YEHOVA SANG PENYELAMAT
Pembacaan Alkitab:
Yes. 40:3-31; Yoh. 3:34a; 7:17; 1 Yoh. 2;17a; 1 Ptr. 1:23-25; Mat. 9:36; Yoh. 10:2-4, 11, 14; Ef. 6;10; Flp. 4:13, 12; 2 Tim. 4:7
Dalam berita sebelumnya kita telah menunjukkan bahwa kitab Yesaya dapat dibagi ke dalam dua bagian. Bagian pertama terdiri dari tiga puluh sembilan pasal yang pertama, dan bagian kedua terdiri dari dua puluh tujuh pasal yang terakhir. Pasal empat puluh, pasal yang pertama dari bagian yang kedua ini, memperlihatkan kepada kita Kristus sebagai Yehova Penyelamat. Pasal empat puluh satu sampai enam puluh enam mewahyukan Kristus sebagai Hamba Yehova. Sebagai Hamba Yehova, Dia dilambangkan oleh tiga orang—Koresy, Yesaya, Israel. Dalam kitab Yesaya, Koresy disajikan dalam hal yang sangat baik dan positif. Allah mengatakan bahwa Dia memilih Koresy, mengasihi Koresy, dan menunjuk Koresy untuk melaksanakan amanat-Nya. Dalam Yesaya, Koresy melambangkan Kristus. Yesaya, nabi Yehova, juga melambangkan Kristus sebagai Hamba Yehova. Israel sebagai hamba Yehova yang korporat juga melambangkan Kristus. Kristus adalah totalitas Israel. Dalam berita ini kita akan melihat wahyu tentang Kristus yang almuhit dalam Yesaya 40, di mana Kristus diwahyukan sebagai Yehova Penyelamat, sebagai kabar suka.
Kitab Yesaya tidak mudah untuk dipahami. Pasal empat puluh dapat dianggap sebagai pasal yang paling sulit dalam kitab ini. Yesaya menulis pasal ini dengan cara yang menakjubkan dengan satu nubuat mengenai Yohanes Pembaptis. Pasal empat puluh sampai enam puluh enam, yaitu dua puluh tujuh pasal, dapat dianggap sebagai satu firman dari Yehova kepada umat yang dihajar dan dipilih-Nya, yaitu Israel. Firman ini adalah satu perkataan penghiburan. Dalam tiga puluh lima pasal yang pertama, Yesaya tidak mempunyai perasaan yang baik tentang Israel. Ia menegur, menghakimi, dan menelanjangi Israel sampai pada puncaknya. Yeremia bahkan lebih tegas daripada Yesaya dalam hal ini. Ia berulang kali menunjukkan betapa jahatnya Israel itu. Tiga puluh lima pasal yang pertama dari Yesaya ini penuh dengan tegurannya terhadap Israel. Pasal tiga puluh enam sampai tiga puluh sembilan adalah satu interval mengenai seseorang—Hizkia. Setelah sejarah singkat yang terdiri dari empat pasal ini, nada Yesaya mutlak berubah. Tidak ada lagi teguran atau penghakiman. Sebaliknya, ada firman penghiburan Yehova kepada Israel, dan permulaan dari firman Yehova ini adalah kabar suka. Yesaya mengatakan dalam 40:9, “Lihat, itu Allahmu!” Selama Allah ada di sini, maka kabar suka pun ada di sini.
Perjanjian Baru memperlihatkan bahwa Allah datang untuk menjadi manusia sebagai Yesus, Dia yang berinkarnasi. Allah sendiri berinkarnasi (Yoh. 1:1, 14). Itu adalah kedatangan-Nya kepada manusia. Kejadian 18 mencatat bagaimana Allah datang kepada Abraham. Dia datang dengan dua malaikat untuk mengunjungi Abraham. Dia dan malaikat-malaikat ini semuanya dalam bentuk manusia ketika mereka datang kepada Abraham, tetapi Yesus datang dengan cara yang berbeda. Dia datang dengan cara inkarnasi, dengan cara masuk ke dalam manusia dan menjadi manusia untuk mengambil bagian dalam keinsanian manusia secara langsung, dan mengambil bagian dalam darah dan daging manusia. Untuk kedatangan-Nya ini perlu ada seorang perintis untuk membawa masuk Allah yang berinkarnasi ini kepada umat-Nya. Perintis ini adalah Yohanes Pembaptis. Perjanjian Baru dibuka dengan dibawa masuknya Yohanes, rekomendasi Yohanes dan perkenalan Yohanes tentang Allah yang berinkarnasi ini.
I. DIBAWA MASUK OLEH SUARA DARI SESEORANG
(YOHANES PEMBAPTIS)
YANG BERSERU-SERU DI PADANG GURUN
Perkenalan Yohanes dinubuatkan oleh Yesaya dalam 40:3-4. Yehova Penyelamat, yaitu Yesus dibawa masuk oleh suara Yohanes Pembaptis yang berseru-seru di padang gurun. Dalam ayat 3, suara itu berseru, “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!” Mempersiapkan jalan Yehova adalah mempersiapkan jalan bagi Yesus. Yesus adalah Yehova Perjanjian Baru. Yehova dan Yesus adalah satu persona. Dalam Perjanjian Lama, nama Yesus adalah Yehova, dan dalam Perjanjian Baru nama Yehova adalah Yesus. Mempersiapkan jalan bagi Yehova adalah meluruskan di padang belantara jalan raya bagi Allah kita. Jalan Yehova, yaitu Yesus, adalah jalan raya bagi Allah kita. Ini berarti bahwa Yesus adalah Allah kita.
Ayat 4 mengatakan, “Setiap lembah harus ditutup dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran.” Ketika saya pertama kali datang ke Amerika Serikat, saya seringkali bepergian, dan jalan-jalan raya itu mengagumkan saya. Jika ada sebuah lembah, maka ada satu jembatan di atasnya. Tanahnya rata dan teratur sehingga jalan-jalan raya dapat dibangun.
Kita perlu memikirkan apakah yang dimaksud Yesaya dengan membuat jalan raya bagi Allah kita. Mempersiapkan jalan Yehova adalah mempersiapkan hati kita. Yesus datang dengan tujuan untuk masuk ke dalam roh kita, tetapi untuk masuk ke dalam roh kita, Dia harus melalui hati kita. Hati kita terdiri dari empat bagian—pikiran, emosi, tekad dan hati nurani. Hati manusia penuh dengan lembah, gunung, bukit, tanah yang berbukit-bukit, dan tanah yang berlekuk-lekuk.
Sebelum kita diselamatkan hati kita itu lurus ataukah berbukit-bukit? Apakah rata atauberlekuk-lekuk? Dalam hati kita ada lembah, gunung, tanah yang berbukit-bukit, dan tanah yang berlekuk-lekuk. Bahkan sekarang pun kita harus mengakui bahwa hati kita itu tidak lurus, tidak rata. Hati kita masih berbukit-bukit dan berlekuk-lekuk. Jalan raya adalah hati yang rata. Setiap bagian hati kita dan jalan hati kita perlu diluruskan oleh Tuhan melalui pertobatan agar Tuhan dapat masuk ke dalam kita untuk menjadi hayat kita dan memiliki kita (Luk. 1:17).
Pikiran kita mungkin penuh dengan tanah yang berbukit-bukit, dan emosi kita mungkin sangat berlekuk-lekuk. Kita mungkin dingin terhadap Tuhan. Inilah sebabnya mengapa Yohanes berseru-seru di padang gurun untuk meluruskan di padang belantara jalan raya bagi Allah kita. Hati manusia itu seperti padang belantara yang penuh dengan tanah yang berbukit-bukit dan berlekuk-lekuk. Seperti apakah hati kita itu? Apakah hati kita itu lurus dan rata, tanpa adanya lembah, gunung, tanah yang berbukit-bukit, atau tanah yang berleuk-lekuk? Inilah perkataan seruan dari Yohanes Pembaptis untuk membawa masuk Penyelamat, yang adalah Yesus sebagai Allah Yehova yang dinyatakan.
II. PENYATAAN YEHOVA
Penyataan Yehova adalah penampakan Yesus. Yohanes memberi tahu orang-orang bahwa ia bukan Kristus melainkan orang yang mendahului Kristus untuk mempersiapkan jalan-Nya (Mrk. 1:1-8). Yesus, Dia yang datang setelah Yohanes, adalah penampakan Yehova. Yesus yang adalah Yehova, adalah Allah kita. Dia adalah penyataan Yehova. Yesaya 40:5 mengatakan bahwa semua daging akan melihat Dia. Ini adalah kabar suka, kabar baik.
Ayat 5 juga menunjukkan bahwa Yehova dinyatakan melalui pembicaraan-Nya (Yoh. 3:34a; 7:17). Dalam Injil Yohanes, Tuhan Yesus memberi tahu kita bahwa Dia diutus oleh Bapa (5:36b-37a) dan bahwa Dia tidak berkata-kata dari diri-Nya sendiri 914:10). Dia berkata-kata dari Bapa-Nya, dan perkataan-Nya adalah ekspresi Bapa. Semakin Anda mendengar perkataan-Nya, maka Anda akan semakin melihat Yehova. Yohanes 3:34a mengatakan, “Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah.” Dia diutus oleh Allah untuk membicarakan Firman Allah bagi ekspresi Allah. Dengan kata lain, pembicaraan-Nya adalah penyataan Allah. Bila Anda mendengar Dia, maka Anda akan melihat Allah. Dalam firman-Nya, yaitu pembicaraan-Nya, Allah disingkapkan dan disajikan kepada Anda.
Yesaya melanjutkan mengatakan dalam 40:6-8a bahwa seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Semua daging, yaitu semua umat manusia, tidak akan lama. Satu Yohanes 2:17 mengatakan bahwa dunia ini sedang berlalu. Di sini dunia, menurut pemakaiannya dalam Yohanes 3:16, mengacu kepada ras manusia, umat manusia. umat manusia akan berlalu, tetapi firman Yesus akan tetap untuk selama-lamanya. Ada banyak orang terkenal sepanjang sejarah yang dibicarakan, tetapi perkataan mereka tidak ada yang tetap sampai selama-lamanya. Ketika mereka mati, maka perkataan mereka juga mati bersama dengan mereka, tetapi perkataan Yesus tetap ada sampai selama-lamanya. Yesus masih sedang berbicara, dan perkataan-perkataan-Nya tetap ada sampai selama-lamanya.
Bila kita mendengar perkataan-Nya, maka kita akan melihatnya. Kita diselamatkan melalui mendengarkan perkataan-Nya. Ada yang mengatakan bahwa pada waktu tertentu mereka melihat Yesus dan diselamatkan. Sebenarnya mereka bukan melihat Dia secara fisik, melainkan mereka mendengarkan perkataan-Nya. Perkataan-Nya adalah diri-Nya sendiri, dan Dia adalah Yehova, dan Yehova adalah Allah. Jadi kita dapat mengatakan bahwa firman ini adalah Allah. Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu adalah Allah (Yoh. 1:1). Ketika saya berbicara, saya selalu berlatih untuk tidak berkata-kata dari diri saya sendiri. Saya berlatih untuk menyampaikan firman Tuhan. Bila kita berbicara dengan cara ini, maka Tuhan hadir dalam pembicaraan kita, dan orang lain dapat melihat Yesus. Bila kita berada di bawah ministri firman Tuhan, maka kita akan melihat Yesus, Yehova, Penyelamat, Allah, dan kabar suka. Semuanya ini adalah satu. Inilah sebabnya mengapa kita, orang-orang yang telah diselamatkan, senang untuk datang ke sidang-sidang. Dalam sidang-sidang ada pembicaraan Tuhan, firman Allah. Bila kita mendengar perkataan-Nya, maka kita akan melihat Dia.
Perkataan-Nya akan tetap ada sampai selama-lamanya untuk menghidupkan orang-orang agar mereka dapat mengambil bagian dalam hayat kekal-Nya bagi kenikmatan mereka (Yes. 40:8c; 1 Ptr. 1:23-25). Ketika orang-orang mendengarkan perkataan-Nya, maka mereka akan dihidupkan. Ketika kita mendengar injil, kita melihat Yesus, kita dijadikan hidup, dan kita mengambil bagian dalam hayat kekal-Nya bagi kenikmatan kita. Petrus memberi tahu kita dalam surat Rasulinya yang pertama bahwa kita telah dilahirkan kembali melalui firman Allah yang hidup dan yang kekal. Sebagai orang-orang yang telah jatuh, kita seperti rumput kering dan bunga yang layu, tetapi kita telah mendengar firman yang hidup, dan yang tetap ada sampai selama-lamanya. Firman yang hidup ini membawakan hayat yang kekal ke dalam kita untuk melahirkan kita kembali, dan kita menerima hayat yang kekal ini bagi kenikmatan kita setiap hari. Inilah aspek yang pertama dari kabar suka.
III. KABAR SUKA—“INILAH ALLAHMU”
Yesaya 40:9 mengumumkan kabar suka—“Inilah Allahmu!” Inilah penampakan Yehova. Yehova ada di sini, dan Dia adalah Allah Anda. Ini adalah kabar suka. Jika Anda memiliki Allah, maka Anda memiliki segala sesuatu. Jika Anda memiliki Allah, setiap masalah akan dipecahkan, setiap kekurangan akan disuplai, dan setiap kekurangan akan dipenuhi. Perkataan yang singkat ini—“Inilah Allahmu!”—adalah kabar suka. Kita harus berdoa secara memadai untuk dipenuhi dengan Allah, dan menerima pemenuhan Roh Kudus. Kemudian ketika kita datang ke sidang, dalam satu hal, kita tidak perlu berbicara begitu banyak. Sebaliknya, kita semua dapat mengumumkan, “Inilah Alahmu!” Inilah aspek yang kedua dari kabar suka.
IV. TUHAN YEHOVA AKAN DATANG
Aspek yang ketiga dari kabar suka adalah Tuhan Yehova akan datang. Dia datang sebagai Yang mahakuasa untuk memerintah dan membalas (Yes. 40:10). Dia adalah Penguasa yang datang sebagai Yang mahakuasa untuk memerintah atas kita. Dia juga adalah Hakim. Dia akan memberikan pahala kepada kita atau menghukum kita. Ini adalah pembalasan-Nya, yang adalah penghakiman-Nya. Yesus datang sebagai Penyelamat, tetapi dalam empat Injil kita juga melihat Dia sebagai hakim. Dalam Matius 5 Tuhan mengucapkan sembilan berkat bagi umat kerajaan, tetapi dalam Matius 23 Dia mengucapkan delapan celaka kepada ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi. Dia berulang kali mengumumkan, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi yang munafik.” Ini adalah penghakiman-Nya. Di aspek positif, pada-Nya ada pahala dan di aspek negatif ada hukuman, yaitu pembalasan. Dia akan menghakimi kita.
Sebagai Yang mahakuasa, Yang memerintah dan menghakimi, Dia datang untuk menjadi Gembala (Yes. 40:11; Mat. 9:36; Yoh. 10:2-4, 11, 14). Sewaktu gembala merawat kawanan dombanya, ia memerintah atas domba-domba itu untuk mengoreksi mereka. Pemerintahan dan pengoreksiannya adalah penggembalaannya. Dulu, kita adalah orang-orang yang liar yang tidak mau mendengar injil atau firman Allah. Tetapi dalam pemerintahan-Nya, Yesus melakukan sesuatu untuk mengatur kita. Pengaturan-Nya adalah penggembalaan-Nya. Banyak dari kita yang diselamatkan karena pengaturan Yesus. Pengaturan-Nya menggembalakan kita untuk membawa kita masuk ke dalam kawanan itu, untuk mendapatkan kita pada jalan yang benar, dan menyetel kita kepada langkah yang tepat. Dia menyetel kita agar kita tidak berjalan terlalu cepat atau terlalu lambat, melainkan mengikuti langkah kawanan domba. Hari ini Dia masih menggembalakan kita dengan menyetel kita. Dia mengarahkan kita, menghentikan kita, dan mendorong kita maju.
Sebagai Gembala, Dia juga memberi makan kawanan domba-Nya, dan mengumpulkan domba-domba itu pada lengan-Nya, membawa mereka ke pangkuan-Nya, dan menuntun induk-induk domba yang merawat anak-anaknya. Di antara kita ada beberapa orang adalah domba-domba dan ada beberapa orang yang merawat domba-domba muda. Yesus, Gembala kita, merawat seluruh kawanan domba-Nya. Ini tentunya adalah bagian dari kabar suka itu.
V. SANG KUDUS, ALLAH YANG KEKAL, YEHOVA, PENCIPTA UJUNG-UJUNG BUMI, YANG BERTAKHTA DI ATAS BULATAN BUMI
Setelah penggembalaan ini, maka kawanan, yaitu domba-domba, akan mengenal Yesus sebagai Sang Kudus, Allah yang kekal, Yehova, Pencipta ujung-ujung bumi, yang bertakhta di atas bulatan bumi (Yes. 40:22, 25-26, 28a). Sewaktu kita memberi makan kaum beriman yang baru kita bawa kepada Tuhan, maka ia akan dibantu oleh kita untuk mengenal Yesus lebih banyak. Ia akan dibantu untuk mengenal Yesus sebagai Allah yang kekal, Yehova, Pencipta ujung-ujung bumi.
Sebenarnya, Yesaya 40 mewahyukan tahap-tahap dari jalan yang ditentukan Allah. Kita harus mendapatkan orang dan memberi mereka makan. Kemudian mereka mulai akan mengenal bahwa Penyelamat mereka, yaitu Yesus adalah Sang Kudus, Allah yang kekal, Yehova, dan Pencipta langit dan bumi. Ketika kita pergi untuk mengunjungi kaum beriman yang baru, kita harus membicarakan kepada mereka tentang Yesus dalam aspek-aspek ini. Kemudian mereka akan diberi makan. Mereka akan sadar bahwa Yesus itu ajaib. Dapatkah Socrates, Konfusius, atau Budha dibandingkan dengan Dia? Tidak ada perbandingan di antara Dia dengan siapa pun atau apa pun juga. Sebagai Sang Kudus, Yesus itu tidak terbatas, tidak terduga, tidak dapat dibandingkan, dan tinggi (Yes. 40:12-14, 17-18, 28b, 22a).
Yesaya 40:15 dan 17 mengatakan bahwa semua bangsa seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca, dan bukan apa-apa, bahkan lebih dari bukan apa-apa, hanya sia-sia belaka—hampa. Mungkin Anda akan membawa profesor universitas kepada Tuhan dan mulai memberi dia makan. Seorang profesor universitas mungkin menganggap bahwa ia adalah seorang yang sangat penting dengan mempunyai banyak martabat. Namun, sewaktu Anda memberi dia makan, maka ia akan tahu bahwa ia itu seperti setitik air dalam timba dan seperti sebutir debu pada neraca. Akhirnya ia akan sadar bahwa ia itu bukan apa-apa dan bahwa Kristus adalah segala sesuatu. Dia akan sadar bahwa di luar Kristus, ia bahkan lebih dari bukan apa-apa, sia-sia, dan hampa. Inilah yang akan menjadi hasil dari kunjungan Anda kepadanya dengan memberi dia makan berulang kali.
Kita harus memberitakan Kristus sampai sedemikian rupa, hingga membuat orang-orang mengenal bahwa mereka itu sia-sia dan hampa belaka. Semakin mereka menyadari bahwa mereka itu bukan apa-apa, hampa dan sia-sia, maka mereka akan semakin mengapresiasi Kristus dan dipenuhi dengan Kristus. Mereka akan memustikakan Kristus. Saulus dari Tarsus juga seperti ini. Akhirnya, ia menyadari bahwa segala sesuatu adalah sampah dan hanya Kristuslah yang paling unggul. Ia bahkan menganggap bahwa pengenalan akan Kristus itu melebihi segalanya (Flp. 3:8). Jika seorang saudara dengan kedudukan yang tinggi memustikakan kedudukan ini, maka ia tidak akan dapat menikmati Kristus demikian banyak. Kita harus menghitung segala sesuatu sebagai sampah agar kita dapat memperoleh Kristus dan menikmati Kristus. Inilah aspek yang keempat dari kabar suka.
VI. MEMBERI KEKUATAN DAN MENAMBAH SEMANGAT ORANG-ORANG YANG MENANTI-NANTIKAN DIA
Aspek yang kelima dari kabar suka di dalam Yesaya 40 ini adalah bahwa Yehova Penyelamat memberi kekuatan dan menambah semangat orang-orang yang menanti-nantikan Dia (ay. 29-31). Kita mengalami hal ini ketika kita bernubuat, yaitu ketika kita berbicara bagi Tuhan. Ketika kita bernubuat kita diberi kekuatan dan semangat.
Tuhan memberi kekuatan kepada yang lelah, dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya (ay. 29). Dalam Efesus 6:10 Paulus mengatakan, “Jadilah kuat di dalam Tuhan dan di dalam kekuatan kuasa-Nya.” Dia juga mengumumkan, “Segala sesuatu dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku” (Flp. 4:13). Kristus adalah Yang memberi kekuatan, maka kita orang-orang yang menanti-nantikan Dia tidak akan lelah atau tiada berdaya. Dalam Kristus sebagai Dia yang memberi kekuatan, kita akan seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Yesaya 40:30 dan 31 mengatakan, “Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Ini adalah cara Perjanjian Lama menggambarkan orang-orang yang bersandar kepada Yesus. Perjanjian Baru mengeskpresikan hal ini dalam Efesus 6:10 dan Filipi 4:13. Paulus juga mengatakan dalam Filipi 4:12, “Aku telah mempelajari rahasia.” Ia mempelajari rahasia kecukupan dalam Kristus, maka ia tidak lesu atau menjadi lelah. Pada akhir hidupnya, dalam 2 Timotius 4:7, ia mengumumkan, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik.”
Yesaya 40 menyajikan satu gambaran yang menakjubkan tentang Kristus yang almuhit sebagai Yehova Penyelamat. Melalui firman-Nya yang hidup dan yang kekal, kita telah dilahirkan kembali. Kita telah diberi makan oleh Dia untuk mengenal Dia sebagai Sang Kudus, Allah yang kekal, Yehova, Pencipta langit dan bumi. Dia itu tidak terbatas, tidak terduga, tidak dapat dibandingkan, dan tinggi. Kita umat manusia itu seperti setitik air dalam timba dan debu dalam neraca. Kita bukan apa-apa dan lebih dari bukan apa-apa, sia-sia dan hampa. Bila kita mengenal Kristus dengan cara ini, maka kita layak untuk menanti-nantikan Dia. Kita bukan apa-apa dan Dia adalah segalanya. Karena itu, kita tidak memiliki kepercayaan dalam diri kita sendiri. Kita harus meletakkan kepercayaan/sandaran kita kepada-Nya dan menanti-nantikan Dia. Kemudian Dia akan memberikan kita sayap rajawali untuk naik terbang, sehingga kita dapat berlari dalam pertandingan kehidupan orang Kristen tanpa menjadi lesu atau menjadi lelah. Inilah Kristus yang disajikan kepada kita dalam Yesaya 40.