HAMBA YEHOVA
Sebagai satu Perjanjian bagi Umat itu
dan Terang bagi Bangsa-bangsa
Pembacaan Alkitab:
Yes. 42:1-7; 49:5-9; Mat. 3:17; Luk. 4:18a; Ibr. 7:22; Mat. 26:28; Ibr. 9:15-17; Kol. 2:9; 1:19; Yoh. 1:4, 9; 8:12; 9:5; 1 Ptr. 1:23; 2:9b; Kis. 26:18a; Zak. 12:1; Rm. 1:16-17; 5:18b; Tit. 3:7; Luk. 4:18b; Kol. 1:13
Dalam berita ini kita akan melihat lebih banyak hal tentang Kristus sebagai Hamba Yehova. Sebagai Hamba Yehova, Dia adalah satu perjanjian bagi umat itu dan terang bagi bangsa-bangsa. Kristus adalah perjanjian yang diberikan Allah kepada kita. Dia bukan hanya perjanjian, melainkan juga terang. Perjanjian diberikan kepada umat pilihan Allah, yaitu Israel, dan terang diberikan kepada bangsa-bangsa. Baik Israel maupun bangsa-bangsa keduanya layak untuk mewarisi Yesus Kristus sebagai perjanjian dan menikmati Dia sebagai terang.
Perjanjian adalah perkara kebenaran menurut hukum taurat. Setiap perjanjian adalah sesuatu yang sah. Perjanjian sebenarnya adalah satu persetujuan yang sah. Perjanjian ini memenuhi tuntutan hukum taurat. Jika tidak ada penggenapan terhadap tuntutan hukum taurat, maka perjanjian itu tidak berarti apa-apa. Perjanjian ini juga adalah perkara kebenaran.
Paulus mengatakan dalam Roma bahwa injil adalah kekuatan Allah kepada keselamatan (1:16). Kepada keselamatan itu berarti bagi keselamatan. Untuk melakukan sesuatu kita memerlukan kekuatan. Tenaga listrik adalah untuk semua peralatan listrik kita. Injil adalah kekuatan Allah agar kita dapat diselamatkan, yaitu bagi keselamatan kita. Inilah sebabnya mengapa dalam injil kebenaran Allah dinyatakan (ay. 17). Allah telah menyelamatkan kita bukan hanya oleh kasih-Nya dan bukan hanya oleh kasih karunia-Nya melainkan juga oleh kebenaran-Nya. Kebenaran-Nya mengikat Dia, dan kebenaran-Nya ini memberikan dasar, pendirian kepada kita, untuk mengatakan, “Ya Allah Engkau harus menyelamatkan aku.” Jika Allah tidak menyelamatkan kita ketika kita bertobat dan percaya ke dalam Tuhan Yesus, maka Dia tidak benar. Putra Allah, Penyelamat kita, telah mati bagi kita untuk menggenapkan tuntutan-tuntutan kebenaran Allah. Hal itu adalah menurut hukum taurat, maka hukum taurat telah digenapkan. Tuntutan-tuntutan Allah yang sah telah digenapkan oleh Penyelamat kita menurut kebenaran Allah. Maka, Allah harus menyelamatkan kita menurut kebenaran-Nya. Dia harus membenarkan kita.
Sebelum kematian Penyelamat kita, Allah dapat menghakimi kita. Kita tidak mempunyai dasar untuk menuntut pembenaran, pengampunan, dan keselamatan apapun. Tetapi sekarang kematian-Nya telah menggenapkan semua tuntutan kebenaran Allah menurut hukum taurat-Nya, maka kematian ini memberikan satu dasar yang benar kepada kita. Sekarang Allah harus mengampuni kita, membenarkan kita, dan menyelamatkan kita.
Dalam permulaan kehidupan Kristen saya, saya tidak berani demikian. Saya selalu memohon. Saya takut Allah akan menyesal bahwa Dia membuat satu kesalahan dalam menyelamatkan saya. Jika Dia berubah pikiran, maka keselamatan saya akan hilang. Kemudian saya tahu bahwa Allah menyelamatkan saya bukan hanya oleh kasih dan bukan hanya oleh kasih karunia melainkan juga oleh kebenaran. Apakah saya baik atau buruk, Allah tetap harus menyelamatkan saya karena Penyelamat kita telah mati bagi kita untuk memenuhi semua kebenaran Allah.
Pembenaran, pengampunan, dan keselamatan Allah menyampaikan semua hal yang telah “dijanjikan” kepada kita. Dalam Matius 26 Tuhan Yesus mendirikan perjanjian baru, dengan mengatakan, “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang dicurahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa” (ay. 28). Perjanjian baru adalah darah Tuhan, dan darah-Nya menandakan kematian-Nya. Dia mati bagi dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran kita. Tanda dari kematian-Nya adalah darah. Darah adalah sarana yang olehnya Dia membuat perjanjian baru bagi kita bersama dengan Bapa-Nya. Maka, penebusan, pembenaran, pengampunan, dan keselamatan semuanya telah dijanjikan oleh Dia melalui darah-Nya. Hari ini keselamatan kita adalah satu keselamatan yang telah dijanjikan.
Kita dapat memakai perkara membeli sebuah rumah untuk menggambarkan hal ini. Misalnya kita telah membeli sebuah rumah, tetapi kita memerlukan sertifikat sebagai bukti pembelian kita. Sertifikat ini adalah satu persetujuan, satu perjanjian. Rumah itu telah dijanjikan kepada kita, dan garansi dari perjanjian ini adalah sertifikatnya. Pembelian kita telah dijanjikan. Telah disahkan. Dalam satu hal, kita dapat mengatakan bahwa sertifikat, dan perjanjian itu sama dengan rumah itu. Sertifikat untuk rumah itu adalah perjanjian, dan perjanjian adalah rumah itu.
Dalam 42:6 dan 49:8 Yesaya mengatakan dua kali bahwa Allah telah memberikan Kristus sebagai perjanjian kita kepada kita. Ini berarti bahwa keselamatan Allah, berkat Allah, dan semua kekayaan Allah telah dijanjikan kepada kita, dan perjanjian ini adalah Kristus. Sama seperti sertifikat saya sama dengan rumah saya, demikian juga Kristus sama dengan semua keselamatan, berkat, kasih karunia, realits dan kekayaan Allah. Semuanya ini telah dijanjikan kepada kita. Perjanjian kita adalah Kristus. Keselamatan Allah, kebenaran Allah, pembenaran Allah, pengampunan Allah, penebusan Allah, kekayaan Allah, dan semua yang telah dan akan dilakukan-Nya telah dijanjikan kepada kita.
Dalam bahasa Yunani kata untuk perjanjian ini juga adalah kata untuk wasiat. Setiap perjanjian yang tepat pada akhirnya akan menjadi satu wasiat. Sebelum seseorang yang membuat perjanjian itu mati, maka perjanjian itu adalah perjanjian. Setelah ia mati, perjanjian itu menjadi wasiat. Wasiat dalam istilah pada hari ini adalah warisan. Jika ayah Anda memiliki satu warisan dan mengatakan bahwa Anda akan diberi sepuluh juta dollar, dua puluh rumah, dan lima belas kapal dagang. Tidakkah Anda akan gembira? Bapa kita yang di surga telah memberikan banyak hal kepada kita. Kita memiliki satu warisan yang penuh dengan ratusan pusaka. Bapa kita yang di surga telah memberikan semua warisan ini kepada kita, dan warisan itu telah dijanjikan kepada saya sebagai satu wasiat. Itulah perjanjian baru. Kita memiliki Alkitab Perjanjian Baru di tangan kita, tetapi ini bukanlah realitasnya. Realitas dari semua ratusan warisan di dalam Perjanjian Baru adalah Kristus. Tanpa Kristus, Alkitab itu hampa, maka perjanjian yang riil, warisan yang riil adalah Kristus. Kristus adalah sertifikat kita, dan sertifikat ini ada di dalam roh kita sebagai Roh yang almuhit, pemberi hayat, yang berhuni dan yang telah rampung.
Kristus sebagai Roh itu bersatu dengan kita, maka kita bersatu dengan Dia sebagai wasiat itu. Kita tahu bahwa kita telah diampuni, dibenarkan, ditebus, dan diselamatkan karena Alkitab mengatakan demikian kepada kita. Alkitab adalah perjanjian Allah, dan setelah kematian Kristus perjanjian ini menjadi satu wasiat, satu warisan. Tetapi tanpa Kristus maka Alkitab itu hampa. Sebenarnya, Kristus adalah perjanjian itu, dan Kristus yang adalah perjanjian itu ada di dalam roh kita dan telah menjadi satu roh dengan kita (1 Kor. 6:17).
Perjanjian ini mutlak menurut kebenaran Allah. Ini bukanlah perkara kasih. Warisan adalah satu perkara yang sah yang bukan tergantung kepada kasih atau kasih karunia. Hal ini tergantung kepada hukum, dan hukum adalah perkara kebenaran. Kristus telah diberikan kepada kita sebagai satu perjanjian yang sah demikian. Dia adalah pengampunan kita, pembenaran kita, penebusan kita, dan keselamatan kita. Ini bukanlah perkataan saya. Ini adalah logika Paulus. Paulus mengatakan bahwa injil adalah kekuatan Allah untuk menyelamatkan karena kebenaran Allah nyata dalam injil ini. Satu Korintus 1:30 memberi tahu kita bahwa Allah telah membuat Kristus menjadi kebenaran kita. Kebenaran ini telah digarapkan dalam perjanjian Allah. Keselamatan Allah pada hari ini adalah satu keselamatan yang dijanjikan. Hari ini keselamatan dan penebusan yang telah kita terima ini telah dijanjikan oleh Yesus Kristus. Sebenarnya Dia sendirilah perjanjian itu.
I. SUMBERNYA—DALAM KEILAHIANNYA
Kristus, Hamba Yehova sebagai satu perjanjian bagi umat Israel dan terang bagi bangsa-bangsa mempunyai satu sumber, yaitu asal mulanya. Sumber ini adalah dalam keilahian-Nya, dalam Keallahan-Nya, dalam diri-Nya sebagai Allah. Dia adalah Allah dari kekekalan yang lampau, sekarang Dia tetap adalah Allah, dan Dia akan menjadi Allah dalam masa yang akan datang, maka Dia adalah Allah yang ada, yang sudah ada, dan yang akan datang. Inilah Yehova. Modal Kristus adalah keallahan-Nya, keilahian-Nya, keberadaan-Nya sebagai Allah. Jika seseorang ingin melakukan bisnis, maka ia memerlukan modal. Yesus, Hamba Yehova adalah Allah, dan Dia datang dari sumber Allah. Sumber-Nya ada dalam keilahian-Nya. Ada orang yang mungkin bermegah tentang sumber mereka, tentang dari mana asal mereka, tetapi sebenarnya sumber kita sebagai manusia tidak berarti apa-apa. Dalam diri kita kita bukan apa-apa, dan kita bahkan dapat mengatakan bahwa sumber kita bukanlah apa-apa. Namun, sumber Kristus sebagai Hamba Allah adalah Allah itu sendiri.
A. Dipilih oleh Yehova
Sebagai Hamba Yehova, Kristus dipilih oleh Yehova (Yes. 42:1b; 49:7b) Presiden kita telah diseleksi dan dipilih oleh orang-orang, tetapi hal ini tidak dapat dibandingkan dengan diseleksi dan dipilih oleh Allah.
B. Dibentuk dari Kandungan oleh Yehova untuk Menjadi Hamba-Nya
Kristus juga dibentuk oleh Yehova untuk menjadi Hamba-Nya (Yes. 49:5a). Untuk membentuk sesuatu memerlukan bahan dan elemen. Dasar yang di atasnya kita menempatkan benda-benda dapat dibentuk dari dua elemen—besi dan plastik. Dengan apakah Yehova membentuk Yesus? Yesaya 49:5 tidak mengatakan bahwa Yehova menciptakan Yesus melainkan Dia membentuk-Nya. Menciptakan adalah membuat sesuatu dari yang tidak ada, sedangkan membentuk adalah menggarap dengan beberapa elemen. Kejadian 2:7 mengatakan bahwa Allah membentuk tubuh manusia dari debu tanah dan Dia membentuk roh di dalam manusia dengan hembusan nafas-Nya (Zak. 12:1). Bahasa Ibrani untuk hembusan dalam Kejadian 2:7 adalah neshamah. Ini sama dengan kata Ibrani untuk “roh” di dalam Amsal 20:27, yang mengatakan bahwa roh manusia adalah pelita Tuhan. Jadi, hembusan hayat adalah roh manusia. Inilah cara Allah membentuk manusia. Wahyu ilahi memperlihatkan bahwa Allah membentuk Yesus Hamba-Nya dalam kandungan dengan keilahian-Nya yang dijenuhi dan dibaurkan dengan keinsanian-Nya. Maka, ketika Dia keluar dari kandungan ibu-Nya, Dia adalah seorang manusia-Allah.
C. Dipanggil dalam Kebenaran oleh Yehova
Dia juga dipanggil dalam kebenaran oleh Yehova (Yes. 42:6a). Kita perlu melihat apakah arti “dalam kebenaran.” Ini berarti bahwa dalam setiap aspek, setiap hal, setiap arah, dan setiap pihak, panggilan Yehova disampaikan kepada Yesus dengan benar. Setiap aspek berada dalam kebenaran.
Misalnya, para peserta pelatihan sepenuh waktu semuanya telah diterima oleh pelatihan dalam kebenaran. Misalnya ada seorang peserta pelatihan yang hanya sekolah selama dua setengah tahun di universitas, tetapi dalam surat lamarannya ia mengatakan bahwa ia telah menyelesaikan selama empat tahun. Ini berarti bahwa penerimaannya ke dalam pelatihan itu tidak benar. Kaca mata yang saya pakai dibeli oleh saya, maka saya memilikinya itu mutlak adalah dalam kebenaran. Jika saya mencurinya, maka saya memilikinya dalam ketidakbenaran. Allah menyebut Yesus mutlak berada dalam kebenaran. Tuntutan orang-orang Farisi untuk menjadi hamba-hamba Allah itu tidak benar. Selama zaman Yeremia ada banyak nabi palsu. Yeremia adalah salah satu dari nabi-nabi yang sejati. Semua nabi palsu itu bukanlah nabi dalam kebenaran, sedangkan Kristus dipanggil oleh Allah dalam kebenaran.
D. Dipegang oleh Tangan Yehova
Kristus bukan hanya dipanggil melainkan juga dipegang oleh tangan Yehova (Yes. 42:6b). Mungkin ada jarak antara yang dipanggil dengan yang memanggil, tetapi Allah memegang Kristus oleh tangan Kristus. Pemegangnya adalah Yehova, dan Yang dipegangnya adalah Yesus.
E. Dipegang (Ditopang) oleh Yehova
Dia juga dipegang (ditopang) oleh Yehova (42:1a). Kita perlu melihat perbedaan antara kata-kata dipegang dan ditopang. Bila seseorang berdiri, kita dapat memegangnya, tetapi bila ia akan jatuh maka kita perlu menopangnya. Memegang adalah menopang seseorang, tidak membiarkannya jatuh, tetapi menjaganya tetap berdiri. Inilah yang dilakukan Allah dalam hubungannya dengan Kristus.
F. Ditolong oleh Yehova
Kristus juga ditolong oleh Yehova (49:8b). Ditolong mungkin merupakan satu kata yang biasa dalam pemahaman kita, tetapi sebenarnya Yehova menolong Yesus itu berarti Dia melakukan segala sesuatu bagi Yesus. Allah melakukan segala sesuatu bagi Yesus. Yesus tidak dapat membangkitkan orang mati bila diri-Nya terpisah dari Allah. Allah melakukannya bagi Dia dan melalui Dia.
G. Dijaga (Dipelihara) oleh Yehova
Dia dijaga (dipelihara) oleh Yehova (42:6c; 49:8c). Menjaga adalah memelihara.
H. Yehova Berkenan kepada-Nya
Yehova berkenan kepada-Nya (Yes. 42:1; Mat. 3:17). Allah berkenan di dalam Kristus Yesus sebagai Hamba Allah. Di dalam Dia Allah gembira.
I. Yehova Menaruh Roh-Nya Ke Atas-Nya
Yehova menaruh Roh-Nya ke atas-Nya (Yes. 42:1; Luk. 4:18). Sebenarnya Roh Yehova adalah Yehova. Ketika Yehova menaruh Roh-Nya ke atas Yesus, itu berarti bahwa Dia memberikan diri-Nya sendiri kepada Yesus.
J. Mulia (Terhormat) di Pandangan Allah
Dia dipermuliakan (dihormati) di mata Yehova (Yes. 49:5c). Meskipun Dia dihina orang, tidak dihormati oleh bangsa Israel, dan tunduk kepada penguasa-penguasa, tetapi Dia dihargai oleh raja-raja dan disembah oleh pembesar-pembesar (49:7). Kristus dimuliakan, dihormati di mata Yehova. Penguasa-penguasa di sini, tidak diragukan lagi, mengacu kepada pembesar-pembesar Roma. Pilatus dan Herodes adalah penguasa-penguasa yang salah memperlakukan Yesus, dan Yesus tunduk kepada mereka. Injil memberi tahu kita bahwa Pilatus memukul Yesus dan menyerahkan Dia untuk disalibkan (Mat. 27:26). Itu adalah satu perlakuan salah yang keras. Sekalipun Dia diperlakukan sembarangan dan tunduk kepada penguasa-penguasa, tetapi Dia tetap dihargai oleh raja-raja dan disembah pembesar-pembesar. Setelah kebangkitan-Nya sampai pada hari ini, banyak raja yang telah menghargai Dia, dan banyak pembesar menyembah Dia. Dia bukan saja dimuliakan, dihormati oleh Allah melainkan juga dihargai oleh raja-raja manusia dan disembah oleh pembesar-pembesar manusia.
K. Dikuatkan oleh Allah
Sebagai Hamba Yehova, Kristus juga dikuatkan oleh Allah-Nya (Yes. 49:5c). Allah adalah kekuaan-Nya.
II. KELAYAKANNYA—DALAM KEINSANIANNYA
Sekarang kita perlu melihat kelayakan-Nya dalam keinsanian-Nya. Dalam kelayakan-Nya, Dia berada dalam keinsanian. Dalam kelayakan-Nya, Yesaya mengatakan bahwa Dia tidak mematahkan buluh yang patah terkulai dan tidak memadamkan sumbu yang pudar nyalanya (42:3a). Karena tumbuh-tumbuhan dalam Perjanjian Lama adalah lambang-lambang Kristus dalam keinsanian-Nya, maka Kristus juga dilambangkan oleh buluh dan sumbu. Dalam Keluaran 30, Musa memakai hayat tumbuh-tumbuhan dan ekstraknya untuk melambangkan keinsanian Kristus. Kristus adalah mur, tebu, kayu manis dan kayu teja (ay. 22-25). Kelayakan-Nya ini bukan tergantung kepada keilahian-Nya melainkan kepada keinsanian-Nya. Bagaimana Yesus Kristus dapat layak sebagai seorang Hamba Allah? Lihatlah kebajikan-kebajikan insani-Nya.
A. Tidak Berteriak, atau Menyaringkan Suara-Nya, dan Tidak Memperdengarkan Suara-Nya di Jalan
Dalam keinsanian-Nya, Dia tidak berteriak, atau menyaringkan suara-Nya, dan tidak memperdengarkan suara-Nya di jalan (Yes. 42:2). Diam menunjukkan tanda kemenangan. Jika seseorang dihakimi dan diomeli namun tetap diam dan tidak berdebat, itu adalah satu kemenangan. Jika saya tidak memperdengarkan suara saya, maka itu adalah satu kemenangan. Kemenangan yang demikian ini adalah satu syarat. Secara umum, orang-orang muda ingin agar suara mereka didengar oleh setiap orang. Namun, Yesaya memberi tahu kita, bahwa Kristus dalam keinsanian-Nya tidak mempredengarkan suara-Nya di jalan.
B. Tidak Mematahkan Buluh yang Patah Terkulai dan Tidak Memadamkan Sumbu yang Pudar Nyalanya
Yesaya 42:3 mengatakan bahwa Kristus tidak mematahkan buluh yang patah terkulai atau memadamkan sumbu yang pudar nyalanya. Orang-orang Yahudi biasa membuat seruling dari buluh. Ketika buluh itu patah, maka mereka memutuskannya, karena seruling itu tidak dapat mengelurkan suara yang tepat. Tetapi Yesus Kristus tidak pernah memutuskan buluh yang patah terkulai. Ada beberapa umat Tuhan yang seperti buluh yang patah terkulai yang tidak dapat mengeluarkan suara alat musik, tetapi Tuhan tidak akan memutuskan orang-orang yang patah ini. Dia ramah dan penuh simpati.
Dia tidak akan memadamkan sumbu yang pudar nyalanya. Orang-orang Yahudi membuat sumbu dengan rami untuk menyalakan minyak. Sumbu yang menyala ini digunakan untuk lampu. Jika rami dari sumbu-sumbu ini tidak menyala dan berasap, maka sumbu itu akan dipadamkan dan dibuang. Tetapi Yesus tidak akan pernah melakukan hal ini. Ada beberapa dari umat Tuhan yang seperti sumbu yang pudar nyalanya yang tidak dapat memberikan terang yang bersinar, namun Tuhan tidak akan memadamkan orang-orang yang berasap ini.
C. Tidak Redup (Pudar) ataupun Putus Asa (Patah) sampai Dia Menegakkan Keadilan di Bumi
Tuhan sendiri tidak akan menjadi redup (pudar) ataupun putus asa (patah terkulai), sampai Dia menegakkan keadilan di bumi (Yes. 42:4a). Kata Ibrani untuk “redup” adalah akar kata untuk “pudar.” Itu berarti bahwa Dia adalah sumbu yang terbuat dari rami yang tidak akan pudar. Pudar berarti redup. Kristus tidak pernah redup. Dia tidak akan memadamkan sumbu yang pudar nyalanya, tetapi Dia sendiri juga tidak akan pernah pudar. Putus asa itu berarti patah. Kristus tidak pernah putus asa.
Dia tidak pernah redup atau putus asa, sampai Dia menyelesaikan amanat-Nya untuk menegakkan keadilan di bumi. Di sini keadilan mengacu kepada keselamatan sebagai hasil dari penghakiman. Keselamatan kita, yaitu keselamatan yang telah kita terima ini, adalah hasil dari penghakiman Allah terhadap Kristus. Kristus sebagai pengganti kita telah dihakimi oleh Allah menurut hukum-Nya yang benar, dan telah memenuhi tuntutan-tuntutan hukum taurat itu sepenuhnya. Hasilnya adalah keselamatan bagi kita. Menegakkan keadilan di bumi itu berarti menegakkan keselamatan Allah, yang adalah hasil dari penghakiman Allah terhadap Kristus. Amanat-Nya adalah menegakkan keselamatan di seluruh bumi. Kristus akan datang lagi pada waktu Dia menyelesaikan penegakkan keadilan Allah, dan keselamatan Allah di bumi.
Keadilan adalah kebenaran melalui penghakiman. Seseorang mungkin saja benar tanpa melalui keadilan. Bila ia di bawa ke pengadilan, hakim akan membuat satu penghakiman yang menyatakan bahwa ia benar. Jadi, keadilan adalah hasil dari kebenaran melalui penghakiman. Dalam Yesaya Versi Pemulihan, 42:1 mengatakan, “Dia akan melaksanakan penghakiman atas bangsa-bangsa.” Ayat 3 mengatakan bahwa “Dia akan melaksanakan penghakiman dalam kebenaran,” yaitu penghakiman dalam realitas. Ayat 4 mengatakan, “Sampai Dia menegakkan keadilan di bumi.” Penghakiman dan keadilan adalah kata Ibrani yang sama di dalam tiga ayat ini.
Keadilan adalah kebenaran di bawah penghakiman. Bila kebenaran dihakimi, maka kebenaran itu menjadi keadilan. Keadilan adalah putusan dari penghakiman atas kebenaran. Saya mungkin memiliki kebenaran, tetapi jika saya tidak pernah dihakimi, maka saya tidak dapat memiliki keadilan. Setelah kebenaran saya dihakimi, maka hasil dari penghakiman itu adalah keadilan. Keadilan dalam Yesaya ini sama dengan keselamatan. Menegakkan keadilan di bumi ini adalah menegakkan keselamatan Allah di bumi ini. Melaksanakan keadilan adalah melaksanakan keselamatan Allah di bumi.
Keadilan adalah keselamatan Allah dan putusan dari penghakiman terhadap kebenaran. Kebenaran adalah penggenapan hukum taurat. Jika Anda memiliki beberapa butir yang tidak memenuhi hukum taurat, maka Anda tidak benar. Jika keberadaan Anda dan perilaku Anda memenuhi setiap bagian dari hukum taurat, maka Anda benar. Jika hal ini melalui penghakiman, maka kebenaran Anda akan menjadi keadilan Anda, dan keadilan ini adalah keselamatan Anda. Tanpa keadilan yang demikian ini, Anda akan dihukum. Hari ini Anda dapat mengumumkan bahwa di seluruh bumi ada keadilan! Keadilan ini adalah putusan penghakiman Allah terhadap Dia yang benar, yaitu Yesus. Deklarasi kebenaran ini adalah pemberitaan injil.
Keselamatan dalam injil Allah sangat menurut hukum dan sangat adil. Lima puluh tahun yang lalu di China saya banyak memberitakan injil. Orang-orang China itu sangat logis. Ada yang bertanya kepada saya, “Maksud Anda jika saya seorang perampok bank, saya dapat diselamatkan? Jika demikian, Allah Anda itu tidak benar.” Ini sangat logis. Bagaimana mungkin seorang perampok bank dapat diselamatkan? Jika Anda mengatakan bahwa Konfusius dapat diselamatkan, bagi orang China ini memang logis, tetapi bagaimana dengan seorang perampok bank? Saya menjawab mereka demikian. Seorang perampok bank itu seharusnya dihukum mati. Tetapi perampok bank ini memiliki seorang Penyelamat, dan Penyelamat ini telah mati bagi mereka. Penyelamat ini bukan hanya mati baginya, melainkan juga telah membayar lunas semua benda yang telah dicurinya dari bank itu. Sekarang hakim harus mengampuni perampok ini. Bukankah ini benar? Ini bukan saja kebenaran, melainkan juga keadilan dinyatakan melalui putusan yang dikeluarkan oleh hakim di pengadilan. Penjelasan saya sangat meyakinkan orang China yang logis ini.
Orang-orang dosa telah ditebus oleh Dia yang layak mati bagi mereka dan membayar semua hutang mereka. Berdasarkan kematian Kristus ini, Allah mengampuni kita semua, kaum beriman. Ini logis dan adil, dan pengampunan ini adalah semacam keadilan. Jika sekarang Allah tidak mau mengampuni kita bahwa hutang-hutang kita telah dibayar lunas oleh Kristus, maka itu berarti tidak adil. Kita dapat mengatakan bahwa keadilan ini adalah pengampunan dan keselamatan. Sekarang keselamatan ini, atau injil yang kita beritakan ini, adalah keadilan yang demikian yang berasal dari penghakiman Allah atas kebenaran Kristus.
III. AMANATNYA
Sekarang kita sampai kepada amanat Kristus yang almuhit sebagai Hamba Yehova.
A. Untuk Menegakkan Suku-suku Yakub
Amanat Kristus yang pertama adalah menegakkan suku-suku Yakub (49:6a). Pada zaman nabi-nabi, semua suku telah merosot. Mereka merosot, tetapi Kristus menerima amanat dari Allah untuk menegakkan mereka. Kita berada di dalam situasi yang sama. Sebelum kita diselamatkan, kita merosot. Kita sangat rendah, tetapi Kristus datang untuk menegakkan kita.
B. Untuk Mengembalikan Yakub kepada Yehova Supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya
Kristus juga diberi amanat untuk mengembalikan Yakub kepada Yehova supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya (49:5b; 6a). Yakub adalah satu sebutan negatif, dan Israel adalah sebutan positif yang mengacu kepada persona yang sama. Yakub adalah seorang penipu, sedangkan Israel adalah orang yang ditransformasi. Kejadian 32 mencatat bahwa pada satu malam Yakub bergumul dengan Allah. Yakub tidak mau membiarkan Dia pergi sampai Allah memberkati dia. Allah menjamah pangkal pahanya dan mengubah namanya menjadi Israel (ay. 24-30). Israel berarti pangeran Allah. Allah memberi tahu Yakub bahwa ia akan diubah menjadi pangeran Allah. Maka, Kristus menegakkan Yakub dan mengembalikan Yakub kembali kepada Yehova. Dengan cara ini Yakub dapat menjadi Israel supaya Isarel dapat dikumpulkan kepada Allah.
Demikian juga, Allah menegakkan kita dan membawa kita kembali kepada diri-Nya. Ketika kita dibawa kepada Allah, kita menjadi kaum beriman, kaum saleh. Kristus menegakkan orang-orang dosa, membawa mereka kepada Allah, dan orang-orang dosa ini dibawa kepada Allah menjadi orang-orang kudus.
Yesaya 49:6 mengatakan bahwa dua butir ini—Kristus menegakkan suku-suku Yakub dan membawa Israel kembali kepada Allah—adalah perkara yang sangat kecil; perkara yang lebih besar akan mengikutinya. Apakah perkara yang lebih besar ini? Perkara yang lebih besar ini adalah segala sesuatu berhubungan dengan Kristus yang menjadi satu perjanjian bagi umat Israel.
C. Untuk Menjadi satu Perjanjian bagi Umat itu (Israel)
Yesus Kristus menjadi satu perjanjian bagi kita (Yes. 42:6d; 49:8d). Sebagai satu perjanjian, Dia adalah satu jaminan dari Allah yang menjadi warisan bagi umat-Nya (Ibr. 7:22). Perjanjian ini adalah satu garansi. Perjanjian ini menjamin bahwa Allah sendiri adalah warisan kita. Efesus 1:4 mengatakan bahwa Roh itu adalah jaminan Allah yang menjadi warisan kita. Selain itu, pemeteraian Roh adalah untuk memeteraikan kita sebagai warisan Allah (ay. 13, 11). Roh itu menaruh diri-Nya sendiri ke atas kita sebagai satu meterai yang menunjukkan bahwa kita adalah milik Allah. Allah akan mewarisi kita. Setelah pemeteraian ini, Roh Kudus akan tinggal di dalam kita sebagai satu jaminan yang menggaransi kita bahwa kita memiliki hak untuk mewarisi Allah sebagai warisan kita.
Kita adalah warisan Allah bukan orang-orang dosa yang miskin. Sebagai orang-orang dosa saja kita tidak memiliki apa-apa dan bukan apa-apa. Kita adalah warisan-Nya karena kita telah ditebus ke dalam Kristus sebagai elemen. Karena Kristus adalah elemen kita, maka kita telah dibuat menjadi sempurna, menjadi satu mustika untuk menjadi warisan Allah. Allah sendiri juga adalah warisan kita. Atribut-atribut ilahi-Nya telah menjadi kekayaan Kristus yang tidak terduga yang akan kita warisi. Karena hal ini, maka Kristus adalah satu jaminan, dan Roh itu adalah perjanjiannya.
Secara hukum, kita orang-orang dosa yang menyakiti Allah sampai pada puncaknya, tidak dapat mewarisi apa pun dari Allah. Tetapi Kristus telah memenuhi semua tuntutan kebenaran Allah bagi kita. Pemenuhan tuntutan Allah yang benar ini menjadi satu keadilan sehingga kita dapat diampuni dan ditebus. Sekarang kita bukan lagi orang-orang dosa, melainkan orang-orang kudus. Secara hukum, sebagai orang-orang kudus kita layak. Kita memiliki kedudukan yang benar, dan kedudukan yang sah, untuk mewarisi semua hal dari Allah! Sebenarnya, semua hal dari Allah adalah Allah itu sendiri. Allah adalah hayat; Allah adalah kasih; Allah adalah kebenaran; Allah adalah kekudusan; Allah adalah kuasa; Allah adalah kekuatan; Allah adalah kekuasaan. Dia adalah segala sesuatu. Kita mewarisi Dia, yang adalah segala sesuatu, sebagai warisan kita. Kristus adalah jaminan, garansi, bahwa kita akan mewarisi segala sesuatu dari Allah yang terwujud dalam Kristus.
Kristus mendirikan perjanjian yang baru (yang menjadi wasiat yang baru—warisan) dengan darah-Nya bagi penebusan atas pelanggaran-pelanggaran umat Allah (Mat. 26:28; Ibr. 9:15). Andaikata Kristus tidak mati dan tidak mencurahkan darah-Nya. Maka Dia tidak akan memiliki sesuatu yang berdasarkannya Dia dapat membuat satu perjanjian. Tetapi Dia mati bagi kita menurut tuntutan-tuntutan Allah yang benar, dan darah yang Dia curahkan melalui kematian itu dipakai untuk membentuk satu perjanjian. Bahkan Dia sendiri pun mengatakan bahwa cawan perjamuan Tuhan adalah tanda dari perjanjian baru dalam darah-Nya (1 Kor. 11:25). Dia menebus kita kembali kepada Allah dan melayakkan kita untuk mewarisi segala sesuatu dari Allah. Inilah perjanjian baru. Sebenarnya, perjanjian baru ini adalah Kristus itu sendiri.
Dalam kebangkitan Kristus menjadi wasiat-wasiat dari perjanjian baru ini dan menjadi Pengantara, Pelaksana, yang melaksanakan perjanjian baru ini (Ibr. 9:15-17). Ini menunjukkan bahwa Kristus adalah perjanjian itu. Misalnya ayah Anda memberikan satu wasiat kepada Anda yang menyatakan bahwa ia akan memberikan sepuluh juta dolar dan banyak kekayaan lainnya kepada Anda. Ia memiliki sertifikat simpanan untuk uang ini dan juga sertifitak untuk harta kekayaannya. Jika wasiat itu tidak mempunyai surat-surat yang sah ini, maka wasiat itu tidak berarti apa-apa. Jadi, dalam realitasnya, surat-surat yang sah ini adalah wasiat itu. Perjanjian baru adalah perjanjian yang diberikan Allah kepada kita. Tetapi bagaimana jika tidak ada Kristus? Maka semua wasiat dalam perjanjian baru itu—janji—tidak berarti apa-apa. Ketika Allah memberikan kepada kita Alkitab sebagai satu wasiat, ini berarti bahwa Allah memberikan Kristus kepada kita. Kristus adalah sentralitas dan universalitas sebagai realitas dari perjanjian baru ini. Bila Kristus diberikan, maka itu berarti Dia adalah perjanjian itu. Kita bukan hanya memiliki butir-butir dari perjanjian baru itu dalam pikiran kita, tetapi kita juga memiliki realitas dari perjanjian ini, yang adalah Kristus, di dalam roh kita. Kristus dalam roh kita adalah realitas dari perjanjian baru, maka Dia adalah perjanjian itu.
Kristus, sebagai perwujudan dari kekayaan Keallahan dan sebagai Dia yang tersalib dan bangkit, telah menjadi perjanjian Allah bagi umat-Nya (Kol. 2:9; 1:19). Dia adalah perjanjian Allah yang diberikan kepada kita, realitas dari semua apa adanya Allah dan dari semua yang telah Allah berikan kepada kita.
D. Untuk Memulihkan Tanah itu
Sebagai perjanjian yang demikian, Dia akan memulihkan tanah itu (Yes. 49:8e). Israel kehilangan tanah itu, dan dalam amanat-Nya Kristus datang untuk memulihkannya.
E. Untuk Menjadi Terang bagi Bangsa-bangsa
Amanat Kristus juga adalah untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa (42:6e; 49:6c). Dia adalah terang hayat, terang yang sejati, untuk menerangi dunia dan menerangi setiap manusia (Yoh. 1:4, 9; 8:12; 9:5). Terang ini adalah terang hayat yang menghidupkan manusia untuk kelahiran kembali (1 Ptr. 1:23). Dia adalah terang yang ilahi, dan ajaib untuk membebaskan umat pilihan Allah keluar dari kegelapan maut, alam kematian, kekuasaan Setan, ke dalam alam terang hayat Allah (1 Ptr. 2:9b; Kis. 26:18a). Kristus sebagai perjanjian adalah agar umat Allah mendapatkan Allah dengan segala kekayaan-Nya sebagai warisan mereka; sedangkan Kristus sebagai terang adalah agar umat Allah menerima Alah sebagai hayat bagi pertunasan baru mereka. Perjanjian adalah untuk wrisan, terang adalah untuk hayat, dan Kristus adalah keduanya. Jadi, ketika kita menerima Kristus, kita memiliki jaminan atas warisan kita dam hayat untuk pertunasan baru kita. Kita memiliki Kristus sebagai warisan kita dan sebagai hayat yang menunaskan kita.
Agar umat Allah dapat menerima Kristus sebagai perjanjian dan terang yang demikian, maka Allah sebagai Pencipta langit dan bumi dan sebagai Dia yang memberikan nafas hidup kepada manusia, juga memberikan roh kepada mereka, agar mereka dapat menikmati Dia, yaitu Allah Tritunggal, sebagai warisan dan hayat mereka (Yes. 42:5; Zak. 12:1). Yesaya 42:5 mengatakan bahwa Allah adalah Dia “yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya.” Ayat ini merupakan pasangan untuk Zakharia 12:1, yang mengatakan bahwa Allah membentangkan langit, dan meletakkan dasar bumi, dan menciptakan roh dalam diri manusia. Mengapa Allah, setelah menciptakan langit dan bumi, membentuk roh dalam diri manusia? Ini adalah agar manusia dapat memiliki satu alat penerima, untuk menerima Allah yang adalah Roh itu untuk menjadi warisannya dan hayatnya. Saya tidak memahaminya sampai saat ini mengapa di dalam Yesaya 42 ayat 5 ditempatkan di antara ayat 4 dan 6. Ayat 4 dan 6 menunjukkan bahwa ada banyak kekayaan yang akan kita terima. Tetapi bagaimana kita dapat menerima kekayaan-kekayaan ini tanpa adanya alat penerima? Jika ada sebuah meja penuh dengan makanan, namun kita tidak mempunyai perut, bagaimana kita dapat memakan makanan itu? Roh kita adalah perut rohani kita untuk menerima semua kekayaan Allah yang terwujud di dalam Kristus.
F. Menerbitkan Keadilan (Penghakiman atas Kebenaran) bagi Keselamatan dalam Kebenaran kepada Bangsa-bangsa
Amanat Kristus sebagai Hamba Yehova juga adalah untuk menerbitkan keadilan (penghakiman atas kebenaran) bagi keselamatan dalam kebenaran kepada bangsa-bangsa (Yes. 42:1, 3b; 49:6d). Keadilan—penghakiman atas kebenaran—adalah bagi pembenaran Allah dalam keselamatan-Nya berdasarkan kepada penebusan melalui penghakiman Allah yang benar; terang hayat adalah untuk penyaluran hayat Allah dalam keselamatan-Nya. Keselamatan Allah memiliki dua aspek—aspek pembenaran dan aspek penyaluran hayat-Nya. Pertama, Allah dalam keselamatan-Nya membenarkan kita. Kemudian kita memiliki kebenaran-Nya. Kemudian Dia menyalurkan hayat-Nya ke dalam kita dalam keselamatan-Nya. Sekarang kita memiliki kebenaran dan hayat.
Kebenaran dalam keadilan dan hayat Allah melalui terang Allah memiliki dua faktor dasar keselamatan Allah (Rm. 1:16-17; 5:18; Tit. 3:7). Roma 1:16 dan 17 mengatakan bahwa injil adalah kekuatan Allah kepada keselamatan, karena kebenaran Allah dinyatakan dalam injil. Roma 5:18 mengatakan bahwa hasil dari tindakan yang benar, yaitu tindakan Kristus, adalah pembenaran hayat bagi semua manusia. Pembenaran ini ada di dalam perjanjian itu. Hayat ada di dalam terang. Jadi, Allah memberikan Kristus sebagai perjanjian bagi kita untuk pembenaran kita dan Allah memberikan Kristus sebagai terang bagi kita untuk hayat kita. Titus 3:7 mengatakan bahwa setelah dibenarkan, kita menjadi ahli-ahli waris menurut pengharapan hayat kekal. Pembenaran membawa hayat kepada kita, dan pembenaran ini adalah berdasarkan perjanjian, dan hayat adalah berdasarkan terang.
G. Untuk Membuka Mata yang Buta Agar Mereka Dapat Melihat Hal-hal Ilahi dan Rohani mengenai Ekonomi Kekal Allah
Kristus diberi amanat untuk membuka mata yang buta agar mereka dapat melihat hal-hal yang ilahi dan rohani mengenai ekonomi kekal Allah (Yes. 42:7a; Luk. 4:18b; Kis. 26:18a). Jika mata rohani kita tidak terbuka, kita tidak akan dapat melihat ekonomi Allah. Kita perlu mata rohani untuk melihat semua hal yang ilahi dan rohani mengenai ekonomi kekal Allah.
H. Untuk Mengeluarkan Orang Hukuman dari Tempat Tahanan, Orang-orang yang Duduk dalam Gelap dari Rumah Penjara, Agar Mereka dapat Dibebaskan dari Kerajaan Setan yang Gelap ke dalam Kerajaan Putra Allah yang Kekasih
Butir yang terakhir dari amanat Kristus adalah untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan, orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. Saya suka satu kidung nyanyian dari Charles Wesley mengenai dibenarkan dalam Kristus (Kidung 234). Dalam bait yang pertama dari kidung ini, Wesley mengatakan, “Penebusan darah Tuhan, siapakah aku hingga dapat berbagian?” Ketika kita menyanyikan kidung ini, kita dapat berkata, “…” Dalam kidung ini Wesley mengatakan bahwa ia berada dalam tahanan, dalam penjara, dan dalam kegelapan. Tetapi pada satu hari sinar terang yang menghidupkan menyinari dia. Ia diselamatkan dan keluar dari penjara untuk mengikut Tuhan (lihat bait 4). Kristus membawa kita keluar dari rumah penjara agar kita dapat dibebaskan dari kerajaan Setan yang gelap ke dalam kerajaan Putra Allah yang kekasih.
Berita ini menyampaikan kepada kita logika dan realitas dari keselamatan Allah dalam dua aspek—aspek Kristus sebagai perjanjian untuk pembenaran dan aspek Kristus sebagai terang untuk hayat. Kita dibenarkan kepada hayat. Inilah keselamatan Allah.