← Daftar isi Kejadian (1) · bab 4/15

PENCIPTAAN PEMULIHAN DAN PENCIPTAAN LEBIH LANJUT ALLAH (2) — PROSES

Dalam berita yang lalu telah kita lihat enam butir, yaitu meliputi tiga yang datang dan tiga pemisahan. Roh Allah datang, firman Allah datang, dan terang datang. Hasil-nya ada tiga pemisahan : pemisahan terang dari gelap, pemi-sahan air yang di atas dari air yang di bawah, pemisahan daratan dari air kematian. Karena tiga pemisahan ini, pada hari ketiga, hari kebangkitan itu, daratan muncul dari air kematian. Tuhan Yesus adalah daratan yang keluar dari air kematian. Dia dibangkitkan agar dapat melahirkan kembali kita.

Dalam Perjanjian Lama, daratan melambangkan Kristus sebagai sumber hayat. Daratan ini digenangi oleh air ke-matian, dan pada hari ketiga muncul kembali. Tepat seperti tercatat dan diwahyukan dalam Perjanjian Lama, setiap jenis hayat dihasilkan dan daratan : hayat tumbuh-tum-buhan, hayat binatang, bahkan hayat manusia. Manusia dijadikan dari debu tanah. Hal melambangkan bahwa se-tiap jenis hayat berasal dari Kristus.

Setelah manusia jatuh, pada zaman Nuh, bumi pernah sekali lagi digenangi oleh air kematian (Kej. 7:17-24). Ini melambangkan bahwa manusia telah terpisah dari Kristus. Manusia telah terputus dari penikmatan atas tanah permai ini. Kemudian bumi dipulihkan lagi (Kej. 8:13-17, 22). Sete-lah bumi dipulihkan, sampai zaman Babel, manusia terjatuh lebih dalam, seluruh umat manusia bangkit melawan Allah (Kej. 11:1-9). Kemudian Allah memanggil satu kaum dengan Abraham sebagai nenek moyang mereka, mereka dipanggil untuk memasuki dataran tinggi yakni tanah permai Kanaan (Kej. 12:1,5,7). Tanah permai ini juga melambangkan Kristus. Abraham dipanggil untuk keluar dari Babel dan memasuki tanah permai. Kita pernah terpanggil keluar dari pemberon-takan dan memasuki Kristus — tanah permai kita (1 Kor. 1:9). Sekarang tanah permai ini adalah milik kita, bahkan telah tersedia untuk menghasilkan hayat.

(7) Muncul Hayat Tumbuh-tumbuhan

Hayat tumbuh-tumbuhan di daratan telah muncul. Ini-lah hayat yang paling rendah, suatu hayat tanpa kesadaran (Kej. 1:11-13; cf. Mrk. 4:8; Hos. 14:5-7). Inilah hayat yang muncul pada hari ke tiga, setelah daratan muncul dari air kematian. Waktu itu tidak ada pertumbuhan hayat, kecuali bentuk hayat yang terendah, suatu hayat tanpa kesadaran apa pun. Kalau kita berbicara kepada rumput atau pohon, rumput tidak dapat mengerti dan pohon tidak dapat be-reaksi, karena mereka tidak memiliki perasaan, tidak me-miliki kesadaran. Mereka tidak mempunyai emosi, pikiran maupun tekad, hidup mereka tanpa kesadaran apa pun. Ini-lah hayat yang terendah.

Ketika kita menerima Kristus ke dalam kita, niscaya di batin kita Kristus muncul dari air kematian. Sekarang kita mempunyai hayat, yaitu hayat yang telah muncul. Kita telah diselamatkan dan kita memiliki hayat. Pada saat kita diselamatkan, kita menerima hayat, tetapi hayat di dalam kita itu masih sangat rendah tingkatannya. Hal ini dinya-takan di dalam catatan kitab Kejadian sebagai hayat rum-put-rumputan, hayat sayur-sayuran, dan hayat pohon buah--buahan.

Bahkan untuk hayat tumbuh-tumbuhan saja masih terdapat tiga tingkatan : rumput, yaitu hayat tumbuh-tum-buhan terendah; sayur-sayuran yang berbiji, tingkatan yang lebih tinggi; dan pohon buah-buahan, suatu hayat yang lebih tinggi lagi. Kalau kita membaca Kejadian 1:29-30, tentu nampak bahwa Allah memberikan sayur-sayuran dan pohon buah-buahan kepada manusia sebagai makanannya. Dan memberikan rumput sebagai makanan hewan dan ternak.

Ketika Anda menjadi orang Kristen, Anda menerima hayat, tetapi hayat di dalam Anda itu masih sangat rendah. Mungkin hayat di dalam Anda masih seperti rumput: ada hayat, juga bertumbuh, namun itu adalah hayat yang paling rendah. Bahkan bila dibandingkan dengan hayat tumbuh-tumbuhan lainnya, rumput adalah sangat rendah. Meskipun minggu lulu Anda mungkin seperti rumput, hari ini Anda telah tumbuh sedikit lebih tinggi dan Anda telah menjadi sayur-sayuran yang berbiji. Saya harapkan setelah dua bulan, Anda akan menjadi pohon yang menghasilkan buah. Seperti apakah Anda menyamakan diri Anda — rumput, sayur, atau pohon? Andaikata Tuhan sendiri bertanya ke-pada Anda, “Seperti apakah Anda? Rumput, sayur, atau pohon?” Hari ini Anda mungkin seperti sayur-sayuran, tetapi setelah beberapa waktu mungkin Anda sudah seperti pohon yang menghasilkan buah. Tetapi bila Anda menjadi pohon janganlah puas. Ini bukanlah hayat terakhir dari pasal pertama; ini hanyalah yang terjadi pada hari ketiga.

(8) Munculnya Benda-benda Penerang

Pada hari keempat, tidak ada pertumbuhan hayat, tetapi muncul benda-benda penerang yang lebih kuat, dan lebih solid (Kej. 1:14-17). Meskipun terang telah datang pada hari pertama, namun tidaklah sedemikian solid dan kuat. Pada hari keempat, bukan terang saja yang datang, tetapi juga benda-benda penerang — matahari, bulan, dan bintang-bintang. Inilah terang yang lebih kuat, lebih solid, dan lebih berguna. Inilah syarat pertama untuk pertumbuhan hayat.

Andaikata Anda bukan hanya rumput atau sayur-sayuran, tetapi juga pohon. Saat ini Anda akan menerima lebih banyak terang. Sekalipun Anda telah memiliki terang hari pertama, Anda masih memerlukan terjadinya sesuatu pada hari keempat. Anda perlu menerima terang yang lebih tinggi, terang yang lebih sempurna, terang yang lebih kaya, lebih kuat, dan lebih berguna. 1 Yohanes 1:5-7 mengata-kan bahwa setelah kita diselamatkan kita memerlukan terang yang lebih banyak, kita perlu berjalan di dalam terang.

Kejadian 1:14-19 tidak secara sembarangan membicara-kan terang, tetapi secara jelas — matahari, bulan, dan bin-tang-bintang. Di dalam perlambangan, matahari melam-bangkan Kristus. Kristus adalah matahari kita. Maleakhi 4:2 mengatakan bahwa Kristus adalah matahari kebenaran dan pada sayapnya terdapat kuasa penyembuhan. Bagian bawah ayat tersebut mengatakan bahwa kita semua akan tumbuh di bawah penyinaran Kristus. Lukas 1:78-79 juga mengata-kan bahwa Kristus adalah surya fajar kita. Haleluya! Tuhan Yesus adalah surya kita. Dialah “Terang besar” yang terbit dari kegelapan dan bayang-bayang maut (Mat. 4:16).

Tuhan Yesus juga menyamakan kaum saleh pemenang sebagai matahari (Mat. 13:43). Mereka sudah bersatu sedemikian rupa dengan Tuhan sehingga pada suatu hari mereka bersinar seperti matahari, sama halnya dengan Tuhan.

Lalu siapakah bulan? Bulan adalah gereja. Meskipun kita sukar menemukan suatu ayat dalam Alkitab yang menyatakan bahwa bulan adalah gereja, namun ada dasar untuk mengatakan bahwa gereja adalah bulan. Ingatlah akan mimpi Yusuf tentang matahari, bulan dan kesebelas bintang (Kej. 37:9-11). Matahari adalah ayahnya, bulan adalah ibunya, dan bintang-bintang adalah saudara-saudara-nya. Atas dasar fakta ini, dapat kita katakan bahwa gereja sebagai istri, mempelai perempuan Kristus, dapat dilam-bangkan dengan bulan. Hari ini gereja adalah bulan. Apakah bulan? Bulan adalah benda yang tidak bercahaya, tapi mem-punyai kemampuan untuk memantulkan cahaya. Gereja sendiri tidak bercahaya. Tetapi haleluya! Gereja dihasilkan untuk memantulkan cahaya Kristus. Lagi pula, bulan hanya mampu memantulkan cahaya pada malam hari. Dewasa ini, zaman gereja, adalah di tengah-tengah malam hari. Lihat-lah, alangkah gelap dunia ini! Meskipun gereja sungguh-sungguh berada di dalam kekelaman malam (gereja-gereja lokal adalah kaki-kaki dian yang bersinar di dalam malam gelap, Why. 1:20), dia dapat memantulkan cahaya Kristus. Namun keadaan gereja, seperti juga bulan, acap kali tidak stabil, sering pasang surut. Gereja dapat seperti bulan penuh, bulan setengah, atau bulan sabit. Dan, bahkan ketika bulan tidak tertampak masih ada bintang-bintang bersinar. Haleluya!

Kita bukan hanya memiliki matahari, bulan, tetapi juga bintang-bintang; tidak hanya ada Kristus, gereja, tetapi juga ada kaum saleh pemenang. Daniel 12:3 mengatakan bahwa yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran akan bercahaya seperti bintang-bintang. Kalau kita mau mem-bantu orang agar beroleh selamat, agar orang berbalik dari kegelapan kepada terang, agar orang yang murtad terpulih-kan, kita harus sebagai bintang-bintang yang bercahaya. Wahyu 1:20 mengatakan bahwa gereja-gereja adalah kaki-kaki dian, bersinar di dalam gelap, dan malaikat-malaikat (anggota-anggota Tubuh yang hidup di dalam gereja-gereja) adalah bintang-bintang yang bercahaya. Tuhan berkata bahwa kaum saleh adalah “terang dunia” (Mat. 5:14), dan Paulus berkata bahwa kaum saleh bercahaya “seperti bintang-bintang di dunia” (Flp. 2:15).

Setelah hayat kita bertumbuh dari rumput menjadi pohon, kita tidak boleh merasa puas, karena itu baru hari ketiga, bukan terakhir. Kita wajib maju terus ke hari ke-empat untuk menikmati Kristus sebagai matahari terbit, menikmati gereja sebagai bulan yang terang, dan menikmati banyak orang saleh sebagai bintang-bintang yang bercahaya, sehingga kita dapat bertumbuh di dalam hayat.

Kalau bulan tidak bersinar, janganlah mengatakan tidak ada bulan. Bulan masih tetap di sana. Demikian juga, janganlah mengatakan tidak ada gereja; gereja masih tetap ada. Hanya saja gereja agak tertudung, hubungannyadengan matahari kurang tepat, karena itu tidak memantulkan sinar apa pun. Meskipun gereja mungkin bermasalah, tetapi gereja masih tetap ada.

Ketika gereja bermasalah, itulah waktunya bagi bintang-bintang untuk bersinar. Banyak di antara kita yang harus menjadi bintang-bintang bercahaya. Kita perlu berhubungan dengan Kristus, perlu berhubungan dengan gereja, dan juga perlu berhubungan dengan kaum saleh yang bersinar. Kita harus berhubungan dengan banyak orang saleh yang baik. Ketika Anda datang kepada saudara yang hidup atau pun saudari yang hidup, bukankah Anda merasakan adanya sejumlah sinar, sehingga ketika Anda berada di dalam ke-hadiran mereka, Anda berada dalam penyinaran tertentu? Inilah terang. Terang ini membantu kita bertumbuh dalam hayat.

(9) Adanya Pengaturan

Terang yang diciptakan oleh Allah pada hari keempat telah ditetapkan untuk “menguasai siang dan malam” de-ngan sinar mereka (Kej. 1:18a). Terang itu bukan hanya bersinar, tapi juga berkuasa dengan penyinarannya. Di mana ada penyinaran, di sana ada kekuasaan. Kegelapan mendatangkan kekalutan, tetapi terang mengatur segalanya. Untuk pertumbuhan hayat, kita memerlukan penguasaan dan pengaturan terang hari keempat.

Terang pada hari keempat juga “memisahkan terang dari gelap.” (Kej. 1:18b). Seperti yang telah kita lihat dalam berita ketiga, pemisahan terang dari gelap telah terjadi (Kej. 1:4). Sekarang, berkuasanya penyinaran terang hari keem-pat memperkuat pemisahan untuk pertumbuhan hayat, kita memerlukan berkuasanya terang dan juga penguatan pemisahan. Inilah syarat kedua untuk pertumbuhan hayat.

(10) Munculnya Makhluk-makhluk Hidup di dalam Air

Pada hari kelima, hayat agak rendah dengan kesadaran yang terendah telah dihasilkan (Kej. 1:20-22). Sekalipun setiap bentuk hayat hewan mempunyai suatu derajat ke-sadaran, namun ada yang lebih tinggi, dan lainnya lebih rendah. Pertama-tama yang disinggung adalah ikan, sebagai hayat hewan dengan kesadaran terendah. Kita semua pernah mengalami hal ini. Misalnya ada ikan mas sedang berenang di dalam air, ketika kita dekati, mereka akan lari ke-takutan. Namun bila setelah kita taburkan makanan ke dalam air lalu kita pergi, ikan-ikan itu akan kembali. Hayat ini lebih tinggi daripada hayat pepohonan, hayat tumbuh-tumbuhan (Yeh. 47:7, 9). Meskipun tidak sangat tinggi, namun sudah lebih tinggi. Inilah langkah pertama dalam pertumbuhan hayat.

Ikan laut tinggal di dalam air asin. Lazimnya di dalam air asin tidak tumbuh apa-apa; air asin malah bisa mem-bunuh, sehingga hampir-hampir tiada tanaman yang dapat tumbuh. Air asin membunuh hayat. Namun, ikan dapat hidup di dalam air asin. Airnya boleh asin, tetapi ikannya tak pernah asin; kecuali mereka mati. Hal ini sangat berarti.

Semua umat manusia, seluruh masyarakat, adalah seperti lautan air asin yang luas. Namun, kita orang Kristen, masih dapat hidup. Kita dapat hidup, tinggal di dalam masyarakat yang seperti ini, dan tidak menjadi asin karenanya. Akan tetapi, begitu kita mati, kita akan menjadi asin. Orang-orang di daerah tertentu biasa memakan banyak ikan asin. Terlebih dahulu mereka menangkap ikan ter-sebut, membunuhnya, kemudian menaruhnya ke dalam ga-ram sampai ikan itu menjadi asin. Ketika ikan masih hidup, garam sama sekali tidak berdaya terhadapnya, ia dapat hidup di dalam air asin. Sungguh ajaib! Kita, orang Kristen yang memiliki hayat Kristus, dapat hidup di tengah-tengah masyarakat yang gelap dan jahat ini. Akan tetapi begitu kita mati, kita akan menjadi asin. Hari ini, jika Anda hidup, dan ada seorang teman sekolah Anda membujuk Anda untuk menonton bioskop atau mengisap ganja, Anda niscaya ber-kata, “Tidak!” Tak ada yang dapat mempengaruhi Anda. Te-tapi, jika Anda mati, Anda akan dibawa ke gedung bioskop, seperti domba dibawa ke tempat pembantaian. Sekali Anda disembelih, Anda akan mati, mengisap ganja, bahkan heroin. Jika demikian, Anda akan menjadi asin. Tetapi haleluya! Kita dapat tidak terpengaruh sehingga menjadi asin karena kita memiliki hayat. Hayat ini dapat menyingkirkan segala unsur garam dari lautan mati. Hayat ini dapat tetap hidup di dalam segala macam situasi yang mati. Di tengah-tengah lingkungan kematian, hayat ini tetap dapat hidup. Ini sung-guh balk, namun masih ada yang lebih baik lagi.

(11) Munculnya Makhluk-makhluk Hidup di Angkasa

Setelah ikan, lalu dijadikan unggas di angkasa pada hari yang kelima (Kej. 1:20-23). Inilah hayat yang agak tinggi dengan kesadaran yang agak rendah. Hayat burung lebih tinggi daripada hayat ikan. Ikan dapat hidup di dalam air kematian, tapi burung-burung dapat melampaui air kematian. Setelah Anda menjadi ikan, Anda masih harus bertumbuh hingga menjadi burung. Ketika teman sekolah Anda datang dan berkata kepada Anda, “Mari kita nonton bioskop.” Anda akan terbang. Tidak ada seorang yang dapat menjamah Anda. Anda melampaui segalanya. Anda bukan hanya dapat melawan rasa asin, bahkan Anda dapat melampauinya.

Setiap butir yang disinggung dalam pasal pertama kitab Kejadian, ada ayat Alkitabnya yang menyatakan bahwa itu adalah lambang. Misalnya, Tuhan Yesus berkata kepada Petrus bahwa dia akan menjadi penjala manusia (Mat. 4:19). Dengan perkataan ini, Tuhan Yesus menyamakan manusia dengan ikan di dalam laut. Juga di dalam Yesaya 40:31 dikatakan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan akan menjadi seumpama rajawali yang naik terbang. Inilah hayat yang lebih tinggi. Banyak yang dapat bersaksi bahwa mereka sering kali terbang ke atas. Kita dapat hidup dalam segala macam situasi. Tetapi dengan adanya pertumbuhan lebih lanjut, kita bukan hanya dapat tetap hidup dalam lingkungan yang buruk, bahkan dapat melampauinya. Kita terbang tinggi sehingga tidak ada suatu apa pun yang dapat menjamah kita. Haleluya! Sering kali saya berpikir ingin menjadi burung. Pada suatu hari, saya menemukan bahwa saya sesungguhnya adalah seekor burung. Sayalah seekor rajawali dengan dua sayap yang besar. Haleluya! Rajawali dapat terbang naik dan melampaui gangguan dan kekecewa-an dunia. Sungguh indah! Saya tidak mengatakan sesuatu yang tidak saya ketahui, atau sesuatu yang tidak terdapat di dalam Alkitab. Bacalah Yesaya 40:31. Kita dapat menjadi rajawali. Inilah langkah kedua pertumbuhan hayat. Memang baik sekali, tapi masih tidak cukup.

(12) Munculnya Makhluk-makhluk Hidup di Daratan

Pada hari keenam, hayat yang lebih tinggi dengan kesadaran yang lebih tinggi pun muncul (Kej. 1:24-25). Hayat yang lebih tinggi ini dapat menggenapkan sesuatu di bumi. Kejadian 49:9 berbicara tentang singa, Yehuda di-samakan dengan singa yang dapat mengerjakan banyak hal. 1 Samuel 6:7, 12a bercerita tentang dua ekor lembu menyusui yang menarik kereta dengan Tabut Perjanjian. Dua ayat ini menyatakan bahwa binatang buas dan ternak, keduanya dapat melakukan sesuatu di bumi. Kesadaran me-reka lebih tinggi daripada ikan, bahkan lebih tinggi daripada burung, dan mereka dapat mengerjakan sesuatu di bumi. Inilah langkah ketiga pertumbuhan hayat.

Kita mempunyai Kristus sebagai hayat di batin kita. Mulai dari tingkatan rumput, hayat tersebut akan bertum-buh ke sayur-sayuran, dari sayur-sayuran ke pepohonan. Kemudian, kita akan berada pada tingkatan lain, yaitu ting-katan binatang. Pada tingkatan ini, mula-mula kita menjadi ikan, lambat laun tumbuh menjadi burung, dan akhirnya tumbuh lebih lanjut pula menjadi salah satu ternak dengan hayat yang lebih tinggi, lebih kuat, dan lebih berarti.

Kita harus menyadari kebutuhan akan terang. Pada hari pertama, kita mempunyai terang dari Roh dan firman. Ketika maju terus, kita memerlukan terang hari keempat. Pada hari keempat, terang datang dari Kristus, dari gereja, dan dari kaum saleh yang bercahaya. Karena kita berada di bawah penerangan Kristus, gereja, dan kaum saleh yang bercahaya, kita tidak lagi sekadar memiliki munculnya ha-yat, juga memiliki bertumbuhnya hayat. Terang hari per-tama untuk menghasilkan hayat; terang hari keempat un-tuk pertumbuhan hayat. Terang hari keempat terutama secara langsung berasal dari Kristus, juga berasal dari gereja dan kaum saleh yang bercahaya. Kalau kita ingin ber-tumbuh di dalam hayat setelah kita menerima hayat kekal, pertama-tama kita harus berkontak dengan Kristus, kedua, harus dengan gereja, dan ketiga, dengan kaum saleh yang hidup. Ketika kita berada di bawah penyinaran se-demikian, kita berada di dalam proses pertumbuhan.

Mengenai proses pertumbuhan ini, saya bukan mem-bicarakan sesuatu yang teoritis. Saya tahu apa yang saya katakan, karena saya sendiri telah melalui semua tingkat-an-tingkatan itu. Empat puluh sembilan tahun yang lalu saya adalah setangkai rumput. Kemudian, saya tumbuh dari rumput menjadi sayur-sayuran. Setelah lewat sejangka waktu, saya adalah ikan, mampu hidup di dalam berbagai situasi yang buruk. Lalu saya mencapai tingkatan di mana saya dapat dengan mudah terbang tinggi di cakrawala. Ketika datang suatu kesulitan atau penganiayaan, ke-sukaran atau penderitaan dari ibu, saudara-saudara dalam daging, dari istri atau anak-anak, bahkan dari saudara-sau-dara dalam roh, saya dapat melampaui mereka. Ini benar-benar nyata.

Sering kali istri Anda mempersulit Anda. Sebelum Anda menjadi burung, Anda akan berdebat, berperang mulut dengannya. Begitu Anda menjadi rajawali, dan istri Anda mempersulit Anda, suami rajawali ini akan terbang tinggi membubung ke angkasa, dan mengamati terus sampai sang istri berkata, “Puji Tuhan.” Lalu suami rajawali ini akan kembali. Dengan pengalaman Anda, Anda dapat membeda-kan kapan Anda menjadi ikan dan kapan Anda menjadi rajawali. Kalau Anda belum mempunyai pengalaman demi-kian, saya berani mengatakan, pada suatu hari Anda akan menjadi rajawali. Rajawali tidak perlu bergumul, begitu ada kesulitan tiba, dia lantas terbang tinggi. Sungguh sulit menangkapnya. Ketika ada kesusahan, penderitaan, kesulit-an, rajawali terbang ke angkasa. Itulah kemenangan yang sesungguhnya, kemenangan yang melampaui segalanya. Bukankah Anda ingin menjadi rajawali yang sedemikian?

Namun, kadang-kadang ketika saya menjadi rajawali dan mudah sekali terbang tinggi, Tuhan berkata kepada saya, “Janganlah terbang ke tempat lain. Tinggallah menjadi seekor ternak. Kamu perlu menjadi seekor lembu, meng-hasilkan air susu untuk merawat orang, kamu harus memi-kulnya sebagai beban.” Ketika istri Anda menyusahkan Anda, janganlah terbang, berilah dia air susu. Berilah dia makan, dan pikullah dia sebagai beban.

Mungkin suami atau istri Anda adalah air kematian bagi Anda, asin dan mematikan. Jika Anda pohon atau sayur-sayuran, Anda tentu akan terbunuh. Tapi jika Anda telah bertumbuh dari tanaman menjadi ikan, Anda akan hidup. Pada mama yang lalu saya menjumpai banyak orang muda yang sangat baik sebelum mereka menikah. Namun begitu mereka menikah, mereka terbunuh. Suami-suami yang muda terbunuh oleh istri-istri yang muda, dan istri-istri yang muda terbunuh oleh suami-suami yang muda. Akan tetapi. saya juga melihat sejumlah orang saleh yang terkasih, mereka telah bertumbuh menjadi ikan yang hidup. Istri-istri tidak terpengaruh oleh betapa asinnya suami--suami mereka, dan suami-suami juga tidak terpengaruh oleh betapa asinnya istri-istri mereka. Mereka terus hidup. Setelah beberapa saat lamanya, mereka bertumbuh dari tingkatan ikan menjadi rajawali. Setiap kali mereka meng-hadapi kesukaran, mereka dapat melampauinya. Lambat laun, setelah hayat makin bertumbuh, mereka menyadari bahwa terbang jauh bukanlah penyataan yang lebih tinggi. Mereka sadar bahwa mereka perlu tinggal di bumi untuk menghasilkan air susu bagi keluarga mereka dan memikul keluarga mereka yang tersayang sebagai bebannya. Ketika Anda mencapai tingkatan ini dan istri terkasih Anda mem-persulit Anda, Anda tidak akan berkata apa-apa. Anda hanya menaruhnya di atas bahu Anda dan memikulnya sebagai beban. Ketika istri Anda mengajak Anda berdebat, Anda hanya menaruhnya di atas bahu Anda dan berkata, “Aku akan memikulmu sampai ke surga.”

Dalam 1 Samuel 6, terdapat sebuah kereta dengan Tabut Perjanjian. Anda perlu memikul sebagian dari berat Tabut Perjanjian. Anda perlu mengerjakan sesuatu, mem-punyai sedikit aktivitas di bumi. Janganlah terbang jauh. Apa yang disebut “kehidupan surgawi”, bukanlah kehidupan yang tertinggi. Setelah Anda menjadi sedemikian surgawi, Anda masih perlu kembali ke bumi. Janganlah hanya ber-tumbuh semakin tinggi saja, tetapi bertumbuhlah agar dapat turun ke bawah.

Tuhan Yesus adalah Allah, tetapi untuk memenuhi kehendak Allah, Dia datang ke bumi menjadi “lembu”. Dia datang untuk menjadi kurban persembahan, Dia datang untuk memikul semua beban kita. Setiap kali ada orang menganiaya Dia, Dia malah menaruh si penganiaya itu ke atas bahu-Nya, dan berkata, “Aku akan memikulmu ke surga.” Hayat macam apakah ini? Alangkah indah!

Sekarang dapatlah kita lihat bahwa setiap butir di dalam Kejadian 1 berhubungan dengan hayat. Saya persila-kan Anda membawa semua ayat dan semua butir yang terkandung di dalam berita ini kepada Tuhan di dalam doa. “Ya Tuhan, aku telah mempunyai hayat. Namun Tuhanku, Engkau tahu bahwa aku memerlukan terang hari keempat. Aku telah mempunyai terang hari pertama, tapi masih memerlukan terang hari keempat. Ya Tuhan Yesus, aku membutuhkan Engkau sebagai matahariku. Aku perlu se-cara langsung berkontak dengan-Mu. Setiap hari aku perlu berada di hadirat-Mu. Aku perlu berada di bawah penyinar-an-Mu. Aku juga memerlukan gereja, bulan itu. Dan aku memerlukan bintang-bintang. Aku memerlukan kaum saleh pemenang, mereka yang bersinar, yang membawa orang-orang berpaling kepada kebenaran. Aku memerlukan mereka yang dapat memindahkan orang-orang dari kegelapan kepada terang.” Kalau Anda mau berkontak dengan Tuhan sebagai matahari, gereja sebagai bulan, kaum saleh sebagai bintang-bintang bersinar, Anda akan mempunyai terang hari ke-empat. Melalui terang-terang inilah Anda akan bertumbuh. Tingkatan hayat di dalam Anda akan bertumbuh dari hayat tumbuh-tumbuhan menjadi hayat binatang. Anda akan bertumbuh hari demi hari. Kemudian Anda akan mampu melawan segala situasi yang mati, dan mampu melampaui setiap penentangan, penyimpangan, atau pencobaan. Akhir-nya, Anda akan kembali ke bumi untuk menjalankan kehendak Allah. Sungguh indah!

Namun, ini masih bukan hayat dengan kesadaran yang tertinggi, ini masih sebagai hayat yang lebih tinggi dengan kesadaran yang lebih tinggi. Kita perlu maju ke bagian ter-akhir hari keenam. Seperti apa yang akan kita lihat dalam berita selanjutnya, pada bagian terakhir hari keenam, mun-cullah hayat dengan kesadaran tertinggi, yaitu hayat manu-sia, suatu hayat yang mengekspresikan gambar Allah dan menguasai segalanya bagi Allah.