← Daftar isi Yohanes (2) · bab 10/18

PERTAMBAHAN KRISTUS DAN KRISTUS YANG TAK TERUKUR

Semasa saya muda, banyak hal dalam Alkitab membingungkan saya, salah satu di antaranya terdapat dalam Yohanes 3. Pasal yang begitu tinggi yang membicarakan kelahiran kembali, namun tiba-tiba ayat 22 bagi saya terasa menjadi sangat rendah. Ayat 22 mengatakan, “Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia tinggal di sana bersama-sama mereka dan membaptis.” Sebagai seorang pemuda, ketika membaca ayat ini, saya mengira ayat ini tidak diperlukan. Demikian pula perasaan saya terhadap ayat 23 yang mengatakan bahwa Yohanes membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air. Dan saya dibingungkan pula oleh ayat 24 yang mengisahkan bahwa waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara. Saya bertanya, “Apa artinya semua ini? Setelah menyinggung perkara yang begitu surgawi dan rohani, mengapa di sini menyebutkan hal-hal seperti di penjara?” Kemudian Tuhan memperlihatkan kepada saya bahwa alasannya tercantum dalam ayat 26, “Mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya, ‘Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang Sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah bersaksi, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.’” Mengapa Yohanes mencantumkan kalimat ini dalam kitab Injilnya? Tujuannya adalah untuk menyingkapkan ekor rubah. Apa ekor ini? Yaitu siapa saja yang ingin memperoleh massa dan mencari pengikut. Sikap orang hari ini adalah: “Orang-orang ini mengikuti aku, mereka semua adalah pengikutku. Mengapa bisa ada yang ke tempatmu?” Apa yang kita nampak dewasa ini sudah ada di zaman Yohanes Pembaptis.

Jawaban Yohanes dimulai dari ayat 27, “Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari surga. Kamu sendiri dapat bersaksi bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya” (ayat 27-28). Andaikata saat itu saya di sana, pasti saya bertanya kepada Yohanes, “Saudara, jika memang demikian halnya, lebih baik engkau pulang saja, jangan lagi membaptis orang. Karena orang yang kaupersaksikan itu sedang membaptis, maka seyogianya engkau berhenti membaptis orang. Jika engkau membaptis terus, engkau akan dipenjarakan.” Yohanes itu baik, tetapi ia kurang jelas. Masalahnya ialah Yesus sudah naik ke atas panggung, namun Yohanes masih tetap tinggal di sana. Yohanes sepatutnya mengundurkan diri dan membiarkan Tuhan Yesus menduduki seluruh panggung. Normalnya, hanya ada satu peran utama, bukan dua. Ketika saya masih muda, saya tidak mengerti mengapa Yohanes dikurung di dalam penjara. Lambat laun saya mulai tahu bahwa ia dipenjarakan karena ia tidak mengundurkan diri dari panggung.

I. BERTAMBAHNYA KRISTUS

Tetapi Yohanes menyahut, “Yang punya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar (bertambah), tetapi aku harus makin kecil (berkurang)” (Yoh. 3:29-30). Kebanyakan orang Kristen, terutama guru-guru agama Kristen, telah salah menafsirkan ayat 30. Apakah makna Kristus harus makin bertambah, dan Anda makin berkurang? Itu berarti Anda harus mundur dari panggung, mundur dari hal diikuti orang; biarkan Kristus menjadi pemeran tunggal di atas panggung dan memperoleh semua pengikut. Semua pengikut harus datang kepada Kristus; bukan kepada Yohanes Pembaptis atau siapa pun yang lainnya. Karena Yohanes tidak menjelaskan hal ini kepada murid-muridnya, maka murid-muridnya iri. Ketika murid-murid Yohanes nampak semua orang pergi kepada Yesus, mereka tidak senang. Mereka seolah berkata, “Mengapa orang-orang itu tidak mengikuti guru kita, melainkan mengikuti Yesus?” Sudahkah Anda nampak titik persoalannya? Jika Yohanes mengundurkan diri dari atas panggung, tidak akan terjadi masalah apa-apa. Jika ia memberi tahu semua muridnya untuk pergi kepada Tuhan Yesus, dan jika ia sendiri tak lagi menerima orang sebagai pengikutnya, pasti ia tidak akan terbentur kesulitan apa-apa.

A. Kristus Datang sebagai Mempelai Laki-laki untuk Meminang Mempelai Perempuan

Tetapi ketika Yohanes menjawab murid-muridnya, ia sudah menegaskan juga kepada mereka bahwa ia bukan Kristus (LAI: Mesias) atau mempelai laki-laki yang datang meminang mempelai perempuan, melainkan hanya sebagai sahabat mempelai laki-laki. Dengan jelas ia memberi tahu mereka bahwa Kristus adalah mempelai laki-laki yang datang meminang mempelai perempuan. Orang-orang harus mengikuti Kristus, bukan Yohanes, agar Ia memperoleh mempelai perempuan-Nya.

B. Semua Orang yang Dilahirkan Kembali Menjadi Satu,

sebagai Mempelai Perempuan yang Allah Berikan kepada Kristus

Yohanes menulis kitab Injilnya di bawah ilham Roh Kudus. Melalui perkataannya kita nampak bahwa semua pengikut Kristus yang dilahirkan kembali merupakan pertambahan bagi-Nya. Pertambahan dalam ayat 30 ialah mempelai perempuan dalam ayat 29, dan mempelai perempuan itu adalah susunan hidup yang terdiri atas semua orang yang dilahirkan kembali. Ini berarti kelahiran kembali yang diperbincangkan dalam pasal ini bukan sekadar membawakan hayat ilahi masuk ke dalam kaum beriman dan memusnahkan sifat Iblis yang di dalam daging mereka, namun juga dengan menambahkan Kristus agar mereka dijadikan mempelai perempuan korporat. Dua butir terakhir yaitu memusnahkan sifat Iblis dalam kaum beriman dan menjadikan mereka mempelai perempuan Kristus, telah sepenuhnya berkembang dalam Kitab Wahyu, yang ditulis oleh Yohanes. Kitab Wahyu terutama mewahyukan bagaimana Iblis, si ular tua itu, akan disingkirkan sama sekali, serta bagaimana mempelai perempuan Kristus, Yerusalem Baru, dihasilkan (Why. 21:2, 10-27).

Meskipun kebanyakan orang Kristen sudah sangat hafal akan kelahiran kembali dalam Yohanes 3, namun sedikit sekali yang nampak bahwa setiap orang yang dilahirkan kembali merupakan sebagian dari pertambahan Kristus, dan pertambahan inilah mempelai perempuan-Nya. Kelahiran kembali adalah untuk pertambahan Kristus, adalah untuk menghasilkan mempelai perempuan. Kelahiran kembali adalah agar Anda dijadikan sebagian dari mempelai perempuan Kristus. Yohanes 3 membicarakan kelahiran kembali untuk pertambahan Kristus. Orang-orang Kristen umumnya hanya nampak kelahiran kembali, tidak nampak maksud atau tujuan kelahiran kembali. Apakah kelahiran kembali hanya membuat Anda beroleh hayat yang kekal? Tidak! Kelahiran kembali lebih-lebih membuat kita terbangun ke dalam mempelai perempuan, yakni pertambahan Kristus.

Semula, kita adalah ular-ular kecil yang mengandung sifat ular. Dengan adanya kelahiran kembali, maka sifat ular telah dimusnahkan. Perkara ini telah kita lihat dengan sangat jelas dalam berita yang lalu. Di samping itu, dalam kelahiran kembali, hayat Allah di dalam kita sudah mulai bertunas. Kemudian, karena sifat ular kita telah dimusnahkan dan hayat Allah sudah bertunas di dalam kita, maka kita masing-masing menjadi sebagian dari mempelai perempuan itu. Jadi, Anda ini orang yang bersifat ular atau bagian dari mempelai perempuan Kristus? Kita adalah bagian dari mempelai perempuan itu! Kita adalah bagian dari pertambahan Kristus.

Injil Yohanes adalah kitab yang membicarakan pertambahan Kristus. Kristus sebagai mempelai laki-laki memerlukan seorang mempelai perempuan. Kedatangan-Nya justru untuk tujuan ini. Kedatangan-Nya untuk pertambahan-Nya. Bagaimana Ia bisa mendapatkan pertambahan-Nya? Dengan masuk ke dalam kita, Ia membuat kita menjadi bagian-bagian dari diri-Nya. Kita adalah bagian dari Kristus. Sebagai bagian dari Kristus, kita semua disusun sebagai mempelai perempuan Kristus, yaitu pertambahan-Nya. Baik keselamatan maupun kelahiran kembali, semuanya untuk tujuan ini, bagi mempelai perempuan sebagai pertambahan Kristus.

C. Mempelai Perempuan Kristus Adalah

Pertambahan-Nya

Mempelai perempuan Kristus adalah pertambahan Kristus. Semua orang yang dilahirkan kembali adalah pertambahan Kristus, dan pertambahan ini ialah mempelai perempuan yang menjadi pasangan Kristus. Mempelai perempuan ini adalah gereja, susunan dari semua orang yang telah dilahirkan kembali. Semua orang yang telah dilahirkan kembali disusun menjadi mempelai perempuan yang korporat yang dijodohkan dengan Kristus. Tanpa kelahiran kembali, Kristus tidak akan memperoleh mempelai perempuan yang adalah pertambahan-Nya.

Mempelai perempuan adalah pertambahan Kristus, sama seperti Hawa adalah pertambahan Adam. Saat Adam diciptakan, ia sebatang kara. Ketika Adam masih bujangan, tidak ada pertambahan. Kemudian Tuhan mengambil sebuah tulang rusuk Adam, dan membangunnya menjadi seorang perempuan sebagai teman hidup Adam (Kej. 2:21-24). Begitu ia bersatu padu dengan Adam, ia menjadi pertambahan Adam. Setelah ada pertambahan, maka Adam tidak lagi sebatang kara.

Kristus juga sebatang kara, sebab itulah Ia menjadikan seorang mempelai perempuan untuk menjadi pertambahan diri-Nya. Lalu siapakah pertambahan Kristus atau mempelai perempuan Kristus? Mereka yang dilahirkan kembali dan yang memiliki Dia sebagai hayat. Melalui kelahiran kembali, kita telah memiliki hayat ilahi Allah, yakni Kristus sendiri, sehingga kita menjadi anggota dari mempelai perempuan korporat Kristus. Penulis yang sama, Yohanes, dalam Kitab Wahyu mengatakan bahwa pengantin perempuan Kristus, mempelai Anak Domba, adalah Yerusalem Baru (Why. 21:2, 9-10). Apakah Yerusalem Baru? Susunan dari orang-orang yang dilahirkan kembali, yaitu orang-orang yang dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Jika Anda telah dilahirkan kembali, pasti Anda adalah bagian dari pertambahan Kristus, bagian dari mempelai perempuan korporat Kristus; yakni gereja hari ini dan juga Yerusalem Baru yang kelak akan dirampungkan.

Bagaimana kita bisa menjadi pertambahan Kristus? Izinkan saya ulangi sekali lagi bahwa timbulnya pertambahan Kristus itu adalah melalui kelahiran kembali. Misalnya, ketika kita dilahirkan oleh orang tua kita, kita merupakan pertambahan Adam. Tahukah Anda bahwa Adam bertambah setiap hari? Pernahkah Anda memikirkan berapa besarnya Adam hari ini? Kurang lebih enam ribu tahun yang lalu, ketika Adam sendiri di Taman Eden, ia tinggal seorang diri. Tetapi, generasi demi generasi, Adam telah memperoleh banyak keturunan, dan semua keturunannya merupakan pertambahannya. Dihitung dari orang-orang yang masih hidup saja, Adam sudah mencapai pertambahan sebanyak tiga milyar orang. Adam telah bertambah menjadi Adam yang sebesar itu. Puji Tuhan, Kristus bertambah juga. Namun Ia tidak bertambah melalui kelahiran kita yang pertama. Kelahiran kita yang pertama adalah pertambahan bagi Adam, sedangkan kelahiran kita yang kedua barulah merupakan pertambahan Kristus. Begitu Anda mempunyai anak, itulah satu pertambahan lagi bagi Adam. Namun, hendaklah Anda bersyukur kepada Tuhan bagi kemungkinan yang lain, yaitu orang yang pernah dilahirkan sekali ini boleh dilahirkan kembali sehingga menjadi pertambahan Kristus. Demikian juga, anak-anak Anda bisa dilahirkan kembali sehingga menjadi pertambahan Kristus, sebagaimana mereka menjadi pertambahan Adam.

Anda ini pertambahan Adam atau pertambahan Kristus? Dulu, kita hanya dapat mengatakan bahwa kita ini pertambahan Adam. Tetapi kini kita bersyukur kepada Tuhan, kita telah menjadi pertambahan Kristus melalui kelahiran kembali. Namun, kita pun harus yakin bahwa kehidupan, perilaku, dan tindak-tanduk kita bukan bersandar pada hayat Adam, melainkan bersandar pada hayat Kristus. Bila kita hidup bersandarkan hayat insani kita, pasti kita adalah pertambahan Adam. Kalau kita bertindak-tanduk berdasarkan hayat ilahi Allah, baru kita merupakan pertambahan Kristus. Demikian, kita menjadi mempelai perempuan, menjadi jodoh Kristus.

Seperti halnya istri dan suami itu menjadi satu tubuh, kita pun menjadi satu roh dengan Kristus (1Kor. 6:17). Sebagaimana istri itu pertambahan suami, kita pun sebagai mempelai perempuan Kristus, juga adalah pertambahan-Nya. Berdasarkan fakta kita memperoleh hayat Kristus melalui kelahiran kali kedua, maka kita menjadi pertambahan Kristus. Jadi, hasil akhir dari kelahiran kembali ialah membuat Kristus memperoleh seorang mempelai perempuan sebagai pertambahan-Nya. Kristus bertambah melalui kelahiran kembali kita. Melalui kelahiran kembali, Kristus telah terlahir juga ke dalam kita. Kita, orang-orang yang dilahirkan kembali, adalah reproduksi-Nya.

Hawa menjadi pertambahan Adam karena ia diciptakan dari tulang rusuk Adam dan menjadi satu tubuh dengan Adam, sehingga merupakan sebagian dari Adam. Atas prinsip yang sama, kita bisa menjadi pertambahan Kristus karena secara rohani kita diciptakan oleh hayat Kristus dan menjadi satu roh dengan Kristus, sehingga menjadi sebagian dari Kristus. Sama seperti Hawa berasal dari Adam dan kembali bersatu dengan Adam, sehingga menjadi pertambahan Adam; kita pun berasal dari Kristus dan kembali bersatu dengan Kristus, sehingga menjadi pertambahan-Nya. Pertambahan ini ialah Ia tereproduksi ke dalam kita melalui kelahiran kembali. Semua orang yang berbagian dalam reproduksi ini adalah orang-orang yang Allah berikan kepada Kristus.

D. Berkurangnya Pekerja bagi Kristus

Kita harus membiarkan Kristus bertambah, sedangkan kita berkurang. Semua pengikut harus pergi kepada Dia. Jika semua penginjil dan pemimpin kekristenan mau berkata, “Tuhan, biarlah orang-orang yang mengikuti aku semuanya ikut Engkau agar Engkau bertambah dan aku berkurang,” pasti segala masalah akan lenyap. Ada orang seolah berkata, “Dia harus bertambah dan aku harus berkurang, namun aku juga harus mempertahankan pengikutku.” Asal pengikut Anda masih tetap ada pada Anda, Anda tidak akan berkurang dan Dia tidak akan bertambah. Bertambah atau berkurang tergantung pada pengikut. Milik siapakah pengikut itu? Inilah masalah hari ini: Setiap penginjil memiliki pengikutnya sendiri. Banyak yang mengira bahwa kita ini sama seperti mereka; karena menurut konsepsi mereka, setiap pekerja harus mempertahankan pengikutnya. Ketika kita berkata bahwa kita tidak mempertahankan seorang pengikut pun, mereka tidak percaya. Kiranya Tuhan membelaskasihani kita. Kita perlu belas kasihan-Nya agar tidak mempertahankan seorang pengikut pun. Kalau tidak, cepat atau lambat kita akan dilemparkan ke dalam penjara. Biarkan pengikut-pengikut Anda pergi kepada-Nya. Ia harus bertambah dan kita harus berkurang.

II. KRISTUS YANG TAK TERUKUR

Yohanes 3:31-36 menyulitkan banyak penerjemah Alkitab. Mereka tidak tahu di mana harus meletakkan ayat-ayat ini. Ada terjemahan yang bahkan meletakkan mereka di tempat lain. Beberapa pengalih bahasa memperdebatkan, kata-kata tersebut diucapkan oleh Yohanes Pembaptis atau oleh Tuhan Yesus, atau oleh Yohanes penulis Injil Yohanes. Beberapa tafsiran telah dikemukakan. Namun di bawah belas kasihan Tuhan, kita nampak bahwa ayat-ayat ini harus ditaruh di tempat yang ada sekarang ini, karena ayat-ayat ini melanjutkan makna dari ayat 30.

Ayat 30 mengatakan bahwa Kristus harus bertambah dan kita semua harus berkurang. Mengapa? Karena Kristus itu tidak terbatas dan almuhit. Ayat-ayat ini mewahyukan Kristus yang tak terbatas. Dia itu justru Yesus yang kecil yang dilahirkan di palungan dan dibesarkan di Nazaret, di rumah seorang tukang kayu yang miskin. Secara lahiriah Ia tidak kelihatan tampan dan malahan sangat terbatas. Padahal Ia itu Sang Almuhit dan tak terukur. Ia lebih tinggi daripada surga dan lebih lebar daripada alam semesta. Ia itu segala-galanya dan segala sesuatu juga bagi-Nya. Marilah kita membaca ayat ini sambil melihat betapa ayat ini mewahyukan Kristus yang tak terukur. “Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata tentang hal-hal di bumi. Siapa yang datang dari surga adalah di atas semuanya. Ia bersaksi tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tidak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku bahwa Allah adalah benar. Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Siapa saja yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi siapa saja yang tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap tinggal di atasnya.” Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa Kristus yang kita percayai ini tidak terbatas dan tidak terukur.

A. Datang Dari Atas

Pada saat itu Kristus tak lain adalah seorang manusia jasmani di bumi. Namun Ia datang dari atas. Ia memang di bumi, akan tetapi asal-Nya adalah dari atas. Karena itulah Ia di atas segala-galanya.

B. Datang dari Surga

Karena Kristus berasal dari atas, maka dengan sendirinya Ia pun berasal dari surga. Surga ada di atas bumi. Ia ada di bumi, tetapi sumbernya adalah surga.

C. Di Atas Semuanya

Kristus di atas semuanya. Kata “semua” di sini bukan sekadar berarti semua hal atau benda, melainkan juga ditujukan kepada semua orang. Kristus adalah di atas semua orang. Terutama di atas Yohanes Pembaptis. Saat itu, Yohanes berada di atas kedudukan yang berlawanan dengan Tuhan Yesus. Baik Yesus maupun Yohanes menerima murid. Dalam pandangan murid-murid Yohanes, Yohanes setara dengan Tuhan Yesus. Namun sesungguhnya salah. Ayat 34 memberi tahu kita bahwa Kristus adalah Yang di atas semuanya. Ia di atas Anda, saya, dan siapa pun.

D. Dari Surga Namun Tetap di Surga

Kristus datang dari surga, namun ketika di bumi, Ia tetap berada di surga (Yoh. 3:13 Tl.). Ia itu universal, tak terukur.

E. Menyampaikan Firman Allah dan

Mengaruniakan Roh-Nya dengan Tidak Terbatas

Ayat 34 mengatakan, “Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah (Dia) mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.” Dalam ayat ini kita nampak dua hal: Tuhan Yesus menyampaikan firman Allah kepada umat-Nya, dan Ia mengaruniakan Roh Kudus kepada umat Allah dengan tidak terbatas. Beberapa terjemahan telah salah menerjemahkan ayat ini, dengan mencatat bahwa Allah Bapa mengaruniakan Roh kepada Putra dengan tidak terbatas. Tetapi jika Anda mempelajari naskah kuno yang terbaik, Anda pasti nampak bahwa Putralah yang mengaruniakan Roh itu dengan tidak terbatas kepada umat Allah. Tuhan Yesus meministrikan (melayankan) firman hidup dan Roh yang tak terbatas.

Dalam gereja-gereja lokal hanya perlu dua hal: firman hidup dan Roh yang tak terbatas. Hari ini, sebagai Kepala gereja, Kristus tetap melayankan kedua hal ini. Saya percaya bahwa Ia terutama membebani kita dengan pelayanan firman hidup. Walaupun kita yang membicarakan firman, namun bukan kita yang menyuplaikan firman. Kita membicarakan, namun Ia yang menyuplai. Ia menyuplaikan firman-Nya yang berlimpah dalam pembicaraan kita. Ia adalah pembicara yang ilahi, pemberi yang ilahi. Ia menyuplaikan firman yang berlimpah dan menyalurkan Roh hayat yang tak terbatas. Ia adalah Sang penyuplai firman hidup untuk merawat semua anggota-Nya. Ia menyalurkan Roh ke dalam semua anggota-Nya, agar mereka dapat berfungsi sepenuhnya. Tak seorang pun dapat berbuat demikian. Ia adalah Roh yang almuhit. Ia tidak terbatas.

Pada hari-hari terakhir ini, Tuhan akan membenarkan (mengkonfirmasi) jalan-Nya dengan firman yang berlimpah dan Roh yang hidup. Di manakah Tuhan? Di mana terdapat firman yang berlimpah dan Roh yang hidup, di situ Tuhan berada. Tidak ada tanda lain tentang kehadiran Tuhan. Jika kita berhimpun tanpa firman yang kaya limpah dan Roh yang hidup, namun masih menyatakan bahwa kita berhimpun di bawah nama Tuhan, pasti pernyataan kita tidak akan berarti. Itu hanya kosong dan sia-sia belaka. Tidak ada konfirmasi, tidak ada realitas yang menunjang apa yang kita katakan. Kita tidak perlu menggembar-gemborkan bahwa kita ini gereja. Asalkan kita mempunyai firman yang berlimpah dan Roh yang hidup, itu sudah merupakan bukti bahwa kita ini gereja. Di mana Tuhan Yesus berada, di sanalah Anda akan menjumpai firman yang kaya dan Roh yang hidup.

Orang-orang sering berbicara dan berbantahan tentang gereja. Akhirnya, sebagian besar orang yang memperbincangkan dan memperdebatkan gereja takut untuk mengutarakan apa-apa lagi tentang gereja. Mereka hanya bersikap tutup mulut, bahkan menggunakan istilah gereja pun segan. Kata mereka, “Janganlah berbicara tentang gereja. Gereja itu perkara merepotkan.” Mengatakan yang benar atau salah tentang gereja itu memang tidak mudah. Apakah gereja? Gereja adalah Kristus bertambah dan semua pemimpin berkurang. Bila Anda nampak para pemimpin bertambah dan Kristus malah dipenjarakan, itu bukan gereja. Gereja ialah sesuatu yang di dalamnya Kristus bertambah terus-menerus, sedangkan para pemimpinnya berkurang.

Gereja adalah Tubuh Kristus. Kita tahu bahwa minyak urapan oleh Imam Besar dituangkan ke atas tubuhnya sampai meleleh ke jubahnya (Mzm. 133:2). Dalam gereja, Kristus sebagai Kepala yang almuhit, mengaruniakan Roh Hayat dengan tak terbatas. Saya suka mendengarkan kaum beriman berdoa dengan bebas. Namun apa yang akan terjadi bila Kepala tidak meneruskan urapan, namun kita tetap mencoba berdoa? Jika Ia memutus urapan, dan kita masih berusaha sekuatnya untuk berdoa, maka mustahil kita bisa berdoa secara hidup kecuali berdoa dengan sangat kering dan formal. Akhir-akhir ini saya selalu terdiris ketika mendengarkan doa-doa kaum beriman, sebab doa-doa itu penuh dengan urapan minyak. Urapan ini berasal dari Kepala yang almuhit. Jika kita memiliki urapan minyak berarti kita adalah Tubuh. Minyak dituangkan ke atas jubah Harun berarti dituangkan ke atas Tubuh Kristus. Jika kita terlebih dulu harus mengatur orang-orang yang berdoa dalam suatu perhimpunan, itu adalah organisasi, bukan Tubuh. Suatu organisasi tidak perlu ada urapan dan Roh yang tak terukur. Suatu perhimpunan yang dipenuhi dengan doa dari awal hingga akhir membuktikan adanya kehadiran Kepala, menyatakan seluruh Tubuh berada di bawah urapan Roh-Nya yang tak terhingga itu. Tak perlu orang menyuruh kita berdoa dua setengah jam, sebab itu adalah perbuatan kita, bukan pekerjaan Kepala. Di manakah gereja? Siapakah gereja? Apakah gereja? Di mana ada Roh itu, di sanalah ada gereja.

Tanda lain dari gereja ialah firman. Jika Anda membaca Kitab Kisah Para Rasul, Anda pasti nampak bahwa pada zaman gereja sebermula terdapat Roh dan firman. Tetapi bukanlah firman secara harfiah hitam di atas kertas putih. Dalam Kitab Kisah Para Rasul, gereja mempunyai firman yang hidup, firman yang penuh dengan hayat, terang, pengurapan minyak, dan pendirisan. Gereja mempu-nyai firman yang hidup dan yang seketika, firman yang Tuhan katakan hari ini. Di mana ada firman hidup, di situ ada gereja.

Puji Tuhan, sejak hari Ia membangkitkan kita, firman kudus-Nya sudah terbuka kepada kita secara hidup. Hari demi hari, saya yakin bahwa firman akan semakin terbuka bagi kita. Kita tidak perlu hal-hal luaran, sebab Tuhan hadir dalam gereja. Roh-Nya yang hidup dan firman-Nya yang hidup ada dalam gereja. Ini membuktikan di mana gereja itu berada, juga menandakan bahwa Kepala gereja adalah Kristus yang tak terbatas.

Mempertahankan sekelompok orang untuk mengikuti kita merupakan suatu hujat. Semua pengikut haruslah mengarah kepada Dia. Semakin kita melepaskan pengikut-pengikut kita, Alkitab pasti akan semakin terbuka bagi kita, dan semakin banyak pula urapan minyak di atas Tubuh. Saudara saudari, sekarang inilah saatnya Tuhan membenarkan (mengkonfirmasi) jalan-Nya di bumi, bukan hanya di negeri ini, tetapi di seluruh bumi. Firman ilahi-Nya akan lebih terbuka bagi Tubuh-Nya daripada dulu. Lagi pula, urapan Roh akan diperkuat tujuh kali (Why. 1:4). Kristus yang almuhit, firman yang hidup, dan roh yang dilipat gandakan akan membenarkan jalan gereja. Tanpa ini, orang akan sulit mengetahui siapa, di mana, dan apa itu gereja.

Haleluya, kita inilah orang yang dilahirkan kembali! Kita telah dilahirkan kembali bagi pertambahan-Nya. Pertambahan-Nya adalah bagi Kristus yang almuhit. Yohanes 3 mengandung tiga butir utama: kelahiran kembali, pertambahan (yakni mempelai perempuan Kristus), dan Kristus yang almuhit.

F. Dikasihi Bapa

Bapa mengasihi Putra (Yoh. 3:35). Putra itulah sasaran kasih Bapa. Dalam hal kasih, Bapa telah menjadikan Putra di atas semuanya, dan membuat Dia menjadi segala sesuatu di dalam segala sesuatu. Kealmuhitan Putra adalah masalah kasih Bapa.

G. Dengan Segala yang Diserahkan oleh Bapa

Ayat 35 juga mengatakan bahwa Bapa telah menye-rahkan segala sesuatu ke dalam tangan-Nya. Sekali lagi “segala sesuatu” di sini terutama bukan ditujukan kepada semua benda atau perkara, tetapi semua orang. Bapa telah menyerahkan semua orang kepada Putra. Bapa tidak pernah menyerahkan seorang pun kepada Yohanes Pembaptis. Ia telah menyerahkan semua orang pilihan-Nya kepada Putra-Nya. Tidak ada satu pun orang pilihan Allah yang menjadi milik Yohanes Pembaptis atau pekerja Kristus yang mana pun. Yohanes dan semua pekerja Kristus tidak sepatutnya menerima umat Allah yang mana pun. Allah Bapa telah menyerahkan semua orang pilihan-Nya kepada Putra. Setiap orang hendaklah pergi kepada Dia. Dia di atas semua dan di atas semua. Semuanya telah diserahkan kepada-Nya. Semuanya haruslah di bawah tangan-Nya.

H. Percaya Kristus Ini, Beroleh Hidup yang Kekal

Ayat 36 mengatakan, “Siapa saja yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal.” Dalam Yohanes 3, kita nampak persona dan pekerjaan Kristus. Segala apa adanya Dia dan semua yang Dia lakukan bertujuan menyelamatkan kita dan melahirkan kita kembali, sehingga kita dapat menjadi mempelai perempuan-Nya sebagai pertambahan-Nya. Oh, alangkah ajaibnya Dia dan alangkah menakjubkannya karya yang Dia rampungkan! Sebab itu, kita harus percaya kepada Dia. Melalui percaya kepada Dia, kita menerima pengampunan Allah dan beroleh hayat ilahi, yaitu hidup yang kekal. Melalui percaya kepada-Nya, kita menerima pengampunan Allah, pembebasan dari kutukan Allah oleh penebusan-Nya, hidup yang kekal, hayat Allah yang bukan tercipta, dan dilahirkan kembali oleh Roh. Karena itulah kita dilahirkan oleh Allah dan terlepas dari kekuasaan jahat Iblis, serta dipindahkan ke dalam Kerajaan Allah. Jika tidak, kita akan tetap diracuni oleh Iblis dan terus berada di bawah kutukan Allah, yang akhirnya mendatangkan murka-Nya ke atas kita. Dulu kita adalah ular-ular yang diracuni oleh Iblis, bermusuhan dengan Allah dan telah terkutuk di bawah penghakiman Allah. Tetapi kini, syukur kepada Tuhan, melalui kematian dan kebangkitan-Nya, kita telah diselamatkan dan dilahirkan kembali, sehingga menjadi bagian dari mempelai perempuan-Nya. Karena itu, kita menjadi pertambahan-Nya, reproduksi-Nya, yaitu mempelai perempuan-Nya, pasangan-Nya.

I. Tidak Taat kepada Kristus Ini,

Berada di Bawah Murka Allah

Bila seseorang tidak taat kepada Kristus ini, ia akan tetap di bawah murka Allah sehingga menuju kebinasaan. Kita bukanlah orang-orang yang tidak taat, melainkan orang-orang yang percaya. Kita tidak akan dihukum. Kita telah diselamatkan terlepas dari penghakiman Allah dan sifat ular Iblis; dan kita telah dilahirkan kembali melalui hayat kekal Allah, sehingga menjadi mempelai perempuan Kristus yang almuhit, yakni sebagai pertambahan universal-Nya.