HAMBA YEHOVA YANG DIWAHYUKAN DALAM EKONOMI PERJANJIAN BARU
Pembacaan Alkitab:
Yes. 52:13—53:12; Kis. 2:33a; 5:31a; Mat. 13:54-57; 8:17; 1 Ptr. 2:24; Kis. 8:32; Mat. 26:63-64; 27:12, 14; Kis. 8:33; Mat. 27:26b; Yoh. 19:38-42; Kis. 13:39; Ef. 4:8-12; Luk. 23:32, 34a
Dalam berita ini kita sampai kepada Yesaya 53, satu pasal yang sangat dikenal oleh banyak orang Kristen.
Tiga ayat yang terakhir dari pasal lima puluh dua ini, yaitu ayat 13-15, dan ayat yang pertama dari pasal lima puluh tiga harus ditempatkan bersama-sama. Bagian dari catatan Yesaya ini sangat sulit dipahami orang. Bagian demikian termasuk dalam Firman kudus karena pengenalan orang-orang tentang Kristus berbeda-beda. Secara umum, orang tidak mengenal Kristus atau mereka mengenal Kristus secara alamiah sebagai seorang yang besar. Pengenalan semacam ini ada di dalam Perjanjian Lama. Ada sejumah ayat dalam Perjanjian Lama yang membicarakan tentang aspek-aspek yang berbeda dari kebesaran Kristus, seperti keagungan-Nya, otoritas-Nya, dan kuasa-Nya. Dalam berita sebelumnya kita telah menyinggung tiga butir dalam Yesaya 51 dan 52 tentang pengenalan terhadap Kristus. Butir yang pertama adalah mengenal Kristus sebagai tangan Yehova, yang mengacu kepada kekuatan, tenaga, dan kuasa Yehova. Kemudian, butir yang kedua adalah mengenal Kristus sebagai Allah yang memerintah. Keduanya ini butir-butir dari kebesaran Kristus. Pada akhir dari Yesaya 52, yaitu ayat 13 mengatakan, “Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung, dan dimuliakan.” Kita mungkin mengira bahwa ayat inimengacu kepada tindakan Kristus yang bijaksana untuk melakukan hal-hal yang besar. Tetapi jika kita masuk ke dalam bagian dari Firman ini, kita akan menyadari bahwa di sini artinya bukanlah demikian.
Satu Korintus 1:22-24 mengatakan, “Orang-orang Yehudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.” Jadi, dalam 1 Korintus hikmat ini mengacu kepada Kristus. Namun, hikmat di sini bukanlah hikmat yang dilaksanakan dalam menciptakan alam semesta. Menurut konteksnya, hikmat dan kekuatan dalam 1 Korintus 1:22-24 keduanya mengacu kepada Kristus sebagai hal-hal yang dalam dari Allah, yakni kedalaman-kedalaman Allah. Satu Korintus 2:10-11 mengatakan bahwa hanya Roh Allahlah yang dapat menyelidiki kedalaman-kedalaman Allah. Kedalaman-kedalaman Allah adalah butir-butir yang lebih dalam tentang Kristus.
Butir-butir yang lebih dalam tentang Kristus yang pertama adalah penyaliban Kristus, salib Kristus, yang disinggung dalam 1 Korintus 1:23. Tidak ada seorang pun yang dapat memahami mengapa Kristus, yang adalah Allah berinkarnasi menjadi manusia dan yang dapat memanggil dua belas regu pasukan malaikat untuk melindungi Dia (mat. 26:53) rela dipaku di kayu salib dan tersalib di sana selama enam jam. Ini adalah salah satu butir dari kedalaman-kedalaman Allah mengenai Kristus. Kemudian, Kristus mati di kayu salib itu. Siapakah yang dapat memahami sepenuhnya arti, atau makna dari kematian Kristus? Pengertian bahwa karena kita adalah orang-orang dosa, maka Allah mengutus Putra-Nya untuk mati bagi kita supaya Dia dapat menyelamatkan kita menurut kasih-Nya itu memang benar, tetapi terlalu dangkal. Kematian Kristus mempunyai makna yang lebih dalam daripada ini. Dalam maknanya yang lebih dalam ini, kematian Kristus bukan hanya melibatkan Kristus itu sendiri melainkan juga termasuk kita (Gal. 2:20). Selain itu, kematian Kristus mengakhiri semua ketentuan di antara umat manusia mengenao cara-cara hidup yang berbeda (Ef. 2:14-15; Kol. 2:14). Ini juga merupakan sesuatu yang lebih dalam dari makna kematian Kristus. Kemudian, menurut Yohanes 12:24, kematian Kristus itu seperti sebutir biji gandum yang jatuh ke dalam tanah, dan melepaskan hayat ilahi Allah. Kematian Kristus juga menghakimi dunia (Yoh. 12:31) dan menghancurkan dia yang berkuasa atas maut, yaitu, iblis (Ibr. 2:14). Ini adalah butir-butir tambahan dari makna yang lebih dalam dari kematian Kristus.
Butir-butir lainnya dari kedalaman-kedalaman Allah tentang Kristus adalah kebangkitan Kristus. Kelihatannya, kebangkitan Kristus secara sederhana berarti bangkitnya Dia dari kematian. Namun, kebangkitan Kristus itu lebih dari sekadar bangkitnya Dia saja. Menurut maknanya yang lebih dalam, kebangkitan Kristus adalah satu kelahiran yang besar. Dalam kebangkitan Kristus, bukan hanya Kristus sendiri yang dilahirkan (Yoh. 16:20-22; Kis. 13:33); berjuta-berjuta kaum beriman Kristus juga dilahirkan dalam kebangkitan-Nya. Satu Petrus 1:3 memberi tahu kita bahwa melalui kebangkitan Kristus, kita semua dilahirkan kembali, dan Roma 8:29 mengatakan bahwa Kristus sekarang adalah Putra sulung Allah di antara banyak saudara. Ini adalah aspek yang lebih dalam dari kebangkitan Kristus. Selain itu, 1 Korintus 15:45b mengatakan bahwa melalui kebangkitan, Kristus sebagai Adam yang akhir telah menjadi Roh pemberi hayat. Sebelum kebangkitan-Nya Kristus adalah seorang manusia dalam daging, tetapi melalui kebangkitan-Nya Dia ditransfer keluar dari alam daging dan menjadi Roh pemberi hayat. Ini sungguh merupakan satu perkara yang sangat dalam. Semua hal-hal yang lebih dalam mengenai kristus ini sepenuhnya diwahyukan dalam Perjanjian Baru, tetapi sangat sulit untuk melihat hal-hal mengenai Kristus ini dalam Perjanjian Lama.
Ketika mereka datang kepada Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru, banyak pembaca Alkitab berpegang kepada konsep alamiah mereka sendiri. Di dalam satu hal, orang yang bagaimana kita itu menentukan Alkitab yang bagaimana yang kita miliki. Alkitab mengandung banyak hal yang dalam yang sulit untuk dipahaki; tetapi terima kasih kepada Tuhan bahwa Dia adalah Roh yang menyelidiki, dan Dia juga adalah Roh yang menyingkapkan, Roh yang menyatakan. Dalam Kisah Para Rasul 8 ada sida-sida Ethiopia yang sedang membaca Yesaya 53:7-8, mengenai Kristus sebagai anak domba yang dibawa ke pembantaian dan sebagai seekor induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya. Ayat-ayat ini sangat sederhana, namun sida-sida itu tidak memahaminya. Dia bertanya kepada Filipus, “tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?” Alkitab penuh dengan hal-halyang dalam seperti ini. Maka, kapan saja kita datang kepada Alkitab, kita perlu melupakan tentang apa yang kita ketahui, apa yang telah kita pelajari, dan apa yang telah kita dengar dan berdoa, “Tuhan, aku memandang kepada-Mu untuk pengertianku akan Firman-Mu.”
I. KRISTUS SEBAGAI HAMBA YEHOVA YANG DIWAHYUKAN DALAM EKONOMI PERJANJIAN BARU
Yesaya 52:13—53:12 mewahyukan kristus sebagai Hamba Yehova bukan dalam Perjanjian Lama melainkan dalam ekonomi Perjanjian Baru. Kristus yang diwahyukan dalam ayat-ayat ini bukanlah yang besar atau penuh dengankuasa. Yesaya 53:2 mengatakan bahwa Dia tumbuh sebagai taruk dan sebagai tunas dari tanah kering. Yesaya 52:13 mengatkaan bahwa Kristus sebagai Hamba Yehova akan betindak dengan bijaksana dan akan berhasil, yang menunjukkan bahwa Dia akan menggenapkan hal-hal yang besar. Namun, menurut tulisan puisi Yesaya dalam ayat 14, banyak orang akan tercengang melihat Kristus karena penampilan-Nya dan rupanya yang buruk. Mereka tercengang karena mereka tidak mengharapkan seorang bamba Allah adalah seorang yang buruk rupa, seorang yang jelek, seperti Kristus.
A. Bertindak Bijaksana dan Berhasil dalam Kerelaan Yehova
Yesaya 52:13a dan 53:10b mengatakan bahwa Kristus akan bertindak bijaksana dan akan berhasil dalam kerelaan Yehova. Sejak hari Dia keluar untuk melayani di bumi ini, Tuhan Yesus bertindak dengan bijaksana dan berhasil dalam kerelaan kehendak Allah.
Pertama, kerelaan kehendak Bapa adalah bahwa Putra akan pergi ke salib dan mati bagi umat pilihan-Nya. Di Getsemani Tuhan Yesus berdoa, “Ya Bapa-ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” (Mat. 26:39). Kemudian ketika Dia akan ditangkap, Dia memberi tahu murid-murid-Nya, “Bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?” (Yoh. 18:11). Karena Tuhan Yesus berhasil dalam kerelaan kehendak Allah, maka Allah Bapa dapat berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Mat. 3:17).
Kristus masuk ke dalam kematian kemudian bangkit dari kematian itu ke dalam kebangkitan. Melalui hal ini, Allah Bapa memperanakan banyak putra. Ini juga adalah kerelaan kehendak Bapa, dan ini juga adalah keberhasilan Kristus dalam kebangkitan-Nya. Kebangkitan Kristus bukan hanya perkara bangkitnya Dia dari kematian. Dalam kebangkitan Kristus ada berjuta-juta umat pilihan Allah dilahirkan. Meskipun kita belum lahir, tetapi kita semua telah dilahirkan kembali dua ribu tahun yang lalu, ketika Kristus bangkit. Inilah hikmat yang olehnya Kristus sebagai Hamba Yehova bertindak dengan bijaksana. Kristus bertindak dengan bijaksana bukan menurut ekonomi Perjanjian Lama melainkan menurut ekonomi Perjanjian Baru. Sejak hari pertama dari ministri-Nya sampai hari kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus tidak melakukan apa-apa menurut ekonomi Perjanjian Lama. Sebaliknya, Dia melakukan segala sesuatu menurut ekonomi Perjanjian Baru.
B. Ditinggikan dan Disanjung dan Menjadi Sangat Tinggi
Bagian kedua dari Yesaya 52:13 mengatakan bahwa Kristus sebagai Hamba Yehova akan ditinggikan dan disanjung dan dimuliakan/menjadi sangat tinggi. Alkitab memberi tahu kita bahwa Kristus telah ditinggikan sampai ke langit tingkat ketiga, ke sebelah kanan Allah (Flp. 2:9; Ibr. 4:14; 7:26; 8:1). Kristus bukan hanya ditinggikan melainkan juga disanjung. Dalam sejarah manusia tidak pernah ada seorang pun yang ditinggikan dan disanjung seperti Kristus. Pikiran manusia tidak dapat memahami makna Kristus ditinggikan dan disanjung, karena “ekonomi” pikiran manusia itu alamiah. Catatan dalam Perjanjian Baru adalah menurut ekonomi Allah, yang jauh lebih tinggi dan lebih dalam daripada ekonomi manusia.
C. Banyak Orang akan Tertegun Melihat Dia, karena Raut Wajah-Nya dan Rupa-Nya Buruk (Jelek) Bukan Seperti Manusia Lagi
Yesaya 52:14 mengatakan, “Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia—begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi.” Kristus akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan, tetapi ketika orang-orang melihat Dia, Dia berbeda dengan apa yang mereka harapkan tentang Dia. Maka, banyak orang akan tertegun melihat Dia karena raut wajah-Nya buruk atau jelek, dan rupa-Nya buruk. Dalam pikiran Anda, dalam imajinasi Anda, Yesus yang bagaimanakah yang Anda miliki? Dalam Kekristenan ada yang disebut gambar Yesus, yang menggambarkan Dia sebagai seorang yang sangat tampan. Namun, kita mungkin tertegun saat melihat bukannya tampan, Tuhan malah jelek.
D. Mengejutkan Banyak Bangsa dan Raja-raja akan Mengatupkan Mulutnya Melihat Dia
Yesaya 52:15 mengatakan, “Demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia.” Seperti banyak orang-orang besar di bumi ini tertegun melihat Yesus (ay. 14), demikian juga Yesus akan membuat bangsa-bangsa tercengang, dan raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat Dia. Yesus akan membuat bangsa-bangsa tercengang karena apa adanya Dia, karena sangat berbeda dengan apa yang dibayangkan mereka. Banyak orang akan shock, dan raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat Dia. Raja-raja ini memberi tahu orang-orang betapa besarnya Kristus itu. Tetapi ketika Kristus datang, Dia tidak sebesar dengan apa yang mereka pikirkan. Jadi, mulut raja-raja akan terkatup karena Dia.
Ayat 15 melanjutkan, “Sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.” Raja-raja akan melihat sesuatu yang belum pernah diceritakan kepada mereka. Seringkali, bahkan hari ini, ketika kita pergi mengontaki orang-orang dosa untuk memberitakan injil kepada mereka, terutama kepada orang-orang yang terpelajar seperti profesor-profesor dan ahli-ahli filsafat, mereka memiliki konsep mereka tentang Kristus. Konsep mereka adalah bahwa Kristus itu adalah seorang yang besar, raksasa dalam sejarah. Namun mereka terkejut bila kita membacakan beberapa ayat dalam Perjanjian Baru yang memberi tahu mereka bahwa ketika Kristus di bumi, Dia adalah seorang manusia kecil yang hidup di wilayah Galilea yang hina, di kota Nazaret yang hina, dan di rumah seorang miskin. Setelah mendengar firman yang demikian, orang-orang yang pandai ini akan bertanya, “Mengapa seorang yang besar dalam sejarah demikian hidup di satu rumah kecil di kota yang hina dan diwilayah yang hina? Dan mengapa seorang yang besar demikian ditolak?” Ini sulit dipahami oleh pemikiran alamiah mereka.
Semua guru besar seperti konfusius dan Socrates, mengucapkan kata-kata yang besar, tetapi Yesus selalu berusaha mengucapkan kata-kata yang kecil. Misalnya, dalam Yohanes 4 Tuhan Yesus meminta kepada perempuan Samaria yang amoral itu untuk memberikan kepada-Nya air untuk minum (ay. 7). Ini kelihatannya tidak sesuai dengan tulisan klasik seperti Alkitab. Apakah ini ekonomi ilahi atau ekonomi manusia? Banyak orang pandai yang menolak Yesus yang kecil demikian. Maka, apa yang tercatat dalam Perjanjian Baru itu mutlak berbeda dengan pemikiran insani kita.
Ayat 15 menyimpulkan, “Dan apa yang tidak mereka dengar, (seperti yang dilaporkan pasal selanjutnya) akan mereka pahami.” Ada banyak hal mengenai Kristus yang belum pernah didengar raja-raja. Misalnya, Alkitab membri tahu kita bahwa Kristus mati dan kita mati bersama-sama dengan Dia (1 Kor. 15:3; 2 Kor. 5:14; Kol. 3:3a). Menurut logika manusia, karena Kristus mati bagi kita, maka kita tidak perlu mati. Sangat sulit bagi pemikiran alamiah kita untuk memahami hal-hal ini.
II. BERITA DARI NABI-NABI YANG BERDASARKAN KEPADA WAHYU YEHOVA
A. Berita dari Nabi-nabi dan Wahyu Yehova
Yesaya 53:1 mengatakan, “Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?” Setengah ayat yang petama dari ayat ini membicarakan tentang berita, dan sengah ayat selanjutnya membicarakan tentang wahyu. Wahyu sama dengan cerita dalam ayat sebelumnya, yaitu 52:15. Perkataan Yesaya dalam 53:1 ini menunjukkan bahwa para nabi memberitakan injil Perjanjian Baru dalam ekonomi Perjanjian Baru, tetapi tidak ada seorangpun yang percaya kepada pemberitaan mereka. Pemberitaan mereka itu berdasarkan wahyu Allah. Allah mewahyukan tangan Yehova, yang adalah Yesus kepada mereka. Yesus adalah tangan Yehova yang sesungguhnya. Namun, ketika Yesus datang kepada kita, kita mungkin berkata, “Inikah tanganYehova? Aku tidak percaya bahwa seorang Nazaret yang kecil demikian dapat menjadi tangan Yehova.” Tidak banyak orang yang mau percaya kepada pemberitaan nabi mengenai Yesus sebagai tangan Yehova. Maka, nabi bertanya, “Kepada siapakah tangan Yehova dinyatakan?”
Dalam satu hal, memberitakan injil itu adalah satu hal yang mudah; namun, sebenarnya, ini adalah satu hal yang paling sulit di bumi ini. Untuk menyakinkan orang agar percaya kepada apa yang kita beritakan mengenai Yesus itu sangat sulit. Ketika kita pergi untuk berbicara kepada orang mengenai Yesus, kita seringkali merasa sulit untuk menyajikan Persona yang demikian kepada mereka. Pemberitaan tentang Yesus berada dalam ekonomi Perjanjian Baru; hal ini mutlak berada dalam cara Allah. Maka, perlu ada kuasa dari Roh Kudus.
B. Mengenai Kristus, Hamba Yehova
Pemberitaan ini dan wahyu ini adalah mengenai Kristus, Hamba Yehova (ay. 2-12).
1. Sebagai Penyelamat yang Berinkarnasi, yang Menempuh satu Kehidupan yang Menderita dan Sengsara
Pertama, pemberitaan dan wahyu ini mewahyukan Kristus sebagai Penyelamat yang berinkarnasi yang menempuh satu kehidupan yang menderita dan sengsara (ay. 2-3).
a. Tumbuh sebagai Taruk di Hadapan Yehova
Kelihatannya, Yesaya 53 ini tidak mengatakan apa-apa tentang inkarnasi. Namun, baian yang pertama dari ayat 2 mengatakan, “Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN, dan sebagai tunas dari tanah kering.” Dalam ekonomi Perjanjian Baru, disingkapkan dan diberitakan mengenai Kristus bahwa Dia seperti taruk, dan seperti tunas di tanah kering. Sesungguhnya ini adalah satu referensi bagi inkarnasi Kristus. Seperti yang ditunjukkan beberapa ayat ini bahwa Kristus adalah Dia yang berinkarnasi. Sebagai Dia yang demikian ini, Kristus tumbuh di hadapan Allah sebagai taruk.
b. Tidak Memiliki Rupa yang Tampan atau Semarak
Bagian kedua dari ayat 2 mengatakan, “Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak sehingga kita menginginkannya.” Sangat sedikit orang yang menaruh perhatian khusus kepada taruk ini. Di dalam satu hal, Tuhan Yesus itu indah. Ada banyak nyanyian dalam kidung kita mengenai keindahan-Nya (Kidung # 139-145). Namun, dalam hal lainnya, Yesus itu tidak elok. Dia tidak memiliki penampilan yang elok sehingga kita menginginkan Dia.
c. Dihina dan Dihindari Orang, Seorang yang Penuh Kesengsaraan dan yang Biasa Menderita Kesakitan
Ayat 3 mengatakan, “Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.” Menurut catatan dalam empat Injil, Tuhan Yesus selalu dihina, dihindari orang, dan adalah seorang manusia yang penuh kesengsaraan yang tidak mengetahui apa-apa selain kesakitan. Selain itu, Dia itu sangat dihina sehingga orang-orang menutup muka mereka. Orang tidak suka melihat Dia, dan mereka tidak menghitung atau menganggap Dia (Mat. 13:54-57). Berdasarkan catatan ini kita tidak akan menganggap Dia ini sebagai seorang yang besar, ataupun kita menganggap diri kita lebih rendah daripada Dia.
2. Sebagai penebus yang Tersalib, yang Mengorbankan Diri-Nya Sendiri bagi Pelanggaran-pelanggaran Kita untuk Menggenapkan Penebusan Kekal Yehova
Kedua, dalam berita nabi-nabi dan wahyu Yehova ini, Kristus diwahyukan sebagai Penebus yang tersalib. Sebagai Penebus kita, Kristus mengorbankan diri-Nya sendiri bagi pelanggaran-pelanggaran kita atau bagi dosa-dosa kita, untuk menggenapkan penebusan kekal Yehova (Yes. 53:4-10a). Sulit untuk memahami bagaimana Dia yang begitu besar dapat disalibkan. Mereka yang menyalibkan itu adalah orang-orang yang rendah dan biasa. Meskipun demikian, Penebus kita disalibkan, dan mengorbankan diri-Nya sendiri bagi pelanggaran-pelanggaran kita untuk menggenapkan penebusan kekal Allah. Semua hal mengenai Kristus ini diwahyukan di dalam bahasa surgawi. Hari ini kita menyebutnya injil, kabar suka, kabar baik. Namun, sebenarnya, menurut pemikiran insani alamiah kita, kita mungkin membayangkan bagaimana kata-kata yang demikian dapat dianggap sebagai kabar suka.
Ketika kita perli ke luar untuk memberi tahu orang-orang tentang Yesus, banyak orang Kristen tidak membicarakan Yesus dengan cara ini. Mereka tidak berani memberi tahu orang-orang bahwa Yesus adalah taruk, dan bahwa Dia seperti tunas dari tanah kering, dan bahwa Dia tidak memiliki keelokkan, rupa yang tampan atau semarak. Mungkin Anda belum pernah memberi tahu orang-orang bahwa Yesus Anda itu seperti taruk yang tumbuh di hadapan Allah dan bahwa Dia seperti tunas dari tanah kering, yan gtumbuh dengan sulit karena tidak ada air. Kita lebih suka mengenal Kristus dan menyajikan Kristus sebagai seorang yang besar dalam ekonomi Perjanjian Lama. Jadi, kita perlu kasih karunia Tuhan untuk membawa kita masuk ke dalam ekonomi Perjanjian Baru.
a. Menanggung Penyakit-penyakit Kita dan Memikul Kesengsaraan-kesengsaraan Kita
Ayat 4 mengatakan, “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.” Orang-orang mengira bahwa Kristus pasti telah salah dalam sesuatu hal; jika tidak demikian mengapa Dia dipukul dan ditindas Allah? Mereka tidak memahami bahwa Kristus menanggung penyakit-penyakit kita dan memikul kesengsaraan-kesengsaraan kita (Mat. 8:17).
b. Tertikam Oleh Karena Pemberontakan Kita dan Diremukkan Oleh Karena Kejahatan Kita
Yesaya 53:5 mengatakan, “tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Ini menunjukkan bahwa penderitaan Kristus adalah mutlak bagi orang lain; Dia menderita segala sesuatu di tempat kita. Dia dipukul, ditindas, ditikam, diremukkan, dan dihajar di tempat kita agar kita dapat disembuhkan (1 Ptr. 2:24b), yaitu agar kita dapat diselamatkan.
c. Kita Sekalian Sesat Seperti Domba, Masing-masing Kita Mengambil Jalannya Sendiri, Tetapi Yehova telah Menimpakan Kepadanya Kejahatan Kita Sekalian
Yesaya 53:6 mengatakan, “Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.” Ketika Allah menghakimi Yesus di kayu saliblah bahwa Allah menimpakan kejahatan kita semua kepada Yesus. Di atas salib Tuhan Yesus berseru, “Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Mat. 27:46). Allah Bapa meninggalkan Putra karena pada peristiwa itu Allah menimpakan semua dosa kita kepada-Nya. Selama sejangkan waktu yang singkat, sewaktu Yesus disalibkan di atas salib, di mata Allah Dia adalah seorang dosa yang unik. Hari ini, jika seorang dosa mendengar hal ini, maka ia akan terkejut. Inilah berita, wahyu, dalam ekonomi Perjanjian Baru.
d. Dianiaya dan Ditindas, tetapi Tidak Membuka Mulut-Nya
Yesaya 53:7 mengaakan, “Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.” Tuhan Yesus mengalami semua hal ini menurut ekonomi Perjanjian Baru (Kis. 8:32; Mat. 26:63-64; 27:12, 14). Hal ini kelihatannya aneh untuk diceritakan, tetapi kita perlu menganggap ini sebagai kabar baik. Ini benar-benar luar biasa dan benar-benar bukan hal yang biasa. Maka, bila hal ini diceritakan, orang-orang akan terkejut. Melalui diberitakan, diceritakan, dan diwahyukan secara demikianlah bahwa Kristus membuat banyak bangsa tercengang (Yes. 52:15).
e. Diambil oleh Penahanan dan Penghukuman dan Diputus dari Negeri Orang-orang Hidup karena Pemberontakan Umat Nabi
Yesaya 53:8 mengatakan, “Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup dan karena pemberontakan umatku (nabi) ia kena tulah.” Dalam hal ditangkap, dihakimi, dan disalibkan, Kristus ditindas dan dihakimi. Dia dihakimi secara tidak adil oleh imam besar dan oleh Pilatus. Melalui penghakiman semacam itu Dia diambil dan dibawa ke Golgota dan disalibkan. Dan pada generasi-Nya, yang ada di antara mereka pada zaman-Nya berpikir bahwa Dia terputus dari negeri orang-orang hidup karena pemberontakan umat nabi, yaitu orang-orang Yahudi, ia kena tulah (Kis. 8:33; Mat. 27:26b). Tulah itu seharunya menimpa orang Yahudi, tetapi Kristus sebagai Hamba Yehova menderita tulah ini bagi mereka.
f. Kuburan-Nya Ditempatkan di antara Orang-orang Fasik, tetapi dengan Seorang Kaya dalam Kematian-Nya
Yesaya 53:9 mengatakan, “Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu daya tidak ada dalam mulutnya.” Meskipun Kristus tidak melakukan kekerasan, dan tipu daya tidak ada dalam mulut-Nya, tetapi orang-orang Yahudi bermaksud untuk mengubur-Nya dengan orang-orang fasik; tetapi di bawah kedaulatan Allah, Dia dikubur di sebuah kuburan orang kaya.
g. Yehova Berkehendak Meremukkan Dia, Menindas Dia dengan Kesakitan
Yesaya 53:10a mengatakan, “tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan.” Allah berkenan melakukan hal ini.
3. Sebagai Pemberi-Hayat yang Bangkit, yang Menghasilkan satu Keturunan bagi Pembangunan Tubuh-Nya sebagai Kelanjutan-Nya bagi Kerelaan Kehendak Yehova dan Kepuasan-Nya
Ketiga, berita nabi dan wahyu Yehova mewahyukan Kristus sebagai pemberi-Hayat yang bangkit. Yesaya 53:10b-11 mengatakan, “Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akanlanjut, dan kehendak TUHAN terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.” Meskipun istilahpemberi-hayat tidak ada dalam ayat-ayat ini, tetapi pemikiran tentang pemberi hayat ditunjukkan dalamketurunan yang disinggung dalam ayat 10. Keturunan itu sesungguhnya dihasilkan oleh hayat. Maka, Kristus sebagai Hamba Yehova adalah pemberi-Hayat supaya Dia dapat menghasilkan satu keturunan bagi pembangunan Tubuh-Nya sebagai kelanjutan-Nya bagi kerelaan kehendak Allah dan bagi kepuasan-Nya. Bapa berkenan dan Kristus dipuaskan dengan Tubuh Kristus, yang tersusun dengan keturunan yang dihasilkan oleh Kristus sebagai Roh pemberi hayat.
a. Menyerahkan Jiwa-Nya sebagai Kurban bagi Dosa dan akan Melihat Keturunan
Menurut ayat 10b, Kristus menyerahkan jiwa-Nya sebagai kurban bagi dosa. Dosa merupakan satu sebutan umum yang meliputi pemberontakan, kejahatan, perbuatan-perbuatan yang salah, damn setiap kesalahan atau hal yang jahat. Kristus menyerahkan jiwa-Nya sebagai satu kurban bagi dosa itu menunjukkan bahwa Dia suka dan rela untuk mengorbankan diri-Nya sendiri sebagai satu kurban bagi dosa. Dengan melakukan ini, Kristus masuk ke dalam kebangitan, di mana Dia menghasilkan satu keturunan. Inilah kepuasan-Nya dan ini juga adalah kerelaan kehendak Bapa.
Keturunan yang dihasilkan oleh Kristus dalam kebangkitan-Nya adalah kaum beriman-Nya bagi pembangunan Tubuh-Nya sebagai kelanjutan-Nya, yang dengannya Dia akan memperpanjang hari-hari-Nya. Kristus memperpanjang har-hari-Nya dengan menghasilkan satu keturunan—kaum beriman—untuk membangun Tubuh Kristus dan Tubuh Kristus ini masih akan meluas. Bila Tubuh Kristus meluas, maka hari-hari Kristus juga akan meluas.
Pada akhir ayat 10 kita diberi tahu bahwa Kristus akan berhasil dalam kerelaan kehendak Yehova. Dua ribu tahun yang lalu Kristus telah sangat berhasil. Dia telah menjadi Orang yang paling berhasil. Meskipun Dia menghadapi segala macam serangan, segala macam penentangan, dan segala macam kesulitan, tetapi tidak ada seorangpun yang dapat mengalahkan Dia. Sebalinya, Dia telah berhasil. Tuhan telah berhasil dalam menyebarkan pemulihan-Nya ke Amerika, dan sekarang Dia sedang mempersiapkan untuk menyebar ke Rusia. Hal itu juga akan menjadi keberhasilan Kristus. Ini juga merupakan perpanjangan dari hari-hari-Nya. Kristus tetap hidup di bumi ini. Karena kita di sini, maka Kristus juga di sini.
Dalam 52:13 kita hanya diberi tahu bahwa Kristus akan berhasil, tetapi kita tidak diberi tahu dalam hal apa Da akan berhasil. Sekarang, dalam 53:10 kita diberi tahu dengan jelas bahwa Dia akab berhasil dalam kerelaan kehendak Yehova. Kerelaan kehendak Yehova adalah mewahyukan diri-Nya sendiri ke dalam kita, untuk membuat kita menjadi keturunan Kristus, membuat kita menjadi satu bagian dari Kristus, mmebuat kita menjadi putra-putra Allah. Inilah kerelaan kehendak Allah.
b. Melihat Hasil dari Kesusahan Jiwa-Nya dan Menjadi Puas
Yesaya 53:11 mengatakan, “Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya dan kejahatan mereka dia pikul.” Hasil dari kesusahan jiwa Kristus mengacu kepada banyak orang yang akan dibenarkan (dijadikan benar) melalui mengenal Kristus, dengantujuan untuk membangun Tubuh Kristus. Kisah Para Rasul 13:39 mengatakan, “Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa.” Semua orang yang dibenarkan ini juga akan dilahirkan kembali. Mereka semua akan menjadi keturunan Kristus; mereka semua akan menjadi anggota-anggota dari Tubuh-Nya untuk membangun Tubuh itu sebagai organisme-Nya.
4. Sebagai Pemenang yang Terangkat, yang Membagikan Jarahan dengan Allah bagi Kemuliaan-Nya yang Menang
Keempat, berita nabi dan wahyu Yehova mewahyukan Kristus sebagai Pemenang yang terangkat. Kristus adalah Penyelamat yang berinkarnasi, Penebus yang tersalib, pemberi-Hayat yang bangkit, dan Pemenang yang terangkat.
Yesaya 53:12a mengatakan, “Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan.” Perkara jarahan atau rampasan di sini menunjukkan kemenangan Kristus. Dalam kenaikan-Nya, Kristus membagikan orang-orang tawanan dengan yang Mahabesar dan Mahakuat. Di seluruh alam semesta ini, hanya Allahlah yang besar dan hanya Allahlah yang kuat. Allah juga adalah Pemenang yang riil; Dia telah memperoleh semua jarahan. Allah dan Pemenang yang terangkat ini, yaitu Kristus, membagikan orang-orang tawanan sebagai jarahan. Efesus 4:8-12 memberi tahu kita bahwa ketika Kristus naik ke tempat tinggi Dia membawa tawanan-tawanan yang ditawan oleh Setan. Kita adalah orang-orang dosa yang ditawan oleh Setan, tetapi melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus mengalahkan Setan, dan Dia menawan semua orang yang ditawan oleh Setan. Tawanan-tawanan ini pada akhirnya menjadi tawanan-tawanan Kristus, dan mereka adalah rampasan, jarahan. Kristus membawa semua tawanan yang tertawan ini ke surga dan mempersembahkan mereka kepada Bapa. Kemudian Bapa membagi jarahan ini dengan Kristus, Pemenang yang terangkat.
a. Yehova akan Membagikan Kepadanya Orang-orang Besar sebagai Rampasan dan Dia akan Membagikan Orang-orang Kuat sebagai Jarahan
Yesaya 53:12 mengatakan, “Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.” Bagian yang pertama dari ayat ini mengatakan bahwa Yehova akan membagikan kepada Hamba-Nya rampasan dengan yang Mahabesar, yaitu, dengan Allah, dan Hamba Yehova akan membagikan jarahan dengan yang Mahakuat, yaitu dengan Allah. Bagian kedua dari ayat ini memberikan alasan mengapa Allah melakukan hal ini: karena Dia, Hamba Yehova, menyerahkan nyawa-Nya ke dalam maut, rela mati untuk menjadi satu kurban yang demikian, terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun Dia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak. Karena Kristus melakukan semua hal ini, maka Dia sekarang layak untuk mengambil bagian dalam jarahan itu. Kemenangan yang diperoleh Allah melalui kerelaan Kristus untuk mati, melalui Dia mau terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Ketika Kristus disalibkan, di sebelah kiri-Nya dan kanan-Nya ada dua penjahat yagn disalibkan bersama dengan-Nya (Luk. 23:32-33). Maka, Dia terhitung di antara orang-orang fasik ini. Itu adalah satu hal yang memalukan bagi-Nya. Kristus melakukan semuanya ini, dan Dia juga menaggung dosa banyak orang. Di atas salib, Kristus menanggung dosa-dosa kita (1 Ptr. 2:24a). Karena semua hal ini maka Allah menganggap Dia layak untuk mengambil bagian dalan jarahan dari peperangan rohani di bumi ini. Allah menganggap Dia sebagai Pemenang.
Semua cerita, semua berita, dan semua wahyu dalam bagian dari Firman ini ada di dalam ekonomi Perjanjian Baru. Dalam Yesaya 53 Kristus sebagai Hamba Yehova diwahyukan dengan cara Perjanjian Baru. Bila kita membaca seluruh Perjanjian Lama tanpa membaca Yesaya 53, kita akan menerima kesan ekonomi Perjanjian Lama. Tetapi ketika kita sampai kepada Yesaya 53 dan membacanya, maka rasa, seleranya mutlak adalah Perjanjian Baru, bukan Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Lama, Yesaya 53 adalah satu-satunya pasal yang mengandung, warna, rasa dan atmosfir Perjanjian Baru.
Saya percaya kepada Tuhan bahwa Dia akan membuat kita semua memahami hal-hal ini, bukan secara alamiah melainkan dengan cara disingkapkan, diwahyukan, sehingga kita dapat mengenal Kristus sebagai Dia yang demikian. Pandangan tentang Kristus dalam Yesaya 53 benar-benar berbeda dengan pandangan manusia. Kita semua perlu percaya kepada berita Yesaya mengenai Kristus. Kita perlu diterangi supaya kita dapat memiliki pandangan yang tepat dan menerima wahyu untuk mengenal Yesus Kristus dalam ekonomi yang ditentukan Allah, yakni, ekonomi Perjanjian Baru.