← Daftar isi Yesaya · bab 51/54

KRISTUS YANG ALMUHIT DALAM EMPAT TAHAPNYA MENURUT EKONOMI PERJANJIAN BARU ALLAH (2)

Pembacaan Alkitab:

Yes. 53:10c-11b; 1 Kor. 15:45b; 2 Kor. 3:17; Yoh. 14:17-20; Kol. 1:18; Why. 1:5a; Gal. 6:15; 2 Kor. 5:17; Kis. 13:33; Rm. 8:29; 1 Ptr. 1:3; Ibr. 2:10a, 11b-12; Ef. 2:19; Gal. 6:10; Ef. 1:11; Yoh. 12:24; 3:30a; Ef. 1:22-23; 1 Kor. 10:17; Why. 1:18a; Ef. 1:5, 9; Flp. 2:13; Rm. 4:25b; Kol. 3:4a, 10-11

Doa: Tuhan, kami ingin Engkau tahu bahwa kami tetap memerlukan Engkau. Kami perlu Engkau sebagai Roh pemberi hayat. Kami perlu Engkau sebagai minyak urapan. Tuhan, berbicaralah dalam pembicaraan kami, dan jadi satu rohlah dengan kami. Tuhan, tudungi kami semua dari serangan si musuh. Kami bersembunyi di dalam-Mu. Kami percaya bahwa Engkau menyertai kami di sini. Kami akan bersidang di dalam nama-Mu. Tuhan, dimuliakanlah nama-Mu, dan urapilah setiap orang. Lawatlah setiap orang, dan jamahlah setiap hati. Amen.

Berita ini adalah seri yang kedua dari empat berita tentang Kristus yang almuhit dalam empat tahap-Nya menurut ekonomi Perjanjian Baru Allah. Dalam berita ini kita akan melihat tahap kebangkitan Kristus.

Yesaya 53:10b-11b mengatakan, “Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu sebagai orang yang benar, ia akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya dan kejahatan mereka dia pikul.” Dalam bagian dari Firman ini ada empat poin: (1) Kristus membuat diri-Nya menjadi satu kurban bagi dosa; (2) Da akan melihat keturunan-Nya dan umur-Nya akan lanjut; (3) Dia akan melihat hasil dari kesusahan jiwa-Nya dan akan menjadi puas; dan (4) Dia akan membenarkan banyak orang oleh pengenalan terhadap-Nya. Butir yang pertama dari empat butir ini berada dalam tahap yang kedua, yaitu tahap penyaliban Kristus. Tiga butir lainnya berada dalam tahap yang ketiga, yaitu tahap kebangkitan Kristus.

Dalam Yesaya 53:11a, kata hasil ditambahkan; kata-kata itu tidak ada dalam teks bahasa Ibraninya. Hasil adalah akibat, alhasil, dari kesusahan jiwa Kristus. Kristus menderita melalui menyerahkan nyawa-Nya kepada maut (ay. 12b). Tentunya harus ada satu hasil, satu akibat, dari kesusahan itu. Yesaya mengatakan bahwa Kristus akan melihat hasil, yaitu akibat dari kesusahan jiwa-Nya, dan Dia akan dipuaskan.

Kemudian Yesaya 53:11b mengatakan, “Dan hamba-Ku itu sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh pengenalan terhadap-Nya.” Frase oleh pengenalan terhadap-Nya itu bukan berarti oleh pengenalan Kristus. Ini berarti melalui mengenal Dia, sang Benar, yaitu Kristus yang bangkit sebagai Hamba Allah. Dengan pengenalan yang demikian terhadap-Nya, Kristus akan membenarkan banyak orang. Banyak versi Alkitab yang menterjemahkan ayat ini demikian, “akan membenarkan banyak orang.” Teks Ibraninya dapat berarti keduanya. tetapi kita lebih suka menterjemahkannya, “akan membuat banyak orang menjadi benar,” karena ini mengacu kepada Kristus dalam kebangkitan-Nya. Pembenaran terutama berhubungan dengan kematian Kristus. Namun, bagi Kristus untuk membuat kita menjadi benar itu bukan sekedar membenarkan kita melalui kematian-Nya oleh darah-Nya. ini terutama berarti membuat kita menjadi benar. Dalam kebangkitanlah Kristus yang hidup ini hidup di dalam kita sehingga Dia dapat diperhidupkan dari kita sebagai kebenaran. maka, Wahyu 19:7-8 mengatakan bahwa ketika mempelai perempuan itu siap sedia untuk pernikahan Anak Domba, ia akan dikenakan pakaian dari lenan halus, yang adalah kebenaran orang-orang kudus. kebenaran orang-orang kudus mengacu kepada kebenaran yang subyektif yang diperhidupkan dari kita melalui penghidupan kita dalam Kristus. Kristus dalam kebangkitan akan membuat kita semua menjadi benar oleh diri-Nya sendiri sebagai hayat kebangkitan yang diperhidupkan keluar dari kita.

Yesaya 53:12a mengatakan, “Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan.” Bagian yang singkat dalam Yesaya 53 ini mengacu kepada kenaikan Kristus. Dalam kenaikan-Nyalah bahwa Kristus membawa kita ke langit sebagai tawanan-tawanan-Nya. Kita adalah tawanan-tawanan Setan, tetapi melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus membebaskan kita. Maka, dalam satu hal, Dia menawan kita. Sekarang kita adalah tawanan-tawanan-Nya. Dalam kenaikan-Nya Dia membawa kita semua sebagai tawanan-tawanan-Nya bersama dengan-Nya ke surga. Ketika Dia naik, Efesus 4:8 mengatakan, “Ia membawa tawanan-tawanan, Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.” Perjanjian Baru Amplified menterjemahkan demikian, “Dia membawa iring-iringan lawan yang telah kalah.” Ini berarti bahwa Kristus menaklukkan Setan dan menawan tawanan-tawanan Setan, dan membuatnya menjadi tawanan-tawanan-Nya. Dalam kenaikan-Nya Kristus membawa semua tawanan ini kepada Bapa. Di sana di surga Dia dan Bapa, yang adalah yang Mahabesar dan Mahakuat, berbagi rampasan dan membagikan jarahan.

III. DALAM TAHAP KEBANGKITANNYA

Untuk melihat kebangkitan Kristus dan semua butir yang dihasilkan dalam kebangkitan Kristus dan melalui kebangkitan Kristus ini, kita perlu menuntut dan memiliki pemikiran yang sehat. Keturunan dan hasil yang disinggung dalam Yesaya 53:10 dan 11 menunjukkan sejumlah besar hal. Karena hal ini maka kita perlu memasukkan banyak butir dalam definisi kebangkitan Kristus dalam Perjanjian Baru. Dalam tulisannya, Paulus menjelaskan dan mendefinisikan kebangkitan Kristus sampai pada puncaknya. Dalam definisi Paulus tentang kebangkitan Kristus, banyak butir tentang hasil dari kebangkitan Kritsus yang disingkapkan kepada kita.

A. Sebagai Kristus yang telah Melalui Proses, yaitu Adam yang Akhir, yang Menjadi Roh Pemberi Hayat

Dalam kebangkitan-Nya, sebagai Kristus yang telah melalui proses, yaitu Adam yang akhir, Kristus menjadi Roh pemberi hayat (1 Kor. 15:45b; 2 Kor. 3:17). Setelah kebangkitan Kristus, maka proses-Nya rampung. Mulanya, Kristus adalah Allah dalam kekekalan yang lampau (Yoh. 1:1; Flp. 2:6). Dia hanya Allah saja; pada-Nya hanya ada keilahian dan semua atribut dari keilahian ini. Yohanes 1:1 menunjukkan hal ini, dengan mengatakan, “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah.” Kemudian, empat ribut tahun yang lalu setelah manusia diciptakan, kira-kira dua ribu tahun yang lalu, Allah yang unik ini berinkarnasi. Itulah tahap yang pertama dari proses-Nya. Ketika Dia berinkarnasi, Dia masuk ke dalam “terowongan” proses-Nya. Dengan berbuat demikian, Dia menjadi seorang manusia, yaitu manusia-Allah. Secara lahiriah, Dia adalah manusia; secara bathini, Dia adalah Allah. Setelah inkarnasi-Nya, Dia bukan lagi sekedar Allah saja. Sebagai bayi yang lahir dari Maria dan berbaring dalam palungan, Dia bukan hanya Allah melainkan juga adalah manusia-Allah. Adalah salah bila kita mengatakan bahwa hanya Allah saja yang berbaring dalam palungan itu, karena Dia berbaring di sana bukan hanya sebagai Allah melainkan juga sebagai seorang anak kecil. Demikian juga, adalah salah bila kita mengatakan bahwa hanya seorang anak laki-laki saja yang berbaring dalam palungan itu, karena di dalam anak laki-laki ini ada Allah.

Dalam inkarnasi-Nya Kristus hidup sebagai manusia-Allah selama lebih dari tiga puluh tahun. Dia pergi ke seluruh tanah kudus itu dari utara ke selatan, terutama dari Galilea ke Yerusalem, di sebelah barat Yordan. Di tanah yang sempit demikian Tuhan Yesus berkeliling selama tiga setengah tahun. Meskipun sebagai seorang manusia-Allah Dia itu sangat besar tetapi hanya satu kali saja Dia melakukan sesuatu untuk menyatakan kebesaran-Nya. Dalam Matius 17:1-8, Dia naik ke gunung Hermon bersama dengan murid-murid-Nya yaitu, Petrus, Yakobus, Yohanes dan ditransfigurasi di depan mata mereka. Enam hari sebelumnya, Dia memberi tahu murid-murid-Nya bahwa ada seseorang di antara mereka yang tidak akan merasakan kematian sampai mereka melihat Anak Manusia datang dalam kerajaan-Nya. Dalam transfigurasi-Nya di atas gunung itu, penampilannya tetap adalah seorang manusia, tetapi wajah-Nya bercahaya seperti matahari, dan pakaian-Nya menjadi seputih cahaya. Pada saat itu Dia adalah seorang manusia dalam kemuliaan. Ini mutlak adalah bagian dari proses-Nya.

Pada akhir dari inkarnasi-Nya, yaitu pada akhir dari kehidupan insani-Nya, Dia rela masuk ke dalam kematian. Kematian Kristus ini menakjubkan dalam tiga aspeknya. Dalam aspek insani, Dia itu dibunuh. Dia dibawa seperti seekor anak domba ke pembantaian (Yes. 53:7), dan Dia disiksa oleh manusia selama tiga jam, dari jam sembilan pagi sampai siang hari. Kemudian dari jam dua belas sampai jam tiga sore, Allah datang. Ketika Allah menimpakan semua dosa kita kepada-Nya, Allah menganggap Dia sebagai orang dosa satu-satunya di alam semesta ini. Kemudian Kristus melaksanakan kematian bagi kita, orang-orang dosa. Di atas salib Allah menikam Dia, meremukkan Dia, memutus Dia dari negeri orang-orang hidup, dan menghakimi Dia (ay. 5, 6, 8, 10a). Karena hal ini, kematian-Nya dianggap oleh Allah sebagai satu kematian bagi kita.

Selama tiga jam itu dari jam dua belas sampai jam tiga sore, alam semesta menjadi gelap, dan tirai bait Allah terbelah menjadi dua bagian dari puncaknya sampai ke dasarnya (Mat. 27:45, 51a). Ini berarti bahwa Kristus merobek pemisah antara Allah dan manusia melalui kematian-Nya. Bukan hanya demikian, bumi menjadi goncang dan kuburan-kuburan terbuka, dan banyak mayat orang-orang kudus yang telah mati dibangkitkan (ay. 51b-52). Mereka belum bangkit sepenuhnya tetapi mereka menunggu untuk beberapa waktu. Pada waktu Kristus bangkit, mereka juga bangkit, dan mereka keluar dari kuburan dan pergi ke kota kudus dan menampakkan diri mereka kepada banyak orang (ay. 53). Ke mana mereka pergi setelah itu kita tidak tahu. Semua hal ini menunjukkan bahwa kematian Kristus bukan sekedar kematian yang disebabkan oleh manusia saja, melainkan satu kematian yang dilaksanakan secara langsung oleh Allah, menurut kebenaran-Nya.

Kemudian dalam aspek yang ketiga, Dia sendiri rela untuk mati. Dia tidak dipaksa atau didorong untuk mati, melainkan Dia menyerahkan nyawa-Nya, jiwa-Nya, untuk mati bagi kita (Yes. 53:12b).

Dalam kebangkitan-Nya, Kristus sebagai Dia yang telah melalui proses, yaitu, Adam yang akhir, menjadi Roh pemberi hayat. Dalam Yohanes 7:37-38, pada akhir dari Hari Raya Pondok Daun, Tuhan Yesus berdiri dan berseru, “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum. Barangsiapa yang percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan Kitab Suci, dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Firman ini menunjukkan bahwa kaum beriman-Nya akan menerima Roh itu. Namun, pada waktu itu Roh itu belum ada, karena Yesus belum dimuliakan (ay. 39). Roh Kudus Allah ada di sana, tetapi Dia belum ada sebagai Roh itu, karena sebelum kebangkitan Kristus, Roh Kudus Allah belum rampung. Roh itu belum ada, karena Yesus belum dimuliakan. Yesus dimuliakan ketika Dia bangkit. Ketika Yesus masuk ke dalam kebangkitan, Dia segera dimuliakan. Jadi, pada hari pemuliaan-Nya, yaitu, hari kebangkitan-Nya, Dia datang kembali kepada murid-murid-Nya sebagai Roh itu. Dia bukan datang kembali untuk mengajar mereka; melainkan, Dia menghembuskan diri-Nya kepada mereka dan memberi tahu mereka untuk menerima Dia sebagai Roh itu (Yoh. 20:19-22). Sebelum kebangkitan Kristus, Roh yang demikian ini belum ada.

Karena banyak orang Kristen yang hanya tahu sedikit tentang penghasilan dari kebangkitan Kristus ini, maka mereka tidak melihat bahwa dalam kebangkitan Kristus, Dia sebagai adam yang akhir telah menjadi Roh pemberi hayat. Bahkan banyak yang tidak percaya bahwa hari ini Kristus adalah Roh itu. Mereka menganggap hal ini sebagai satu bidah. Dalam pemikiran mereka, tiga dari Trinitas itu terpisah—Bapa adalah Bapa; Putra adalah Putra; dan Roh adalah Roh—dan adalah salah bila mengatakan bahwa Putra adalah Roh. Mengatakan bahwa pada satu hari Putra menjadi Roh itu adalah bidah. Namun, jika kita mengatakan bahwa Kristus bukan Roh, maka kita menghapus 1 Korintus 15:45b dan 2 Korintus 3:17, dua ayat yang menunjukkan dengan jelas dan mengakui dengan tegas bahwa Tuhan adalah Roh itu. Yesus menjadi Roh yang demikian melalui proses kematian dan proses kebangkitan. Ketika Dia mencapai tahap kebangkitan, Dia menjadi Roh pemberi hayat. Ini adalah butir pertama yang dihasilkan dari kebangkitan Kristus. Kebangkitan Kristus menghasilkan Roh pemberi hayat.

1. Untuk Menjadi Realitas dari Kristus yang Pneumatik

Roh pemberi hayat ini adalah realitas dari Kristus yang pneumatik. Kata pneuma dalam bahasa Yunani berarti “roh.” Jadi, kata pneumatik sebenarnya berarti “rohani.” Kristus itu pneuma; karena itu, Dia sangat pneumatik. Kata bahasa Inggris pneumatik berarti “…” Jadi, pneumatik berarti penuh udara. Kristus kita pada hari ini adalah yang pneumatik, yang penuh dengan udara surgawi, ilahi, dan rohani. Hari ini kita pergi ke pom bensin untuk mendapatkan bensin, udara dan air. Marilah kita datang kepada Kristus sebagai “pom bensin” kita untuk mendapatkan bensin rohani, udara rohani, dan air rohani. Kita perlu hal-hal ini untuk “mengendarai kendaraan” rohani kita. Roh pemberi hayat adalah realitas dari Kristus yang pneumatik demikian. Kristus kita pada hari ini bukanlah yang fisik, melainkan yang rohani. Dia memiliki tubuh fisik (Luk. 24:39-43), tetapi tubuh-Nya itu fisik secara rohani (1 Kor. 15:44). Hari ini Kristus itu pneumatik; Dia adalah Roh pemberi hayat.

2. Bagi Pengembang-biakan melalui Pembagian-Hayat

Ini adalah bagi pengembang-biakan, penghasilan, penyebaran melalui pembagian hayat. Kita semua adalah bagian dari Kristus. Sebelum kita diselamatkan, kita bukanlah bagian dari Kristus. Kemudian Roh pemberi hayat datang dengan pemberitaan injil untuk membagikan Kristus ke dalam kita, dan kita dilahirkan kembali dan menjadi bagian dari Kristus. Ini adalah penyebaran Kristus; ini adalah pengembang-biakan Kristus. Dalam satu hal, kita bukanlah orang Amerika, orang China, orang Jepang, atau orang Korea. Kita adalah pengembang-biakan Kristus, kita adalah bagian dari Kristus.

B. Sebagai Dia yang Utama yang Menjadi yang Sulung dari antara Orang Mati

Dalam kebangkitan-Nya, Kristus, sebagai Yang utama, Dia yang telah memiliki tempat yang utama di dalam segala sesuatu, menjadi yang Sulung di antara orang mati (Kol. 1:18; Why. 1:5a). Dalam 1 Raja-raja 17 Elia membangkitkan anak seorang janda, dan dalam Yohanes 11 Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus. Karena dua orang ini dibangkitkan sebelum Tuhan Yesus ada, jadi bagaimana Yesus dapat dianggap yang Sulung dari antara orang mati? Jawabannya adalah bahwa perkara Elia membangkitkan anak seorang janda dan Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus tidak dapat dianggap sebagai kebangkitan yang penuh, karena setelah mereka dibangkitkan, kedua orang yang dibangkitkan ini mati. Namun, Tuhan Yesus bangkit untuk hidup sampai selama-lamanya (Why. 1:18). Bukan hanya demikian, hari ini dalam kebangkitan, Tuhan berada dalam kemuliaan. Sedangkan Lazarus atau orang yang dibangkitkan Elia tidak masuk ke dalam kemuliaan apa pun. Tetapi Yesus, ketika Dia keluar dari kuburan itu, Dia masuk ke dalam kemuliaan. Dia bukan hanya bangkit, melainkan juga tubuh fisik-Nya ditransfirgurasi untuk menjadi satu tubuh yang rohani. Ini adalah satu kebangkitan yang mencapai standar. Sebelum Yesus, tidak ada seorang pun yang mengalami kebangkitan yang demikian. Maka, Dia adalah yang Sulung dari antara orang mati. Ini adalah butir yang kedua dari apa yang dihasilkan dari kebangkitan Kristus.

Kebangkitan Kristus, yang di dalamnya Dia menjadi yang Sulung dari antara orang mati, adalah bagi penunasan ciptaan baru Allah (Gal. 6:15; 2 Kor. 5:17) dan juga bagi Kristus untuk menjadi Kepala Tubuh. Dalam kebangkitan-Nya, Kristus menjadi sang Penunas ciptaan baru, dan Dia juga menjadi Kepala, Yang utama, dari Tubuh. Ini juga adalah menjadi hasil dari kebangkitan-Nya.

C. Sebagai Manusia-Allah, dalam Keinsanian-Nya, yang Diperanakkan dari Allah

Dalam kebangkitan-Nya Kristus sebagai manusia-Allah, dalam keinsanian-Nya, diperanakkan dari Allah (Kis. 13:33). Sebelum kebangkitan-Nya Kristus adalah Putra Allah. Lalu mengapa Dia perlu diperanakkan dari Allah? Jawabannya adalah bahwa sebelum kebangkitan-Nya, Kristus adalah Putra tunggal Allah (Yoh. 1:18). Bukan hanya demikian, ketika Dia adalah Putra tunggal Allah, maka Dia itu ilahi saja; Dia tidak insani. Dia hanya memiliki keilahian; Dia tidak memiliki keinsanian. Dia hanya memiliki sifat ilahi tanpa sifat insani. Melalui inkarnasi Dia menjadi seorang manusia-Allah. Dalam aspek Dia adalah Allah, tidak diragukan lagi Dia itu ilahi. Tetapi dalam aspek Dia menjadi seorang manusia, Dia belum menjadi ilahi sebelum kebangkitan-Nya. Dalam kebangkitan-Nya Dia “memutrakan” keinsanian-Nya. Sebelum kebangkitan-Nya Dia adalah Putra Allah dalam keilahian-Nya, tetapi Dia bukan Putra Allah dalam keinsanian-Nya. Namun, Kisah Para Rasul 13:33 memberi tahu kita bahwa kebangkitan Kristus merupakan satu kelahiran. Dalam kebangkitan-Nya Dia diperanakkan dari Allah untuk menjadi Putra sulung Allah (Rm. 8:29b). Kebangkitan Kristus merupakan satu kelahiran yang besar, satu pembebasan yang besar, dari seorang anak korporat, yang meliputi Kristus dan semua kaum beriman-Nya (Yoh. 20:17). Dia sebagai Anak Manusia lahir dari Allah untuk menjadi Putra sulung Allah. Sekarang, sebagai Putra sulung Allah, Dia itu ilahi dan insani. Dia memiliki dua sifat: sifat ilahi dan sifat insani. Ibrani 1:6 mengatakan bahwa ketika Tuhan Yesus datang kembali, Dia tidak akan datang sebagai Putra tunggal melainkan sebagai Putra sulung. Ini juga adalah hasil dari kebangkitan Kristus. Kebangkitan Kristus menghasilkan Putra sulung Allah.

Kristus sebagai Putra sulung Allah adalah satu model bagi penyerupaan banyak putra kepada gambar-Nya (Rm. 8:29a). Jika Dia tidak insani, bagaimana kita yang insani, dapat diserupakan kepada gambar-Nya? Jika Dia tidak insani, maka Dia tidak memiliki gambar insani. Tetapi hari ini Dia itu ilahi dan insani. Dia adalah Allah dalam bentuk Allah, dalam gambar Allah, dan Dia juga adalah manusia dalam bentuk manusia, dalam gambar manusia. Dia itu ilahi dan insani, dan kita adalah insani dan ilahi. Maka, kita dapat diserupakan kepada gambar-Nya. Dia adalah modelnya; kita adalah reproduksi masalnya, yaitu banyak putra Allah. Maka, kebangkitan Kristus juga menghasilkan banyak putra Allah.

D. Sebagai Hayat Kebangkitan yang Melahirkan Kembali Semua Kaum Beriman-Nya

Dalam kebangkitan-Nya Kristus sebagai hayat kebangkitan melahirkan kembali semua kaum beriman-Nya (1 Ptr. 1:3). Kaum beriman Kristus adalah saudara-saudara-Nya, dan saudara-saudara-Nya adalah banyak putra Allah (Ibr. 2:10a, 11b-12; Rm. 8:29b). Dengan cara ini Kristus menjadi hayat bathini kita. Dia adalah Putra sulung Allah, dan Dia membuat kita menjadi banyak putra Allah.

Banyak putra Allah ini adalah anggota-anggota rumah tangga Allah untuk menjadi kerajaan Allah (Ef. 2:19; Gal. 6:10) dan warisan Allah yang berharga (Ef. 1:11). Sebelum kebangkitan Kristus, Allah mempunyai satu rumah, tetapi dalam rumah itu tidak ada anak-anak. Sebelum kebangkitan Kristus, Allah, dalam satu hal, tidak mempunyai anak. Melalui kebangkitan Kristuslah Allah memperanakkan Putra sulung dan banyak putra. Jadi, sejak waktu itu Allah mulai mempunyai satu keluarga, satu rumah tangga. Akhirnya, rumah tangga ini menjadi kerajaan Allah, dan anak-anak Allah, rumah tangga Allah, dan menjadi warisan Allah yang berharga. Sebagai banyak putra Allah, kita adalah warisan Allah. Allah hanya menganggap kita, putra-putra-Nya sebagai warisan-Nya.

E. Sebagai Sebutir Gandum yang Menghasilkan Banyak Butir

Dalam kebangkitan-Nya, Kristus, sebagai sebutir gandum, menghasilkan banyak butir (Yoh. 12:24). Melalui kematian dan kebangkitan Kristus, satu butir gandum itu, yaitu Kristus, menjadi banyak butir. Ketika sebutir gandum ditaburkan ke dalam tanah, maka gandum itu bertumbuh dan pada akhirnya menghasilkan banyak butir. Dalam satu hal, gandum asalnya itu tetap ada; kemudian gandum ini menjadi banyak butiran gandum. Semua butiran gandum itu sama dengan gandum asalnya. Karena Kristus ada di dalam kita, banyak butir ini, maka Dia ada di mana kita berada. Jadi, Dia telah menjadi kita. Dia adalah gandum secara keseluruhan, dan kita adalah banyak butir yang dihasilkan oleh kebangkitan-Nya.

1. Untuk Menjadi Pertambahan-Nya

Banyak butir yang dihasilkan oleh kebangkitan Kristus ini adalah pertambahan-Nya (Yoh. 3:30a). Para petani mempertahankan hidupnya dengan melipatgandakan benih mereka. Mereka menaburkan sejumlah kecil benih ke dalam tanah, dan setelah tiga bulan mereka menuai tuaian yang besar. Tuaian itu adalah pertambahan benihnya. Ketika Yesus di bumi berkeliling di tanah kudus itu, Dia adalah satu butir gandum yang unik. Tetapi hari ini, lihatlah berapa banyak “Kristus-kristus” yang ada di bumi ini. Bukan hanya ada ribuan melainkan ada jutaan di seluruh bola bumi ini. Inilah pohon anggur yang disebutkan dalam Yohanes 15. Pohon anggur yang besar ini mencakup seluruh bola bumi. Gereja, yang adalah Kristus (1 Kor. 12:12) sebagai pertambahan-Nya, adalah pohon anggur yang sejati. Ini juga adalah produk dari kebangkitan Kristus. Ini adalah pertambahan, pengembang-biakan, dan surplus Kristus.

Bait yang keempat dari Kidung 154 mengatakan:

Kamilah reproduksi-Mu, Tubuh-Mu, mempelai-Mu;

Ekspresi-Mu, luapan-Mu, tempat tinggal kekal-Mu.

Kamilah perbanyakan-Mu, perluasan hayat-Mu;

Pertambahan dan limpah-Mu, kekal esa dengan-Mu

Dalam bait ini ada sejumlah kata-kata yang dipakai untuk mengekspresikan fakta bahwa gereja adalah pertambahan dan perluasan Kristus.

2. Sebagai Komponen-komponen Tubuh-Nya—Satu Roti, yakni Gereja

Selain itu, banyak butir sebagai pertambahan Kristus ini adalah komponen-komponen Tubuh-Nya, yaitu, satu roti, gereja (Ef. 1:22-23; 1 Kor. 10:17). Setiap Hari Tuhan kita mengadakan perjamuan Tuhan untuk mengambil bagian dalam roti itu. Roti itu, pertama-tama menandakan kita tubuh fisik Kristus, yang Dia serahkan bagi kita di kayu salib, dan kedua, menandakan tubuh mistikal Kristus, yang adalah roti yang satu itu, yaitu gereja.

F. Melalui Kematian-Nya yang Melepaskan Hayat dan dengan Kebangkitan-Nya yang Menyalurkan Hayat Menghasilkan satu Keturunan yang Korporat sebagai Hasil dari Kesusahan Jiwa-Nya, Yang Dia Lihat dalam Kebangkitan-Nya dan Dia Menjadi Puas

Melalui kematian-Nya yang melepaskan hayat dan dengan kebangkitan-Nya yang menyalurkan hayat, Kristus menghasilkan satu keturunan yang korporat sebagai hasil dari kesusahan jiwa-Nya, yang Dia lihat dalam kebangkitan-Nya dan Dia menjadi puas (Yes. 53:10c-11b). Yesaya 53:10b mengatakan, “Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban penebus salah, ia akan melihat keturunannya.” Seperti yang telah kita singgung sebelumnya, Kristus membuat diri-Nya menjadi satu kurban bagi dosa itu berhubungan dengan penyaliban-Nya. Di sini keturunan itu tunggal, yang menunjukkan bahwa keturunan ini adalah keturunan yang korporat. Keturunan yang korporat ini menunjukkan semua butir gandum, semua anggora Tubuh Kristus, semua saudara Kristus, dan semua putra Allah. “Kelahiran” yang besar dari kebangkitan Kristus ini tidak akan berhenti. Kelahiran ini terus berlangsung; kelahiran ini menghasilkan jutaan kaum saleh, dan akan terus menghasilkan. Kita, para pemberita injil, adalah bidan-bidannya. Ketika kita keluar untuk mengontaki orang-orang dosa, kita membantu untuk mempercepat kelahiran.

Semua orang yang dilahirkan melalui injil adalah komponen-komponen dari keturunan yang korporat ini. Ini digenapkan melalui kematian Kristus yang melepaskan hayat dan menambahkan hayat dengan kebangkitan-Nya yang menyalurkan hayat yang menghasilkan satu keturunan yang korporat sebagai hasil dari kesusahan jiwa-Nya yang Dia lihat dalam kebangkitan-Nya dan menjadi puas. Saya percaya bahwa, hari ini juga, ketika Tuhan Yesus melihat kita, Dia akan puas. Kita adalah bagian dari keturunan itu; kita adalah bagian dari hasil, atau akibat dari kesusahan-Nya.

1. Untuk Menjadi Kelanjutan-Nya bagi Perpanjangan Hari-hari-Nya

Keturunan ini adalah kelanjutan Kristus bagi perpanjangan hari-hari-Nya (Why. 1:18a). Karena Kristus melanjutkan hidup-Nya melalui hidup di dalam kita, maka kita adalah perpanjangan hari-hari-Nya.

2. Bagi Kerelaan Kehendak Yehova, Yang Akan Berhasil di Tangan-Nya

Ini adalah bagi kerelaan kehendak Yehova (Ef. 1:5, 9; Flp. 2:13), yang akan berhasil di tangan-Nya. Ini adalah penggenapan dari ekonomi Allah. Efesus 1:5 dan 9 adalah dua ayat yang menyinggung tentang kerelaan kehendak Allah. Ekonomi Allah berasal dari kerelaan kehendak Allah. Dispensi Allah adalah untuk menggenapkan kerelaan kehendak Allah, yang adalah untuk menghasilkan banyak putra untuk menjadi komponen-komponen Tubuh Kristus, yaitu gereja. Ini adalah kerelaan kehendak Allah. Di seluruh alam semesta ini tidak ada hal yang lain selain gereja yang dapat menjadi kerelaan kehendak Allah.

Dalam pemberitaan injil kita, jika hanya menyelamatkan jiwa saja itu kurang memadai. Kita perlu sadar bahwa pemberitaan injil kita adalah menghasilkan sesuatu yang menjadi kerelaan kehendak Allah, yaitu sesuatu yang membuat Allah gembira. Ketika satu jiwa diselamatkan, maka ribuan malaikat di surga akan bersorak sorai (Luk. 15:10). Malaikat-malaikat ini begitu gembira karena ini adalah kerelaan kehendak Allah.

Yesaya 53:10c mengatakan bahwa kerelaan kehendak Yehova akan berhasil di tangan Kristus yang bangkit ini. Hari ini, tangan Kristus masih sedang bergerak, bekerja, dan beroperasi untuk menghasilkan lebih banyak kaum beriman bagi kerelaan kehendak Allah.

3. Untuk Membuat Banyak Orang Menjadi Benar, Yang Akan Mengenal Dia sebagai Orang Benar

Yesaya 53:11b mengatakan bahwa Kristus akan membuat banyak orang menjadi benar, yang akan mengenal Dia sebagai Orang benar. Hari ini selama seseorang mau berkata, “Tuhan Yesus, Engkau adalah Orang benar,” Orang benar ini akan masuk ke dalamnya untuk membuat dia menjadi benar. Ini bukan hanya membenarkan kita secara obyektif melainkan juga membuat kita menjadi benar. Ini adalah kebenaran yang subyektif yang dihasilkan dari dalam kita, bukan oleh kita melainkan oleh Kristus sebagai hayat kebangkitan yang hidup di dalam kita.

G. Sebagai Hayat Kaum Beriman, yang Adalah Semua Anggota dan di dalam Semua Anggota Manusia Baru

Sebagai hayat kaum beriman, Kristus yang bangkit ini adalah semua anggota dan di dalam semua anggota manusia baru (Kol. 3:10-11). Sebelum kebangkitan Kristus, Roh pemberi hayat, Putra sulung Allah, yang Sulung dari antara orang mati, banyak putra Allah, banyak butir, gereja, Tubuh Kristus, ciptaan baru dan manusia baru tidak ada. Semua butir ini dihasilkan melalui kebangkitan Kristus.

Sebagai salah satu dari butir-butir yang dihasilkan melalui kebangkitan Kristus, manusia baru adalah ciptaan baru Allah, yaitu gereja. Manusia baru ini akan melaksanakan ekonomi Perjanjian Baru Allah menurut kerelaan kehendak Allah.

H. Menghasilkan Butir-butir Berikut ini

Seperti yang telah kita lihat dalam berita ini, kebangkitan Kristus menghasilkan butir-butir berikut ini:

1. Kristus yang berinkarnasi ini menjadi Roh pemberi hayat yang majemuk, rampung, dan almuhit.

2. Kristus yang utama ini menjadi yang Sulung dari antara orang mati untuk menunaskan ciptaan baru Allah dan untuk menjadi Kepala Tubuh.

3. Putra tunggal Allah diperanakkan untuk menjadi Putra sulung Allah dalam sifat ilahi dan sifat insani.

4. Banyak putra Allah untuk menjadi rumah tangga Allah sebagai kerajaan Allah:

a. Sebagai banyak saudara Kristus, yang membentuk gereja.

b. Sebagai banyak anggota Kristus, yang menyusun Tubuh Kristus.

c. Sebagai banyak butir gandum, yang membentuk satu roti.

d. Sebagai satu keturunan korporat untuk menjadi kelanjutan-Nya untuk memperpanjang hari-hari-Nya dan melaksanakan kerelaan kehendak Allah menurut ekonomi Perjanjian Baru Allah.

5. Kristus yang almuhit adalah semua anggota dan di dalam semua anggota manusia baru.

Semua hal ini dihasilkan oleh kebangkitan Kristus. Ini adalah wahyu dari Kristus yang almuhit menurut Firman kudus. Meskipun Yesaya hanya menulis beberapa baris mengenai Kristus dalam kebangkitan-Nya, tetapi tulisannya ini mencakup semua butir yang disinggung di atas sebagai penjelasan, definisi, dari kebangkitan Kristus yang diberikan oleh rasul Paulus.