← Daftar isi Efesus (2) · bab 23/24

PEKERJAAN YANG TELAH DIGENAPKAN ALLAH BAGI GEREJA

Pembacaan Alkitab:

Ef. 1:4-5, 7, 13-14, 17-18; 2:4-6, 8, 10, 13, 16;

3:16-17, 19; 4:4, 7, 12-13, 15-16,

23; 5:26, 29; 6:11-13

Dalam berita ini kita akan membahas lebih dari tiga puluh butir yang berkaitan dengan pekerjaan yang telah digenapkan Allah bagi gereja. Kebanyakan dari butir-bu-tir ini diekspresikan sebagai kata kerja dalam berbagai ayat di seluruh Kitab Efesus ini.

DIPILIH

Dalam Efesus 1:4 Paulus berkata, “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.” Ketika Allah merencanakan untuk memiliki gereja, Allah memilih kita dalam kekekalan yang lampau. Fakta bahwa kita telah dipilih dalam kekekalan yang lampau berarti keselamatan kita telah dimulai sebelum dunia dijadikan, dan sebelum waktu bermula. Kata memilih menyiratkan bahwa ada orang yang dipilih dan ada orang yang tidak dipilih. Puji Tuhan, kita adalah orang-orang yang dipilih! Jika kita beralih ke dalam roh kita dan berkontak dengan Tuhan atas masalah ini, kita akan nampak sebagaimana Allah itu kekal adanya, maka pilihan-Nya atas kita pun berkaitan dengan kekekalan.

DITENTUKAN

Efesus 1:5 mengatakan bahwa kita telah ditentukan kepada keputraan (menjadi anak-anak-Nya). Kata “diten-tukan” dalam bahasa aslinya berarti ditandai dari semu-la, ditandai sebelumnya. Dalam kekekalan, Allah melalui pandangan-Nya, telah memberi tanda kepada kita dari antara sejumlah besar manusia. Karena kita telah diberi tanda sebelum alam semesta ini diciptakan, maka kita tidak dapat melarikan diri dari Allah. Mungkin kita ingin meninggalkan Allah, tetapi Ia tidak akan meninggalkan kita. Apa yang sedang Allah lakukan di atas diri kita bu-kan dimulai oleh kita di dalam waktu, melainkan dimulai oleh Allah di dalam kekekalan.

DIKASIHI

Setelah memilih dan menentukan kita, Allah menciptakan kita dalam Adam. Akan tetapi manusia yang Allah ciptakan itu telah jatuh. Namun Allah tetap mengasihi kita. Dalam Efesus 2:4 Paulus membicarakan kasih yang besar yang olehnya Allah mengasihi kita. Ia mengasihi kita sekalipun pada waktu kita mati dalam pelanggaran dan dosa-dosa, ketika kita hidup menurut zaman dunia ini, dan menaati penguasa kerajaan di angkasa (2:1-2). Dalam Efesus 5:25 Paulus mengatakan bahwa Kristus mengasihi gereja dan menyerahkan diri-Nya baginya. Karena itu, kita bukan hanya orang-orang yang dipilih dan ditentukan, bahkan adalah orang-orang yang dikasihi.

Alkitab menekankan kasih Allah bagi kita setelah kejatuhan, bukan sebelum kejatuhan. Efesus 2 membuktikan hal ini. Bahkan setelah kita menjadi anak-anak durhaka, Allah tetap mengasihi kita. Kejatuhan kita memberi kesempatan bagi kasih Allah.

DIPANGGIL

Dalam Efesus 4:4 Paulus mengatakan bahwa kita dipanggil dalam satu pengharapan panggilan kita. Banyak di antara kita yang mengetahui dengan tepat waktu dan tempat kita dipanggil. Saya masih ingat sore hari ketika saya dipanggil oleh Allah. Allah mendatangi saya, dan mengunjungi saya dengan penuh rahmat, lalu Ia memanggil saya. Sejak saya dipanggil, saya ditangkap oleh Tuhan. Sebagai orang-orang yang telah ditangkap Allah, kita tidak dapat melarikan diri dari Dia. Kita mungkin sudah mencoba, tetapi kita benar-benar tidak dapat berbuat demikian. Jika kita melarikan diri dari Dia untuk sementara, akhirnya Ia tetap membawa kita kembali kepada-Nya. Fakta ini membuktikan bahwa kita telah dipanggil oleh-Nya.

DITEBUS

Dalam Efesus 1:7 Paulus mengatakan tentang penebusan, “Sebab di dalam Dia kita beroleh penebusan oleh darah-Nya, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan anugerah-Nya.” Ketika Allah menggenapkan pekerjaan-Nya bagi gereja, Ia menebus kita.

DIDAMAIKAN

Allah juga telah mendamaikan kita dengan diri-Nya sendiri (2:16). Kita perlu didamaikan sebab kita dulu adalah seteru Allah, dan telah berontak melawan Dia. Jadi ada perseteruan di antara kita dengan Allah. Tetapi melalui kematian Tuhan di atas salib, kita telah diselamatkan dari situasi kejatuhan kita, dan didamaikan dengan Allah. Puji Tuhan, sekarang tidak ada apa pun yang memisahkan kita dari Dia! Kita mungkin masih tetap lemah, tetapi kita sekarang berada dalam kondisi yang telah didamaikan. Ketika kita bersekutu dengan Tuhan, kita merasa sukacita. Tetapi ketika kita kehilangan kontak dengan Tuhan, kita merasa sedih. Bagaimanapun, apa saja yang kita rasakan, kita telah didamaikan dengan Dia.

DISELAMATKAN

Dalam Efesus 2:8 Paulus memberi tahu kita bahwa “karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman”. Sebelum kita diselamatkan, kita dapat menikmati beberapa hiburan duniawi, tetapi setelah kita diselamatkan, selera kita berubah dengan spontan. Jika Anda kembali kepada perkara-perkara yang Anda nikmati sebelum Anda diselamatkan, Anda akan merasa perkara-perkara itu sangat berbeda. Alangkah dahsyatnya perbedaan yang terjadi karena keselamatan Allah!

DIANUGERAHI

Dalam Efesus 1:6 Paulus memakai bentuk kata kerja dari kata anugerah yaitu, “yang dianugerahkan-Nya (di-karuniakan-Nya) kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya”. Ia telah meletakkan kita ke dalam posisi anugerah agar kita menjadi obyek anugerah-Nya dan perkenan-Nya, dan agar kita dapat menikmati segala apa adanya Allah bagi kita. Beberapa versi mengatakan bahwa Allah telah berkenan kepada kita. Kita telah dianugerahi, di-perkenan di dalam Dia, yang dikasihi.

DIHIDUPKAN

Dalam Efesus 2:5 kita nampak bahwa Allah telah menghidupkan kita bersama Kristus. Sebagai orang yang menjadi seteru Allah, kita perlu didamaikan, sebagai orang yang terhilang, kita perlu diselamatkan. Selain itu, sebagai orang yang mati dalam pelanggaran dan dosa-dosa, kita perlu dihidupkan. Ketika kita menyeru nama Tuhan Yesus, kita dihidupkan melalui menerima Roh hayat. Ketika Kristus masuk ke dalam kita, Ia datang dengan hayat ilahi. Dengan cara ini Ia menghidupkan kita. Ia menghidupkan kita melalui menjadi hayat di batin kita. Hayat yang olehnya kita dihidupkan mencakup hukum hayat, perasaan hayat, persekutuan hayat, dan setiap aspek lainnya dari pengalaman hayat itu.

DIBANGKITKAN

Dalam Efesus 2:6 kita nampak bahwa kita telah dibangkitkan bersama dalam Kristus. Kita tidak saja telah mati, tetapi juga telah dikubur. Karena itu, Allah tidak saja menghidupkan kita, Ia pun membangkitkan kita dari antara orang mati. Terpujilah Dia, kita telah dibangkitkan dari kubur!

DIDUDUKKAN

Dalam Efesus 2:6 kita juga nampak bahwa Allah telah “mendudukkan kita bersama-sama dengan Dia di surga.” Banyak orang Kristen sedang menanti untuk naik ke surga, tetapi kita sudah berada di surga. Di dalam Kristus, Allah telah mendudukkan kita semua bersama-sama di surga, sekali untuk selamanya. Hal ini telah dirampungkan ketika Kristus dinaikkan ke surga, dan itu diterapkan kepada kita oleh Roh Kristus. Hari ini kita memahami realitasnya dalam pengalaman dalam roh kita melalui iman dalam fakta yang telah rampung itu. Bila kita benar-benar melatih roh kita, kita akan merasa bahwa kita sedang duduk di surga, melihat ke bawah kepada situasi bumi ini. Akan tetapi, jika kita melatih alasan atau akal alamiah kita, tanpa memakai roh kita, kita akan merasa diri kita berada di bumi. Namun, menurut wahyu Alkitab, kita sekarang duduk bersama-sama Kristus di surga.

DIBELI

Efesus 1:14 mengatakan tentang penebusan milik, atau milik yang dibeli. Perjanjian Baru mewahyukan bahwa Allah telah membeli kita dengan harga yang mahal, yaitu dengan darah Kristus yang mustika. Untuk memiliki kita, Allah telah membayar harga yang demikian tinggi.

DIMETERAIKAN

Efesus 1:13 mengatakan bahwa kita “dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu”. Ayat ini menunjukkan bahwa Allah telah memeteraikan kita; Ia telah membubuhkan meterai-Nya ke atas kita. Meterai ini adalah Roh Kudus sendiri. Setelah kita dibeli dengan darah Kristus, Allah memeteraikan kita. Karena kita telah dimeteraikan, maka kita mengenakan satu tanda, yaitu gambar Allah. Walaupun kita mungkin gagal dan menjadi najis, tetapi meterai, tanda ini tidak akan terha-pus.

DIMILIKI

Dalam Efesus 1:14 Paulus mengatakan bahwa kita telah menjadi milik Allah, yaitu milik kepunyaan-Nya. Allah memiliki kita. Kita harus menyadari bahwa kita adalah milik-Nya.

DIJAMIN

Kita adalah milik Allah di satu pihak, dan Dia adalah milik kita di pihak lainnya. Karena kita adalah milik Dia, kita dimeteraikan dan dimiliki-Nya, dan karena Dia adalah milik kita, kita telah menerima jaminan bahwa Dia adalah bagian kita, warisan kita. Warisan kita tidak ada sangkut pautnya dengan benda-benda materi, warisan kita adalah Allah sendiri. Kita mempunyai Roh Kudus sebagai jaminan, tanggungan, persekot, deposito, pencicipan, dan contoh dari warisan kita itu.

DICIPTAKAN

Efesus 2:10 mengatakan, “Karena kita ini buatan (karya agung) Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus un-tuk melakukan pekerjaan baik.” Ayat ini bukan membicarakan penciptaan pertama, melainkan penciptaan kedua, yaitu penciptaan manusia baru. Kita semua telah diciptakan bersama sebagai karya agung Allah, puisi Allah. Kata “buatan” di sini dalam bahasa aslinya berarti sesuatu yang telah dibuat, pekerjaan tangan, atau sesuatu yang ditulis atau dikarang sebagai puisi. Gereja merupakan sebuah puisi yang ditulis oleh Allah. Dalam alam semesta tidak ada apa pun yang lebih berarti daripada gereja. Gereja, manusia baru yang korporat, adalah karya agung Allah!

Mengenai gereja, kata diciptakan dipakai tiga kali dalam Kitab Efesus. Selain Efesus 2:10, juga dipakai dalam Efesus 2:15, yang mengatakan bahwa Kristus membatalkan hukum Taurat dengan perintah-perintah dalam ketentuan-ketentuan untuk menciptakan satu manusia baru. Dalam Efesus 4:24 dikatakan bahwa manusia baru diciptakan menurut Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Ditinjau dari segi manusia, dalam gereja terdapat banyak kekurangan, tetapi ditinjau dari pandangan Allah yang kekal, gereja adalah satu hasil yang telah rampung, yang telah digenapkan oleh Allah. Allah merasa senang dan Ia dapat membanggakannya kepada musuh-Nya, “Iblis tidak peduli berapa banyak yang kaulakukan, Aku telah menyempurnakan pekerjaan-Ku. Aku telah menciptakan satu manusia baru.” Dalam pandangan Allah, gereja telah rampung dibangun.

DIDEKATKAN

Efesus 2:13 mengatakan, “Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu ‘jauh’, sudah menjadi ‘dekat’ oleh darah Kristus.” Dulu kita jauh dari Allah dan sesama kita, tetapi di dalam Kristus Yesus, Allah telah membuat kita dekat. Sebelum kita diselamatkan dan didekatkan, kita tidak dapat berbicara sebagai saudara dan saudari. Tetapi sekarang kita mempunyai perasaan yang dalam bahwa di dalam Kristus kita lebih akrab terhadap saudara saudari daripada terhadap saudara saudari kandung kita.

DITERANGI

Sekarang baiklah kita maju terus membahas bebe-rapa hal yang dari pandangan Allah telah rampung, na-mun dari pengalaman kita masih berada dalam proses perampungannya. Pertama adalah masalah diterangi. Dalam Efesus 1:18 Paulus mengatakan mata hati kita diterangi, dan dalam Efesus 5:14 dikatakan Kristus akan bercahaya di atas diri kita. Di satu aspek, Allah telah menerangi kita, tetapi di aspek lain, kita masih perlu diterangi. Kita mungkin tertutup, terselubung oleh hal-hal tertentu, dan perlu beralih kepada terang, agar terang itu bisa bercahaya di atas diri kita.

Jika kita ingin diterangi, kita harus beralih ke roh. Menurut Efesus 1:17-18, penerangan berkaitan dengan menerima roh hikmat dan wahyu dalam pengetahuan Allah yang penuh. Jika kita tinggal dalam pikiran alamiah kita, kita akan berada dalam kegelapan. Namun, bila kita beralih ke roh kita yang telah dilahirkan kembali, kita akan diterangi.

Saya prihatin terhadap mereka yang tidak mau membuka diri mereka dalam sidang. Menutup diri secara demikian berarti berada dalam kegelapan. Kita perlu membuka diri kita melalui mengutarakan sesuatu bagi Tuhan di dalam sidang. Bila kita beralih dari akal ke roh, kita akan diterangi. Kita bangun, dan Kristus akan bercahaya di atas kita. Tatkala kita berdiri berbicara, terang itu akan bercahaya di atas diri kita, dan kita akan diterangi. Semakin kita diterangi, kita akan semakin mengalami pekerjaan yang telah Allah rampungkan bagi kita.

DIKUATKAN

Dalam pasal 3 Paulus berdoa agar manusia batiniah kita, roh kita yang telah dilahirkan kembali dan yang dihuni oleh Roh Kudus, dikuatkan oleh kuat kuasa (ayat 16). Bila kita diterangi, kita akan menyadari perlunya manusia batiniah kita dikuatkan.

DIHUNI

Manusia batiniah kita perlu dikuatkan agar Kristus dapat berumah dalam hati kita (3:17). Kristus berumah di dalam kita berarti kita dihuni oleh-Nya. Kristus, persona yang hidup, ingin tinggal di dalam kita, memenuhi setiap bagian batiniah kita dengan diri-Nya sendiri. Semua bagian batiniah kita harus menjadi sebuah rumah bagi Kristus, agar kita dapat diduduki sepenuhnya oleh-Nya.

BERAKAR DAN BERDASAR

Ketika Kristus berumah di dalam kita, kita akan menikmati Dia sebagai kasih yang tidak terbatas. Dalam perkataan Efesus 3:17, kita akan “berakar serta berdasar di dalam kasih”. Kita berakar dalam Kristus untuk pertumbuhan, dan kita berdasar dalam Dia untuk pembangunan.

DIPENUHI

Ketika kita dikuatkan ke dalam manusia batiniah kita, ketika Kristus berumah di hati kita, dan ketika kita berakar dan berdasar dalam kasih, kita akan dipenuhi di dalam segala kepenuhan Allah (3:19). Di dalam roh kitalah, kita dipenuhi di dalam segala kepenuhan Allah Tritunggal, hingga kita menjadi ekspresi-Nya.

DIANUGERAHKAN PEMBERIAN (KARUNIA)

Dalam Efesus 4:7 Paulus berkata, “Tetapi kepada kita masing-masing telah diberikan anugerah menurut ukuran pemberian (karunia) Kristus”. Karena setiap anggota telah menerima anugerah, maka setiap anggota adalah satu karunia kepada Tubuh Kristus. Tidak peduli betapa tidak berartinya kita, kita semua adalah orang yang memiliki karunia. Jangan mengira Petrus, Yakobus, Yohanes, dan Paulus yang memiliki karunia, dan Anda tidak. Karena kita semua memiliki karunia, kita semua harus berfungsi di dalam sidang. Sering kali perkara tertentu tidak begitu membantu bila dikatakan oleh penatua daripada bila perkara itu dikatakan oleh salah seorang di antara kaum saleh. Allah telah merampungkan suatu pekerjaan yang lengkap bagi kita. Ditinjau dari pekerjaan itu, kita seharusnya belajar berfungsi. Semua butir yang telah kita bahas sejauh ini membuat kita tidak ada alasan untuk tidak berfungsi. Bukankah semua perkara yang ajaib itu telah dirampungkan bagi kita? Kita telah dipilih, ditentukan, dikasihi, dipanggil, ditebus, didamaikan, diselamatkan, dianugerahkan, dihidupkan, dibangkitkan, didudukkan, dibeli, dimeteraikan, dimiliki, dijamin, diciptakan, didekatkan, diterangi, dikuatkan, dihuni, berakar, berdasar, dan dipenuhi. Mungkinkah kita memiliki semua ini tanpa beroleh karunia? Jelas tidak mungkin. Puji Tuhan, kita semua telah beroleh karunia!

Kita telah sering menegaskan bahwa Tuhan membenci perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus (Why. 2:6). Hal ini berarti Ia membenci “sistem paderi-awam”, yang merupakan kekejian dalam pandangan-Nya. Namun, karena pengaruh kekristenan yang telah merosot, banyak yang masih tidak berfungsi di dalam sidang. Untuk menghapus pengaruh yang demikian, kita semua harus belajar berfungsi.

DIPERLENGKAPI

Dalam Efesus 4:12 Paulus selanjutnya membicarakan hal memperlengkapi kaum saleh. Kata “memperlengkapi” dalam bahasa aslinya berarti “disempurnakan”. Sebagai orang yang telah dianugerahi karunia, kita saling menyempurnakan atau memperlengkapi dengan karunia kita. Ada orang mungkin akan menyanggah, hanya para rasul, nabi, penginjil, gembala dan pengajarlah yang dapat menyempurnakan orang. Akan tetapi, ayat 16 mengatakan seluruh tubuh rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh fungsi semua bagiannya, sesuai dengan kadar (ukuran) pekerjaan tiap-tiap anggota. Kita semua adalah bagian-bagian dari Tubuh. Bila kita berfungsi, kita akan membantu orang lain untuk disempurnakan. Selain itu, kalau kita berfungsi, kita adalah yang pertama disempurnakan. Setiap kali saya menyuplaikan firman, sayalah yang pertama menerima faedah dari pelayanan saya. Kita semua harus menyempurnakan orang lain dan disempurnakan melalui berfungsi. Jika Anda merasa Anda telah disempurnakan melalui berfungsi, itu menunjukkan bahwa orang lain juga telah disempurnakan. Semoga kita semua dapat saling menyempurnakan.

BERTUMBUH

Sebagai hasil dari disempurnakan, kita bertumbuh ke dalam Kristus (4:15-16). Kita saling menyempurnakan melalui saling membantu untuk bertumbuh dalam hayat. Menyempurnakan kaum saleh berarti memberi makan atau merawat mereka. Saya dapat bersaksi bahwa saya telah menerima banyak makanan atau gizi dari kaum saleh. Makanan atau gizi itu telah membantu saya untuk bertumbuh.

DISUSUN BERSAMA

Menurut Efesus 4:16, Tubuh itu rapi tersusun. Hal ini untuk pembangunan. Berapa banyaknya kita telah tersusun bersama orang lain, tergantung pada penyempurnaan dan pertumbuhan kita. Melalui perawatan kita bertumbuh, dan melalui pertumbuhan kita disusun bersama kaum saleh.

DIIKAT BERSAMA

Lagi pula, dalam Efesus 4:16 kita nampak bahwa kita diikat menjadi satu. Hal ini erat hubungannya dengan masalah tersusun. Tetapi, ini menekankan aspek dilekatkan. Kita harus dilekatkan kepada satu sama lain. Ketika kita disusun dan diikat menjadi satu, kita akan terbangun. Begitu kita dibangun dalam hidup gereja, sangat sukarlah kita meninggalkan gereja. Hal ini sama sekali berbeda dengan mengikuti suatu denominasi. Kita bukan memasuki gereja, melainkan dibangun ke dalamnya. Mereka yang sudah dibangun ke dalam gereja tidak dapat ditarik atau didorong ke luar.

DIPERBARUI

Efesus 4:23 membicarakan tentang, “dibarui di dalam roh pikiranmu” (Tl.). Kita semua harus diperbarui. Kita harus membuang unsur yang usang, dan membiarkan unsur baru digarapkan ke dalam kita. Unsur yang usang, unsur Adam, harus dibuang, dan unsur baru, unsur Kristus, harus ditambahkan sebagai gantinya.

DIKUDUSKAN

Menurut Efesus 5:26, Kristus sedang menguduskan gereja. Dikuduskan berarti ada sifat ilahi yang digarapkan ke dalam sifat insani. Sekali lagi kita dapat memakai ilustrasi membuat air teh. Ketika teh dimasukkan ke dalam air, maka air itu akan berbaur dengan teh. Dengan prinsip sama, ketika unsur ilahi ditambahkan ke dalam kita, kita akan dikuduskan. Kristus seperti teh surgawi yang digarapkan ke dalam kita. Dikuduskan tidak berarti kita mengenakan busana tertentu, atau merias rambut dengan gaya khusus, itu hanya koreksi atau penataan lahiriah belaka. Saya tidak membela rambut gondrong atau rambut pendek, tetapi saya setuju dengan rambut yang dikuduskan. Ketika unsur Allah digarapkan ke dalam diri kita, kita akan benar-benar dikuduskan.

DIBERSIHKAN

Dalam Efesus 5:26 kita nampak Kristus sedang membersihkan gereja melalui membasuhnya dengan air dalam firman. Pembasuhan demikian akan membersihkan kita dari kerut yang disebabkan oleh keusangan dan dari cacat yang diakibatkan oleh luka-luka. Pembersihan ini adalah suatu pembersihan metabolis, suatu pembersihan yang di dalamnya menambahkan unsur baru untuk menggantikan unsur lama yang akan dibuang.

DIRAWAT DAN DIPELIHARA

Dalam Efesus 5:29 Paulus menunjukkan bahwa Kristus juga sedang merawat dan memelihara gereja. Merawat berarti memberi makan, dan memelihara berarti memelihara dengan kasih yang lembut dan mengasuh dengan perhatian yang halus. Seorang ibu merawat anaknya dengan memberinya makanan yang sehat, ia pun mengasuhnya dengan merangkulnya dalam kasih. Ketika kita dipelihara oleh Kristus, kita beroleh kehangatan, kelembutan, dan kenyamanan, sama seperti seorang anak merasa nyaman karena pelukan ibunya yang penuh kasih.

DIPERSENJATAI

Terakhir, menurut Efesus 6:11 dan 13, kita perlu dipersenjatai. Hal ini berarti kita mengenakan senjata Allah, agar dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis. Dipersenjatai berarti mengenakan perlengkapan senjata untuk berperang. Ketika kita dipersenjatai dengan seluruh persenjataan Allah, kita akan menjadi laskar Allah yang berperang bagi kehendak Allah dan bagi kerajaan-Nya.

Jika kita ingin memiliki hidup gereja yang tepat, kita harus mengalami setiap aspek dari pekerjaan Allah yang dibahas dalam berita ini. Kita harus berdoa untuk semua hal ini, mendoa-bacakan ayat-ayat yang berkaitan, sampai semuanya menjadi realitas kita. Semoga kita melatih roh kita untuk menerapkan semua aspek dari pekerjaan Allah bagi gereja.