KRISTUS TINGGAL DAN BERUMAH DI DALAM KITA MELALUI FIRMAN-NYA
Pembacaan Alkitab:
Ef. 3:8, 16-17a, 19b; 6:17b-18a; Kol. 3:16; Flp. 2:16a; Yoh. 14:23; 15:4, 7
Ayat-ayat yang tercantum di atas boleh diibaratkan seperti potongan-potongan gambar susun. Bila kita menggabungkannya, kita akan nampak sebuah lukisan yang lengkap.
Dalam Efesus 3:8 Paulus mengatakan tentang kekayaan Kristus yang tidak terduga. Kekayaan Kristus yang tidak terduga ini adalah kepenuhan ke-Allahan (Kol. 2:9). Kekayaan-kekayaan ini pasti sangat almuhit dan alwasi! Kepenuhan ke-Allahan ini telah menjadi kekayaan Kristus yang tidak terduga.
Ketika kita membahas Efesus 3:8 dan 16-17a, kita nampak bahwa Kristus berumah di dalam hati kita berarti kekayaan-Nya yang tidak terduga menduduki seluruh diri kita. Kekayaan ini harus memenuhi hati kita, termasuk pikiran, emosi, tekad, dan hati nurani. Bila hati kita diduduki dan dimiliki oleh Kristus, sudah pasti kita akan bersatu dengan Dia di dalam roh. Dengan demikian seluruh manusia batiniah kita akan diduduki oleh Kristus dan menjadi satu dengan-Nya.
Bagi kita, perkataan tentang kepenuhan Allah adalah kekayaan Kristus, dan kekayaan Kristus menduduki manusia batiniah kita boleh jadi hanya satu doktrin saja. Kita harus maju selangkah untuk bertanya, bagaimanakah kekayaan Kristus dapat memenuhi kita secara riil. Kepenuhan ke-Allahan dan kekayaan Kristus yang tidak terduga ini direalisasikan melalui Roh itu, dan di dalam Roh itu. Lagi pula, Roh itu terwujud di dalam firman. Di satu pihak, da-lam Efesus 3:8 dan 17, Paulus mengatakan tentang kekayaan Kristus dan Ia berumah di dalam hati kita; di pihak lain, dalam Kolose 3:16, ia menyuruh kita membiarkan perkataan Kristus tinggal dengan limpahnya di dalam kita. Kata “dengan limpahnya” berhubungan dengan kata “kekayaan”, dan kata “tinggal” berhubungan dengan kata “berumah”. Kristus yang membawa kekayaan yang tidak terduga ini damba berumah dalam hati kita. Kolose 3:16 mengacu kepada kekayaan dan tinggalnya (berhuninya) perkataan Kristus di dalam kita.
Selain itu, menurut Efesus 3:19, bila Kristus berumah di dalam hati kita, kita akan dipenuhi hingga menjadi seluruh kepenuhan Allah. Kita berawal dari kepenuhan ke-Allahan, dan kini kembali lagi kepada kepenuhan ini. Kepenuhan Allah yang berasal dari kekekalan telah menjadi kekayaan Kristus yang tidak terduga. Sekarang, Kristus yang membawa kekayaan yang tidak terduga ini sedang berumah di dalam hati kita, agar kita boleh dipenuhi hingga menjadi seluruh kepenuhan ke-Allahan. Karena itu, di sini kita mempunyai suatu siklus yang lengkap: berawal dari kepenuhan ke-Allahan, dan kembali lagi kepada kepenuhan ini. Kita memuji Tuhan, karena melalui Roh dan firman, kita dapat mengalami kekayaan Kristus yang tidak terduga dan dipenuhi hingga menjadi seluruh kepenuhan Allah!
FIRMAN DAN ROH
Berbicara mengenai Roh, kita nampak adanya dua ekstrem. Ekstrem pertama terdapat dalam kalangan fundamental, dan yang lainnya dalam kalangan Pentakosta. Ada beberapa orang Kristen aliran fundamental yang karena takut akan pengalaman atas Roh, maka mereka hanya memperhatikan doktrin-doktrin Alkitab. Namun, memiliki doktrin-doktrin Alkitab saja tanpa Roh, sama dengan tubuh yang tidak berhayat. Roh terwujud dalam firman. Karena itu, firman boleh disebut tubuh dari Roh itu. Memisahkan Roh dari firman berarti memiliki tubuh yang tidak berhayat. Roh adalah isi hayat dari Alkitab. Bila Alkitab terpisah dari Roh, Alkitab akan menjadi huruf-huruf yang mati. Namun demikian, orang-orang Kristen fundamental sering merasa takut bila mendengar berita-berita tentang pengalaman atas Kristus, Roh itu, dan hayat batini. Mereka mewakili satu ekstrem.
Golongan Pentakosta mewakili ekstrem lain. Mereka mungkin mengabaikan firman, dan menekankan Roh secara abnormal dan tidak seimbang.
Ekonomi Allah menghindari kedua ekstrem itu. Dalam ekonomi Allah, Roh adalah pencapaian perampungan sempurna dari Allah Tritunggal kepada manusia. Seperti telah kita ketahui, ketika Roh itu datang kepada kita, Allah Tritunggal datang. Seiring dengan Roh itu Allah mengaruniakan firman kepada kita. Di satu aspek, kita mempunyai Roh sebagai pencapaian perampungan sempurna dari Allah Tritunggal; di aspek lain, kita mempunyai firman sebagai wujud dari Roh. Kita tidak boleh memisahkan firman dari Roh. Bagaimana hayat dan tubuh jasmani kita merupakan satu kesatuan, satu organisme yang lengkap dan hidup, maka Roh dan firman juga satu adanya. Sebagai manusia, kita harus memiliki tubuh yang terlihat dan terjamah, dan hayat yang tidak terlihat dan tidak terjamah. Demikian pula, sebagai kaum beriman, kita perlu firman dan Roh itu. Tambahan pula, sebagaimana tubuh kita beroleh semangat dan kekuatan dari hayat yang tidak terlihat dalam tubuh kita, demikian pula, Roh itulah yang membuat firman itu menjadi hidup dan berkhasiat.
Sebagai Roh almuhit, Allah Tritunggal beserta dengan kita. Kita tidak perlu berpuasa dan berdoa untuk dapat menerima Roh itu, tetapi cukup hanya dengan menyeru nama Tuhan Yesus. Dari pengalaman kita mengetahui, bila kita berseru, “O, Tuhan Yesus,” kita sudah menerima Roh itu (1Kor. 12:3). Kemudian, Roh itu akan memalingkan kita kepada firman. Banyak di antara kita yang dapat bersaksi, setiap kali kita menyeru nama Tuhan Yesus dengan iman dan kasih, kita akan segera menerima Roh itu, dan dengan otomatis kita akan tertarik kepada Alkitab. Ini menunjukkan bahwa Roh dan firman itu satu adanya. Ekonomi Allah tergantung pada firman dan Roh. Kita harus memiliki kedua-duanya, dan tidak memisahkan Mereka. Kita perlu firman sebagai tubuh dan Roh sebagai hayat. Jika kita mau membiarkan Kristus menduduki kita dan berumah di dalam kita, wajiblah kita dipenuhi dengan perkataan Kristus. Dalam Yohanes 14:23 Tuhan Yesus berkata, “Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan tinggal bersama-sama dengan dia.” Di sini kita lihat kaitan antara perkataan Tuhan dengan Bapa dan Anak yang datang kepada kita dan tinggal bersama-sama dengan kita. Sukar sekali dikatakan apakah tempat tinggal ini untuk Bapa dan Anak atau untuk kita. Sebenarnya itu adalah tempat tinggal bersama. Di satu pihak, Tuhan menjadikan kita tempat tinggal-Nya; di pihak lain, Dia menjadi tempat tinggal kita. Ini terbukti oleh perkataan Tuhan dalam Yohanes 15:4: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” Perkataan ini berarti saling huni dan tinggal bersama. Sudah tentu Yohanes 15 adalah kelanjutan pasal 14. Dalam pasal 14 terdapat tempat tinggal bersama, dan dalam pasal 15 saling huni. Karena bagi Tuhan dan kita ada tempat tinggal, maka sekarang kita dapat tinggal di dalam Dia dan Dia dapat tinggal di dalam kita. Menurut Yohanes 15:4 dan 7, tinggalnya firman Tuhan di dalam kita berarti Tuhan sendiri tinggal di dalam kita. Ayat 4 mengatakan, “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” Dalam ayat 7 Tuhan melanjutkan, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu...” Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa firman Tuhan sama dengan Tuhan itu sendiri. Jika Kristus ingin tinggal di dalam kita secara riil firman-Nya harus tinggal di dalam kita. Kita tidak mungkin mengalami berhuninya Kristus di dalam kita selain kita dihuni oleh firman-Nya.
Puji Tuhan, kita memiliki Kristus, Roh itu, dan firman! Karena Kristus adalah Allah, maka Ia riil; karena Ia adalah Roh, maka Ia hidup; dan karena Ia adalah firman, maka Ia pun sangat riil. Sebagai kaum beriman dalam Kristus, tidak seorang pun di antara kita yang dapat menyangkal bahwa kita semua memiliki Roh dan firman. Alangkah ajaibnya bahwa Roh dan firman adalah satu.
MENERIMA FIRMAN UNTUK
MEMPERHIDUPKAN KRISTUS
Sekarang kita tiba pada masalah yang sangat penting; yakni perlunya kita menerima firman hari demi hari. Jangan mempunyai sikap yang keliru, yaitu karena kita telah bertahun-tahun menjadi orang Kristen, kita telah memiliki banyak pengetahuan, maka kita tidak perlu membaca firman setiap hari. Meskipun kita telah bertahun-tahun makan, jika kita ingin tetap hidup, kita harus makan setiap hari. Hanya orang beballah yang berkata bahwa karena pada hari-hari yang lampau kita sudah sering makan, maka kita tidak perlu makan lagi. Demikian pula, kita harus membaca firman dari hari ke hari, bahkan membacanya beberapa kali dalam sehari. Kita harus memulai tiap hari kita dengan sarapan pagi yang baik secara jasmani maupun secara rohani. Setiap hari kita perlu menerima firman hidup ke dalam kita, dan dipenuhi olehnya.
Setelah mendengar berita-berita tentang memperhidupkan Kristus, mungkin kita benar-benar damba untuk memperhidupkan Dia. Akan tetapi, jika kita tidak makan firman setiap hari, tidak mungkin kita memperhidupkan Kristus. Saya sangat sehat secara rohani, karena setiap hari saya memakan, mencerna, menyerap firman, dan mendapat perawatan dari firman ini.
Allah telah membuat Kristus menjadi hayat dan segala sesuatu kita, dan Dia telah menentukan kita untuk memperhidupkan Kristus. Jika kita memperhidupkan Kristus, kita akan menjadi orang-orang yang paling berbahagia di atas bumi. Kita akan mempunyai sukacita, kepuasan, dan segala berkat. Seperti telah kita tunjukkan, cara untuk memperhidupkan Kristus ialah menerima perkataan-Nya ke dalam kita, dan dipenuhi olehnya.
Untuk menerima firman ke dalam diri kita, janganlah kita hanya membacanya saja, tetapi kita harus membaurkan pembacaan kita dengan berdoa, bernyanyi, bermazmur, dan menyeru nama Tuhan Yesus. Kaan saja saya membuka firman Allah, baik untuk bekerja maupun untuk merawat diri sendiri, saya selalu terbenam dalam suasana dan atmosfir doa. Saya sering bercakap-cakap dengan Tuhan melalui ayat-ayat yang saya baca. Dengan cara inilah saya ter-infus dan terawat, dan roh saya dipenuhi oleh firman hidup; yang sebenarnya adalah Kristus sendiri sebagai Roh itu.
Janganlah Anda mengira bahwa Anda mampu memperhidupkan Kristus dengan hanya membulatkan tekad Anda. Mungkin ada orang setelah mendengar berita tentang mem-perhidupkan Kristus lalu berdoa, “Tuhan, aku ingin memperhidupkan Engkau, aku berketetapan untuk memperhidupkan Engkau mulai sekarang dan seterusnya. Bantulah aku untuk melakukannya.” Namun, doa semacam ini tidak ada gunanya. Ini ibarat Anda memohon Tuhan memberi kesehatan, tetapi Anda tidak mau makan dengan normal. Sia-sialah Anda berketetapan untuk beroleh kesehatan, jika Anda tidak makan makanan yang bergizi. Demikian pula, jika kita tidak beroleh gizi dari firman, sia-sialah kita bertekad memperhidupkan Kristus. Hanya dengan makan firmanlah baru kita dapat memperhidupkan Kristus.
Ketika kita dipenuhi dengan perkataan Kristus, dengan otomatis kita pun dipenuhi dengan kekayaan Kristus dan kepenuhan ke-Allahan. Setiap hari kita perlu menerima firman hidup ke dalam kita sebagai makanan. Ketika kita membaca firman, kita harus membuka seluruh diri kita dan memakai roh kita. Pertama-tama kita harus berdoa, kemudian berdoa-baca, bernyanyi-baca, dan bermazmur-baca. Ketika kita bernyanyi dan bermazmur dengan firman, kita boleh memakai segala macam melodi dan lagu, bahkan boleh juga dengan melodi yang kita gubah atau karang sendiri dengan spontan.
MENYANYIKAN PERKATAAN KRISTUS
Ada beberapa orang Kristen, terutama mereka yang beraliran Pentakosta, yang menyanyikan ayat-ayat dari Alkitab. Namun, yang mereka nyanyikan sebagian besar dari Perjanjian Lama. Itu memang baik, tetapi ayat-ayat itu tidak sekaya bila kita menyanyikan ayat-ayat Perjanjian Baru. Khususnya, kita harus menyanyikan keempat surat yang menjadi jantung wahyu ilahi — Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose — untuk menikmati kekayaan Kristus yang tidak terduga.
Dalam sidang gereja adakalanya kita menyanyikan “Maka orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan sorak-sorai” (Yes. 51:11). Menyanyikan ayat tersebut memang bisa mendorong dan membebaskan kita, tetapi tidak dapat dibandingkan dengan kelimpahan bila kita menyanyikan ayat-ayat dari Surat Efesus. Kita khususnya perlu menyanyikan ayat-ayat yang menyampaikan kekayaan Kristus kepada kita. Sekali lagi saya menganjuri kalian untuk menyanyibacakan Surat Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose. Keempat surat tersebut sungguh penuh dengan kekayaan ilahi. Alangkah limpah ruahnya kekayaan yang terdapat dalam ayat-ayat seperti Kolose 2:9 dan Efesus 3:17 : Segala kepenuhan ke-Allahan tinggal di dalam Kristus, dan Kristus berumah di dalam hati kita!
Jangan menganggap Surat Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose hanya sekadar kata-kata yang ditulis oleh Paulus, bukan perkataan Kristus. Ketika Paulus menulis Surat-surat Kiriman ini Kristus sebagai Roh itu berada di dalamnya. Jadi, Kristus dapat menulis dalam tulisan Paulus, berarti perkataan Paulus adalah perkataan Kristus.
Menurut Ibrani 1, Allah hari ini berfirman melalui Anak-Nya. Selaku kaum beriman, para rasul memiliki Anak Allah, Kristus, dan Kristus ini hidup di dalam mereka. Karena itu, apa pun yang rasul katakan dengan Kristus, adalah perkataan Kristus. Sebab itu, kita harus menganggap semua perkataan yang ditulis Paulus adalah perkataan Kristus; dan pada hakikatnya, seluruh kitab Perjanjian Baru adalah perkataan Kristus. Saya harap pada suatu hari kita bisa menciptakan lagu-lagu tentang seluruh kitab Perjanjian Baru. Hal itu akan membantu kita untuk menyanyikan perkataan Kristus. Kemudian, kita pun dapat menciptakan lagu bagi setiap ayat dari kitab Perjanjian Baru.
Saya tidak menekankan bernyanyi secara formal, melainkan menyanyikan firman secara spontan. Bernyanyi secara demikian dapat melatih seluruh diri kita. Ketika kita menyanyikan firman, kita perlu melatih mata kita untuk membaca, pikiran kita untuk mengerti, emosi kita untuk mengasihi firman, tekad kita untuk menerima firman, dan roh kita untuk berdoa, bernyanyi, memuji, bermazmur, dan bersyukur kepada Tuhan atas firman-Nya.
DIJENUHI FIRMAN MELALUI ROH ITU
Pada masa lampau, di antara kita banyak yang tidak melatih seluruh diri kita pada waktu kita membaca firman. Kita sering hanya menggunakan pikiran untuk mempelajari Alkitab. Bahkan kita tidak menggunakan emosi kita dengan memadai untuk mengasihi firman, atau menggunakan tekad kita dengan sekuatnya untuk menerima firman, Namun, jika kita melatih seluruh diri kita untuk menerima firman, akhirnya kita akan dipenuhi, diduduki, dan dijenuhi dengan firman hidup. Karena firman adalah wujud Roh itu, dan Roh itu adalah realitas Kristus, maka dengan otomatis kita akan dipenuhi dengan Kristus. Dengan demi-kian apa saja yang kita lakukan dan katakan pasti di dalam nama Kristus. Inilah memperhidupkan Kristus. Bila kita dijenuhi dengan perkataan Kristus melalui Roh itu, otomatis kita akan memperhidupkan Dia.
Semakin banyak kita memakan firman hidup, kita akan semakin disusun oleh firman. Kita akan dijenuhi dan disusun sepenuhnya oleh Kristus. Kemudian, pikiran kita menjadi pikiran Kristus, perkataan kita menjadi perkataan Kristus, dan tindak tanduk kita menjadi tindak tanduk Kristus. Inilah cara untuk memperhidupkan Kristus.
Memperhidupkan Kristus dengan cara dijenuhi oleh fir-man jauh berbeda dengan membulatkan tekad kita untuk memperhidupkan Kristus dan berdoa mohon bantuan Tuhan. Dari pengalaman saya tahu bahwa cara bertekad yang demikian tidak ada manfaatnya. Dahulu saya sering berdoa, “Tuhan, aku mohon bantuan-Mu untuk memperhidupkan Engkau sejak sekarang dan seterusnya.” Saya memang berhasil dalam jangka pendek, tetapi tidak lama kemudian, pada hari itu juga, saya kembali gagal memperhidupkan-Nya. Lalu saya mengakui kegagalan saya dan mohon rahmat-Nya untuk membantu saya memperhidupkan Dia. Akhirnya, saya tahu, cara untuk memperhidupkan Kristus bukanlah mohon bantuan-Nya, melainkan setiap hari menerima perawatan dari firman hidup. Sebagai contoh, untuk beroleh kesehatan jasmani, jalannya bukan berdoa, melainkan harus makan makanan yang bergizi dari hari ke hari. Demikian pula, jika kita ingin beroleh kesehatan rohani dan memperhidupkan Kristus, kita harus menerima firman Allah ke dalam kita terus-menerus. Hanya dengan berdoa mohon bantuan Tuhan tidak ada manfaatnya. Yang bermanfaat ialah tiap hari datang kepada firman Allah dan diinfus dengan kekayaan Kristus. Kita semua harus terbuka dari lubuk diri kita dan menggunakan roh kita untuk menerima firman Allah ke dalam kita, tidak hanya dengan membacanya, tetapi juga dengan berdoa, bernyanyi, bermazmur, bersyukur, dan berseru kepada Tuhan. Kemudian kekayaan firman akan menjenuhi seluruh diri kita.
Dalam pemulihan-Nya, Tuhan tidak berusaha memulihkan formalitas atau praktek apa pun. Sasaran Tuhan adalah memulihkan diri-Nya sendiri sebagai pengalaman kita, dan memulihkan hidup gereja yang tepat, yang berasal dari pengalaman akan Dia secara riil. Hari ini Tuhan adalah Roh juga firman. Kita harus merenungkan firman dan melaluinya berbicara dengan Tuhan. Kita juga dapat berdoa, bernyanyi, dan bermazmur dengan firman, dan kita dapat bersyukur kepada Allah Bapa melalui firman. Tujuan dari latihan yang demikian ini bukan hanya untuk memperoleh pengetahuan Alkitab, tetapi terutama untuk menerima unsur, substansi, dan esens dari persona ilahi, Kristus sendiri, yang terwujud di dalam firman, dan disampaikan melalui firman. Marilah kita berdoa dengan firman dan bernyanyi dengan firman untuk menerima kekayaan firman melalui Roh itu.