← Daftar isi Efesus (2) · bab 9/24

PENGUDUSAN, PEMBERSIHAN, PERAWATAN, DAN PEMELIHARAAN (2)

Dalam 5:26 dan 29 terdapat empat istilah yang penting: pengudusan, pembersihan, perawatan, dan pemeliharaan. Berhubung musuh telah menyelubungi keempat hal ini, maka tidak banyak orang Kristen yang memiliki pengertian yang jelas terhadap makna hal-hal ini. Karena itu, saya menerima beban berat dari Tuhan, untuk membahas hal-hal ini lebih lanjut dalam berita ini.

BERTAMBAHNYA UNSUR KRISTUS

Kehendak Allah dalam ekonomi-Nya bukan ingin mengoreksi atau memperbaiki kita, juga bukan ingin menggantikan orang yang buruk dengan orang yang baik. Dalam pandangan Allah, baik atau buruk tidaklah penting, satu-satunya perkara yang berharga dalam ekonomi-Nya ialah Kristus itu sendiri. Karena itu, Allah sangat damba menggarapkan Kristus ke dalam kita. Entah kita baik atau buruk, kita perlu menerima unsur Kristus ke dalam kita. Ini mencakup pekerjaan Kristus untuk menguduskan kita. Pengudusan dalam 5:26 tidak hanya berarti dipisahkan dari hal-hal yang umum, tetapi juga berarti memiliki unsur Kristus yang ditambahkan ke dalam kita.

Pengudusan bukan masalah perbaikan diri kita dari luar, agar kita cocok dengan situasi hidup gereja. Sebagai contoh, seorang saudara muda sebelum masuk ke dalam gereja mungkin agak kendur. Kini, karena ia tinggal di perumahan saudara, maka ia terus mengingatkan dirinya untuk berperilaku dengan tepat. Perilakunya itu bukanlah pengudusan, melainkan agama. Dalam pandangan Allah, perilaku yang agamis itu tercakup dalam apa yang disebut sampah oleh Paulus (Flp. 3:8). Tuhan tidak meng-inginkan koreksi diri atau pembenahan diri semacam itu; Tuhan ingin menjenuhi seluruh diri kita dengan diri-Nya sendiri. Maka, pengudusan bukanlah perilaku, melainkan ditambahkannya unsur Kristus ke dalam diri kita.

BUKAN PERILAKU YANG DIBUAT-BUAT, MELAINKAN EKSPRESI YANG WAJAR

Sebagai orang yang tahu Alkitab dan ajaran-ajaran Konghucu, saya mengetahui banyak orang Kristen yang menempuh hidup sehari-harinya seperti murid Konghucu. Di bawah pengaruh konsepsi yang agamis, mereka menganggap Alkitab sebagai sebuah buku doktrin dan ajaran-ajaran etika. Sebagai contoh, seorang saudari mungkin dengan sekuat tenaga berusaha mematuhi suaminya. Dengan berbuat demikian, sebenarnya ia hidup seperti penganut Konghucu, namun ia percaya bahwa ia adalah seorang Kristen yang baik. Ia menjelaskan tingkah lakunya demikian: menurut Alkitab, suami adalah kepala dan ia harus mematuhi suaminya. Perkataan ini kedengarannya baik sekali, tetapi itu agamis, karena tidak sesuai dengan ekonomi Allah, yakni yang menggarapkan Kristus ke dalam kita. Kita semua tahu bahwa dalam Efesus 5:22 Paulus menasihati para istri agar mematuhi suami mereka sendiri. Akan tetapi jangan lupa, bahwa hal itu menyambung perkataannya tentang dipenuhi di dalam roh (ayat 18). Ini menunjukkan bahwa ketaatan seorang istri harus berasal dari dipenuhi Roh dalam batin, bukan dari usaha taat yang dibuat-buat di luaran.

Acapkali dalam pernikahan orang Kristen seorang pendeta menasihati kedua mempelai dengan perkataan Paulus dalam Efesus 5. Istri berjanji untuk menaati suaminya, dan suami berjanji untuk mengasihi istrinya. Akan tetapi, baik mempelai laki-laki maupun mempelai perempuan tidak mengetahui bahwa ketaatan dan kasih adalah hasil dari dipenuhinya roh kita oleh Allah Tritunggal.

Kalau ketaatan seorang saudari itu sejati, ia tidak perlu berusaha dengan sengaja. Sebaliknya, ia dapat taat dengan wajar berkat pengalaman dan kenikmatannya atas Kristus. Boleh jadi ia tidak menyadari bahwa ia taat, karena ia bukan sengaja hendak berbuat demikian. Ketaatan yang demikian berasal dari unsur Kristus yang telah disalurkan ke dalam saudari itu. Alangkah berbedanya hal ini dengan ketaatan yang berasal dari ajaran yang mengatakan suami adalah kepala dan istri harus taat di bawahnya! Ketaatan yang dibuat-buat bersifat agamis dan tidak sesuai dengan ekonomi Allah.

MENERIMA KRISTUS SEBAGAI HAYAT

DAN PERSONA KITA

Besar sekali perbedaan yang terdapat di antara pengudusan dengan perilaku. Dalam pengudusan kita berbuat sesuatu tanpa disengaja; semuanya merupakan ekspresi yang wajar karena kita menerima Kristus sebagai hayat dan persona kita. Bila Kristus menjadi hayat dan persona kita, Ia hidup di batin kita dan Dialah yang mengasihi atau menaati. Taat karena Kristus yang tinggal di batin itu satu perkara, dan taat karena perilaku atau koreksi luaran itu mutlak perkara yang lain.

Para pemimpin dalam gereja tidak seharusnya menyuruh orang berbuat sesuatu, sebaliknya, kita semua harus dapat bersaksi bahwa hidup kita bukan menurut ajaran-ajaran yang lahiriah, melainkan menurut Kristus yang tinggal di dalam kita sebagai hayat dan persona kita. Sasaran kita bukanlah perilaku yang khas, melainkan menerima Kristus sebagai hayat dan persona kita. Selanjutnya, apa yang kita lakukan ialah pancaran hayat yang batiniah itu. Maka dengan wajar, para istri akan taat kepada suami mereka, para suami akan mengasihi istri mereka, dan anak-anak pun akan taat kepada orang tua mereka. Tetapi, kehidupan semacam ini bukanlah yang dibuat-buat, melainkan hasil dari dipenuhi di dalam roh kita oleh Allah Tritunggal.

Ketika kaum muda beroleh bantuan dari sebuah berita, mereka mungkin berkata bahwa mereka tidak lagi seperti dulu, tetapi hal ini mungkin tetap bersifat agamis, sebab kaum muda itu secara tidak sadar mungkin ingin memperbaiki diri mereka. Mereka mungkin berusaha dengan kekuatan sendiri untuk melakukan khotbah yang mereka dengar itu. Meronta-ronta karena ingin membuat diri sendiri berbeda itu bukanlah pengudusan.

Untuk mengalami pengudusan yang sejati, kita hanya perlu berkontak dengan Tuhan dan menerima-Nya sebagai hayat dan persona kita. Kita perlu berdoa, “Tuhan Yesus, Engkaulah hayat dan personaku. Terimalah aku, dudukilah aku, dan milikilah aku. O Tuhan, masuklah ke setiap pelosok hatiku, penuhilah hatiku dengan diri-Mu sendiri, dan berumahlah dalam hatiku. Tuhan, aku tidak peduli apakah aku berbeda atau tidak, aku pun tidak memperhatikan perilakuku. Aku hanya ingin Engkau memenuhi aku dan tertampil keluar melalui aku.” Bila Anda berkontak dengan Tuhan demikian, Ia akan berangsur-angsur dan dengan wajar bertambah di dalam diri Anda. Pertambahan Kristus inilah yang dapat menguduskan Anda.

SATU BEBAN YANG BERAT

Pengudusan yang subyektif tidak dapat terjadi melalui ajaran, melainkan melalui pekerjaan Kristus yang hidup di batin. Itulah sebabnya kita menekankan fakta bahwa dalam pemulihan Tuhan kita sangat sedikit memperhatikan doktrin tertulis, tetapi sangat memperhatikan pengalaman atas Kristus sebagai hayat dan persona kita. Saya tidak dapat menyatakan betapa beratnya beban dalam hati saya terhadap masalah ini. Kalau saya dapat membantu kaum saleh memahami apa itu pengudusan, saya percaya barulah beban saya ini akan terlepas. Ingatlah bahwa pengudusan sekali-kali bukan masalah perilaku atau perbaikan secara luaran. Allah damba menyalurkan unsur Kristus ke dalam kita dari hari ke hari. Hanya unsur inilah yang dapat membuat kita dikuduskan.

MEMBASUH SIFAT ALAMIAH

Dalam pengudusan yang subyektif ada unsur Kristus yang ditambahkan kepada kita, tetapi dalam pembersihan, ada sesuatu dari kita yang terkikis, khususnya sifat alamiah kita. Ketika kita dibersihkan, sifat alamiah kita dibasuh bersih. Sifat adalah aspek yang terdalam dari diri kita, yaitu akar dari diri kita. Sifat tertentu itu sudah ada sejak kita dilahirkan. Maka, sifat sepenuhnya berada di dalam. Akan tetapi karakter, yaitu kombinasi dari sifat, adat-istiadat, dan kebiasaan sebagian di dalam, ada sebagian lagi di luar, sedang perilaku sama sekali berada di luar. Tuhan Yesus tidak begitu memperhatikan perilaku kita, Ia lebih memperhatikan karakter kita, dan Ia paling memperhatikan sifat kita. Ketika Kristus menambahkan unsur-Nya ke dalam kita, Ia juga membersihkan kita dan menyingkirkan sifat alamiah kita. Pembersihan-Nya menyingkirkan unsur alamiah kita dari lubuk batin kita.

Kita telah menunjukkan bahwa Tuhan akan membasuh gereja dari segala kerut. Kerut itu berasal dari sifat alamiah kita. Maka satu-satunya cara untuk menghilangkan kerut ialah melalui pembersihan unsur sifat alamiah kita.

Kita mudah menunjukkan sifat kaum muda, tetapi seandainya Rasul Paulus beserta dengan kita, sulitlah kita mengenali sifatnya; sebab ia telah dibersihkan dan dimurnikan secara mendalam. Sifatnya yang usang dan alamiah telah dibasuh oleh unsur Kristus.

Pembasuhan atas sifat alamiah kita tidak dapat dilaksanakan melalui ajaran, melainkan hanya melalui penyaluran unsur Kristus ke dalam kita. Bila unsur Kristus ditambahkan, saat itu pula ada sesuatu yang berasal dari diri kita akan terkikis. Karena itu, di satu aspek, kita beroleh penambahan Kristus, di aspek lain, kita mengalami pengikisan atas sifat alamiah kita. Secara berangsur-angsur Kristus ditambahkan ke dalam diri kita, dan sifat alamiah kita terkikis habis. Hasil dari proses ini ialah transformasi, yaitu suatu perubahan metabolis yang olehnya unsur baru tersusun ke dalam kita, sedang unsur usang kita disingkirkan.

PEKERJAAN DARI KRISTUS YANG HIDUP

Kita telah menunjukkan bahwa Efesus 5:25-27 menyajikan Kristus dalam tiga tahap. Ketika Kristus berada dalam tahap pertama, tahap daging, Ia menuju ke salib dan di sana Ia menyerahkan diri-Nya bagi gereja. Lalu dalam kebangkitan Ia menjadi Roh pemberi hayat (1Kor. 15:45). Dalam tahap kedua ini Ia menguduskan dan membersihkan kita. Jika kita terbuka kepada-Nya dan mengatakan kepada-Nya bahwa kita mau menerima-Nya sebagai hayat dan persona kita, Ia akan bekerja di batin kita sebagai Roh pemberi-hayat untuk menambahkan diri-Nya sendiri kepada kita dan menyingkapkan keusangan sifat alamiah kita. Inilah pekerjaan dari Kristus yang hidup dalam pengudusan dan pembersihan.

PERAWATAN DAN KEPUASAN

Kini kita maju kepada masalah perawatan dan pemeliharaan. Ketika saya masih muda, saya menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari Kitab Efesus. Tetapi saya tidak mengerti apa artinya dirawat dan dipelihara. Namun, melalui pengalaman saya kemudian mengerti makna dirawat dan dipelihara oleh Kristus. Apabila kita terbuka kepada Tuhan Yesus dan menerima-Nya sebagai hayat dan persona kita, Ia akan menguduskan dan membersihkan kita. Pada saat itu pula Ia memberi kita perawatan. Kita mengetahui hal ini melalui fakta bahwa kita memiliki satu perasaan kepuasan batiniah yang ajaib. Jadi kepuasan itu berasal dari perawatan.

PEMBERSIHAN DAN PERAWATAN

Hanya dengan menerima suplai hayatlah baru kita dapat tahan terhadap pembersihan Tuhan atas sifat kita. Seorang dokter bedah tahu, kalau seorang pasien ingin tahan pembedahan, ia harus memiliki tubuh yang terawat baik. Karena itu, darah dan glukosa perlu ditransfusikan ke dalam tubuh pasien itu. Pembersihan Tuhan merupakan semacam pembedahan rohani, yaitu membedah lubuk kita yang terdalam. Pembersihan Tuhan adalah operasi atau pembedahan-Nya. Untuk operasi yang demikian kita benar-benar perlu perawatan-Nya.

Saya tahu ada seorang saudara yang sifat alamiahnya sangat kasar, hina, bahkan kejam. Adakalanya ia datang kepada saya, sambil meneteskan air mata, ia menyesali dirinya yang demikian buruk itu. Ia mengaku bahwa tidak seorang pun dapat memuaskannya, ia juga menganggap dirinya sebagai orang yang paling dibenci orang di dunia ini. Karena itu, ia ingin sekali mengetahui apakah yang harus ia perbuat terhadap situasinya itu. Saya tidak dapat berbuat apa-apa untuk menolong dia dari luar, tetapi saya dapat bersaksi bahwa Tuhan berangsur-angsur membersihkan dan memurnikannya dengan tuntas. Ia sangat mengasihi Tuhan dan terbuka sepenuhnya terhadap Tuhan. Berhubung ia memberikan tempat kepada Tuhan, maka Tuhan dapat masuk ke dalam untuk menguduskan dan membersihkannya. Tuhan mengoperasi dia dan membasuh bersih unsur-unsur sifat alamiahnya. Untuk menanggung pembedahan yang cukup besar itu, diperlukan suplai perawatan Tuhan yang batiniah. Saudara ini dapat bersaksi tentang perawatan dan kenikmatan yang Tuhan berikan kepadanya ketika ia mengalami pembersihan-Nya. Maka percayalah, setiap kali Tuhan menguduskan dan membersihkan, Ia pun merawat kita.

Setiap pengudusan dan pembersihan yang tidak disertai perawatan itu bukan yang sejati. Itu adalah produk usaha diri sendiri. Setiap kali Anda berusaha menguduskan atau membersihkan diri sendiri, Anda akan menderita kelaparan rohani. Namun, jika Tuhan yang menguduskan dan membersihkan, Ia pasti akan menyuplaikan perawatan, dan Anda akan menikmati kepuasan yang manis. Semakin Tuhan memurnikan Anda, semakin banyaklah perawatan-Nya yang akan Anda terima. Anda tidak akan menderita di bawah proses pemurnian, sebaliknya, Anda akan menikmati Tuhan dan suplai hayat-Nya yang melimpah.

DIPELIHARA OLEH KEHANGATAN

TUHAN YANG LEMBUT

Tatkala Tuhan merawat kita, Ia juga memelihara kita. Ia seperti seorang ibu yang memelihara anaknya, bahkan pada saat memberinya makan. Betapa anak-anak itu menikmati kehangatan dan hiburan ibu mereka! Bila Anda merenungkan pengalaman Anda, Anda akan memahami, ketika Tuhan menguduskan, membersihkan, dan merawat Anda, Ia juga memelihara Anda dengan kehangatan-Nya yang lembut. Pemeliharaan-Nya akan menghibur, menyejukkan, dan menenangkan Anda. Haleluya, atas pengudusan, pembersihan, perawatan, dan pemeliharaan-Nya!

PERCAYA DAN BERSANDAR PADA

KRISTUS YANG HIDUP

Hanya Kristus yang hiduplah yang dapat melakukan semuanya itu. Doktrin tidak berdaya melakukannya, Alkitab pun tidak. Jika Anda ingin mengalami pengudusan, pembersihan, perawatan, dan pemeliharaan, Anda harus percaya dan bersandar kepada Kristus yang hidup. Katakanlah kepada-Nya, “Tuhan Yesus, tidak ada satu pun yang dapat menggantikan Engkau. Tuhan, aku cinta ke-pada-Mu. Aku membuka hatiku kepada-Mu, dan aku berikan semua tempat dalam diriku bagi-Mu. Tuhan dudukilah aku dan jadilah hayat dan personaku. Tuhan, aku tidak menghiraukan hal-hal yang di luar, bahkan hidup gereja yang lahiriah. Aku hanya menghiraukan Engkau saja. Tuhan jadilah hayat dan personaku.” Jika Anda berkontak dengan Tuhan demikian, Anda akan merasa alangkah hidup, riil, tersedia, dan hadirnya Dia. Dia akan menguduskan Anda melalui menambahkan diri-Nya kepada Anda. Dia akan membersihkan Anda melalui membasuh bersih unsur usang dari sifat alamiah Anda. Dia juga akan merawat Anda dengan kekayaan-Nya dan memelihara Anda dengan kehangatan-Nya. Semuanya ini akan terjadi di batin Anda, sehingga Anda akan beroleh kenikmatan yang ajaib atas diri Tuhan. Itulah cara Tuhan mempersiapkan mempelai perempuan-Nya dan dengan cara inilah kita akan menjadi gereja yang mulia yang akan dipersembahkan Kristus kepada diri-Nya sendiri pada kedatangan-Nya kelak.