LAMBANG RAHASIA KRISTUS DAN GEREJA
Dalam nasihatnya yang tercantum dalam pasal 5, rasul menampilkan gereja sebagai mempelai perempuan Kristus. Aspek ini mewahyukan gereja berasal dari Kristus, seperti halnya Hawa berasal dari Adam (Kej. 2:21-22); gereja memiliki hayat dan sifat yang sama dengan Kristus, dan sebagai jodoh-Nya, bersatu dengan Dia, seperti Hawa yang menjadi satu daging dengan Adam (Kej. 2:24). Gereja sebagai manusia baru adalah suatu masalah anugerah dan realitas, sedang gereja sebagai mempelai perempuan Kristus adalah masalah kasih dan terang. Nasihat rasul dalam pasal 4 berfokus pada manusia baru dengan anugerah dan realitas sebagai unsur dasarnya. Tetapi pada pasal 5 fokus nasihatnya ialah mempelai perempuan Kristus dengan kasih dan terang sebagai substansi dasarnya. Dalam anugerah dan realitas kita harus hidup sebagai manusia baru, sedang dalam kasih dan terang kita harus bertindak sebagai mempelai perempuan Kristus.
Banyak orang Kristen mengetahui bahwa suami dan istri merupakan lambang Kristus dan gereja. Akan tetapi, kebanyakan orang hanya mengetahui lambang itu secara dangkal. Pengetahuan mereka tentang lambang rahasia ini tidak menjamah diri mereka dan tidak mempengaruhi kehidupan mereka. Kita perlu menyelami kedalaman lambang ini, agar diri dan hayat kita berubah karenanya.
LUKISAN LENGKAP DARI KRISTUS
DAN GEREJA
Suami istri pertama dalam Alkitab — Adam dan Hawa, menampilkan satu lukisan yang bermakna dan lengkap tentang Kristus dan gereja. Menurut Kitab Kejadian, Allah tidak menciptakan laki-laki dan perempuan dalam waktu yang sama dan dengan cara yang serupa. Pertama-tama, Allah membentuk tubuh manusia dari debu tanah. Kemudian Dia menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, dan manusia itu lalu menjadi satu jiwa hidup (Kej. 2:7). Sesudah Allah menciptakan manusia, Dia berkata, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya” (Kej. 2:18). Segala binatang dan unggas dibawa-Nya kepada Adam, dan Adam memberi nama kepada mereka, tetapi “ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia” (Kej. 2:20). Di batin Adam terkandung suatu hasrat untuk memperoleh seorang jodoh yang sepadan dengannya, sedang di antara ternak, binatang, dan unggas tidak dijumpai jodoh bagi Adam. Untuk menghasilkan seorang jodoh yang sedemikian, “TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak” (Kej. 2:21). Ketika Adam tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuknya, dan dari rusuk itu dibangun-Nya seorang perempuan (Kej. 2:22). Dalam ha-yat, sifat dan bentuknya, perempuan itu serupa dengan laki-laki. Karena itu, ketika Allah membawa perempuan itu kepada Adam, Adam segera mengumumkan, “Inilah dia tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku” (Kej. 2:23). Adam tahu bahwa pada akhirnya ia akan memperoleh jodoh.
Kejadian 2:24 menunjukkan bahwa seorang lelaki akan menjadi satu daging dengan istrinya. Kita tidak seharusnya menganggap sepasang suami istri sebagai dua persona yang terpisah, melainkan satu persona yang lengkap, seperti kedua belahan dari satuan yang utuh. Seorang suami dan seorang istri sebagai satu unit lengkap, adalah satu lukisan ajaib dari Kristus dan gereja, sebagai satu kesatuan.
Berhubung dalam alam semesta ciptaan Allah ini ti-dak ada jodoh atau pasangan bagi Kristus, maka Allah menyuruh Kristus mati di atas salib. Tatkala Ia “tidur” di sana, rusuk-Nya dibuka, dan mengalirkan darah dan air (Yoh. 19:34). Karena dalam Kejadian 2 masalah dosa belum ada, maka dalam pasal itu hanya tercatat tulang rusuk Adam saja yang diambil, sedikit pun tidak disinggung tentang darah. Tetapi dalam Yohanes 19 tercantum tentang darah bagi pemberesan problem dosa. Air melambangkan hayat Kristus yang mengalir, yakni hayat kekal, yang menghasilkan gereja. Hayat ini juga dilambangkan oleh rusuk itu. Menurut Yohanes 19, ketika Dia disalibkan, tidak ada sebatang pun tulang-Nya dipatahkan. Itu merupakan penggenapan nubuat Alkitab yang mengatakan, “Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah” (Mzm. 34:21). Tulang Kristus yang tidak patah melambangkan hayat Kristus yang tidak terpatahkan. Maka rusuk Adam melambangkan hayat kekal Kristus yang tidak terpatahkan. Gereja justru dibangun menjadi mempelai perempuan dengan hayat kekal ini, yaitu menjadi jodoh yang disediakan bagi Kristus. Dalam pembangunan mempelai perempuan ini, Kristus memperoleh gereja sebagai pasangan atau jodoh bagi diri-Nya sendiri.
Kita telah menunjukkan bahwa Hawa memiliki hayat dan sifat yang serupa dengan yang dimiliki Adam. Itu melambangkan gereja memiliki hayat dan sifat yang serupa dengan yang dimiliki Kristus. Selain itu, bagaimana Hawa segambar dengan Adam, maka gereja pun segambar dengan Kristus. Lagi pula, perawakan Hawa pun sangat mirip dengan perawakan Adam, itu pun menunjukkan bahwa perawakan gereja sama dengan perawakan Kristus.
SATU SATUAN YANG LENGKAP
Adam dan Hawa tergabung menjadi satu satuan yang lengkap. Seprinsip dengan itu, Kristus dan gereja juga tergabung menjadi satu satuan yang lengkap. Jadi, gereja ialah belahan Kristus yang lain. Adam dengan Hawa menjadi satu daging, tetapi Kristus dan gereja adalah satu roh (1Kor. 6:17). Kita dapat berkata kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, tanpa gereja, Engkau hanya separuh. Engkau tidak lengkap. Demikian pula, tanpa Engkau, kami tidak lengkap.” Terpujilah Tuhan, ketika Kristus dan gereja disatukan, terjadilah satu satuan yang lengkap!
Dalam gereja tidak ada tempat bagi hayat alamiah dan sifat insani kita yang jatuh. Hayat dan sifat insani tidak memadai untuk dicocokkan dengan Kristus. Untuk menjadi pasangan-Nya, kita perlu bersatu dengan Kristus baik dalam hayat maupun sifat. Ini berarti Kristus dan gereja sebagai satu satuan memiliki hayat dan sifat yang sama. Lagi pula, Kristus dan gereja memiliki gambar dan perawakan yang sama. Kita tidak boleh mengetahui hal ini hanya sebagai doktrin belaka, tetapi harus melihatnya sebagai visi surgawi. Kita perlu mengetahui mengapa kita harus menerima Kristus sebagai hayat kita dan mengambil bagian dalam sifat ilahi-Nya, bahkan ditransformasikan ke dalam gambar-Nya dari kemuliaan kepada kemuliaan. Kita pun perlu nampak bahwa kita harus mencapai ukuran perawakan kepenuhan Kristus, karena kita akan menjadi jodoh Kristus. Bila kita nampak visi ini, kita akan mengerti lambang Kristus dan gereja dalam Efesus 5 ini.
KRISTUS MERAWAT GEREJA
Dalam butir ini kita perlu maju melihat bagaimana Kristus merawat dan memelihara gereja. Ketika kita dirawat, ada sesuatu yang masuk ke dalam diri kita untuk memenuhi kebutuhan kita. Maka, perawatan berasal dari suatu suplai. Tanpa suatu suplai, tidak mungkin ada perawatan.
Kristus merawat gereja dengan segala kekayaan Bapa. Kristus ialah wujud kepenuhan ke-Allahan. Maka, segala kekayaan Allah berada di dalam Dia, dan Dia menikmati kekayaan itu. Lalu Ia merawat gereja dengan kekayaan ke-Allahan yang Ia nikmati sendiri.
Hal ini terbukti dalam Yohanes 15. Dalam pasal ini Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia adalah pokok anggur dan Bapa adalah pengusahanya, penggarap, penanam, atau petani. Kita, kaum beriman dalam Kristus, adalah ranting-rantingnya. Pohon anggur merawat ranting-rantingnya dengan apa yang diserapnya dari tanah. Allah Bapa ialah tanah, air dan segala sesuatu bagi Kristus yang menjadi pokok anggur. Pokok anggur menyerap kekayaan dari tanah dan air, mencernanya lalu menyalurkannya kepada ranting-rantingnya. Itulah artinya merawat atau memberi makan. Kristus merawat gereja dengan kekayaan Bapa yang telah diserap dan dicerna-Nya. Melalui merawat gereja, keperluan batiniah gereja dipenuhi oleh Kristus.
Memang benar mengatakan Kristus merawat gereja dengan hayat dan firman-Nya. Tetapi sumbernya bukanlah hayat atau firman, melainkan Bapa. Apa yang diterima Kristus dari Bapa menjadi hayat dan suplai hayat yang terwujud dalam firman. Karena itu, firman adalah firman hayat, bahkan roti hayat atau suplai hayat. Bila kita hari ini ingin menerima perawatan Kristus, kita wajib tinggal di dalam-Nya untuk menyerap unsur-Nya ke dalam diri kita sebagai hayat dan suplai hayat. Untuk mengalami hal ini secara riil, kita perlu berkontak dengan firman hidup dari hari ke hari, sebab firman ialah wujud hayat dan suplai hayat. Semakin kita tinggal di dalam Tuhan dan berkontak dengan firman, kita akan semakin mengalami perawatan-Nya. Inilah cara Kristus merawat gereja.
Semua anggota gereja perlu berlatih tinggal di dalam Tuhan. Di antara Tuhan dan kita tidak seharusnya ada sekatan dan pemisah, bahkan kita tidak boleh terlepas dari Dia. Begitu kita terlepas dari Dia, suplai perawatan itu akan terputus. Seiring dengan senantiasa tinggal di dalam Tuhan, kita pun harus setiap hari datang kepada Firman dan menerimanya ke dalam batin sebagai hayat dan suplai hayat. Kemudian barulah kita dapat menerima perawatan. Tidak hanya demikian, semua sidang gereja seharusnya menjadi sidang perawatan, demikian pula munajat pagi dan persekutuan antar orang kudus.
Ketika kita dirawat dengan hayat dan suplai hayat, kita akan bertumbuh dan dibasuh. Dalam berita berikutnya kita akan nampak bahwa firman yang merawat juga adalah firman yang membasuh. Air yang kita minum membersihkan setiap bagian dalam diri kita. Ketika kita tinggal dalam Tuhan untuk menerima kekayaan Bapa, dan ketika kita berkontak dengan firman untuk mene-rima hayat dan suplai hayat, kita akan dirawat oleh Kristus. Dengan cara inilah Kristus merawat gereja yang dikasihi-Nya.
KRISTUS MEMELIHARA GEREJA
Menurut Perjanjian Baru, perhatian Kristus terhadap gereja memiliki dua aspek: Aspek batin adalah merawat, dan aspek lahir adalah memelihara. Dirawat berarti ada sesuatu yang disalurkan ke dalam diri kita, sedang dipelihara berarti kita dihangatkan dan dihibur dari luar. Pemeliharaan berkaitan dengan lingkungan. Dalam lingkungan atau keadaan sekitar kita Tuhan Yesus sering seperti hembusan angin yang sejuk dan lembut meniupi diri kita. Ketika angin yang sejuk dan lembut ini bertiup, kita akan merasakan kesejukan yang lembut. Walau hal ini terjadi dalam lingkungan, tetapi hal itu merupakan suatu hal yang lebih tinggi daripada lingkungan itu sendiri; bahkan melebihi penyertaan Tuhan. Ketika penyertaan Tuhan menjadi satu angin yang lembut, itu berarti kita mengalami pemeliharaan-Nya. Pemeliharaan ini meliputi kesejukan, penghiburan, dan perhentian.
Dalam lingkungan hidup gereja, kita sering mengalami pemeliharaan Tuhan, walau mungkin kita tidak menyadarinya. Akan tetapi, bila kita dalam sejangka waktu berada dalam lingkungan yang tanpa gereja, kita merasa bahwa iklimnya berubah dan lingkungannya berbeda. Lalu kita mulai merasa bahwa kita telah kehilangan sesuatu; yakni angin yang sejuk dan lembut itu tidak berhembus lagi. Mungkin kita memiliki segala hal yang kita perlukan untuk hidup dalam hal materi, namun kita tahu ada sesuatu yang dulu pernah kita nikmati kini telah lenyap. Bila kita kembali ke dalam hidup gereja, kita akan segera dan spontan memasuki lagi lingkungan dan atmosfer pemeliharaan Tuhan, dan sekali lagi kita disejukkan, ditenangkan, dan dihibur. Inilah artinya pemeliharaan.
Sebagaimana seorang anak dipelihara oleh penyertaan ibunya, demikian pula kita dipelihara oleh penyertaan Tuhan. Cucu perempuan saya yang kecil sering mendambakan penyertaan intim dari ibunya. Hanya berada dalam penyertaan ibunya itu sudah merupakan suatu penghiburan baginya. Penyertaan ibunya memberikan satu atmosfer yang lembut dan sejuk. Demikian pula, penyertaan Tuhan mendatangkan satu atmosfer yang lembut dan hangat untuk memelihara diri kita.
Kita dapat mengalami atmosfer yang sedemikian dalam sidang-sidang gereja. Saya tidak senang jika ada orang kudus yang tidak memperhatikan sidang, malah lebih suka bersekutu di rumah mereka sendiri. Tidak peduli berapa nikmatnya persekutuan di rumah Anda, atmosfer di sana tidak seperti atmosfer dalam sidang yang penuh pemeliharaan. Alangkah menyenangkan iklim rohani dalam perhimpunan orang kudus! Begitu kita masuk ke dalam atmosfer ini, kita akan dipelihara oleh penyertaan Tuhan. Melalui atmosfer yang dihasilkan oleh penyertaan pengeraman Tuhan inilah Ia memelihara gereja-Nya. Berada dalam iklim, atmosfer, dan lingkungan demikian memberi kita perhentian, penghiburan, penyembuhan, pembasuhan, dan dorongan. Tidak ada atmosfer lain dapat dibandingkan dengan atmosfer sidang-sidang gereja. Karena itulah saya tidak ingin melewatkan sidang gereja walau sekali.
Perawatan dan pemeliharaan berjalan seiring. Melalui perawatan kita menikmati suplai hayat di batin, dan melalui pemeliharaan kita mengalami atmosfer penyejukan dan penghiburan di lahir. Bila kita berada dalam suatu atmosfer pemeliharaan, kita dapat menyerap setiap perkataan ministri. Ini menunjukkan bahwa di bawah pemeliharaan kita akan menerima perawatan. Sebuah gereja yang terawat dan terpelihara sedemikian rupa pasti akan menjadi perkasa dan sehat.
Perawatan dan pemeliharaan adalah bagian gereja, yang harus terdapat dalam setiap sidang. Jika dalam sidang tidak ada perawatan dan pemeliharaan, itu berarti ada masalah. Tetapi masalah itu boleh jadi pada diri Anda sendiri, bukan pada gereja. Jika Anda wajar, normal, dan sehat, Anda akan menikmati atmosfer pemeliharaan penyertaan Tuhan dalam gereja, dan dalam atmos-fer ini Anda akan menerima perawatan, yakni suplai hayat. Terpujilah Tuhan atas cara Dia memperhatikan gereja! Orang-orang dalam gereja mempunyai hak untuk menikmati Tuhan dengan cara yang demikian halus, lem-but, intim, dan riil.
PERTAMBAHAN KRISTUS
Bagaimana Hawa sebagai istri Adam, demikian pula gereja sebagai mempelai perempuan Kristus (Yoh. 3:29; Why. 19:7; 21:2, 9). Lagi pula, Hawa merupakan pertambahan Adam, dan gereja adalah pertambahan Kristus (Yoh. 3:30). Ketika Yohanes Pembaptis diberi tahu bahwa banyak orang datang kepada Kristus, ia berkata, “Yang punya mempelai perempuan ialah mempelai laki-laki” (Yoh. 3:29). Kemudian ia melanjutkan, berkata, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (ayat 30). Ber-tambah dalam ayat 30 ialah mempelai perempuan dalam ayat 29. Jadi, bertambahnya Tuhan berarti Dia harus mempunyai mempelai perempuan. Semua pengikut harus pergi kepada-Nya, dan semua orang yang percaya kepada-Nya harus mengikuti-Nya untuk menjadi pertambahan-Nya. Walau Yohanes mengatakan hal ini dengan kata-kata yang jelas, namun ia sendiri tidak mau melakukannya.
Itulah sebabnya Allah mengizinkan ia dipenjarakan dan akhirnya dipenggal. Terakhir, Yohanes Pembaptis tidak menerima apa-apa, dan semua pertambahan, mempelai perempuan, pergi kepada Mempelai laki-laki menjadi pertambahan-Nya. Seperti halnya Hawa sebagai pertam-bahan atau perbanyakan Adam, begitu pula gereja sebagai mempelai perempuan Kristus, adalah pertambahan Kristus.
KEHIDUPAN PERNIKAHAN DAN
KEHIDUPAN GEREJA
Bila kita terkesan dengan berbagai aspek dari lambang rahasia Kristus dan gereja yang diungkapkan dalam Efesus 5 ini, kita tidak saja akan memiliki hidup gereja yang wajar, juga memiliki kehidupan pernikahan yang wajar. Para istri akan tahu apakah yang menjadi tanggung jawab mereka, begitu pula para suami. Beban Paulus di sini ialah membahas hidup gereja dan kehidupan pernikahan. Dalam tulisannya ini Paulus tidak memisahkan kehidupan pernikahan dari hidup gereja. Sebaliknya, ia menyatukan keduanya itu, sebab ia tahu bahwa kehidupan pernikahan sebenarnya adalah bagian dari hidup gereja. Tanpa kehidupan pernikahan yang wajar, sulitlah ada hidup gereja yang wajar. Kita bersyukur kepada Tuhan bahwa melalui hidup gereja yang wajar, maka kehidupan pernikahan kita pun menjadi wajar. Alangkah ajaibnya! Demikianlah lambang rahasia Kristus dan gereja!