← Daftar isi Filipi (1) · bab 15/20

PERKATAAN YANG KAYA, SUPLAI YANG LIMPAH LENGKAP, DAN DOA YANG TIDAK HENTI-HENTINYA

UNTUK MEMPERHIDUPKAN KRISTUS

Pembacaan Alkitab:

Kol. 3:16-17; Ef. 5:18-20; 1Tes. 5:17-19; Flp. 1:19-21a

EKONOMI ALLAH BERLAWANAN

DENGAN KONSEPSI ALAMIAH

Ekonomi Allah jauh berbeda dengan konsepsi alamiah manusia. Menurut konsepsi kita, bila kita telah diselamatkan, kita harus bertekad untuk memperbaiki kelakuan kita. Mungkin setiap orang Kristen sejati telah membuat keputusan demikian. Menurut konsepsi kita, kita perlu memperbaiki kelakuan kita sendiri. Menyadari kelemahan kita, kita mohon Allah membantu kita. Namun, Allah tidak mengabulkan doa semacam itu. Semakin kita berdoa mohon Allah membantu kita untuk memperbaiki kelakuan kita, Ia semakin tidak mau membantu kita. Sebaliknya, kelakuan kita akan menjadi semakin buruk. Penyebabnya ialah konsepsi yang demikian bertentangan dengan ekonomi Allah. Ekonomi Allah ialah menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam kita dan menggarapkan diri-Nya sendiri ke dalam kita, agar kita dapat menerima Dia sebagai hayat dan suplai hayat untuk memperhidupkan Dia. Ini bukan memiliki karakter insani yang diperbaiki, melainkan memperhidupkan Allah. Menurut ekonomi-Nya, Allah ingin menyalurkan unsur-Nya, substansi-Nya, dan sifat-Nya ke dalam diri kita, supaya kita dapat memperhidupkan Dia.

Orang-orang Kristen telah terjerumus ke dalam perangkap untuk mencoba memperbaiki karakter mereka. Kita bersyukur kepada Tuhan, dalam pemulihan-Nya kita telah diselamatkan dari perangkap itu. Bertahun-tahun yang lampau, saya terbiasa berdoa mohon Tuhan membantu saya memperbaiki kelakuan saya. Saya ingin menjadi orang yang paling luhur; teristimewa saya ingin lebih mengasihi istri saya. Menyadari ketidakmampuan saya, saya lalu mohon Tuhan membantu saya. Sekarang saya tidak berdoa demikian lagi, saya hanya menikmati ekonomi Allah. Saya tahu bahwa Ia berkehendak menyalurkan atau mentransfusikan diri-Nya sendiri ke dalam saya, sehingga saya dapat mem-perhidupkan Dia.

BUKAN KOREKSI LAHIRIAH,

MELAINKAN TRANSFUSI BATINIAH

Kita boleh menggunakan istilah lain untuk melukiskan atau menguraikan keinginan Allah menyalurkan diri-Nya ke dalam kita. Allah ingin mencurahi kita, merawat kita, menyegarkan kita, dan memelihara kita. Istilah-istilah ini menunjukkan bahwa Allah ingin menjadi hayat, suplai hayat, makanan, minuman, dan udara kita. Dia adalah makanan untuk memelihara kita; minuman untuk meleraikan haus kita; udara untuk menyegarkan kita; dan suplai hayat untuk memperkaya kita. Sebagai persona ilahi, Dia menginfus kita dengan unsur-unsur-Nya, membuat kita menjadi sehayat dan sesifat dengan-Nya.

Dalam ekonomi-Nya, Allah tidak memperbaiki kita secara lahiriah. Sebaliknya, Dia mentransmisikan segala apa adanya diri-Nya dalam kita. Perbedaan koreksi lahiriah dengan transfusi batiniah boleh diilustrasikan dengan perbedaan antara menggunakan tata rias dengan memiliki warna kulit yang sehat karena makan dengan tepat. Cara manusia adalah menggunakan tata rias, tetapi cara Allah ialah mentransformasi kita secara metabolis; yaitu memelihara, menyegarkan, mendiris, memperkaya, dan memperkuat kita. Inilah ekonomi Allah. Allah itu kaya dengan pemeliharaan, pendirisan, perawatan, penyegaran, dan penyinaran-Nya. Oh, penyinaran-Nya mendatangkan kelimpahan-Nya! Udara, air, dan makanan juga menyuplaikan kelimpahan-Nya kepada kita. Dalam Alkitab Allah mengibaratkan diri-Nya sendiri seperti makanan, air, udara, dan sinar matahari. Mazmur 84:11 mengatakan bahwa Tuhan adalah matahari kita. Allah tidak hanya mengajar kita, Ia juga memelihara kita, mencurahi kita, dan menginfuskan segala kekayaan-Nya ke dalam manusia batiniah kita. Inilah cara Allah.

TERSUSUN DARI APA YANG KITA MAKAN

Tujuan Allah dalam mentransmisikan kelimpahan-Nya ke dalam kita ialah agar kita dapat memperhidupkan Dia. Para ahli gizi mengatakan bahwa kita adalah apa yang kita makan. Jika kita memakan banyak makanan tertentu, kita akan tersusun dari makanan itu. Semasih muda, saya memperhatikan setiap orang yang tinggal di rumah nenek dan kakek saya baunya seperti bau ikan. Ibu saya menjelaskan bahwa orang-orang di daerah itu memakan ikan tiga kali sehari. Karena mereka memakan begitu banyak ikan, maka mereka menjadi tersusun dari ikan. Ini mengilustrasikan fakta bahwa kita akan tersusun dari apa yang kita makan. Jika kita makan Kristus, kita akan tersusun dari Dia.

Ekonomi Allah justru menghendaki kita memakan Kristus dan tersusun oleh Dia. Dalam Yohanes 6 Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia adalah roti hayat, roti yang turun dari surga, dan orang yang makan Dia akan hidup oleh Dia (ayat 35, 41, 57). Kemudian, dalam Yohanes 7 Ia berseru, “Siapa saja yang haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” (ayat 37). Kata-kata Tuhan ini mengacu kepada Roh itu. Dalam Wahyu 22:17, panggilan ini sekali lagi diserukan. Tuhan memanggil kita untuk meminum Roh itu, yaitu Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Setelah melalui tahap-tahap proses ilahi, Allah Tritunggal sekarang adalah minuman yang universal dan almuhit, yang tersedia dan praktis lagi mudah.

Setiap sidang gereja seharusnya menjadi sebuah pesta. Tuhan memanggil kita untuk mengambil bagian atas diri-Nya sebagai makanan dan minuman kita. Apakah sebuah sidang berasal dari Tuhan atau tidak, dapat ditentukan oleh apakah ada “meja makan” dalam sidang tersebut atau tidak. Tiap sidang gereja adalah pesta. Dalam tiap sidang ada sebuah meja makan bagi kita, dan kita berkesempatan untuk makan dan minum Allah Tritunggal.

Sekarang kita seharusnya jelas bahwa yang kita perlukan bukan perbaikan atau koreksi luaran. Keperluan kita ialah menerima Allah Tritunggal melalui makan dan minum Dia. Menurut ketentuan Allah, cara untuk memiliki Dia ialah makan dan minum Dia.

PERKATAAN KRISTUS TINGGAL

DENGAN LIMPAH DI DALAM KITA

Sekarang kita sampai pada perkara yang sangat penting: di manakah kita dapat menemukan Allah Tritunggal yang telah melalui proses sebagai minuman yang almuhit? Mengatakan Dia ada di surga memang betul, tetapi mengatakan Dia di dalam kita juga benar. Namun, walaupun Allah Tritunggal tinggal di dalam kita sebagai Roh almuhit, mungkin Dia tidak tinggal dengan kaya limpah. Dalam Kolose 3:16 Paulus berkata, “Hendaklah perkataan Kristus tinggal dengan limpahnya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” Apakah artinya hendaklah perkataan Kristus tinggal dengan kayanya di dalam kita? Beberapa tahun yang lampau, saya mengira ini berarti kita harus menghafalkan Alkitab ayat demi ayat. Menurut konsepsi saya pada waktu itu, membiarkan perkataan Kristus ting-gal dengan limpahnya di dalam saya berarti menghafalkan ayat-ayat Alkitab sebanyak-banyaknya. Namun, ini bukanlah maksud Paulus dalam Kolose 3:16.

Perkataan Kristus tinggal dengan limpahnya di dalam kita berarti perkataan Kristus itu mendiami atau menghuni diri kita dengan limpah. Hal ini dapat diilustrasikan dengan makan. Setelah kita makan satu kali, makanan itu mendiami kita dengan limpah. Makanan mengandung banyak unsur yang kaya gizi. Bila kita menerima makanan yang bergizi ke dalam kita dan mencernanya, makanan itu akan mendiami kita dengan limpah. Demikian pula, perkataan Kristus tinggal dengan limpahnya di dalam kita berarti perkataan itu mendiami kita dengan memberi gizi dan kelimpahan. Ini bukan masalah menghafalkan ayat-ayat, melainkan masalah memiliki firman yang mengandung kekayaan Kristus yang tidak terduga tinggal di dalam kita sedemikian rupa sehingga kekayaan Kristus merawat dan memperkaya kita.

Saya pernah menjumpai orang yang bisa menghafalkan seluruh Surat Efesus, bahkan ada seorang lagi yang dapat menghafalkan seluruh Injil Matius. Tetapi dapat menghafalkan seluruh kitab Perjanjian Baru tidaklah berarti perkataan Kristus sudah tinggal dengan limpahnya di dalam kita. Sebagai contoh, kita mungkin menerima makanan ke dalam kita, tetapi perut kita mungkin tidak dapat mencer-nanya dengan wajar. Salah cerna menunjukkan bahwa makanan tidak dapat masuk ke dalam kita dengan limpah. Makanan itu mungkin kaya dengan gizi, tetapi jika kita tidak dapat mencernanya sesudah memakannya, makanan itu tidak dapat masuk dengan limpah ke dalam kita. Dalam keadaan demikian kita tidak mampu menyerap kelimpahan makanan itu. Namun, jika kita mempunyai daya metabolisme yang tepat dan mampu mencerna makanan yang kita makan, maka unsur makanan itu akan masuk ke dalam kita dengan limpah. Kita perlu perkataan Kristus tinggal dengan limpahnya di dalam kita secara demikian.

Mungkin saja sebuah ayat yang sama masuk ke dalam kita secara kaya atau secara miskin. Kali ini boleh jadi Anda tidak dapat mencerna atau menyerap ayat tertentu, tetapi kali lain firman itu mungkin masuk dengan limpahnya ke dalam Anda, dan tinggal di dalam Anda dengan limpahnya. Kita semua harus membiarkan perkataan Kristus tinggal dengan limpahnya di dalam kita.

MENYANYIKAN FIRMAN TUHAN

Dalam butir ini kita perlu membahas jalan untuk membiarkan perkataan Kristus tinggal dengan limpahnya di dalam kita. Paulus memberi kita jalannya dalam Kolose 3:16: “. . . dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain sambil menyanyikan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” Di sini Paulus menunjukkan bahwa kita harus mengajar dan menegur tidak dengan cara biasa, melainkan dengan mazmur, puji-pujian, dan nyanyian rohani. Mazmur sering sangat panjang, nyanyian rohani kebanyakan lebih pendek, dan puji-pujian biasanya sedang, tidak panjang dan tidak pendek. Ketika kita menegur satu sama lain dengan mazmur, puji-pujian, dan nyanyian rohani, kita harus bernyanyi dengan anugerah dalam hati kita kepada Allah. Kita wajib bernyanyi dengan menggunakan roh. Semakin kita bernyanyi dengan cara demikian, kita akan semakin bersemangat dan membara. Melalui bernyanyi semacam ini, kita membiarkan perkataan Kristus tinggal dengan limpahnya di dalam kita.

Misalkan, dalam sebuah sidang kita bernyanyi dengan puji-pujian yang dikarang berdasarkan Efesus 3:16-21. Jika kita menyanyikan ayat-ayat itu dengan menggunakan roh, bagian firman ini akan tinggal dengan limpahnya di dalam kita, dan kita akan menerima pemeliharaan. Pemeliharaan ini pertama-tama akan menyuplai roh kita, bukan menyup-lai pikiran kita. Melalui bernyanyi dengan roh kita, kita akan ada jalan untuk membiarkan perkataan Kristus tinggal di dalam kita dengan limpahnya untuk memelihara kita.

MELAKUKAN SEGALANYA DALAM NAMA TUHAN

Dalam Kolose 3:17 Paulus melanjutkan, “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau per-buatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur melalui Dia kepada Allah, Bapa kita.” Apakah artinya melakukan segala sesuatu dalam nama Tuhan? Bertindak dalam nama seseorang berarti bersatu dengan orang itu, bahkan menjadi orang itu. Jika saya tidak bersatu dengan seseorang, bagaimana saya bisa melakukan sesuatu dalam namanya? Kalau kita melakukan segala hal dalam nama Tuhan, haruslah kita bersatu dengan Dia, bahkan menjadi Dia. Berbuat demikian berarti memperhidupkan Kristus.

Semakin kita menerima firman melalui membaca, doa baca, dan teristimewa nyanyi baca, maka kekayaan firman akan semakin meresapi kita dan menyatukan kita dengan Tuhan. Kemudian, kita tidak melakukan segala sesuatu dalam nama kita sendiri, melainkan dalam nama Tuhan Yesus.

Cara untuk memperhidupkan Kristus ialah menerima firman dengan menggunakan roh kita. Hanya menggunakan pikiran kita untuk membaca firman tidaklah memadai. Kita juga harus menggunakan roh kita melalui berdoa dengan firman dan menyanyikannya. Saya berharap dalam sidang-sidang gereja kita akan memakai waktu lebih banyak untuk menyanyikan firman Allah. Pertama-tama kita membaca firman dan kemudian mendoabacakannya. Selanjutnya kita menyanyikannya. Dengan demikian, kita akan diresapi sepenuhnya dengan kekayaan firman.

Karena firman adalah perwujudan kekayaan Kristus, maka diresapi dengan firman berarti diinfus dan dijenuhi dengan unsur Kristus. Infus dan penjenuhan ini mengakibatkan kita menjadi satu dengan Kristus dan melakukan segala sesuatu dalam nama-Nya. Dalam segala sesuatu yang kita katakan atau kerjakan, kita akan bersatu dengan Dia. Ketika kita diresapi dengan kekayaan firman, kita akan menjadi satu dengan Tuhan Yesus dan melakukan segala hal dalam nama-Nya. Inilah jalan untuk memperhidupkan Kristus.

Kehendak Allah ialah ingin memperoleh umat yang bersatu dengan-Nya, tetapi bukan dalam ke-Allahan-Nya, melainkan dalam hayat dan sifat-Nya. Orang-orang yang bersatu dengan Allah dalam hayat dan sifat ilahi dapat mengekspresikan Dia. Hari ini Allah sedang mencari sekelompok manusia yang memperhidupkan Kristus melalui menerima firman yang kaya ke dalam mereka.

FIRMAN MENJADI ROH YANG LIMPAH LENGKAP

Setiap kali kita diresapi dengan kekayaan firman, maka firman di batin kita akan menjadi Roh yang limpah lengkap. Hal ini terjadi melalui doa kita yang tidak henti-hentinya. Mungkin Anda heran apakah sangkut-pautnya doa semacam ini dengan bernyanyi. Bernyanyi merupakan cara doa yang paling baik. Ketika Anda bernyanyi dengan melatih roh Anda berarti Anda berdoa. Sering kali doa kita yang terindah yang dapat kita persembahkan kepada Allah ialah nyanyian kita kepada-Nya. Misalkan Anda bernyanyi, “Hayat dan alangkah teduh! Di batinku Kristus hidup!” (Kidung No. 378). Inilah doa yang paling baik.

Kita juga berdoa ketika kita bersyukur kepada Allah. Ketika kita melakukan sesuatu dalam nama Tuhan Yesus, kita harus pula bersyukur kepada Allah Bapa melalui Dia.

Melalui doa, nyanyi, dan syukur, kita akan diinfus oleh Kristus, diresapi oleh-Nya, dan berbaur dengan-Nya. Banyak di antara kita yang dapat bersaksi, ketika kita menikmati bagian firman tertentu, dengan spontan dari batin kita meluap sebuah melodi. Kemudian, kita mulai memakai melodi itu untuk menyanyikan firman kepada Tuhan. Melalui bernyanyi, kita akan diresapi dengan firman dan dipelihara dengan kekayaannya. Hal ini menyebabkan kita memberikan syukur kita kepada Allah. Pada saat ini kita benar-benar bersatu dengan Kristus. Apa pun yang kita lakukan dalam perkataan atau perbuatan akan kita lakukan dalam nama Tuhan Yesus. Saya ulangi, inilah memperhidupkan Kristus.

Kita perlu mengetahui bahwa firman, suplai yang limpah lengkap dari Roh itu, dan doa yang tidak henti-hentinya dengan bernyanyi dan bersyukur, semuanya berjalan serentak dan sejajar. Melalui doa kita disertai bernyanyi dan bersyukur, firman yang kaya dalam batin kita akan menjadi Roh yang limpah lengkap itu. Lalu karena kita bersatu dengan Roh itu, dengan firman itu, dan dengan Kristus, kita akan memperhidupkan Kristus, dan kita be-nar-benar bersatu dengan Dia dalam segala hal yang kita katakan dan lakukan.

Setiap hari kita harus datang kepada firman dan membiarkan firman masuk ke dalam kita dengan limpahnya. Untuk ini, kita perlu lebih banyak dari sekadar membaca firman itu saja. Kita juga perlu berdoa, bernyanyi, bersyukur, dan memuji. Ketika kita menerima firman dengan cara demikian, firman itu akan menjadi Roh itu dengan suplai yang limpah lengkap. Kemudian kita akan dijenuhi dengan Tuhan, berbaur dengan Dia, dan bersatu secara riil dengan Dia dalam hayat dan sifat. Setahap demi setahap unsur pembunuh dalam firman itu akan menanggulangi hal-hal negatif — daging, ego, dan hayat alamiah di dalam kita. Pada waktu yang bersamaan, firman itu akan meme-lihara, memperkuat, memperkaya, dan menyuplai kita dengan segala unsur yang kita butuhkan untuk pertumbuhan rohani kita. Di satu aspek, kita dijenuhi dengan firman dan Roh itu, di aspek lain, hal-hal negatif akan berangsur-ang-sur dikurangi. Hal ini akan memungkinkan kita memperhidupkan Kristus dan bertumbuh di dalam Dia.

Sekali lagi saya menganjuri Anda untuk menggabungkan firman yang kaya, Roh yang limpah lengkap, dan doa yang tidak henti-hentinya. Jangan menerima firman Allah dengan membacanya saja, tetapi juga dengan doa-baca dan nyanyi-baca, dan pujilah Tuhan serta bersyukurlah kepada-Nya. Gabungkanlah firman yang kaya dan suplai yang limpah lengkap dari Roh itu dengan doa yang tidak henti-hentinya. Kemudian, Anda akan menikmati Tuhan, mengambil bagian atas diri-Nya, bersatu dengan-Nya, memperhidupkan Dia, bertumbuh di dalam Dia, dan memperbesar Dia. Inilah yang dikehendaki Allah hari ini.

Saya harap kita semua terkesan sedalam-dalamnya terhadap perlunya mempraktekkan apa yang telah disajikan dalam berita ini. Janganlah berdoa menurut konsepsi alamiah dan insani. Sebaliknya, latihlah roh Anda untuk berdoa dengan firman, bernyanyi dengan firman, dan bersyukur serta memuji Allah. Dengan demikian Anda akan membiarkan firman masuk ke dalam Anda, sehingga Anda dipelihara dengan segala kekayaannya. Kekayaan itu kemudian menjadi suplai yang limpah lengkap dari Roh itu melalui doa Anda yang tidak henti-hentinya. Anda akan menikmati Tuhan, bersatu dengan Dia, dan memperhidupkan Dia.