← Daftar isi Yohanes (2) · bab 8/18

KEPERLUAN ORANG LUHUR — KELAHIRAN KEMBALI HAYAT (1)

Setelah Yohanes 2 mendirikan prinsip dan tujuan hayat, dari Yohanes 3-11, penulis mengemukakan sembilan peristiwa untuk membuktikan prinsip hayat yang diperlihatkan dalam mukjizat yang pertama yang terdapat dalam Yohanes 2. Ia memakai semua peristiwa ini untuk menyingkapkan hal-hal rohani dan maknanya. Hal-hal ini pertama-tama menyingkapkan keadaan dan keperluan manusia, kemudian menyingkapkan betapa Tuhan mampu membereskan semua keadaan serta memenuhi semua keperluan manusia. Hayat memuaskan keperluan orang dalam setiap keadaan. Kita harus nampak bahwa di sini hayat adalah Tuhan sendiri, yakni firman yang adalah Allah dan yang telah menjadi daging. Walau Tuhan telah menanggulangi ribuan peristiwa manusia, namun Yohanes hanya memilih sembilan peristiwa untuk menerangkan betapa Tuhan sebagai hayat sanggup dan sekarang pun tetap sanggup memenuhi keperluan manusia dalam setiap keadaan.

KEADAAN DAN KEPERLUAN MANUSIA

Pertama-tama, mari kita melihat keadaan manusia dalam setiap peristiwa. Peristiwa pertama dalam Yohanes 3 ialah mengenai seorang kelas tinggi, yang bermoral, datang kepada Tuhan. Ia itu luhur dan bermartabat, sangat terpelajar, agamawan, pencari Allah, dan takwa. Peristiwa kedua dalam Yohanes 4 menunjukkan keadaan yang kontras sekali. Yang pertama menyangkut orang yang bermoral, sedangkan yang kedua menyangkut seorang yang amoral. Yang pertama ramah tamah, masyarakat kelas atas, sedangkan yang kedua kasar, masyarakat kelas hina. Perempuan yang buruk ini telah bersuamikan lima orang, dan sedang hidup bersama dengan yang keenam, yang bukan suaminya. Peristiwa ketiga dalam Yohanes 4 ialah tentang seorang pemuda yang menderita sakit dan hampir mati. Peristiwa keempat dalam Yohanes 5 ialah seorang yang telah mengidap penyakit selama 38 tahun. Tubuhnya sudah lemah dan sama sekali tidak dapat bergerak selangkah pun. Peristiwa kelima dalam Yohanes 6 ialah kumpulan orang yang lapar, yang mencari makanan. Peristiwa keenam dalam Yohanes 7 ialah kaum dahaga yang tidak terleraikan oleh agama yang terbaik atau oleh apa pun dari hidup sekarang ini. Peristiwa ketujuh dalam Yohanes 8 mengungkapkan seorang perempuan yang telah melakukan dosa yang mengerikan, dan berada di bawah kutukan dan belenggu dosanya. Peristiwa kedelapan dalam Yohanes 9 dan 10 menyangkut orang yang buta sejak lahirnya. Yang terakhir, peristiwa kesembilan dalam Yohanes 11 adalah Lazarus yang mati dan telah dikuburkan selama empat hari.

Keadaan orang-orang yang disebutkan dalam kesembilan peristiwa ini mewakili keadaan semua orang. Ada orang yang sebaik Nikodemus, ada yang serusak perempuan Samaria. Ada juga yang seperti pemuda di Kapernaum yang hampir mati. Kebanyakan orang lemah seperti orang yang telah mengidap penyakit selama 38 tahun. Mereka ingin berbuat baik, namun tidak mampu melakukannya. Mereka memahami agama, namun karena kelemahannya, tidak berdaya memperhidupkan standarnya atau melaksanakan ketentuannya. Ada juga yang lapar, mendambakan kenikmatan atas sesuatu. Ada yang mengingini sesuatu yang melebihi hayat manusia. Dan ada juga yang begitu dahaganya, sehingga tidak ada sesuatu pun dalam hidup ini yang dapat memuaskan mereka. Ada sebagian orang yang selalu berbuat dosa dan berada di bawah hukuman serta belenggu dosa mereka. Ada yang seperti orang buta, bukan secara jasmani, melainkan secara batiniah atau secara rohani. Akhirnya, keadaan yang terakhir bagi semua orang adalah mati. Mereka itu berada di dalam kematian dan sedang menempuh jalan kematian. Mereka itu sudah mati, dan kelak mereka juga akan mati. Semua orang adalah orang mati yang akan mati. Maka, kesembilan peristiwa ini telah melukiskan segala keadaan manusia. Semua keadaan ini menyatakan bahwa terhadap semua keperluan manusia, hanya Tuhan sebagai hayat yang dapat memenuhinya.

KEADAAN DAN KEPERLUAN SETIAP ORANG

Keadaan-keadaan dari kesembilan peristiwa ini dapat pula terlihat pada setiap orang. Bisa saja pada diri seseorang terdapat semua keadaan tersebut. Boleh jadi Anda adalah orang yang baik, atau paling tidak mempunyai keinginan menjadi orang yang baik. Mungkin pula Anda ini sangat agamawi, takwa, dan mencari Dia, namun Anda juga berbuat keji, atau tidak senonoh. Boleh jadi Anda ini alim, agamawi, dan bermoral tinggi, namun juga berbuat sesuatu yang nista dan rendah. Di satu pihak, Anda ini orang yang luhur, di pihak lain Anda pun orang yang hina.

Dalam perihal moral dan rohani, Anda juga seorang yang sakit yang hampir mati. Secara jasmani boleh jadi Anda sangat hidup, namun secara moral dan rohani, Anda hampir mati. Bahkan jasmani Anda pun hari demi hari semakin mati. Kelihatannya Anda hidup, namun sesungguhnya Anda mati.

Keadaan Anda yang lain lagi adalah Anda ini lemah. Anda tahu bahwa Anda harus berbuat baik dan Anda pun tahu apa yang benar, namun Anda tidak ada kekuatan untuk melaksanakannya. Anda mungkin belum berusia 25 tahun, namun Anda telah sakit selama 38 tahun. Anda tahu Anda harus mengasihi orang lain, namun Anda lemah. Anda ingin patuh kepada hukum Allah dan mencari perkenan Allah, namun Anda tidak sanggup melakukannya. Dengan kata lain, Anda ingin sekali berbuat baik, namun Anda tidak ada tenaga untuk melaksanakan minat Anda. Anda perlu kekuatan hayat yang sesuai.

Lapar dan haus juga merupakan dua keadaan yang lain yang Anda alami. Sering kali Anda merasa lapar. Sering kali Anda dahaga akan gelar profesor, kekayaan, atau kesenangan. Anda memerlukan Tuhan sebagai roti hayat yang mengenyangkan kelaparan Anda. Anda memerlukan air hayat Tuhan untuk meleraikan dahaga Anda.

Keadaan lain yang mungkin mengidap pada pribadi Anda ialah dosa jahat Anda. Anda ini penuh dosa. Anda orang dosa dan berbuat dosa. Anda perlu pengampunan Tuhan serta pertolongan-Nya agar terlepas dari belenggu dosa.

Di aspek lain, Anda pun dalam keadaan buta. Meskipun mata daging Anda itu sangat terang, Anda tidak nampak makna hidup manusia, lebih-lebih tidak nampak perkara rohani. Anda telah buta, maka perlu Tuhan mencelikkan mata Anda supaya Anda bisa nampak.

Keadaan Anda yang terakhir ialah mati. Akhirnya Anda pasti akan mati. Tahukah Anda bahwa Anda ini orang mati? Tidak ada seorang pun yang rohnya hidup semuanya mati. Anda memerlukan hayat kebangkitan Tuhan Yesus.

Setiap orang dalam kejatuhan pasti memiliki setiap aspek dari sembilan keadaan ini. Setiap orang pasti sedikit banyak memiliki setiap keadaan ini. Setiap keadaan ini menyatakan keperluan yang sesungguhnya pada setiap orang.

TUHAN SANGGUP MEMENUHI

KEPERLUAN MANUSIA

Dari kesembilan peristiwa ini, kita telah nampak keadaan dan keperluan manusia. Kini kita perlu melihat bagaimana Tuhan masuk ke dalam keadaan manusia yang jatuh ini dan memenuhi setiap keperluan. Dalam setiap peristiwa, Tuhan selalu menyajikan diri-Nya mampu mencukupi kekurangan-kekurangan manusia. Kesembilan peristiwa ini telah membuktikan bahwa kuat kuasa Tuhan sanggup memenuhi semua keperluan umat manusia.

Peristiwa yang pertama menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan dapat memberi kita kelahiran kembali. Bahkan orang kalangan atas (berbudi luhur) seperti Nikodemus juga perlu dilahirkan kembali, agar ia memiliki hayat Allah sehingga dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Peristiwa kedua memperlihatkan kepada kita, betapa perempuan Samaria yang berdosa dan tidak kenal puas, dibuat menjadi puas oleh hayat Tuhan. Dalam peristiwa orang yang menjelang ajalnya, Tuhan adalah kekuatan penyembuhan hayat. Peristiwa orang yang telah menderita sakit selama 38 tahun menyatakan bahwa hayat Tuhan mampu menghidupkan kembali. Dalam peristiwa kumpulan orang kelaparan yang ingin makan sesuatu, Tuhan menyajikan diri-Nya sebagai roti hayat. Atas orang dahaga, Tuhan menjamin mampu meleraikan dahaga mereka dengan sungai air hayat. Atas perempuan yang hidup dalam dosa, kita nampak bahwa Tuhan mampu menolong orang semacam itu dari keadaannya yang berdosa, serta membebaskan dia dari belenggu dosa. Terhadap orang buta, Tuhan mencelikkan matanya sehingga ia dapat melihat. Terakhir, terhadap Lazarus yang telah mati dan dikuburkan, bahkan telah membusuk di dalam kuburan, Tuhan sanggup menyatakan hayat kebangkitan dengan sepenuhnya.

Semua peristiwa ini telah membuktikan bahwa Tuhan mampu memenuhi keperluan manusia. Tidak ada satu keadaan pun yang tidak dapat Ia bereskan. Tidak ada satu keperluan pun yang tidak dapat Ia penuhi. Dia mampu! Dia cukup! Ia mampu menanggulangi semua masalah kita dan menyuplai segala keperluan kita! Terpujilah nama-Nya!

KELAHIRAN KEMBALI ADALAH SYARAT

YANG HARUS DIPENUHI BAGI KESELAMATAN

YANG SEMPURNA

Kesembilan peristiwa itu memperlihatkan dan menunjukkan kepada kita aspek-aspek pekerjaan Tuhan, yakni ber-bagai aspek dari keselamatan sempurna Tuhan: 1) kelahiran kembali; 2) kepuasan oleh air hayat; 3) kekuatan penyembuhan hayat; 4) menghidupkan kembali dengan kuat kuasa hayat; 5) merawat orang dengan roti hayat; 6) meleraikan dahaga dengan sungai air hayat; 7) menyelamatkan orang dari belenggu dosa; 8) mencelikkan mata orang buta; 9) kebangkitan. Semua ciri-ciri ini tercakup dalam keselamatan Tuhan. Butir yang pertama adalah kelahiran kembali. Kelahiran adalah permulaan hayat rohani. Semua pengalaman rohani berawal pada kelahiran kembali. Setelah kita meng-alami kelahiran kembali, kita memenuhi syarat untuk memperoleh bagian pada aspek-aspek lain atas keselamatan Tuhan. Kelahiran kembali merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk mengalami aspek-aspek lain keselamatan Tuhan. Inilah sebabnya kelahiran kembali dicatat sebagai butir yang pertama. Semua pengalaman yang lain tergantung pada pengalaman kelahiran kembali. Sebelum kita dipuaskan dengan air hayat, harus terlebih dulu dilahirkan kembali. Air hayat dipancarkan dari pengalaman yang pertama yaitu kelahiran kembali. Tanpa kelahiran kembali, mustahil air hayat Tuhan ada di dalam Anda. Prinsip yang sama berlaku dengan semua pengalaman yang lain. Seseorang yang sudah menjelang ajal perlu dilahirkan kembali agar ia disembuhkan dan hidup selamanya. Seseorang yang lemah perlu pertama-tama dilahirkan kembali, barulah kemudian ia dapat dihidupkan oleh kuasa hayat. Manusia perlu dilahirkan kembali baru kemudian dapat makan Tuhan sebagai roti hayat. Menikmati suplai hayat, sepenuhnya tergantung pada kelahiran kembali. Tanpa kelahiran baru, kehausan Anda selamanya tidak akan dapat dileraikan. Terlepas dari belenggu dosa dan mata buta yang dicelikkan, juga menuntut kelahiran kembali. Tanpa kelahiran kembali, siapa pun tidak akan dapat terlepas dari belenggu dosa serta menerima daya penglihatan rohani. Dan lagi, tidak seorang pun bisa mengalami hayat kebangkitan sebelum ia dilahirkan kembali. Keselamatan Tuhan dimulai dengan kelahiran kembali dan berakhir dengan hayat kebangkitan. Karena itu, kita perlu meneliti peristiwa yang pertama ini, yakni perihal Nikodemus, yang mewahyukan perlunya orang dilahirkan kembali.

I. AMANAT TUHAN

Sebelum kita melihat peristiwa Nikodemus, kita harus nampak bahwa amanat Tuhan kepada manusia bukan pada mukjizat, melainkan pada hayat (Yoh. 2:23-3:1).

Kata “tetapi” dalam Yohanes 3:1 (Tl.) menunjukkan bahwa peristiwa Nikodemus berbeda dengan peristiwa yang tercantum dalam ayat-ayat sebelumnya (Yoh. 2:23-25). Dalam peristiwa di depan, orang-orang percaya ke dalam Tuhan karena melihat mukjizat yang Tuhan lakukan. Tuhan tidak dapat mempercayakan diri-Nya kepada orang-orang seperti itu. Namun peristiwa Nikodemus ini menyangkut hayat kelahiran baru, yang menampakkan bahwa Injil Yohanes bukan untuk mukjizat, melainkan untuk hayat. Itulah sebabnya dalam kitab ini bahkan mukjizat-mukjizat yang Tuhan lakukan disebut “tanda-tanda”, yang menyatakan bahwa Tuhan datang untuk hayat, bukan untuk mukjizat.

II. KELAHIRAN KEMBALI

Peristiwa pertama, yakni peristiwa Nikodemus, adalah kelahiran kembali. Nikodemus tergolong kalangan masyarakat yang paling berbudi luhur. Kita perlu melihat moral dan kepribadiannya. Pertama-tama, ia itu seorang guru, mencapai taraf pendidikan yang paling tinggi. Dia itu seorang guru Yahudi, mengajarkan Perjanjian Lama dan Kitab Suci. Kedua, Nikodemus adalah seorang pemimpin Yahudi, tinggi kedudukannya, terhormat, dan berkuasa. Ketiga, ia sudah berumur, berpengetahuan luas, dan berpengalaman banyak. Keempat, ia sudah tentu seorang manusia lemah lembut yang berakhlak tinggi. Dari tutur katanya saja dapat dikenal bahwa ia adalah orang bermoral. Kelima, Nikodemus itu benar-benar mencari Allah. Meskipun ia sedikit takut terhadap orang Farisi, namun ia tetap menemui Tuhan Yesus pada waktu malam. Ini membuktikan bahwa ia mencari Allah. Keenam, ia sangat rendah hati. Nikodemus sudah mencapai usia yang tinggi, boleh jadi 60 atau 70 tahun; sedangkan Tuhan Yesus baru berumur 30-an. Orang tua yang begitu berpengalaman dan berpendidikan, mau mencari petunjuk kepada orang yang jauh lebih muda, ini menerangkan betapa rendah hatinya dia. Di samping itu, Nikodemus sebagai seorang guru, masih menyebut Tuhan Yesus sebagai “Rabi”. Di kalangan orang Yahudi, menyebut orang sebagai Rabi itu berarti sudah merendahkan dirinya. Ketujuh, Nikodemus jujur dan polos. Perkataannya menunjukkan kejujurannya. Berdasarkan ciri-ciri tadi, dapatkah Anda menemukan orang yang lebih baik daripada Nikodemus? Ia itu di atas standar, berpekerti, dan bermoral tinggi.

Ketika Nikodemus datang menjumpai Tuhan Yesus, Tuhan menggunakan kesempatan ini untuk mewahyukan keperluan yang sesungguhnya dari manusia. Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Tuhan mewahyukan bahwa tidak peduli bagaimana baiknya kita ini, kita tetap memerlukan kelahiran kembali. Kelahiran kembali justru adalah keperluan manusia yang terutama. Orang yang bermoral maupun amoral, semua perlu kelahiran kembali. Kebanyakan orang Kristen mempunyai konsepsi yang keliru, mengira manusia memerlukan kelahiran kembali karena manusia telah jatuh. Namun, sekalipun manusia tidak pernah jatuh, ia tetap memerlukan kelahiran kembali. Itulah alasan Allah menaruh manusia di hadapan pohon hayat. Seandainya saat itu Adam mengambil buah pohon hayat, pasti ia sudah dilahirkan kembali.

Karena kita adalah manusia, maka kita memiliki hayat manusia. Masalahnya bukan terletak pada baik buruknya hayat manusia. Bagaimanapun hayat kita, asalkan kita tidak memiliki hayat ilahi itu, tetap memerlukan kelahiran kembali. Dilahirkan kembali berarti mempunyai hayat Allah selain hayat manusia. Tujuan kekal Allah ialah menjadikan manusia sebagai bejana yang diisi oleh hayat Allah. Kita ini dan hayat manusia kita ini merupakan sebuah bejana untuk mewadahi Allah sebagai hayat. Hayat ilahilah sasaran Allah. Hayat ilahi adalah Allah sendiri. Sasaran Allah adalah menghendaki kita yang mempunyai hayat manusia, menerima hayat ilahi itu ke dalam kita untuk menjadi hayat kita yang sejati. Inilah makna kelahiran kembali yang paling tepat. Banyak orang Kristen tidak jelas tentang fakta ini. Mereka mengira kelahiran kembali itu perlu karena kita telah jatuh dan berdosa. Menurut konsepsi ini, kita perlu dilahirkan kembali karena hayat kita buruk dan tidak dapat diperbaiki. Konsepsi ini sangat keliru. Saya ulangi, bahkan sekalipun Adam tidak pernah mengalami kejatuhan di Taman Eden, ia tetap memerlukan kelahiran kembali atau dilahirkan kembali, agar ia beroleh hayat yang lain, yakni hayat Allah. Jadi, kelahiran kembali adalah menerima hayat ilahi, menerima Allah sendiri.

Apakah makna kelahiran kembali? Kelahiran kembali bukanlah perbaikan atau pembudayaan yang di luar, juga bukan suatu pengubahan dan peralihan yang tanpa hayat. Kelahiran kembali adalah kelahiran baru yang mendatangkan hayat baru. Ini mutlak perkara hayat, bukan masalah perbuatan. Kelahiran kembali adalah memperoleh hayat lain di samping hayat yang sudah kita miliki. Kita telah menerima hayat manusia dari orang tua kita, sekarang kita perlu menerima hayat ilahi dari Allah. Jadi, kelahiran kembali berarti memiliki hayat Allah di samping hayat manusia yang telah kita miliki. Kelahiran kembali adalah kelahiran lain yang memberikan hayat yang lain. Dilahirkan kembali bukan berarti membetulkan atau mengoreksi diri kita, melainkan berarti mempunyai hayat Allah. Sama seperti dilahirkan oleh orang tua kita berarti kita memperoleh hayat orang tua kita. Dilahirkan kembali ialah dilahirkan oleh Allah (Yoh. 1:13), dan dilahirkan oleh Allah ialah memperoleh hayat Allah, yaitu hayat yang kekal (Yoh. 3:15-16). Jika kita mempunyai hayat Allah, kita adalah anak-anak Allah. Hayat Allah memberi hak kepada kita menjadi putra-putra Allah (Yoh. 1:12). Melalui hayat ini kita mempunyai sifat ilahi Allah (2Ptr. 1:4), mempunyai hubungan hayat dengan Allah, yaitu hak keputraan (Rm. 8:15; Gal. 4:5-6).

A. Konsepsi Manusia dan Agama yang Keliru —

Perlu Pengajaran yang Lebih Baik untuk

Memperbaiki Manusia

Oleh pengaruh kebudayaan umat manusia dan agama Yahudi, maka Nikodemus mengira bahwa manusia perlu berkelakuan baik. Karena menganggap manusia harus berkelakuan baik dan menyembah Allah secara tepat, maka manusia perlu diberi pengajaran-pengajaran. Nikodemus menganggap Kristus adalah guru yang datang dari Allah. Ini menunjukkan bahwa ia berpendapat dirinya memerlukan pengajaran yang lebih baik agar bisa memperbaiki diri. Tetapi jawaban Tuhan pada ayat berikutnya menyingkapkan kepadanya bahwa keperluannya adalah dilahirkan kembali. Dilahirkan kembali berarti dilahirkan kembali oleh hayat Allah, yang berbeda dengan hayat manusia yang diperoleh melalui kelahiran alamiahnya. Karena itu, keperluannya yang sesungguhnya bukan pengajaran yang lebih baik, melainkan hayat Allah. Nikodemus mencari pengajaran, yang adalah milik pohon pengetahuan. Tetapi jawaban Tuhan memalingkan dia kepada keperluan akan hayat, yang adalah milik pohon hayat (Kej.2:9-17). Dengan tegas Tuhan memberi tahu Nikodemus bahwa keperluannya adalah dilahirkan kembali. Keperluan manusia yang sesungguhnya adalah dilahirkan kembali sehingga beroleh hayat lain. Kita semua harus mengenal bahwa apa yang kita perlukan bukan agama atau pengajaran untuk menertibkan dan mengoreksi kita, melainkan hayat yang lain, yaitu hayat Allah yang melahirkan kita kembali. Manusia memerlukan kelahiran kembali karena ia memerlukan hayat Allah. Bagaimanapun baiknya Anda, Anda masih tidak memiliki hayat Allah. Anda memerlukan kelahiran sekali lagi agar bisa menerima hayat Allah beserta sifat ilahi-Nya. Boleh saja Anda merasa diri Anda ini baik sekali, namun Anda harus mengakui bahwa Anda ini tidak memiliki hayat Allah beserta sifat ilahi-Nya. Kelahiran sekali lagi, yaitu kelahiran kembali itu perlu agar Anda mendapat hayat lain, yaitu hayat ilahi Allah.

Jawaban Tuhan kepada Nikodemus langsung dan tajam mengenai konsepsi manusiawi, agamawi, dan tradisionalnya. Tuhan seolah-olah memberi tahu Nikodemus, “Nikodemus, apa yang kauperlukan bukanlah pengajaran, melainkan hayat yang lain. Bagaimanapun baiknya kamu, kamu hanya memiliki hayat manusia. Kamu memerlukan hayat ilahi. Nikodemus, tidakkah kamu tahu bahwa dengan mencari pengetahuan, kamu justru berada di jalur pohon pengetahuan? Kamu sudah menyimpang dari jalur pohon hayat.” Nikodemus bukan berada pada garis yang mengarah ke Yerusalem Baru, melainkan pada garis yang menuju ke lautan api. Tetapi Nikodemus sama sekali tidak tahu bahwa ia telah salah makan atau salah memilih pohon.

B. Keperluan Manusia yang Sesungguhnya — Dilahirkan Kembali

1. Bukan Masuk Kembali ke Dalam Rahim Ibu untuk Dilahirkan Sekali Lagi

Ketika Nikodemus mendengar bahwa ia harus dilahirkan kembali, ia mengira bahwa ini berarti ia harus masuk kembali ke dalam rahim ibunya untuk dilahirkan sekali lagi. Jawabannya membuktikan bahwa ia tidak tahu bagaimana menggunakan rohnya. Ia menyalahtafsirkan firman Tuhan. Kemudian Tuhan Yesus berkata bahwa yang dilahirkan dari daging adalah daging. Ia seolah-olah berkata kepada Nikodemus, “Berapa kali pun kamu kembali ke dalam rahim ibumu dan keluar sebanyak kali itu pula, kamu akan tetap sebagai daging saja. Apa pun yang dilahirkan dari daging adalah daging. Nikodemus, kamu tidak perlu mengatakan bahwa kamu tidak dapat masuk kembali ke dalam rahim ibumu untuk dilahirkan sekali lagi, bahkan sekalipun kamu dapat melakukan hal itu, kamu akan tetap sama. Juga seandainya kamu dapat dilahirkan dengan cara itu sehingga menjadi muda kembali, namun 60 atau 70 tahun kemudian kamu akan tetap sama seperti kamu sekarang ini.” Nikodemus bukan memerlukan kelahiran lain dalam waktu, melainkan kelahiran dalam sifat hakiki.

2. Melainkan Harus Dilahirkan dari Air dan Roh

Jawab Yesus, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Dari abad ke abad orang Kristen selalu menggunakan pikiran, tidak menggunakan roh, sehingga mereka telah merumuskan ayat ini dengan tafsiran yang berbeda-beda. Tahun 1940-an, saya diajar orang bahwa air dalam ayat ini ditujukan kepada firman; jadi, dilahirkan dari air dan roh berarti dilahirkan dari firman dan Roh. Mereka menggunakan 1Petrus 1:23 dan Yakobus 1:19 sebagai referensinya. Tafsiran lain yang paling mengerikan ialah ada orang yang menerangkan bahwa air di sini ditujukan pada air ketuban (saat seorang ibu melahir-kan). Menurut tafsiran ini, dilahirkan dua kali berarti pertama dilahirkan dari air yang dalam rahim ibu, dan kedua dilahirkan dari Roh Kudus. Tafsiran ini tidak logis, kita harus melupakan itu.

Kita harus melihat ayat ini dari sudut logika dan kedudukan yang teguh. Kita harus mengakui bahwa Nikodemus dan Tuhan Yesus berbincang dengan kata-kata yang jelas. Jika Tuhan Yesus berbicara kepada Nikodemus dengan kata-kata yang tidak jelas, Dia pasti akan memberikan tafsirannya. Boleh jadi Nikodemus akan bertanya kepada Tuhan, apa yang Ia maksudkan dengan air. Tetapi, Tuhan Yesus tidak memberi penjelasan atas firman-Nya, dan Nikodemus pun tidak mohon penjelasan, ini membuktikan bahwa mereka sangat paham kata-kata itu. Jadi kata “dari air dan Roh” sudah pasti dipahami Nikodemus, sehingga tidak perlu ia menanyakan keterangan apa-apa, sebab kata-kata yang sama ini telah diucapkan oleh Yohanes Pembaptis kepada orang-orang Farisi dalam Matius 3:11, maka mereka pasti sudah sangat paham akan kata-kata ini. Yohanes memberi tahu mereka bahwa ia membaptis dengan air, sedangkan Ia yang akan datang itu membaptis dengan Roh. Setelah mendengar perkataan Yohanes ini, kemungkinan besar orang-orang Farisi saling membincangkan hal ini, karena pada saat itu, hal ini merupakan sesuatu yang baru. Berhubung sikap orang-orang Farisi biasanya sangat serius, tentunya akan ada banyak yang berbincang-bincang setelah mendengar perkataan Yohanes Pembaptis tadi. Nikodemus sendiri juga seorang Farisi, pasti sudah sangat paham akan istilah-istilah ini. Sekarang Nikodemus datang mencari Tuhan dan berbicara dengan-Nya, Tuhan lalu memakai kata-kata yang telah dikenalnya untuk menerangkan bahwa dilahirkan kembali ialah dilahirkan dari air dan Roh.

Air adalah tanda inti dalam ministri Yohanes Pembaptis, yaitu mengubur dan mengakhiri manusia ciptaan lama. Dalam ministrinya, Yohanes Pembaptis datang membaptis dengan air. Ia memberi tahu orang-orang bahwa mereka harus bertobat dan nampak bahwa mereka telah jatuh dan layak dikuburkan. Setiap orang yang mendengar pemberitaan Yohanes dan bertobat, akan dibaptis dengan air. Artinya, sebagai ciptaan usang yang telah jatuh, mereka telah ditamatkan. Inilah ministri Yohanes. Di samping itu, Yohanes mengatakan bahwa ministrinya itu adalah untuk ministri Tuhan Yesus. Sebagaimana air merupakan inti tanda dalam ministri Yohanes Pembaptis, Roh itu pun merupakan inti makna dalam ministri Tuhan Yesus, yaitu untuk penunasan manusia di dalam ciptaan baru. Dua konsepsi utama ini air dan Roh bersama-sama membentuk pengertian tentang kelahiran kembali. Kelahiran kembali, dilahirkan kembali, adalah penyelesaian manusia ciptaan lama dengan semua perbuatannya, dan penunasan manusia di dalam ciptaan baru dengan hayat Allah. Apakah makna dilahirkan kembali? Yaitu diakhiri oleh ministri Yohanes melalui air dan memiliki penunasan dalam hayat oleh ministri Yesus melalui Roh.

Bagaimanakah hari ini kita bisa mempunyai ministri Yohanes Pembaptis? Melalui bertobat. Setiap kali orang bertobat, mengakui dirinya telah jatuh dan tidak benar, berarti sudah menerima ministri Yohanes. Tidak perlu Yohanes yang sesungguhnya berada di sini, karena ministrinya sudah terdapat dalam Alkitab Perjanjian Baru. Ketika kita menginjil, kita memberitakan dulu ministri Yohanes. Itulah sebabnya kita banyak memberitakan dosa dan pertobatan. Kita ini justru Yohanes Pembaptis hari ini. Dulu, saya adalah Yohanes Pembaptis, dan hasil dari ministri itu, banyak orang telah bertobat. Itu bukan ministri saya, itu ministri Yohanes. Siapa saja yang menerima ministri ini, di satu pihak telah diakhiri, namun di pihak lain dia telah dilahirkan dari air. Kemudian serentak setelah bertobat, orang harus percaya Tuhan Yesus, menerima ministri hayat-Nya agar memiliki penunasan dalam hayat. Untuk memperoleh keselamatan, kita perlu bertobat dan beriman. Bertobat adalah menerima ministri Yohanes, dan percaya adalah menerima ministri Tuhan Yesus. Inilah kelahiran kembali. Kita semua telah menempuh proses atau tahap kelahiran kembali. Sekarang kita mengerti apa makna dilahirkan dari air dan Roh.

Tuhan telah membuat Nikodemus sangat jelas akan keadaannya sendiri. Siapa saja, yang baik maupun yang jahat, perlu ditamatkan melalui air dan kemudian hidup kembali melalui hayat Allah. Inilah kelahiran kali kedua, bukan dari rahim ibu, melainkan dari air dan Roh.