← Daftar isi Efesus (2) · bab 21/24

KETENTUAN DAN DOKTRIN

Kita telah melihat bahwa Roh Allah berbaur dengan roh manusia untuk menghasilkan satu “wujud”. Kesatuan yang berasal dari Roh Allah dengan roh manusia ini adalah hidup gereja (church life). Karena gereja dihasilkan dari pembauran sifat ilahi dengan sifat insani, maka kita boleh mengatakan bahwa gereja adalah satu “perbauran dua benda”.

Kitab Efesus juga membahas tentang perkara-perkara negatif yang merusak atau menghambat hidup gereja. Alasan dibahasnya perkara-perkara itu dalam kitab ini ialah karena Kitab Efesus berfokus pada masalah gereja.

MEMBATALKAN KETENTUAN UNTUK

MENCIPTAKAN SATU MANUSIA BARU

Mereka yang telah bertahun-tahun menjadi orang Kristen mengetahui bahwa Kristus telah mati di atas salib sebagai Anak Domba Allah untuk menanggung dosa dunia (Yoh. 1:29). Tidak hanya demikian, di atas salib, Kristus telah menyalibkan manusia lama, menghancurkan Iblis, dan menanggulangi dunia. Akan tetapi, tidak banyak orang Kristen yang menyadari bahwa di atas salib Kristus juga menanggulangi ketentuan-ketentuan. Kristus telah menanggulangi perbuatan dosa dan sifat dosa agar kita dapat beroleh selamat. Ia menanggulangi sifat kita yang usang untuk membebaskan kita dari manusia lama. Selain itu, Kristus menanggulangi Iblis agar kita bisa menang dan menaklukkan si jahat itu. Terakhir, Kristus menanggulangi dunia, agar kita dapat menjadi kudus, suci, terpisah dari dunia. Tetapi mengapa Ia harus menanggulangi ketentuan-ketentuan? Ia menanggulangi ketentuan untuk menciptakan satu manusia baru. Orang Kristen tidak melihat butir ini, sebab mereka hanya memperhatikan keselamatan, kesucian, atau kemenangan pribadi, tanpa memperhatikan gereja. Bahkan banyak guru Alkitab tidak menunjukkan bahwa dalam Kitab Efesus, Kristus membatalkan (menghapus) ketentuan-ketentuan agar gereja dapat dihasilkan. Ini adalah salah satu wahyu yang terpenting yang telah Tuhan berikan kepada gereja akhir-akhir ini. Kematian Kristus bukan hanya untuk keselamatan, kelepasan, kesucian, dan kemenangan kita, kematian-Nya juga untuk membatalkan ketentuan-ketentuan demi menciptakan gereja sebagai satu manusia baru.

Ketentuan-ketentuan, perintah-perintah, dan hukum Taurat semua itu adalah sekategori. Terlepas dari hukum, kita akan tidak memiliki perintah apa pun. Perintah-perintah itu menerbitkan ketentuan-ketentuan. Di atas salib Kristus telah membatalkan hukum dari perintah-perintah dalam ketentuan-ketentuan.

Ketentuan-ketentuan berkaitan sekaligus dengan agama dan kebudayaan, juga berkaitan dengan sifat manusia. Menurut sifat kita, kita mempunyai satu kecenderungan yang kuat terhadap ketentuan-ketentuan. Ketentuan-ketentuan kita sepadan dengan kebudayaan kita. Semakin berbudaya, kita akan semakin memiliki banyak ketentuan.

Kristus membatalkan ketentuan-ketentuan demi menciptakan satu manusia baru di dalam diri-Nya. Ia tidak membatalkan ketentuan agar kita bisa menjadi kudus, rohani, atau menang. Dalam satu pengertian, Ia bahkan tidak membatalkan ketentuan-ketentuan agar kita dapat beroleh selamat. Ia membatalkan ketentuan agar gereja dapat dihasilkan.

MELETAKKAN KETENTUAN UNTUK

HIDUP GEREJA YANG TEPAT

Jika kita mengenal gereja, kita akan menolak segala ketentuan. Gereja adalah perbauran Allah yang telah melalui proses dengan sifat insani yang wajar. Dalam perbauran ini tidak ada ketentuan-ketentuan, perintah-perintah, atau ketetapan-ketetapan. Semakin kita berada dalam roh yang berbaur ini, yaitu dalam perbauran Roh ilahi dengan roh insani, kita akan semakin dibebaskan dari ketentuan-ketentuan.

Namun, bila kita condong kepada ketentuan, kita akan terpecah belah. Perpecahan orang Krisen terutama disebabkan ketentuan. Beberapa denominasi telah didirikan karena adanya ketentuan. Dapatkah Anda berkata dengan yakin bahwa Anda tidak memiliki ketentuan? Jarang sekali di antara kita yang dapat berkata demikian. Kaum muda mempunyai ketentuan-ketentuan mereka sendiri, dan kaum saleh dewasa juga memiliki ketentuanketentuan mereka. Kebanyakan problem di antara para pemimpin dalam gereja pun disebabkan oleh ketentuanketentuan.

Ada orang-orang Kristen memiliki suatu ketentuan, misalnya, mengenai berbahasa lidah. Setelah suatu sidang, seorang saudara datang kepada saya dengan sangat gembira, karena ia merasa dirinya tidak terganggu oleh seorang saudari yang berbahasa lidah dalam sidang tersebut. Saya lalu berkata kepada saudara itu, bahkan kegembiraannya itu membuktikan bahwa ia masih mempunyai perasaan tertentu tentang bahasa lidah. Karena itu, reaksinya tidak sepenuhnya positif. Bila ia dikelilingi orang-orang yang berbahasa lidah tanpa merasakan hal itu sedikit pun, itu membuktikan ia benar-benar tidak ada ketentuan tentang perkara tersebut.

Jika kita mempunyai hidup gereja yang tepat, kita harus meletakkan semua ketentuan dan berkonsentrasi pada perbauran Roh ilahi dengan roh insani. Hanya dalam perbauran ini barulah kita dapat menikmati hidup gereja yang sesungguhnya.

Ketentuan khususnya berkaitan dengan agama. Tanpa ketentuan, mustahil ada agama; sebab agama tersusun dari ketentuan-ketentuan. Akan tetapi Kristus tidak menghendaki satu agama. Yang Ia inginkan ialah manusia baru. Sebab itu, Ia membatalkan ketentuan-ketentuan di atas salib. Ada orang yang lebih suka berteriak di dalam sidang, sedangkan yang lain lebih suka tenang. Tetapi baik berteriak atau tenang semua merupakan suatu ketentuan. Kita tidak seharusnya untuk yang ini atau yang itu, melainkan hanya untuk Roh itu. Namun, menurut sifat dan cara kita dibesarkan, kita condong memi-liki sejenis ketentuan, entah yang satu atau yang lainnya. Tetapi, selama ada ketentuan, kita tidak dapat memiliki realitas hidup gereja. Hidup gereja tidak dapat disusun dari ketentuan-ketentuan, melainkan dari Roh yang hi-dup.

PERBANDINGAN ANTARA

KETENTUAN DENGAN ROH

Dalam Efesus 2:13-22 kita melihat adanya perban-dingan antara ketentuan-ketentuan dan Roh. Di atas salib, Kristus membatalkan ketentuan-ketentuan untuk menghasilkan gereja. Sekarang ketentuan-ketentuan telah dibatalkan, dan Roh itu datang sebagai penggantinya. Jika kita memiliki ketentuan, kita akan tidak memiliki Roh itu. Tetapi, jika kita memiliki Roh itu, kita tidak akan memiliki ketentuan. Salib membatalkan ketentuan untuk memberikan tempat kepada Roh itu, yang di dalamnya kita beroleh jalan masuk kepada Bapa. Karena itu, Roh itu adalah pengganti semua ketentuan. Dalam sidang, kita tidak seharusnya mempunyai suatu ketentuan tentang berteriak atau tenang. Selama kita tidak berada dalam Roh itu, segala yang kita lakukan merupakan suatu peraturan.

Gereja bukan suatu organisasi, juga bukan suatu agama, melainkan Tubuh Kristus yang dihasilkan oleh perbauran Roh ilahi dengan roh insani. Dalam sidang, kita tidak seharusnya memiliki ketentuan atau ketetapan; kita hanya perlu memperhatikan berada di dalam Roh. Janganlah terlalu memperhatikan pengaturan kursi-kursi atau penudungan kepala para saudari. Memang mengatur kursi-kursi dengan cara tertentu atau memakai penudung kepala mungkin sangat baik selama hal-hal itu dilakukan di dalam roh. Akan tetapi mempertahankan hal-hal itu berarti menjadikan hal-hal itu sebagai ketentuan. Apa pun yang kita lakukan dalam sidang akan menjadi ketentuan bila kita tidak berada di dalam Roh.

Ketika Kristus membatalkan ketentuan-ketentuan, Ia merubuhkan tembok pemisah (2:14). Sekarang tembok pemisah sudah tidak ada lagi. Sewaktu saya muda, saya sangat gigih dalam hal ketentuan-ketentuan, tetapi hari ini, saya menyadari bahwa Allah hanya memperhatikan Roh ilahi dalam roh insani kita. Dalam Efesus 2:18, Paulus mmembicarakan tentang Roh Kudus, dan dalam ayat 22 ia membicarakan tentang roh manusia.

MEMPERHATIKAN PEMBANGUNAN

TUBUH KRISTUS

Efesus 2:22 mengatakan bahwa tempat kediaman Allah ialah di dalam roh kita. Agar Allah beroleh tempat kediaman yang sedemikian, haruslah ada pembangunan Tubuh Kristus yang riil. Tetapi jika kita masih saja berpegang pada ketentuan-ketentuan tertentu, tidak mungkin kita dibangun bersama kaum beriman lainnya. ketentuan-ketentuan selalu memecah-belah. Jika beberapa saudari membuat suatu ketentuan atas hal penudungan kepala, mereka akan terpecah belah dengan saudari-saudari yang tidak memakai penudung kepala. Mereka yang membela penudungan kepala mungkin sangat perkasa, dengan 1Korintus 11 sebagai dasar Alkitab mereka. Akan tetapi, jika mereka perkasa dalam ketentuan tersebut, mereka akan terpisah dengan saudari-saudari lainnya. Namun, jika semua saudari itu berada dalam Roh, tanpa memperhatikan ketentuan tentang penudungan kepala, mereka akan dibangun bersama.

Dalam kekristenan dewasa ini, jarang ada berita tentang pembangunan. Apa yang diperhatikan kebanyakan orang Kristen ialah pembinaan pribadi, bukan pembangunan Tubuh. Membina seseorang biasanya mengacu kepada mendidik orang itu, yaitu memberinya pendidikan rohani. Walaupun banyak yang memperhatikan pendidikan yang demikian, mereka tetap tidak memperhatikan pembangunan Tubuh Kristus. Dalam pemulihan Tuhan, kita bukan untuk pembinaan pribadi, melainkan untuk pembangunan korporat. Dalam Efesus 2:22 Paulus berkata, “Di dalam Dia kamu juga turut dibangun menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.” Bagaimana mungkin kita dibangunkan bersama di lokal kita jika kita masih memegang ketentuan-ketentuan? Itu mustahil! Seperti halnya kita memiliki wajah yang berbeda-beda, begitu pula kita semua memiliki ketentuan yang berbeda-beda. Kita memuji Tuhan, karena tidak peduli bagaimana berbedanya latar belakang kita, kita memiliki satu hayat dan satu Roh! Sebab itu, dalam hidup gereja hari ini kita tidak memperhatikan ketentuan, melainkan berfokus pada roh yang telah berbaur itu.

DOKTRIN MERUSAK HIDUP GEREJA

Dalam Efesus 4:14 Paulus membicarakan tentang perkara negatif yang kedua yang menyebabkan kerusak-an hidup gereja: “Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh berbagai angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka (dengan suatu sistem) yang menyesatkan” (Tl.). Di sini Paulus membicarakan pengajaran atau doktrin. Dalam agama yang mana pun tidak hanya ada ketentuan, tetapi juga ada doktrin. Perhatikan, dalam ayat 14, Paulus tidak mengatakan bidah, tetapi doktrin atau pengajaran. Walau doktrin kelihatannya baik, tetapi ia dapat menyimpangkan kita dari Kristus dan gereja. Tidak peduli betapa positifnya suatu doktrin, kalau doktrin itu menyimpangkan Anda dari Kristus dan gereja, Anda harus berhati-hati terhadapnya, dan jangan menerimanya. Jangan menerima doktrin yang terbaik sekalipun, jika doktrin itu menyimpangkan Anda dari Kristus dan gereja. Yang menghasilkan gereja adalah Roh itu, bukan doktrin. Namun, dalam kekristenan hari ini doktrin ditambah dengan doktrin, khotbah demi khotbah tidak lain membahas doktrin belaka. Tetapi, doktrin saja dan tanpa hayat dalam Roh, akan merusak hidup gereja.

Dalam Efesus 4 terdapat satu perbandingan antara doktrin dengan realitas Kristus. Realitas Kristus adalah Roh realitas itu. Jika Anda condong kepada doktrin, Anda otomatis akan kehilangan Roh realitas. Tetapi jika Anda memperhatikan Roh realitas, Anda akan meninggalkan doktrin.

Orang Kristen hari ini terpecah belah kalau bukan oleh ketentuan tentu oleh doktrin. Denominasi-denominasi didirikan menurut ketentuan-ketentuan atau doktrin-doktrin. Tanpa ketentuan atau doktrin, tidak mungkin ada perpecahan. Jika ketentuan dan doktrin disingkirkan, maka semua orang Kristen yang sejati akan menjadi satu. Kita bersyukur kepada Tuhan, tidak peduli bagai-mana berbedanya latar belakang kita, dalam pemulihan Tuhan, kita benar-benar menjadi satu. Bahkan malaikat-malaikat jahat pun mengakui kesatuan kita. Unsur-unsur perpecahan dari latar belakang kita telah disingkirkan, dan kita telah berkumpul bersama menjadi satu dalam Tuhan.

Selama tahun-tahun ini, kita telah belajar menang-galkan opini-opini kita agar kesatuan itu terpelihara. Kita sering kali memiliki opini-opini yang berbeda, namun oleh belas kasihan Tuhan, kita rela menanggalkannya demi kesatuan. Tubuh berasal dari Roh itu. Perbedaan doktrinal selamanya tidak dapat membangun Tubuh. Ketika kita berpegang pada opini doktrinal kita, kita akan kehilangan realitas Kristus; realitas ini tidak lain adalah Roh pemberi-hayat.

MENERIMA FIRMAN TUHAN

SEBAGAI MAKANAN

Jika kita menekankan perlunya menyingkirkan doktrin demi pembangunan gereja, Anda mungkin bertanya, bagaimana sikap kita terhadap Alkitab. Kita tidak boleh mengontak Alkitab terutama dengan tujuan memperoleh pengetahuan. Sebaliknya, kita harus menggunakan Alkitab sebagai makanan atau perawatan rohani. Menurut Efesus 6:17 dan 18, kita harus menerima firman Allah melalui segala doa. Dalam Matius 4:4 Tuhan Yesus berkata kepada Iblis yang mencobai-Nya, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus menerima firman Allah dalam Alkitab sebagai roti-Nya dan hidup olehnya. Firman yang keluar dari mulut Allah adalah untuk makanan atau perawatan, terutama bukan untuk pengetahuan. Karena itu, ketika kita berkontak dengan firman, kita harus menggunakan tidak saja pikiran, tetapi khususnya roh kita, untuk menerima firman sebagai makanan atau perawatan kita.

Akhir-akhir ini saya sekali lagi membaca Kitab Yesaya. Dulu saya beroleh banyak pengetahuan dari kitab ini. Tetapi ketika saya membacanya kali ini, saya tidak mengutamakan pengetahuan, melainkan makanan. Yesaya 1:3 mengatakan, “Lembu mengenal pemiliknya, keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya.” Palungan berkaitan dengan makan, jadi ini menunjukkan bahwa Kitab Yesaya mengandung konsepsi makanan atau perawatan. Sekali lagi saya katakan, kita tidak boleh menerima firman Allah hanya sebagai pengetahuan; kita harus menerimanya sebagai makanan untuk merawat kita. Cara terbaik untuk menerima firman sebagai makanan ialah melalui doa-baca.

MEMPERHATIKAN REALITAS KRISTUS

Jika kita memperhatikan doktrin, kita akan berpecah belah. Kita yang berada dalam pemulihan Tuhan perlu jelas bahwa kita bukan untuk ketentuan atau doktrin, melainkan untuk Roh yang hidup itu, yaitu realitas Kristus. Jika kita setia memperhatikan realitas Kristus dan bukan untuk ketentuan atau doktrin, kita tidak akan berpecah belah.

Pada waktu yang lampau ada beberapa pemecah be-lah di antara kita. Mereka tinggal sebentar, lalu mulai mempertahankan suatu doktrin. Karena kita menolak memberi tempat bagi doktrin mereka, mereka lalu keluar meninggalkan kita. Dari semula dan sampai kini kita hanya bagi Kristus dan gereja, bukan bagi doktrin khusus yang mana pun.

Ketika kita mengatakan bahwa kita untuk Roh yang hidup dan bukan untuk doktrin, ini tidak berarti kita tidak percaya kepada Alkitab. Kita percaya Alkitab, jika tidak lebih banyak, setidak-tidaknya sebanyak apa yang dilakukan orang Kristen lainnya. Akan tetapi, kita tidak menerima Alkitab sebagai huruf yang mati. Bagi kita, firman itu hidup. Jika melalui 1Korintus 11 ada beberapa saudari tergerak oleh Tuhan untuk mengenakan penudung kepala, kita bersyukur dan mengapresiasi, tetapi kita tidak boleh membuat hal ini menjadi satu doktrin penudungan kepala. Dalam prinsip yang serupa, bila beberapa saudara dan saudari merasa bahwa mereka usang dan ingin dikubur, kita mau menerima mereka, tetapi kita tidak dapat membuat satu doktrin pembaptisan lebih dari sekali. Demikian pula tentang pembakaran barang-barang yang duniawi atau yang tidak wajar. Jika ada orang dipimpin oleh Tuhan untuk membakar barang-barang tertentu, mereka boleh melakukannya dengan bebas. Namun mereka tidak boleh membuat masalah pembakaran ini menjadi satu doktrin. Pada kenyataannya, bahkan Kristus dan gereja pun bukan hanya doktrin bagi kita. Sebaliknya, Kristus dan gereja adalah satu realitas yang ajaib.

PESAN UNTUK KAUM MUDA

Saya menyadari bahwa majunya Tuhan dalam pemulihan-Nya akan semakin banyak terletak pada kaum muda. Tidak dapat disangsikan, perkembangan pemulihan di negara ini dan di mana saja terutama akan bergantung pada mereka. Oleh sebab itu, di hadapan Allah, saya hendak berpesan kepada kaum muda, tentang pentingnya kalian memahami bahwa dalam pemulihan, kita bukan untuk ketentuan-ketentuan atau doktrin, melainkan hanya untuk Roh pemberi-hayat sebagai realitas Kristus. Kita tidak boleh menerima Alkitab sebagai buku doktrin yang harfiah. Sebaliknya, kita menerima firman sebagai roh dan hayat. Dalam Efesus 2 terdapat perbandingan antara ketentuan dengan Roh itu, dan dalam pasal 4 ada perbandingan antara doktrin dengan realitas Kristus yang menghasilkan pertumbuhan dalam hayat bagi pembangunan Tubuh. Ketentuan-ketentuan merupakan tembok yang memisahkan, sedang doktrin merupakan angin yang menghanyutkan orang dari pembangunan Tubuh Kristus. Dalam pasal 2 dan 4 Paulus memperhatikan pembangunan gereja. Bila kita untuk Roh itu, kita akan dibangunkan sebagai tempat kediaman Allah di dalam roh kita. Sama halnya jika kita untuk realitas Kristus, kita akan dapat bertumbuh dalam hayat bagi pembangunan Tubuh Kristus di dalam kasih. Oleh sebab itu, dalam pemulihan Tuhan, kita harus mengumumkan bahwa kita tidak memperhatikan ketentuan-ketentuan atau doktrin. Kita menerima firman sebagai wahyu dan makanan, tetapi tidak memperhatikan doktrin. Kita tahu bahwa beberapa abad yang lampau umat Allah telah terpecah belah bahkan telah bergolong-golong karena doktrin dan ketentuan. Karena itu, kita hanya memperhatikan Roh dan realitas Kristus.