← Daftar isi Yesaya · bab 45/54

HAMBA YEHOVA

Seperti yang Dilambangkan oleh Koresy Raja Persia,

oleh Israel, dan oleh Nabi Yesaya

Pembacaan Alkitab:

Yes. 41:2, 25; 45:13, 1; 48:14b; 46:11b; 44:28; 41:8-16; 42:1a; 43:10; 44:1-5, 21; 49:3; 46:13b; 48:16b; 49:1-4; 50:4-9

Dalam berita ini kita akan melihat Kristus sebagai Hamba Yehova yang dilambangkan oleh tiga persona—pertama, oleh seorang raja Kafir, yaitu Koresy raja Persia; kedua, oleh Israel, umat korporat pilihan Allah; ketiga, oleh Yesaya, seorang nabi Yehova yang khas, bonafit, dan top. Dalam perlambangan, ketiganya adalah lambang hamba Yehova. Karena Kristus itu sangat besar, maka banyak lambang yang diperlukan untuk menggambarkan Dia. Perjanjian Lama penuh dengan lambang Kristus. Dalam Perjanjian Baru, empat Injil menggambarkan Kristus dalam empat aspek, tetapi Dia memiliki banyak sekali aspek. Dalam kitab Yesaya kita dapat melihat banyak aspek dari Kristus yang almuhit ini.

Yesaya adalah seorang penulis yang menakjubkan, dan puitik. Tulisannya panjang. Kita telah menunjukkan sebelumnya bahwa bagian dari Yesaya ini sangat bermakna. Tiga puluh sembilan pasal yang pertama dari Yesaya melambangkan semua makna dalam isi Perjanjian Lama, yang terdiri dari tiga puluh sembilan kitab. Tiga puluh sembilan kitab dari Perjanjian Lama dapat dianggap sebagai elemen, dan tiga puluh sembilan pasal yang pertama ini adalah esens dari elemen ini. Dua puluh tujuh pasal yang terakhir dari Yesaya ini adalah bagian yang kedua dari kitab ini, dan kitab-kitab ini berhubungan dengan dua puluh tujuh kitab dari Perjanjian Baru. Bagian yang terdiri dari dua puluh tujuh kitab ini dapat dianggap sebagai esens dari Perjanjian Baru, yaitu ekstrak dari makna yang sesungguhnya dalam Perjanjian Baru. Ekstrak ini adalah mengenai satu persona. Hari ini kita memanggil Dia Tuhan Yesus Kristus, yang sama dengan Tuhan Yehova dalam Perjanjian Lama.

Pasal pertama dari bagian yang kedua dari Yesaya ini adalah pasal empat puluh, di mana Kristus diwahyukan sebagai Yehova Penyelamat. Dalam pasal ini yang diliput adalah perkara penyingkapan Tuhan Yehova. Menyingkapkan berarti menyatakan. Ketika seseorang tersembunyi, terselubung, dan tertudung, maka kita tidak dapat melihat dia. Ketika penudungnya disingkirkan, maka ia dinyatakan kepada kita. Ini berarti bahwa Dia dinyatakan. Penyingkapan adalah manifestasi/pernyataan. Pasal empat puluh meliput tentang penyingkapan Tuhan Yehova, yang adalah manifestasi dari Tuhan Yesus Kristus. Dalam pasal ini Yesaya mengumumkan, “Lihat itu Allahmu!” (ay. 9). Penyingkapan Tuhan Yehova adalah penampakan Allah, dan Tuhan Yehova ini, Allah yang sesungguhnya ini, adalah Tuhan Yesus Kristus. Yehova, Tuhan Allah, muncul sebagai Tuhan Yesus Kristus, sang Penyelamat.

Dari pasal empat puluh satu sampai enam puluh enam, Kristus diwahyukan sebagai Hamba Yehova. Dua puluh enam pasal ini meliput satu persona ini. Dalam berita ini kita akan meliput wahyu tentang Kristus sebagai Hamba Yehova dalam pasal empat puluh satu sampai lima puluh. Dalam sepuluh pasal ini ada empat hamba Allah—Koresy, raja Kafir; Israel, umat pilihan korporat Allah; Yesaya nabi Allah yang menakjubkan; dan Kristus. Mereka adalah empat orang, tetapi pada akhirnya mereka adalah satu, mereka adalah empat dalam satu.

Sekarang kita perlu melihat apa yang dilakukan hamba-hamba ini sebagai lambang Kristus dan apa yang sedang dilakukan Kristus sebagai Hamba Yehova. Mereka tentunya bersatu dengan Allah untuk melaksanakan amanat-Nya untuk membangun bait sebagai pusat dan realitas dari kepentingan Allah di bumi. Bait Allah hari ini dalam Perjanjian Baru adalah gereja (1 Kor. 3:16-17). Gereja bukanlah satu bangunan fisik dengan sebuah menara dan lonceng. Paulus memberi tahu kita bahwa gereja adalah Allah termanifestasi dalam daging (1 Tim. 3:15-16).

Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru membicarakan tentang gereja. Namun, dalam Perjanjian Baru, Paulus memberi tahu kita bahwa gereja itu tersembunyi dalam Perjanjian Lama. Gereja adalah satu rahasia (Ef. 3:4-5, 9). Meskipun gereja itu tersembunyi dalam penampilannya dalam Perjanjian Lama, tetapi dalam perlambangannya gereja itu tidak tersembunyi. Misalnya, Hawa adalah istri Adam untuk menjadi lambang dari gereja sebagai pasangan Kristus. Jika kita ingin mengenal gereja, kita perlu tahu lambang dari Hawa ini. Hawa sebagai pasangan Adam memiliki sejumlah poin yang sangat bermakna. Hawa dibangun dari tulang rusuk Adam (Kej. 2:22). Allah memakai tulang rusuk ini untuk membangun seorang perempuan. Hawa berasal dari Adam . Ini menandakan bahwa gereja adalah sesuatu yang berasal dari Kristus. Jadi, gereja itu bukan diciptakan. Gereja dibangun dengan sesuatu yang berasal dari Kristus. Tanpa lambang Hawa, kita tidak dapat memahami gereja dengan baik. Hawa berasal dari Adam dan akhirnya kembali kepada Adam menjadi satu daging dengan Adam. Ini adalah satu gambaran gereja yang baik dalam perlambangannya. Perjanjian Lama penuh dengan lambang tentang gereja.

Perjanjian Baru membicarakan tentang gereja sebagai kerajaan Allah (Rm. 14:17) dan rumah Allah, rumah tangga Allah (Ef. 2:19). Rumah, tempat kediaman, juga adalah rumah tangga, yaitu orang-orang yang menghuni rumah itu. Gereja sebagai rumah tangga ini tersusun dari anak-anak Allah (Gal. 3:26), anggota-anggota Kristus (1 Kor. 12:12). Gereja juga adalah Tubuh Kristus (Ef. 1:22-23) dan manusia baru (2:15). Jadi, gereja adalah kerajaan Allah, rumah Allah, rumah tangga Allah, anak-anak Allah, anggota-anggota Kristus, Tubuh Kristus, dan manusia baru. Akhirnya, gereja akan rampung dalam Yerusalem Baru (Why. 21:2). Manusia baru ini diperluas menjadi Yerusalem Baru, dan Yerusalem Baru adalah kota kudus, kemah Allah dan bait Allah. Semua aspek dari gereja ini dapat dilihat dalam perlambangan di dalam Perjanjian Lama. Paulus mengatakan bahwa gereja itu tersembunyi sebagai satu rahasia, tetapi gereja ini tidak tersembunyi dalam lambang-lambang di dalam Perjanjian Lama.

Kita perlu melihat wahyu tentang Kristus yang almuhit dari lambang-lambang dalam kitab Yesaya. Dalam Yesaya, Allah mempunyai empat orang hamba: Koresy, Israel, Yesaya, dan Yesus Kristus, yaitu Mesias yang akan datang. Apakah yang mereka lakukan? Mereka membangun sebuah kota, yaitu, kerajaan Allah. Kota ini adalah lambang dari kerajaan. Mereka juga membangun bait Allah, dan bait Allah ini adalah lambang dari rumah Allah dengan umat Allah sebagai rumah tangga Allah. Israel adalah umat Allah, dan Yesaya dan Kristus adalah bagian dari Israel. Mereka adalah orang Yahudi. Dalam Hosea 11:1 Israel mengacu kepada Kristus (Mat. 2:15).

I. DILAMBANGKAN OLEH KORESY RAJA PERSIA

Koresy digerakkan oleh Yehova (Yes. 41:2a, 25a; 45:13a; Kis. 3:26a), diurapi oleh Yehova (Yes. 45:1a; Luk. 4:18a), dan dikasihi Yehova (48:14b; Mat. 3:170. Ia melakukan kedambaan Allah atas Babel, yang melambangkan Gereja Roma Katholik dalam Wahyu 17. Ia adalah penasehat Allah (Yes. 46:11b; Ibr. 10:7) untuk menaklukkan bangsa-bangsa dan memiliki kuasa atas raja-raja (Yes. 41:2b, 25c; 45:1b; Ezr. 1:2a; Kis. 5:31a; Why. 1:5a). Ia juga adalah gembala Yehova untuk menggenapkan kedambaan-Nya dalam membangun kota (yang melambangkan kerajaan) dan bait Allah dan dalam membebaskan tawanan-tawanan Allah (Yes. 44:28; 45:13b; Ezr. 1:2-3; Yoh. 10:11; 5:30b; 2:19; Luk. 4:18b). Dalam semua aspek di atas, Koresy adalah lambang Kristus sebagai Hamba Yehova.

Yesaya memberi tahu kita bahwa Koresy adalah yang dipilih Allah, yang dibangkitkan Allah, yang dipanggil Allah, yang diurapi Allah, yang dikasihi Allah, dan orang yang akan melakukan kedambaan Allah untuk membuat Allah gembira sepanjang waktu. Ia dikasihi Allah dan bekerja untuk menyenangkan Allah, dan melakukan kerelaan kehendak Allah. Kerelaan kehendak Allah adalah umat-Nya, Israel. Israel adalah pasangan Allah. Yeremia 2 membicarakan tentang kasih pengantin, kasih bulan madu antara Yehova dan Israel. Ayat 2 mengatakan, “Pergilah memberitahukan kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan: Beginilah firman TUHAN: Aku teringat pada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya” (ASV). Dalam Alkitab kasih bulan madu ini disebut kasih pengantin. Yehova menikah dengan Israel dan memiliki satu bulan madu bersama dengan mereka. Pada waktu itu mereka berdua menikmati kasih pengantin. Sungguh mengherankan bahwa istilah-istilah roman ini keluar dari mulut Allah Yehova. Dia jauh cinta kepada Israel. Allah adalah sang Suami, dan umat tebusan-Nya adalah istri-Nya. Dalam Yeremia 3:14 Allah mengatakan bahwa Dia adalah Suami Israel.

Allah mengasihi Israel, mengasihi kerajaan-Nya yang dilambangkan oleh kota itu, dan mengasihi rumah-Nya yang dilambangkan oleh bait Allah. Koresy memperhatikan ketiga hal ini. Nebukadnezar, raja Babel, melakukan sesuatu yang buruk terhadap Allah. Pertama, ia menawan umat Allah. Kedua, ia membakar bait Allah. Ketiga, ia menghancurkan kota itu. Ketiga mustika yang ada dalam hati Allah, dalam kedambaan-Nya ini, dihancurkan oleh Nebukadnezar. Maka, di dalam seluruh Alkitab, Allah membenci Babel.

Koresy datang untuk membebaskan tawanan-tawanan Israel. Ia tidak menginginkan ganti rugi apa pun dari mereka untuk pembebasan ini (Yes. 45:13). Ia menopang mereka dan menyediakan jalan bagi mereka untuk kembali ke negeri nenek moyang mereka (Ezr. 1). Itulah kedambaan Allah yang pertama. Kemudian Koresy memerintahkan mereka untuk kembali membangun bait Allah mereka. Itulah kedambaan Allah yang kedua. Ia juga memerintahkan mereka untuk membangunan kota, yang adalah kedambaan Allah yang ketiga. Allah mengasihi Koresy karena ia melakukan hal-hal yang ada dalam hati-Nya. Apa yang dilakukannya itu menjamah hati Allah.

Yehova menggerakkan orang ini, yaitu Koresy, dari timur (Yes. 41:2a) dan dari utara (ay. 25a). Orang ini adalah burung buas (46:11). Ia akan membawa segala sesuatu dari Tuhan dengan tujuan untuk membebaskan umat Tuhan supaya mereka dapat membangun kembali bait-Nya dan mendirikan kota-Nya. Koresy dipakai Allah untuk membebaskan umat pilihan Allah yang tertawan, untuk membangun rumah-Nya, rumah tangga-Nya, dan mendirikan kerajaan-Nya di bumi.

Apa yang sedang kita lakukan pada hari ini? Kita perlu menjadi orang-orang yang pergi ke luar untuk mendapatkan orang-orang dosa. Inilah yang dimaksud dengan membebaskan umat pilihan Allah. Dalam kekekalan yang lampau Allah memilih berjuta-juta umat, tetapi mereka semua ditawan oleh Setan, yang dilambangkan oleh Nebukadnezar yang jahat itu. Dalam Yesaya 14, Yesaya membandingkan Setan dengan Nebukadnezar, raja Babel (ay. 12-23). Semua orang dosa adalah tawanan-tawanan Setan. Setiap kali kita membawa seorang dosa kepada keselamatan, maka ia dibebaskan dari penawanan Setan. Jika kita memperoleh seratus orang dosa bagi Kristus, maka itu berarti bahwa kita mendapatkan seratus orang tawanan bagi Allah.

Semua malaikat akan bersorak sorai sekalipun hanya satu orang dosa saja yang diselamatkan, yaitu satu orang tawanan dibebaskan (Luk. 15:10, 7). Bait yang pertama dalam kidung hymn 1068 mengatakan:

Bait ini memberi tahu kita bahwa ketika seorang dosa diselamatkan, maka nyanyian dari malaikat-malaikat akan memenuhi pengadilan di surga. Malaikat-malaikat di surga akan bersorak sorai setiap kali seorang dosa diselamatkan.

Pemberitaan injil kita adalah pembebasan tawanan-tawanan. Kemudian, kita membangun gereja, rumah Allah dan rumah tangga Allah, dengan orang-orang dosa yang diselamatkan melalui pemberitaan kita. Kita juga mendirikan kerajaan Allah. Semua orang dosa yang diselamatkan melalui pemberitaan injil kita akan menjadi anggota-anggota dari rumah Allah dan kerajaan Allah. Selain itu, mereka akan menjadi anggota-anggota Tubuh Kristus dan penyusun-penyusun manusia baru. Akhirnya, mereka akan rampung dalam Yerusalem Baru yang akan datang. Hari demi hari dan minggu demi minggu kita harus bekerja dengan cara demikian bagi kerelaan kehendak Allah untuk menjamah hati Allah.

Setiap orang dari kita perlu menjadi Koresy pada hari ini. Seperti Koresy, kita perlu menjadi burung-burung buas yang pergi keluar untuk mendapatkan orang-orang dosa bagi kerajaan Allah. Orang-orang dosa yang diselamatkan ini adalah mangsa kita. Semua orang yang diselamatkan ini adalah tawanan-tawanan yang dibebaskan yang telah menjadi anak-anak Allah dan anggota-anggota Kristus. Betapa baiknya ini! Pekerjaan yang menyenangkan yang demikian ini seharusnya tidak akan pernah membuat kita lelah. Kita seharusnya hanya tahu bagaimana untuk membuat Allah kita senang. Perintah Allah kepada kita seharusnya menjadi manis dan menyenangkan bagi kita. Jika kita sadar apa yang sedang kita lakukan bagi kerelaan kehendak Allah, maka kita akan senang.

Koresy tidak meminta ganti rugi apa pun dalam membebaskan Israel. Nebukadnezar menawan mereka, dan Koresy ingin memulangkan mereka kembali. Ini adalah kerelaannya, dan ini juga adalah kerelaan Allah. Allah di surga menghargai Koresy sebagai seorang hamba yang baik. Allah mungkin berkata kepada Koresy, “Engkau melakukan sesuatu menurut kerelaan kehendak-Ku dalam hati-Ku. Aku senang melihat engkau membebaskan umat-Ku agar mereka dapat membangun bait dan membangun kembali kota kudus.”

II. DILAMBANGKAN OLEH ISRAEL

Israel sebagai lambang Kristus itu lebih subyektif. Sebagai orang-orang yang dipilih Allah, mereka adalah kerajaan Allah, rumah Allah, dan rumah tangga Allah. Israel sebagai satu lambang dari Kristus, Hamba Yehova, dipilih oleh Yehova dan dipegang oleh tangan kanan kebenaran-Nya. Seperti Kristus, Israel mengalahkan musuh-musuh oleh Yehova dan bersorak sorai dan bermegah di dalam Dia, Yang Mahakudus Allah Israel (Yes. 41:8-16; 42:1a; Rm. 8:37; 1 Tes. 2:19-20). Israel juga melambangkan Kristus sebagai Saksi Yehova (Yes. 43:10; Why. 1:5a; 3:14). Sebagaimana Roh itu dicurahkan ke atas Kristus, demikian juga Roh Yehova dicurahkan ke atas Israel untuk menjadi berkat dari keturunannya (Yes. 44:1-5, 21; Mat. 3:16; Luk. 4:18-19). Juga dalam Israel, Yehova dimuliakan, sebagaimana halnya Allah dimuliakan dalam Kristus (Yes. 49:3; 46:13b; Yoh. 17:1; 12:28). Koresy raja Persia ini bekerja bagi Israel sebagai hamba Israel. Ia bukan hanya melayani Allah melainkan juga melayani mereka. Pelayanannya yang menyenangkan adalah memulangkan mereka kembali ke negeri nenek moyang mereka dan menyediakan sesuatu dalam perjalanan mereka. Pada zaman dahulu, dari Babel, yaitu Irak sekarang, ke Yerusalem adalah satu perjalanan yang panjang. Tawanan-tawanan yang kembali itu memerlukan banyak perlindungan pada perjalanan itu. Jika tidak, maka orang-orang dapat merampok mereka dan membunuh mereka. Koresy melakukan segala sesuatunya bagi mereka, dan mereka pulang kembali ke negeri nenek moyang mereka, yaitu ke Tanah Kudus, dengan aman. Itulah pelayanan Koresy. Hari ini, di satu pihak, kita adalah Koresy, dan di pihak lain, kita adalah Israel.

III. DILAMBANGKAN OLEH NABI YESAYA

Yesaya juga bekerja sebagai satu lambang Kristus, Hamba Yehova, untuk menggenapkan kedambaan hati Allah. Nubuatnya membantu dalam membebaskan Israel dan membangun kembali bait dan kota itu. Koresy, raja Kafir, Israel, umat pilihan Allah, dan Yesaya nabi yang diangkat Allah, semuanya melakukan hal yang sama untuk menyenangkan Allah. Mereka melayani untuk membebaskan umat Allah, membangun rumah Allah, dan membangun kerajaan Allah yang dilambangkan oleh kota itu. Ketika Yesus datang, Dia melakukan hal yang sama. Lukas 4:18 mengatakan bahwa Kristus diurapi Allah untuk membebaskan tawanan-tawanan. Dia juga membangun gereja sebagai bait Allah dan mendirikan gereja sebagai kerajaan Allah. Melalui kita dapat melihat bahwa Koresy, Israel, Yesaya, dan Yesus Kristus semuanya adalah hamba-hamba Allah yang melakukan hal yang sama. Mereka adalah empat dalam satu, dan tiga orang yang pertama—Koresy, Israel, dan Yesaya—digarapkan dengan satu Persona yang terakhir, yaitu Kristus. Dalam ketiga orang itu Anda dapat melihat Kristus. Dalam Koresy Anda dapat melihat Kristus; dalam Israel Anda dapat melihat Kristus; dan dalam Yesaya Anda juga dapat melihat Kristus.

Hari ini kita adalah hamba-hamba Allah. Kita perlu satu visi untuk melihat Koresy, Israel, dan Yesaya yang melambangkan Kristus sebagai Hamba Yehova. Kita perlu memiliki realisasi bahwa kita adalah Koresy dan Yesaya hari ini, karena kita bersatu dengan Tuhan kita Yesus Kristus. Kita semua adalah hamba-hamba Allah yang sedang melakukan hal yang sama di alam semesta ini—membebaskan umat Allah, membangun bait, dan rumah-Nya dan membangun kerajaan-Nya, yaitu kota itu. Kapan kala saya mempertimbangkan apa yang telah saya lakukan, yang masih sedang saya lakukan dan yang akan saya lakukan untuk melaksanakan kerelaan kehendak Allah dengan cara ini, maka saya menjadi gembira. Jika kita mempersembahkan diri kita untuk menggenapkan kedambaan hati Allah, maka kita adalah orang yang paling bijaksana di bumi ini. Kita memiliki pekerjaan yang terbaik dengan tujuan yang terbaik. Kita perlu sadar bahwa pekerjaan kita sebagai orang-orang yang diutus Allah ini adalah pekerjaan yang tertinggi.

Yesaya memberi tahu kita bahwa ia diutus dengan Roh Yehova oleh Yehova (Yes. 48:16b). Allah tidak mengutus Yesaya sendirian. Ia diutus Allah dengan Allah Roh. Perjanjian Baru memberi tahu kita bahwa ketika Tuhan Yesus diutus oleh Bapa, Bapa mengutus Dia bersama dengan Roh Allah (Luk. 4:14). Roh itu selalu menyertai Yesus. Selain itu, Bapa yang mengutus Putra juga datang bersama dengan Putra. Yesus juga mengatakan bahwa Dia tidak sendirian, tetapi Bapa juga menyertai Dia (Yoh. 8:29). Ketika Yesus datang, tiga persona dalam Keallahan itu semuanya datang. Kita harus memiliki jaminan bahwa ketika kita pergi kepada orang, Roh itu dan Kristus juga pergi bersama-sama dengan kita. Selain itu, Kristus adalah perwujudan Bapa, maka Bapa juga menyertai kita. Ketika kita pergi keluar untuk memberitakan injil, Allah Tritunggal pergi bersama-sama dengan kita. Kita perlu mengalami hal ini sama seperti Yesaya.

Yesaya melambangkan Kristus sebagai seorang yang dibuat Yehova untuk menjadi mulut-Nya untuk menyampaikan firman-Nya (Yes. 49:1-2; Yoh. 3:34a). Saya gembira karena saya adalan satu mulut untuk membicarakan firman Allah. Kita semua juga harus gembira. Kita semua adalah mulut untuk mengatakan firman Allah. Jika kita bukan mulut, maka kita bukanlah hamba-hamba Allah. Setiap hamba Allah berbicara bagi Allah. Kita harus belajar membicarakan Kristus bagi Allah dengan banyak cara dan dalam berbagai aspek.

Yesaya sebagai lambang Kristus menganggap dirinya sebagai hamba Yehova, yaitu bagian dari Israel, bagi kemuliaan-Nya (Yes. 49:3; Hos. 11:1; Mat. 2:15). Kita juga perlu menyadari bahwa kita adalah satu bagian dari Israel hari ini. Galatia 6:16 mengatakan bahwa gereja adalah Israel Allah yang riil. Kita adalah orang-orang dosa yang telah dibebaskan bagi pembangunan gereja, dan kita adalah gereja. Ketika kita membangun gereja sebagai Tubuh Kristus, maka kita sedang membangun diri kita sendiri bagi kemuliaan Allah.

Dalam Yesaya 49:4 Yesaya memberi tahu kita bahwa ia menganggap dirinya sebagai orang yang bersusah payah dengan percuma, dengan memakai kekuatannya dengan tak berguna dan sia-sia; namun ia yakin bahwa haknya terjamin pada Yehova dan upahnya ada pada Allahnya. Dulu saya memiliki perasaan dan pengalaman yang demikian. Saya seringkali merasa bahwa saya hidup dengan percuma dan bahwa saya memakai seluruh kekuatan saya dengan tak berguna, dan sia-sia. Setelah sejangka waktu melayani Tuhan, kita mungkin merasa bahwa kita telah bersusah payah dengan percuma. Kita mungkin merasa habis dan bahwa kita telah memakai kekuatan kita dengan tak berguna dan sia-sia. Semua hamba Tuhan memiliki perasaan yang sama. Di satu pihak, di pagi hari kita mungkin saja gembira, memuji Tuhan bahwa kita sedang melaksanakan pekerjaan yang top. Namun, kemudian di siang hari, kita merasa bahwa kita telah bersusah payah dengan percuma dan tak berguna. Tetapi selain ini, Yesaya mengatakan bahwa ia yakin bahwa haknya ada pada Yehova. Saya dapat mempersaksikan bahwa meskipun orang-orang mengata-ngatai saya dan mencemarkan nama baik saya, di lubuk hati saya memiliki keyakinan bahwa hak saya terjamin pada Kristus. Dia tahu apakah saya bersusah payah untuk kesia-siaan atau untuk realitas. Hak saya terjamin pada Yehova dan upah ada pada Allah saya.

Yesaya 50:4 dan 5 membicarakan tentang pengajaran yang diterima oleh Yesaya sebagai hamba Yehova—“Tuhan Yehova telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan Yehova telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.” Kita tidak boleh pergi untuk berbicara kepada orang lain seperti profesor-profesor. Kita harus pergi berbicara sebagai orang-orang yang terdidik, sebagai pelatih, yaitu sebagai orang-orang yang mendidik dan mengajar. Untuk mengatakan suatu firman untuk memberi semangat baru kepada yang letih lesu, kita harus memiliki lidah seorang murid. Kadang-kadang saya sedikit memperhatikan diri saya dan para pelatih di dalam pelatihan sepenuh waktu. Kita mungkin berbicara seperti guru yang mengetahui sesuatu. Sebenarnya ini berarti kita tidak tahu apa-apa. Kita perlu berbicara dengan lidah seorang murid, seorang yang terpelajar. Sekalipun saya mengajar, saya harus mengajar dengan rendah hati, dengan mempertimbangkan dan mengakui bahwa saya sendiri tidak tahu banyak hal.

Sebagai orang-orang yang diajar, kita perlu dibangunkan oleh Tuhan setiap pagi. Inilah kebangunan pagi yang riil. Dia membangunkan telinga kita untuk mendengar sebagai seorang murid. Ketika Tuhan Yehova membuka telinga kita dan berbicara kepada kita, kita tidak boleh memberontak atau berpaling. Kita harus mengambil firman-Nya dan mentaatinya. Inilah sikap Yesaya sebagai seorang murid yang melayani Yehova. Ini juga melambangkan Kristus. Empat Injil memperlihatkan bahwa Tuhan Yesus memiliki sikap yang demikian.

Yesaya 50:6-9 memperlihatkan kehidupan yang ditempuh oleh Yesaya sebagai hamba Yehova. Dalam ayat-ayat ini Yesaya, sebagai hamba Yehova yang melambangkan Kristus berkata, “Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak mendapat malu. Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku berperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah? Sesungguhnya, mereka semua akan memburuk seperti pakaian yang sudah usang; ngengat akan memakan aku.”Ayat-ayat ini juga menggambarkan kehidupan yang ditempuh oleh Yesus di bumi (Mat. 26:67; 1 Ptr. 2:23). Ini bukan hanya perkataan Yesaya melainkan juga perkataan Tuhan Yesus. Yesaya melambangkan Kristus dalam menerima pengajaran dari Allah. Dalam kehidupan yang ditempuhnya, Yesaya adalah seorang lambang Kristus yang riil.

Dalam Yesaya 41 sampai 50 kita dapat melihat tiga orang hamba yang melambangkan satu Hamba. Tiga hamba ini—Koresy, Israel, dan Yesaya, tergabung dalam Hamba yang keempat ini, yaitu Kristus yang almuhit. Mereka semua adalah satu, yang melayani Allah Yehova bagi kerelaan kehendak-Nya untuk membuat-Nya gembira dalam membebaskan dan membangkitkan umat pilihan Allah untuk membangun bait Allah dan kota Allah dan untuk mendirikan kerajaan Allah, yang akan diperbesar hingga rampung dalam Yerusalem Baru. Inilah sebenarnya yang sedang kita lakukan pada hari ini.