← Daftar isi Efesus (2) · bab 20/24

ROH PERBAURAN BAGI HIDUP GEREJA

Dalam berita yang lalu kita telah menunjukkan bahwa kehendak Allah ialah mendapatkan gereja melalui menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam manusia dan membuat diri-Nya sendiri menjadi satu dengan manusia. Untuk menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam manusia, Allah haruslah Tritunggal: Bapa, Putra, dan Roh. Tidak hanya demikian, manusia harus serupa dengan gambar Allah dan memiliki satu roh untuk menerima Allah serta mencerna Dia. Pada suatu hari, Putra Allah, jelmaan Bapa, menjadi seorang manusia. Menempuh kehidupan manusia, penyaliban, dan kebangkitan, Ia menjadi Roh pemberi-hayat. Sebagai Roh, Ia masuk ke dalam kita dan berbaur dengan roh kita. Melalui proses ini muncullah suatu hayat perbauran, suatu satuan yang tersusun dari hayat ilahi dengan hayat insani. Inilah gereja.

Allah tidak lagi sebagai Allah yang belum melalui proses, melainkan Allah yang telah melalui proses. Allah telah merampungkan segala perkara yang diperlukan untuk masuk ke dalam kita sebagai Roh pemberi-hayat. Sekarang kita harus percaya kepada-Nya dan menyeru nama Tuhan Yesus. Ketika kita berbuat demikian, Roh pemberi-hayat masuk ke dalam roh kita, dan perbauran hayat ilahi dengan hayat insani terjadi di batin kita. Proses perbauran ini menghasilkan gereja.

KEPENUHAN ALLAH DAN KEKAYAAN KRISTUS

Kitab Efesus memuat wahyu yang paling lengkap dari Allah Tritunggal dalam Alkitab. Sebagai contoh, dalam pasal 3 Paulus mengatakan tentang kepenuhan Allah (ayat 19), kekayaan Kristus (ayat 8) dan kuasa Roh (ayat 16). Kepenuhan menyiratkan bahwa segala adanya Allah menjadi ekspresi-Nya. Kolose 2:9 mengatakan bahwa kepenuhan Allah diam dalam Kristus secara jasmaniah. Ini berarti Kristus adalah wujud kepenuhan Allah, wujud dari segala apa adanya Allah. Bila kepenuhan Allah terwujud di dalam Kristus, di sana ada kekayaan Kristus. Kekayaan Kristus dinyatakan melalui kuasa Roh. Karena itu, Kristus adalah wujud kepenuhan Allah, dan Roh adalah realisasi kekayaan Kristus. Untuk memiliki kepenuhan Allah, kita harus memiliki Kristus, dan untuk menik-mati kekayaan Kristus, kita harus memiliki Roh.

Dalam Injil Yohanes, Roh disebut Roh realitas. Roh realitas ini membuat segala adanya Putra dan milik Putra menjadi riil bagi kaum beriman. Segala apa adanya Bapa dan milik Bapa terwujud di dalam Putra; segala apa adanya Putra dan milik Putra telah diwahyukan sebagai realitas kepada kaum beriman melalui Roh itu (Yoh. 16:14-15). Sebagai contoh, Kristus adalah hayat. Namun, jika kita tidak menjamah Roh, kita tidak dapat memperoleh hayat ini. Jika kita menjamah Roh itu, kita mengalami realitas Kristus sebagai hayat. Demikian pula, Kristus adalah terang. Jika kita tidak berkontak dengan Roh itu, kita tidak dapat diterangi oleh Kristus. Jika kita berkontak dengan Roh itu, kita akan menikmati realitas Kristus sebagai terang.

Hari ini Allah Tritunggal adalah Roh yang almuhit. Janganlah menganggap Roh sebagai suatu benda yang berbeda dengan Kristus, jangan pula mengira Kristus itu terpisah dari Allah Bapa. Tidak! Bapa, Putra, dan Roh itu satu. Inilah alasan kita menyebut Allah sebagai Tritunggal, sebagai tiga di dalam satu. Tidak seorang pun dapat mendefinisikan Sang Tritunggal ini dengan sepenuhnya. Allah Bapa berada dalam Allah Putra, dan Allah Putra telah menjadi Roh yang memberi hayat. Demi gereja, kepenuhan Allah berwujud di dalam Kristus agar kekayaan Kristus menjadi riil bagi kita melalui Roh. Semakin kita berkontak dengan Roh, kita akan semakin menikmati kekayaan Kristus. Pada akhirnya kita akan dipenuhi kepada seluruh kepenuhan Allah dan berbaur sepenuhnya dengan Allah Tritunggal.

JALAN MASUK KEPADA BAPA

Dalam Efesus 2:18 seluruh persona dari Allah Tri-tunggal disebut: “Karena melalui Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.” Melalui Kristus, Sang Putra, kita dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Alangkah ajaib! Perhatikan, ayat ini tidak mengatakan bahwa kita beroleh jalan masuk kepada Roh itu, melainkan jalan masuk kepada Bapa. Roh itu terarah kepada kita, sedang kita terarah kepada Bapa. Bapa masuk ke dalam kita di dalam Putra, dan Putra masuk ke dalam kita sebagai Roh itu. Sekarang melalui Putra, Roh itu membawa kita kepada Bapa. Hal ini adalah untuk penyaluran Allah Tritunggal ke dalam kita agar gereja dapat dihasilkan. Sekali lagi kita nampak bahwa gereja dihasilkan oleh perbauran Allah Tritunggal dengan keinsanian.

BEREAKSI TERHADAP ROH ITU

Penyaluran Allah Tritunggal ke dalam manusia sepenuhnya berkaitan dengan Roh itu. Allah yang telah melalui proses sebagai Roh pemberi-hayat yang almuhit sedang menantikan roh kita bereaksi terhadap Dia dan bekerja sama dengan-Nya. Beroleh selamat bukan hanya sekadar mengerti Injil, tetapi juga membuka diri kita dari lubuk batin kita bereaksi terhadap Roh itu. Ketika kita menyeru nama Tuhan Yesus, kita harus menyeru dari dalam roh kita, yaitu dari lubuk batin kita. Bila kita ber-buat demkian, kita akan beroleh selamat, walaupun kita tidak mengerti Injil secara memadai.

Renungkanlah kasus Saulus dari Tarsus di tengah jalan menuju Damsyik (Kis. 9). Ia beroleh selamat melalui mengucapkan kata-kata, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Pada waktu ia beroleh selamat, Saulus tidak begitu jelas tentang Injil, juga tidak jelas terhadap Tuhan Yesus. Na-mun, hanya dengan mengatakan, “Siapakah Engkau, Tuhan?” ia telah ditangkap oleh Tuhan. Hal ini memperlihatkan bahwa beroleh selamat terutama bukan masalah mengerti Injil, melainkan berkontak dengan Roh pemberi-hayat, yaitu Allah yang telah melalui proses yang sedang menunggu kesempatan untuk masuk ke dalam kita. Berkontak dengan Roh pemberi-hayat sangat mirip dengan bernafas. Jadi perkara yang terpenting bukan memahami udara, melainkan menghirup udara itu ke dalam kita. Melalui menghirup udara, kita akan menerima segala kebaikan udara itu.

Prinsip ini berlaku bagi seluruh kehidupan kristiani kita. Ambillah kekudusan sebagai contoh. Kita bisa menjadi kudus bukan melalui mempelajari doktrin kekudusan, melainkan melalui berkontak dengan Roh itu, yang adalah esens kekudusan. Doktrin kekudusan bukanlah kekudusan itu sendiri. Kekudusan adalah satu persona yang hidup, Allah yang telah melalui proses sebagai Roh pemberi-hayat. Mungkin saja kita mengenal doktrin kekudusan tanpa memiliki realitas kekudusan. Cara untuk menjadi kudus ialah berkontak dengan Roh pemberi-hayat. Kita boleh membaca sebuah buku tentang kekudusan. Namun, bila kita menggunakan waktu yang sama untuk menyeru nama Tuhan, kita pasti akan mengalami kekudusan Allah.

ROH HIKMAT DAN WAHYU

Dalam Kitab Efesus terdapat penekanan yang kuat atas roh perbauran, yakni roh manusia berbaur dengan Roh ilahi. Efesus 1:17 mengatakan, “Dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.” Para pelajar Alkitab berbeda pendapat tentang terjemahan istilah “roh” dalam ayat ini. Ada yang mempertahankan pemakaian huruf besar untuk kata roh itu, sebab mereka mengira itu adalah Roh Kudus. Sedangkan yang lainnya percaya bahwa roh di sini pasti mengacu kepada roh manusia. Sebenarnya, roh dalam ayat ini adalah roh kita yang telah dilahirkan kembali yang dihuni oleh Roh Allah, yaitu roh manusia yang telah berbaur dengan Roh Kudus. Roh yang demikian telah diberikan kepada kita oleh Allah agar kita memiliki hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dan ekonomi-Nya. Tanpa Roh Kudus, roh kita tidak mungkin menjadi roh hikmat dan wahyu. Tetapi begitu Roh Kudus berbaur dengan roh kita, maka roh kita segera menjadi satu roh hikmat dan wahyu.

TEMPAT KEDIAMAN ALLAH

DALAM ROH KITA

Dalam Efesus 2:22 Paulus sekali lagi mengatakan roh perbauran, “Di dalam Dia kamu juga turut dibangun menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.” Para penerjemah berbeda pendapat dalam menerjemahkan ayat ini. Ada yang berpendapat, roh di sini adalah Roh ilahi, tetapi yang lain menganggap ini adalah roh manusia. Sebenarnya, ini adalah roh yang telah berbaur, yakni roh kaum beriman yang dihuni oleh Roh Kudus Allah. Roh Allah adalah yang berhuni, bukan tempat kediaman. Tempat kediaman ialah roh kita. Roh Allah berhuni di dalam roh kita. Karena itu, Roh Kudus, Sang Penghuni, bukan tempat yang dihuni. Tempat kediaman Allah ialah di dalam roh kita, roh manusia yang telah berbaur dengan Roh Kudus.

RAHASIA KRISTUS DIWAHYUKAN

DI DALAM ROH

Dalam Efesus 3:5 Paulus mengatakan bahwa rahasia Kristus “sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus.” Roh di sini sekali lagi adalah roh yang telah berbaur. Ketika roh kita berbaur dengan Roh ilahi, maka roh kita menjadi organ yang di dalamnya rahasia Kristus diwahyukan.

MANUSIA BATINIAH

Dalam Efesus 3:16 Paulus membicarakan soal manusia batiniah. Manusia batiniah ialah roh kita yang telah dilahirkan kembali. Satu-satunya cara roh manusia bisa dilahirkan kembali adalah melalui masuknya Roh Allah ke dalam roh manusia. Karena itu, manusia batiniah dalam ayat ini juga ditujukan kepada roh manusia yang telah berbaur dengan Roh Kudus.

ROH PIKIRAN KITA

Efesus 4:23 mengatakan, “Supaya kamu dibarui di dalam roh pikiranmu” (Tl.). Ada orang mengatakan bahwa roh di sini tidak mungkin mengacu kepada roh manusia, sebab inilah roh pembaruan. Akan tetapi, roh di sini seharusnya adalah roh manusia, sebab itu adalah roh pikiran. Roh dalam ayat ini adalah roh kaum beriman yang telah dilahirkan kembali yang berbaur dengan Roh Allah yang berhuni di batin. Roh yang demikian meluas ke dalam pikiran kita dan kemudian menjadi roh pikiran kita. Roh manusia dapat menjadi roh pembaruan hanya melalui berbaur dengan Roh Kudus. Di satu pihak, roh di sini adalah roh pikiran, tetapi di pihak lain, roh ini adalah roh perbaruan. Hal ini menunjukkan bahwa ini adalah masalah roh yang telah berbaur. Roh manusialah yang menjadi dasarnya, bukan Roh Kudus.

DIPENUHI DI DALAM ROH

Dalam Efesus 5:18 Paulus menasihati kita agar dipenuhi di dalam roh. Maksud Paulus tentu adalah kita harus dipenuhi dengan Roh Kudus di dalam roh kita.

BERDOA DI DALAM ROH

Dalam Efesus 6:18 Paulus menyuruh kita berdoa setiap waktu di dalam roh. Menurut konteksnya, roh di sini pun mengacu kepada roh manusia yang telah berbaur dengan Roh Kudus. Roh Kudus ialah firman yang kita terima dalam roh melalui doa.

MESRA, HADIR, DAN TERSEDIA

Allah Tritunggal telah sepenuhnya melalui proses menjadi Roh pemberi-hayat. Sebagai Roh yang demikian, Ia mesra, hadir, dan tersedia. Namun Ia kudus, dan kita berdosa. Bagaimanakah Allah yang kudus ini dapat berdekatan dengan kita? Jawabannya terdapat dalam fakta bahwa unsur penebusan tercakup dalam Roh yang almuhit. Musuh, Iblis, menyadari hal ini. Jika Iblis memberi tahu Allah bahwa Ia tidak berhak menghampiri orang dosa, maka darah Yesus Kristus akan segera bersaksi menentangnya. Sebelum inkarnasi Kristus, Roh Allah tidak dapat begitu mesra dengan umat manusia yang telah jatuh seperti sekarang, karena dalam Roh masih belum terdapat unsur penebusan. Khasiat kematian penebusan Kristus yang dilambangkan dengan kurban-kurban dalam Perjanjian Lama, kini berada dalam Roh pemberi-hayat. Mungkin sampai kita berada dalam Yerusalem Baru barulah kita memahami sepenuhnya bagaimana makna Roh itu terhadap kita. Puji Tuhan, Roh ini adalah Allah yang telah melalui proses, yang mesra, hadir, dan tersedia, dan siap untuk kita nikmati. Kapankala kita menyeru nama Tuhan Yesus, kita akan menerima Roh itu. Alasannya ialah karena Roh itu adalah realitas Kristus.

METERAI DAN JAMINAN

Dalam Efesus 1:13 Paulus berkata, “Di dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.” Meterai di sini adalah Roh pemberi-hayat. Melalui masuk ke dalam kita, Roh itu memeteraikan kita. Menurut Efesus 1:14, meterai ini adalah jaminan, garansi, dan pencicipan dari warisan kita. Kenikmatan sepenuhnya adalah mendapatkan bagian penuh atas Allah Tritunggal. Hari ini Roh pemberi-hayat memberi kita suatu pencicipan atas Allah Tritunggal sebagai bagian kita.

JANGAN MENDUKAKAN ROH

Dalam Efesus 4:30 kita nampak masalah yang penting dan menentukan bagi kita, yakni jangan mendukakan Roh itu. Sebaliknya, kita harus selalu menyenangkan Dia. Bila Roh itu dalam kita tidak senang, kita akan mengalami kesulitan. Perkara yang terpenting dalam kehidupan kristiani kita ialah kita harus berhati-hati, agar tidak mendukakan Roh itu. Jika Anda setia dalam hal ini, Anda akan menjadi orang Kristen yang luar biasa.

KESATUAN DALAM ALLAH TRITUNGGAL

Menurut Efesus 2:18, melalui Kristus kita memiliki jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh. Ketika Roh masuk ke dalam kita, Ia dengan otomatis membawa kita kembali kepada Bapa. Dalam Roh ini kita benar-benar satu. Kesatuan ini adalah hidup gereja yang tepat. Karena itu, gereja adalah kesatuan dalam Allah Tritunggal dari semua orang yang telah berbaur dengan Allah Tritunggal itu.

Kedalaman Kitab Efesus tersirat dalam ayat-ayat yang membicarakan roh yang telah berbaur. Gereja adalah perbauran antara Roh Kudus sebagai Allah yang telah melalui proses dengan keinsanian. Ini lebih besar dari-pada kerohanian, kekudusan, atau kemenangan. Asal kita berada dalam kesatuan ini, kita akan benar-benar rohani, kudus, dan menang. Sasaran kita tidak boleh kurang dari kesatuan ini. Jika kita berada dalam kesatuan ini, untuk apa kita menuntut kerohanian atau kekudusan, atau ke-menangan? Dengan berada dalam kesatuan yang ajaib ini, kita akan memiliki semuanya ini, bahkan lebih banyak lagi.