← Daftar isi Yesaya · bab 42/54

APA ADANYA KRISTUS SEBAGAI PENGURUS DALAM RUMAH TANGGA ALLAH, YANG DILAMBANGKAN OLEH ELYAKIM

Pembacaan Alkitab: Yes. 22:15, 20-24; Why. 3:7

Dalam berita ini kita akan melihat apa adanya Kristus sebagai Pengurus dalam rumah Allah, yang dilambangkan oleh Elyakim. Elyakim adalah salah satu dari lambang-lambang yang almuhit tentang Kristus. Lambang ini hanya terlihat dalam lima ayat dari Yesaya 22—ayat 20-24. Meskipun bagian dari Firman ini sangat singkat, tetapi bagian ini sulit sekali untuk dipahami dan ditafsirkan.

Lambang dari ayat-ayat ini mewahyukan enam aspek Kristus. Pertama, Dia adalah Pengurus dalam rumah Allah. Kedua, Dia adalah Bapa sebagai Sumber dan Penyuplai bagi umat Allah. Seorang ayah dari sebuah rumah tangga selalu menjadi sumber dan penyuplai dari keluarga itu. Ketiga, Kristus dilambangkan sebagai pemegang kunci. Tuhan Yesus menunjukkan diri-Nya sebagai Dia yang memegang kunci Daud dalam Wahyu 3:7. Dia adalah Orang yang memegang kunci rumah Daud. Rumah adalah tempat di mana seseorang menyimpan semua benda-bendanya yang berharga. Rumah yang menyimpan benda-benda yang berharga adalah perbendaharaan. Yesaya 39:2 mencatat bagaimana Hizkia memperlihatkan perbendaharaannya kepada para pengunjung Babel, yang secara harfiah berarti “rumah perbendaharaannya” (lihat catatan 1 dari ayat 2—Versi Pemulihan). Rumah Daud merupakan satu perbendaharaan. Hizkia membuka perbendaharaan ini untuk memperlihatkan segala kekayaan rumah Daud kepada para pengunjung Babel. Kristus adalah Orang yang memiliki kunci rumah Daud itu.

Keempat, Kristus nampak seperti sebuah pasak, gantungan, yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokoh. Zakharia 10:4 dan Ezra 9:8 adalah ayat-ayat lainnya yang mengacu kepada pasak, atau gantungan. Kelima, Kristus adalah takhta kemuliaan bagi rumah Bapa-Nya. Keenam, Kristus adalah Dia yang kepada-Nya digantungkan semua kemuliaan rumah Bapa-Nya. Semua orang dalam rumah Allah itu tergantung kepada-Nya, dan orang-orang ini seperti bejana.

Kita dapat mengatakan bahwa apa saja yang ada di dalam Perjanjian Baru tentang Kristus telah ditunjukkan dalam Perjanjian Lama. Dalam prinsipnya, hal ini memang benar. Tetapi kita juga perlu menyadari bahwa ada banyak detil dalam Perjanjian Lama yang tidak dapat ditemukan dalam Perjanjian Baru. Perjanjian Baru tidak memberi tahu kita bahwa Kristus adalah sebuah pasak, gantungan dan tidak ada ayat dalam Perjanjian Baru yang memberi tahu kita secara langsung bahwa Kristus adalah takhta. Perjanjian Baru memberi tahu kita bahwa Kristus adalah seorang budak, yaitu hamba Allah, tetapi tidak memberi tahu kita secara langsung bahwa Kristus adalah seorang pengurus. Perjanjian Baru mengatakan bahwa kita kaum beriman adalah pengurus-pengurus (1 Ptr. 4:10), tetapi tidak memakai kata pengurus dalam referensi untuk Kristus. Seorang hamba mungkin bukan seorang pengurus, tetapi seorang pengurus pasti adalah seorang hamba.

Pada zaman dulu, sebuah keluarga yang besar mempunyai seorang pengurus untuk membagikan kekayaan rumah tangga itu kepada anggota-anggotanya. Kitab Kejadian mencatat bahwa Yusuf adalah seorang pengurus rumah tangga Firaun yang demikian yang membagikan kekayaan-kekayaan dari rumah ini. Yesaya 22 membicarakan tentang Sebna sebagai pengurus atas rumah raja, rumah tangga rajani, keluarga raja. Semua kekayaan yang ada dalam rumah raja ini, dan kunci rumah ini ada padanya. Akhirnya, ia digantikan oleh Elyakim, satu lambang dari Kristus sebagai Pengurus dalam rumah Allah. Perjanjian Baru tidak menghubungkann banyak detil mengenai Kristus. Kita perlu melihat betapa kayanya Kristus yang almuhit ini. Dia bukan hanya Pengurus dan Bapa melainkan juga Pemegang Kunci dan pasak. Dia juga adalah takhta kemuliaan dan adalah Dia yang kepada-Nya digantungkan semua kemuliaan rumah Bapa-Nya.

Persekutuan kita dalam berita ini menunjukkan aspek-aspek Kristus dalam lambang Elyakim yang memperlihatkan bahwa kita memerlukan penguraian dan penafsiran dari Alkitab. Tanpa penguraian dan penafsiran yang tepat dari Alkitab, maka kita tidak akan dapat memahaminya. Darby, Scofield, dan Newberry semuanya mengakui bahwa Elyakim adalah lambang yang riil dari Kristus. Hari ini kita berdiri di atas bahu guru-guru Alkitab yang telah pergi mendahului kita sehingga kita dapat melihat dan masuk ke dalam lebih banyak kekayaan dari Kristus yang almuhit ini.

I. PENGURUS DALAM RUMAH ALLAH YANG KEPADANYA DISERAHKAN OTORITAS ADMINISTRATIF

Elyakim melambangkan Kristus sebagai Pengurus dalam rumah Allah (Yes. 22:15, 21a). Kristus adalah pengurus rumah Allah yang sesungguhnya, yaitu pengurus rumah tangga ilahi. Rumah tangga Allah adalah rumah yang paling besar di alam semesta ini, yang meliputi semua kaum beriman sepanjang zaman. Dalam rumah tangga ilahi yang luas ini, Kristus adalah Pengurus satu-satunya. Dia memperhatikan rumah tangga Allah dalam setiap hal untuk melayani kita.

Pelayanannya itu adalah suatu pemerintahan, atau pengaturan. Dalam pelayanan-Nya ada kekuasaan, yaitu otoritas administratif. Ketika kita dilayani oleh Kristus, maka kita berada di bawah pemerintahan-Nya. Dia memerintah kita dan mengatur kita, serta merawat kita. Semakin Dia merawat kita, maka semakin banyak kita berada di bawah otoritas-Nya, adminsitrasi-Nya. Ketika saya baru diselamatkan, saya tidak melihat pengaturan Kristus atas diri saya dalam pemerintahan ilahi-Nya. tetapi semakin saya maju bersama dengan Tuhan dan menikmati Dia, maka saya semakin ditangkap oleh-Nya. Semakin saya menikmati Dia, maka saya semakin diperintah oleh-Nya.

Pada akhir tahun 1960-an dan permulaan tahun 1970-an di Elden Hall di Los Angeles, ada banyak kaum hippies yang diselamatkan dan datang ke dalam kehidupan gereja. Ketika mereka maju bersama dengan Tuhan dan menikmati Tuhan, mereka dibawa ke bawah pemerintahan Tuhan. Lambat laun, sewaktu saudara-saudara muda ini dibawa ke bawah otoritas ilahi, maka mereka berhenti memakai sabuk kepala mereka, mereka mencukur janggutnya, dan mereka mengenakan sepatu dan kaus kaki pada kaki mereka. Kebanyakan orang muda menginginkan kebebasan. Saya juga sama seperti orang muda, tetapi saya telah diselamatkan oleh Tuhan. Semakin saya berdoa kepada-Nya, saya semakin menikmati Dia, dan semakin saya menikmati Dia, Dia semakin membatasi saya. Saya telah dan masih mengalami pemerintahan bathini-Nya. Ketika seorang pengurus melayani anak-anak dari sebuah keluarga, ia atau dia juga memerintah mereka. Demikian juga, ketika Kristus sebagai Pengurus melayani kita dalam rumah Allah, Dia memerintah kita. Kristus sebagai Pengurus Allah merawat anak-anak Allah.

II. BAPA SEBAGAI SUMBER DAN PENYUPLAI BAGI UMAT ALLAH

Yesaya 22:21b mengatakan bahwa Elyakim, yang melambangkan Kristus, akan menjadi seorang bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda. Kristus adalah Bapa bagi kita, Dia adalah Sumber kita dan Penyuplai kita. Semakin kita maju sebagai anak-anak Allah, kita akan semakin menyadari bahwa Penyelamat kita, yaitu Kristus adalah Sumber kita dan Penyuplai kita. Segala sesuatu berasal daripada-Nya. Dia menyuplai kita dan menopang kita secara fisik dan secara psikologi, dan secara rohani dalam setiap hal. Jika kita kekurangan pengertian dan hikmat, maka kita harus berseru kepada-Nya, memandang kepada-Nya dan menantikan Dia. Kemudian Dia akan menjadi pengertian kita dan hikmat kita. Kita tidak boleh yakin akan pengeritan dan hikmat kita sendiri mengenai situasi-situasi atau orang-orang tertentu. Kita harus memandang kepada Kristus dalam segala sesuatu supaya Dia dapat menjadi pengeritan kita dan hikmat kita. Hari ini Kristus adalah Bapa sebagai Sumber dan Penyuplai untuk menopang kita dalam segala sesuatu dan dalam setiap hal.

III. DIA YANG KE ATAS BAHUNYA DITARUH KUNCI RUMAH DAUD

Kristus yang almuhit, seperti yang dilambangkan oleh Elyakim, juga adalah Dia yang ke atas bahunya ditaruh kunci (harta kekayaan) rumah Daud (dilambangkan oleh rumah Daud bagi pembangunan kerajaan Allah) (Yes. 22:22; Why. 3:7). Rumah Daud adalah bagi pendirian kerajaan Daud, dan rumah Allah adalah bagi pendirian kerajaan Allah. Dua Samuel 7:16 menunjukkan bahwa rumah Daud adalah bagi kerajaannya. Hari ini rumah Allah adalah bagi kerajaan Allah. Gereja adalah rumah Allah (1 Tim. 3:15), dan gereja juga adalah kerajaan Allah (Mat. 16:18-19; Rm. 14:17). Hari ini kerajaan Allah belum terbukti demikian karena rumah Allah belum dengan kuat dan dengan adekuat dibangunkan. Ketika gereja sebagai rumah Allah dibangunkan dengan adekuat, maka gereja itu ternyata sebagai kerajaan Allah.

Hari ini Kristus memegang kunci ini, kerajaan ini. Yesaya 22:22 mengatakan bahwa Yehova akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahu Elyakim. Tidak dikatakan bahwa Elyakim memegang kunci itu melainkan dikatakan bahwa kunci itu ditaruh ke atas bahunya. Ekspresi ini menunjukkan bahwa kunci ini adalah satu kunci yang besar. Sebuah kunci yang kecil dapat dipegang oleh seseorang; tidak perlu ditaruh di atas bahunya. Kunci yang ditaruh Allah ke atas bahu Kristus adalah sebuah kunci yang besar. Kunci yang besar ini menunjukkan bahwa pintu yang akan dibukanya itu besar dan tebal. Pintu yang demikian itu kokoh untuk melindungi dan menjaga perbendaharaan dalam Allah.

Kunci adalah untuk menjaga perbendaharaan rumah Allah. Hari ini harta kekayaan yang ada dalam rumah Allah ini adalah semua kekayaan Kristus. Pada permulaan ministri saya di Amerika Serikat pada tahun 1962, saya kebanyakan berbicara tentang kenikmatan terhadap kekayaan-kekayaan Kristus. Kemudian, saya merasa bahwa saya harus melangkah ke ministri untuk membuka Perjanjian Baru bagi kaum saleh. Karena itu, kita mulai mengadakan satu pelajaran-hayat Perjanjian Baru pada tahun 1974. Subyeknya kelihatannya berubah dari kenikmatan akan kekayaan-kekayaan Kristus kepada penguraian satu kitab demi satu kitab dari Perjanjian Baru. Tetapi banyak dari antara kita yang mempersaksikan bahwa penguraian ini penuh dengan kekayaan dari Kristus yang almuhit.

Kidung 402 adalah mengenai pengalaman Kristus berlawanan terhadap segala hal. Kidung ini membicarakan tentang hal-hal yang menggantikan Kristus, seperti huruf-huruf hukum taurat, filsafat, dan agama. Semua hal ini benar-benar adalah “Sebna” yang menggantikan Kristus. menurut Yesaya 22, Sebna “dibakar” dan digantikan oleh Elyakim sebagai pengurus atas rumah raja. Darby mengatakan bahwa Sebna melambangkan Kristus palsu. Ia harus disingkirkan dan digantikan oleh Kristus. Kristus tidak boleh digantikan oleh kita. Sebaliknya, kita harus digantikan oleh Kristus. Kita semua adalah “Sebna” yang harus disingkirkan dan digantikan oleh Elyakim yang sesungguhnya. Kristus, Elyakim kita, harus menggantikan segala sesuatu dan setiap orang dalam ekonomi Allah. Kita harus menyanyikan Kidung 402 dengan satu realisasi. Kidung ini mengatakan:

Bukan huruf Taurat, Tuhanlah hayat,

Allah menolongku, buang beban berat,

Bukanlah ajaran, melainkan Kristus,

Hingga dosa ego, lepas dariku.

Liturgi apapun atau ajaran,

Tak hidupkan rohku, pun tak mengubah;

Kristuslah Sang Hayat, Pemberi hayat,

Allah kuwujudkan turut murad-Nya.

Bukan teori filsuf atau logika,

Dapat mewujudkan anggota Tubuh;

Melainkan Kristus atas diriku,

Demi kuasa bangkit, jadikan Tubuh.

Ajaran Kristen pun tidaklah mampu,

Menggenapkan tujuan dan maksud Allah;

Kristuslah yang bathini, segala-galaku,

Genapkan muradnya, beres semuanya.

Karunia dan fungsi yang kita pangku,

Semua tak dapat mengganti Kristus;

Harus diri Kristus jadi segala-galaku,

Hanya diri Kristus yang aku perlu.

Kita tidak boleh membiarkan apa pun atau siapa pun, termasuk diri kita sendiri, menggantikan Kristus. Kita perlu digantikan oleh Kristus. Dia sendiri harus menjadi segala sesuatu di dalam kita dan bagi kita.

Kristus memiliki satu kunci yang besar untuk membuka perbendaharaan dari semua kekayaan-Nya. Bila Dia membuka perbendaharaan itu, maka tidak ada seorang pun yang akan menutupnya. Bila Dia menutup perbendaharaan itu, maka tidak ada seorang pun yang akan membukanya. Kristus adalah Dia yang dapat membuka semua kekayaan Allah yang terwujud di dalam-Nya kepada kita. Dia juga dapat menutup pintu kekayaan ini. Kadang-kadang kita mengalami pintu perbendaharaan ilahi ini terbuka bagi kita untuk membanjiri kita. Tetapi pada waktu lainnya kita mungkin melakukan sesuatu yang menyakiti Tuhan. Kemudian kita memiliki perasaan bahwa pintu itu tertutup dan bahwa kekayaan yang datang kepada kita itu berhenti. Dia membuka pintu dan Dia menutupnya adalah untuk satu hal—kenikmatan terhadap kekayaan-Nya sebagai perbendaharaan.

Saya percaya bahwa penerapan dari Yesaya 22:22 secara langsung adalah ini—Kristus memiliki kunci untuk mengontrol pintu perbendaharaan Allah, yang di dalamnya ada kekayaan Allah di dalam Kristus bagi kenikmatan kita. Kita memiliki pengalaman dalam hal Dia membuka kekayaan-kekayaan ini kepada kita dan dalam hal Dia menutup kekayaan-kekayaan ini. Ketika Dia menutup kekayaan-kekayaan ini, maka kita memiliki perasaan yang kering atau secara bathini seperti ada yang hilang. Pengalaman kita menunjukkan bahwa Kristus adalah Dia yang memiliki kunci untuk semua kekayaan-Nya.

IV. DIA YANG DITEGUHKAN ALLAH SEPERTI SEBUAH PASAK (GANTUNGAN) YANG DIPASANG KUAT-KUAT PADA TEMBOK YANG KOKOH (SURGA YANG KE DALAMNYA KRISTUS DITINGGIKAN)

Kristus adalah Dia yang diteguhkan Allah seperti sebuah pasak, atau gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokoh (Yes. 22:23a). Dalam perlambangan, tembok yang kokoh itu melambangkan langit tingkat ketiga (cf. 2 Kor. 12:2b). Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, dan Dia ditinggikan ke langit tingkat ketiga di mana Allah berada. Sebenarnya, ditinggikan ke langit tingkat ketiga itu berarti ditinggikan kepada Allah Bapa karena Bapa ada di langit tingkat ketiga. Dalam Lukas 15:18 Tuhan Yesus menghubungkan cerita anak yang hilang itu dengan mengatakan, “Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa.” Terhadap surga itu sama dengan di hadapan-Mu (Allah Bapa). Berdosa terhadap surga adalah berdosa di hadapan Allah karena Allah Bapa ada di surga (Mat. 6:9). Surga, mengacu kepada tingkap-tingkap langit, yaitu tembok yang kokoh di mana Allah Bapa berada.

Tanpa kitab Yesaya kita tidak akan tahu bahwa ketika Allah meninggikan Kristus, Allah menancapkan Dia seperti sebuah pasak yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokoh di mana Allah berada, yaitu di surga. Hari ini Kristus ada di surga seperti sebuah pasak yang ditancapkan Allah. Dia adalah pasak yang kepada-Nya kita semua digantungkan. Kadang-kadang ketika saya berada di pesawat, terbang ke tempat lainnya, iblis memasukkan pemikiran ke dalam saya bahwa pesawat yang sedang saya tumpangi ini akan jatuh. Respon saya kepada pemikiran ini adalah, “Sebenarnya saya tidak berada dalam pesawat ini; saya berada di dalam Kristus.” Dengan kata lain, saya tidak digantungkan dalam pesawat ini; saya digantungkan pada Kristus. Kristus adalah pasak yang kepada-Nya saya digantungkan. Para istri mungkin menyangka bahwa mereka bergantung pada suami mereka. Mereka perlu menyadari bahwa suami mereka bukanlah “gantungan” yang baik, yang dapat dipercaya. Gantungan yang terbaik adalah Kristus yang telah ditancapkan ke dalam Allah di surga.

V. TAKHTA KEMULIAAN (KEMULIAAN OTORITAS ADMINISTRATIF) BAGI RUMAH BAPANYA

Kristus sebagai pasak akan menjadi satu takhta kemuliaan bagi rumah Bapa-Nya (Yes. 22:23b). Dalam bahasa Ibrani kata untuk kemuliaan di sini berarti kehormatan dan kemuliaan. Kristus adalah takhta kehormatan, takhta kemuliaan. menurut Yesaya 22:24 kemuliaan adalah anak-anak Allah sebagai keturunan dan hasil dari Allah, dan anak-anak Allah ini adalah bejana-bejana Kristus, yang digantungkan kepada-Nya sebagai sebuah pasak. Kristus yang menjadi takhta kemuliaan bagi rumah Bapa-Nya adalah taruk dari umat-Nya, yang adalah perkakas-perkakas, yang digantungkan kepada-Nya sebagai pasak untuk menampung Dia dan melayankan Dia kepada orang lain. Orang-orang ini, yaitu anak-anak Allah, adalah kemuliaan Kristus. Pada kemuliaan ini ada satu takhta, dan takhta ini sebenarnya adalah Kristus itu sendiri. Takhta menandakan otoritas administratif dan kerajaan. Kristus dalam otoritas administratif-Nya adalah takhta yang memerintah segala sesuatu di dalam rumah Allah.

VI. DIA YANG KEPADANYA DIGANTUNGKAN SEMUA KEMULIAAN RUMAH BAPANYA

Kristus adalah Dia yang kepada-Nya digantungkan semua kemuliaan rumah Bapa-Nya—tunas Bapa dan taruk (keturunan-keturunan), seperti perkakas-perkakas yang paling kecil, dari piring pasu dan periuk belanga (Yes. 22:24). Kemuliaan mengacu kepada keturunan-keturunan Allah, yaitu semua umat Allah. Anak-anak adalah kemuliaan orang tua mereka. Sebagai anak-anak Allah, kita adalah tunas dan taruk-Nya. Tunas menunjukkan generasi yang kedua dan taruk menunjukkan generasi selanjutnya. Ada beberapa buku referensi yang menunjukkan bahwa tunas adalah kata untuk pucuk dan taruk adalah kata untuk pertumbuhan. Sebagai anak-anak Allah, kita adalah pucuk Allah yang keluar dan juga pertumbuhan Allah. Anak-anak Allah sebagai tunas dan taruk ini adalah kemuliaan di dalam rumah Allah. Dalam Yesaya 22:24 “kemuliaan” adalah tambahan untuk “tunas dan taruk.” Maka, keduanya mengacu kepada hal yang sama.

Selain itu, “tunas dan taruk” ini adalah tambahan untuk “semua perkakas kecil, dari piring pasu dan periuk belanga.” Kemuliaan mengacu kepada anak-anak Allah, dan anak-anak Allah adalah perkakas-perkakas. Hari ini dalam rumah Allah, di satu pihak, kita adalah anak-anak Allah, dan di pihak lain, kita adalah perkakas-perkakas. kata Ibrani untuk piring pasu juga dapat diterjemahkan cawan, dan kata Ibrani untuk periuk belanga mengacu kepada botol atau kendi yang besar dan menonjol. Ada anak-anak Allah yang agak kecil seperti cawan, dan ada juga yang lebih besar, seperti periuk belanga, botol-botol atau kendi-kendi yang menonjol. Baik kita cawan yang kecil maupun botol-botol yang menonjol, kita semua adalah perkakas-perkakas.

Cawan, atau piring pasu adalah perkakas-perkakas yang kecil untuk menampung air, dan botol, kendi, atau periuk belanga adalah perkakas-pekakas yang besar untuk menampung anggur. Air melambangkan Roh Kristus, dan anggur melambangkan hayat ilahi. Ini menandakan bahwa di dalam rumah Allah semua anak-anak-Nya adalah perkakas-perkakas untuk menampung Roh-Nya sebagai air yang meleraikan dahaga orang-orang dan menampung hayat-Nya sebagai anggur yang menyukakan orang-orang sampai bersukacita. Ketika kita diselamatkan, kita menerima Kristus sebagai air yang hidup. Kemudian air itu menjadi anggur bagi kita. Setiap orang dari kita harus dipenuhi dengan air ilahi dan anggur ilahi.

Seringkali kita terlalu sunyi dalam sidang-sidang karena kita tidak dipenuhi dengan hayat ilahi. Kita harus menjadi “mabuk” dengan anggur ilahi, yaitu dengan hayat Allah. Kita perlu menjadi botol-botol yang menonjol yang penuh dengan hayat Allah sebagai anggur yang baru. Bila kita “mabuk” dengan cara ini, maka kita tidak akan bisa diam. Selain itu, ada beberapa orang di antara kita yang tertekan. Bila kita dipenuhi dengan anggur yang baru, maka kita akan gembira dan bergairah. Kita akan ingin sekali untuk mendengar firman dari ministri dan menerima bantuan dari ministri ini. Anggur yang baru, dalam satu hal, akan membuat kita menjadi “gila.” Bila kita semua “gila” dengan dipenuhi oleh anggur yang baru ini, maka kita juga akan menikmati pencurahan Roh itu. Kita akan penuh dengan sukacita dan sorak-sorai. Bahkan mungkin kita karena begitu girangnya kita akan melompat-lompat di hadapan Tuhan.

Bukannya dipenuhi dengan anggur ilahi sampai sedemikian rupa, kita malah hanya diam, sopan, dan tertib. Baik, sopan, tertib seperti ini akan mematikan. Bukannya menjadi anggota-anggota Tubuh Kristus yang hidup, kita malah menjadi “mati seperti engsel pintu.” Jika kita merasa bahwa kita mati maka kita perlu minum air hidup dan minum anggur yang baru. Air yang hidup ini akan meleraikan dahaga kita, dan anggur yang baru ini akan menyukakan kita sampai bersukacita.

Yesaya 22:24 menunjukkan bahwa perkakas-perkakas, yang adalah untuk menampung air dan anggur, digantungkan pada Kristus sebagai sebuah pasak. Ini menunjukkan bahwa di dalam rumah Allah semua kekayaan dari suplai yang limpah lengkap bagi kenikmatan anak-anak Allah digantungkan pada Kristus sebagai pasak, yaitu pemegangnya. Ini menunjukkan juga bahwa di dalam rumah Allah semua anak-anak-Nya yang digantungkan pada Kristus yang almuhit dan yang adalah penampung-penampung kekayaan-kekayaan Allah dalam Kristus ini juga harus menjadi perkakas-perkakas untuk melayankan Kristus kepada orang lain. Sebagai perkakas-perkakas kita adalah untuk menampung air hidup dan anggur yang baru untuk kenikmatan kita, dan kita juga bagi ministri kekayaan-kekayaan Kristus kepada orang lain.