KEPERLUAN ORANG YANG HAMPIR MATI — KESEMBUHAN HAYAT I. YESUS KEMBALI DATANG MENGUNJUNGI
TEMPAT ORANG YANG LEMAH
Yesus kembali ke Kana di Galilea, tempat orang-orang lemah dan rapuh (Yoh. 4:43-46). Kana terletak di Galilea, yaitu kota yang dipandang rendah atau hina (Yoh. 7:41, 52), yang mewakili dunia dalam keadaan yang rendah dan kotor, yang didiami orang-orang yang lemah dan rapuh. Di sana, Tuhan pernah mengadakan tanda ajaib yang pertama, yakni mengubah air kematian menjadi anggur yang hidup. Sekarang Ia kembali ke tempat yang sama dan melakukan tanda ajaib yang kedua, yang di dalam prinsip hayat selaras dengan tanda yang pertama mengubah maut menjadi hayat.
II. ORANG LEMAH YANG HAMPIR MATI
Peristiwa ini merupakan peristiwa ketiga di antara sembilan peristiwa, yaitu mengisahkan putra seorang pegawai istana yang hampir mati, menyatakan orang yang hampir mati sangat memerlukan kesembuhan. Umat manusia pertama-tama, memerlukan kelahiran kembali; kedua, memerlukan kepuasan; ketiga, memerlukan kesembuhan. Kita semua memerlukan kesembuhan-kesembuhan tertentu. Dalam pengertian tertentu, kita ini hidup; namun dalam pengertian lainnya, kita semua hampir mati. Ketika seorang bayi baru dilahirkan, ibunya pasti berpikir bahwa ia sedang dalam pertumbuhan. Tetapi sebenarnya ia sedang mati. Setiap orang di bumi sedang mati. Jika Anda masih muda, masih di bawah usia 30 tahun, Anda akan kurang merasa bahwa Anda ini sedang mati. Akan tetapi ketika Anda mencapai usia 60 atau 70 tahun, pasti akan menyadari bahwa Anda ini sedang mati. Jangka waktu hidup 70 tahun boleh diumpamakan 70 dolar. Setiap tahun hidup yang telah kita tempuh boleh diumpamakan pengeluaran satu dolar. Ketika Anda sudah menempuh hidup 60 tahun, berarti Anda telah mengeluarkan 60 dolar. Setelah Anda mencapai usia 69 tahun, berarti Anda hanya memiliki sisa satu dolar saja. Jika sisa satu dolar tersebut dipakai, berarti Anda telah kehabisan. Jadi, manusia itu kelihatannya hidup, padahal sebenarnya mati. Inilah sebabnya saya tidak minta anak-anak maupun cucu-cucu saya merayakan hari kelahiran saya, karena hari kelahiran saya memberitahukan kepada saya bahwa saya sedang menempuh kematian. Katakanlah kepada saya, usia kalian makin bertambah atau makin berkurang? Hari-hari kita hidup semakin lama semakin berkurang. Saya tidak ingin mencapai usia 70 tahun itu. Saya ingin menundanya. Sayangnya, saya tidak mampu melakukannya. Kita semua memerlukan kesembuhan.
Kita telah dilahirkan kembali, dan hari demi hari kita boleh berkontak dengan Tuhan, Sang Roh hidup, bagi kepuasan kita. Di samping itu, kita juga memerlukan penyembuhan. Kita semua adalah orang-orang yang sakit dan hampir mati. Kita adalah orang-orang yang telah jatuh, lemah, dan rapuh, orang-orang yang hampir mati, dan memerlukan penyembuhan Tuhan. Jika Anda mendapatkan penyembuhan Tuhan Yesus, kematian Anda pasti berubah menjadi hidup.
Izinkan saya memberi tahu kalian tentang doa pribadi saya kepada Tuhan. Saya pernah memberi tahu Tuhan, “Tuhan, waktu kedatangan-Mu telah dekat. Rahmatilah aku, biarlah aku terhindar dari melihat kematian. Tuhan, aku ingin berjumpa dengan Tuhan muka demi muka selagi masih hidup di dalam tubuh jasmani ini. Biarkanlah aku hidup hingga Engkau datang.” Haleluya, Ia segera datang! Ketika Ia datang, Ia akan menyembuhkan. Ketika Ia di tengah jalan, Ia akan menyembuhkan roh, jiwa, dan tubuh kita. Jika Anda ingin sehat, hendaklah Anda menikmati kesembuhan Yesus. Yesus itulah gudang makanan sehat yang sejati. Datanglah kepada Yesus, berkontak dengan-Nya, dan nikmatilah Dia. Bila Anda menikmati Yesus secara terus-menerus, Anda pasti memiliki makanan yang terbaik, makanan sehat yang sejati. Sungguh kita memerlukan penyembuhan hayat ilahi!
Roma 8:11 mengatakan, “Jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, tinggal di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya yang tinggal di dalam kamu.” Jika kita membiarkan Roh yang berhuni itu
membuat rumah-Nya di batin kita, pasti Roh yang berhuni itu akan menjenuhi tubuh fana kita dengan hayat kebangkitan. Tubuh fana kita akan dihidupkan dan disembuhkan dengan hayat ilahi. Roma 8 menunjukkan bahwa roh, jiwa, dan tubuh kita, semuanya bisa menerima hayat ilahi. Ketika kita percaya Tuhan Yesus, Ia sebagai Roh pemberi hayat masuk ke dalam roh kita. Karena Dia itu Roh pemberi hayat, maka dalam Roma 8:2, Roh ini disebut Roh hayat, berarti Roh ilahi itu adalah hayat. Ketika kita menyeru Tuhan Yesus, Roh ilahi yang adalah hayat ini masuk ke dalam roh kita dan menghidupkan kita. Karenanya, roh kita adalah hayat (Rm. 8:10). Bila kita menaruh pikiran kita ke atas roh, pikiran kita pun menjadi hayat (Rm. 8:6). Asal kita memberi tempat kepada Roh yang berhuni ini, pasti Ia akan menyebarkan diri-Nya ke dalam roh kita, jiwa kita, dan tubuh kita, membuat tubuh fana kita menjadi tubuh yang penuh hayat. Akhirnya, hayat ilahi ini menjadi empat ganda: hayat di dalam Roh ilahi, hayat yang memenuhi roh kita, hayat yang menjenuhi jiwa kita, dan hayat yang meresapi tubuh kita. Keseluruhan diri kita roh, jiwa, dan tubuh akan dipenuhi, dijenuhi, dan diresapi oleh hayat ilahi. Inilah penyembuhan. Setiap kali hayat ilahi memasuki bagian diri kita, maka bagian itu disembuhkan oleh-Nya. Ini berarti hayat ilahi mengubah maut pada bagian itu menjadi hayat. Maut ditelan oleh hayat inilah penyembuhan.
Kita memerlukan kelahiran kembali, kepuasan, dan kesembuhan. Banyak di antara kita, terutama para saudari, memerlukan kesembuhan atas emosinya. Para saudari memerlukan kesembuhan atas emosi mereka yang tak seimbang. Dalam emosi mereka terdapat semacam penyakit. Mengapa para saudari mudah menangis? Mungkin karena ada penyakit dalam emosinya. Kalian memerlukan kesembuhan. Para saudara memerlukan kesembuhan dalam pikiran mereka yang tak seimbang dan kemauan mereka yang keras. Mengapa kalian, para saudara, demikian keras atas kemauan kalian? Sekali Anda memutuskan, tidak ada sesuatu pun di bumi ini yang dapat mengubahnya. Itulah penyakit. Kita memerlukan kesembuhan. Puji Tuhan, Dia adalah Sang Penyembuh! Terus terang saja, pagi ini saya telah menerima beberapa penyembuhan melalui istri saya yang terkasih. Istri saya bukanlah penyembuh, namun dia itu seorang ahli peramu obat-obatan surgawi. Kita semua memerlukan kesembuhan. Kesembuhan ini adalah transformasi. Semakin kita disembuhkan dalam pikiran, emosi, dan tekad kita, semakin kita ditransformasi (diubah).
III. DISEMBUHKAN BERDASARKAN FIRMAN
PEMBERI-HAYAT DAN MELALUI IMAN
Meskipun pegawai istana itu minta Tuhan datang dan menyembuhkan anaknya (Yoh. 4:47, 49), Tuhan hanya mengucapkan sepatah kata, dan anak laki-laki itu segera sembuh. “Kata Yesus kepadanya, ‘Pergilah, anakmu hidup!’ Orang itu percaya kepada perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi” (Yoh. 4:50). Pegawai istana itu percaya kepada perkataan yang keluar dari mulut Tuhan. Ketika ia mendengar dari hamba-hambanya bahwa anaknya hidup, ia dan seluruh keluarganya percaya (Yoh. 4:51-53). Haleluya bagi firman pemberi hayat ini! Kita menyukai firman pemberi hayat, bukan berupa huruf-huruf yang mati, melainkan firman yang adalah Roh itu. Tuhan hanya mengucapkan firman pemberi hayat, dan anak laki-laki yang hampir mati itu disembuhkan. Hari ini Tuhan masih tetap menyampaikan firman-Nya yang menyembuhkan. Ketika orang-orang yang hampir mati melalui iman menerima firman ini, mereka mendapatkan penyembuhan hayat. Sekali firman pemberi hayat ditransfusikan ke dalam kita, tak peduli kita sadar atau tidak, keadaan kita tidak akan tetap sama. Firman pemberi hayat menyebabkan perubahan yang riil dalam hidup kita.
Orang-orang yang hampir mati melalui iman menerima firman, dan disembuhkan oleh hayat, dalam prinsipnya ini adalah mengubah maut menjadi hayat. Kekuatan maut yang mematikan itu dikalahkan oleh hayat. Puji syukur kepada Tuhan atas hayat-Nya yang menyembuhkan dan atas firman pemberi hayat yang menyembuhkan segala penyakit kita! Maut bersumber pada pohon pengetahuan, sedang hayat bersumber pada pohon hayat. Kita dilahirkan dalam penyakit maut. Firman hayat Tuhan menyembuhkan kematian kita. Yang kita perlukan ialah menerima dan percaya kepada firman pemberi hayat yang menyembuhkan.
Peristiwa penyembuhan terhadap anak pegawai istana itu menunjukkan bahwa kita tidak perlu berkontak dengan Tuhan secara jasmani. Asal kita ada firman Tuhan, sudahlah cukup. Meskipun kita tidak mengalami hadir Tuhan secara fisik, asalkan kita ada firman-Nya dan pekerjaan-Nya, itu sudah bagus, dan tak ada yang lainnya yang lebih diperlukan lagi. Asal kita mempunyai firman Tuhan, kita akan diselamatkan dan dipenuhi Tuhan. Firman-Nya cukup untuk menyembuhkan dan menyelamatkan kita.