KEKAYAAN KRISTUS TERWUJUD DI DALAM SUPLAI YANG LIMPAH LENGKAP DARI ROH ITU DAN SUPLAI
YANG LIMPAH LENGKAP DARI ROH ITU
TERWUJUD DI DALAM FIRMAN
ALLAH YANG KAYA
Pembacaan Alkitab:
Kol. 2:9; Ef. 3:8; Flp. 1:19; Kol. 3:16; Yoh. 16:13-15; 6:63
Keinginan Allah ialah agar kita yang telah ditebus, diselamatkan, dibasuh dengan darah, dilahirkan kembali dengan Roh itu, dan yang telah menerima hayat dan sifat Allah dapat memperhidupkan Kristus. Hanya memperbaiki kelakuan atau standar kehidupan kita tidaklah memadai. Kita harus memperhidupkan Kristus dengan cara yang sangat riil dalam pengalaman kita.
KRISTUS YANG ALMUHIT DAN EKSTENSIF
Untuk memperhidupkan Kristus, kita harus memahami siapakah dan apakah Kristus. Dari Surat Kolose kita telah nampak bahwa Kristus bukan hanya almuhit (meliputi segala sesuatu), tetapi juga alwasi (meluas ke segala sesuatu). Dia adalah rahasia Allah juga rahasia ekonomi Allah. Kristus adalah Allah, manusia, dan realitas setiap hal positif dalam alam semesta. Ini sudah tentu bukan paham panteisme. Ini adalah mempersaksikan Kristus adalah wujud, realitas dari segala hal yang positif menurut Kolose 2:16-17.
Dalam Kolose 2:16-17 Paulus berkata, “Karena itu, jangan biarkan orang menghakimi kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedangkan wujudnya ialah Kristus.” Menurut prinsip yang dipaparkan dalam ayat-ayat ini, Kristus adalah hari raya yang sejati atau hari suci. Sebagai hari raya kita, Kristus adalah perhentian, sukacita, dan kenikmatan kita. Ada Kristus, tiap hari adalah hari raya; tanpa Kristus, tiap hari sengsara. Bahkan ketika mengalami kesulitan sekalipun, kita dapat mengalami hari raya yang sejati jika kita memiliki Kristus sebagai sukacita, kenikmatan, dan perhentian kita.
Kristus juga bulan baru kita. Sekali demi sekali kita perlu satu permulaan atau awal baru seperti yang dilambangkan oleh bulan baru. Kristus adalah bulan baru yang sedemikian bagi kita. Dalam kontak kita dengan-Nya setiap hari, kita dapat mengalami satu bulan baru, permulaan baru.
Berdasarkan ayat-ayat dalam Surat Kolose ini, Kristus juga makanan, minuman, dan pesta kita. Perkataan kita tidak mampu melukiskan apa adanya Kristus dalam kealwasian-Nya dan kealmuhitan-Nya. Meskipun Kristus begitu alwasi dan almuhit, Dia adalah kenikmatan dan pengalaman kita, dan kita dapat memperhidupkan Dia.
HAYAT DAN SUPLAI HAYAT KITA
Bersama semua orang Kristen yang sejati, kita percaya bahwa Kristus adalah Penebus dan Juruselamat kita. Dia adalah Allah yang berinkarnasi, dan Dia hidup di bumi sebagai manusia selama tiga puluh tiga setengah tahun. Kemudian Dia mati di atas salib, menumpahkan darah-Nya untuk membasuh kita dari segala dosa kita. Sekarang Dia adalah Juruselamat kita dalam kebangkitan. Walaupun kita menekankan bahwa kita percaya Kristus adalah Penebus dan Juruselamat kita dan mengalami-Nya sebagai Penebus dan Juruselamat, tetapi kita mengetahui bahwa Kristus juga hayat kita. Di satu pihak, sebagai hayat Dia telah menyuplai kita sekali untuk selamanya; di pihak lain, Dia disuplaikan sebagai hayat kepada kita terus-menerus. Hayat perlu suplai yang terus-menerus. Jika kita memiliki hayat tetapi kekurangan sarana untuk mempertahankannya, kita akan mati. Sebagai contoh, pernafasan merupakan perkara yang dibutuhkan bagi hayat. Kita harus bernafas secara terus-menerus. Walaupun kita bisa lulus dari sekolah, tetapi kita tidak dapat lulus dari pernafasan. Lulus dari pernafasan berarti mati. Kita memuji Tuhan karena Kristus adalah Penebus dan Juruselamat kita, dan Dia juga hayat dan suplai hayat kita!
MENJADI ANAK-ANAK ALLAH
YANG MEMPERHIDUPKAN KRISTUS
Sebagai orang-orang yang telah ditebus, diselamatkan, dan dilahirkan kembali, kita memiliki hayat dan sifat Allah. Alangkah ajaibnya, manusia-manusia yang telah jatuh dapat mengumumkan bahwa mereka memiliki hayat dan sifat Allah! Kita memiliki sifat Allah karena kita telah dilahirkan dari Allah. Allah bukan hanya Pencipta kita, Dia juga Bapa kita. “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah” (1Yoh. 3:1). Karena kasih-Nya kepada kita, Bapa telah menyalurkan hayat dan sifat-Nya kepada kita. Sekarang kita adalah anak-anak Allah yang memiliki hayat dan sifat ilahi.
Tahukah Anda status macam apa yang Anda miliki sebagai orang Kristen? Anda adalah anak Allah yang Mahakuasa. Allah benar-benar adalah Bapa Anda. Kalau ayah Anda adalah Presiden Amerika Serikat, Anda pasti bangga sekali. Kita seharusnya jauh lebih bangga, karena kita mempunyai Alah yang Mahakuasa sebagai Bapa kita! Kita berhak menyatakan, “Haleluya, kita adalah anak-anak Allah yang Mahakuasa!”
Sebagai anak-anak Allah, kita harus memperhidupkan Kristus, bukan memperhidupkan etika, moral, atau kelakuan baik. Etika mungkin sangat baik dan standar moral yang tinggi pasti sangat unggul, tetapi semuanya itu tidak dapat dibandingkan dengan Kristus. Standar kehidupan orang Kristen adalah Kristus sendiri, bukan etika, moral, atau karakter yang luhur. Dalam Surat Filipi, Paulus ingin memberi kesan kepada kita tentang memperhidupkan Kristus. Paulus dapat berkata, “Bagiku hidup adalah Kristus” (1:21). Paulus berharap, baik hidup atau mati, Kristus tetap diperbesar di dalam tubuhnya. Alangkah hebatnya standar ini! Standar kehidupan kristiani jauh melampaui etika, moral, atau filsafat macam apa pun. Saya ulangi, standar kehidupan kristiani adalah Kristus, dan kita harus memperhidupkan Dia dan memperbesar Dia.
Kristus adalah sasaran Paulus, dan keinginannya adalah ditemukan orang di dalam Kristus (Flp. 3:9). Kita juga harus berkeinginan ditemukan orang di dalam Kristus. Di mana saja kita berada, kita seharusnya ditemukan di dalam Kristus. Betapa memalukan bila kita ditemukan di dalam kehidupan alamiah atau kebudayaan kita! Tetapi alangkah indahnya kalau orang lain dapat bersaksi bahwa mereka menemukan kita di dalam Kristus! Sasaran kita adalah Kristus, dan standar kita juga Kristus. Di mana pun kita berada, orang-orang yang kita jumpai harus terkesan dengan Kristus. Kemudian, karena kita memperhidupkan Kristus, kita akan ditemukan orang lain di dalam Dia.
Kalau kita memperhidupkan suatu hal, kita pasti ditemukan di dalam hal itu. Sebagai contoh, jika kita memperhidupkan kebudayaan, orang lain akan menemukan kita dalam kebudayaan. Demikian pula, kalau kita memperhidupkan Kristus sepanjang waktu, kita akan selalu ditemukan di dalam Kristus. Jika kita ingin ditemukan di dalam Kristus, pertama-tama kita harus memperhidupkan Kristus. Sebagai kaum muda, kaum setengah baya, atau kaum lansia, janganlah kita hidup secara alamiah, melainkan harus memperhidupkan Kristus. Oh, memperhidupkan Kristus dan ditemukan di dalam Kristus adalah suatu hal yang besar.
Memperhidupkan Kristus adalah suatu hal yang abstrak dan rahasia. Memperhidupkan Kristus adalah hidup dengan cara yang rahasia. Di satu aspek, kehidupan semacam ini riil dan nyata; di aspek lain, kehidupan semacam ini tidak dapat didefinisikan. Ketika orang lain menemukan kita di dalam Kristus, mereka sukar sekali melukiskan kita. Kita tampak rahasia. Walau sebagai manusia kita tidak begitu berbeda dengan mereka, tetapi ada sesuatu yang rahasia bahkan istimewa pada diri kita. Kristus itu rahasia, maka orang-orang yang memperhidupkan Dia juga rahasia. Karena Kristus itu abstrak dan rahasia, maka tidak mudah dijelaskan bagaimana cara kita memperhidupkan Dia.
Menurut konsepsi utama Alkitab, Allah Tritunggal menjadi hayat kita, dan kita perlu berada di dalam Dia. Dalam Matius 28:19 Tuhan Yesus menyuruh murid-murid-Nya membaptis orang-orang yang percaya ke dalam nama Allah Tritunggal, yakni ke dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Membaptiskan kaum beriman ke dalam Allah Tritunggal berarti menempatkan mereka ke dalam satu kesatuan organik dengan Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Sebelum kita diselamatkan, Allah Tritunggal terhadap kita mutlak obyektif. Tetapi melalui penebusan, penyelamatan, pembenaran, dan kelahiran kembali, Dia menjadi subyektif. Sekarang kita berada di dalam Dia, dan Dia di dalam kita. Allah Tritunggal di dalam kita bukan hanya menjadi Penebus dan Juruselamat, tetapi juga menjadi hayat dan suplai hayat kita. Kehendak Allah bukan menginginkan kita melakukan sesuatu bagi-Nya, melainkan agar kita menjadi satu roh dengan Dia dan memperhidupkan Dia. Memperhidupkan Allah Tritunggal berarti memperhidupkan Kristus, memperbesar Kristus, memuliakan Kristus, dan mengekspresikan Dia. Inilah memperbesar Kristus dalam pandangan orang-orang yang berkontak dengan kita. Titik fokus Alkitab berkaitan dengan hal memperhidupkan Kristus.
ALKITAB DAN ROH KUDUS
Meskipun memperhidupkan Kristus merupakan hal yang rahasia, tetapi hal itu tidak rahasia sedemikian rupa sehingga kita tidak dapat memahaminya sama sekali. Kelak kita akan tahu bahwa memperhidupkan Kristus erat sekali hubungannya dengan kekayaan Kristus yang terwujud dalam suplai yang limpah lengkap dari Roh itu, dan suplai yang limpah lengkap dari Roh yang terwujud dalam firman Allah yang kaya. Alkitab bukan hanya firman Allah, tetapi juga pembicaraan dan nafas Allah. Dalam 2Timotius 3:16 Paulus berkata bahwa Alkitab adalah hembusan Allah (Tl.). Melalui pembicaraan dan nafas Allah inilah banyak hal yang ajaib diwahyukan.
Jika kita tidak mempunyai bahasa, Allah tidak berdaya berfirman kepada kita. Sebagai Allah yang berbicara, Ia berbicara kepada kita melalui bahasa manusia. Adanya bahasa manusia adalah suatu persiapan bagi Allah untuk berbicara kepada manusia.
Puji Tuhan, di tangan kita, orang-orang Kristen, ada Alkitab; di dalam roh dan hati kita ada Roh Kudus. Sekarang kita perlu melihat apakah Roh Kudus dan apakah Alkitab.
ALLAH TRITUNGGAL MENCAPAI KITA
Bila orang Kristen ditanya tentang Roh Kudus, mereka selalu menjawab: Roh Kudus adalah persona yang ketiga dari ke-Allahan. Mereka menunjukkan bahwa ke-Allahan terdiri atas tiga persona: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Mes-kipun tidak salah mengatakan bahwa Roh Kudus adalah persona ketiga dari ke-Allahan, tetapi pengertian demikian tidaklah cukup. Kita wajib nampak, Bapa dan Anak sepenuhnya terwujud dalam persona ketiga dari ke-Allahan, yakni Roh Kudus. Ini berarti kita tidak dapat memisahkan Roh Kudus dari Anak atau Bapa.
Ketiga persona dari ke-Allahan ini bukan hanya seren-tak ada, juga saling huni. Karenanya, hubungan antara Bapa, Anak, dan Roh tidak saja serentak ada bahkan saling huni. Allah adalah tritunggal, Dialah tiga juga satu. Serentak ada berarti ada secara bersamaan. Saling huni jauh lebih sulit didefinisikan atau dipahami. Dipakai untuk Allah Tritunggal, istilah ini berarti Bapa, Anak, dan Roh Kudus berada dan hidup di dalam satu sama lain. Alkitab menunjukkan dengan jelas, ketika Anak datang, Bapa datang bersama Anak; demikian pula ketika Roh datang, Anak dan Bapa datang bersama-Nya. Selain itu, ketika Anak datang, Bapa bukan datang bersama-sama di luar Anak, melainkan datang bersama-sama di dalam Anak secara subyektif.
Dalam membicarakan hubungan Bapa dengan Anak, dan Anak dengan Roh, Injil Yohanes memakai sebuah kata depan (preposisi) yang khas dalam bahasa Yunani. Istilah itu dapat diterjemahkan “dari dengan” (Yoh. 6:46; 16:27). Anak tidak saja datang dari Bapa, bahkan datang dari dengan Bapa. Dia datang dari Bapa juga dengan Bapa. Ini menunjukkan ketika Anak datang, Bapa juga datang; Bapa datang di dalam Anak. Karenanya Tuhan dapat berkata, “Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yoh. 14:9). Ia pun dapat bersaksi, “Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku” (Yoh. 14:10). Di satu pihak, Bapa dan Anak merupakan dua persona; di pihak lain, Mereka adalah satu. Karena Bapa tidak saja datang bersama Anak, tetapi juga di dalam Anak, maka Anak yaitu Tuhan Yesus dapat berkata, “Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya”
(Yoh. 14:10). Tambahan pula, menurut Alkitab, jika kita memiliki Anak, kita juga memiliki Bapa (1Yoh. 2:23). Karena Bapa beserta dengan Anak, bahkan ada di dalam Anak, maka ketika kita menerima Anak, kita juga menerima Bapa. Selain itu, ketika Roh itu datang, Anak dan Bapa datang bersama-Nya. Karenanya, jika kita telah mempunyai Roh itu, berarti kita mempunyai Anak dan Bapa.
Roh Kudus adalah Allah Tritunggal yang mencapai kita dengan sepenuhnya. Jangan mengira ketika Roh Kudus mencapai Anda hanya Roh Kudus sendiri, yakni persona ketiga dari ke-Allahan itu sendiri yang datang, sedangkan Bapa dan Anak tertinggal di surga. Ada beberapa orang Kristen justru mempunyai pengertian demikian. Mereka tidak percaya bahwa Kristus ada di dalam kita, tetapi menyatakan bahwa Kristus mengutus Roh Kudus sebagai wakil-Nya di dalam kita. Konsepsi demikian sama sekali keliru. Alkitab tidak mengatakan Roh itu mewakili Anak di dalam kaum beriman. Sebaliknya, menurut Alkitab, ketika Roh Kudus datang, Anak datang bersama Dia dan di dalam Dia. Bapa juga datang bersama Anak dan Roh itu. Ini berarti, ketika Roh Kudus datang kepada kita, seluruh Allah Tritunggal datang. Menurut Alkitab, kita boleh mengatakan bahwa Bapa adalah sumber, Anak adalah sungai, dan Roh adalah aliran. Alangkah ajaib! Roh Kudus mencapai Anda dan saya berarti Allah Tritunggal sepenuhnya mencapai Anda dan saya.
DIHUNI OLEH ROH ITU
Sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus, kita mempunyai keyakinan penuh bahwa Roh Kudus berhuni di dalam kita. Tetapi, dalam hal ini banyak kesimpangsiuran di antara orang Kristen hari ini. Ada beberapa yang berpendapat, setelah seseorang menjadi orang Kristen, ia masih harus berdoa untuk menerima Roh Kudus. Ada beberapa yang lebih menyimpang dan menyatakan bahwa berbahasa lidah adalah satu-satunya tanda dari orang yang menerima Roh Kudus. Berdasarkan Alkitab, ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus, menyeru nama-Nya, dan menerima-Nya sebagai Juruselamat kita, Roh Kudus pun masuk ke dalam kita. Kita tidak perlu berbahasa lidah untuk membuktikan bahwa kita telah menerima Roh Kudus.
Satu petunjuk yang pasti bahwa kita telah menerima Roh Kudus adalah kita memiliki perasaan yang manis dalam batin ketika kita memanggil Allah Bapa. Pada suatu hari, seorang pemuda bertanya kepada Saudara Watchman Nee tentang Roma 8:16, sebuah ayat yang mengatakan bahwa Roh itu bersaksi bersama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah. Pemuda itu minta bantuan untuk memahami apa artinya Roh Kudus bersaksi bersama dengan roh kita. Karena pemuda itu sudah menikah, Saudara Watchman Nee bertanya kepadanya apakah ia merasakan kemanisan yang sama ketika ia memanggil ayah mertuanya “papa” dengan ketika ia memanggil ayahnya sendiri. Pemuda itu berkata bahwa ia tidak mempunyai perasaan manis yang sama dalam kedua hal itu. Saudara Nee menunjukkan kepadanya bahwa ia dapat memanggil ayahnya sendiri “papa” dengan cara yang manis karena ia dilahirkan olehnya. Saudara Nee kemudian bertanya kepadanya, apa-kah ia merasa manis dalam batin ketika menyebut Allah itu Bapa. Pemuda itu berkata dengan pasti bahwa ia benar-benar mengalami kemanisan itu. Saudara Nee menjawab, “Anda benar-benar sudah beroleh selamat. Anda dapat merasakan kemanisan ini karena Anda telah memiliki Roh itu dalam batin Anda. Anda sekarang mempunyai roh keputraan. Kemanisan yang Anda alami ketika Anda memanggil Allah Bapa menunjukkan bahwa Anda telah menerima Roh itu.” Entah kita pernah berbahasa lidah atau tidak, kita dapat berkata dengan pasti bahwa kita telah menerima Roh Kudus, dan kita sekarang adalah anak-anak Allah.
FIRMAN DAN ROH
Dalam Perjanjian Baru kita nampak bahwa Roh dan firman adalah satu. Tuhan Yesus berkata, “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup” (Yoh. 6:63). Kita tidak boleh memisahkan Roh Kudus yang ada dalam batin kita dengan Alkitab yang ada dalam tangan kita. Keduanya adalah satu realitas ilahi. Di luar Roh Kudus, Alkitab akan menjadi hampa, dan tidak memiliki realitas sama sekali. Realitas Alkitab adalah Roh Kudus. Namun, kalau kita tidak mempunyai Alkitab, kita tidak akan memiliki perwujudan Roh Kudus. Di luar firman, tidak ada perwujudan Roh. Di satu aspek, Alkitab adalah perwujudan Roh itu; di aspek lain, Roh itu adalah realitas Alkitab. Kita selamanya tidak boleh memisahkan keduanya.
Kita bersyukur kepada Tuhan karena kedua pemberian yang indah ini: Roh Kudus yang di dalam dan Alkitab yang di luar. Kita telah nampak bahwa Roh Kudus adalah Allah Tritunggal yang mencapai kita secara penuh. Ketika Roh Kudus mencapai kita, Allah Tritunggal beserta dengan kita. Namun, karena Roh itu abstrak lagi rahasia, maka kita perlu mengetahui bahwa Roh itu terwujud di dalam firman. Jika kita sekarang ingin memperhidupkan Kristus, kita perlu mengalami Roh yang di dalam, dan menikmati firman yang di luar. Dalam pengalaman kita, Roh dan firman harus bersatu. Tiap kali kita membaca Alkitab, kita juga harus berdoa, itulah mendoabacakan firman Tuhan. Dengan mendoabacakan firman Tuhan, kita melatih roh kita untuk berkontak dengan Roh Kudus. Dengan demikian, kita menggabungkan Roh Kudus dengan Alkitab. Hasilnya, dalam pengalaman kita, Roh dan firman akan menjadi semacam kenikmatan, dan kenikmatan ini tidak lain ialah Allah Tritunggal.
KEPENUHAN, KEKAYAAN, SUPLAI, DAN FIRMAN
Dalam Perjanjian Baru ada empat ayat yang mendasar: Kolose 2:9; Efesus 3:8; Filipi 1:19; dan Kolose 3:16. Dalam ayat-ayat ini kita memiliki empat istilah yang penting. Pertama, dalam Kolose 2:9 kita nampak kepenuhan ke-Allahan diam secara jasmaniah di dalam Kristus. Dalam ayat ini istilah yang terpenting ialah “kepenuhan”. Kedua, dalam Efesus 3:8 Paulus berkata bahwa ia memberitakan kekayaan Kristus yang tidak terduga sebagai Injil. Injil Paulus ialah kekayaan Kristus. Ketiga, dalam Filipi 1:19 Paulus membicarakan suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus. Keempat, Kolose 3:16 menerangkan bahwa perkataan Kristus harus tinggal atau berhuni dengan lim-pahnya di dalam kita. Ini pun berarti perkataan Kristus berhuni di dalam kita dengan kekayaannya dan secara limpah. Karenanya, dalam keempat ayat ini kita nampak kepenuhan, kekayaan, suplai yang limpah lengkap, dan firman yang berhuni dalam kita dengan limpahnya. Kepenuhan berkaitan dengan ke-Allahan, kekayaan berkaitan dengan Kristus, suplai yang limpah lengkap berkaitan dengan Roh itu, dan perkataan Kristus berhuni dengan limpahnya berkaitan dengan firman itu. Singkatnya kita nampak: ke-Allahan, Kristus, Roh itu, dan firman. Saya anjurkan dengan sangat, begitu Anda ada kesempatan, Anda harus baik-baik mendoabacakan keempat ayat ini; menikmati kepenuhan ke-Allahan, kekayaan Kristus, suplai yang limpah lengkap dari Roh itu, dan perkataan Kristus yang berhuni dalam Anda dengan limpahnya.
Kepenuhan, kekayaan, suplai yang limpah lengkap, dan firman keempatnya saling berkaitan. Kepenuhan Allah sebenarnya adalah kekayaan Kristus, dan kekayaan Kristus adalah suplai yang limpah lengkap dari Roh itu. Dalam ke-Allahan ada kepenuhan; dalam Kristus, kepenuhan menjadi kekayaan yang tidak terduga; dan dalam Roh itu, kekayaan menjadi suplai yang limpah lengkap. Lagi pula, suplai yang limpah lengkap dari Roh itu terwujud dalam firman. Ketika firman Allah berhuni di dalam kita dengan suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus, maka firman itu benar-benar berhuni dengan limpahnya di dalam kita.
Semasih muda, saya dapat menghafalkan banyak ayat Alkitab dengan mudah sekali. Tetapi walaupun saya dapat menghafalkan ayat seperti Yohanes 3:16, namun ayat ini belum lagi berhuni dengan limpahnya di dalam saya. Sebaliknya, ia berhuni di dalam saya dengan miskin sekali. Tetapi sekarang saya dapat bersaksi bahwa ayat ini bersama banyak ayat lainnya, telah berhuni di dalam saya dengan segala kekayaannya; ayat ini mendiami saya dengan limpahnya. Setiap kali saya merenungkan ayat-ayat tertentu, saya dipenuhi oleh kenikmatan akan Allah Tritunggal. Pengalaman saya hari ini berbeda sekali dengan yang lampau. Pada waktu itu saya dapat menghafalkan Kolose 2:9; tetapi saya tidak mempunyai banyak kenikmatan akan kepenuhan ke-Allahan. Tetapi bila saya merenungkan ayat ini sekarang, kenikmatannya luar biasa limpahnya.
DIRESAPI DENGAN ALLAH TRITUNGGAL
UNTUK MEMPERHIDUPKAN KRISTUS
Penting sekali kita mengetahui bahwa kepenuhan ke-Allahan yang berwujud di dalam Anak menjadi kekayaan Kristus yang tidak terduga, kekayaan Kristus, Anak, terealisasi sebagai suplai yang limpah lengkap dari Roh itu, dan suplai yang limpah lengkap ini sekarang terwujud di dalam firman. Ketika kita membaca firman dan mendoabacakannya, kita dapat menjamah esens dan substansi firman: suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus. Jika kita hanya membaca firman tanpa berdoa, kita tidak dapat memperoleh apa-apa selain pengetahuan yang obyektif. Namun, melalui berdoa dengan firman, kita akan menjamah Roh itu. Hasilnya, kita akan menikmati suplai yang limpah lengkap dari Roh itu, kekayaan Kristus, dan kepenuhan ke-Allahan. Mungkin Anda sekarang dapat mengerti mengapa berita ini memiliki judul yang begitu panjang: “Kekayaan Kristus Terwujud di dalam Suplai yang Limpah Lengkap dari Roh Itu dan Suplai yang Limpah Lengkap dari Roh itu Terwujud di dalam Firman Allah yang Kaya”.
Jika kita ingin memperhidupkan Kristus, kita harus membaca firman dan mendoabacakannya sedemikian rupa sehingga kita mengambil bagian dalam kepenuhan Allah, kekayaan Kristus, dan suplai yang limpah lengkap dari Roh itu. Oh, kita perlu diresapi dan dijenuhi dengan kepenuhan ke-Allahan; kekayaan Kristus, dan suplai yang limpah lengkap dari Roh itu! Dengan demikian, setelah diresapi oleh Allah Tritunggal, kita akan memperhidupkan Kristus.
Kita semua perlu diresapi dengan suplai yang limpah lengkap dari Roh itu, kekayaan Kristus, dan kepenuhan ke-Allahan. Semuanya ini berada di dalam firman dan Roh itu. Jadi, kita harus datang kepada firman secara konstan dan berdoa dengan tidak henti-hentinya. Melalui mendoabacakan firman, kita akan menjamah suplai Roh itu, kekayaan Kristus, dan kepenuhan ke-Allahan. Kemudian, kita akan mengambil bagian dalam segala apa adanya Allah Tritunggal, dan dengan spontan kita akan memperhidupkan Dia. Inilah artinya memperhidupkan Kristus.
Memperhidupkan Kristus bukanlah pembulatan tekad untuk mengubah cara hidup kita. Kita tidak boleh berkata, “Sekarang aku telah mengetahui apa artinya memperhidupkan Kristus. Aku bertekad memperhidupkan Dia, dan aku berdoa agar Allah mau membantuku melakukan hal ini. Ya, Allah, bantulah aku untuk memperhidupkan Kristus.” Cara yang demikian tidak manjur. Kalau Anda berdoa seperti ini, Anda akan menyadari, segera setelah berdoa, Anda akan terus memperhidupkan diri sendiri. Cara untuk memperhidupkan Kristus pertama-tama ialah diresapi oleh Dia dengan segala kekayaan-Nya. Kita telah menunjukkan berkali-kali, bahwa kekayaan ini berada di dalam Roh dan firman.
JARINGAN KABEL LISTRIK DAN
KABEL BAWAH TANAH
Kita boleh mengibaratkan suplai yang limpah lengkap dari Roh itu dengan listrik yang mencapai rumah kita dengan perantara jaringan kabel listrik dan kabel bawah tanah. Roh itu sendiri ibarat jaringan kabel listrik, dan Alkitab ibarat kabel bawah tanah. Bila kita mempunyai jaringan kabel listrik dan kabel bawah tanah, Roh dan firman, dan keduanya berfungsi bersama-sama, kita akan menerima suplai yang limpah lengkap dari Roh itu sebagai listrik surgawi. Pengalaman kita mempersaksikan fakta ini. Ketika kita menggunakan roh kita untuk mendoabacakan satu ayat, dalam lubuk batin kita terasa disuplai, disegarkan, diterangi, didiris, dirawat, dihibur, dan diperkuat. Ini adalah kenikmatan dari listrik ilahi. Bila Anda memakai jaringan kabel listrik dan kabel bawah tanah, Roh dan firman, Anda akan menerima suplai yang limpah lengkap.
Prinsipnya sama dengan kita ingin mengetahui kehendak Allah. Cara untuk mengetahui kehendak Allah bukan berdoa, “O Tuhan, Engkau tahu betapa bodohnya aku. Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku.” Doa semacam ini tidak manjur. Janganlah berdoa begitu, tetapi nikmati saja firman dan Roh itu, biarkan listrik surgawi menginfus Anda dengan Allah Tritunggal. Ketika Anda menerima infus dari suplai yang limpah lengkap dari Roh itu, kehendak Allah dengan otomatis dan spontan akan menjadi jelas bagi Anda. Anda akan mengetahui ada beberapa hal yang tidak boleh Anda lakukan; sebab hal itu bukan kehendak Allah. Anda akan mengetahui pula bahwa Anda harus melakukan hal-hal tertentu, sebab hal-hal itu adalah kehendak Allah. Tidak perlu orang lain mengatakan kepada Anda, apa yang harus Anda lakukan. Infus ilahi yang Anda nikmati dalam batin akan membuat Anda jelas. Lagi pula, ketika Anda diresapi dalam Allah Tritunggal serta suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus, Anda akan memperhidupkan Kristus dengan spontan.
Puji Tuhan, karena Dia telah memperlihatkan jalan untuk memperhidupkan Kristus! Jalannya ialah menikmati Allah Tritunggal melalui membaca dan mendoabacakan firman. Ketika kita menjamah suplai yang limpah lengkap dari Roh itu, kita akan menempuh kehidupan yang mengekspresikan Kristus, yakni kehidupan yang sebenarnya adalah Kristus itu sendiri.