RINGKASAN WAHYU ILAHI YANG MENDASAR DALAM KITAB SUCI GARIS BESAR
I. MENGENAL ALLAH TRITUNGGAL YANG TELAH MELALUI PROSES DAN RAMPUNG SEMPURNA (Mat. 28:19) :
A. Inkarnasi menjadi daging — Manusia-Allah pertama untuk mengekspresikan Allah dalam keinsanian (Yoh. 1:14).
B. Diurapi menjadi Kristus, Yang diurapi oleh Allah, untuk merampungkan rencana Allah dalam ekonomi kekal-Nya (Luk. 4:18).
C. Terampung sempurna menjadi Roh pemberi-hayat untuk menerapkan apa yang telah Kristus genapkan (1 Kor. 15:45b).
II. MENGENAL KRISTUS YANG ALMUHIT :
A. Sebagai rahasia Allah yang merupakan realitas Allah Tritunggal (Kol. 2:2).
B. Sebagai Firman Allah untuk mendefinisikan Allah (Yoh. 1:1).
C. Sebagai perwujudan Allah untuk mengekspresikan Allah (Kol. 2:9).
D. Sebagai sentralitas (inti) dan universalitas (kesemestaan) ekonomi kekal Allah (Kol. 1:13-19).
E. Sebagai bagian yang ditentukan Allah untuk menjadi kenikmatan kaum beriman-Nya (Kol. 1:12).
F. Sebagai hayat bagi kaum beriman-Nya agar mereka memperhidupkan Dia (Kol. 3:4).
G. Sebagai Kepala dari Tubuh-Nya untuk ekspresi-Nya (Kol. 1:18).
III. MENGENAL ROH YANG RAMPUNG :
A. Sebagai Kristus yang ditransfigurasi dalam kebangkitan (1 Kor. 15:45b).
B. Sebagai Roh yang majemuk, kemajemukan dari keilahian Kristus, keinsanian Kristus, kematian-Nya beserta khasiatnya, dan kebangkitan-Nya beserta kuat kuasanya sebagai unsur untuk menjadi minyak urapan kudus (Kel. 30:23-25).
C. Sebagai Roh hayat (Rm. 8:2).
D. Sebagai Roh Allah (Rm. 8:9).
E. Sebagai Roh Yesus (Kis. 16:7).
F. Sebagai Roh Kristus (Rm. 8:9).
G. Sebagai Roh Yesus Kristus (Flp. 1:19).
H. Sebagai Roh yang menghuni (Rm. 8:11).
I. Sebagai Kristus yang pneumatik (Rm. 8:10).
IV. MENGENAL GEREJA :
A. Sebagai rumah Allah yang universal untuk menjadi manifestasi Allah dalam keinsanian (1 Tim. 3:15-16).
B. Sebagai gereja-gereja lokal untuk menjadi ekspresi dari satu gereja Allah (Why. 1:11; 1 Kor. 10:32).
C. Sebagai Tubuh Kristus yang universal untuk menjadi kepenuhan-Nya (Ef. 1:22-23).
V. MENGENAL TUBUH KRISTUS:
A. Rahasia Kristus (Ef. 3:4).
B. Kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan dalam segala sesuatu (Ef. 1:23).
C. Organisme Allah Tritunggal, tersusun dari Allah Tritunggal dengan kaum beriman (Ef. 4:4-6).
D. Isi manusia baru (Kol. 3:10-11).
E. Dibangun oleh orang-orang kudus yang disempurnakan dalam semua gereja lokal (Ef. 4:11-12).
F. Tidak terbagi-bagi dan tidak dapat dibagi-bagi (1 Kor. 1:10-13).
G. Merampungkan Yerusalem Baru.
VI. MENGENAL PERAMPUNGAN YANG SEMPURNA — akhir Yerusalem Baru (Why. 21)
A. Suatu susunan mistikal yang tersusun dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sempuma dengan umat-Nya yang dipilih, ditebus, dilahirkan kembali, ditransformasi, dan dimuliakan.
B. Sebagai mempelai perempuan, istri Anak Domba (ayat 2, 9).
C. Sebagai tabernakel untuk menjadi tempat kediaman kekal Allah (ayat 3).
D. Sebagai bait untuk menjadi tempat kediaman kekal orang-orang kudus yang dimuliakan (ayat 22).
E. Sebagai perluasan dan ekspresi kekal Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sempurna dalam keinsanian yang dilahirkan kembali, ditransformasi, dan dimuliakan.
VII. MENGENAL DIRI :
A. Sebagai manusia lama, manusia alamiah:
1. Telah disalibkan bersama Kristus (Gal. 2:20).
2. Telah dikubur bersama Kristus dalam baptisan (Rm. 6:4).
B. Harus terus-menerus menyangkal, menghakimi, dan menolak (Mat. 16:24).
Dalam berita ini, saya ingin menyampaikan ringkasan mengenai wahyu ilahi yang mendasar dalam Kitab Suci. Ketujuh butir dari ringkasan ini dapat dianggap sebagai ringkasan dari teologi kita. Jika Anda mempelajari semua butir ini, Anda akan melihat bahwa teologi dalam pemulihan Tuhan sangat berbeda dengan semua teologi dalam kekristenan hari ini.
I. MENGENAL ALLAH TRITUNGGAL
YANG TELAH MELALUI PROSES
DAN RAMPUNG SEMPURNA
Pertama-tama, kita perlu mengenal Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung (Mat. 28:19).
Inkarnasi Menjadi Daging
Allah Tritunggal berinkarnasi menjadi daging (Yoh. 1:14). Melalui inkarnasi, Ia menjadi Manusia-Allah pertama, Tuhan Yesus, dan dengan demikian Ia mengekspresikan Allah dalam keinsanian.
Diurapi Menjadi Kristus
Allah berinkarnasi menjadi seorang Manusia-Allah, dan Manusia-Allah ini diurapi menjadi Kristus, Yang diurapi oleh Allah, untuk merampungkan rencana Allah dalam ekonomi kekal-Nya (Luk. 4:18). Sesungguhnya, Allah sendirilah yang datang untuk merampungkan apa yang direncanakan-Nya dalam kekekalan menurut ekonomi kekal-Nya.
C. Terampung Sempurna Menjadi
Roh Pemberi-Hayat
Allah Tritunggal telah terampung sempurna menjadi Roh pemberi-hayat untuk menerapkan apa yang telah Kristus genapkan (1 Kor. 15:45b). Allah Bapa merencanakan, Allah Putra menggenapkan apa yang Allah Bapa rencanakan, dan Allah Roh menerapkan apa yang Allah Putra genapkan menurut rencana Allah Bapa.
II. MENGENAL KRISTUS YANG ALMUHIT
Selanjutnya, kita perlu mengenal Kristus yang almuhit dalam berbagai aspek.
A. Rahasia Allah
Kita perlu mengenal Kristus yang almuhit sebagai rahasia Allah yang merupakan realitas Allah Tritunggal (Kol. 2:2). Kristus adalah rahasia Allah sekaligus realitas Allah. Segala apa adanya Allah dan segala yang Allah miliki terwujud di dalam Kristus. Semua yang ingin Allah lakukan berhubungan dengan Kristus. Jika kita tidak mengenal Kristus ini, kita tidak akan mengenal Allah. Kita dapat mengatakan bahwa Kristus adalah kunci yang membuka jalan masuk ke dalam Allah. Ketika kita memiliki Kristus, Allah terbuka bagi kita. Melalui Dia, kita mengenal Allah dan bahkan dibawa masuk ke dalam Allah.
Dalam Kolose 2:2, Paulus membicarakan "rahasia Allah, Kristus". Fakta bahwa Kristus adalah rahasia Allah menunjukkan bahwa Ia tidaklah sederhana. Sebaliknya, Ia tidak terduga dan rahasia. Tentu, Allah itu tidak sederhana. Iatidak terbatas, tidak terukur, kekal. Lalu, mana mungkin Kristus, rahasia Allah ini bisa sederhana? Sebagai rahasia Allah, Kristus tidak terduga, tidak terbatas, dan adalah Allah yang kekal.
B. Firman Allah
Allah itu rahasia, dan Ia perlu Firman untuk mendefinisikan-Nya. Kristus yang almuhit adalah Firman Allah untuk mendefinisikan Allah (Yoh. 1:1). Sebagai Firman Allah, la membicarakan Allah, dan karenanya Ia adalah definisi, penjelasan, dan ekspresi Allah. Sebagai Firman, Kristus adalah Allah yang didefinisikan, dijelaskan, dan diekspresikan. Karena itu, Firman sesungguhnya adalah Allah itu sendiri, bukan Allah yang tersembunyi, terselubung, dan rahasia, tetapi Allah yang didefinisikan, dijelaskan, dan diekspresikan.
C. Perwujudan Allah
Kristus yang almuhit adalah perwujudan Allah untuk mengekspresikan Allah. "Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan keAllahan" (Kol. 2:9). Sebelum inkarnasi Kristus, seluruh kepenuhan ke-Allahan berdiam di dalam-Nya sebagai Firman yang kekal, tetapi tidak berdiam di dalam-Nya secara jasmaniah. Sejak saat Kristus berinkarnasi, mengenakan tubuh insani, kepenuhan ke-Allahan mulai berhuni di dalam-Nya secara jasmaniah, dan dalam Tubuh-Nya yang dimuliakan (Flp. 3:21) sekarang dan sampai selama-lamanya. Kristus yang adalah perwujudan Allah tidak hanya membicarakan Allah dan mendefinisikan Allah, Ia juga mengekspresikan Allah. Karena Ia adalah perwujudan Allah yang solid, Ia menyajikan Allah kepada kita, mengekspresikan Allah.
D. Sentralitas dan Universalitas
Kristus yang adalah rahasia Allah, realitas Allah, definisi Allah, dan ekspresi Allah juga adalah sentralitas (inti) dan universalitas (kesemestaan) dari ekonomi kekal Allah (Kol. 1:13-19). Dalam ekonomi Allah, Kristus adalah inti dan ruang lingkupnya.
Ekonomi Allah dapat diumpamakan seperti roda yang besar, memiliki Kristus sebagai setiap bagiannya. Kristus adalah poros, pusat dari roda. "Segala sesuatu menyatu di dalam Dia" (ayat 17). Ini berarti seperti jari-jari roda yang semuanya berpusat pada poros sebagai intinya, demikian pula segala sesuatu ada karena Kristus sebagai poros, pusat yang menunjang. Dalam roda ekonomi Allah, Kristus adalah jari-jari, penunjang, dan kelilingnya, ruang lingkupnya.
E. Bagian yang Ditentukan Allah
Kita perlu mengenal Kristus yang almuhit sebagai bagian yang ditentukan Allah untuk menjadi kenikmatan kaum beriman-Nya. Kolose 1:12 membicarakan Kristus sebagai "bagian yang ditentukan untuk orang-orang kudus". Ini mengacu kepada undian warisan seperti yang diilustrasikan oleh undian di tanah Kansan yang diberikan kepada bangsa Israel sebagai milik pusaka mereka (Yos. 14:1). Warisan kaum beriman Perjanjian Baru, bagian yang ditentukan Allah bagi mereka, adalah Kristus yang almuhit.
F. Hayat bagi Kaum Beriman
Kristus adalah hayat bagi kaum beriman-Nya agar mereka memperhidupkan Dia. Kolose 3:4 membicarakan "Kristus adalah hayat kita". Hayat yang adalah Allah, hayat yang adalah apa adanya Allah, ada di dalam Kristus (Yoh. 1:4). Tuhan Yesus Kristus sendiri berkata bahwa Ia adalah hayat (Yoh. 11:25) dan bahwa Ia datang agar kita mempunyai hayat (Yoh. 10:10). Karena itu, siapa yang memiliki Kristus, ia memiliki hayat (1 Yoh. 5:12), dan sekarang Kristus berhum di dalam kaum beriman sebagai hayat mereka. Kristus yang almuhit bukan hanya bagian kita sehingga kita dapat menikmati Dia, Ia juga adalah hayat sehingga kita dapat memperhidupkan-Nya.
G. Kepala Tubuh-Nya
Kita perlu mengenal Kristus sebagai Kepala dari Tubuh-Nya untuk mengekspresikan Dia. Kolose 1:18 mengatakan, "Dialah kepala tubuh, yaitu jemaat." Kristus perlu ekspresi. Di satu pihak, Ia mengekspresikan Allah; di lain pihak, la diekspresikan oleh Tubuh. Kepala mengekspresikan Allah, dan Tubuh mengekspresikan Kepala. Karena Kristus adalah Kepala Tubuh, kita perlu berpegang teguh kepada Kepala sehingga Tubuh dapat bertumbuh dengan pertumbuhan Allah (2:19). Tubuh berpegang teguh kepada Kepala berarti Tubuh tidak mengizinkan dirinya terpisah dari Kepala. Jika kita benar-benar berpegang kepada Kristus sebagai Kepala Tubuh, kita tidak akan terpisah dari-Nya oleh apa pun.
III. MENGENAL ROH
YANG RAMPUNG SEMPURNA
Selanjutnya, kita perlu mengenal Roh yang rampung sempurna.
A. Kristus yang Ditransfigurasi
Roh yang rampung sempurna adalah Kristus yang ditransfigurasi dalam kebangkitan (1 Kor. 15:45b). Kristus adalah perwujudan Allah, dan Roh itu adalah transfigurasi Kristus. Dalam kebangkitan, Kristus yang adalah Adam yang akhir dalam daging, menjadi Roh pemberi-hayat. Kebangkitan Kristus adalah transfigurasinya menjadi Roh pemberi-hayat. Ia adalah Kristus dalam daging, tetapi melalui kebangkitan, la ditransfigurasi menjadi Kristus yang adalah Roh pemberi-hayat.
B. Roh Majemuk
Roh yang majemuk adalah Roh yang merupakan kemajemukan dari keilahian Kristus, keinsanian Kristus, kematian-Nya beserta khasiatnya, dan kebangkitan-Nya beserta kuat kuasanya yang dilambangkan oleh unsur-unsur dari minyak urapan kudus dalam Keluaran 30:23-25. Menurut lambang dalam Keluaran 30, minyak urapan adalah campuran dari satu bahan utama satu hin minyak zaitun dicampur dengan empat macam rempah-rempah: mur, kayu manis, tebu, kayu teja. Dalam perlambangan, minyak melambangkan Roh Allah; mur yang mengalir melambangkan kematian Kristus; kayu mans melambangkan kemanisan dan khasiat kematian Kristus; tebu melambangkan kebangkitan Kristus; dan kayu teja melambangkan kuat kuasa, khususnya kekuatan menangkal dari kebangkitan Kristus. Lambang dari minyak urapan telah digenapkan dengan sempurna dalam Roh pemberi-hayat yang mengandung keilahian Kristus, keinsanian Kristus, kemanisan dan khasiat kematian-Nya, serta kuat kuasa dan efektifitas kebangkitan-Nya. Karena itu, Roh pemberi-hayat adalah Roh yang majemuk.
C. Roh Hayat
Roh itu bukan hanya Roh pemberi-hayat, tetapi juga Roh hayat (Rm. 8:2). Roh hayat adalah realitas dari hayat karena Roh i.ni mengandung unsur hayat ilahi. Sesungguhnya, Roh itu sendiri adalah hayat. Karena itu, pada Roh hayat, kita memiliki kekayaan-kekayaan hayat ilahi.
Jalan untuk memiliki hayat adalah Roh itu. Hayat adalah milik Roh itu, dan Roh itu berasal dari hayat. Keduanya sesungguhnya adalah satu. Kita tidak dapat memisahkan hayat dari Roh itu, atau Roh itu dari hayat. Jika kita memiliki Roh itu, kita memiliki hayat. Jika kita tidak memiliki Roh itu, kita tidak memiliki hayat. Jalan untuk mengalami hayat yang ilahi, kekal, bukan ciptaan, adalah Roh hayat.
D. Roh Allah
Dalam Roma 8:9 Paulus membicarakan Roh Allah berhuni di dalam kita, dan dalam ayat 14, Paulus membicarakan anak-anak Allah dipimpin oleh Roh Allah. Kita seharusnya tidak salah mengerti istilah "Roh Allah" dengan menganggap bahwa Roh itu adalah sesuatu yang berasal dari Allah. Dalam Perjanjian Baru, frase seperti "kasih Allah" dan "hayat Allah" berarti kasih dan hayat itu adalah Allah sendiri. Dengan prinsip yang sama, istilah Roh Allah berarti bahwa Roh itu adalah Allah. Jadi, kita dihuni dan dipimpin oleh Roh Allah berarti kita dihuni dan dipimpin oleh Allah sendiri.
E. Roh Yesus
Roh Yesus (Kis. 16:7) adalah ekspresi khusus terhadap Roh Allah dan mengacu kepada Roh Juruselamat yang berinkarnasi, yang sebagai Yesus dalam keinsanian-Nya, menempuh kehidupan insani dan mati di atas salib. Ini menunjukkan bahwa Roh Yesus tidak hanya mengandung unsur ilahi, tetapi juga unsur insani beserta unsur kehidupan insani Yesus dan penderitaan kematian-Nya.
F. Roh Kristus
Dalam Roma 8:9 Paulus membicarakan Roh Kristus. Roh Kristus berkenaan dengan kematian dan kebangkitan Tuhan. Roh Kristus adalah Roh dari Dia yang telah menempuh kematian dan masuk ke dalam kebangkitan. Roh Kristus adalah totalitas, kumpulan, dari Kristus yang almuhit beserta kematian-Nya dan kebangkitan-Nya yang almuhit.
G. Roh Yesus Kristus
Roh Yesus Kristus (Flp. 1:19) adalah "Roh" yang disebutkan dalam Yohanes 7:39. Roh ini bukan hanya Roh Allahsebelum inkarnasi Tuhan, lebih-lebih Roh Allah, Roh Kudus beserta keilahian setelah kebangkitan Tuhan, dicampur dengan keinsanian Tuhan, kehidupan insani di bawah salib, ketersaliban, dan kebangkitan.
Karena Roh Yesus secara khusus mengacu kepada penderitaan Tuhan, dan Roh Kristus kepada kebangkitan Tuhan, maka Roh Yesus Kristus berkenaan dengan penderitaan-Nya dan kebangkitan-Nya. Roh Yesus Kristus adalah Roh Yesus yang menempuh kehidupan yang menderita di bumi dan Roh Kristus yang sekarang berada dalam kebangkitan. Realitas dari Yesus dan Kristus yang demikian adalah Roh Yesus Kristus.
H. Roh yang Menghuni
Roh majemuk juga adalah Roh yang menghuni. Dalam Roma 8:9, dan 11 Paulus membicarakan Roh yang berhuni dalam kaum beriman. Ayat 9 membicarakan Roh Allah berhuni di dalam kita, dan ayat 11 melanjutkan berkata, "Jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, tinggal di dalam kamu, maka la, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang coati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya yang tinggal di dalam kamu." Sebagai Roh yang berhuni di dalam kita, Ia aktif menyalurkan hayat kepada kita. Roh yang menghuni menyalurkan hayat ilahi ke dalam ketiga bagian diri kita (ayat 10, 6, 11). Tujuan dari Roh yang menghuni adalah menyalurkan hayat yang sesungguhnya adalah Allah sendiri ke dalam ketiga bagian diri manusia kita.
I. Kristus yang Pneumatik
Terakhir, kita perlu mengenal Roh yang rampung sempurna sebagai Kristus yang pneumatik (Rm. 8:10). Kristus yang pneumatik adalah Kristus yang adalah Roh pemberihayat. Kristus yang berada dalam daging telah melewati kematian dan kebangkitan untuk menjadi Roh pemberi-hayat, yaitu Kristus yang pneumatik. Kristus tidak hanya telah menjadi Roh itu, Kristus yang pneumatik, tetapi ketika Ia datang kepada kita, Ia datang sebagai Kristus yang pneumatik. Jadi, hari ini, ketika kita menerima Kristus, kita menerima Dia sebagai Kristus yang pneumatik, sebagai Roh pemberi-hayat.
IV. MENGENAL GEREJA
Perkara selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah gereja.
A. Rumah Allah
Gereja adalah rumah Allah yang universal untuk menjadi manifestasi Allah dalam keinsanian (1 Tim. 3:15-16). Dalam 1 Timotius 3:15 Paulus membicarakan "rumah Allah (keluarga Allah, LAI), jemaat dari Allah yang hidup". Sebagai tempat kediaman Allah, gereja adalah rumah Allah sekaligus rumah tangga-Nya, keluarga-Nya. Dalam Perjanjian Lama, bait dan umat Allah adalah dua perkara yang terpisah, tetapi pada penggenapannya dalam Perjanjian Baru, tempat kediaman Allah dan keluarga Allah adalah satu. Ayat 15 dan 16 menunjukkan bahwa gereja sebagai rumah Allah juga adalah manifestasi Allah dalam daging — rahasiaibadah. Allah dimanifestasikan dalam gereja, yaitu dalam Tubuh Kristus dan rumah dari Allah yang hidup, ini adalah perluasan, ekspresi korporat Allah dalam daging, yaitu dalam keinsanian.
B. Gereja-gereja Lokal
Sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui bahwa gereja sebagai gereja-gereja lokal adalah ekspresi dari satu gereja Allah (Why. 1:11; 1 Kor. 10:32). Gereja memiliki baik aspek universal maupun aspek lokal. Dalam aspek lokal, gereja diekspresikan dalam banyak lokalitas sebagai gerejagereja lokal. Gereja universal yang satu terekspresi dalam banyak tempat di atas bumi menjadi gereja-gereja lokal. Ekspresi gereja dalam lokalitas adalah gereja lokal dalam lokal itu.
Gereja universal sebagai Tubuh Kristus diekspresikan melalui gereja-gereja lokal. Gereja-gereja lokal sebagai ekspresi dari satu Tubuh Kristus, adalah satu secara lokal. Tan-pa gereja-gereja lokal, maka tidak akan ada gereja universal yang praktis dan Gereja universal diwujudkan dalam gereja-gereja lokal.
C. Tubuh Kristus
Dalam aspek universalnya, gereja adalah Tubuh Kristus yang universal untuk menjadi kepenuhan-Nya. Dalam Efesus 1:22-23 Paulus membicarakan, "Gereja yang adalah Tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu." Inilah gereja dalam aspek universalnya, karena Kristus hanya memiliki satu Tubuh, yang adalah unik dalam alam semesta. Tubuh Kristus yang universal adalah kepenuhan-Nya, ekspresi-Nya.
V. MENGENAL TUBUH KRISTUS
Selain mengenal gereja, kita perlu mengenal Tubuh Kristus.
A. Rahasia Kristus
Tubuh Kristus adalah rahasia Kristus (Ef. 3:4). Rahasia Allah dalam Kolose 2:2 adalah Kristus; rahasia Kristus dalam Efesus 3:4 adalah gereja. Allah adalah rahasia, dan Kristus, sebagai perwujudan Allah untuk mengekspresikan Dia adalah rahasia Allah. Kristus juga adalah rahasia, dan gereja sebagai Tubuh Kristus, adalah rahasia Kristus. Rahasia ini adalah ekonomi Allah, yaitu untuk menyalurkan Kristus sebagai perwujudan Allah ke dalam umat pilihan Allah agar menghasilkan Tubuh, menjadi perbanyakan perwujudan Allah dalam Kristus sehingga Allah dapat memiliki ekspresi yang korporat.
B. Kepenuhan Dia yang Memenuhi Semua
dan dalam Segala Sesuatu
Tubuh Kristus adalah kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan dalam segala sesuatu (Ef. 1:23). Tubuh Kristus adalah ekspresi universal dari Kristus yang almuhit dan alwasi (memenuhi segala sesuatu, luas tak terbatas). Tubuh sebagai kepenuhan Kristus adalah kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan dalam segala sesuatu. Kristus yang adalah Allah yang tidak terukur dan tidak terbatas begitu besar sehingga Ia memenuhi semua dan dalam segala sesuatu. Kristus yang demikian besar perlu Tubuh untuk menjadi kepenuhan-Nya bagi ekspresi sempurna-Nya.
C. Organisme Allah Tritunggal
Tubuh Kristus adalah organisme Allah Tritunggal, tersusun dari Allah Tritunggal dengan kaum beriman (Ef. 4:4-6). Hayat ilahi adalah hakiki yaitu Allah Tritunggal, sedangkan organisme Allah Tritunggal adalah ekspresi yang dapat dilihat dari hakiki mi. Karen itu, sebagai organisme Allah Tritunggal, Tubuh Kristus itu mutlak organik dan mutlak berasal dari hayat. Ilustrasi dari organisms ini ditemukan dalam Yohanes 15, pohon (pokok) anggur dan carang-carangnya. Pohon anggur berkembang dan meluas melalui carangcarangnya. Inilah gambaran dari Tubuh Kristus sebagai organisme dari Allah Tritunggal, suatu organisms yang bertumbuh dengan kekayaan-kekayaan Allah Tritunggal dan mengekspresikan hayat ilahi.
Organisme Allah Tritunggal, Tubuh Kristus, adalah hasil dari trinitas ilahi; adalah hasil dari Bapa sebagai sumber, Putra sebagai sungai, dan Roh itu sebagai aliran. Selain itu, Tubuh tersusun dari Allah Tritunggal dengan kaum beriman. Dalam susunan ini, Bapa adalah sumber, Putra adalah unsur, Roh itu adalah esens; sedangkan kaum beriman, umat Allah yang ditebus dan dilahirkan kembali, adalah kerangka luar. Bapa adalah sumber, Putra adalah unsur, dan Roh itu adalah esens dari segala sesuatu dalam kerangka luar.
D. Isi Manusia Baru
Tubuh Kristus adalah isi manusia baru. Kolose 3:10-11 memberi tabu kita bahwa dalam manusia baru "Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu". Dalam manusia baru hanya ada tempat bagi Kristus. Ia adalah semua anggota manusia baru dan di dalam semua anggota. Ia adalah segala sesuatu dalam manusia baru. Sesungguhnya, Ia adalah manusia baru, Tubuh-Nya (1 Kor. 12:12). Dalam manusia baru, la adalah sentralitas dan universalitas. Ia adalah unsur penyusun manusia baru, dan la adalah semua dan di dalam segala sesuatu dalam manusia baru.
E. Dibangun
Tubuh Kristus perlu dibangun oleh orang-orang kudus yang disempurnakan dalam semua gereja lokal (Ef. 4:11-12). Efesus 4:11 membicarakan orang-orang yang berkarunia — para rasul, nabi, penginjil, serta gembala dan pengajar. Orangorang berkarunia ini hanya memiliki satu ministri, yaitu melayankan Kristus bagi pembangunan Tubuh Kristus, gereja. Apa pun yang dilakukan oleh orang-orang yang berkarunia haruslah bagi pembangunan Tubuh Kristus. Tetapi, pembangunan ini tidak langsung dirampungkan oleh orang-orang yang berkarunia tersebut, tetapi oleh orang-orang kudus yang telah disempurnakan oleh mereka.
F. Tidak Terbagi-bagi
Tubuh Kristus tidak terbagi-bagi dan tidak dapat dibagi-bagi. Ini secara jelas ditunjukkan oleh perkataan Paulus dalam 1 Korintus 1:10-13.
G. Merampungkan Yerusalem Baru
Pembangunan Tubuh Kristus merampungkan Yerusalem Baru. Hari ini kita sedang membangun Tubuh Kristus untuk pembangunan Yerusalem Baru. Kita sedang membangun sesuatu dalam zaman ini — Tubuh Kristus, yaitu bagi sesuatu pada zaman yang akan datang — Yerusalem Baru.
VI. MENGENAL PERAMPUNGAN YANG
SEMPURNA — YERUSALEM BARU
Kita perlu maju dari mengenal Tubuh Kristus sampai mengenal perampungan yang sempurna — Yerusalem Baru (Why. 21).
A. Suatu Susunan Mistikal
Yerusalem Baru adalah suatu susunan mistikal yang tersusun dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sempurna dengan umat-Nya yang dipilih, di-tabus, dilahirkan kembali, dikuduskan, diperbarui, ditransformasi, dibangun, diserupakan, dan dimuliakan.
B. Mempelai Perempuan
Sebagai susunan yang mistikal dan organik demikian, Yerusalem Baru adalah mempelai perempuan, istri Anak Domba (Why. 21:2, 9). Ini berarti Yerusalem Baru akan menjadi pasangan Kristus, perwujudan dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sempurna. Pada hari pernikahan selama seribu tahun (19:7-9), Yerusalem Baru hanya akan menjadi mempelai perempuan Anak Domba, tetapi dalam kekekalan, Yerusalem Baru akan menjadi istri Anak Domba.
C. Tabernakel
Yerusalem Baru juga adalah tabernakel untuk menjadi tempat kediaman kekal Allah. Wahyu 21:3 dengan jelas mengatakan bahwa Yerusalem Baru, kota kudus, adalah tabernakel Allah (kemah Allah, LAI). Ini menunjukkan bahwa Yerusalem Baru adalah tempat kediaman Allah. Tempat kediaman Allah adalah bagi ekspresi perhentian-Nya. Dalam Yerusalem Baru, Allah akan mempunyai ekspresi perhentian yang puncak untuk selamanya.
Tabernakel yang dibuat oleh Musa adalah lambang dari Yerusalem Baru sebagai tabernakel kekal Allah (Kel. 25:8-9; Im. 26:11). Lambang ini pertama-tama digenapkan dalam Kristus sebagai tabernakel Allah di tengah-tengah manusia (Yoh. 1:14). Ia sendiri adalah tabernakel Allah. Pada akhirnya, lambang tabernakel akan digenapkan sepenuhnya dalam Yerusalem Baru, yang akan menjadi perluasan Kristus sebagai tempat kediaman Allah.
D. Bait
Yerusalem Baru adalah bait untuk menjadi tempat kediaman kekal orang-orang kudus yang dimuliakan. Wahyu 21:22b mengatakan, "Sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya." Karena Allah dan Anak Domba adalah bait, Mereka tidak dapat tinggal di dalamnya, dan bait tidak dapat menjadi tempat kediaman Mereka. Sebaliknya, bait adalah tempat kediaman orang-orang kudus yang dimuliakan, yang melayani Allah Tritunggal dengan berhuni di dalam Dia.
Di satu pihak, Yerusalem Baru, yang tersusun darisemua orang kudus yang dimuliakan sebagai tempat kediaman Allah, adalah tabernakel. Di lain pihak, Yerusalem Baru, yang tersusun dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sempurna, sebagai tempat kediaman orang-orang kudus yang dimuliakan, adalah bait. Karena itu, Yerusalem Baru adalah tabernakel dan bait, adalah tempat saling huni antara Allah Tritunggal dengan orang-orang kudus yang dimuliakan.
E. Perluasan dan Ekspresi Kekal
Yerusalem Baru juga adalah perluasan dan ekspresi kekal dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sempurna dalam keinsanian yang dilahirkan kembali, ditransformasi, dan dimuliakan. Inilah penyebaran Allah Tritunggal melalui orang-orang kudus-Nya yang dimuliakan sebagai perbanyakan-Nya bagi tujuan kekal-Nya. Penyebaran ini diilustrasikan oleh pohon anggur dan ranting-rantingnya dalam Yohanes 15. Ranting-ranting pohon anggur adalah penyebaran pohon anggur. Ini adalah ilustrasi Yerusalem Baru sebagai perluasan, penyebaran dari Allah Tritunggal melalui orang-orang kudus-Nya yang dimuliakan.
VII. MENGENAL DIRI
Selain mengenal keenam perkara di atas, kita perlu mengenal diri (self).
A. Manusia Lama, Manusia Alamiah
Dalam Roma 6:6, manusia lama mengacu kepada hayat alamiah dalam jiwa kita. Manusia lama adalah diri kita, yang diciptakan oleh Allah, tetapi telah jatuh karena berdosa. Ini sama dengan "aku" dalam Galatia 2:20. Manusia lama kita telah disalibkan bersama Kristus di atas salib (Rm. 6:6; Gal. 2:20) dan dikubur bersama Kristus dalam baptisan (Rm. 6:4). Ini bukan jiwa itu sendiri tetapi hayat dari jiwa, yang oleh Allah telah dianggap tidak ada harapan dan telah diletakkan di atas salib dan disalibkan bersama Kristus.
B. Menyangkal Diri
Diri perlu terus-menerus disangkal, dihukum, dan ditolak. Dalam Matius 16:24 Tuhan Yesus berkata, "Jika seseorang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." Kita, kaum beriman dalam Kristus, disalibkan bersama Kristus, dan sekarang kita perlu memikul salib. Bagi kita, memikul salib berarti kita tetap berada di bawah pembunuhan dari kematian Kristus untuk mengakhiri diri kita, hayat alamiah kita, dan manusia lama kita. Berbuat demikian berarti kita menyangkal diri, sehingga kita bisa mengikuti Tuhan.
Dalam berita ini, kita telah membahas ringkasan dari ketujuh butir utama dalam teologi kita: Allah Tritunggal, Kristus yang almuhit, Roh yang rampung sempurna, gereja, Tubuh, perampungan yang sempurna (Yerusalem Baru), dan diri. Kita perlu meluangkan banyak waktu untuk mempelajari semua perkara ini.