Daftar isi Karakter · bab 15/30

TERBUKA

"Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu . . . Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepadaNya."

Roma 10:8, 12

"Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Rob, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dalam kemuliaan yang semakin besar"

II Korintus 3:18

1. TERBUKA BERARTI

TIDAK MENUTUP DIRI, TANPA SELUBUNG

A. Terbuka kepada Allah

Membuka mulut berseru kepada Tuhan; membuka hati memikirkan Tuhan; membuka roh berkontak dengan Tuhan. Bila mulut, hati, dan roh semua terbuka, niscaya akan menjamah Tuhan dan menikmati Tuhan.

"Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu . . . Tuhan . . . kaya bagi semua orang yang berseru kepadaNya" (Roma 10:8,12).

"Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya" (II Korintus 3:16). Hati berpaling kepada Tuhan berarti hati terbuka kepada Tuhan.

"Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dalam kemuliaan yang semakin besar" (II Korintus 3:18). Muka yang tidak berselubung berarti roh yang terbuka kepada Tuhan. Ketiga ayat di atas menunjukkan terbukanya mulut, hati, dan roh, yang memungkinkan kita menjamah, menikmati Tuhan, dan membiarkan Tuhan mengubah kita.

Seorang saudara mengatakan, "Manusia adalah inti alam semesta. Sebagai inti alam semesta, manusia memiliki mulut untuk makan, untuk berbicara, atau untuk berseru. Makan adalah aktivitas kita yang terpenting setiap hari. Bagaimanapun sibuknya, setiap hari manusia harus meluangkan waktu beberapa kali untuk makan. Jangan Anda mengira makan sebagai aktivitas terpenting setiap hari itu merupakan perkara yang memalukan. Saya adalah seorang yang senang makan; makan makanan jasmani, juga makan makanan rohani -- Kristus. Dan melalui berseru, "0, Tuhan Yesus", saya makan Tuhan. Memakan Tuhan adalah perkara yang penting. Setiap orang Kristen yang tidak mau berseru kepada Tuhan, pasti kelaparan, bahkan mati kelaparan. Saya pernah menjadi orang Kristen bisu dan pendiam bertahun-tahun lamanya, saya nyaris mati. Tetapi hari ini saya adalah orang Kristen yang senantiasa makan; melalui menyeru nama Tuhan dan mendoa-baca firman Tuhan, saya makan Tuhan. Allah telah menciptakan satu roh bagi kita, dan satu mulut agar kita dapat menerima Dia sebagai hayat dan suplai hayat."

Roma 8:16 mewahyukan pentingnya roh kita, dan 10:9-10 mengungkapkan pentingnya mulut kita. Kita harus menggunakan hati kita untuk percaya, dan mulut untuk menyeru Tuhan. Semakin Anda berkata, "0 Tuhan Yesus," Anda akan semakin beroleh pertolongan; dan semakin mendoa-bacakan finnan Tuhan, Anda akan semakin kuat dan teguh. Kita wajib memuji Tuhan karena roh dan mulut kita! Roh, mulut, hati, dan antero insan kita adalah ciptaan Allah. Bila kita menggunakan mulut, hati, dan roh; membuka mulut, hati, dan roh; kita akan menikmati Dia sebagai hayat dan suplai hayat. Untuk ini kita hams memuji Dia!

B. Terbuka kepada Manusia

Apa yang Anda terima dari Allah, suplaikanlah kepada orang lain. Layanilah orang dengan Kristus yang Anda alami!

Paulus selalu terbuka kepada orang. Ia berkata kepada orang-orang Korintus, "Hai orang Korintus! Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu" (II Korintus 6:11). Kepada penatuapenatua di Efesus ia berkata, "Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan perkumpulan di rumah kamu" (Kisah Para Rasul 20:20). Ketika di Roma, ia "tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya Dengan terus terang (terbuka) dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus" (Kisah Para Rasul 28:30-31).

Petrus berkata, "Dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman" (Kisah Para Rasul 6:4). Berdoa berarti terbuka kepada Allah, agar Allah mengalir masuk, sedangkan pelayanan Firman berarti terbuka kepada manusia, menyampaikan Firman Allah, supaya Allah mengalir keluar dan . menyuplai orang.

Seorang saudara berkata, "Kita mempunyai roh dalam batin kita, kita juga mempunyai firman yang diberikan oleh Alkitab, maka kita boleh menggunakan mulut dan roh kita untuk menyampaikan firman Alkitab itu. Namun, kesulitannya ialah kita enggan membuka mulut untuk mengutarakan firman. Ini adalah perkara yang patut disayangkan. Karena itu; kita sering memadamkan gerakan Roh Kudus. Ibarat Anda ingin menyalakan api di sebuah tungku; di bagian atas tungku itu tidak ada rongga udara, di bagian bawah pun tidak ada lubang angin, walau Anda ben api, tidak akan menyala. Karen itu, Anda harus membuka atasnya dan bawahnya, agar udara masuk, begitu disulut, api segera menyala. Seprinsip dengan itu, bila Anda membuka mulut, Roh Kudus akan menyala-nyala di batin Anda. Bila Anda membungkam mulut Anda, Roh tidak akan bergerak; itulah yang disebut memadamkan Roh Kudus. Maka kita semua wajib membuka mulut mengutarakan firman Allah. Baik di dalam siding maupun di hadapan orang, begitu kita membicarakan finnan Allah, orang akan beroleh suplai.

Di dalam sidang, kita wajib membuka mulut menyuplai orang, di samping itu, kita pun wajib menerima. suplai dari orang lain. Ketika orang lain membagi nikmat, bersekutu, dan berdoa, Anda wajib mengaminkan. Seperti halnya Lidia, perempuan penjual kain ungu di Filipi, yang memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus (Kisah Para Rasul 16:14). Itulah artinya terbuka, menerima suplai orang lain.

2. BAGI PELAYAN ALLAH,

TERBUKA ADALAH KARAKTER YANG PENTING

"Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid" (Yesaya 50:4). ". . . bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh" (Mazmur 81:11). "Pagi pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firmanMu" (Mazmur 119:147). Ayat-ayat tersebut menunjukkan betapa para pelayan Allah harus terbuka kepada Allah.

Dalam Perjanjian Baru, baik Allah berfirman, bekerja, atau merahmati orang, selalu melalui manusia (Kisah Para Rasul 2:14, 37,41; 5:12; 19:6). Karena itu, selain terbuka kepada Allah, pelayan Allah juga harus terbuka kepada manusia, barulah kasih karunia dapat disalurkan ke atas orang banyak, dan supaya Allah mendapat jalan ke luar.

Jika kita mengenal prinsip pekerjaan Allah, kita akan tampak dengan jelas, bahwa ada satu prinsip yang mendasar bagi Allah untuk memberi kasih karunia, yaitu melalui persekutuan. Baik Allah menyelamatkan seseorang, maupun membina atau membangkitkan seseorang, semuanya tak lepas dari prinsip persekutuan. Kita sulit menemukan contoh Allah melakukan sesuatu tanpa prinsip persekutuan. Anda tak mudah menemukan contoh seorang yang diselamatkan Allah secara langsung. Walau setiap orang diselamatkan oleh Allah, tetapi itu secara tidak langsung, paling sedikit melalui satu orang. Melalui seseorang, inilah prinsip persekutuan. Bila Anda membaca sejarah gereja atau biografi tokoh-tokoh rohani, sampai-sampai terpanggilnya orang oleh Allah, juga demikian. Pada satu aspek, memang Allah langsung memanggil orang, tapi di dalamnya pasti terdapat faktor persekutuan; pasti orang itu terpanggil karena persekutuan, dan itu menjadi faktor yang memungkinkannya terpanggil oleh Allah. Prinsip persekutuan ini mencakup pembinaan, perawatan, perlengkapan, dan pengaruniaan Allah. Rasul Paulus berkata dalam suratnya kepada Timotius, bahwa karunia yang ia peroleh adalah melalui penumpangan tangannya dan para penatua. Itu sepenuhnya persekutuan. Jadi, dalam administrasi kasih karunia Allah, ada satu prinsip pokok, yaitu persekutuan. Di mana tidak ada persekutuan, di situ kasih karunia akan terhenti, di situ aliran Roh Kudus akan terputus. Maka persekutuan adalah satu prinsip yang teramat besar.

Jangankan perkara rohani, perkara-perkara dunia hari ini saja memerlukan persekutuan dengan pihak lain. Itulah sebabnya ada yang disebut pertukaran kebudayaan, pertukaran ilmu pengetahuan, dan sebagainya. Bila Anda menutup pintu, menjadi seorang yang menyendiri, akibatnya pasti menjadi picik. Anda hanya mengetahui sedikit itu saja. Orang lain sudah maju, Anda masih menarik kereta lembu, dan masih menganggap diri sendiri lumayan baik. Pada zaman sekarang ini, entah di bidang politik, militer, moneter, teknologi, kesenian, dan sebagainya, semua memerlukan pertukaran. Adanya pertukaran akan mendatangkan kekayaan dan kemakmuran. Itu tidak selalu berarti Anda memperoleh sesuatu dari orang lain, tapi ketika Anda memperoleh dari orang lain, Anda sendiri juga menyuplai orang lain. Persekutuan adalah satu prinsip besar dalam alam semesta. Prinsip ini berasal dari Allah, dan merupakan ketetapan Allah.

Dalam Tubuh Kristus, persekutuan lebih-lebih tidak dapat diabaikan. Hal ini dapat Anda ketahui dengan melihat tubuh Anda sendiri. Seluruh tubuh manusia adalah cerita persekutuan. Begitu tubuh kekurangan persekutuan, peredaran darah akan terhenti, dan orang itu akan mati. Kita juga tahu, bahwa tujuan orang berolahraga adalah untuk melancarkan peredaran darah. Dengan perkataan lain, melancarkan persekutuan. Segala penyakit dalam tubuh, dapat diatasi di dalam "persekutuan" peredaran darah. Begitu pula dengan semua suplai yang lainnya, juga diperoleh melalui persekutuan peredaran darah. Demikian pula prinsipnya dengan Tubuh Kristus. Di dalam gereja, segala kesulitan dapat diatasi .dalam persekutuan, dan juga melalui persekutuan, suplai diperoleh. Gereja tidak dapat semenit pun meninggalkan prinsip persekutuan. Bila meninggalkan prinsip ini sebentar saja, gereja akan menderita kerugian yang amat besar.

Saudara Watchman Nee adalah seorang yang terbuka. Begitu mulai belajar melayani Tuhan, ia sering pergi ke tempat Miss Barber untuk mendapatkan bantuan; hampir setiap minggu sekali, yaitu tiap hari Sabtu. Meskipun pemuda-pemuda lain yang juga pergi ke sana untuk menerima bantuan, satu persatu mengundurkan diri karena tak tahan menerima teguran Miss Barber, tapi saudara Watchman Nee tetap dengan senang menerima teguran, menerima bantuannya. Ia selalu membuka diri terhadap Miss Barber, demi beroleh bantuan rohani. Selain itu, siapa saja yang dapat memberinya bantuan rohani, semua diterimanya. Ia bisa menyerap kekayaan rohani dari tokoh-tokoh rohani dari abad ke abad. Ia juga bisa menerima persekutuan dari orang lain. Pernah seseorang berkata, ketika ia herkontak dengan saudara Watchman Nee, sebuah kesan yang mendalam yang ia rasakan adalah ia sangat mudah menerima persekutuan. Sering kali ia mengutarakan perasaannya dan pendapatnya, dan saudara Watchman Nee sering mau mempertimbangkan bahkan bisa menerima. Saudara Watchman Nee juga bersedia sedapat mungkin membantu orang-orang yang mau menerima bantuan rohani darinya; ia sering mencari kesempatan membantu mereka. Saudara Witness Lee terbuka kepada saudara Watchman Nee, saudara Watchman Nee juga terbuka kepada saudara Witness Lee. Karena saudara Witness Lee dapat menerima, maka saudara Watchman Nee mau membinanya dalam berbagai aspek.

Adakalanya saudara Watchman Nee tinggal di rumah seorang saudara, dan ketika ia meninggalkan tempat itu, ia biasa meninggalkan sepucuk surat. Isi suratnya tidak hanya berisi ucapan terima kasih, tapi juga kekurangan tuan rumah dalam hal rohani. Jika mereka mau menerima koreksinya, pasti mereka mendapatkan faedah. Pada suatu kali, saudara Watchman Nee tinggal tiga hari di rumah seorang sekerja di Swatow. Saudara sekerja itu menerimanya dengan sangat ramah. Waktu perpisahan, saudara Watchman Nee juga meninggalkan sepucuk surat kepada sekerja itu. Sekerja itu mengira saudara Watchman Nee memberinya apa atau ucapan terima kasih. Tetapi ketika surat itu dibaca, di antara tulisan-tulisannya itu terdapat 5 hal yang menunjukkan kekurangannya. Pada mulanya sekerja itu sangat kecewa dan gusar. Tapi, akhirnya ia berubah pikiran, "Saudara Watchman Nee berbuat demikian pasti karena kasih." Maka ia pun menerima kata-kata tersebut, dengan positif mengoreksi kekurangannya satu persatu. Karena berbuat demikian, sekerja itu mendapatkan bantuan yang sangat besar.

Dalam suratnya kepada saudara Weigh, tertanggal 1 Maret 1950, saudara Watchman Nee memaparkan 12 butir yang patut dipelajari baik-baik oleh setiap orang yang ingin melayani Tuhan. Setiap butirnya sangat berfaedah, agar orang dapat dipakai dalam tangan Tuhan. Kesemuanya ini menyatakan bahwa saudara Watchman Nee benar-benar seorang yang terbuka, yang sudi memberikan bantuan dan suplai rohani kepada orang lain.

A. Orang yang Terbuka Paling Mudah

Beroleh Suplai dari Allah dan dari Anggota Lain

Orang yang terbuka, paling mudah beroleh suplai dari Allah dan dari anggota lain, karena itu ia paling mudah memiliki kelimpahan rohani dan pertumbuhan.

Sebuah wadah baru dapat diisi bila tutupnya dibuka. Kemuliaan Tuhan baru dapat dicerminkan bila wajah tanpa selubung (II Korintus 3:16-18). Roh Kudus seperti udara dan angin, bila pintu dan jendela terbuka, angin akan masuk; jika tidak dibuka, seperti pintu Yerikho yang tertutup rapat, maka dinding-dindingnya harus dirobohkan. Setelah terbuka, baru orang Israel dapat masuk bersama tabut perjanjian mereka (Yosua 6:1,20).

Mazmur 24:9 mengatakan, "Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintupintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!" Harus mengangkat kepala, harus menengadah kepadaNya, maka Dia akan masuk. Zakheus memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, berarti ia melampaui segala halangan dan hambatan, terbuka kepada Tuhan, dengan sukacita menerima Tuhan, maka Tuhan pun tinggal di rumahnya (Lukas 19:1-6). "...jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku" (Wahyu 3:20). Orang yang terbuka kepada Tuhan, yang mendengar suaraNya, dan segera membukakan pintu, pasti akan berkelimpahan dalam kerohanian -- "duduk makan bersama."

Saudara Witness Lee berkata, "Kunci atau rahasia kebangunan tidak tergantung memohon apa-apa kepada Tuhan, melainkan tergantung pada keterbukaan kepada Tuhan, agar Ia masuk." Ia pernah menghabiskan banyak waktu merenungkan hal tersebut di hadapan Tuhan, dan semakin jelas baginya, bahwa prinsip pokok pekerjaan Roh Kudus atas diri seseorang ialah terbukanya orang tersebut. Sebab semakin konservatif seseorang, semakin tertutup seseorang, ia akan semakin sulit beroleh rahmat. Bertahun-tahun yang lampau, daerah utara Cina pernah dilanda sejenis "pergerakan Pentakosta" yang khusus menyuruh orang memperhatikan dan menerima pencurahan Roh Kudus. Memang dalam gerakan itu ada banyak aspek yang ekstrem, bahkan bidat, itu tidak dapat disangkal. Tapi di aspek lain, menurut pengamatan saudara Witness Lee, ada satu praktik mereka yang benar, yaitu mereka secara khusus mendorong orang-orang yang tertutup, untuk membuka diri. Misalkan menyuruh orang mengaku dosa. Mereka berlutut bersama-sama sambil menyuruh orang mengaku dosanya satu persatu. Setelah mengaku satu dosa, ditanya oleh mereka, "Apakah masih ada lagi?" Ia berkata, "Masih ada." "Dosa apa itu?" Jawabnya, "Aku berdosa kepada ayah dan ibuku . . ." Mereka terus-menerus mendesak dari samping, hingga semua dosanya diakui, dan mereka pun terbuka. Nah, pada saat demikian, Roh Kudus tercurah ke atas diri orang itu. Jika Anda bilang itu buatan manusia, memang benar, tetapi pada akhirnya, buatan manusia mendatangkan buatan surga. Ada orang yang setelah tercurahi sedemikian, kecanduan yang hebat dan dosanya yang besar tertanggal. Anda tampak di sini ada satu prinsip besar: bila orang mau terbuka, ia akan mudah beroleh rahmat. Jika kita menoleh ke belakang, melihat apa yang menamakan dirinya "Gerakan Pentakosta", keadaan sidang mereka, praktik dan suasana mereka, semua membawa orang untuk terbuka. Walau adakalanya seolah agak kasar, tapi prinsipnya benar, yaitu menyuruh orang terbuka.

B. Orang yang Terbuka Baru Dapat Membantu Orang Lain

Semakin kita menyuplai dan membantu orang lain, kita sendiri akan semakin melimpah. Ibarat pada pipa air ledeng, air mengalir ke luar dari satu sisi, juga mengalir masuk dari sisi yang lain. "Berilah dan kamu akan diberi : suatu takaran yang bailc yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu" (Lukas 6:38). "…Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma" (Matius 10:8). Minum yang tercantum dalam Yohanes 4 adalah untuk mengalir dalam pasal 7 (Yohanes 4:14; 7:37-38). "Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya" (Matius 13:12). Makin memberi, makin menyuplai, makin mempunyai.

Seorang saudara berkata, "Saya adalah orang yang gemar membaca Alkitab. Seumur hidup pun saya boleh tidak melakukan apa-apa kecuali khusus membaca Alkitab. Tetapi saya tak dapat membaca Alkitab dengan cara itu, sebab saya harus memperhatikan keperluan orang lain. Banyak saudara saudari yang perlu dilayani. Saya tidak dapat menutup diri dalam kamar sambil membaca Alkitab. Namun sampai hari ini saya harus memuji Allah, saya percaya sepenuhnya, bahwa terang yang Allah berikan kepada saya jauh melebihi apa yang dapat saya peroleh untuk diri sendiri. Sering kali pembacaan Alkitab saya yang paling indah adalah ketika saya berkhotbah. Jadi, banyak wahyu Alkitab yang saya peroleh justru ketika saya memberitakannya."

Saudara ini pernah memberitahu sekerja-sekerja muda, "Anda jangan hanya mencari buku-buku referensi di dalam kamar, dan mengira dengan cara itu Anda akan beroleh terang, itu mustahil. Mungkin ketika Anda sedang menyiapkan sebuah berita, ada seorang saudara datang, mengajak Anda mengunjungi orang. Anda tentu menolak, sebab besok Anda hams naik mimbar. Semua kebutuhan di luar Anda tinggalkan, dan Anda menutup diri sendiri di dalam kamar untuk mempersiapkan diri. Jika demikian, walau Anda besok pagi dapat menyampaikan satu khotbah, khotbah Anda mati, tanpa berkat Allah. Tapi, jika Anda benar-benar mempunyai beban untuk berkhotbah besok pagi, memang Anda hari ini perlu mempersiapkan khotbah tersebut. Namun, karena di luar ada suatu kebutuhan, Anda perlu pergi mengunjungi orang, lalu Anda tidak mempedulikan apakah khotbah Anda besok baik atau buruk. Anda hanya mendahulukan kebutuhan saudara saudari. Anda harus percaya, ketika Anda besok pagi naik mimbar, boleh jadi sampai mulai menyanyikan kidung, Anda masih belum tahu hams membicarakan apa. Tapi sungguh ajaib, dalam situasi demikian, khotbah Anda hidup, ada penyertaan Allah. Mungkin judul khotbah Anda tidak jelas, susunannya pun kurang rapi, tetapi sangat ajaib, orang yang mendengar terjamah, batinnya tergerak. Orang lain seolah tidak mendengar khotbah apa yang Anda sampaikan, tapi ada satu patah kata memikatnya, sehingga ia terharu, dan akal budinya terbuka. Begitu orang yang jarang bersidang mendengar kata-kata Anda, ia tertarik untuk datang lagi; orang yang ada masalah, masalahnya berlalu; orang yang tertutup, akal budinya terbuka dan memahami kebenaran. Demikian barulah ada firman yang hidup, ada berkat Allah.

C. Ingin Menempuh Hidup Bersama dalam Gereja,

Harus Terbuka, Siding Bersekutu

(1) Dalam Hidup Gereja, Bersidang Sangatlah Panting

Bila sidang kita ingin lincah, segar, dan melimpah, setiap orang di antara kita hams terbuka. Seorang saudara membuat sebuah ilustrasi, "Ketika saya masih kecil, saya suka dengan semacam penmainan, yaitu merangkai belasan biji mercon, dan mencungkil sumbu-sumbunya dengan jarum hingga obat mesiunya tersembul ke luar, kemudian menyulutnya (dua di antaranya) dengan api, sehingga mercon itu meletus. Begitu meletus, maka bunga apinya menjalar ke mercon-mercon lainnya, dan akhirnya belasan mercon meletus berbarengan. Sungguh ramai dan mengasyikkan. Permainan itu tepat untuk mengilustrasikan keadaan orang Kristen. Setiap kita seperti sebuah mercon; Kristus adalah mercon di batin kita. Kesulitannya sekarang ini ialah setiap kita membungkus Kristus erat-erat, diri sendiri enggan dihancurkan, enggan terbuka. Ketika kita datang bersidang, paling-paling kita hanya membuka mercon kita untuk dilihat, dipandang. Setelah dipandang satu setengah jam, kembali kita membungkusnya, kemudian kita bubar. Ketika datang lagi bersidang, perbuatan kita tetap seperti itu. Sepuluh tahun berlalu, kita belum juga meletus. Walaupun semua berdoa dengan tekun, tidak berguna. Sebenarnya tak perlu berdoa begitu banyak. Jika berdoa cukup memohon Tuhan membuka kita. Bila setiap kali kita mau membuka mercon, maka tiap mercon akan meletus, dan sidang kita pasti hidup, segar, dan kaya."

(2) ingin Berkoordinasi Harus Terbuka

Barangsiapa tidak terbuka kepada saudara, ia tidak mungkin berkoordinasi. Terbuka baru dapat berkoordinasi, baru dapat membangun.

Tidak terbuka mengandung banyak dampak negatif, di antaranya, yang paling hebat ialah mudah menimbulkan kesalahpahaman. Bila Anda tidak pernah terbuka, tidak pernah mengutarakan perasaan batin Anda kepada orang, dan selalu menyembunyikan apa yang Anda anggap benar, itu mudah menyebabkan salah paham. Kesalahpahaman tersebut adalah senjata ampuh musuh untuk merusak koordinasi. Begitu ada kesalahpahaman, saat itu pula koordinasi terputus. Memang, semua masih dapat berunding bersama, atau sama-sama berdiskusi, tetapi tidak ada gunanya. Sebab di dalamnya ada bakteri salah paham yang membunuh hayat koordinasi.

Terbuka dapat mengatasi banyak masalah. Adakalanya di antara saudara bisa timbul masalah. Janganlah Anda menghindari masalah, atau takut menghadapi masalah, melainkan hadapilah masalah itu. Andaikata Andamenghindar, saya menghindar, dia juga menghindar, maka akan menjadi semakin tertutup, dan semakin salah paham.

Orang yang tidak terbuka tak mungkin menyuplai orang lain dengan kasih karunia dan hayat, pun tak mungkin menerima suplai dari orang lain. Karena Anda tidak dapat saling mengaliri dengan orang lain, apa yang ada di dalam Anda talc dapat mengalir ke luar, dan milik orang lain pun tidak dapat mengalir masuk ke dalam Anda. Sebab itu, jika kita ingin berkoordinasi, kita masing-masing wajib terbuka.

Supaya bisa terbangun, pertama-tama kita harus terbuka kepada Tuhan, bersatu dengan Tuhan. Selain itu kita harus pula terbuka kepada semua anggota, bersatu dengan semua anggota. Janganlah mempunyai keadaan tidur di dalam roh terhadap semua anggota. Karena itu, karakter kita yang tidak bisa terbuka kepada orang lain harus diremukkan.

(3) Setelah Kepribadian Diremukkan, Fungal Baru akan Nyata.

Saudara Watchman Nee pernah mengatakan bahwa seseorang yang diselamatkan sebelum berusia 50 tahun, namun tidak sudi membiarkan Allah meremukkan kepribadiannya, setelah ia berusia 50 tahun, ia akan menjadi tak berguna di dalam hidup gereja.

Ada beberapa saudara saudari remaja dari Timur Jauh yang pergi ke Amerika dan sudah bertahun-tahun tinggal di sana. Mereka sebenarnya sangat berguna ketika berada di negeri asal mereka. Tapi setelah tinggal di Amerika, mereka tidak dapat menyatakan fungsinya, seolah-olah kehilangan pekerjaan. Ternyata ini dikarenakan kepribadian nasional mereka belum diremukkan. Kepribadian nasional mereka terlalu konservatif. Dari satu aspek, memang sifat nasionalis ini sangat baik. Tapi, dari aspek lain, ini adalah suatu penghambat yang besar, yang tidak memungkinkan Tuhan ke luar dari dalam kita. Bisa kita lihat, baik orang-orang dari Eropa, Australia, Amerika Latin dan Afrika, setelah mereka tinggal di Amerika satu atau dua generasi, mereka sudah sungguh-sungguh mirip dengan orang Amerika. Kepribadian asal mereka telah diremukkan; kepribadian mereka yang konservatif dan tertutup telah dihancurkan.

3. BISA MEMBUKA PUN BISA MENUTUP

A.Orang yang Benar-benar Memiliki Pelajaran Rohani Seharusnya

juga Bisa Membuka Jugs Bisa Menutup

Bila ingin terbuka dapat terbuka, ingin tertutup, dapat tertutup. Ketika Nehemia memperbaiki tembok, ia memasang pintu-pintu dan kunci-kuncinya, sehingga dapat dibuka dan ditutup (Nehemia 3:3,6,13,15). Di Yerusalem Baru ada tembok dan gerbang; tembok untuk batasan dan perlindungan, dan pintu gerbang untuk membuka dan menutup. Ini akan menghindarkan kita dari banyak kekeliruan, dan membuat kita dapat menang di hadapan Iblis.

Kita harus memiliki pengenalan yang cukup terhadap kebenaran. Untuk itu kita harus memberi batasan atas setiap firman. Dengan demikian, pada aspek kebenaran, dengan mudah kita bisa mengetahui ajaran bidat dan ajaran-ajaran yang keliru.

Bila kita tak dapat memberi batasan atas suatu kebenaran, dan kurang pengenalan, maka dalam menerima suplai dari pelayan firman akan terjadi bahaya yang serius. Anda tidak seharusnya berkata, "Orang ini adalah pengkhotbah, yang ia bicarakan semua sesuai dengan Alkitab, karena itu kita boleh menerimanya." Tidak. Kita harus memberi batasan dan mengklasifikasikan khotbahnya. Jika Anda dapat berbuat demikian, Anda segera tabu apalcah khotbahnya berbahaya atau tidak, sesuai dengan firman Tuhan atau tidak, berguna atau tidak. Hal ini adalah perlindungan besar bagi gereja. Ada gereja-gereja lokal yang dengan sembarangan menerima orang untuk berkhotbah, akibatnya timbullah kekacauan, kehancuran, dan perpecahan.

Adakalanya orang bertanya kepada saudara Witness Lee, "Mengapa tidak mengundang orang lain berkhotbah dalam sidang kalian? Kalian sangat sombong. Kalian demikian sombongnya, sehingga tidak mau menerima bantuan orang lain." Saudara Witness Lee memberitahu dia, "Kami tidak sombong, namun kami berhati-hati." Sebab, kalau kita mengundang pengkhotbah lain, mereka pasti akan membawa istri-istri kafir. Isteri-isteri kafir mengacu kepada sesuatu yang lain dengan pemulihan Tuhan, dan sesuatu yang sia-sia. Bukan kita picik, sebab pemulihan Tuhan begitu murni, polos, dan kudus, tidak boleh kena campuran. Karena kita sudah menceburkan diri dalam gereja lokal, maka kita pun harus murni, polos, mutlak, dan kudus. Tuhan selamanya tidak menghendaki perkara-perkara yang campur aduk.

Selama 2.000 tahun, setiap perkara yang baik dan benar; yang ada pada mulanya, atau yang ada dalam pemulihan, dan entah dari golongan atau orang apa, semuanya kita terima. Tetapi yang kita terima hanya yang baik dan benar saja, yang tidak baik dan tidak benar, semua kita tolak. Kita menerima sesuatu yang rohani dari nyonya Guyon, tapi kita tak dapat menerima tumpuan atau pendirian gerejanya. Kita juga menerima bantuan rohani dari nyonya Penn Lewis, tapi kita tak dapat menerima beberapa hal yang tidak tepat dari dirinya. Demikian pula, terhadap siapa pun kita hanya dapat menerima perkara yang rohani, yang baik, dan benar. Kita sama sekali tidak berprasangka, namun kita tak dapat menerima sesuatu yang tidak tepat, tidak jelas, dan samar-samar. Tumpuan gereja adalah yang ditetapkan Allah dari semula, yang akan dipulihkan Allah hari ini. Maka, komentar-komentar atau penafsiran-penafsiran yang samar-samar tentang hal ini, semuanya sulit kita terima. Kita percaya, hari ini Allah ingin memulihkan tumpuan gereja yang tegas. Mengenai hal ini, bahkan orang-orang yang sangat rohani pun boleh jadi masih kurang jelas.

B. Bits Anda Perlu Bantam, dan Ada Orang yang

Dapat Membantu Anda, Maka Anda Harus Terbuka Kepadanya

Bila Anda sendiri ada keperluan atau masalah dalam hal rohani, Anda harus bersekutu dengan terbuka, agar beroleh bantuan. Jangan Anda sendiri yang memikul, harus bersekutu, memikul bersama, atau saling mendoakan, atau membiarkan orang lain menyuplai Anda dengan hayat.

Seorang saudara berkata, "Adakalanya dalam batin saya ada beban, saya perlu beberapa saudara saudari berdoa bersama saya, baru saya dapat mengatasinya. Sekalipun saya adalah pengkhotbah, saya pun sepenuhnya mengandalkan suplai dari saudara saudari. Kalau saya sendirian, saya tidak akan berdaya."

C. Barangsiapa Dapat Membantu Orang, Wajib Terbuka

Untuk Memberikan Bantuan kepada Orang

Harus seperti Paulus; "...ia menerima semua orang yang datang kepadanya. Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus" (Kisah Para Rasul 28: 30-31). "...supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian (faedah Injil) dalamnya" (I Korintus 9:22-23). Terhadap orang-orang yang belum percaya, kita membantu mereka beroleh selamat; terhadap orang-orang yang sudah percaya, kita membantu mereka dalam pertumbuhan rohani. Kita harus terbuka sedapat mungkin untuk membantu memberi suplai rohani kepada orang lain, harus seperti Paulus terhadap orang-orang Korintus, ". . . Hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu" (II Korintus 6:11).

D. Tidak Perlu Terbuka kepada Setiap Orang yang Tidak Membina

dan yang Tidak Mendatangkan Faedah Terhadap Orang.

Itulah sebabnya orang yang akan berbahasa roh dilarang buka mulut di dalam sidang, jika tidak ada penerjemahnya (I Korintus 14:28). Ini merupakan satu prinsip.

Pada suatu kali ada seorang saudara berkata kepada saudara Witness Lee, "Saudara Witness Lee, celaka, saya baru saja menjenguk seorang saudara, dia sedang bercekcok hebat dengan isterinya." Mendengar laporan tersebut, saudara Lee berkata, "Anda menjenguk saudara, tetapi Anda begitu ceroboh berbicara. Gereja seharusnya tidak menugaskan Anda menjenguk. Jika Anda sembarangan menyiarkan kejadian saudara tersebut, berarti Anda memberi Iblis kesempatan untuk bekerja dan akan timbul kesulitan. Mungkin perkataan Anda itu terdengar atau diketahui oleh isteri saudara tersebut, pasti ia berkata kepada suaminya: lihatlah, saudara Anu, bukankah ia pewajib rumahan? Hari itu ia datang ke rumah kita, kebetulan melihat kamu marah-marah, dan ia segera menyiarkan hal itu. Sekarang semua saudari mengetahui hal tersebut. Akibatnya, sejak waktu itu, jangan harap ia bisa menerima bantuan Anda lagi. Karena itu, kita sungguh-sungguh harus hati-hati! Andaikata Anda melihat seorang saudara marah-marah kepada istrinya, tidak saja Anda tidak boleh memberitahukan peristiwa tersebut kepada saudara saudari lain, bahkan kepada isteri Anda sendiri pun tidak. Kasus yang tidak bisa membina dan tidak bisa memberi faedah kepada siapa pun, jangan sekali-kali Anda beritakan (secara terbuka) kepada siapa pun. Anda hanya boleh mendoakan mereka saja."

E. Setiap Perkara yang Mutlak Bersifat Pribadi

dan Tidak Ada Sangkut Pautnya dengan Orang Lain,

Janganlah Diutarakan (Dibuka).

F. Setiap Perkara yang Tidak Memerlukan Bantuan Orang Lain,

atau Tak Dapat Membantu Orang Lain,

Itu Juga Tidak Perlu Dibuka kepada Orang Lain.

G. Bukan Kubur yang Ternganga (Terbuka) (Roma 3:13).

"Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu . . . demikian juga perkataan kosong atau yang sembrono" (Efesus 4:29; 5:4). "Kata sia-sia jangan diucapkan" (Matius 12:36). Dan jangan "meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas" (I Timotius 5:13). Jangan banyak bicara, karena hal itu akan membocorkan hayat.

Jangan jadi kubur yang menganga, tapi jadilah sumber air hidup yang mengalirkan air hidup dengan lancar " . . pakailah perkataan yang baik untuk membangun . . . supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia" (Efesus 4:29) "Mulut orang benar adalah sumber kehidupan" (Amsal 10:11)

H. Terhadap Musuh dan Lawan Harus Tertutup.

"Jangan kamu memberikan barang yang kudos kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injak dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu" (Matius 7:6).

Kegagalan raja Hizkia justru karena ia terbuka kepada utusan raja Babel (II Raja 20:12-17). Keterbukaan hanya boleh untuk menyuplaikan hayat dark mengalirkan air hayat, jangan untuk membanggakan diri sendiri.

Adakalanya Tuhan Yesus tidak mengucapkan sepatah kata pun. "Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia; la tidak memberi jawab apa pun" (Matius 27:12). Ketika Pilatus mengadili Dia, "Ia tidak menjawab suatu kata pun . . . " (Matius 27:14). Dan ketika Ia ditanya oleh imam-imam kepala dan tua-tua, Ia berkata, "Aku juga tidak mengatakan kepadamu . . . " (Matius 21:27).

1. Terhadap Maut, Kenajisan, Harus Tertutup.

Dikatakan dalam Bilangan 19:14-15, "Apabila seseorang mati dalam suatu kemah; setiap orang yang masuk ke dalam kemah itu dan segala yang di dalam kemah itu najis . . . setiap bejana yang terbuka yang tidak ada /rain penutup terikat di atasnya adalah najis." Maka terhadap maut dan segala yang najis harus tertutup, jangan terbuka. Ada perkataan-perkataan yang tidak seharusnya Anda dengar, harus menutup telinga dan menutup mulut; harus tidak mendengar seperti orang tuli, dan tidak buka mulut seperti orang bisu. "Siapakah yang buta selain dari hambaKu, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh?" (Yesaya 42:19).

Pada suatu kali di suatu tempat, ada seseorang mengeritik orang lain di hadapan seorang saudara. Lalu saudara itu memanjangkan wajahnya seraya berkata dengan serius kepada saudara yang mengeritik tadi, "Saudara, kamu anggap siapa saya ini. Saya bukan tong sampah. Jangan menuang sampah ke atas says." Dengan demikian tertutuplah mulutnya yang suka mengeritik orang lain itu, dan sejak saat itu ia tidak berani mengucapkan lagi kata-kata yang tidak patut.

Seorang saudara berkata, "Jangan melihat aspek hitam gereja. Jangan mencari tong sampah, melainkan datanglah ke ruang tamu, yang rapi dan indah. Di setiap rumah pasti ada tong sampah. Di setiap gereja pun demikian. Tempat sampah memang jelek dan berbau busuk, maka janganlah mencarinya. Duduklah di ruang tamu. Bila Anda mengunjungi sebuah gereja lokal, lupakanlah sudut tempat sampahnya. Anda ke sana bukan sebagai pencari sampah, melainkan mengunjungi gereja. Anda harus tinggal di ruang tamu gereja, menikmati kemuliaan dan keindahan yang ternyata oleh hayat ilahi dalam gereja tersebut. Tak peduli bagaimana lemahnya sebuah gereja, di dalamnya paling sedikit ada sebagian kemuliaan dan keindahan hayat ilahi. Kita perlu melihat kemuliaan dan keindahan hayat ilahi dalam hidup gereja, jangan melihat tong sampahnya. Ada saudara saudari di sebuah gereja lokal tidak melakukan apa-apa selain khusus mencari sampah. Ada yang tidak saja mencari sampah, bahkan mengorek-ngorek sampah. Mereka selamanya tidak pernah tampak kemuliaan dan keindahan hayat ilahi dalam gereja lokal mereka. Mereka hanya memperhatikan sampah, mengorek-ngorek sampah, dan memamerkan sampah. Bila mereka berbuat demikian, mereka pasti berada dalam kegelapan. Mereka sendiri yang pertama dirugikan, sampah-sampah itu akan merusak mereka dulu. Sebab itu, terhadap ekspresi hayat ilahi dalam gereja, kita harus terbuka, memandangnya dengan mata yang terbuka lebar-lebar; tetapi terhadap sampah kita harus tertutup, menutup mata, tidak melihat, dan menutup mulut, tidak berkata."

Pada tahun 1963 seorang saudara mengunjungi kaum saleh di kota Las Vegas. Mereka membela diri sehubungan dengan berhuni di tempat tersebut. "Kami merasa tidak bersalah tinggal di kota perjudian ini; kami di sini adalah demi kesaksian Tuhan." Saudara itu tidak berdebat dengan mereka, namun dalam batinnya ia berkata, "Coba kalian tinggal di sini beberapa tahun, kesadaran anak-anak kalian terhadap dosa perjudian akan lenyap sama sekali." Hari ini banyak sekali orang muda yang telah keracunan. Lihatlah cara mereka berbusana, tidak ada rasa malu sedikit pun. Seorang saudara berkata, bahwa ia sering merasa harus memejamkan mata ketika berjalan di jalan. Ya, kita seharusnya menutup mata terhadap apa-apa yang bisa membuat diri kita tercemar oleh kenajisan dan kematian.

Pikiran kita merupakan tempat Iblis bekerja yang terhebat. Yang bergandengan dengan pikiran dan yang paling mudah diperalat oleh Iblis adalah kedua mata kita, kemudian adalah kedua telinga, lalu mulut kita. Sebab itu, kita harus sering kali menutup mata -- tidak melihat, menutup telinga -- tidak mendengar, dan menutup mulut --tidak berbicara. Berserulah, "0, Tuhan Yesus!" Anda segera terselamatkan. Atau bila isteri Anda cemberut terhadap Anda, jangan pandang isteri Anda, serulah "0, Tuhan! Amin!" Atau ia akan bergosip kepada Anda, jangan dengarkan, tapi berserulah, "0 Tuhan! Menang-menang, haleluya!" Anda jangan berkomentar dengan isteri Anda, Anda berseru saja dengan mulut Anda kepada Tuhan, terbuka kepada Tuhan, tertutup kepada Iblis. Jika demikian, Iblis tentu tidak berdaya.

J. Menjadi Kebun Tertutup dan Mata Air Termeterai

bagi Kenikmatan Tuhan

(Kidung Agung 4:12).

Sering kali kita perlu menutup diri sendiri demi Tuhan dan demi persekutuan, jangan membiarkan sesuatu yang di luar mengganggu kita.