← Daftar isi Kejadian (1) · bab 5/15

TERANG HARI KEEMPAT — SISIPAN

Sebelum kita mempelajari perihal penciptaan manusia, sebagai sisipan, kita perlu meninjau perihal terang hari keempat. Dalam kitab Kejadian 1 tercatat bahwa pada hari pertama penciptaan pemulihan, Allah memerintahkan te-rang datang. Hari pertama adalah hari munculnya terang, dan terang itu dapat kita sebut terang hari pertama. Pada hari keempat, Allah lebih lanjut melakukan sesuatu yang berhubungan dengan terang. Ia membuat benda-benda pene-rang — matahari, bulan, dan bintang-bintang. Alkitab tidak memberi tahu kita terang macam apa yang muncul pada hari pertama, dan hal itu tidak perlu kita terka. Terang hari pertama tidak terlalu solid, kuat, dan mantap. Terang itu tidak diberi nama yang khusus, hanya disebut “terang” saja. Namun, terang pada hari keempat — matahari, bulan, dan bintang-bintang sangat mantap dan solid, kuat dan tersedia.

Kalau kita memperhatikan catatan Kejadian 1, kita dapat mengetahui bahwa penciptaan pemulihan Allah dengan penciptaan-Nya yang lebih lanjut telah diselesaikan dalam enam hari. Keeenam hari ini bukan untuk ciptaan Allah yang mula-mula. Penciptaan yang mula-mula oleh Allah telah selesai dalam Kejadian 1:1. Sesudah penciptaan yang mula-mula, terjadilah suatu perubahan besar dalam 1:2 dan Allah datang menghakimi alam semesta. Kemudian setelah penghakiman itu, terdapat suatu jangka waktu yang pan-jang, barulah Allah datang untuk penciptaan pemulihan dan penciptaan lebih lanjut. Penciptaan pemulihan dan pencip-taan lebih lanjut ini telah rampung selama enam hari, yang dapat dibagi menjadi dua bagian: tiga hari yang pertama sebagai bagian pertama, tiga hari yang terakhir sebagai bagi-an kedua. Masing-masing dimulai dengan hari yang me-miliki terang. Terang pada hari pertama disebut terang hari pertama; terang pada hari keempat disebut terang hari ke-empat. Pada hari pertama, Allah menyuruh terang datang. Pada hari keempat, Allah memulihkan matahari, bulan, dan bintang-bintang. Ini sangatlah berarti.

Terang pada hari-hari itu menandakan dimulainya pen-ciptaan hayat oleh Allah. Menurut wahyu dari seluruh Alkitab, terang adalah untuk hayat. Sekali lagi kita nampak bahwa penciptaan Allah seluruhnya dipusatkan pada hayat. Semua yang diciptakan dan dibuat oleh Allah berpusat pada hayat dan untuk hayat. Maka perlu ada terang. Terang dan hayat selalu bergandengan. sebaliknya, kegelapan dan ke-matian selalu bergandengan. Sebelum penciptaan pemulihan Allah, kegelapan meliputi air kematian, berarti kegelapan dan kematian adalah satu. Kematian itu abstrak dan tak seorang pun dapat melihatnya. Karena itu, Alkitab meng-gunakan air untuk melambangkan kematian. Air samudera yang dalam adalah gambaran kematian. Sebelum penciptaan pemulihan Allah, hanya ada dua hal — kegelapan dan kematian.

Allah itulah hayat dan terang, justru kebalikan dari kematian dan kegelapan. Allah Sang terang tidak bisa men-toleransi kegelapan, karena itu Ia datang menyingkirkan-nya. Demikian pula, Allah Sang hayat juga tidak bisa men-toleransi kematian, karena itu Ia datang mengenyahkannya. Ketika Anda membaca Alkitab, janganlah menggunakan pandangan ilmiah, gunakanlah pandangan Allah. Kalau kita membaca Alkitab dari sudut pandang Allah, maka setiap baris akan penuh terang dan hayat, sebab Alkitab me-rupakan catatan mengenai Sang Ilahi yang adalah terang dan hayat. Allah Sang terang dan Sang hayat itu datang un-tuk menyingkirkan kegelapan dan kematian.

Pada hari pertama, Allah memerintahkan terang datang dan datanglah terang itu. Kemudian, Allah memisahkan te-rang itu dari gelap. Pemisahan itu ialah pembatasan ter-hadap kegelapan. Allah Sang terang itu seolah-olah berkata kepada kegelapan, “Hai, kegelapan, dengarkanlah! Kamu telah sewenang-wenang untuk sejangka waktu dan telah me-menuhi alam semesta. Sekarang, terang-Ku datang mem-batasimu. Kamu hanya dapat berkuasa sepanjang malam saja. Tidak ada tempat untukmu pada siang hari. Kamu kini Kubatasi. Aku memisahkan terang darimu. Kamu tak dapat lagi menjajahi seluruh alam semesta. Paling sedikit se-tengah waktu dari alam semesta Kumiliki.” Haleluya!

Hal ini baik, tutupi hanya setengah baik. Sebagian dari kegelapan masih tertinggal. Allah masih terus bekerja untuk menyingkirkan sebagian kegelapan ini sampai kita tiba di kitab Wahyu 21 dan 22, di mana ada pernyataan, “malam tidak akan ada lagi di sana” (21:25b). Haleluya! Pada suatu hari, tidak akan ada malam lagi.

Allah membatasi kegelapan pada ham yang pertama dan dengan prinsip yang sama, Ia membatasi air kematian pada hari yang ketiga. Dalam Yeremia 5:22 kita membaca bahwa Allah membatasi air kematian dengan pasir, butir terkecil dari batu. Allah memberi tahu air kematian, “Inilah batas-mu. Kamu tidak dapat melampauinya.” Dengan demikian muncullah daratan, membuat pemisahan antara darat dengan laut. Setelah hari pertama penciptaan pemulihan Allah, terdapatlah setengah terang dan setengah gelap; se-sudah hari ketiga, terdapatlah setengah darat dan setengah lainnya laut. Allah masih terus bekerja untuk menyingkir-kan sisa setengah dari malam itu dan sisa setengah dari air kematian itu. Dalam langit dan bumi baru, tidak ada laut lagi (Why. 21:1); di dalam Yerusalem Baru, malam tidak akan ada lagi (Why. 21:25b; 22:5). Ini berarti baik kegelapan maupun kematian akan disingkirkan seluruhnya.

Periksalah diri Anda. Berapa banyak kegelapan yang Anda miliki? Berapa banyakkah kematian yang Anda miliki? Anda perlu menjawabnya kepada Tuhan. Jika dalam ke-hidupan kristiani Anda, Anda terus-menerus bertumbuh dalam penyertaan Tuhan, pada suatu hari Anda dapat ber-kata kepada Iblis, “Hai Iblis! Aku sudah tidak memiliki malam. Siang hariku sepanjang 24 jam. Tidak ada air kematian padaku. Dalam seluruh kehidupan kristianiku, di setiap tempat, setiap penjuru, dan setiap jalan, hanya ada daratan. Tidak ada lautan lagi.” Kita semua harus demikian. Untuk mencapai keadaan demikian, kita membutuh-kan terang hari keempat. Terang hari pertama hanya meng-hilangkan setengah dari kegelapan kita dan setengah dari kematian kita. Terang hari keempat akan membawa kita ke dunia lain, di mana tidak ada malam dan tidak ada lautan.

Seluruh kebenaran dalam Alkitab ditaburkan sebagai benih-benih dalam kitab Kejadian, terutama dalam pasal pertama. Kejadian 1:14-18 merupakan benih terang ajaib yang diwahyukan terus di seluruh Alkitab. Menurut prinsip hayat, terang hari keempat bukan untuk menghasilkan hayat, melainkan untuk pertumbuhan hayat. Pada hari ke-tiga, mungkin pada bagian akhir dari hari itu, setelah Allah berfirman supaya muncul daratan dan daratan itu muncul dari air kematian, hayat pun dihasilkan. Pada saat itu, ada terang, udara, dan darat — tiga unsur pokok untuk meng-hasilkan hayat. Setelah daratan muncul, hayat tumbuh--tumbuhan dihasilkan. Meskipun Allah tidak bergembira pada akhir hari kedua — Ia tidak mengatakan itu baik — namun Ia pasti gembira pada akhir hari ketiga, ketika Ia melihat terang, udara, dan daratan beserta berbagai hayat tumbuh-tumbuhan. Allah melihat rumput-rumputan, sayur--sayuran, dan pepohonan, dan berkata bahwa itu baik. Sebe-lum itu, tidak ada hayat yang diciptakan di bumi.

Adanya hayat di mulai dengan hayat tumbuh-tumbuh-an. Tetapi itu adalah hayat yang terendah, hayat dengan keaadaran terendah, tidak bisa berjalan, tidak bisa berbicara, dan tidak bisa mengenal Allah. Allah boleh berkata kepada bunga bakung seribu kali, tetapi bunga itu tidak dapat mem-beri jawaban; sebab hayatnya terlalu rendah. Walaupun hayat sudah ada, ia perlu bertumbuh. Terang hari keempat diperlukan untuk pertumbuhan hayat. Terang hari pertama untuk menghasilkan hayat; terang hari keempat untuk per-tumbuhan hayat. Pada hari keempat, terang yang solid telah disiapkan; tidak ada pekerjaan lain yang dilakukan.

Banyak di antara kalian, orang-orang muda, telah menerima terang hari pertama, tetapi saya sangat meragukan apakah kalian telah memasuki terang hari keempat. Terang hari keempat berbeda dengan terang hari pertama. Terang hari pertama masih belum jelas, terang hari keempat tegas nyata. Sekarang kita perlu melihat apa saja yang dilambangkan oleh matahari, bulan, dan bintang-bintang.

1. Matahari — Kristus dan Kaum Saleh

Matahari melambangkan Kristus dan juga orang-orang saleh yang akan bersinar seperti matahari dalam kerajaan. Maleakhi 4:2 mengatakan bahwa Kristus adalah matahari kebenaran. Pada sayap-Nya (yaitu penyinaran-Nya) terdapat penyembuhan. Tanpa penyinaran-Nya, akan ada kematian. Ketika penyinaran-Nya terbit, datanglah kesembuhan. Lukas 1:78-79 mengatakan bahwa kelahiran Kristus benarbenar merupakan Surya pagi bagi umat manusia. Matius 4:16 memberi tahu kita, ketika Kristus datang ke tepi Laut Galilea, Ia muncul bagaikan Terang yang besar. Bangsa yang diam dalam kegelapan melihat Terang yang besar. Bagi mereka yang diam di wilayah dan bayang-bayang maut, telah terbit terang. Terang itu adalah Yesus. Matius 13:43a memberi tahu kita bahwa orang-orang saleh pemenang akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan yang akan datang. Meskipun hari ini kita mungkin adalah bintang-bintang, namun masih terlalu dini bagi kita untuk bersinar seperti matahari. Untuk itu, kita harus menunggu sampai pada hari pemulihan. Dalam Kerajaan, banyak orang saleh akan bersinar seperti matahari. Hari ini, Kristus adalah matahari. Besok, orang-orang saleh yang menang juga akan menjadi matahari.

2. Bulan — Gereja

Bulan melambangkan gereja. Dalam mimpi Yusuf, ayah-nya disamakan dengan matahari, ibunya dengan bulan, dan saudara-saudaranya dengan bintang-bintang (Kej. 37:9). Gereja itulah mempelai perempuan, istri Kristus. Jadi bulan merupakan lambang gereja (lihat Kid. 6:10).

Kitab Wahyu 1:20 memberitahukan kita bahwa gereja--gereja Lokal adalah kaki-kaki dian. Dian diperlukan pada malam hari, bukan pada siang hari. Wahyu 1:20 jelas sekali membuktikan zaman gereja bukanlah siang hari, melainkan malam hari. Sebagai kaki dian, gereja bersinar pada malam hari. Namun kaki dian itu sendiri tidak bersinar; dian itulah yang bersinar. Tujuh kaki dian terdapat dalam Wahyu 1, dan tujuh dian terdapat dalam pasal 4. Tujuh dian (obor) ialah tujuh Roh (Why. 4:5). Gereja adalah kaki dian dan Roh itulah dian yang terpasang di atas kakinya. Jika gereja kekurangan Roh, berarti kaki dian tanpa terang. Lalu ia merupakan suatu batu sandungan. Kaki dian ditambah than bersinar sangatlah indah dan baik sekali. Kita mungkin mempunyai gereja sebagai kaki dian, tapi bagaimanakah diannya? Kita membutuhkan dian. Barangkali ada orang yang mengatakan, “Aku sudah memiliki Roh Kudus sebagai diannya. Aku tak peduli kaki diannya.” Kalau Anda berkata demikian, Anda sudah keliru. Sebab dian itu di atas kaki dian. Jika hari ini, di tengah zaman gereja, Anda ingin me-miliki terang data tuuuh Roh, Anda wajib mempunyai gereja--gereja. Tujuh dian itu di atas tujuh kaki dian.

Sepanjang zaman gereja adalah malam hari dan sepanjang malam kita tidak bisa memperoleh sinar matahari (terang Kristus) secara langsung. Kita memerlukan pantulan. Kita membutuhkan bulan untuk memantulkan sinar matahari; kita memerlukan gereja untuk memantul-kan terang Kristus. Tanpa gereja, sukar sekali kita melihat terang Kristus. Ketika kita menghampiri gereja dan gereja tidak berada dalam keadaan bulan gelap, kita pasti mene-rima terang.

Menurut sejarah, ada sejangka waktu yang lama sekali gereja dalam keadaan bulan gelap. Ketika malam tak ber-bulan, itulah waktu terbaik bagi bintang-bintang untuk bersinar. Martin Luther adalah sebuah bintang. Sebelum dan setelah Luther, banyak bintang-bintang besar lainnya bersinar, sebab malam dalam keadaan tak berbulan. Dua abad yang lalu, Zinzendorf dan apa yang disebut para saudara Moravia melaksanakan hidup gereja. Meskipun bulan mereka tidak penuh, setidak-tidaknya bulan sabit, memperingatkan orang-orang bahwa gereja ada di sana. Seabad kemudian, para Saudara dibangkitkan di Inggris dan bulan sabit itu bertambah mendekati bulan purnama. Filadelfia, gereja terwujud di sana. Namun sayang, hal tersebut tidak berlangsung lama. Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa kalau bulan sudah penuh, ia akan mulai berkurang. Dalam jangka waktu 70 tahun di antara akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20, kita dapat melihat beberapa bintang lainnya seperti Andrew Murray, Mrs. Penn Lewis dan A.B. Simpson. Waktu itu ada bintang-bintang, tetapi bulan tidak kelihatan — tidak ada hidup gereja. Malam dalam keadaan tak berbulan dan bintang-bintang bercahaya.

Puji Tuhan! Hari ini, kalau kita tidak mempunyai bulan purnama, setidak-tidaknya mempunyai bulan sabit. Di dalam gereja, kita tidak seharusnya mengharapkan melihat tokoh-tokoh rohani.

Kalau ada tokoh-tokoh rohani, berarti bulan sedang gelap. Asalkan bulan mulai bertambah penuh, yaitu ber-tumbuh, bintang-bintang tidak seharusnya sangat nyata. Saya tidak ingin menjadi sebuah bintang yang besar, me-lainkan hanya seorang saudara kecil saja. Ketika kita mempunyai bulan, kita tidak begitu memerlukan bintang-bin-tang.

Jika kita pergi ke matahari untuk meminta sinar pada malam hari, itu adalah tolol. Matahari akan memberi tahu Anda, “Jangan datang kepadaku. Pergilah ke tempat pantul-anku. Pergilah ke gereja, jika kamu menginginkan sinar yang berasal dariku. Gereja memantulkan sinarku.” Kita harus ingat bahwa kini sedang malam hari, siang belum tiba, kita memerlukan gereja. Roh itu berbicara kepada gereja-gereja. “Siapa bertelinga, hendaklah ia men-dengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat” (Why. 3:22). Kita harus pergi ke gereja-gereja dan menerima sinar mata-hari secara tidak langsung.

Ada orang Kristen yang terkasih berkata, “Aku tak menghiraukan gereja — aku hanya menghiraukan Kristus.” Saya berani menjamin, orang yang berkata demikian tidak akan bertumbuh. Orang yang berkata demikian mungkin mempunyni terang hari pertama. tetapi kekurangan terang hari keempat. Jika Anda mau memeriksa kebenaran ini ke-pada kebanyakan orang saleh, mereka niscaya memberi tahu Anda bahwa mereka baru bertumbuh setelah mereka masuk ke dalam gereja. Bila kita dengan tulus memalingkan hati kita kepada gereja, niscayalah kita secara tidak langsung menerima sinar Kristus yang tepat.

Banyak orang dapat bersaksi, begitu mereka merasa terganggu oleh gereja dan mereka membelakangi gereja, me-reka mutlak berada di dalam kegelapan. Ketika Anda mem-belakangi bulan pada malam hari, wajah Anda akan berada di dalam kegelapan. Namun, bila kita berpaling kepada gereja dan bersatu dengan gereja, penyinaran segera tiba.

Ada orang mungkin berkata bahwa kita terlalu mene-kankan gereja dan mengabaikan Kristus. Tapi bagaimana bulan bisa bersinar tanpa cahaya matahari? Tanpa Kristus, gereja tidaklah bersinar. Sinar bulan pada malam hari hanyalah sebagai pemantulan sinar matahari. Terang gereja berasal dari Kristus. Orang yang banyak membicarakan tentang Kristus tanpa menyentuh gereja dengan selayaknya, akan menemukan betapa sulitnya memperoleh terang yang riil dan praktis bagi pertumbuhan hayat. Untuk pertumbuh-an hayat, kita semua memerlukan terang bulan yang meru-pakan bagian utama terang hari keempat. Makin banyak kita menempuh hidup gereja, makin banyak Kristus kita peroleh, makin banyak terang kita terima, makin banyak pertumbuhan hayat kita alami.

3. Bintang-bintang — Kristus dan Kaum Saleh

Bintang-bintang adalah Kristus dan kaum saleh. Mesh-pun Kristus adalah matahari sejati, namun di dalam zaman kegelapan ini, Dia tidak muncul seperti matahari. Dia ber-sinar seperti bintang, seperti bintang timur yang gilang gemilang (Why. 22:16b). Kristus sendiri adalah sebuah bin-tang. Semua orang saleh yang menang juga adalah bintang-bintang. 2 Petrus 1:19 menyuruh kita memperhatikan fir-man yang teguh sampai bintang timur, yaitu Kristus, terbit bersinar di dalam hati kita. Wahyu 1:20 tidak hanya memberi tabu kita bahwa gereja-gereja adalah kaki-kaki dian yang bersinar berdasarkan Rob, juga memberi tabu bahwa malaikat-malaikat, yaitu pemimpin-pemimpin di dalam gereja-gereja adalah bintang-bintang yang bersinar. Daniel 12:3 mengatakan bahwa orang-orang yang menuntun banyak orang dari jalan yang sesat kepada kebenaran akan ber-cahaya seperti bintang-bintang. Matius 5:14 mengatakan bahwa orang-orang yang percaya, hari ini adalah terang dunia. Dan Filipi 2:15 mengatakan, “Sehingga kamu ber-cahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.” Semua ayat di atas menyatakan bahwa kaum saleh yang berada pada jalan yang tepat dan yang berdiri pada tumpuan yang wajar adalah bintang-bintang.

4. Memerintah untuk Pembedaan

Terang hari keempat ini memerintah untuk pembedaan. Pembedaan datang dari terang. Tanpa terang hari keempat, sulit membedakan segala seauatu. Kita semua memerlukan pembedaan ini supaya bertumbuh dalam hayat. Orang-orang muda perlu membedakan ke mana boleh pergi dan ke mana tidak, apa yang boleh dikatakan dan apa yang tidak, apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak, apa yang dari Allah dan apa yang dari Iblis, apa yang berada di dalam roh dan apa yang berada di dalam jiwa. Bahkan siswa sekolah menengah pertama perlu membedakan teman-teman sekolah mereka, teman-teman sekelas mana yang boleh dihubungi dan mana yang tidak boleh mereka dekati.

Perbedaan datang dari terang. Ketika terang memancar, maka terang memerintah. Kalau saya berada di dalam sebuah ruang tanpa cahaya, saya akan tersandung. Tanpa terang, tidak ada arah, tidak ada pemerintahan, dan tidak ada pembedaan. Namun bila saya berada di bawah sorotan terang, saya dapat membedakan ke mana saya harus pergi.

Kalian siswa Sekolah Menengah Pertama berbeda dengan siswa lainnya di dalam sekolah, karena kalian anak--anak terang. Sedang lainnya masih di dalam kegelapan. Ketika kalian berbicara dengan guru kalian, kalian tahu apa yang wajar kalian katakan. Kalian mempunyai kemampuan membedakan. Cara terbaik bagi orang tua untuk meme-lihara anak-anak mereka ialah dengan menyerahkan mereka ke dalam tangan Tuhan. Niscaya mereka akan mempunyai terang, dan terang itu memerintah mereka. Pemerintahan terang akan memberikan daya pembeda yang terbaik kepada anak-anak. Mereka tidak mungkin tergoda oleh obat bius. Daya pembeda adalah perlindungan yang terbesar.

Sekali lagi saya kukatakan, daya pembeda ini berasal dari penyorotan terang dan penyorotan terang tak lain ada-lah pemerintahan. Jika Anda mendoabacakan Kejadian 1:14, 16, 18 dan Efesus 5:8-11, 13-14 sehingga ayat-ayat ini masuk ke dalam Anda dan menyinari Anda, Anda akan mengetahui apa yang harus Anda cela dan apa yang harus Anda akui, apa yang harus Anda terima dan apa yang harus Anda tolak. Juga 1 Yohanes 1:5-7 merupakan bagian yang baik yang memberi tahu kita bahwa Allah itu terang. Jika kita mem-punyai persekutuan dengan Dia, kita berada di dalam te-rang, lagi pula jika kita berjalan di dalam terang, kita mengetahui perbedaan antara gelap dengan terang. Kita me-miliki pemerintahan dengan daya untuk membedakan.

5. Tanda-tanda — Terutama untuk Pergerakan

Matahari, bulan, dan bintang-bintang adalah tandatanda. Tanda-tanda ini terutama untuk pergerakan. Pada zaman dahulu, pelaut berlayar menuruti bintang-bintang. Hari ini, kita mengendarai mobil kita menurut tanda-tanda laju lintas. Jadi, tanda-tanda digunakan untuk pergerakan.

Orang-orang Farisi dan Saduki datang kepada Yesus, mereka meminta Dia memperlihatkan tanda-tanda dari surga (Mat. 16:1-4). Tuhan seolah berkata, “Orang bodoh, kamu tahu membedakan rupa langit. Pada petang hari ka-rena langit merah, kamu berkata : Hari akan cerah. Dan pada pagi hari karena langit merah dan redup, kamu ber-kata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya, tetapi tanda-tanda zaman tidak. Akulah tanda — Aku seperti nabi Yunus. Kamu tidak nampak tanda, karena kamu tidak mempunyai terang.” Di atas bukit Zaitun murid-murid juga datang kepada Tuhan dan bertanya kepada-Nya tentang tanda kedatangan-Nya, tanda kesudahan dunia (Mat. 24:3).

Kita bukan hanya mempunyai ayat-ayat ini, tetapi juga Nuatu tanda besar di alam semesta ini dalam Wahyu 12:1 — seorang perempuan dengan matahari, bulan, dan bintang-bintang. Agar dapat bergerak dengan tepat dalam alam se-mesta ini, kita mempunyai perempuan ini sebagai suatu tanda besar. Perempuan ini adalah sesuatu yang berhubung-an dengan gereja. Saya tidak berkata bahwa perempuan ini adalah gereja, tetapi gereja adalah sebagian besar dari perem-puan ini. Kalau kita mau bergerak, melakukan sesuatu, dan bertindak dalam alum semesta ini, kita harus mengenal perempuan ini.

Perempuan ini berasal dan Kejadian 3. Alkitab adalah sebuah buku yang menyinggung tentang perempuan-perem-puan. Iblis masuk ke dalam umat manusia melalui seorang perempuan; Tuhan Yesus masuk ke dalam umat manusia juga melalui seorang perempuan. Akhirnya Alkitab menjadi sempurna dengan Yerusalem Baru, yang adalah seorang perempuan, pengantin perempuan Kristus. Haleluya! Kita semua akan menjadi sebagian dari perempuan Mi. Maka kita semua harus mengetahui perempuan di dalam Wahyu 12. Dia adalah perempuan dalam Alkitab, perempuan universal yang meliputi seluruh Alkitab. Tegasnya, dia dimulai dengan Hawa dalam Kejadian 2, bukan dari Kejadian 3, kemudian dilanjutkan sampai dengan Wahyu 22. Bila Anda mengeta-hui perempuan ini, Anda mengetahui tanda-tanda itu. Dia adalah suatu tanda yang sangat mencolok. Dia adalah suatu tanda bagi umat Allah agar mengetahui apakah mereka ha-rus terus maju atau harus berhenti. Karena banyak orang Kristen kekurangan perempuan ini, maka mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mereka tidak mempunyai jalan maju. Kita perlu suatu tanda, tanda yang datang dari terang hari keempat.

6. Musim — Ditentukan oleh Bulan, Terutama untuk Pertumbuhan

Tanda-tanda adalah untuk pergerakan dan musim un-tuk pertumbuhan. Kata-kata Tuhan Yesus mengenai musim panen menyatakan bahwa musim adalah untuk pertumbuh-an (Yoh. 4:35). Pengkhotbah 3:1-8 menyatakan kepada kita bahwa ada waktunya untuk menabur dan ada waktunya untuk menuai hasil panen. Inilah musim. Musim untuk per-tumbuhan. Jika Anda seorang petani, Anda harus mengenalrnusim. Bisakah Anda menabur pada musim dingin dan beristirahat pada musim panas? Musim memberi tahu kita kapan membajak, kapan menabur, kapan menuai, dan kapan beristirahat. Wahyu 22:2 mengatakan, bahwa pohon hayat berbuah setiap bulan. Muslin ditentukan oleh bulan (penang-galan) dan bulan (penanggalan) ditentukan oleh bulan (benda langit).

Mengenai ini kita perlu membaca beberapa ayat di dalam kitab Imamat (Im. 23:2, 5, 6, 24, 27, 34, 39, 41). Ayat-ayat tadi memberi tahu kita setiap tahun pada bulan per-tama, orang Israel merayakan hari raya. Hari raya pun ber-hubungan dengan musim. Hari raya bulan pertama adalah hari raya Paskah. Setelah itu disusul hari raya Roti Tidak beragi, kemudian hari raya buah bungar, dan ke-mudian hari raya Tujuh Minggu, yang disebut hari raya Pentakosta. Keempat hari raya ini terjadi pada setengah tahun pertama. Pada hari pertama bulan yang ketujuh ada hari raya Meniup Serunai, dan pada hari kesepuluh bulan yang ketujuh adalah hari raya Pendamaian. Juga, pada hari kelima puluh bulan yang ketujuh ada hari raya Pondok Daun. Ketujuh hari raya ini semuanya dirayakan menurut bulan--bulannya.

Tanpa waktu untuk bertumbuh. Anda tak mungkin mengalami hari raya. Tanpa pertumbuhan, dengan apa Anda mau merayakan? Pada hari raya, orang Israel membawa kekayaannya — lembu, domba, anggur, semua hasil dari pertumbuhan. Terutama hari raya Pondok Daun, hari raya huah bungar. Tuhan berfirman bahwa kita harus datang bersama-sama ke hadirat-Nya seraya menikmati hasil panen — itulah hari raya. Hari raya adalah hasil pertumbuhan, dan pertumbuhan ini sangat berkaitan dengan bulan, yakni gereja. Kalau kita tidak mempunyai gereja, kita kekurangan unsur hari raya. Sangat sedikit orang Kristen yang mem-punyai hari raya, karena mereka tidak mempunyai bulan. Mereka tak bisa menikmati Kristus dengan sempurna se-bagai hari raya, karena mereka tidak mempunyai gereja. Kita memerlukan gereja sebagai penentu masa pertumbuhan dan hari raya.

Bilangan 28:11 mengatakan tentang bulan baru, dan Bilangan 29:26 berkata sesuatu tentang penanggalan. Ayatayat ini adalah tentang penanggalan dari bulan.

Yeremia 8:7 menyatakan tentang burung ranggung yang mengetahui musimnya. Dia juga membicarakan tentang burung tekukur, burung layang-layang, dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya. Tuhan berbicara tentang umat-Nya bahwa mereka tidak mengetahui musim. Begini-lah keadaan hari ini. Orang Kristen tidak mempunyai mu-sim panas, juga tidak mempunyai musim semi; mereka tidak mempunyai bulan pertama, bulan terakhir, atau bulan apa pun. Mereka tidak mempunyai musim: tidak ada musim semi, musim rontok, musim panas, dan musim dingin. Arti-nya, setiap hari sama saja. Karena itu mereka tidak mem-punyai jalan untuk bertumbuh dan mereka tidak mem-punyai hari raya. Semuanya ini karena mereka kekurangan terang hari keempat.

Namun, begitu kita berada di dalam hidup gereja yang tepat, gereja akan menentukan bulan-bulan, dan bulan-bulan mendatangkan musim, musim memberikan hari raya. Kita pun akan mempunyai semua hari raya.

7. Hari — Ditentukan oleh Rotasi Bumi Setiap Hari untuk Permulaan Baru

Baik hari maupun tahun, semuanya berhubungan dengan matahari. Bumi membuat dua macam pergerakan aehubungan dengan matahari — putaran harian dan putar-an t.nhunan. Putaran harian disebut rotasi; putaran tahun-an disebut revolusi. Kita semua tahu bahwa rotasi bumi memerlukan waktu satu hari dan revolusi bumi memerlukan waktu satu tahun. Kata “hari-hari” (Kej. 1:14b) berarti bah-wa bumi berputar terus-menerus untuk menciptakan per-mulaan-permulaan baru. Haleluya! Setiap hari adalah per-mulaan baru, karena setiap hari kita mengalami matahari terbit. Setiap hari kita mengalami fajar. Sebagai matahari, Kristus memberi permulaan baru kepada kita hari demi hari. Setiap pagi, munajat pagi hendaklah menjadi fajar kita, saat bintang fajar menyingsing di dalam kita bagi per-mulaan baru.

Bilangan 28:3-4 mengatakan bahwa setiap pagi kita wajib mempersembahkan kurban api-apian. Setiap hari adalah suatu permulaan baru. Ratapan 3:22-23 mengatakan bahwa tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi. 1 Tesalonika 5:4-8 mangatakan bahwa kita bukanlah anak-anak malam melainkan anak-anak siang.

8. Tahun —Ditentukan oleh Revolusi Bumi

untuk Permulaan yang Lebih Besar

Revolusi bumi mengitari matahari menghasilkan permulaan-permulaan yang lebih besar. Hal ini sungguh indah. Kita berada di dalam Kristus dan kita pun berada di dalam gereja. Jadi kita memiliki matahari dan bulan untuk mendatangkan musim-musim, hari-hari, dan tahun-tahun bagi kita.

Tatkala orang Israel keluar dari Mesir, Tuhan menun-jukkan kepada mereka bahwa itu adalah permulaan tahun yang barn (Kel. 12:2). Saat kita diselamatkan, juga meru-pakan permulaan tahun yang baru, tahun kita dilahirkan kembali, suatu revolusi yang sesungguhnya dalam hidup kita. Revolusi saya yang pertama terjadi pada tahun 1925, yaitu tahun saya diselamatkan. Yang kedua pada tahun 1931, tahun saya dipulihkan. Kurang dari setahun kemudi-an, dalam bulan Juli tahun 1932, saya mengalami revolusi lain — saya nampak gereja. Hal itu mengubah secara besar-besaran seluruh hidup kekristenan saya. Di dalam hidup kekristenan saya, saya telah mengalami banyak tahun-tahun baru yang lainnya lagi. Tahun lepas tahun, Kristus sebagai matahari sejati memberi kita permulaan-permulaan yang baru.

Tidak ada tanaman dapat tumbuh tanpa musim, hari, dan tahun. Semua tanaman bertumbuh karena terang hari keempat. Di satu pihak, kita adalah tanaman Allah; pihak lain, kita adalah ladang Allah. Kita memerlukan bulan untuk menentukan musim-musim dan matahari untuk menentukan hari dan tahun.

Kejadian 8:13 memberi tahu kita bahwa Nuh kembali ke daratan pada hari pertama dari bulan pertama. Dia mengalami permulaan baru pada hari pertama bulan per-tama, suatu permulaan baru di atas daratan baru. Keluaran 40:2, 17 memberi tahu kita bahwa Kemah Suci didirikan pa-da hari pertama dari bulan pertama, suatu permulaan baru lainnya. Mengapa Allah tidak menyuruh umat-Nya men-dirikan Kemah Suci pada hari kedua puluh sembilan dari bulan keempat, melainkan pada hari pertama bulan per-tama? Itu tak lain untuk suatu permulaan baru. 2 Tawarikh 29:17 dan Yehezkiel 45:18 keduanya memberi tahu kita bahwa orang-orang Israel membersihkan dan mengu-duskan tempat kudus pada hari pertama bulan pertama. Menurut Ezra 7:9, dimulainya perjalanan pulang dari Babel adalah pada hari pertama bulan pertama. Setiap orang Kristen memerlukan empat permulaan baru tersebut : kem-bali ke daratan baru, mendirikan Kemah Suci Allah, mem-bersihkan tempat kudus Allah, dan kembali dari tempat tawanan. Semuanya ini merupakan permulaan-permulaan baru dalam kehidupan orang Kristen untuk pertumbuhan di dalam Kristus; semua itu haruslah merupakan hari pertama dari bulan pertama.

9. Bayang-bayang Kristus

Semua hari, tanda-tanda, musim-musim, dan tahun--tahun adalah bayang-bayang. Kristuslah realitasnya (Kol. 2:16-17). Kristus adalah hari suci, Kristus adalah bulan baru, Kristus adalah hari Sabat, Kristus adalah permulaan tahun, Kristus adalah segalanya. Kristus adalah permulaan baru Anda—tahun adalah permulaan yang lebih besar, hari ada-lah permulaan yang lebih kecil. Kristus adalah bulan baru.

10. Terang yang Diperkuat

Selama Kerajaan Seribu Tahun, zaman Kerajaan, terang bulan akan menyamai terang matahari terik, dan terang matahari terik akan berlipat tujuh kali, yaitu seperti terang tujuh hari (Yes. 30:26). Roh Allah diperkuat menjadi tujuh Roh; matahari diperkuat menjadi tujuh kali. Hal ini akan terjadi di zaman Kerajaan, yaitu saat Allah menyem-buhkan umat-Nya. Namun hari ini kita bisa mengecap lebih dahulu. Terhadap sementara kaum saleh, bulan adalah se-terang matahari. Terhadap saya, hidup gereja persis seperti matahari, jauh lebih kuat daripada bulan biasa. Saya mem-punyai bulan yang seterang sinar matahari dan mempunyai matahari yang terangnya diperkuat tujuh kali.

11. Akhirnya Malam Tidak akan Ada Lagi

Di Yerusalem Baru, malam hari tidak akan ada lagi (Why. 21:23, 25b; 22:5). Dalam kota itu tidak diperlukan matahari atau bulan atau lampu apa pun, karena Allah Tritunggal akan menjadi terangnya. Kalau kita membaca kitab Wahyu dengan teliti, kita akan nampak bahwa di luar kota, di luar Yerusalem Baru, masih ada siang dan malam, tetapi di dalam kota tidak ada malam hari lagi. Kita akan memiliki Allah Tritunggal sebagai terang yang sempurna dan unik menyoroti kita. Siang hari akan menjadi 24 jam lamanya.

Namun hari ini, kita membutuhkan terang hari ke-empat. Khususnya kita memerlukan bulan dan bintang-bintang untuk memantulkan terang matahari. Demikianlah cara kita bertumbuh. Kiranya Tuhan berbicara kepada Anda mengenai pertumbuhan Anda. Pertumbuhan hayat Anda adalah berdasarkan terang hari keempat. Terang hari per-tama baik untuk menghasilkan hayat, baik untuk kelahiran kembali Anda. Tetapi untuk pertumbuhan hayat Anda, Anda memerlukan terang hari keempat.