KEKAYAAN SUPLAI YANG LIMPAH LENGKAP DARI ROH ITU BERWUJUD DALAM FIRMAN
Pembacaan Alkitab:
Flp. 1:19; 2:12b, 16a; Ef. 3:8; 5:18-20; Kol. 3:16-17; 1Tim. 4:6; 6:3
Pemikiran dasar dari Alkitab ialah Allah Tritunggal damba menggarapkan diri-Nya sendiri ke dalam manusia agar manusia bisa menerima-Nya sebagai hayat dan memperhidupkan Dia. Untuk memenuhi keinginan ini, Allah Tritunggal telah melalui proses yang ajaib. Inkarnasi dan penyaliban adalah tahapan-tahapan dalam proses ini. Melalui kematian-Nya di atas salib, Kristus telah menanggulangi dosa (sifat), dosa-dosa (perbuatan), dan Iblis. Dia juga telah melepaskan hayat ilahi-Nya. Setelah kematian Kristus yang almuhit, datanglah kebangkitan-Nya. Melalui inkarnasi, Kristus menjadi seorang manusia; melalui penyaliban Dia menanggulangi semua perkara negatif; dan dalam kebangkitan Dia menyalurkan diri-Nya ke dalam orang-orang yang percaya kepada-Nya, sehingga mereka dapat menjadi sehayat dan sesifat dengan-Nya.
MANUSIA DICIPTAKAN
MENURUT GAMBAR ALLAH
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Sebagai makhluk ciptaan Allah, manusia tidak memiliki hayat ilahi atau sifat ilahi. Namun, manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Allah menciptakan manusia secara demikian, karena Dia ingin masuk ke dalam manusia dan bersatu dengan manusia. Allah menciptakan manusia secara demikian, supaya manusia dapat menerima Dia dan menjadi satu dengan-Nya.
Hubungan antara Allah dengan manusia yang diciptakan menurut gambar Allah boleh diibaratkan seperti sebuah sarung tangan yang dirancang untuk menyarungi tangan. Sarung tangan dibuat menurut rupa tangan untuk menyarungi tangan. Ketika tangan dimasukkan ke dalam sarung tangan, tangan dan sarung menjadi satu. Demikian pula, manusia adalah satu bejana yang diciptakan menurut gambar Allah untuk menampung Allah. Roma 9 menunjukkan bahwa kita adalah bejana-bejana yang diciptakan untuk menampung Allah.
SATU DENGAN ALLAH TRITUNGGAL
Di pihak manusia, manusia diciptakan sebagai bejana untuk menampung Allah. Di pihak Allah, suatu proses tertentu diperlukan. Setelah melalui proses inkarnasi, penyaliban, dan kebangkitan, Allah Tritunggal telah siap untuk masuk ke dalam manusia. Setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus menyuruh pengikut-pengikut-Nya menjadikan semua bangsa murid-Nya, dan membaptis orang-orang yang percaya ke dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus (Mat. 28:19). Membaptis kaum beriman ke dalam nama Allah Tritunggal berarti mencelupkan mereka ke dalam persona Allah Tritunggal itu sendiri. Nama menunjukkan persona; dan persona adalah realitas nama. Dalam Surat Kiriman-nya Paulus membicarakan perihal dibaptis ke dalam Kristus (Rm. 6:3; Gal. 3:27). Membaptis kaum beriman ke dalam Kristus sama dengan membaptis mereka ke dalam persona Allah Tritunggal. Orang-orang yang percaya kepada Kristus dan dibaptis ke dalam Dia menjadi satu dengan Allah Tritunggal, yaitu menjadi sehayat dan sesifat dengan-Nya.
Puji Tuhan, sebagai kaum beriman kita memiliki hayat ilahi dan mengambil bagian dalam sifat ilahi. Dua Petrus 1:4 menunjukkan dengan jelas bahwa kita mengambil bagian dalam kodrat (sifat) ilahi-Nya. Karena kita mengambil bagian dalam sifat ilahi, maka tepat sekali mengatakan bahwa kita bersifat ilahi. Namun, ini sama sekali tidak berarti kita berevolusi menjadi Allah, atau kita akan menjadi Allah sebagai obyek penyembahan. Alkitab tidak mengajarkan bahwa kaum beriman akan menjadi Allah. Akan tetapi, menurut firman Allah, kita yang percaya kepada Kristus benar-benar telah dilahirkan dari Allah. Karenanya, kita adalah anak-anak sejati yang dilahirkan oleh Dia, bukan anak-anak angkat. Karena kita adalah anak-anak Allah, kita memiliki hayat dan sifat Allah. Dengan memiliki hayat dan sifat ilahi, maka kita satu dengan Allah. Tetapi sekali lagi, ini sama sekali tidak berarti kita akan menjadi Allah itu sendiri sebagai obyek penyembahan.
Berdasarkan Alkitab kita mengajarkan bahwa kita satu dengan Allah, sebab melalui kelahiran kembali, kita memiliki hayat dan sifat Allah. Sebagaimana seorang anak kecil memiliki hayat dan sifat ayahnya, maka sebagai anak-anak Allah, kita pun memiliki hayat dan sifat Allah. Tetapi ada beberapa orang Kristen yang rendah hati secara agamis, meskipun mereka mengaku bahwa mereka telah dilahirkan dari Allah, namun mereka tidak berani mengatakan bahwa mereka memiliki sifat Allah. Mereka hanya mengatakan mereka adalah orang-orang berdosa yang telah menerima rahmat Allah. Mereka enggan mengaku bahwa mereka memiliki sifat Allah dan bersatu dengan Allah.
Kelahiran kembali tidak dapat membuat kita menjadi bagian dari ke-Allahan. Mengatakan kaum beriman menjadi bagian dari ke-Allahan sebagai obyek penyembahan itu berarti menghujat Allah. Kita tidak dapat mengambil bagian dalam ke-Allahan. Tetapi kita dapat mengambil bagian dalam sifat ilahi. Mengambil bagian dalam ke-Allahan itu satu hal; mengambil bagian dalam sifat ilahi itu hal lain. Alangkah besarnya berkat karena bersatunya kita dengan Allah dalam hayat dan sifat ilahi.
TERLEBIH DAHULU DIDUDUKI
OLEH KONSEPSI KITA
Walaupun masalah ini begitu penting dalam Alkitab, tetapi kebanyakan orang Kristen hari ini tidak memperhatikan masalah ini, karena mereka terlebih dahulu telah diduduki oleh konsepsi-konsepsi etika, budaya, agama dan filsafat. Ketika mereka membaca Alkitab, mereka terkesan dengan nasihat-nasihat seperti perintah agar anak-anak menghormati orang tua mereka, suami harus mengasihi istri, dan istri harus taat kepada suami. Beberapa orang Kristen yang menjadi suami sangat mengapresiasi Alkitab, karena Alkitab mengajarkan seorang istri harus taat ke-pada suaminya. Demikian pula, orang-orang Kristen yang menjadi istri sangat mengapresiasi Alkitab, sebab Alkitab menuntut suami untuk mengasihi istrinya. Orang-orang yang diduduki oleh etika dan agama akan menaruh perhatian pada masalah-masalah itu dalam Alkitab yang mereka anggap sebagai yang etis dan yang agamis. Namun, mereka tidak nampak wahyu utama dalam Alkitab.
Misalnya, satu orang China mendengar berita Injil dan percaya kepada Kristus. Ketika ia membaca Alkitab, mungkin ia menaruh perhatian khusus pada bagian-bagian firman yang nampaknya sesuai dengan etika. Ia mungkin kurang sekali memahami Kejadian 1:26, sebuah ayat yang mengatakan bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri, tetapi ia menyukai Kitab Amsal, mengapresiasi semua ajaran etisnya. Demikian pula, ia mungkin mengapresiasi perkataan Paulus mengenai tingkah laku suami dan istri, sebab semuanya itu mirip sekali dengan ajaran-ajaran Konghucu. Ia mungkin memuji keselamatan Tuhan, karena hal itu membantunya menjadi orang yang etis dan bermoral. Kita dapat mengatakan dalam kehidupannya sehari-hari ia adalah seorang “Kristen Konghucu”, satu orang beriman yang menganggap ajaran-ajaran Alkitab seolah-olah sama dengan ajaran etis Konghucu.
Satu orang beriman dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda mungkin mengapresiasi Alkitab karena Alkitab mengajar kita untuk tidak menonjolkan diri. Ia mungkin memperhatikan hal-hal dalam firman yang nampaknya segaris dengan ciri-ciri nasional dan latar belakang kebudayaannya. Akibatnya, perihal memperhidupkan Kristus ini telah diganti dengan etika dan kebudayaan.
PERAWATAN DAN WAHYU
Ketika kita membaca Alkitab, kita harus melupakan etika, kebudayaan, dan berbagai jenis ciri-ciri nasional. Kita harus mendoabacakan firman dengan muka yang tanpa selubung dan dengan manusia batiniah yang tidak diduduki oleh apa pun. Dengan demikian, kita tidak saja akan menerima wahyu, tetapi juga perawatan.
Dalam 1Timotius 4:6 Paulus mengatakan tentang perawatan: “. . . terawat dalam perkataan kepercayaan (iman) kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti dengan ketat selama ini” (Tl.). Perawatan berkaitan dengan hayat. Semua perkataan dalam Alkitab adalah perkataan-perkataan yang hayati, yakni perkataan-perkataan yang memberi perawatan dan yang sehat. Paulus bahkan menggunakan ungkapan “ajaran yang sehat” (1Tim. 1:10; Tit. 1:9), yang mengacu kepada ajaran yang merawat kita dan menyehatkan kita. Kita semua sangat perlu menerima perawatan dari firman Allah.
Jika kita ingin terawat oleh firman, kita harus bebas dari segala konsepsi yang menduduki kita sebelumnya. Kita harus menyingkirkan selubung-selubung kebudayaan, logika domestik, dan filsafat nasional. Kita perlu membaca firman Allah tanpa mengenakan kacamata warna apa pun, yakni tanpa konsepsi apa pun. Kemudian kita akan menerima perawatan dan wahyu.
Sering kali setelah orang beroleh selamat, mereka lalu memutuskan untuk memperbaiki diri. Mereka mungkin berkata, “Aku semula seorang yang durhaka dan jahat. Aku memperlakukan orang tuaku, saudara-saudaraku, dan anak-anakku dengan sewenang-wenang. Mulai sekarang dan seterusnya aku ingin berdoa semoga Allah yang Mahakuasa mau membantuku supaya aku menjadi baik terhadap setiap orang. Aku memutuskan untuk tidak lagi melampiaskan amarahku. Sebaliknya, aku akan mengasihi semua orang.” Saya yakin hampir setiap orang Kristen pernah berkeputusan demikian. Namun, membuat keputusan demikian bukanlah cara yang benar bagi orang beriman. Dari pengalaman saya mengetahui bahwa kita tidak perlu memutuskan untuk menjadi orang baik, atau berdoa agar Allah membantu kita untuk memperbaiki keadaan kita. Yang kita perlukan ialah datang kepada firman hayat dan menerima perawat-annya.
KEKAYAAN DAN SUPLAI DALAM FIRMAN TUHAN
Alkitab mewahyukan bahwa kepenuhan ke-Allahan berwujud di dalam Kristus. Ini berarti semua kekayaan dari apa yang Allah miliki dan dari apa adanya Allah terwujud di dalam Kristus. Setelah melalui proses inkarnasi, penyaliban, dan kebangkitan, Kristus sekarang adalah Roh yang almuhit dengan suplai yang limpah lengkap. Suplai yang limpah lengkap dari Roh itu dalam pasal 1:19 tidak lain adalah kekayaan Kristus dalam Efesus 3:8. Paulus bersaksi bahwa ia telah diberi anugerah untuk memberitakan Injil tentang kekayaan Kristus yang tidak terduga. Di satu pihak, Kristus memiliki kekayaan yang tidak terduga, tetapi di pihak Roh itu, ada suplai yang limpah lengkap. Saya ulangi, suplai yang limpah lengkap dari Roh itu adalah kekayaan Kristus yang tidak terduga. Kekayaan dan suplai kedua-duanya terwujud dalam firman, dalam Alkitab. Jika kita ingin menjamah kekayaan Kristus yang tidak terduga dan mengambil bagian dalam suplai Roh yang limpah lengkap, kita harus datang kepada Alkitab.
Allah berkehendak menyalurkan diri-Nya sendiri kepada kita dan menggarapkan diri-Nya sendiri ke dalam kita. Ia berbuat hal ini dengan perantara Roh itu sebagai “jaringan listrik” dan Alkitab sebagai “kabel bawah tanah”. Dengan sarana inilah kekayaan surgawi ditransmisikan ke dalam kita. Di pihak kita, kita perlu melepaskan usaha untuk berbuat baik, tidak lagi menggunakan Alkitab semata-mata sebagai buku etika, dan berpaling kepada firman untuk menerima rawatan. Kita tidak seharusnya hanya membaca dan mempelajari Alkitab saja; kita juga harus mendoabacakannya.
MAKAN FIRMAN TUHAN
Hanya memahami Alkitab saja tidak cukup, kita juga harus makan perkataan-perkataan Alkitab. Yeremia 15:16 mengatakan, “Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu maka aku memakannya (menikmatinya, LAI).” Selain itu, Matius 4:4 mengatakan, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Alkitab tidak saja berguna untuk dibaca dan dipelajari, tetapi lebih daripada itu, Alkitab teristimewa berguna untuk dimakan. Oh, kita perlu makan firman Allah!
Cara terbaik untuk makan firman ialah doa baca. Jika kita ingin menikmati suplai yang limpah lengkap dari Roh itu, kita harus makan firman. Kita telah menunjukkan bahwa suplai yang limpah lengkap dari Roh itu sama dengan kekayaan Kristus dan kekayaan Kristus terwujud di dalam firman. Karena itu, untuk menikmati kekayaan itu kita harus mendoabacakan firman.
UNSUR-UNSUR KEKAYAAN KRISTUS
Adapun kekayaan Kristus terdiri atas unsur-unsur dasar tertentu. Pertama ialah sifat ilahi, kedua sifat insani. Dalam Kristus kita memiliki sifat ilahi sejati serta sifat insani yang tepat dan yang ditinggikan, yaitu sifat insani yang mengekspresikan Allah. Unsur ketiga ialah kehidupan insani Tuhan Yesus. Kehidupan insani Tuhan Yesus benar-benar sangat ajaib. Dalam kehidupan insani-Nya di bumi, Ia telah mengekspresikan Allah. Unsur keempat ialah kematian-Nya yang almuhit dan ajaib di atas salib. Unsur selanjutnya ialah kebangkitan Kristus. Kita boleh memakai sebutir biji anyelir untuk mengilustrasikan kebangkitan. Setelah biji anyelir itu ditanam di dalam tanah, ia akan bertunas, bertumbuh, berkembang, dan akhirnya muncullah sekuntum bunga anyelir. Inilah sebuah lukisan kebangkitan. Kebangkitan adalah satu masalah bangun dan bertumbuh dalam hayat. Setelah Tuhan Yesus disalibkan dan dikubur, Ia kemudian bangun. Dalam ilustrasi biji anyelir, kita tidak saja melihat pertumbuhan hayat, tetapi juga bentuk hayat, fungsi hayat, dan kuasa hayat. Kebangkitan Kristus berikut semua aspek ini adalah unsur lain dari kekayaan-Nya. Ada unsur lain lagi ialah kenaikan Kristus dan pemuliaan-Nya, serta penobatan-Nya.
Perjanjian Baru mewahyukan sifat ilahi, sifat insani, kehidupan insani, kematian, kebangkitan, dan pemuliaan serta penobatan Kristus. Bersamaan dengan ketujuh unsur dasar ini, masih ada unsur lain yang tidak terhitung: terang, hayat, kasih, kudus, adil, damai sejahtera, sukacita, kesabaran, kebaikan hati, hikmat. Tetapi semuanya itu merupakan unsur lampiran; unsur utamanya adalah sifat ilahi, sifat insani, kehidupan insani, kematian, kebangkitan, kenaikan, dan pemuliaan.
Semua unsur kekayaan Kristus yang ajaib ini terwujud di dalam Alkitab. Tetapi bukan terwujud di dalam firman dengan cara yang disistematiskan. Kekayaan Allah terlalu dalam untuk disistematiskan.
Kita telah menunjukkan bahwa dalam Alkitab terdapat suplai yang limpah lengkap dari Roh itu. Lagi pula, kita telah melihat bahwa Roh itu dan firman sebenarnya adalah satu. Karena firman adalah Roh dan Roh adalah firman, maka keduanya tidak dapat dipisahkan.
MENDOABACAKAN FIRMAN
Ketika kita membaca firman, kita harus membaurkan pembacaan kita dengan doa. Seperti kita melatih mata dan pikiran kita, kita pun harus melatih roh kita untuk menjamah Roh itu. Kemudian semua yang ada dalam firman akan menjadi suplai yang limpah lengkap dari Roh itu di dalam pengalaman kita.
Mari kita memakai Mazmur 133 untuk menunjukkan perbedaan antara menganalisis Alkitab dan menikmati perawatan yang ada di dalamnya melalui doa baca. Ada beberapa orang Kristen yang mungkin membaca Mazmur 133. Ketika mereka membaca, mereka boleh jadi mulai menganalisis dan bertanya-tanya tentang minyak urapan yang berharga, janggut, jubah, embun, dan Gunung Hermon. Bukannya menerima suplai yang limpah lengkap, mereka malah tertinggal bersama banyak pertanyaan yang tidak dapat dijawab. Tetapi jika kita mendoabacakan Mazmur 133, kita akan menerima bagian ini dengan cara hayat. Ketika kita mendoabacakan, kita boleh berkata, “Sungguh, amin! Alangkah baiknya dan indahnya, amin.” Melalui menerima firman dengan cara demikian, kita akan menerapkan Roh almuhit itu ke dalam manusia batiniah kita. Melalui doa baca kita melatih roh kita untuk menerima perawatan rohani dari firman. Melalui perawatan ini hayat kita akan bertumbuh. Kita menerima perawatan dari perkataan-perkataan iman dan ajaran yang sehat. Jika kita mendoabacakan sebagian firman, sekalipun hanya sepuluh menit, kita akan menerima perawatan. Selain itu, kita akan mengalami berbagai unsur kekayaan Kristus.
Di satu pihak, makanan yang kita makan tiap hari merawat kita; di pihak lain, makanan juga mengandung unsur-unsur yang dapat membunuh kuman-kuman dalam tubuh kita. Kita hanya perlu makan dengan tepat dan mem-biarkan unsur-unsur dalam makanan yang kita makan itu merampungkan pekerjaan tersebut. Demikian pula, melalui doa baca firman, kita akan mengalami perawatan dan pembunuhan hal-hal negatif dalam batin kita. Ketika kita melakukan doa baca, tanpa disadari dan secara otomatis kita akan mengambil bagian dalam unsur-unsur dasar dari kekayaan Kristus: sifat ilahi, sifat insani, kehidupan insani, kematian, kebangkitan, kenaikan, dan pemuliaan. Di satu pihak, unsur kematian Kristus yang almuhit membunuh hal-hal negatif dalam diri kita. Di pihak lain, kebangkitan-Nya menguatkan kita dan membangun kita. Hal ini bukan ber-asal dari ajaran yang di luar, melainkan dari perawatan yang di dalam.
MEMPERHIDUPKAN KRISTUS
DAN MEMPERBESAR DIA
Jika kita menerima kekayaan Kristus melalui mendoa-bacakan firman, tidak perlulah kita memutuskan untuk melakukan kebaikan atau memperbaiki diri kita sendiri. Kita akan memperhidupkan Kristus dengan spontan. Kita akan menempuh suatu kehidupan yang penuh dengan unsur dasar dari kekayaan Kristus. Dalam kehidupan kita akan ada sifat ilahi, sifat insani, penyaliban, kematian Kristus, dan penguatan di dalam hayat kebangkitan-Nya. Hidup dengan cara demikian berarti menyatakan firman hayat dan memperbesar Kristus.
Selain itu, saya ingin menunjukkan bahwa kita tidak perlu bertekad untuk memperbesar Kristus. Ketika bebe-rapa orang mendengar berita tentang memperhidupkan Kristus dan memperbesar Kristus, mereka mungkin berkata, “Mulai sekarang dan seterusnya, aku akan memperbesar Kristus. Aku akan memperbesar Dia di rumah, di kantor, dan di mana saja aku berada. Oh, Tuhan, bantulah aku memperbesar diri-Mu.” Janganlah kita membuat keputusan semacam ini dan berdoa semacam ini, tetapi datanglah kepada firman, yaitu kepada perwujudan kekayaan Kristus dan suplai yang limpah lengkap dari Roh itu. Kalau Anda makan firman dengan tepat dari hari ke hari, Anda akan bertumbuh. Daging, manusia alamiah, diri, dan berbagai kecenderungan dan keinginan jahat akan ditanggulangi. Suplai yang limpah lengkap dari Roh yang berwujud dalam firman yang diterima melalui doa baca akan merampungkan pekerjaan ini. Lagi pula, hayat kebangkitan Kristus akan melepaskan kekayaan ilahi ke dalam Anda, memperkuat roh Anda, dan membina seluruh diri Anda. Anda akan memperhidupkan Kristus dengan spontan, tanpa disadari, dan dengan otomatis. Memperhidupkan Kristus dengan cara demikian sama dengan menyatakan firman hayat. Bila Anda mem-perhidupkan Kristus, memiliki kehidupan sehari-hari yang penuh dengan sifat ilahi, sifat insani, kehidupan insani Kristus, kematian, dan keharuman kebangkitan-Nya, Anda akan memperbesar Kristus. Inilah artinya memperhidupkan Kristus melalui kekayaan suplai yang limpah lengkap dari Roh itu yang terwujud dalam firman.
MENERIMA KEKAYAAN YANG TERWUJUD DALAM FIRMAN
Hari demi hari kita harus datang kepada sumber yang benar, yakni kepada firman sebagai perwujudan kekayaan Kristus. Bila kita mendoabacakan firman, maka kekayaan-kekayaan ini akan menjadi suplai yang limpah lengkap dan yang almuhit dari Roh itu. Marilah kita datang kepada firman setiap hari untuk mendoabacakan, untuk memakan dan menyerap kekayaan Kristus. Melalui doa baca kita akan menerima kekayaan yang terwujud di dalam firman.
Walaupun saya tidak tahu banyak tentang komposisi makanan jasmani yang saya makan setiap hari, tetapi saya telah memakannya lebih dari 70 tahun. Sejauh yang menyangkut makanan, yang penting bukanlah mengetahui, melainkan menerima makanan itu ke dalam tubuh kita melalui makan. Kemudian, semua unsur dan bahan makanan itu akan masuk ke dalam kita dan berfungsi di dalam kita, yakni merawat kita, menguatkan kita, membangun kita, dan membunuh kuman-kuman, sehingga kita menjadi sehat dan memiliki kehidupan sehari-hari yang tepat. Seperti telah kita tunjukkan, kehidupan kristiani pun demikian. Kehidupan kristiani bukan suatu kehidupan etika, agama, kebudayaan, atau moral. Kehidupan kristiani sebenarnya adalah Kristus itu sendiri, yang lebih tinggi daripada etika yang tertinggi atau moralitas yang top. Jika kita ingin me-nempuh kehidupan kristiani yang tepat, Allah menghendaki kita memahami bahwa kita telah dilahirkan oleh Dia dan sekarang kita adalah anak-anak-Nya. Sebagai anggota Kristus, kita memiliki hayat dan sifat ilahi. Selain itu, kita memiliki Roh dan firman, yakni sarana untuk menerima transmisi ilahi. Setiap hari kita harus datang kepada fir-man dengan roh berdoa untuk menerima kekayaan Kristus sekaligus suplai limpah lengkap dari Roh itu. Jika kita dirawat oleh firman dengan cara demikian, kita akan bertumbuh dan dengan spontan menempuh suatu kehidupan yang penuh dengan berbagai unsur kekayaan Kristus. Dalam kehidupan kita akan ada sifat insani yang ditinggikan, operasi kematian Kristus yang ajaib, dan keharuman dan kuasa kebangkitan-Nya. Semua hal negatif di dalam kita — daging, ego, dan hayat alamiah — akan dilenyapkan. Kemudian, kita akan menyatakan pada firman hayat. Inilah artinya memperbesar Kristus.
Saya memuji dan bersyukur kepada Tuhan karena Dia menunjukkan jalan untuk menerima firman ini kepada kita. Ini adalah cara yang alkitabiah, cara yang hayati. Alangkah ajaibnya bahwa Allah Tritunggal telah menggarapkan diri-Nya sendiri ke dalam kita dan juga memberikan firman kudus-Nya di luar serta Roh-Nya di dalam! Sekarang kita dapat datang kepada firman dan melalui melatih roh kita menerima segala kekayaan yang terwujud di dalam firman itu serta menerapkan Roh almuhit itu ke seluruh diri kita. Dengan demikian kita dapat memperhidupkan Kristus.