← Daftar isi Yesaya · bab 48/54

HAMBA YEHOVA SEBAGAI TANGAN YEHOVA, ALLAH YANG MEMERINTAH, DAN KRISTUS YANG DITINGGIKAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KEMBALINYA DAN DIPULIHKANNYA ISRAEL

Pembacaan Alkitab: Yes. 51:9-11; 52:7-15

Dalam berita ini kita akan meliput tiga poin mengenai Kristus sebagai Hamba Yehova—tangan Yehova, Allah yang memerintah, dan Kristus yang ditinggikan. Yesaya adalah satu kitab yang terdiri dari enam puluh enam pasal. Dalam berita sebelumnya kita telah menunjukkan bahwa tiga puluh sembilan pasal yang pertama dari Yesaya ini berhubungan dengan tiga puluh sembilan kitab dalam Perjanjian Lama, dan dua puluh tujuh pasal yang terakhir berhubungan dengan dua puluh tujuh kitab dalam Perjanjian Baru. Pasal empat puluh, pasal yangpertama dari dua puluh tujuh pasal yang terakhir, sama dengan permulaan dari Perjanjian Baru, di mana Yohanes Pembaptis diperkenalkan. Ayat 3-5 dari pasal itu, yang membicarakan tentang Yohanes Pembaptis, mengatakan, “Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah jalan di padang gurun untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi daratan; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh TUHAN sendiri telah mengatakannya” (cf. Mat. 3:3; Mrk. 1:3; Luk. 3:4-6). Segera setelah pasal yang memperkenalkan Perjanjian Baru ini ada dua puluh enam pasal, yaitu dari pasal empat puluh satu sampai enam pulun enam, mengenai Kristus sebagai Hamba Yehova.

Kita perlu melihat bahwa Kristus sebagai Hamba Yehova, yang menduduki dua puluh enam pasal dalam Yesaya, terutama adalah bagi kembalinya dan dipulihkannya Israel. Ketika dua puluh enam pasal ini ditulis secara nubuat, Israel ditentukan untuk tercerai berai, ditawan, diasingkan dari negeri bapa leluhur mereka ke beberapa negeri asing untuk menderita di sana. Dalam keadaan tertawan dan terasing demikian, mereka memerlukan Kristus sebagai hamba Yehova untuk melayani mereka untuk membawa mereka kembali dari penawanan mereka dan juga untuk memulihkan mereka. Sebagai orang-orang tawanan di Babel, bangsa Israel bukan hanya perlu dibebaskan dari melainkan juga perlu kembali ke negeri bapa leluhur mereka. Kemudian, setelah mereka kembali, mereka perludipulihkan. Bangsa mereka hancur sampai pada puncaknya. Negeri itu menjadi sunyi, menjadi satu padang gurun yang tidak berpenghuni, dengan tidak ada hujan, tidak ada tanah untuk pertumbuhan tanaman, dan tidak ada makanan bagi umat itu untuk dimakan. Sungguh mereka memerlukan pemulihan. Maka, Yesaya memiliki dua puluh enam pasal tentang Kristus yang melayani umat pilihan Allah untuk membawa mereka kembali dan memulihkan mereka.

Yesaya 51:9-11 dan 52:7-15 mewahyukan bahwa Kristus adalah Hamba Yehova sebagai tangan Yehova, Allah yang memerintah, dan Kristus yang ditinggikan. Dua butir yang pertama ini—tangan Yehova dan Allah yang memerintah—mengandung nada Perjanjian Lama. Sedangkan butir yag terakhir—Kristus yang ditinggikan—tidak memiliki nada Perjanjian Lama; sebaliknya, ini adalah satu butir dari ekonomi Perjanjian Baru Allah. Butir yang terakhir ini disinggung pada akhir Yesaya 52, dalam ayat 13-15. Pasal lima puluh dua dilanjutkan dengan pasal lima puluh tiga. Adalah penting bagi kita untuk melihat bahwa Yesaya 53 adalah satu kelanjutan secara langsung dari akhir pasal lima puluh dua. Tiga ayat terakhir dari pasal lima puluh dua ini tidak mengandung nada Perjanjian Lama. Ayat-ayat ini mengemban nada Perjanjian Baru di mana hal Kristus ditinggikan diwahyukan.

Kristus adalah Hamba Yehova sebagai tangan Yehova diliput di dalam Yesaya 51:9-11. Jika kita membaca ayat-ayat ini dengan teliti, maka kita akan dapat menemukan bahwa ayat-ayat ini berhubungan. Sebenarnya ayat 12 melanjutkan ayat 8. Dalam ayat 8 dan 12 ini Yehova adalah pembicaranya. Tiba-tiba dari ayat 9 sampai ayat 11 pembicaranya berubah. Ayat 9 dimulai dengan, “Terjagalah, terjagalah, kenakanlah kekuatan, hai tangan TUHAN! Terjagalah seperti pada zaman purbakala, pada zaman keturunan yang dahulu kala!” Ini bukanlah perkataan Yehova melainkan perkataan Yesaya, yang mewakili umat Allah. Yesaya seolah-olah berseru, “Terjagalah, terjagalah, O tangan Yehova, kenakanlah kekuatan-Mu! Perbuatlah hal yang sama seperti yang Engkau perbuat pada zaman dahulu. Tidakkah Kauingat bagaimana Engkau mengeringkan laut dan membuat jalan raya bagi kami semua untuk kami lalui? Perbuatlah hal yang sama pada hari ini untuk membawa semua orang yang berada di pengasingan.”

Kemudian 52:7 mengatakan, “Betapa indahnya kelihatan dari puncak-puncak bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yagn mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!” Pemberitaan “Allahmu itu raja!” adalah pengumuman pemulihan. Dalam Yesaya 40:9, yang membicarakan tentang permulaan Perjanjian Baru, kabar baiknya adalah, “Inilah Allahmu!” Di sini, dalam 52:7, kabar baiknya adalah “Allahmu itu Raja!” Yang sebelumnya membicarakan tentang Allah datang untuk menggenapkan penebusan kepada keselamatan bagi umat-Nya, sedangkan yang selanjutnya, setelah penebusan itu digenapkan, yang mengatakan bahwa dalam pemulihan itu Allah akan memerintah. Allah yang memerintah dalam pasal lima puluh dua adalah sang Penebus, Penyelamat, yang disinggung di dalam pasal empat puluh.

Akhirnya, Yesaya 52:13, yang membicarakan tentang Kristus dalam peninggian-Nya, mengatakan, “Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.”

I. TANGAN YEHOVA

Apa saja yang terliput di dalam Yesaya pasal empat puluh satu sampai enam puluh enam berkenaan dengan Kristus sebagai Hamba Yehova dalam hubungannya dengan kembalinya dan dipulihkannya Israel. Dalam kembalinya dan dipulihkannya Israel, Kristus yang almuhit pertama adalah tangan Yehova, kedua, Allah yang memerintah, dan ketiga, Kristus yang ditinggikan.

Tangan Yehova menandakan kekuatan Yehova. kristus sebagai tangan Yehova adalah kekuatan Yehova. yesaya 51:9 mengatakan, “Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatan, hai tangan Yehova!” Mengenakan kekuatan adalah mengenakan kekuatan seperti satu pakaian. Kristus adalah pakaian Allah sebagai kekuatan Allah.

Yehova, Allah yang lengkap ini, adalah sang Aku yang agung (Kel. 3;13-14). Apa saja yang kita perlukan, Dia adalah. Dalam hal yang positif, Dia adalah segala sesuatu kita. Dia adalah kekuatan, kebenaran, keadilan, terang, dan banyak butir lainnya. Allah sebagai kekuatan terwujud dalam Kristus. Dalam aspek ini, nama-Nya adalah tangan Yehova.

A. Bangkit dan Mengenakan Kekuatan Seperti pada Zaman Purbakala

Dalam 51:9-11 Yesaya berseru bahwa tangan Yehova harus bangkit dan mengenakan kekuatan seperti pada zaman purbakala, khususnya seperti pada zaman keluarnya umat pilihan-Nya dari Mesir. Pada zaman keluarnya dari Mesir, penghalang pertama yang ditemui bangsa Israel adalah Laut Merah. Di belakang mereka ada pasukan Firaun yang mengejar mereka, dan dihadapan mereka ada Laut Merah. Mereka tidak dapat berbuat apa-apa dalam situasi itu, tetapi tangan Yehova melakukan sesuatu. Dia membuat angin keras berhembus sehingga airnya terbelah. Laut itu menjadi kering, dan bangsa Israel berjalan di laut yang kering itu. Yesaya berbeban agar tangan Yehova akan melakukan hal yang sama pada zamannya supaya tawanan-tawanan orang Israel dapat dibawa pulang kembali.

Dalam nubuat Yesaya ini Kristus mempunyai nama yang disebut “tangan Yehova.” Nama ini bukan hanya disinggung di dalam 51:9 melainkan juga dalam 53:1, di mana Yesaya berseru, “Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tanagn kekuasaan Yehova dinyatakan?” Tangan Yehova yang disinggung dalam dua ayat ini adalah Kristus. Kristus adalah tangan Yehova, yang adalah Allah Tritunggal, sang Aku yang agung. Kristus adalah tangan Yehova untuk menyelamatkan umat Allah.

Agar OraB. ng-orang yang Dibebaskan Yehova akan Pulang dan Datang ke Sion dengan Sorak-sorai dan Sukacita Abadi

Tangan Yehova bangkit dan mengenakan kekuatan seperti pada zaman purbakala adalah agar orang-orang yang dibebaskan Yehova dapat pulang dan datang ke Sion dengan sorak sorai dan sukacita abadi (51:11). Dalam Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, kita diberi tahu bahwa umat Allah memerlukan penebusan Allah. Hal ini disebabkan karena kita umat pilihan Allah seringkali jatuh. Kapan kala ada kejatuhan, maka ada keperluan akan penebusan. Pertama, kita jatuh ke dalam dosa. Secara manusia, karena kita jatuh ke dalam dosa, maka kita mungkin merasa bahwa kita memerlukan pembebasan. Tetapi secara hukum, menurut ekonomi Allah, kita memerlukan penebusan untuk menebus kita dari dosa. Umat manusia tidak memiliki pemikiran yang demikian karena manusia tidak mengenal pemerintahan Allah. Pemerintahan Allah selalu melibatkan perkara kebenaran. Jatuhnya kita ke dalam dosa itu melibatkan kebenaran Allah. Bagi Allah untuk datang menyelamatkan kita itu tidaklah sederhana. Sebelum Allah dapat menyelamarkan kita, maka harus ada satu penebusan yang dapat memenuhi tuntutan-tuntutan kebenaran Allah.

Karena umat pilihan Allah baik dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru telah jatuh ke dalam dosa, maka mereka memerlukan penebusan Allah terlebih dahulu untuk memenuhi tuntutan-tuntutan Allah. Sebenarnya, menebus kita dari dosa itu berarti menebus kita dari penghukuman Allah. Ketika kita jatuh ke dalam dosa, kita segera berada di bawah penghukuman Allah. Karena kita penuh dengan dosa maka kita dihakimi oleh kebenaran Allah. Maka, kita memerlukan sesuatu untuk memenuhi tuntutan kebenaran Allah supaya kita dapat ditebus dari penghukuman Allah.

Kemudian, sebagai umat pilihan Allah kita seringkali jatuh ke dalam beberapa kesulitan. Dalam Perjanjian Lama bangsa Israel jatuh ke dalam penawanan. Dalam penawanan mereka, mereka perlu dibebaskan. Namun, sebagai pengganti kata dibebaskan/dilepaskan, Perjanjian Lama memakai kata ditebus. Yesaya 51:11 mengatakan, “Maka orang-orang yang ditebus Yehova akan pulang…” Kata pulang menunjukkan apa yang dimaksud dengan ditebus di sini. Di sini ditebus adalah dibebaskan dari penawanan, yang setelahnya orang-orang yang ditebus itu dapat pulang. Maka, ditebus agar keluar dari situasi yang menyulitkan adalah aspek lainnya dari penebusan.

Ketika Israel berada di bawah kekuasaan Firaun di Mesir, mereka menderita sebagai budak di bawah tirani orang-orang Mesir. Maka Allah datang mengutus Musa untuk menebus mereka (Kel. 6:6). Melalui contoh-contoh ini kita dapat melihat bahwa umat Allah Perjanjian Lama sedikitnya memiliki tiga macam keperluan. Pertama, mereka berada di bawah penghukuman Allah; kedua, mereka menghadapi kesulitan-kesulitan dari lingkungan; dan ketiga, mereka diperbudk di bawah kekuasaan tertentu. Mereka perlu ditebus dari setiap hal dari ketiga hal ini. hal ini sama dengan umat Allah dalam Perjanjian Baru.

Ketika Allah menebus Israel keluar dari Mesir, Dia mendirikan satu ketetapan bahwa setiap keluarga harus menyembelih seekor anak domba dan mengoleskan darah anak domba itu pada ambang pintu sebagai satu tanda bagi malaikat yang akan datang untuk membunuh anak-anak sulung di Mesir (Kel. 12:3-7). Bila malaikat pembunuh melihat darah itu, maka ia melewati rumah itu (ay. 13). Domba yang disembelih itu disebut domba Paskah. Domba itu adalah bagi penebusan umat Allah keluar dari penghukuman Allah.

Semua anak sulung di Mesir, baik anak sulung orang Mesir maupun orang Israel adalah orang-orang dosa. Setiap orang harus dihakimi dan dihukum mati. Namun, anak sulung oran Israel diselamatkan dari penghakiman itu dengan ditebus dari penghukuman Allah melalui darah yang dicurahkan dari domba yang tersembelih. Penebusan semacam ini tidak memerlukan kuasa atau kekuatan. Melalui darah itu bangsa Israel ditebus. Semua anak sulung orang Mesir dibunuh, tetapi anak sulung orang Israel ditebus dari penghakiman Allah dan dari penghukuman Allah.

Meskipun demikian, mereka tetap berada di Mesir, yaitu masih tetap berada di bawah perbudakan dan kekuasaan. Untuk membebaskan mereka dari perbudakan itu memerlukan kekuatan; yaitu memerlukan sebuah tangan. bangsa Israel perlu dikuatkan agar mereka dapat berjalan keluar dari Mesir. Untuk menguatkan umat-Nya, Allah memberi mereka makan daging anak domba (ay. 8-9). Setelah mereka menyembelih anak domba dan mengoleskan darahnya pada ambang pintu rumah, mereka masuk ke dalam rumah mereka dan makan daging anak domba itu. Makan daging anak domba bukanlah untuk penebusan dari penghukuman Allah. Hal itu telah digenapkan sebelumnya oleh darah. Makan daging anak domba adalah untuk menguatkan bangsa Israel agar bisa berjalan keluar dari Mesir. Umat itu makan daging anak domba dengan mengikat pinggang mereka, mengenakan kasut pada kaki mereka, dan tongkat pada tangan mereka (ay. 11). Segera setelah mereka makan anak domba itu mereka berjalan keluar dari Mesir.

Setelah meninggalkan Mesir, bangsa Israel datang ke Laut Merah. Tentara Mesir mengejar mereka dari belakang, dan di hadapan mereka ada laut. Pada kejadian itu, mereka tidak memerlukan darah; mereka memerlukan tangan Yehova. Dalam Keluaran 14 tangan Yehova disebut Malaikat Yehova. Malaikat itulah yang mengadakan tanda mujizat untuk membuat laut itu menjadi jalan. Malaikat Yehova ini mengambil pimpinan di depan pasukan Israel. tetapi ketika tentara Firaun datang, Malaikat Yehova ini beralih ke bagian belakang untuk melindungi Israel (ay. 19). Malaikat Yehova ini adalah tangan Yehova. Maka, dalam pasal lima puluh satu Yesaya mengingatkan Tuhan dengan berseru, “Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatan, hai tangan Yehova! Terjagalah seperti pada zaman purbakala.” Inilah Kristus yang almuhit dalam kembalinya umat Allah.

Belakangan ini ada sejumlah orang Yahudi yang kembali dari Rusia ke negeri nenek moyang mereka naik pesawat terbang. Selain itu, ada sejumlah penerbangan yang membawa orang-orang Yahudi ke Israel dari Ethiopia. Kekuatan yang membawa orang-orang Yahudi ini kembali ke kampung halaman mereka bukan hanya kekuatan dari sebuah pesawat terbang; sebenarnya, kekuatan itu adalah tangan Yehova yang bekerja secara tersembunyi. Sama halnya dengan kekuatan yang menyingkirkan Komunisme di Rusia dan menyingkirkan tirai besi itu bukanlah kekuatan duniawi melainkan Kristus yang almuhit sebagai tangan Yehova. Belakangan ini, ada sekelompok saudara yang pergi ke Rusia dan membagikan literatur kepada orang-orang di sana melaporkan bahwa kebebasan untuk berbicara mengenai Tuhan Yesus lebih besar di Rusia daripada di Amerika Serikat. Hari ini orang-orang Rusia menginginkan Alkitab. Mereka juga ingin mengenal Allah dan mengikut Kristus. Dia yang melakukan hal ini adalah Kristus sebagai tangan Yehova.

C. Yehova Menunjukkan Tangan-Nya yang Kudus di Depan Mata Semua Bangsa, dan Segala Ujung Bumi Melihat Keselamatan Allah Israel

Yesaya 52:10 mengatakan, “Yehova telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah (Israel) kita.” Tangan Yehova di sini adalah Kristus yang almuhit. Semua negeri Arab yang mengelilingi negeri Israel yang kecil ini tidak mampu menghancurkan Israel atau mendapatkan wilayah kekuasaan Israel. Ini disebabkan karena mereka telah dibatasi oleh tangan Yehova, yang adalah Kristus sebagai Hamba Yehova yang almuhit.

II. ALLAH YANG MEMERINTAH

A. Allahmu (Israel) itu Raja!

Yesaya 40:9b mengatakan, “Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: “Lihat, itu Allahmu!” Firman ini membicarakan tentang Allah menyatakan diri-Nya dalam menjadi manusia melalui inkarnasi. Kedatangan Yesus adalah kedatangan Allah. Maka, ketika Yesus ada di sini, Allah juga ada di sini. Sebagai perbandingan, Yesaya 52:7 mengatakan, “Allahmu itu Raja!” Inilah kabar suka, kabar baik, dan pemberitaan damai sejahtera.

B. Kabar Baik, Kabar Suka, tentang Damai Sejahtera dan Keselamatan

Pada hari ketika bangsa Israel kembali dari penawanan mereka, suara ini akan terdengar, “Allahmu itu Raja (akan memerintah)!” Pemerintahan Allah di bumi di antara uamt manusia itu bukanlah hal yang kecil. Hari ini banyak bangsa yang memerintah di bumi. Kita belum dapat melihat pemerintahan Allah secara penuh. Tetapi pada hari ketika Israel yang diasingkan itu kembali ke negeri nenek moyang mereka, penjaga akan berteriak, “Allahmu akan memerintah!” Ini benar-benar adalah kabar suka dan kabar baik bagi Israel yang pulang kembali.

Hari ini pemimpin-pemimpin bangsa sangat prihatin tentang keadaan ekonomi negara-negara mereka dan apakah orang-orang yang berada di bawah pengaturan mereka akan mendapatkan suplai makanan dan kebutuhan-kebutuhan lainnya atau tidak. Namun, selama Allah kita memerintah di antara kita, Dia juga akan menopang, menyuplai, dan menyediakan. Ketika Dia memerintah, Dia akan menyediakan makanan yang diperlukan umat-Nya. Di bawah pemerintahan-Nya tidak akan ada kekurangan makanan. “Allahmu akan memerintah” adalah kabar baik, kabar suka tentang damai sejahtera dan keselamatn. Selama kita memiliki damai sejahtera dan keselamatan, maka kita dapat dipuaskan; kita tidak perlu lainnya lagi.

C. Memulihkan Sion oleh Yehova

Setelah Israel kembali dari penawanan mereka, mereka perlu dipulihkan. Yesaya 52:8 memberi tahu kita bahwa pemerintahan Allah adalah untuk memulihkan Sion oleh Yehova.

D. Menghibur Umat-Nya dan Menebus Yerusalem oleh Yehova

Kemudian, ayat 9 mengatakan bahwa pemerintahan Allah Israel adalah untuk menghibur umat-Nya dan menebus Yerusalem oleh Yehova. Di sini menebus Yerusalem adalah membebaskan Yerusalem dari segala macam kesulitan, segala macam penindasan, dan segala macam kekuasaan.

E. Menjadi Keselamatan dari Tangan Kudus Yehova

Ayat 10 mengatakan bahwa pemerintahan Allah adalah keselamatan dari tangan kudus Yehova. Keselamatan ini adalah keselamatan Kristus sebagai tangan kudus Yehova.

F. Yehova Memerintahkan Israel untuk Menjauh dari Babel

Dalam ayat 11 Yehova memerintahkan Israel untuk menjauh dari Babel. Allah akan menebus Israel keluar dari Babel; maka, mereka perlu meninggalkannya. Allah menyediakan satu jalan bagi orang-orang Yahudi untuk menjauh dari Babel, namun banyak yang tidak rela untuk meninggalkannya. Menurut nubuat, ada sejumlah besar orang Yahudi yang akan tertinggal di negara-negara asing karena mereka tidak rela meninggalkannya.

Dalam ayat 12 Yehova mengatakan bahwa Dia akan berjalan di depan orang-orang yang meninggalkan Babel dan pulang dari Babel dan akan menjadi penjaga mereka seperti yang dilakukan Malaikat Yehova bagi Israel pada waktu keluar dari Mesir.

III. KRISTUS YANG DITINGGIKAN

Sejauh ini dalam Yesaya 51 dan 52 kita telah melihat kembalinya Israel dan pemulihan Israel. Setelah mereka kembali dan dipulihkan, mereka masih perlu mengenal Kristus lebih jauh. Sejauh ini umat Allah yang telah ditebus, dikembalikan, dan dipulihkan hanya mengenal Kristus sebagai tangan Yehova dan sebagai Allah yang memerintah. Pengenalan ini sangat baik, tetapi ini tidak cukup. Umat Allah masih perlu mengenal Kristus dalam Perjanjian Baru.

Bagian dari firman dalam Perjanjian Lama dari Yesaya 52:13 sampai Yesaya 53 ini adalah bagian yang mutlak berada dalam Perjanjian Baru dengan nada Perjanjian Baru. Sejak masa muda saya, setiap kali saya membaca Yesaya 53 saya merasa bahwa ini adalah satu pasal dalam Perjanjian Baru. Israel yang pulang dan dipulihkan ini masih belum mengenal Kristus dalam Perjanjian Baru. Mereka masih belum mengenal bagaimana Kristus mati dengan kematian yang almuhit dan kemudian bangkit. yesaya 53 memberikan satu catatan yang lengkap tentang kematian Kristus, termasuk lukisan keadaan dari kematian Kristus. Pasal ini memberi tahu kita bagaimana Allah menaruh semua dosa kita kepada-Nya (ay. 6), bagaimana Dia seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian (ay. 7), dan bagaimana setelah kematian-Nya Dia dikubur (ay. 9) dan kemudian bangkit (ay. 10b). Semua hal ini ada di dalam Perjanjian Baru, tetapi umat pilihan Perjanjian Lama tidak mengenal hal-hal ini, dan orang-orang Yahudi pada hari ini pun tidak mengenal hal-hal ini. Mereka mengenal Yehova, mereka mengenal kekuasaan Yehova, mereka mengenal kekuatan Yehova, dan mereka juga mengenal tangan Yehova. Dalam pujian mereka untuk keluarnya mereka, mereka tidak mengatakan banyak hal tentang darah. Mereka memuji Allah terutama karena kuasa-Nya; dan jarang sekali mereka memuji memuji Allah untuk darah-Nya. Ini berarti bahwa orang-orang Yahudi mengenal Allah dalam kuasa-Nya; mereka mengenal Allah dalam tangan-Nya, tetapi mereka tidak mengenal Allah dalam penebusan-Nya di dalam Perjanjian Baru. Mereka tidak mengenal bahwa Allah menjadi manusia, bahwa Dia mati dan bangkit, dan bahwa sekarang Dia menjadi Roh pemberi hayat untuk masuk ke dalam umat pilihan-Nya dan berhuni di dalam mereka sebagai Roh yang berhuni. Maka, perlu ada bagian lain dalam Yesaya ini untuk mewahyukan Kristus dalam Perjanjian Baru kepada mereka.

A. Dia Akan Bertindak dengan Bijaksana dan Akan Berhasil

Yesaya 52:13a mengatakan bahwa Yesus akan bertindak dengan bijaksana dan akan berhasil. Setelah kenaikan-Nya ke surga, Yesus telah bertindak dengan hikmat dan bijaksana, dan dalam apa saja yang dilakukan-Nya Dia telah berhasil. Meskipun ada banyak serangan yang menimpa Dia, tetapi tidak ada satu pun dari serangan ini menghalangi Dia. Komunisme berusaha untuk menghalangi Kristus selama tujuh puluh tahun, tetapi tidak berhasil. Artikel dari sebuah koran belakangan ini melaporkan bahwa dalam parlemen Soviet Rusia ada satu pengumuman yang dibuat bahwa Rusia tidak lagi menginginkan atheisme. Sekarang orang-orang Rusia yang hampa ini menghendaki Alkitab, Allah, dan Kristus. Ketika saya meninggalkan aliran Komunis China empat puluh dua tahun yang lalu, kira-kira ada empat juga orang Kristen China, termasuk Katholik. Hari ini di China sudah ada lebih dari lima puluh juta kaum beriman. Semakin mereka ditindas, semakin banyak orang Kristen yang bangkit. Kristus bertindak dengan bijaksana dan berhasil. Siapakah yang dapat menghalangi Dia?

Sebenarnya, kitab Kisah Para Rasul bukanlah satu catatan tentang kisah rasul-rasul. Ini adalah satu catatan tentang kisah Kristus di surga melalui rasul-rasul di dalam roh mereka. Kisah rasul Paulus adalah kisah Kristus, tindakan mereka dilaksanakan dengan bijaksana dan berhasil. Hari ini tidak ada yang dapat mengalahkan Yesus Kristus.

B. Dia Akan Ditinggikan dan Disanjung dan Dimuliakan

Setengah bagian yang kedua dari Yesaya 52:13 mengatakan bahwa Yesus akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. Sebenarnya, Tuhan Yesus telah ditinggikan sebelumnya (Flp. 2:9).

C. Banyak Orang Akan Tertegun Melihat Dia

Yesaya 52:14 melanjutkan dengan mengatakan bahwa banyak orang akan tertegun melihat-Nya: “Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia—begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi.” Kata Ibrani untuk buruk di sini berarti jelek. Kata rupa menekankan penampilan dan juga mengacu kepada wajah atau raut wajah, roman muka. Ini adalah tulisan pusisi Yesaya. Dalam tulisan puisi Yesaya yang demikian menggambarkan Kristus dalam Perjanjian Baru. Dia ditinggikan, disanjung, dam dimuliakan, dan Dia bertindak dengan berhikmat dan berhasil di dalam segala hal. Hari ini orang-orang yang menentang Kristus pun menghargai Dia. Mereka semua mengenal bahwa Kristus adalah Sang agung. Tetapi ketika kita berjumpa dengan-Nya, kita akan melihat bahwa rupa-Nya buruk, atau jelek. Kristus jelek bagi kita.

Di satu pihak, Kristus sekarang dimuliakan, tetapi di pihak lain, Dia tetap mengemban kesan diri-Nya menjadi jelek bagi kita. Hari ini orang-orang Yahudi mungkin mengenal Kristus hanya sebagai Kristus yang mulia, tetapi mereka tidak mengenal Kristus yang buruk rupa. Kita kaum berima lebih banyak mengenal Kristus yang buruk rupa daripada Kristus yang dimuliakan. Kita diselamatkan bukan saja oleh Kristus yang mulia melainkan juga oleh Kristus yang buruk rupa. Apa yang disebut gambar Yesus sangat populer di antara orang-orang Kristen hari ini menggambarkan Dia sebagai seorang yang tampan. Namun, Kristus, Penyelamat kita tidak setampan itu; melainkan Dia buruk rupa. Yesaya mengatakan bahwa banyak orang tertegun melihat ini.

Menurut konsep orang, Yesus begitu besar, tinggi, tersanjung, dan mulia. Siapa yang akan mengira bahwa Yesus akan menjadi Dia yang buruk rupa demikian? Setelah saya memberitakan injil di China, banyak orang-orang terpelajar, setelah mendengar berita itu, datang kepada saya dan berkata, “Inikah Yesus?” Kami kira Yesus itu seorang yang besar, satu sosok yang besar. Apakah Orang yang buruk ini, Orang yang jelek ini benar-benar Yesus?” Ya, inilah Yesus. Jika Dia tidak demikian, Dia tidak akan pernah dapat menyelamatkan kita; Dia tidak akan pernah dapat menjadi Pengganti kita di salib. Ini adalah sesuatu yang mengherankan.

D. Dia Akan Membuat Tercengang Banyak Bangsa dan Raja-raja Akan Mengatupkan Mulut-Nya Melihat Dia

Ayat 15 mengatakan, “Dia akan membuat tercengang banyak bangsa dan raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia.” Yesus bukan saja membuat banyak orang tercengang, Dia juga mengejutkan banyak bangsa. Raja-raja mengatupkan mulutnya karena Dia, ini berarti bahwa raja-raja ini menganggap Yesus dengan sangat positif. Yesus ini tinggi, Yesus ini menakjubkan, dan Yesus juga mulia, tetapi ketika raja-raja bertemu dengan Yesus, mereka diberi tahu banyak hal tentang Dia menurut apa yang tercatat di dalam Perjanjian Baru. Raja-raja itu membayangkan Yasus yang besar, tetapi pada akhirnya mereka bertemu dengan seorang Nazaret yang kecil. Mereka terkejut bahwa Orang yang sedemikian besar dapat dibawa ke salib dan disalibkan.

Ayat 15 melanjutkan, “Sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.” Apa yang tidak diceritakan kepada mereka adalah bahwa Yesus adalah seorang manusia dengan dua sifat, sifat ilahi dan sifat insani; bahwa Dia menempuh hidup sebagai seorang Nazaret; bahwa Dia disalibkan; Dia dikubur; dan bahwa Dia bangkit. Semua hal ini tidak pernah diceritakan kepada mereka. Tetapi sekarang mereka akan melihat hal-hal ini, dan apa yang tidak pernah mereka dengar mereka akan memikirkannya, yaitu, mereka akan memahami, dan mereka akan menyadarinya. Ini berarti bahwa mereka akan mendengar injil.

Yesaya 53 segera mengikuti akhir dari pasal lima puluh dua ini. Hal-hal yang dibicarakan dalam Yesaya 53 adalah hal-hal yang disinggung dalam 52:15 yang akan diceritakan, dilihat, didengar, dan direnungkan. Ayat yang pertama dari Yesaya 53 mengatakan, “Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?” Ayat dua melanjutkan, “Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering.” Seluruh pasal ini adalah satucerita, satu pemberitahuan tentang hal-hal mengenai Kristus menurut injil Perjanjian Baru.

Di masa yang akan datang orang Israel yang kembali dan dipulihkan ini akan membaca catatan dalam Yesaya 53 ini. Setelah semua orang Yahudi kembali ke negeri nenek moyang mereka dan dipulihkan di sana, mereka akan diberitahu, diajar, dibimbing, dan diarahkan untuk mengenal Yesaya 53. Mereka akan mengenal Yesus bukan hanya sebagai tangan Yehova dan Alah yang memerintah, tetapi mereka juga akan mengenal Dia sebagai Kristus yang ditinggikan. Kristus yang ditinggikan itu menunjukkan bahwa Dia direndahkan terlebih dahulu. Dalam inkarnasi-Nya, dan bahkan dalam penghidupan-Nya sehari-hari selama tiga puluh tiga setengah tahun, Dia sangat buruk dan jelek rupa. Kemudian Dia dibawa ke Golgota, satugunung kecil di luar kota Yerusalem, dan Dia disalibkan di sana selama enam jam. Semua hal ini perlu diketahui oleh orang-orang Yahudi.

hari ini, sebagaikaum beriman Perjanjian Baru, kita lebih dahulu mengenal hal-hal mengenai Kristus ini, kemudian kita akan mengenal tangan Yehova dalam kuasa-Nya yang ajaib (cf. Ibr. 6:5). Tetapi hari ini banyak orang pantekosta telah meninggalkan pengenalan akan Yesus dalam Perjanjian Baru. Dalam keasyikannya dengan mujizat dan kuasa, aliran Penakosta ini membawa orang-orang kembali kepada Perjanjian Lama. Saya bersyukur kepada Tuhan bahwa sejak masa muda saya, selama lebih dari enam puluh lima tahun, Dia tidak pernah memimpin saya untuk mengenal Dia dengan cara mujizat dan kuasa, tetapi Dia selalu memimpin saya untuk mengenal Dia sebagai seorang Yesus yang direndahkan. Inilah sebabnya mengapa saya suka mengikut Yesus, untuk mengikuti jejak-jejak-Nya sebagai Dia yang direndahkan orang-orang. Dimuliakan oleh seseorang adalah satu hal yang memalukan. Mengikut Tuhan dalam kerendahan-Nya adalah mengenal Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru. Kemudian, ketika Dia datang, kita akan melihat Dia dan mengenal Dia sebagai tangan Yehova dan sebagai Allah yang memerintah. Kita semua akan berseru seroang akan yang lain, “Allah kita akan memerintah!” Kemudian kita akan berada dalam waktu pemulihan. Inilah Kristus kita, Dia yang almuhit, sebagai Hamba Yehova dalam hubungannya dengan kembalinya dan dipulihkannya Israel.