MAHKOTA KEMULIAAN DAN PERHIASAN KEPALA YANG INDAH; BATU SEBAGAI SATU PONDASI, BATU YANG TERUJI, DAN BATU YANG MAHAL; DAN SEORANG RAJA SEPERTI TEMPAT PERTEDUHAN,
TEMPAT PERLINDUNGAN, ALIRAN-ALIRAN AIR,
DAN NAUNGAN BATU YANG BESAR
Pembacaan Alkitab:
Yes. 28:5, 16; 32:1-2; Rm. 9:33; Mat. 21:42; Kis. 4:11-12; Mzm. 118:22-24, 26; Mat. 23:39
Ini adalah berita yang terakhir tentang bagian yang pertama dari Yesaya mengenai Kristus yang almuhit. Kitab Yesaya dapat dibagi menjadi dua bagian. Bagian yang pertama terdiri dari tiga puluh sembilan pasal yang pertama, dan bagian yang kedua terdiri dari dua puluh pasal berikutnya, yaitu dari pasal empat puluh sampai enam puluh enam. Ini mirip dengan pembagian Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama memiliki tiga puluh sembilan kitab, dan Perjanjian Baru memiliki dua puluh tujuh kitab. Pada akhir dari bagian pertama dari Yesaya ini, yaitu dari pasal tiga puluh enam sampai tiga puluh sembilan, ada catatan tentang Hizkia. Maka, berita yang terakhir tentang bagian pertama dari Yesaya yang meliput aspek-aspek tentang Kristus yang almuhit ini mencakup sampai pasal tiga puluh lima. Dalam berita selanjutnya kita akan mulai melihat aspek-aspek dari Kristus dalam pasal empat puluh, yaitu pasal pertama dari bagian yang kedua dari Yesaya ini.
Dalam berita ini kita akan melihat Kristus sebagai satu mahkota, batu dan seorang Raja. Dia adalah mahkota kemuliaan dan perhiasan kepala yang indah; Dia adalah satu batu sebagai satu pondasi, batu yang teruji, dan batu penjuru yang mahal; dan Dia adalah seorang Raja sebagai seorang manusia yang menjadi satu tempat perteduhan, tempat perlindungan, aliran-aliran air dan naungan batu yang besar. Butir-butir tentang Kristus ini pada akhirnya semuanya akan digenapkan sepenuhnya pada zaman pemulihan setelah Allah mendapatkan pemerintahan-Nya yang lengkap dalam hubungannya dengan Israel.
Hari ini bangsa Israel dibatasi dengan sebidang tanah yang sempit sepanjang Laut Tengah. Tanpa pengaturan kedaulatan Allah dengan mendapatkan satu negara seperti Amerika Serikat untuk melindungi Israel, maka Israel akan semakin berkurang. Krisis yang belakangan ini terjadi di Timur Tengah adalah pelaksanaan kedaulatan Allah untuk meninggikan Israel dan merendahkan negara-negara Arab yang menentangnya. Meskipun Israel telah ditinggikan, namun Israel masih tetap menderita. Namun, harinya akan tiba di mana Israel akan dipulihkan sepenuhnya. Kejadian pada waktu itu akan menjadi kedatangan Kristus yang kedua kali dalam kemuliaan-Nya.
Ulangan 11:24 membicatakan tentang batas-batas wilayah Israel—“Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, kamulah yang akan memilikinya: mulai dari padang gurun sampai gunung Libanon, dan dari sungai itu, yakni sungai Efrat, sampai laut sebelah barat, akan menjadi daerahmu.” Laut sebelah barat/laut yang terjauh adalah Laut Tengah. Wilayah kekuasaan Israel akan terbentang dari Laut Tengah sampai sungai Efrat di mana Irak berada. Hari ini bangsa-bangsa berselisih tentang tanah manakah yang seharusnya menjadi milik Israel dan tanah manakah yang seharusnya menjadi milik Palestina. Tetapi Tuhan telah menetapkan batas-batas tanah Israel dalam kitab Ulangan, dan Dia berjanji bahwa Dia akan menyingkirkan dan mengeluarkan orang-orang yang akan memiliki tanah ini (Kel. 23:23, 28, 31). Tidak peduli apakah perasaan bangsa-bangsa di dunia terhadap Israel. Perasaan dan keputusan Tuhan mengenai situasi Israel itu lebih berarti daripada segalanya.
I. MAHKOTA KEMULIAAN DAN PERHIASAN KEPALA YANG INDAH
Yesaya 28:5 mengatakan, “Pada waktu itu TUHAN semesta alam akan menjadi mahkota kepermaian, dan perhiasan kepala yang indah-indah bagi sisa umat-Nya.” Dalam ayat ini Kristus diwahyukan sebagai mahkota kemuliaan dan perhiasan kepala yang indah. Kita perlu melihat perbedaan antara mahkota dan perhiasan kepala. Kita mungkin mengira bahwa keduanya ini sama, tetapi butir-butir ini bukanlah keterangan tambahan dalam ayat 5 ini. Ada satu kata penghubung di antara keduanya—mahkota kemuliaan dan perhiasan kepala yang indah-indah. Ini adalah tulisan Yesaya yang menakjubkan. Mahkota itu seperti topi atau serban, sedangkan perhiasan kepala adalah bagian dari mahkota yang paling indah, dan yang paling mulia. Ini adalah ikat kepala. Umumnya, mahkota itu menandakan kemuliaan, tetapi keindahannya ada pada perhiasan kepalanya, yang mungkin penuh dengan permata dan batu-batu yang berharga. Perhiasan kepala adalah keindahan dari mahkota yang mulia.
Kristus akan menjadi mahkota kemuliaan dan perhiasan yang indah bagi sisa Israel, umat pilihan Allah pada zaman pemulihan setelah semua hal dibereskan oleh Allah. Dia akan menjadi kemuliaan umat pilihan-Nya. Kemuliaan dan keindahan adalah dua hal yang berbeda. Suatu benda mungkin sangat mulia tetapi belum tentu indah. Kristus akan menjadi kemuliaan dan keindahan bagi umat pilihan-Nya.
Kita perlu ingat bahwa zaman kasih karunia adalah satu miniatur dan satu pencicipan dari zaman pemulihan yang akan datang. Hari ini kita menikmati pencicipan atas Kristus sebagai mahkota dan perhiasan kepala kita. Sayang sekali, banyak orang yang tidak merasa mulia ketika mereka memberi tahu orang-orang bahwa mereka adalah orang Kristen. Ada beberapa orang Kristen mungkin membicarakan tentang orang lain atau hal-hal tertentu dengan mengagungkannya, tetapi ketika mereka sampai kepada subyek tentang Kristus, mereka merasa malu. Ini tidak benar. Ketika kita membicarakan tentang Kristus dan ketika kita memberi tahu orang-orang bahwa kita adalah orang Kristen, kita seharusnya melihat bahwa Kristus adalah mahkota dan perhiasan kepala kita, kemuliaan dan keindahan kita.
Saya mengalami Kristus dengan cara ini sekitar lima puluh tahun yang lalu ketika Jepang menjajah China dan saya dipenjara oleh tentara Jepang. Di satu pihak, mereka mempermalukan saya, menghakimi saya, dan menyiksa saya. Di pihak lain, mereka menghargai dan menganggap saya karena saya berperilaku sebagai seorang Kristen. Paulus mengatakan dalam kitab Filipi, ketika ia dipenjara di Roma, ia memiliki satu kerinduan dan harapan agar tidak beroleh malu melainkan agar ia dapat memperbesar Kristus (1:20). Paulus memperbesar Kristus sampai sedemikian rupa hingga ada beberapa orang dari keluarga Kaisar menjadi percaya kepada Kristus (4:22). Dalam pengalaman Paulus, ia memiliki Kristus sebagai mahkota dengan perhiasan kepala. Kita harus merasa mulia bahwa kita adalah orang-orang Kristen. Bila kita gagal, maka kita akan merasa malu, tetapi bila kita bertobat dan menerima dispensi Kristus dengan segar, maka kita merasa mulia.
II. SEBUAH BATU SEBAGAI SATU PONDASI, BATU YANG TERUJI, DAN BATU PENJURU YANG MAHAL
Yesaya 28:16 mengatakan, “Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: “Sesungguhnya Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh; Siapa yang percaya tidak akan gelisah!” Kristus, yang adalah kemuliaan kita dan keindahan kita, juga adalah sebuah batu dalam berbagai aspek. Dia adalah batu yang diletakkan oleh Allah di Sion.
Batu ini adalah satu pondasi yang didirikan dengan teguh bagi pembangunan Allah di Israel. Kita dapat menikmati Kristus sebagai pondasi yang didirikan dengan teguh demikian pada hari ini. Bagi orang-orang duniawi yang tidak percaya kepada Kristus, segala sesuatunya itu pudar. Ini disebabkan karena mereka tidak memiliki Kristus sebagai satu batu, satu pondasi yang di atasnya mereka dapat berdiri. Sebagai orang-orang Kristen, kita memiliki Kristus sebagai mahkota di atas kepala kita dan sebagai batu di bawah kaki kita. Batu ini didirikan dengan teguh bagi pembangunan Allah di antara umat-Nya.
Kristus adalah sebuah batu yang teruji yang telah diuji dan yang layak dipercaya. Kristus sebagai sebuah batu telah diuji selama tiga puluh tiga setengah tahun dari kehidupan insani-Nya. Sejak waktu Dia menjadi seorang manusia, Dia diuji setiap hari dalam kehidupan-Nya di bumi, dan Dia tidak pernah gagal. Dia sempurna, lengkap, solid, dan kuat. Dia layak sepenuhnya untuk menjadi pondasi kita karena Dia telah diuji.
Menurut Yesaya 28:16, barangsiapa yang percaya kepada batu yang telah diuji dan yang layak dipercaya ini: “tidak akan gelisah!” Versi King James menterjemahkan bagian ini demikian: “tidak akan dibuat gelisah.” Darby mengatakan dalam satu catatan yang dapat diterjemahkan demikian: “tidak akan gelisah dan ketakutan.” Ini juga dapat berarti “tidak akan gelisah dalam kepanikan.” Kristus adalah batu yang layak dipercaya, dan kita percaya kepada-Nya. Apa pun yang terjadi kepada kita, kita tidak perlu gelisah atau panik. Kita dapat tenang. Orang-orang dunia, bahkan termasuk orang-orang Kristen yang tidak banyak bersandar kepada Tuhan, selalu gelisah, panik, apabila sesuatu terjadi kepada mereka. Dalam kegelisahan mereka, mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.
Saya ingin membagikan sedikit banyak pengalaman saya terhadap Tuhan sebagai batu yang teruji ketika tentara penyerbuan Jepang menangkap saya sekitar lima puluh tahun yang lalu. Ada dua orang polisi militer datang ke balai sidng untuk mencari saya pada hari Minggu pagi. Saya baru saja berada di sana selama beberapa menit. Akhirnya mereka tahu bahwa saya selalu pergi ke balai sidang itu untuk melakukan pekerjaan saya dari jam delapan sampai siang hari. Saya menyambut mereka ke ruangan belajar saya, yang berada di loteng balai sidang itu. Saya tidak gelisah dalam kepanikan, atau ketakutan. Sebaliknya, saya tenang. Mereka memberi tahu saya bahwa mereka ingin agar saya datang ke markas mereka. Saya setuju untuk pergi bersama dengan mereka dan memberikan kepada mereka satu paket kecil versi seluruh Alkitab. Alkitab itu menjadi bantuan bagi saya ketika mereka menginterogasi saya di kemudian hari. Ketika saya akan pergi bersama dengan mereka, saya meminta seorang saudara di balai sidang itu untuk memberi tahu istri saya bahwa saya akan pergi ke markas polisi militer itu. Saya dipenjara oleh mereka sekitar tiga puluh hari. Mereka menguji saya dua kali sehari, dan setiap session berakhir selama tiga jam. Saya selalu berada di bawah ancaman mereka.
Pada satu hari salah seorang dari mereka bertanya kepada saya mengapa kita menyebut konperensi kita itu “konperensi kebangunan.” Saya menjawab bahwa kita melakukan hal ini karena gereja kita melakukan segala sesuatu menurut Alkitab. Ia menanyakan saya hal ini karena mereka mengira bahwa saya melakukan satu pekerjaan bagi pemerintahan Nasionalis untuk membangun kembali rakyat China. Pada waktu itu di China, orang-orang dalam Kekristenan memakai kata yang berarti berusaha keras; hanya kita yang memakai kata kebangunan. Setelah saya memberi tahu dia bahwa kita melakukan segala sesuatu menurut Alkitab, ia bertanya kepada saya apakah perkara kebangunan itu ada di dalam Alkitab. Ketika saya mengatakan “ya,” ia mengambil Alkitab yang saya berikan kepada mereka sebagai satu hadiah, kemudian melemparkannya kepada saya dan berkata, “Tunjukkan kepada saya di mana perkara itu.” Di bawah kedaulatan Tuhan, saya membuka Alkitab dalam Habakuk 3:2, di mana Habakuk berdoa, “O Tuhan, bangunkanlah pekerjaan-Mu dalam lintasan tahun.”
Kitab Habakuk adalah satu dari dua belas kitab nabi-nabi kecil dalam Perjanjian Lama. Sulit sekali untuk mengingat urutan kitab ini dalam Alkitab. Tetapi pada hari itu saya membuka Alkitab tepat pada halaman di mana ayat mengenai kebangunan ini berada. Ini merupakan satu keajaiban bagi saya bisa dengan langsung membuka ayat ini dan menunjukkan kata “kebangunan” kepadanya. Ini memperlihatkan kepadanya bahwa praktek kita itu menurut Alkitab. Jika saya gelisah, saya mungkin lupa di mana ayat mengenai kebangunan ini berada, dan saya mungkin mencari di tempat lainnya dalam Alkitab. Ini adalah satu kesaksian bahwa “barangsiapa yang percaya tidak akan gelisah.”
Kita tidak boleh lupa bahwa kita adalah kaum beriman dalam Kristus. Kristus adalah pondasi kita, dan pondasi ini telah diuji. Dia layak dipercaya, karena itu kita harus meletakkan kepercayaan kita kepada-Nya. Kita tidak seharusnya gelisah, atau panik. Dalam pengkajian saya akan bagian dari Firman ini, ada satu buku referensi yang mengutip satu amsal yang mengatakan bahwa gelisah itu berasal dari iblis. Ketika kita berada dalam kegelisahan, dalam kepanikan, maka kita tidak boleh lupa bahwa ini berasal dari iblis. Kita tidak boleh gelisah karena kita memiliki Kristus sebagai batu yang teruji yang menjadi pondasi kita.
Batu ini juga adalah batu penjuru yang menggabungkan bangunan Allah. Batu pondasi meneguhkan seluruh bangunan itu, sedangkan batu penjuru menggabungkan dua bagian dari bangunan itu. Perjanjian Baru memberi tahu kita, berdasarkan Mazmur 118:22-24, bahwa Kristus adalah batu penjuru (Rm. 9:33; Mat. 21:42; Kis. 4:11-12; Ef. 2:20). Menurut Perjanjian Baru, Kristus sebagai batu penjuru menggabungkan dua tembok bersama-sama, yang satu adalah kaum beriman Yahudi dan yang lainnya adalah kaum beriman Kafir. Karena Kristus mengambil pimpinan untuk menggabungkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Kafir, maka Dia adalah batu penjuru yang pertama. Bahkan hari ini kita bukan hanya dipegang oleh Dia sebagai batu pondasi kita melainkan digabungkan bersama-sama oleh Dia sebagai batu penjuru kita. Saya digabungkan dengan Anda dan Anda digabungkan dengan saya. Kita digabungkan bersama-sama oleh Kristus. Tanpa Dia, kita terpisah dan lepas. Kekristenan hari ini kurang dalam pengalaman akan Kristus sebagai batu penjuru yang menggabungkan. Kita perlu mengalami Kristus sebagai batu yang teruji, batu yang layak dipercaya untuk menjadi pondasi yang didirikan dengan teguh yang memegang kita dan sebagai batu penjuru yang menggabungkan kita bersama-sama. Hal ini menghasilkan pembangunan Allah, Tubuh Kristus.
Butir tentang Kristus ini telah digenapkan sebagai satu pencicipan pada zaman kasih karunia pada hari ini. Ketika Paulus membicarakan tentang kebenaran iman dalam Roma 9, ia mengutip Yesaya 28:16 dengan mengatakan bahwa siapa saja yang percaya kepada batu ini, tidak akan dipermalukan (ay. 33). Kita dapat mengalami Kristus sebagai batu itu pada hari ini. Dia adalah batu penjuru kita, batu pondasi kita, batu yang teruji bagi kita. Kepada-Nya kita bersandar. Penggenapan yang lengkap dari Kristus sebagai batu ini akan terjadi pada zaman yang akan datang, yaitu zaman pemulihan.
Perkataan Tuhan Yesus kepada para pemimpin Yahudi di dalam Matius 21:42 menunjukkan bahwa mereka adalah tukang-tukang bangunan, tetapi mereka tidak mempunyai pembedaan untuk melihat bahwa mereka menolak Kristus, yaitu batu penjuru bangunan Allah. Tuhan Yesus mengutip Mazmur 118:22-23 dengan mengatakan bahwa batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah dibuat oleh Allah menjadi batu penjuru. Petrus mengutip perkataan Tuhan ini dalam Kisah Para Rasul 4:11-12. Dalam ayat 11 ia menyinggung Kristus sebagai batu penjuru, dan dalam ayat 12 ia menunjukkan bahwa hari ini batu penjuru ini adalah Penyelamat kita. Sangat sedikit orang Kristen yang mengenal bahwa Yesus Kristus, Penyelamat mereka adalah batu penjuru. Penyelamat kita, yaitu Yesus, menyelamatkan kita ke dalam bangunan Allah dan menggabungkan kita dengan bangunan Allah.
Dalam zaman pemulihan, semua butir dari Kristus ini akan digenapkan sepenuhnya. Mazmur 118:22-24 akan digenapkan sepenuhnya dalam zaman pemulihan, karena ayat 26 dari mazmur ini dikutip oleh Tuhan dalam Matius 23:38-39 ketika Dia memberi tahu orang-orang Yahudi, “Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” Hal ini akan terjadi pada hari pemulihan pada kedatangan Tuhan yang kedua, ketika semua sisa Israel kembali percaya kepada Kristus dan diselamatkan (Rm. 11:23, 26).
III. SEORANG RAJA SEPERTI TEMPAT PERTEDUHAN, TEMPAT PERLINDUNGAN, ALIRAN-ALIRAN AIR DAN NAUNGAN BATU YANG BESAR
Kristus bukan hanya mahkota dan batu, melainkan juga seorang Raja (Yes. 32:1-2; 33:22). Yesaya mewahyukan Dia sebagai seorang Raja untuk menyuplai kita, merawat kita, dan melindungi kita. Kristus sebagai Raja adalah Yehova, Allah, dan Dia juga adalah manusia. Raja kita itu sangat insani dan bahkan merendahkan diri. Presiden-presiden Amerika Serikat mungkin berusaha sebaik mungkin untuk merendahkan dirinya di antara orang-orang, tetapi tidak ada seorang pun yang dapat dibandingkan dengan Tuhan Yesus. Dia adalah seorang Raja, namun Dia sangat insani dan merendahkan diri.
Yesaya 32:1 mengatakan, “Sesungguhnya seorang raja akan memerintah menurut kebenaran, dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan.” Dia tidak memerintah secara langsung oleh diri-Nya sendiri tetapi secara tidak langsung melalui para penguasa menurut keadilan. Kebenaran adalah menjadi benar, sedangkan keadilan adalah kebenaran dengan satu penghakiman. Tanpa penghakiman, maka tidak mungkin ada keadilan. Keadilan berasal dari penghakiman menurut kebenaran seseorang dan penghakiman itu mengumumkan kebenarannya. Ketika penghakiman dilaksanakan atas seseorang menurut apa adanya dia dan apa yang telah dilakukannya, maka putusan itu, penghakiman itu, adalah keadilan. Inilah sebabnya mengapa keadilan dilaksanakan oleh para penguasa yang menghakimi. Kristus akan memerintah menurut kebenaran, dan Dia akan memerintah melalui pembantu-pembantu-Nya, yaitu para penguasa, untuk menghakimi orang-orang menurut keadilan. Seluruh bumi kekurangan kebenaran, dan hampir semua pemerintahan kekurangan keadilan.
Dia yang akan memerintah dan mengatur melalui para penguasa menurut kebenaran dan keadilan ini bukan hanya Allah melainkan juga manusia yang merendahkan diri. Dalam Yesaya 32:1 Raja ini adalah seorang manusia, dan raja Manusia ini adalah satu tempat perteduhan bagi kita terhadap angin (ay. 2). “Angin” selalu datang kepada kita dalam perjalanan kehidupan insani kita. Para suami harus mengakui bahwa istri-istri mereka adalah sumber angin yang banyak. Istri-istri seringkali “bertiup kepada” suami-suami mereka. Untuk menjadi seorang suami yang tepat itu tidaklah mudah karena angin dari istri selalu datang. Suami-suami perlu mengambil Yesus sebagai tempat perteduhan dari angin. Kapan kala angin bertiup, maka kita perlu berlari kepada manusia ini, dan mengambil Dia sebagai tempat perteduhan kita. Maka kita akan terlindung.
Sebagai seorang manusia, Dia juga adalah satu tempat perlindungan dari angin ribut (ay. 20. Kita telah melihat perbedaan mahkota dengan perhiasan kepala dan perbedaan antara kebenaran dan keadilan. Sekarang kita perlu melihat perbedaan antara angin dan angin ribut. Tidak peduli betapa kuatnya angin itu, tetapi di dalamnya bukanlah suatu angin ribut. Angin ribut adalah satu badai, satu prahara. Angin ribut ini lebih kuat dan lebih menyulitkan daripada angin biasa. Angin ribut lebih sulit untuk dihadapi daripada angin biasa. Manusia Yesus ini bukan hanya tempat perteduhan dari angin melainkan juga tempat perlindungan dari angin ribut. Karena Dia adalah perlindungan kita, maka angin ribut, badai, tidak dapat mengganggu kita atau merusak kita. Kita harus belajar untuk mengalami Tuhan dalam aspek-aspek ini. Terutama dalam tiga tahun belakangan ini, angin ribut datang kepada saya. Saya mengmbil Tuhan sebagai tempat perlindungan dari angin ribut ini.
Manusia ini juga adalah aliran-aliran air di tempat kering (ay. 2). Aliran-aliran air ini adalah suplaian, hiburan, dan kepuasan kita. Hari ini situasi siapakah yang bukan satu tempat kering? Siapakah yang pernikahannya bukan satu tempat kering? Kehidupan pernikahan selalu mengeringkan orang. Ada suami-suami yang cakap dalam mengeringkan istri-istri mereka. Ada istri-istri yang juga demikian. Usaha dan pekerjaan kita juga adalah tempat yang sangat kering. Dalam tempat-tempat yang kering ini, kita perlu mengambil minuman. Bukan mengambil secangkir kopi, melainkan kita harus “mengambil secangkir Yesus.” Kemudian kita akan disirami di tempat yang kering ini. Dia bukan hanya sedikit air, melainkan adalah aliran-aliran air. Kita orang-orang Kristen harus dapat mempersaksikan hal ini.
Dia juga adalah naungan batu yang besar di tanah yang tandus (ay. 2). Tanah yang tandus adalah padang gurun, tetapi bukan padang gurun alami. Padang gurun alami bukan dibuat oleh tangan manusia, tetapi tanah yang tandus itu berarti telah dijamah oleh beberapa orang, ditanduskan oleh beberapa orang. Karena tanah yang tandus ini sangat panas, maka perlu ada naungan. Naungan ini adalah sebuah tanah yang penuh dengan fungsi seperti AC hari ini terhadap udara panas. Kita memerlukan Kristus sebagai naungan yang demikian untuk menjadi satu penudung atas kita. Kristus kita ini ajaib! Sebagai manusia Yesus, Dia adalah Raja kita, tempat perteduhan kita, tempat perlindungan kita, aliran-aliran air kita, dan naungan kita, tempat persembunyian kita. Dia begitu praktis bagi kita dalam kehidupan kita sehari-hari.
Yesaya 33:22 mengatakan bahwa Dia adalah Hakim kita, pembuat hukum kita, dan Raja kita yang menyelamatkan kita. Dalam pemerintahan ilahi-Nya, Dia adalah persona dalam tiga aspek yang demikian. Demikian juga pemerintahan Amerika Serikat dibagi dalam tiga bagian. Pemerintahan ini mempunyai tiga cabang: eksekutif, legislatif, dan cabang yudikatif. Dulu saya mengira bahwa Amerika Serikat menciptakan pemerintahan yang demikian hebat dengan keseimbangan kekuasaan. Akhirnya, saya menemukan bahwa menurut Yesaya 33:22, Allah telah mempraktekkan hal ini. Kristus sebagai Raja adalah cabang eksekutif dari pemerintahan ilahi ini. Dia juga adalah Pembuat hukum, legislator, sebagai cabang legislatif. Akhirnya, Dia adalah hakim kita sebagai cabang yudikatif. Dia ada dalam tiga aspek ini untuk melaksanakan pemerintahan ilahi-Nya dalam menyelamatkan umat-Nya. Dalam pemerintahan Amerika Serikat tiga cabang ini selalu seimbang satu sama lain, tetapi seringkali mereka berperang satu sama lain. Namun, Tuhan Yesus dalam pemerintahan ilahi-Nya sepenuhnya seimbang dalam setiap hal. Tiga bagian dari pemerintahan ilahi ini adalah satu persona. Yesus kita adalah eksekutif, legislatif, dan yudikatif dalam pemerintahan ilahi-Nya.
Apa saja yang ada dalam Alkitab jauh lebih unggul daripada penemuan manusia. Sistem komunisme yang diformulasi oleh Karl Marx adalah menurut praktek alkitabiah dalam Kisah Para Rasul 2 tentang kaum beriman memiliki segala sesuatu menjadi milik bersama (ay. 44). tetapi sejarah membuktikan bahwa praktek komunisme ini tidak berhasil. Allah memberikan anak-anak Israel dengan cara untuk menyeimbangkan kekayaan dalam Perjanjian Lama, dan Dia melakukan hal ini secara rohani dalam Perjanjian Baru (2 Kor. 8:14-15), tetapi manusia yang telah jatuh tidak berdaya untuk mempraktekkan hal ini dalam daging. Tidak ada satu kebudayaan manusia yang dapat mencapai apa yang disinggung dalam Alkitab. Tidak ada satu pun yang dapat menandingi wahyu ilahi dalam Alkitab karena Alkitab adalah tulisan dari Allah kita, yang mengenal segala sesuatu.
Alkitab memperlihatkan kepada kita semua kekayaan dari Kristus yang almuhit ini. Yesaya memberi tahu kita bahwa Penyelamat kita, yaitu Kristus, adalah seorang Raja yang memerintah menurut kebenaran dan mengatur menurut keadilan. Dia juga adalah seorang manusia sebagai tempat perteduhan, tempat perlindungan, aliran-aliran air, dan sebuah naungan. Selain itu, Dia adalah cabang-cabang yudikatif, legislatif, dan eksekutif dalam pemerintahan ilahi-Nya. Dia adalah segala sesuatu. Selain butir-butir ini, Dia adalah batu. Dia juga adalah kemuliaan kita sebagai mahkota dan keindahan kita sebagai perhiasan kepala. Dia adalah Kristus kita yang ajaib, dan almuhit.