapkan dalam Tuhan Yesus (Mat. 1:20-23). Meskipun Tuhan adalah seorang manusia yang dikandung dan dfiahirkan melalui seorang anak dara, manusia menyebut-Nya "Allah menyertai kita", karena ketika Dia berada dalam daging, Dia adalah Allah yang menyertai manusia. Dia adalah Allah yang menjadi manusia dan tinggal bersama manusia, maka Dia adalah Allah yang menyertai manusia. Yesaya 9:5 mengatakan, "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan untuk kita; nama-Nya disebutkan orang ... Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal [atau Bapa Kekekalan].. " (Ibr). Perkataan ini benar-benar jelas dan tegas mengatakan bahwa Tuhan kita bukan hanya Allah, tetapi juga Bapa. Dia dilahirkan dalam daging sebagai seorang anak, tetapi Dia adalah "Allah yang Perkasa"; Dia masuk ke dalam waktu sebagai seorang putra, tetapi Dia adalah Bapa dalam kekekalan. Yesus yang menjadi daging adalah Allah! Putra yang masuk ke dalam waktu adalah Bapa! Dia adalah Allah kita, dan Dia juga adalah Bapa kita.
Yesaya 11: 10 mengatakan, "Maka pada waktu itu taruk dari pangkal (akar-Tl.) Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa...." Kata "akar Isai" ini mengacu kepada Kristus (cf. Wahyu 22:16 yang mengatakan bahwa Dia adalah tunas, keturunan (akar-Tl.) Daud). Ayat satu dalam pasal ini mengatakan bahwa Dia adalah suatu tunas yang keluar dari tunggul Isai dan taruk yang tumbuh dari pangkalnya. Ini menunjukkan bahwa Dia meniadi seorang manusia dan merupakan keturunan Isai; Dia berasal dari Isai. Tetapi, dalam ayat ini mengatakan bahwa Dia adalah akar Isai (Tl), menunjukkan bahwa Ia adalah Allah yang merupakan akar Isai, dan Isai berasal dari Dia. Yesaya 40:3-11 mengatakan, "Ada suara yang berseru-seru : Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan ... maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan ... Lihat, itu Allahmu! Lihat, itu Tuhan Allah, Ia datang dengan kekuatan ... Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya...." Menurut Matius 3:3 yang mengutip firman tersebut "suara orang yang berseru-seru", kita tahu bahwa bagian dalam Yesaya 40 ini mengacu kepada Kristus. Dia adalah ekspresi kemuliaan Allah seperti yang dikatakan dalam Ibrani 1:3 "Ia [Kristus] adalah cahaya kemuliaan Allah." Dia adalah Allah umat-Nya; ketika Dia datang, itulah kedatangan Tuhan kepada umat-Nya, sebagai Seorang yang Perkasa, dan juga sebagai seorang Gembala. Tentu saja perkataan-perkataan ini akan lebih digenapkan pada kedatangan-Nya untuk kali kedua. Tetapi, ketika Dia datang untuk kah pertama, itu juga adalah pernyataan kemuliaan Allah, kedatangan Allah itu sendiri, karena Dia adalah Allah, Tuhan Allah itu sendiri.
Yeremia 23:5, 6 mengatakan, "Aku akan menumbuhkan Tunas adil-benar (adil-LAI) bagi Daud [atau benih atau kuncup] ... dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya : Tuhan-keadilbenaran (keadilan-LAI) kita" (cf. 33:15, 16). Ini berarti bahwa di satu pihak, Kristus adalah tunas atau kuncup keadilbenaran yang berasal dari Daud, yaitu keturunan Daud; di lain pihak, Dia adalah Tuhan yang menjadi keadilbenaran kita. Dia adalah Allah dan juga manusia.
Mikha 5:1 mengatakan, "Tetapi engkau, hai Betlehem,...dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala." Matius 2:4-6 dengan jelas menunjukkan bahwa bagian ini membicarakan mengenal Kristus. Meskipun Dia lahir di Betlehem dan berasal dari sana, akar atau sumber-Nya adalah sejak purbakala, sejak dahulu kala. Hanya Allah yang sejak purbakala, sejak dahulu kala. Karena itu, ini membuktikan bahwa Dia adalah Allah, Allah yang sejak purbakala, sejak kekekalan.
Selanjutnya, malaikat Tuhan, seperti yang disebutkan dalam Keluaran 3:2-12, Hakim-hakim 6:11-24; 13:15-24, Zakharia 1:11, 12, dan 2:8-11, mengacu
kepada Kristus. Bagian-bagian ini dengan jelas menunjukkan bahwa malaikat Tuhan adalah Tuhan Allah itu sendiri. (Zakharia 12:8 yang mengatakan, "seperti Allah, seperti malaikat Tuhan," membuktikan hal ini.) Ini memperhhatkan kepada kita bahwa Kristus yang diutus dari Allah sebagai malaikat Tuhan untuk merampungkan kehendak Allah, adalah Allah yang mengutus-Nya, Tuhan Allah itu sendiri.
Pada bagian yang dikutip sebelumnya, Perjanjian Lama dengan jelas mewahyukan bahwa Kristus adalah Allah, memiliki ke-Allahan, status Allah, kedudukan Allah, dan kekuatan ilahi-Dia justru adalah Allah itu sendiri.
B. Dalam Perjanjian Baru
Matius 1:20-23 mengatakan, "Sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak d-d dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi : Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak d-d, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel yang berarti : ‘Allah menyertai kita.’" Pada bagian ini terdapat tiga butir utama yang dengan kuat membuktikan bahwa Tuhan kita adalah Allah itu sendiri :
(1) Dia dilahirkan melalui dikandung dari Roh Kudus. Roh Kudus adalah Allah itu sendiri. Karena itu, ketika Dia dilahirkan melalui dikandung dari Roh Kudus, itu adalah Allah yang berinkarnasi. Ini sangat sesuai dengan Yohanes 1:14 yang mengatakan bahwa Dia adalah Allah yang menjadi daging (manusia-LAI).
(2) Allah menentulian bahwa nama-Nya akan disebut Yesus. Kata "Yesus" dalam bahasa Yunani sama dengan "Yosua" dalam bahasa Ibrani (Bil. 13:16; Ibr. 4:8), yang berarti Yehova Penyelamat. Ini memberi tahu kita bahwa Yesus ini adalah Allah Yehova yang menjadi Penyelamat kita. Karena itu Dia adalah Allah itu sendiri.
(3) Allah tidak hanya menentukan bahwa namaNya adalah Yesus, tetapi manusia juga menyebutNya dengan nama Imanuel yang berarti Allah menyertai kita. Ini juga mengindikasikan bahwa la adalah Allah. Dia-Seorang yang menjadi daging dan tinggal di antara manusia-adalah Allah menyertai manusia. Dalam nama "Yesus", nama yang ditentukan oleh Allah, ada "Yehova", dan dalam nama Imanuel", nama yang digunakan oleh manusia untuk memanggil Dia, ada "Allah". Dia adalah Yehova, dan Dia adalah Allah. Dia adalah "Yesus", "Yehova Penyelamat", dan juga adalah "Imanuel", "Allah menyertai kita".
Perjanjian Baru memperlihatkan kepada kita bahwa pada beberapa peristiwa (khususnya sesaat sebelum kelahiran Tuhan, pembaptisan-Nya, dan kematian-Nya), Allah dengan jelas mewahyukan baik secara langsung maupun melalui malaikat dan manusia, bahwa Tuhan adalah Anak Allah; yaitu bahwa Tuhan memiliki keilahian dan ke-Allahan, dan sama dengan Allah (Yoh. 5:17, 18).
Perkataan yang diucapkan oleh malaikat Gabriel yang diutus dari Allah ketika Yesus akan dikandung adalah "Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah yang maha tinggi ... anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah" (D. 1:32, 35).
Kemudian Allah berbicara dari surga setelah pembaptisan Yesus dan berkata, "Lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan : Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Mat. 3:17). Dan ketika Yohanes Pembaptis melihat Roh Kudus turun ke atas Tuhan, dia berkata, "Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian : Ia inilah Anak Allak" (Yoh. 1:34). Ketika Tuhan mulai memanggil orang-orang untuk mengikuti-Nya, Natanael berkata, "Rabi, Engkau adalah Anak Allak" (Yoh. 1:49).
Setelah Tuhan berjalan di atas air dan membuat Petrus melakukan hal yang sama serta meredakan angin ribut, murid-murid berkata, "Sesungguhnya Engkau Anak Allah" (Mat. 14:33).
Setelah Petrus menerima wahyu dan Allah, dia menyatakan, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup" (Mat. 16:16).
Pada saat Tuhan ditransfigurasi di atas gunung, Allah berbicara dari dalam awan, "Inilah Anak yang Kuhasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Mat. 17:5).
Kepala pasukan dan mereka yang bersama dengannya pada saat kematian Tuhan berkata, "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah" (Mat. 27:54).
Ketika orang-orang Farisi mengatakan bahwa Kristus adalah Anak Daud, Tuhan berkata, "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya?" (Mat. 22:43), mengutip perkataan Mazmur 110:1 (ay. 44), membuktikan bahwa Daud oleh pimpinan Roh telah menyebut Dia ‘Tuan. Di sini, Tuhan mengakui bahwa Dia adalah Tuan Daud. Meskipun Dia menjadi daging dan dijadikan Anak Daud, Dia sesungguhnya adalah Tuan Daud, karena Dia adalah Allah.
Matius 28:19 mengatakan, "...baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus." Dalam perkataan-Nya kepada murid-murid-Nya ini, Tuhan menempatkan diri-Nya satu dengan Bapa dan Roh Kudus, maka hal ini membuktikan bahwa Dia memiliki keilahian dan ke-Allahan seperti yang dimiliki oleh Bapa dan Roh Kudus.
Sebuah bagian dari Injil Markus mengatakan, "Berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu : Hai anakKu, dosamu sudah diampuni! Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya : Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah sendiri?" (Mrk. 2:5-7). Ini tidak hanya membuktikan bahwa Tuhan Yesus adalah Allah yang dapat mengampuni dosa-dosa, tetapi juga menunjukkan bahwa Tuhan mengakui diri-Nya sebagai Allah, karena hanya Allah yang dapat mengampuni dosa. Selanjutnya, pada bagian yang sama, Dia juga memperlihatkan kepada mereka yang mengkritik-Nya bahwa sama seperti Allah yang menyelidiki hati manusia, Dia mengetahui pikiran dalam hati mereka dan berdiri pada kedudukan Allah untuk melaksanakan otoritas Allah guna mengampuni dosa-dosa manusia (ay. 8-12).
Selanjutnya, dalam Injil Markus dikatakan, "Pada waktu Yesus berangkat ... seorang ... bertanya. Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal? Jawab Yesus: Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain daripada Allah saja" (Mrk. 10:17, 18). Perkataan Tuhan Yesus ini membuktikan bahwa Dia mengakui diri-Nya adalah Allah karena hanya Dialah yang baik. Dengan mengatakan hal ini, Tuhan ingin agar orang yang mengakui bahwa Dia baik juga mengakui bahwa Dia adalah Allah, satusatunya Persona yang baik.
Injil Yohanes menyatakan, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah" (Yoh. 1:1-2). Menurut ayat 14, Firman di sini adalah Tuhan Yesus yang berinkarnasi. Dia bukan hanya bersama-sama dengan Allah pada mulanya, tetapi juga adalah Allah.
Selanjutnya Injil Yohanes mengatakan, "Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya" (Yoh. 1: 18). Ini memberi tahu kita bahwa Tuhan, Anak tunggal Allah, adalah ekspresi Allah. Tidak ada manusia yang pernah mehhat Allah, tetapi Dia memanifestasikan Allah. Bapa adalah Allah yang tidak terhhat, Allah yang tersembunyi; Tuhan Yesus adalah manifestasi Allah.
Tuhan Yesus berkata, "Supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia" (Yoh. 5:23). DI sini Tuhan memperhhatkan kepada kita bahwa Dia menikmati penghormatan yang sama dengan Bapa karena Dia adalah Bapa, dan Dia juga adalah Allah.
Yesus berkata kepada orang buta yang telah disembuhkan-Nya, "Percayakah engkau kepada Anak Allah? Jawabnya : Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya. Kata Yesus kepadanya : Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu! Katanya : Aku percaya, Tuhan" (Yoh. 9:35-38). Di sini Tuhan sendiri yang memberi tahu orang buta yang telah disembuhkan-Nya bahwa Dia adalah Anak Allah. Ini adalah perkataan Tuhan sendiri yang mengatakan bahwa Dia adalah Anak Allah, memiliki ke-Allahan, dan sama dengan Allah.
Dalam ayat-ayat seperti Yohanes 10:30, 17:11 dan 22, Tuhan Yesus dengan jelas mengatakan bahwa Dia dan Bapa adalah satu. Sama seperti Bapa adalah Allah, maka Dia juga adalah Allah. Selain itu, Yohanes 13:3 mengatakan, "Yesus tahu,... bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah." Perkataan ini membuktikan bahwa Tuhan dan Allah adalah satu. Dia "berasal dari Allah" dan "kembali kepada Allah," (bukan ke tempat Allah berada) karena Dia adalah Allah.
Selanjutnya, sekali lagi Tuhan berkata kepada murid-murid-Nya, "Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.... Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa....Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku" (Yoh. 14:7-10). Jika manusia telah melihat Dia, mereka telah melihat Bapa; jika mereka telah mengenal Dia, mereka telah mengenal Bapa. Dia di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Dia, karena Dia dan Bapa adalah satu; Dia adalah Bapa, dan Dia juga adalah Allah.
Tuhan Yesus juga berkata, "Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya" (Yoh. 16:15). Ini berarti bahwa segala adanya Allah terletak pada Tuhan seperti yang juga dipersaksikan oleh Paulus dalam Kolose 2:9, "Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan" karena Dia adalah Allah dan juga adalah Bapa.
Doa Tuhan kepada Bapa pada malam terakhir saat Ia di bumi adalah, "Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada" (Yoh. 17:5). Melalui perkataan ini, Dia memberi tahu kita bahwa Dia berbagian dalam kemuliaan bersama Bapa bahkan sebelum dunia dijadikan. Ini membuktikan bahwa pada mulanya, Dia sama seperti Allah karena Dia adalah Allah yang berada dalam kekekalan.
Seorang murid, Tomas, berkata kepada Tuhan setelah kebangkitan-Nya, "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yoh. 20:28). Dalam ayat selanjutnya, Tuhan menegaskan perkataan Tomas, karena Dia sesungguhnya adalah Tuhan dan Allah.
Ketika menyatakan, "Tetapi semua yang tercanturn di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya" (Yoh. 20:31), Yohanes menyatakan bahwa seluruh kitab Injilnya ditulis untuk membuktikan bahwa Tuhan adalah Anak Allah—Dia sama dengan Allah, memiliki sifat Allah dan ke-Allahan.
Kitab Kisah Para Rasul juga mengatakan bahwa Tuhan adalah Tuhan (2:36; 9:5; 10:36) dan juga adalah Anak Allah (9:20; 13:33). Ini membuktikan bahwa Tuhan memiliki sifat flahi Allah dan ke-Allahan serta sama seperti Allah.
Ada banyak ayat dalam surat-surat kiriman yang menyatakan bahwa Tuhan adalah Tuhan dan juga adalah Anak Allah. Hal ini memperkuat bukti bahwa Dia memiliki sifat ilahi Allah dan ke-Allahan. Selain itu, beberapa ayat berikut ini dengan jelas dan pasti memperhhatkan kepada kita bahwa Tuhan kita adalah Allah; Dia justru adalah Allah yang unik itu sendiri. "Kristus ... yang ada di atas segala sesuatu ... adalah Allah yang harus dipuji untuk selama-lamanya" (Rm. 9:5). Perkataan ini begitu jelas mengatakan bahwa Kristus adalah Allah yang harus dipuji untuk selama-lamanya. "Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian" (2 Kor. 13:13). Di sini Tuhan ditempatkan pada tingkat yang sama dengan Allah dan Roh Kudus. Ini membuktikan bahwa Tuhan memiliki sifat ilahi dan ke-Allahan yang sama seperti yang dimiliki oleh Bapa dan Roh Kudus.
"[Kristus Yesus] yang walaupun dalam rupa Allah..." (Flp. 2:6), "Ia [Anak-Nya yang terkasihi adalah gambar Allah yang tidak kelihatan..." (Kol. 1: 15). Tuhan bukan hanya memiliki rupa Allah, tetapi Dia adalah gambar Allah, karena Dia adalah Allah. Kolose 2:2, 9 memberi tahu kita bahwa misteri Allah adalah Kristus dan di dalam Dia berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan. Apa adanya Allah adalah Kristus; segala yang berasal dari ke-Allahan ada di dalam Kristus, karena Dia adalah Allah itu sendiri. "Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita : Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia" (1 Tim. 3:16). Kristus dalam daging adalah Allah yang menyatakan diri dalam daging. Ini benar-benar adalah daging, tetapi Allah dinyatakan di dalamnya! Ini benar-benar suatu misteri besar! Kristus yang menjadi manusia adalah Allah yang menyatakan diri dalam daging, dan Dia adalah Allah itu sendiri! "Ia [Kristus] adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah" (Ibr. 1:3). Pada bagian sebelumnya, kita telah mehhat bahwa Kristus adalah Allah yang menyatakan diri dan di sini mengatakan bahwa Dia adalah cahaya kemuliaan Allah, gambar wujud Allah. Dia adalah ekspresi Allah, pernyataan Allah. "Tetapi tentang Anak ... ya Allah..." (Ibr. 1:8) adalah kutipan dari Mazmur 45:7 yang membuktikan bahwa Anak (Kristus) adalah Allah. Selanjutnya, dalam ayat 10-12, terdapat kutipan dari Mamur 102:26-28 yang membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang tetap sama dan tahun-tahun-Nya tidak berkesudahan. "Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar,. dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal" (1 Yoh. 5:20). Di sini mengatakan bahwa Anak Allah adalah Yang Benar. Dia datang supaya kita dapat mengenal Dia sang benar dan supaya kita dapat berada di dalam Dia sang benar. Sang benar ini adalah Allah yang benar, dan Dia adalah hidup yang kekal. Menurut 1 Yohanes 1:2, "hidup yang kekal" mengacu kepada Tuhan sendiri. Dengan demikian, di sini juga memberi tahu kita bahwa Tuhan adalah Allah yang benar.
Dalam kitab Wahyu juga terdapat banyak ayat yang menjelaskan sifat Tuhan : "Dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini" (Why. 1:5). Di sini Tuhan ditempatkan pada tingkat yang sama seperti Allah dan Roh Kudus, membuktikan bahwa Dia memiliki sifat ilahi dan ke-Allahan, sama seperti Allah dan Roh Kudus. "Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir ...... " (Why. 1:17). Wahyu 2:8 dan 22:13 juga mengatakan hal yang sama. Yang Awal dan Yang Akhir dalam alam semesta pastilah Allah yang dari kekekalan sampai kekekalan (Mzm. 90:2). Dengan demikian, perkataan ini juga membuktikan bahwa Tuhan adalah Allah yang kekal. Dalam Wahyu, 2:18, Tuhan menyebut diri-Nya sendiri sebagai "Anak Allah." Di sini sekali lagi Tuhan sendiri mengakui bahwa Dia memiliki sifat ilahi dan ke-Allahan. Istilah "akar (tunas-LAI) Daud" dan "keturunan Daud" yang digunakan dalam Wahyu 5:5 dan 22:16 mengacu kepada Tuhan. Sama seperti keturunan Daud menunjukkan bahwa Tuhan adalah manusia, dan Dia berasal dari Daud; maka akar Daud menyatakan bahwa Dia ada lah Allah, dan Daud berasal dari Dia. "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pulian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampat selama-lamanya!" (Why. 5:13). Anak domba di sini mengacu kepada Tuhan. Ayat ini menyatakan bahwa Dia dan Allah bersama-sama menerima pujian yang sama dari setiap ciptaan dalam alam semesta. Ini membuktikan bahwa Dia dan Allah adalah satu dan bahwa Dia sama dengan Allah dalam hormat dan kemuhaan. "Sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu" (ay. 21:22). Ayat ini memperlihatkan bahwa Tuhan dan Allah adalah Bait Suci (bentuk tunggal), hal ini membuktikan bahwa Tuhan dan Allah adalah satu. "Sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunyai" (Why. 21:23). Sama seperti terang berada dalam lampu dan merupakan satu bagian dengan lampu, demikian juga Allah berada dalam Kristus dan merupakan satu bagian dengan Kristus. Allah adalah isi Kristus dan Kristus adalah ekspresi Allah. Kristus dan Allah adalah satu. Dalam frase "takhta Allah dan Anak Domba" (Why. 22:1), kata takhta berbentuk tunggal. Allah dan Anak Domba berbagian dalam satu takhta-ini juga menempatkan Tuhan pada kedudukan yang sama dengan Allah. Menurut bagian sebelumnya, Allah adalah terangnya, dan Tuhan adalah lampunya; karena itu, Allah berada dalam Tuhan. Dapat dipastikan bahwa Allah berada dalam Tuhan duduk di atas takhta. Jilia tidak, bagaimana dua persona dapat duduk di atas takhta yang sama secara bersamaan? Bagaimana pun juga, bagian ini semuanya membuktikan bahwa Tuhan dan Allah adalah satu. Dalam Wahyu 22:13, Tuhan Yesus berkata, "Aku adalah Alfa dan Omega." Tetapi, dalam Wahyu 1:8, Tuhan Allahlah yang berkata, "Aku adalah Alfa dan Omega." Ini tidak diragukan lagi membuktikan bahwa Tuhan adalah Allah, "yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa." Selanjutnya Dia berkata bahwa Dia adalah "Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Why. 22:13). Tuhan kita adalah Allah yang swaada dan kekal ada, tanpa awal dan tanpa akhir, tetapi adalah yang awal dan yang akhir. Semoga kita menyembah Dia karena Dia sebagai Allah patut menerimanya! Semoga kita memuji Dia sebagai Allah, Allah yang sejati, Allah yang sempurna dan lengkap untuk selamanya! Amin! Haleluya!
2. Kristus adalah Manusia
Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru, berisi banyak bagian yang dengan jelas mewahyukan bahwa Kristus adalah manusia.
A. Dalam Perjanjian Lama
Nubuat pertama dalam Perjanjian Lama mengenai Kristus mengatakan, "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau (ular) dengan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya" (Kej. 3:15). Ayat ini menubuatkan bahwa Kristus sebagai keturunan perempuan itu akan meremukkan kepala ular tua, Iblis. Kemudian Dia benar-benar dilahirkan dari seorang perempuan (Gal. 4:4) dan menjadi keturunan perempuan itu, yaitu Dia menjadi manusia dan melalui kematian-Nya membinasakan Iblis (Ibr. 2:14). Ini adalah tempat pertama dalam Kitab Suci yang membicarakan Kristus menjadi manusia. Ketika Allah berjanji kepada Abraham, "Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat" (Kej. 22:18), keturunan yang dijanjikan ini mengacu kepada Kristus (Gal. 3:16). Kristus menyebabkan semua bangsa di bumi diberkati. Tetapi, Dia perlu menjadi keturunan Abraham, yaitu menjadi manusia supaya semua bangsa di bumi dapat diberkati melalui diri-Nya. Karena itu Dia benar-benar menjadi keturunan Abraham (Mat. 1:1) untuk menjadi manusia. Kemudian, dalam Kejadian 26:4 dan 28:14, Allah juga memberikan janji yang sama kepada Ishak dan Yakub, mengatakan bahwa Kristus akan menjadi keturunan mereka dan bahwa semua bangsa di bumi akan diberkati di dalam-Nya. Inilah nubuat-nubuat yang membicarakan Kristus menjadi manusia. Kejadian 49:10 mengatakan, "Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ... sampai Silo (dia - LAI) datang." Di sini, kata "Silo" yang berarti Pemberi damai sejahtera, mengacu kepada Kristus. Inilah nubuat mengenai Kristus yang menjadi keturunan Yehuda, yaitu menjadi manusia-Pemberi-damai sejahtera.
Musa bernubuat untuk orang-orang Israel, "Seorang nabi dari tengah- tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Allahmu" (Ul. 18:15). Nabi yang dinubuatkannya adalah Kristus (Kis. 3:22-23). Perkataannya di sini memperlihatkan kepada kita, agar Kristus menjadi Nabi ini, Dia perlu menjadi salah seorang saudara orang Israel, yaitu Dia perlu menjadi manusia.
"Hasil tanah" disebutkan dalam Yesaya 4:2. Menurut bagian awal ayat ini, frase ini mengacu kepada Kristus. Yesaya 11:1 mengatakan, "Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah." Berdasarkan ayat 2 sampai 5, perkataan ini mengacu kepada Kristus. Dia adalah suatu tunas yang keluar dari tunggul Isai, dan suatu taruk yang tumbuh dari pangkalnya. Ini juga berarti bahwa Tuhan perlu menjadi manusia. "Dan mereka masing-masing akan seperti tempat pertedulian terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus" (Yes. 32:2). Berdasarkan bagian Yesaya ini, kita dapat melitat bahwa "manusia" itu adalah Kristus. Kristus yang adalah tempat perlindungan kita adalah seorang manusia.
"Lihat, itu hamba-Ku.... Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya..." (Yes. 42:1-4), Matius 12:18-21 memberi tahu kita bahwa haglan ini membicarakan Tuhan Yesus. Dia, hamba Allah, adalah seorang manusia. Mengambil status sebagni moorang manusia, Dia melayani Allah sebagai seorang hamba.
"Sensungguhnya, hamba-Ku ... begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi" (Yes. 52:13-14). Menurut gambaran di sini, untuk menjadi hamba Allah, Tuhan perlu menjadi seorang manusia. Rupanya begitu buruk, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknym bukan seperti anak manusia lagi - ini menunjukkan bnhwa Dia adalah seorang manusia.
Keseluruhan Yesaya 53 menubuatkan mengenai Kristus. "Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering, Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan... Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup ... Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat ... ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak" (Yes. 53:2, 3,8,9,12). Beberapa ayat ini sepenuhnya menggambarkan keadaan dan pengalaman seorang manusia. Karena itu Kristus harus menjadi seorang manusia dan Dia memang menjadi seorang manusia.
"Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud [atau Benih atau Kuncup] ... dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya.. TUHAN - keadilbenaran (keadilan-LAI) kita" (Yer. 23:5-6). Perkataan ini mengacu kepada Kristus. Dia adalah Tunas Daud, yaitu keturunan Daud (Mat. 1:1; Why. 22:16). Dia adalah "Tuhan keadilbenaran kita;" Dia juga adalah Tunas Daud. Dia adalah Allah dan juga adalah seorang manusia. Yesaya 4:2 mengatakan bahwa Dia adalah "tunas [atau benih] Tuhan" - Dia berasal dari Allah dan memiliki sifat Allah. Di sini mengatakan bahwa Dia adalah Tunas Daud - Dia berasal dari manusia dan memiliki sifat manusia.
Nabi Daniel menyatakan, "Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya" (Dan. 7:13-14). Dalam penglihatan, Daniel melihat Kristus menerima kerajaan dari Allah dan datang kembah ke bumi untuk memerintah (cf. D. 19:15: "Ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja"). Dalam penglihatan ini, Kristus menampakkan dirl sebagai anak manusia. Ini berarti ketika Dia telah menerima kerajaan dan datang kembah ke bumi untuk memerintah sebagai seorang raja, Dia adalah seorang manusia (Mat. 26:64). Dia menerima kerajaan dari Allah dan datang kembali untuk memerintah bangsa-bangsa di bumi dengan status sebagai seorang manusia.
"Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala" (Mi. 5:1). Nubuat ini mengatakan bahwa Kristus dilahirkan di Betlehem (Yoh. 7:42) dan menjadi seorang manusia yang memerintah untuk Allah. Ini juga membuktikan bahwa Kristus perlu menjadi seorang manusia.
Nubuat tambahan dalam Perjanjian Lama mengenai Kristus adalah : "Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas [atau benih] (Za. 3:8); dan "Beginilah firman TUHAN semesta alam : Inilah orang yang bernama Tunas [atau benih]. Ia akan bertunas dari tempatnya dan ia akan bait TUHAN. Dialah yang akan mendirikan bait TUHAN, dan dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas takhtanya. Di sebelah kanannya akan ada seorang imam" (Za. 6:12-13). Semua penetapan ini mengacu kepada Kristus. Dia adalah hamba Allah, Dia adalah seorang "manusia", Dia disebut sang Tunas. Dia akan mendirikan bait Tuhan; Dia akan duduk memerintah di atas takhtanya dan menjadi seorang imam. Dia dapat melakukan semuanya ini karena Dia adalah seorang manusia. Dia akan datang dan melakukan semuanya ini dengan status sebagai seorang manusia. Ini adalah bukti yang kuat bahwa Kristus perlu menjadi seorang manusia, manusia sejati, manusia yang lengkap.
Selanjutnya, Zakharia 13:7 mengatakan, "Hai pedang, bangkitlah terhadap gembala-Ku, terhadap orang yang paling karib kepada-Ku!, demikianlah firman TUHAN semesta alam. Bunuhlah gembala, sehingga domba-domba tercerai- berai!" Dalam Matius 26:31 Tuhan menunjukkan bahwa perkataan ini mengacu kepada-Nya. Dia adalah gembala milik Allah; Dia seorang manusia yang adalah karib Allah. Meskipun Dia adalah karib Allah, Dia tetap seorang manusia. Ini juga membuktikan bahwa Tuhan perlu menjadi seorang manusia.
B. Dalam Perjanjian Baru
Perjanjian Lama memperlihatkan kepada kita bahwa Kristus perlu menjadi seorang manusia. Untuk menjadi seorang manusia, Dia perlu menjadi keturunan perempuan dan juga keturunan Abraham, Ishak, Yakub, Yehuda, Isai, Daud, dan sebagainya. Pada permulaan Perjanjian Baru, Matius pasal satu memperlihatkan kepada kita bahwa Kristus benarbenar menjadi "Anak Abraham" dan "Anak Daud" (ay. 1); Dia juga menjadi keturunan Isai, Yakub, Yehuda, dan Isai (ay. 2, 5, 6), dilahirkan dari seorang anak dara Maria (ay. 16). Dia dengan pasti menjadi "keturunan perempuan", menjadi seorang manusia sejati, sama seperti manusia biasa yang lain, memiliki nenek moyang dan silsilah.
Selanjutnya, setengah bagian kedua dari Matius pasal satu, Lukas 1:30, 31, dan 2:5-12 memberi tahu kita bahwa Kristus dikandung dari Roh Kudus dan seperti manusia pada umumnya, Ia keluar dari rahim ibunya untuk menjadi "seorang anak". Dengan demikian, nubuat dalam Yesaya 9:5, "Seorang anak telah lahir untuk kita," digenapkan.
Lukas 2:21-24 juga memperhhatkan bahwa anak yang dilahirkan dari rahim ibunya ini disunat pada hari kedelapan berdasarkan hukum Taurat bangsa Israel dan diberi nama Yesus. Dan ketika waktu pentahiran ibunya genap, Dia dibawa ke bait Allah dan diserahkan kepada Tuhan. Segala sesuatu dilakukan menurut cara manusia biasa, hal. ini membuktikan dengan pasti bahwa Dia telah menjadi seorang manusia.
Selanjutnya, sekali lagi Matius pasal dua memperlihatkan kepada kita bagaimana Kristus sebagai "seorang anak" dilindungi oleh ibunya, dibawa untuk menyingkir ke Mesir oleh Yusuf (ay. 14), dibawa kembali ke tanah Israel (ay. 21), dan tinggal di Nazaret serta disebut orang Nazaret (ay. 23).
Lukas 2:40-52 juga memperlihatkan kepada kita bahwa anak itu (Yesus) "bertambah besar dan menjadi kuat", setiap tahun pergi ke Yerusalem seperti kebiasaan bangsa Israel, dan "makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia." Dia memiliki penghidupan seorang anak laki-laki yang normal dan bertumbuh menjadi dewasa.
Matius 13:55 mengatakan bahwa Dia adalah "anak tukang kayu", dan Markus 6:3 mengatakan bahwa Dia adalah "tukang kayu". Ini memberi tahu kita bahwa setelah bertambah besar, Dia bekerja bersama Yusuf sebagai seorang tukang kayu. Ini sepenuhnya membuktikan bahwa Dia benar-benar adalah seorang manusia.
Dalam Matius 4:34, setelah pembaptisan-Nya dan sebelum memulai ministri-Nya, Iblis datang mencobai-Nya, membujuk-Nya untuk menyatakan diri-Nya sendiri sebagai Anak Allah. Tetapi Tuhan menjawab, "Manusia tidak hidup...." Jawaban ini menunjukkan bahwa Dia mengakui diri-Nya sebagai seorang manusia dan mempertahankan status dan kedudukan sebagai seorang manusia ini dengan kuat.
Selanjutnya, dalam banyak peristiwa, Dia menyebut diri-Nya "Anak Manusia, dengan demikian Ia mengakui diri-Nya sebagai seorang manusia" (Mat.
8:20; 9:6; 10:23; 11:19; 12:8, 32, 40; 13:41; 16:13, 27; 17:9, 22; 20:18, 28; 24:30, 37; 25:31; 26:24).
Bahkan dalam Injil Yohanes, sebuah kitab yang mempersaksikan bahwa Dia adalah Allah, Anak Allah, Dia tidak hanya sering menyebut diri-Nya "Anak Allah", mengakui bahwa Dia memiliki keilahian dan ke-Allahan serta sama dengan Allah (5:17-23, 25-27; 8:36; 9:35-37; 10:33, 36; 14:13; 17: 1), tetapi Dia juga menyebut diri-Nya "Anak Manusia", mengakui bahwa Dia adalah seorang manusia, memiliki sifat manusia dan sama dengan manusia (1:51; 3:13; 5:27; 6:27: 8:28; 12:23; 13:31).
Akhirnya, dalam Matius 26:63-64, sebelum ketersaliban-Nya, imam besar yang menghakimi-Nya bertanya kepada-Nya apakah Dia adalah Anak Allah. Di watu pihak, Tuhan menjawab, "Engkau telah mengatahannya!" Tetapi, di lain pihak, Dia tetap menyebut diriNya "Anak Manusia", memegang status manusia-Nya dengan kuat.
Selain itu, kelahiran-Nya, penghidupan dan perbuatan-Nya di bumi, semuanya membuktikan bahwa Dia adalah seorang manusia : Filipus melihat-Nya sebagai "anak Yusuf dari Nazaret", seorang manusia sejati (Yoh. 1:45). Dan ketika datang ke tempat asalnya sendiri, orang-orang di sana menyebut-Nya "orang ini". Mereka mengetahui bahwa Dia adalah "anak tukang kayu", dan bahwa Dia memiliki seorang "ibu", "saudara laki-laki", "saudara-saudara perempuan" (Mat. 13:54-56). Fakta ini dengan kuat membuktikan bahwa Dia mutlak adalah seorang manusia, tidak berbeda sedikit pun dengan seorang manusia biasa. Dia duduk makan bersama manusia sama seperti manusia biasa (Mat. 9:10, 11; D. 7:36; Yoh. 12:2). Ketika Dia disalib, prajuritprajurit membagi-bagi pakaian-Nya (Yoh. 19:23, 24), hal ini membuktikan bahwa Dia mengenakan pakaian sama seperti seorang manusia normal. Dia "sangat letih oleh perjalanan" dan menjadi haus, meminta minum kepada seorang perempuan (Yoh. 4:6-7). Dia "menangis"seperti mereka yang bersama dengan Dia pada waktu itu (Yoh. 11:33, 35). Dia "menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, ... menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu" (Yoh. 13:4, 5). Semua perbuatan ini membuktikan bahwa Dia sesungguhnya adalah seorang manusia.
Tuhan adalah seorang manusia, tidak hanya ketika Dia berada di bumi sebelum kematian-Nya, tetapi bahkan setelah kebangkitan-Nya, keterangkatanNya ke surga, dan kedatangan-Nya kembali pada masa yang akan datang, Dia masih dan untuk selamanya adalah seorang manusia dalam kekekalan. Setelah kebangkitan-Nya, Dia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya dan berkata, "Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku : ... rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku. Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka ... mereka memberikan kepada-Nya sepolong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakanikan di depan mata mereka" (Luk. 24:39-43). Ini membuktikan bahwa setelah kebangkitan-Nya, Dia tetap seorang manusia, memiliki daging dan tulang, dan makan seperti seorang manusia. Dia memberi tahu imam besar, "Mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Maha kuasa" (Mat. 26:64). Ini berarti bahwa setelah terangkat ke surga, Dia tetap seorang manusia. Dia memberi tahu murid-murid-Nya, "Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya" (Mat. 16:27). Sekali lagi, dalam Matius 26:64 Dia mengatakan, "Kamu akan melihat Anak Manusia ... datang di atas awan-awan di langit." Ini berarti bahwa ketika Dia datang kembali pada masa yang akan datang, Dia tetap adalah seorang manusia. Dia berkata kepada Natanael, "Sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia" (Yoh. 1:51). Ini menggambarkan keadaan-Nya pada masa yang akan datang, dalam kekekalan. Dia tetap adalah Anak Manusia; Dia tetap seorang manusia sampai kekekalan.
Sebagai tambahan terhadap keempat kitab Injil, kitab Perjanjian Baru yang lain berisi ayat-ayat yang juga membuktikan bahwa Dia adalah seorang manusia : Dia adalah "Yesus dari Nazaret, seorang ..." (Kis. 2:22). Stefanus melihat Dia di surga sebagai "Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah" (Kis. 7:55, 56). Roma 1:3, "Yesus Kristus Tuhan kita, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud," dengan jelas membuktikan bahwa Dia adalah seorang manusia menurut darah dan daging. Dia adalah "satu orang, yaitu Yesus Kristus" (Rm. 5:15). Dia adalah "Adam yang akhir," dan Dia adalah "manusia kedua" (1 Kor. 15:45, 47). Dia adalah Seorang yang mati untuk semua orang (2 Kor. 5:14). Dia adalah keturunan Abraham (Gal. 3:16). "Yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia" (Rm. 9:5), hal ini membuktikan bahwa Dia adalah seorang manusia yang memiliki daging dan yang berasal dari Israel. Dia "lahir dari seorang perempuan" (Gal. 4:4), hal ini dengan pasti membuktikan bahwa Dia adalah seorang manusia. Dia menjadi sama dengan manusia, dan dalam keadaan sebagai manusia (F1p. 2:7, 8). Ini benar-benar membuktikan bahwa Dia menjadi seorang manusia. 1 Timotius 2:5 mengacu kepada "manusia Kristus Yesus". Dia telah dibuat sedikit lebih rendah daripada malaikatmalaikat (Ibr. 2:6-9). "Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka" (Ibr. 2:14). Ini berarti bahwa Dia menjadi seorang manusia menurut darah dan daging. Pernyataan "Yesus Kristus telah datang sebagai manusia" (1 Yoh. 4:2), dengan jelas memperlihatkan kepada kita bahwa Dia menjadi seorang manusia. Dia adalah "Seorang yang serupa Anak Manusia" (Why. 1:13). Dia adalah "singa dari suku Yehuda" (Why. 5:5). Ini berarti bahwa Dia adalah keturunan Yehuda. Ini juga membuktikan bahwa Dia adalah seorang manusia. Dia adalah "keturunan Daud" (Why. 22:16), hal ini dengan pasti membuktikan bahwa Dia adalah seorang manusia.
3. Kristus adalah Allah dan Juga adalah Manusia
Dalam semua ayat yang disebut di atas, baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru, kita dapat melihat dengan jelas bahwa di satu pihak, Kristus adalah Allah dan di lain pihak, Dia adalah manusia. Di satu pihak, Dia adalah manusia, dan di lain pihak, Dia adalah Allah-Dia adalah Seorang yang misterius, Allah pun manusia, manusia pun Allah.
A. Dalam Perjanjian Lama
Di satu pihak, Kristus adalah "seorang anak" dan di lain pihak, Dia adalah "Allah yang Perkasa" (Yes. 9:5). Dia adalah keduanya.
Kristus adalah Tunas Daud, keturunan Daud; tetapi, Dia juga adalah "Tuhan-keadilbenaran kita," Allah menjadi keadilbenaran kita (Yer. 23:5-6). Dia adalah keturunan manusia-Dia adalah seorang manusia, dan Dia adalah Allah itu sendiri-Dia adalah keduanya.
Kristus adalah seorang manusia yang berasal darl Betlehem, tetapi Dia juga adalah Allah yang sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala (Mi. 5:1). Di satu pihak, Dia adalah manusia dalam waktu, dan di lain pihak, Dia adalah Allah dalam kekekalan. Dia adalah keduanya.
B. Dalam Perjanjian Baru
Kristus adalah Anak Daud-seorang manusia, dan adalah Tuan Daud-Allah itu sendiri (Mat. 22:42-45). Kristus adalah Anak Manusia yang "diperanakkan dari keturunan Daud", memiliki keinsanian; dan Dia dinyatakan sebagai "Anak Allah yang berkuasa, memiliki keilahian-sifat Allah (Rm. 1:3-4). Kristus adalah seorang manusia dalam daging yang berasal dari Israel, tetapi "di atas segala sesuatu, Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya" (Rm. 9:5).
Dia adalah Seorang "dalam rupa Allah", tetapi yang "menjadi sama dengan manusia", dan "dalam keadaan sebagai manusia" (Flp. 2:6-8). Karena Dia adalah Allah yang menjadi manusia. Dengan demikian, Dia adalah Allah dan Dia juga adalah manusia; Dia adalah manusia dan Dia juga adalah Allah.
Tuhan Yesus berkata dengan mulut-Nya sendiri "Aku adalah Tunas (akar-17) Daud dan keturunan Daud" (Why. 22:16). "akar Daud" mengacu kepada Allah yang daripada-Nya Daud berasal; "keturunan Daud" mengacu kepada suatu benih, seorang manusia, yang berasal dari Daud. Karena itu, hal ini adalah untuk mengatakan kalau Kristus sendirilah yang mengakui bahwa Dia adalah manusia dan juga adalah Allah. Dia adalah keduanya.
Dengan demikian, Alkitab dengan jelas mewahyukan kepada kita bahwa Tuhan kita adalah Allah dan juga manusia, Allah yang sejati dan manusia yang sejati, Allah yang sempurna dan manusia yang sempurna. Dia tidak lain adalah Allah dan Dia tidak lain adalah manusia, memiliki keilahian yang lengkap dan keinsanian yang lengkap. Dia adalah Allah yang memiliki sifat ilahi; Dia juga adalah manusia yang memiliki sifat insani. Injil Yohanes berulang kali memberi tahu kita mengenai dua aspek Kristus. Dia adalah Allah yang mengetahui segala sesuatu dan melihat segala sesuatu (Yoh. 1:47-48), yang Mahaada, dan yang turun dari surga tetapi tetap di surga (Yoh. 3:13). Dia adalah seorang manusia yang dapat merasa letih dan haus (Yoh. 4:6, 7). Dia juga dapat menangis (Yoh. 11:35). Allah dan manusia, keduanya berada di dalam diri-Nya secara lengkap. Ini sungguh misterius. Tidaklah heran bahwa nama-Nya disebut "Ajaib!" (Yes. 9:5).
4. Kristus adalah Sang Pencipta
Allah adalah Pencipta segala sesuatu (Kej. 1:1, 21-3). Karena Kristus adalah Allah, dapat dipastikan bahwa Din juga adalah Pencipta segala sesuatu. Hal ini dengan jelas diwahyukan dalam kitab Suci : "Ya Allahku,… Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit, adalah buatan tangan-Mu" (Mzm. 102:25, 26). Kita telah melihat bahwa perkataan ini mengacu kepada Kristus. Kristus adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi. "Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan" (Yoh. 1:3). "Yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup" (1 Kor. 8:6). "Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia" (Kol. 1:16). "Oleh Dia [Kristus] Allah telah menjadikan alam semesta" (Ibr. 1:2).
Ayat-ayat ini dengan tegas memberi tahu kita bahwa Kristus adalah Pencipta segala sesuatu; segala sesuatu telah diciptakan dan dijadikan melalui Dia.
5. Kristus adalah Ciptaan
Manusia adalah makhluk ciptaan (Kej. 2:7; Kis. 17:26). Karena Kristus adalah seorang manusia, maka dapat dipastikan bahwa Dia juga adalah makhluk ciptaan. Ini diwahyukan dalam dua ayat berikut ini :
Kolose 1: 15 mengatakan bahwa Anak adalah "Yang sulung dari segala yang diciptakan." Ayat ini memberi tahu kita dengan kata-kata yang gamblang bahwa Kristus diciptakan. Dia adalah yang sulung dari segala yang diciptakan, yang utama dari segala yang diciptakan.
Dalam Wahyu 3:14, Kristus menyebut diri-Nya sendiri "permulaan dari ciptaan Allah". Ini juga memberi tahu kita bahwa Dia diciptakan, kepala dari ciptaan, Yang Pertama dari segala yang diciptakan.
Dalam beberapa terjemahan, dua bagian di atas tidak sesuai dengan arti dalam naskah bahasa Ibrani yang asli. (Versi Mandarin adalah salah satu contohnya). Beberapa orang tidak memahami dua ayat ini dengan tepat; karena itu, mereka menyangkal bahwa Kristus diciptakan. Tetapi, banyak versi yang resmi seperti versi King James, versi American Standard, vorsi Revised Standard, Alkitab New American Standard, Perjanjian Baru Amplified, - Interlinear Perjanjian Baru Yunani-English, Terjemahan Conybeare's, Terjemahan Wuest's, Darby's New Translation, versi Concordant, dan versi Berkeley, menerjemahkan Kolose 1:15 : "yang sulung dari setiap yang diciptakan" atau "yang sulung dari segala yang diciptakan". Menurut naskah alihnya, terjemahan ini benar. Berdasarkan terjemahan yang tepat, yaitu "yang sulung dari segala yang diciptakan", maka pada tahun 1934 saudara Watchman Nee menyampaikan perkataan berikut ini : "Dalam penciptaan, Putra adalah ‘Yang sulung dari segala yang diciptakan’ Dia juga adalah permulaan (yang Pertama) dari ciptaan Allah" (Why. 3:14). Karena dalam rencana kekal-Nya, sebelum dunia dijadikan, Allah menetapkan bahwa Putra harus menjadi daging untuk merampungkan penebusan (1 Ptr. 1:20). Karena itu, dalam rencana Allah, "Putra adalah yang pertama dari ciptaan" (hal. 97, The Present Testimony, No. 34, diterbitkan pada bulan Maret-April, 1934).
"Yang sulung" dalam bahasa Yunani adalah protokos. Pro berarti yang pertama atau permulaan; Tokos berarti dilahirkan, dihasilkan. Dengan demikian, protokos berarti yang pertama dilahirkan, yang dihasilkan pada permulaan; kemudian itu dapat diterjemahkan sebagai "yang sulung". Perjanjian Baru menggunakan kata ini sebanyak enam kah untuk menunjuk kepada Kristus. Perjanjian Baru mengatakan : Dia adalah "anak sulung" Maria (Luk. 2:7); Dia adalah "yang sulung di antara banyak saudara" (Rm. 8:29); Dia adalah "yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan" (Kol. 1:15); Dia adalah "yang pertama bangkit dari antara orang mati" (Kol. 1:18); Dia adalah "Anak yang sulung" (Ibr. 1:6) dan Dia adalah "yang pertama bangkit dari antara orang mati" (Why. 1:5). Meskipun enam referensi di atas menggunakan istilah yang berbeda, semua istilah itu mengacu kepada Kristus sebagai yang sulung. Bahwa Kristus adalah "yang sulung dari segala yang diciptakan" berarti Dia adalah Yang Pertama, kepala dari segala ciptaan. Ini sama sekah tidak berarti bahwa Dia ada sebelum segala ciptaan dan karena itu, Dia tidak termasuk dalam segala ciptaan.
Kolose 1:15-18 mengatakan sebanyak dua kali bahwa Tuhan adalah yang sulung. Ayat 15 mengatakan bahwa Tuhan adalah "yang sulung dari segala yang diciptakan;" ayat 18 mengatakan bahwa Dia adalah "yang pertama bangkit dari antara orang mati." "Yang pertama bangkit dari antara orang mati" berarti Tuhan adalah Yang Pertama dari segala yang bangkit. "Yang sulung dari segala yang diciptakan" berarti Dia adalah yang Pertama dari segala yang diciptakan. Ini berarti bahwa dari semuanya, baik dari segala yang diciptakan atau dari segala yang bangkit, Tuhan adalah yang Sulung, Permulaiin, dan menduduki tempat pertama.
Dalam alarn semesta, terdapat dua golongan bendw yang diciptakan dan yang bangkit. Dalam bagian ini, dari setengah bagian kedua ayat 15 sampai 17, membicarakan golongan pertama, meliputi segala ciptaan, di mana Tuhan adalah yang Sulung, yang Pertama. Ayat 18 berkenaan dengan golongan kedua, meliputi gereja, di mana Tuhan juga adalah yang Sulung, yang Pertama. Dalam dua kategori ini, Tuhan adalah yang Sulung, yang Pertama. Bagian ini membuktikan bahwa dalam segala sesuatu, Dia adalah yang Sulung, dan Dia memibki keunggulan. Tidak peduli dari golongan yang diciptakan atau dari golongan yang bangkit, Dia adalah yang Sulung, Dia adalah Kepala; karena itu Dia di atas segala sesuatu dan memiliki keunggulan dalam segala sesuatu. Pokok pikiran inti dalam bagian ini adalah bahwa Kristus memiliki keunggulan dalam segala sesuatu. Jika Dia bukan yang sulung dan yang Pertama dari segala yang diciptakan, bagaimana Dia dapat memiliki keunggulan di antara segala yang diciptakan?
Kristus adalah makhluk ciptaan karena Dia menjadi "daging" (Yoh. 1:14), mengambil bagian dalam "darah dan daging" (Ibr. 2:14), dilahirkan menjadi seorang "anak" (Yes. 9:5), dan menjadi seorang "Manusia" (1 Tim. 2:5). "Daging", "darah dan daging", "anak", dan "manusia"-ini dengan pasti menunjukkan ciptaan. Apakah "daging" serta "darah dan daging" bukan sesuatu yang diciptakan? Apakah "anak" dan "manusia" bukan sesuatu yang diciptakan? Tentu saja, mereka adalah ciptaan. Dengan demikian, jika Kristus menjadi yang demikian, bagaimana kita dapat mengatakan bahwa Kristus bukanlah ciptaan? Jika kita mengakui bahwa Kristus adalah seorang manusia, maka kita harus mengakui bahwa Dia adalah ciptaan; jika kita menyangkal bahwa Dia adalah ciptaan, maka kita menyangkal bahwa Dia adalah seorang manusia.
Sebelumnya kita telah melihat bahwa Kristus adalah seorang manusia di dalam daging bukan hanya sebelum kematian-Nya, tetapi bahkan setelah kebangkitan-Nya, Dia tetap seorang manusia yang memiliki tulang dan daging-Dia tetap memiliki tubuh yang diciptakan; tetapi, itu adalah tubuh yang bangkit. Selanjutnya, hari ini, di surga Dia tetap mengenakan sifat manusia ciptaan, sama seperti baris terakhir dari Hymns No. 113 bait 5 yang mengatakan : "Dia mengenakan sifat kita di atas takhta" (Hymns, # 113. The Stream Publishers, 1966). Bahkan kelak ketika Dia datang kembali dan dalam kekekalan, selamanya Dia adalah manusia dan selalu mengenakan sifat insani. Karena Dia menjadi daging dan mengenakan sifat manusia, Dia tidak akan pernah menanggalkannya. Mulai inkarnasiNya sampai kekekalan, Dia selalu adalah manusia, selalu mengenakan sifat manusia ciptaan dan selalu adalah yang diciptakan.
Kristus adalah "Putra tunggal" Allah (Yoh. 1:18; 3: 16, 18; 1 Yoh. 4:9); Dia secara unik adalah satu, memiliki keilahian dan ke-Allahan, dan tanpa permulaan, ada dalam diri-Nya sama seperti Allah. Tetapi Kriatus sebagai "yang sulung dari segala yang diciptakan" atau "yang Pertama" dalam kebangkitan, tidak dijadikan oleh diri-Nya sendiri; sebaliknya, Dia memiliki permulaan dalam ciptaan dan dalam kebangkitan. Mengenai diri-Nya sebagai yang Sulung dari negala yang diciptakan, Dia memiliki sifat manusia ciptaan. Mengenai diri-Nya sebagai yang Portama dari segala yang bangkit, Dia memiliki sifat ilahi yang bukan ciptaan dan juga sifat insani yang tercipta dan bangkit. Dia, yang Pertama dari segala yang bangkit, menjadi Putra sulung Allah. Mengenai sifat ilahi-Nya yang bukan ciptaan, Dia adalah Putra tunggal Allah dan sama dengan Allah, tanpa awal dan swaada. Tetapi, menurut sifat ilahi-Nya yang bukan ciptaan, ditambah sifat insani-Nya yang tercipta dan bangkit, Dia adalah Putra sulung Allah, Yang Pertama dari segala yang bangkit, tetapi bukannya tanpa awal dan swaada, tetapi, dimulal dari kebangkitan. Berkenaan dengan sifat insani-Nya yang tercipta, Dia adalah yang sulung dari segala yang diciptakan, maka dapat dipastikan bahwa Dia bukannya tanpa permulaan dan swaada, sebaliknya, Dia dimulai dari penciptaan. Dia adalah Yang bukan ciptaan, swaada; Dia juga adalah yang sulung dari yang diciptakan dan yang bangkit. Dia disebut "Yang Sulung dari segala yang diciptakan" karena bahkan sebelum penciptaan, Allah telah menetapkan bahwa Dia (Kristus) harus menjadi seorang manusia ciptaan, sama seperti yang kita kutip sebelumnya dari perkataan Watchman Nee, "Karena dalam rencana kekal-Nya, sebelum dunia dijadikan, Allah telah menetapkan sebelumnya bahwa Putra akan menjadi daging untuk merampungkan penebusan (1 Ptr. 1:20). Karenanya, dalam rencana Allah, Putra adalah Yang Pertama dari yang diciptakan." Ini tidak sesuai dengan pernyataan Arius bahwa Kristus diciptakan sebelum dunia dijadikan. Pernyataan semacam ini tidak ada dasar Alkitabnya. Alkitab memperlihatkan bahwa sebelum dunia dijadikan, bahkan sebelum segala sesuatu diciptakan, Allah telah menentukan sebelumnya bahwa Kristus menjadi seorang manusia ciptaan untuk merampungkan tujuan-Nya. Karena itu, dalam rencana Allah dan pandangan kekal-Nya, Kristus adalah yang pertama diciptakan-Dia adalah Yang Sulung dari segala ciptaan, Kepala dari segala yang diciptakan. Karena itu, mengatakan bahwa Kristus diciptakan dan bahwa Dia adalah "yang sulung dari segala yang diciptakan" mutlak sesuai dengan wahyu Kitab Suci dan benar-benar ada dasar Kitab Sucinya.
6. Kristus adalah Sang Pencipta
dan Makhluk Ciptaan
Menurut wahyu Alkitab yang lengkap, Kristus adalah Sang Pencipta dan makhluk ciptaan, karena Dia adalah Allah dan Dia adalah manusia-Dia adalah Allah yang menciptakan, Dia juga. adalah manusia yang diciptakan. Berkenaan dengan diri-Nya sebagai Allah, Dia adalah sang Pencipta yang tidak diciptakan, sang AKU ADALAH yang tanpa awal. Tetapi sebagai manusia, Dia diciptakan, yang sulung, memiliki awal. Kita harus mehhat dan mengenal dua aspek Kristus ini. Kita harus mehhat bahwa Dia adalah Allah, dan Dia juga adalah manusia; Dia adalah Pencipta, dan Dia juga adalah ciptaan; Dia adalah sang AKU ADALAH; Dia juga adalah yang sulung; Dia tanpa awal, dan Dia juga memihki awal. Jika tidak, pemahaman kita terhadap-Nya akan tidak tepat, tidak ortodok, dan bertentangan dengan wahyu Alkitab serta akan selalu salah dan tidak lengkap.
Pengenalan kita terhadap Tuhan tidak seharusnya dibatasi oleh pandangan kita sendiri, sebahknya, kita asharuanya menerima seluruh wahyu Alkitab. Seherapa banyak yang diwahyukan oleh Alkitab, itulah yong harus kita terima. Beberapa orang mengira bahwa kitrena Tuhan adalah Allah, bagaimana Dia dapat. menjadi manusia. Demikian juga beberapa orang mengira bahwa karena Tuhan adalah sang Pencipta, bagaiamana Dia dapat menjadi makhluk ciptaan. Meskipun mereka percaya bahwa Tuhan adalah Allah dan juga adalah manusia, namun mereka hanya pereaya Dia sebagai sang Pencipta, bukan makhluk ciptaan. Namun Alkitab dengan jelas mewahyukan bahwa Tuhan adalah Pencipta dan Dia menjadi makhluk ciptaan; sama seperti di satu pihak, Dia adalah Allah, dan di lain pihak, Dia menjadi manusia. Kita harus mengenal dan menerima berbagai aspek mengenai apa adanya Tuhan dan tidak mengabaikan atau. menyangkal setiap aspek dari apa adanya Dia.
Kita seharusnya tidak pernah mencoba untuk menggunakan pikiran kita yang terbatas dan logis untuk menganalisa Tuhan kita yang tidak terbatas! Orang- orang Farisi mengakui bahwa Kristus adalah Anak Daud berdasarkan satu aspek Alkitab; tetapi, mereka tidak tahu bahwa Alkitab juga mewahyukan aspek lain dari Tuhan yang mengatakan bahwa Kristus juga adalah Tuan Daud. Kita seharusnya diperingatkan untuk tidak mengulangi kesalahan mereka dengan membatasi diri mereka pada satu aspek dari wahyu Alkitab mengenai Kristus dan mengabaikan atau. menolak aspek lain. Kitab Suci, di satu pihak, mengatakan bahwa Kristus adalah sang Pencipta; di lain pihak, juga mengatakan bahwa Dia adalah makhluk ciptaan. Ini adalah wahyu Alkitab yang lengkap dan jelas; kita seharusnya tidak menyimpang darinya atau merusaknya. Tuhan kita yang almuhit terlalu ajaib! Dia begitu ajaib sehingga kita sulit untuk memahami-Nya. Dia memang patut disebut "Ajaib" Dia benar-benar patut kita hargai dan kasihi!
Jika kita hanya mengakui bahwa Tuhan kita adalah Pencipta dan menyangkal bahwa Dia adalah makhluk ciptaan, pada dasarnya ini sama dengan mereka yang menyangkal bahwa Tuhan datang dalam daging (1 Yoh. 4:2, 3). Karena itu kita tidak seharusnya pernah menyangkal aspek ciptaan dari Tuhan kita hanya karena pandangan kita yang sempit, terbatas, Dia adalah Allah yang bukan ciptaan; Dia juga adalah seorang manusia ciptaan! Dia adalah Tuhan dari yang diciptakan, dan Dia juga adalah makhluk ciptaan, bahkan adalah "yang sulung dari
Segala yang diciptakan."
7. Kristus Tetap adalah Sang Pencipta
sekalipun Dia telah menjadi Makhluk Ciptaan
Ketika Kristus menjadi makhluk ciptaan, Dia tidak menanggalkan sifat- Nya yang kekal dan bukan ciptamn-Dia tetap adalah sang Pencipta. Demikian pula, ketika Dia menjadi manusia, Dia tidak menanggalkan sifat ilahi-Nya-Dia tetap adalah Allah. Meskipun Dia menjadi seorang manusia yang diciptakan, Dia tetap adalah Allah yang bukan ciptaan. Meskipun Dia menjadi makhluk ciptaan, Dia tetap adalah sang Pencipta. Sekarang Dia adalah Kristus yang almuhit yang memiliki keilahian dan keinsanian serta memiliki hayat ilahi yang bukan ciptaan dan juga hayat manusia ciptaan. Dia adalah sang AKU ADALAH yang bukan ciptaan; Dia juga adalah ciptaan Yang Sulung. Semoga kita mengasihi dan menyembah Dia untuk selama-lamanya! Amin!
WAHYU PENTING MENGENAI HAYAT
DALAM ALKITAB
BAB
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16
Prakata
Buku ini terdiri atas kumpulan berita yang disampaikan oleh saudara Witness Lee pada musim panas tahun 1969 di Los Angeles, California.