← Daftar isi Yesaya · bab 52/54

KRISTUS YANG ALMUHIT DALAM EMPAT TAHAPNYA MENURUT EKONOMI PERJANJIAN BARU ALLAH (3)

Pembacaan Alkitab:

Yes. 53:12a, 10c; Ef. 4:8; Kis. 2:36; Why. 17:14; 19:16; Ef. 1:22b, 10-11; Kis. 5:31; Why. 1:5a; Ibr. 4:14; 7:26; 8:1-2; 7:25; 4:15-16; Why. 1:13; 2:1b; Ef. 4:11-12; 1 Tim. 1:4b

Dalam berita ini kita sampai kepada ayat yang terakhir dari Yesaya 53. Seperti yang telah kita lihat dalam dua berita sebelumnya, Yesaya 53 mencakup empat tahap dari Kristus. Di seluruh alam semesta ini Kristus adalah Dia yang sangat ajaib. Sebagai Dia yang demikian ini, Kristus memiliki empat tahap: inkarnasi, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan. Seluruh Alkitab terdiri dari enam puluh enam kitab yang terutama membicarakan tentang empat hal ini. Di alam semesta ini tidak ada hal lain yang sepenting inkarnasi Kristus, penyaliban Kristus, kebangkitan Kristus, dan kenaikan Kristus. Dalam berita ini kita akan melihat Kristus dalam tahap kenaikan-Nya.

Kolose 2:15 mengatakan bahwa sewaktu Kristus dipaku di kayu salib, Bapa melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, yaitu kuasa-kuasa malaikat yang jahat. Ayat ini membuka satu jendela yang memperlihatkan kepada kita bahwa sewaktu Kristus disalibkan di kayu salib, ada satu peperangan yang berkecamuk antara Allah dan Satan. Sebelum waktu itu Satan telah membujuk sekelompok malaikat untuk memberontak terhadap Allah dan mengikutinya dan menjadi bawahan-bawahannya. Dalam Efesus 2:2 Satan disebut “penguasa kerajaan angkasa,” yang menunjukkan bahwa pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di udara, yang adalah malaikat-malaikat yang jahat ada di bawah kekuasaannya. Ketika Kristus disalibkan di kayu salib, ada satu peperangan antara malaikat-malaikat yang baik dengan malaikat-malaikat yang jahat dan antara Allah dengan Satan. Hal ini dengan jelas ditunjukkan oleh Kolose 2:15, yang mengatakan, “Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.” Kata ganti Dia yang mendahului dalam ayat ini adalah Allah dalam ayat 12. Jika kita hanya membaca empat Injil, kita tidak akan dapat melihat bahwa selama penyaliban Kristus ada satu peperangan yang terjadi antara Allah dan Satan. Hanya Kolose 2:15 yang memperlihatkan kepada kita pemandangan yang demikian ini.

Kita perlu menyadari bahwa dalam alam semesta ini ada suatu pemandangan yang tidak kelihatan di balik pemandangan yang kelihatan ini. Dalam alam semesta ada dua pemandangan: satu yang kelihatan, dan yang kedua tidak kelihatan. Ketika Kristus disalibkan, ada pemandangan yang dapat dilihat. Semua orang yang berdiri di sana melihat pemandangan yang dapat dilihat itu. Prajurit-prajurit membawa Kristus ke atas salib dan memaku tangan-Nya dan kaki-Nya. Kemudian mereka menegakkan salib itu. Orang-orang yang berdiri disampingnya melihat hal-hal ini, tetapi mereka tidak mampu melihat dan mereka akan dapat melihat bahwa di balik pemandangan yang kelihatan itu ada satu pemandangan yang tidak kelihatan: Allah dan Satan sedang berperang di sana. Dalam peperangan ini Allah melucuti semua pemerintah dan penguasa yang menyulitkan ini, dan Dia menjadikan mereka tontonan umum, dalam kemenangan atas mereka dalam Kristus dan dalam salib.

Ini menunjukkan bahwa di seluruh alam semesta ini hanya ada empat hal yang penting bagi Allah dan bagi kita, umat pilihan-Nya. Semua hal lainnya itu tidak berarti. Dalam kitab-kitab Perjanjian Baru kita dapat melihat pemandangan yang tidak kelihatan di balik pemandangan yang kelihatan mengenai inkarnasi, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan. Pemandangan ini bahkan terus berlangsung sampai pada hari ini.

Dalam Perjanjian Lama, dalam kitab-kitab seperti Daniel, juga memperlihatkan bahwa pada waktu itu ada pemandangan yang kelihatan dan pemandangan yang tidak kelihatan Dalam pemandangan yang dapat dilihat oleh orang-orang, bangsa Babel datang untuk menawan Yerusalem (Dan. 1:1-2). Penawanan itu berlangsung selama tujuh puluh tahun. Pada akhir dari tahun-tahun itu Kekuasaan Media Persia mengalahkan Babel. Semua hal ini dapat terlihat. Tetapi orang-orang tidak dapat melihat bahwa di balik pemandangan itu ada pemandangan lainnya, yaitu pemandangan yang tidak kelihatan. Mereka tidak dapat melihat bahwa di balik Persia ada raja Persia, dan di balik Yunani ada raja Yunani. Ketika Yunani di bawah Aleksander berperang melawan Persia, maka dua raja itu juga berperang di udara (10:13, 20).

Dalam setiap tahap dari empat tahap Kristus ini, bukan manusia saja, malaikat-malaikat juga terlibat (Luk. 2:8-14; Kol. 2:15; Mat. 28:2-7; Kis. 1:10-11). Ini menunjukkan lagi bahwa mengenai inkarnasi, penyaliban, kebangkitan dan kenaikan Kristus ada pemandangan yang kelihatan dan ada pemandangan yang tidak kelihatan. Namun, dari kedua pemandangan ini, pemandangan yang tidak kelihatan itu lebih penting.

IV. DALAM TAHAP KENAIKANNYA

A. Memimpin Tawanan Yang Ditawan oleh Satan karena Dosa dan Maut, dan Membawa Mereka bersama dengan-Nya dengan Menang dalam Kenaikan-Nya

Yesaya 53:12a mengatakan, “Sebab itu Aku (Allah Yehova) akan membagikan kepadanya (Kristus yang naik) orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan.” Kata jarahan dalam ayat ini sangat bermakna. Ini menunjukkan bahwa ada satu peperangan. Tanpa peperangan tidak mungkin ada jarahan. Jarahan menandakan sasaran/mangsa, dan mangsa ini adalah tawanan-tawanan yang diambil dalam satu peperangan. Kata jarahan menandakan bahwa ada satu peperangan telah terjadi dan ada seorang yang menang dalam peperangan itu, dan pemenangnya mendapatkan mangsa, tawanan-tawanan, dan jarahan. Satu kata ini membuka jendela yang lebar bagi kita, yang memudahkan kita untuk melihat pemandangan yang tidak kelihatan dari suatu peperangan. Kristus, yaitu Dia yang menang dalam peperangan itu, membagikan jarahan dengan yang Maha Besar dan Mahakuat. Di sini, yang Mahabesar dan yang Mahakuat mengacu kepada Allah. Allah itu Mahabesar, dan Allah juga Mahakuat. Sebagai yang Mahabesar, Dia menerima kehormatan dari kenaikan Kristus dan sebagai yang Mahakuat, Dia memperoleh kemenangan. Maka keduanya, yaitu Kristus dengan Yang mahabesar dan mahakuat, saling berbagi rampasan satu sama lain.

Ini menunjukkan bahwa dalam kenaikan Kristus ada satu pameran kemenangan Kristus melalui membagikan tawanan-tawanan, jarahan, dan mangsa, yang diambil dalam kemenangan Kristus. Yesaya 53:12a, hanya setengah bagian dari ayat ini, adalah satu-satunya bagian dalam Yesaya 53 yang membicarakan tentang kenaikan Kristus. Tetapi setengah bagian ayat ini, dengan pameran kemenangan Kristus melalui membagikan jarahan itu, membuka jendela yang lebar bagi kita. Allah Bapa adalah yang Mahabesar dan Mahakuat, dan Allah Putra adalah sang Petarung. Dia berperang dalam peperangan di kayu salib dan dalam kebangkitan-Nya. Dia menang dalam peperangan itu dan melalui kemenangan dalam peperangan itu Dia menawan semua tawnan Satan. Semua manusia, mulai dari Adam termasuk kita, ditawan oleh Satan. Kita menjadi tawanan-tawanan Satan. Namun, menurut Efesus 4:8 ketika Kristus naik ke surga, “Ia membawa tawanan-tawanan, Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.” Ayat ini adalah satu kutipan dari Mazmur 68:18. Tawanan-tawanan mengacu kepada orang-orang yang ditawan oleh Satan. Ayat ini menunjukkan bahwa ketika Kristus naik ke surga, Dia memimpin satu iring-iringan, satu perarakan tawanan-tawanan. Tawanan-tawanan ini mencakup semua orang dosa. Sebelum waktu itu, kita adalah tawan-tawanan yang berada di bawah kekuasaan tangan Satan. Satan menawan kita dan membuat kita menjadi tawanan-tawanannya karena dosa dan maut. Kemudian Kristus melalui kematian dan kebangkitan-Nya mengalahkan Satan, dan Dia menawan semua tawanan di bawah kekuasaan tangan Satan dan membuat mereka menjadi tawanan-tawanan-Nya. Dulu kita adalah tawanan-tawanan Satan, tetapi sekarang kita telah menjadi tawanan-tawanan Kristus. Kamudian dalam kenaikan-Nya Kristus memimpin kita dalam satu perarakan kemenangan, “iring-iringan musuh yang telah takluk” (Perjanjian Baru Amplified), ke surga.

Mungkin kita tidak sadar bahwa kita telah berada di surga. Efesus 4 memberi tahu kita bahwa ketika Kristus naik ke surga, Dia membawa satu satu perarakan tawanan-tawanan, yang asalnya tawanan-tawanan Satan, dan Dia membawa semua tawanan ini ke surga dan mempersembahkannya kepada Bapa. Tawanan-tawanan ini termasuk Anda dan saya. Kita berada di antara musuh-musuh yang ditaklukkan oleh Kristus. Satan juga telah ditaklukkan oleh-Nya. Banyak orang yang belum pernah mendengar injil yang demikian. Maka, kita perlu memberitakan injil yang lebih tinggi kepada mereka menurut Efesus 4:8, dan memberi tahu mereka bahwa Kristus telah menaklukkan dan menawan mereka melalui kematian dan kebangkitan-Nya dan membawa mereka ke surga dalam kenaikan-Nya. Sebagai seorang Pemenang yang unggul, Kristus memimpin satu perarakan kemenangan untuk merayakan kemenangan-Nya, dan Dia membawa tawanan-tawanan ini ke surga untuk mempersembahkannya kepada Bapa, dengan berkata, “Bapa, inilah rampasan, dan jarahan, yang Kudapatkan melalui peperangan-Ku. Sekarang, Bapa, Aku mempersembahkan mereka semua kepada-Mu sebagai hadiah-hadiah dari-Ku. Engkau mengutus Aku dan Aku pergi. Sekarang Aku telah kembali kepada-Mu dengan satu hadiah, satu pemberian, dari kayu salib dan dari Alam Maut. Aku menawan semuanya ini dan sekarang Aku mempersembahkan semuanya kepada-Mu sebagai satu hadiah.” Bapa menerima pemberian ini dari Putra. Kemudian Bapa memberikan semua tawanan ini kembali kepada Putra sebagai pemberian dari Bapa. Inilah pemandangan yang tidak kelihatan dalam kenaikan Kristus.

1. Membuat Mereka Menjadi Pemberian-pemberian dalam Hayat Kebangkitan Kristus

Setelah menerima semua tawanan sebagai satu pemberian dari Bapa, Putra mentransformasi semua tawanan ini dalam hayat kebangkitan-Nya, dan membuat setiap orang dari mereka menjadi satu pemberian (Ef. 4:8b). Paulus dijadikan pemberian yang demikian dan kita juga dijadikan pemberian yang demikian. Kemudian Kristus memberikan pemberian-pemberian ini kepada gereja. Maka, Efesus 4:11 mengatakan bahwa “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar.” Kita semua adalah pemberian-pemberian yang diberikan oleh Kristus kepada gereja. Gereja mempunyai banyak pemberian. Setiap anggota dalam satu gereja lokal adalah satu pemberian bagi gereja itu.

Sebelum ia diselamatkan, Saulus adalah seorang tawanan Satan. Tetapi setelah diselamatkan oleh Tuhan, Paulus menjadi satu pemberian. Dulu kita juga adalah tawanan Satan. Kemudian Kristus mengalahkan Satan dan menawan kita dan membawa kita kepada Bapa; dan Bapa memberikan kita kepada Putra. Putra membuat kita menjadi satu pemberian melalui mentransformasi kita dengan hayat kebangkitan-Nya. Apakah Anda belum ditransformasi? Kita semua harus mengakui bahwa hari ini kita berbeda dari apa adanya kita sebelum kita diselamatkan. Sekarang, kita bukan tawanan-tawanan Satan, kita semua adalah pemberian-pemberian bagi gereja.

2. Bagi Tubuh-Nya

Efesus 4:12 memberi tahu kita bahwa melalui penyempurnaan kaum saleh sebagai pemberian-pemberianlah maka Tubuh Kristus dapat dibangunkan. Pembangunan ini adalah pekerjaan yang unik dari ministri Perjanjian Baru. Beban saya bukanlah untuk menghapuskan Anda dengan membuat Anda menjadi orang awam dalam satu sistem kependetaan dan kaum awam, melainkan untuk mengembangkan dan menyempurnakan Anda sebagai satu pemberian untuk membangun Tubuh Kristus.

Kita perlu belajar untuk melihat hal-hal yang tidak kelihatan di balik pemandangan yang kelihatan. Di balik pemandangan yang kelihatan ini ada pemandangan lainnya yang tidak terlihat oleh mata fisik kita. Tetapi orang-orang yang memiliki mata rohani dapat melihat pemandangan yang tidak kelihatan di balik yang kelihatan itu. Yesaya 53:12a memperlihatkan kepada kita hal-hal yang tidak kelihatan yang terjadi dalam pemandangan yang tidak kelihatan di balik pemandangan yang kelihatan. Melalui jendela yang dibukakan dalam ayat ini kita dapat melihat bahwa dalam kematian di kayu salib Kristus adalah seorang Pahlawan yang berperang dalam satu peperangan. Ketika Dia mati di sana, Dia sedang berperang. Menurut Kolose 2:15, sewaktu Kristus berperang di kayu salib, Bapa bergabung dalam peperangan itu, dan malaikat-malaikat jahat datang untuk menghalangi Bapa. Bapa melucuti mereka dan membuat mereka menjadi tontonan umum untuk mempermalukan mereka, dalam kemenangan atas mereka. Itulah peperangan yang terjadi selama penyaliban Kristus. Kemudian, 1 Petrus 3:18-20 memberi tahu kita bahwa setelah Dia mati di kayu salib, Kristus pergi ke Alam Maut untuk memploklamirkan kepada malaikat-malaikat yang jahat kemenangan Allah atas Satan dan atas kuasa kegelapannya melalui kematian Kristus di kayu salib. Itu juga adalah bagian dari pemandangan yang tidak kelihatan.

Setelah peperangan itu, Kristus sang Putra ini bangkit dan dalam kebangkitan-Nya Dia memperoleh kemenangan. Dia menawan semua tawanan Satan dan membawa mereka dalam satu perarakan kemenangan dan Dia membawa mereka ke surga dan mempersembahkan mereka sebagai satu pemberian kepada Bapa. Kemudian Bapa mengembalikan mereka sebagai satu pemberikan kepada Kristus, dan Dia menerima mereka dan membuat setiap orang dari mereka menjadi satu pemberian. Menurut Yesaya 53:12a, di surga ada satu pameran kemenangan Kristus. Dalam pameran itu Putra dan Bapa saling berbagi jarahan. Bapa mengakui kemenangan Putra dan membagikan kepada-Nya bagian dari jarahan itu. Di sana Kristus menikmati bagian dari jarahan, yaitu tawanan-tawanan itu bersama dengan Bapa, sebagai yang Mahabesar dan Mahakuat. Ini merupakan satu pameran dari Putra dan Bapa dalam kenikmatan terhadap kemenangan Kristus.

Bapa dan Putra tidak menerima keuntungan yang ultima dari pameran ini. Pada akhirnya, tubuh Kristus, yakni gereja, mendapatkan semua pemberian dan semua jarahan itu. Bagian yang dibagikan kepada Bapa dan bagian yang dibagikan kepada Putra diberikan kepada gereja sebagai pemberian-pemberian. Kabar baik seperti ini seharusnya membuat kita bersorak sorai. Haleluya, kita telah diselamatkan dari tangan Satan dan dibawa ke surga, dan kita diberikan oleh Putra kepada Bapa sebagai satu pemberian. Bapa berkenan menerima pemberian yang demikian, dan Dia mengembalikan kita kepada Putra dan Putra membuat kita menjadi satu pemberian melalui transformasi dengan hayat kebangkitan-Nya. Kemudian Dia memberikan kita sebagai pemberian-pemberian kepada gereja dalam lokalitas kita untuk melakukan pekerjaan ministri Perjanjian Baru, yaitu, untuk membangun Tubuh Kristus.

Meskipun kita ada di sini di bumi, tetapi kita dapat melihat pemandangan di surga ini. Kita sekarang melihat hal-hal yang mutlak tidak kelihatan oleh orang-orang di bumi. Ketika mereka menikmati hiburan-hiburan duniawi dalam pemandangan mereka yang kelihatan, kita menikmati hal-hal surgawi dalam pemandangan kita yang tidak kelihatan.

B. Dijadikan Tuhan dan Kristus

Dalam kenaikan-Nya Kristus dijadikan Tuhan (Tuan dari segalan tuan) dan Kristus (Kis. 2:36; Why. 17:14a; 19:16b).

1. Tuhan untuk Mengendalikan dan Memiliki Semua Manusa dan Segala Sesuatu

Kristus dijadikan Tuhan (Tuan dari segala tuan) adalah untuk mengendalikan dan memiliki semua manusia dan segala sesuatu. Semua manusia di setiap bangsa adalah milik Kristus sebagai harta kekayaan-Nya dan berada di bawah ketuhanan Kristus. Kristus adalah Tuhan atas mereka dan memiliki mereka.

2. Kristus untuk Melaksanakan Rencana Allah dan Menggenapkan Kehendak Allah

Dalam kenaikan-Nya, Kristus juga dijadikan Kristus untuk melaksanakan rencana Allah dan menggenapkan kehendak Allah. Kristus adalah Yang diurapi Allah untuk melaksanakan rencana Allah dan menggenapkan kehendak Allah.

C. Diberikan kepada Gereja untuk Menjadi Kepala dari Segala Sesuatu

Kristus yang naik ini telah diberikan kepada gereja untuk menjadi Kepala dari segala sesuatu (Ef. 1:22b).

1. Untuk Mengepalai Segala Sesuatu sampai Kegenapan Waktu

Sebagai Kepala atas segala sesuatu, Kristus akan mengepalai segala sesuatu sampai kegenapan waktu (Ef. 1:10). Ketika sampai genap waktunya, maka Kristus akan mengepalai segala sesuatu, termasuk hal-hal yang di surga dan hal-hal yang di bumi. Hari ini di antara jutaan orang di bumi ini tidak ada kepala. tetapi ketika sampai genap waktunya, Kristus akan mengepalai semua orang itu.

2. Agar Gereja Menjadi Warisan Allah menurut Rencana Kehendak Allah

Pengepalaan Kristus atas segala sesuatu ini adalah agar gereja menjadi warisan Allah menurut rencana kehendak Allah (Ef. 1:11). Menurut Efesus 1:17 kita telah ditebus masuk ke dalam Kristus bukan hanya sebagai persona melainkan juga sebagai satu alam dan sebagai satu elemen. Kita ditebus ke dalam alam ini dan ke dalam elemen ini. Menurut 1:11, dengan Kristus sebagai elemennya kita dibuat menjadi sesuatu yang mustika, sebagai satu harta bagi Allah. Harta yang mustika ini adalah gereja sebagai warisan Allah. Hal ini mempunyai satu hubungan yang sangat besar dengan pengepalaan Kristus atas segala sesuatu. Untuk mengepalai segala sesuatu, Kristus terlebih dahulu harus membuat kita menjadi satu harta, yaitu warisan Allah. Berdasarkan hal ini, Kristus selanjutnya mengepalai segala sesuatu dalam urutan yang baik di bawah diri-Nya sendiri sebagai Kepala.

D. Dijadikan Pemimpin dan Penyelamat

Dalam kenaikan-Nya Kristus dijadikan Pemimpin dan Penyelamat (Penguasa raja-raja di bumi, Raja di atas segala raja) dan Penyelamat (Kis. 5:31; Why. 1:5a; 17:14a; 19:16a).

1. Pemimpin untuk Memerintah atas Orang-orang yang Tidak Percaya

Kristus dijadikan Pemimpin (Penguasa raja-raja di bumi, Raja di atas segala raja) untuk memerintah atas orang-orang yang tidak percaya. Hari ini semua orang yang tidak percaya, tidak peduli betapa tegarnya mereka, berada di bawah pemerintahan Kristus.

2. Penyelamat untuk Menyelamatkan Kaum Beriman

Kristus dijadikan Penyelamat untuk menyelamatkan kaum beriman. Dia adalah Pemimpin (Penguasa) dan Penyelamat. Kristus adalah Pemimpin (Penguasa) bagi orang-orang yang tidak percaya dan Penyelamat bagi kita, kaum beriman.

E. Ditentukan untuk Menjadi Imam Besar

Dalam kenaikan-Nya Kristus ditentukan untuk menjadi Imam Besar yang maha tinggi (Ibr. 4:14; 7:26).

1. Untuk Meministrikan Hal-hal yang Surgawi kepada Kaum Beriman dengan Segala Kekayaan Kristus yang Surgawi

Kristus ditentukan untuk menjadi Imam Besar yang demikian untuk meministrikan hal-hal yang surgawi kepada kaum beriman dengan segala kekayaan Kristus yang surgawi (Ibr, 8:1-2). Hari ini Kristus yang kita nikmati ini bukanlah Kristus yang bumiah melainkan Kristus yang surgawi. Jika Kristus tidak ada di surga, maka Dia tidak akan menjadi begitu kaya atau begitu tinggi. Hari ini Kristus yang kita nikmati ini ada di surga sebagai Imam Besar, yang meministrikan diri-Nya sendiri kepada kita dengan hal-hal yang surgawi.

Banyak orang Kristen yang memegang pengertian bahwa ministri Kristus hanya tercakup dalam inkarnasi-Nya, yaitu, dalam Dia menjadi seorang manusia, dalam kematian-Nya di kayu salib bagi dosa-dosa kita, dan dalam kebangkitan-Nya agar kita dapat dibangkitkan bersama dengan-Nya. Saya tidak mengatakan bahwa ini salah, tetapi ini hanyalah satu bagian kecil dari ministri Kristus. Hari ini, Kristus melanjutkan ministri-Nya di surga. Ini adalah ministri surgawi-Nya. Dalam melaksanakan ministri yang demikian, Dia adalah Tuhan, Kristus, Kepala, dan Imam Besar di surga. Sebagai Dia yang demikian, Dia hari ini sibuk di surga. Pertama, Dia sedang membangun Tubuh universal-Nya. Dalam ciptaan lama, Kristus sebagai Yang mahakuasa hanya berfirman saja dan hal-hal itu ada (Kej. 1:3; Mzm. 33:9). Tetapi dalam ciptaan baru, Dia harus melakukan banyak pekerjaan untuk membangun Tubuh-Nya. Kemudian, mengenai dunia, yaitu mengenai patung besar dalam Daniel 2, Kristus harus melakukan banyak pekerjaan. Dalam peristiwa-peristiwa di dunia belakangan ini, kelihatannya Perserikatan Bangsa-bangsa yang melaksanakan pengendaliannya atas bangsa-bangsa tertentu, tetapi sebenarnya, Kristus sedang mengendalikan semua bangsa itu. Kristus melaksanakan administrasi atas seluruh situasi dunia. Meskipun Komunisme adalah satu sistem yang hebat, tetapi sistem ini hanya dapat tetap ada di Rusia selama tujuh puluh tahun. Untuk hal ini kita harus memberikan kemuliaan, pujian, kepada Penguasa atas seluruh bumi ini. Kristus sedang sibuk; Dia sedang mempersiapkan situasi, lingkungan, dan waktu agar Dia dapat datang kembali dengan kerajaan kekal Allah. Dia sedang mempersiakan segala sesuatu agar Dia dapat datang kembali untuk meremukkan patung besar itu tepatnya pada sepuluh jari, untuk mengalahkan Antikristus, yaitu sepuluh raja, dan pasukan-pasukannya (Dan. 2:34-35; Why. 17:12-14; 19:11-16, 19-21). Selama empat puluh lima tahun yang lalu semua bangsa sibuk bersaing dalam hal kekuatan militer. Hari ini, Kristus dan Antikristus juga sedang bersiap-siap. Pada satu hari akan ada satu peperangan yang terakhir, yang akan terjadi di Harmagedon (16:16). Dalam peperangan itu Kristus akan memimpin pasukan Allah, dan Antikristus akan memimpin pasukan Satan. Dua pasukan ini akan berperang di sana. Kristus sedang mempersiapkan pasukan-Nya. Pasukan itu menuntut kita menjadi pemenang-pemenang, di mana Kristus akan menikahinya sebagai mempelai perempuan-Nya. Mempelai perempuan Kristus ini akan menjadi pasukan-Nya (19:7-8, 11, 14). Hari ini Kristus sedang melakukan banyak pekerjaan di surga untuk mempersiapkan hari itu.

2. Untuk Menyelamatkan Kaum Beriman sampai pada Puncaknya dengan Berdoa bagi Mereka

Kristus telah ditentukan untuk menjadi Imam Besar untuk menyelamatkan kaum beriman sampai pada puncaknya dengan berdoa bagi mereka (Ibr. 7:25). Di surga Kristus sedang berdoa bagi gereja. Dia berdoa bukan hanya bagi kaum beriman secara umum melaikan juga bagi setiap kaum beriman secara individu. Kita perlu percaya dan yakin bahwa Kristus sedang berdoa bagi setiap kita dengan menyebut namanya. Pekerjaan berdoa ini bukanlah ministri-Nya di bumi melainkan ministri-Nya di surga, yaitu ministri yang dilakukan oleh Kristus sebagai Imam Besar.

3. Untuk Merawat Kaum Beriman dengan Simpati melalui Membawa Mereka Masuk ke dalam Takhta Kasih Karunia

Kristus ditentukan untuk menjadi Imam Besar untuk merawat kaum beriman dengan simpati melalui membawa mereka masuk ke dalam takhta kasih karunia agar mereka dapat menerima rahmat dan kasih karunia sebagai bantuan pada waktunya (Ibr. 4:15-16). Ketika kita masuk ke dalam Tempat Mahakudus untuk menjamah takhta kasih karunia, kita mungkin tidak sadar bahwa sebenarnya Kristuslah yang membawa kita masuk ke sana. Dia membawa kita masuk ke dalam Tempat Mahakudus dan menempatkan kita di takhta kasih karunia agar kita dapat menerima rahmat dan menemukan kasih karunia sebagai pertolongan pada waktunya. Ministri yang demikian ini dilaksanakan oleh Kristus bukan secara umum melainkan secara khusus dan secara mendetil.

4. Untuk Berjalan di antara Gereja-gereja sebagai Kaki-kaki Dian dan untuk Mendandani Mereka

Sebagai Imam Besar yang Mahatinggi, Kristus berjalan di antara gereja-gereja sebagai kaki-kaki dian dan mendandani mereka (Why. 1:13; 2:1b). Kaki-kaki dian yang di antaranya Kristus berjalan ini bukanlah di bumi melainkan di surga. Semua gereja hari ini berada di surga. Di surga dan dalam ministri surgawi-Nya Kristus merawat gereja-gereja dan mendandani mereka sebagai kaki-kaki dian melalui membereskan sumbu (yaitu menanggulangi hayat yang usang dan alamiah) dan menambahkan minyak (suplaian Roh Kudus) untuk membuat mereka bersinar lebih terang. Inilah pekerjaan Kristus dalam ministri surgawi-Nya pada hari ini.

F. Membagikan Jarahan atas Kemenangan-Nya melalui Kematian dan Kebangkitan-Nya bersama dengan Allah, yang Mahabesar dan Mahakuat

Seperti yang telah kita lihat sebelumnya, dalam kenaikan-Nya Kristus membagikan jarahan atas kemenangan-Nya melalui kematian dan kebangkitan-Nya bersama dengan Allah, yang Mahabesar dan Mahakuat (Yes. 53:12a). Kemudian Kristus memberikan jarahan atas kemenangan-Nya ini kepada gereja sebagai pemberian-pemberian—yaitu rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita injil injil, gembala-gembala dan pengajar-pengajar—bagi pembangunan Tubuh Kristus (Ef. 4:8b, 11-12).

G. Rampung dalam:

Kenaikan Kristus rampung dalam tiga hal utama berikut ini:

1. Ministri Surgawi Kristus di Surga

Pertama, kenaikan Kristus rampung dalam ministri surgawi Kristus di surga. Dalam ministri ini, Kristus melayani sebagai Yang diurapi Allah untuk melaksanakan ekonomi kekal Allah bagi perkembangbiakan injil, mendirikan gereja-gereja sebagai kerajaan Allah, dan membangun Tubuh Kristus.

2. Mengedarkan Jarahan dari Kemenangan-Nya sebagai Pemberian-pemberian bagi Tubuh-Nya

Kedua, kenaikan Kristus rampung dalam mengedarkan jarahan dari kemenangan-Nya sebagai pemberian-pemberian bagi Tubuh-Nya. Ini adalah bagi penggenapan kerelaan kehendak Yehova, yang akan berhasil di tangan-Nya menurut kedambaan dan rencana Allah (Yes. 53:10c). Kerelaan kehendak Yehova adalah membangun Tubuh Kristus. Allah hanya berkenan dengan pembangunan Tubuh Kristus. Penggenapan kerelaan kehendak Allah ini adalah bagi penggenapan ekonomi Perjanjian Baru Allah (1 Tim. 1:14b).

3. Penggenapan Pekerjaan Allah bagi Ciptaan Baru-Nya

Ketiga, kenaikan Kristus rampung dalam penggenapan pekerjaan Allah bagi ciptaan baru-Nya. Allah akan menghasilkan ciptaan baru-Nya di antara ciptaan lama-Nya dan dihasilkan dari ciptaan lama-Nya. Ciptaan lama itu seperti sebuah telur, dan ciptaan baru itu seperti anak ayam. Sama seperti seekor anak ayam keluar dari telur, demikian juga ciptaan baru keluar dari ciptaan lama.

a. Dalam dan Melalui Empat Zaman dari Ciptaan Lama-Nya

Pekerjaan Allah bagi ciptaan baru-Nya dilaksanakan dalam dan melalui empat zaman dari ciptaan lama-Nya. Empat zaman dari ciptaan lama-Nya ini adalah (1) zaman sebelum hukum taurat, yaitu dari Adam sampai Musa (Rm. 5:13-14); (2) zaman hukum taurat, dari Musa sampai kedatangan Kristus yang pertama (Yoh. 1:17); (3) zaman kasih karunia, dari kedatangan Kristus yang pertama sampai kedatangan-Nya yang kedua; dan (4) zaman kerajaan, dari kedatangan Kristus yang kedua sampai akhir kerajaan seribu tahun. Melalui empat zaman ini Allah menciptaan ciptaan baru. Ciptaan baru ini mutlak diciptakan dalam Kristus, oleh Kristus, melalui Kristus, dan bersama dengan Kristus. Ini dilaksanakan terutama dalam ministri surgawi Kristus. Kematian dan kebangkitan Kristus, yang adalah milik ministri-Nya di bumi, hanya mengakhiri ciptaan lama dan menunaskan ciptaan baru. Kelanjutan dari pekerjaan penyusunan ciptaan baru ini dilakukan dalam ministri surgawi Kristus di surga.

b. Untuk Menyelesaikan Penyusunan Yerusalem Baru

Pekerjaan Allah bagi ciptaan baru-Nya adalah untuk menyelesaikan penyusunan Yerusalem Baru sebagai perbauran dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dengan kaum saleh tripartit-Nya yang telah ditransformasi untuk menjadi ekspresi Allah dan menjadi berkat kaum saleh selama-lamanya. Pada akhir dari enam puluh enam kitab dari Alkitab, ada satu kota yang diwahyukan, yaitu, Yerusalem Baru. Yerusalem Baru adalah perampungan ministri Kristus, termasuk ministri-Nya di bumi dan ministri-Nya di surga. Sekali lagi, bagian yagn terbesar dari ministri ini bukanlah ministri-Nya di bumi melainkan ministri surgawi-Nya. Ministri Kristus, baik yang di bumi maupun yang di surga, akan rampung dalam satu kota, dan kota ini adalah perbauran dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dengan kaum saleh tripartit-Nya yang telah ditransformasi untuk menjadi ekspresi Allah dan menjadi berkat kaum saleh sampai selama-lamanya. Allah akan memiliki satu ekspresi sampai selama-lamanya dan kita akan menikmati berkat ini sampai selama-lamanya, yaitu Yerusalem Baru sebagai perampungan dari ministri Kristus dalam empat tahap—inkarnasi, penyaliban, kebangkitan dan kenaikan.