← Daftar isi Yesaya · bab 39/54

TUNAS DARI TUNGGUL ISAI DAN TARUK DARI PANGKAL ISAI YANG MEMBAWA MASUK PEMULIHAN HAYAT DAN BENDERA BANGSA-BANGSA DAN PANJI-PANJI BANGSA-BANGSA YANG MEMBAWA MASUK KEMBALINYA

UMAT ALLAH DAN TUNDUKNYA BANGSA-BANGSA KAFIR

(2)

Pembacaan Alkitab: Yes. 11:10-16

Dalam berita ini kita akan melanjutkan persekutuan kita mengenai wahyu tentang Kristus yang almuhit dalam Yesaya 11. Kita telah melihat bahwa dalam Yesaya 4 ada empat butir yang melambangkan Kristus, dan empat butir ini membentuk dua pasangan. Pasangan yang pertama adalah Kristus sebagai Tunas Yehova dan Hasil tanah, dan pasangan yang kedua adalah Kristus sebagai tudung kemuliaan yang menudungi dan kemah kasih karunia yang menaungi. Dalam Yesaya 11 juga ada empat butir yang melambangkan Kristus, dan empat butir ini membentuk dua pasangan. Pasangan yang pertama dari butir-butir ini adalah Kristus sebagai tunas dari tunggul Isai dan taruk dari pangkal Isai. Pasangan yang kedua dari butir-butir ini adalah Kristus sebagai bendera bagi bangsa-bangsa dan panji-panji bagi bangsa-bangsa.

Yesaya 11 ini mutlak merupakan satu pasal tentang pemulihan hayat yang akan datang, terutama pemulihan dari bangsa Israel yang telah pulang kembali. Dalam berita-berita ini kita tidak akan mempelajari penggenapan dari Yesaya 11 pada masa yang akan datang. Kita akan mempelajari prinsip pemulihan hayat. Tunas dan taruk/cabang muncul dari hayat, dan hayat ini penuh dengan kekuatan yang memulihkan, kekuatan untuk berakar, kekuatan untuk bertumbuh, dan kekuatan untuk menghasilkan buah. Tunas yang berasal dari tunggul yang kering dan mati ini adalah satu petunjuk yang kuat dari kekuatan yang memulihkan dalam hayat ini. Taruk menandakan bahwa hayat ini memiliki kekuatan untuk berakar, kekuatan untuk bertumbuh, dan kekuatan untuk menghasilkan buah. Hayat ini membawa masuk Roh itu, dan Roh ini melaksanakan administrasi Allah di mana kita akan melihat pemulihan hayat yang penuh. Di mana saja Kristus sebagai hayat bertumbuh dalam kesegaran dan kedalaman, maka di sana ada Roh itu dengan kekayaan-kekayaan-Nya, dan ada pemerintahan Allah dalam kebenaran dan keadilan, dan ada pemulihan hayat.

II. BENDERA BAGI BANGSA-BANGSA DAN PANJI-PANJI BAGI BANGSA-BANGSA

Melalui pemulihan Israel, Kristus akan menjadi bendera bagi bangsa-bangsa dan panji-panji bagi bangsa-bangsa. Kita perlu melihat perbedaan antara bendera dan panji-panji. Untuk memahami kebenaran-kebenaran alkitabiah, kita perlu memahami arti dari kata-kata yang dipakai dalam Alkitab. Yesaya 11 ini menggambarkan satu pemandangan tentang satu pemulihan, satu kebangunan, satu pemugaran. Ketika orang-orang melihat pemulihan yang demikian, maka mereka akan bertanya, “Apakah ini? Siapakah yang melaksanakan hal ini?” Inilah sebabnya mengapa perlu memasang bendera yang penuh dengan penjelasan, gambaran, dan pengajaran. Ini akan meyakinkan orang-orang, menyadarkan orang-orang dan menawan orang-orang. Bendera ini akan menjadi satu magnet. Ini sangat penuh dengan daya tarik. Dalam pemulihan itu juga perlu ada panji-panji untuk memanggil orang-orang dan mengumpulkan orang-orang. Jadi, dalam Yesaya 11 bendera disinggung lebih dahulu kemudian panji-panji. Bendera ini terutama adalah untuk penunjukkan, penjelasan, dan pengajaran, dan panji-panji adalah untuk memanggil dan mengumpulkan. Panji-panji ditempatkan sebagai obyek sentral dari orang-orang yang dipanggil dan dikumpulkan ini.

Dalam kehidupan gereja kita, ketika Kristus bertumbuh lebih besar di antara kita, pada akhirnya kita akan memiliki Dia sebagai bendera. Kristus yang bertumbuh ini menjadi bendera untuk menggambarkan, menunjukkan, dan menjelaskan. Kristus sebagai bendera mengajar orang-orang mengenai kebangunan dan pemulihan dalam gereja. Bendera ini akan menjadi satu magnet yang besar, satu daya tarik yang besar. Ini akan menjadi sangat magnetik. Sebenarnya, magnet yang besar ini juga adalah panji-panji yang menarik orang-orang, memikat orang-orang, memanggil orang-orang, mengumpulkan orang-orang dan menghimpunkan orang-orang.

Di mana saja Kristus ditinggikan dan diambil sebagai obyek sentral bagi orang-orang yang mencarinya untuk dikumpulkan, maka di sana ada kembalinya umat Allah dan tunduknya orang-orang yang telah ditundukkan. Kemudian kehidupan gereja akan menjadi satu daya tarik, bukan oleh gereja itu sendiri melainkan oleh Kristus sebagai tunas yang menjadi bendera dan sebagai taruk yang menjadi panji-panji. Kita perlu melihat mengapa Yesaya memasangkan Kristus sebagai tunas dan taruk dengan Kristus sebagai bendera dan panji-panji. Ketika kita memiliki Kristus sebagai tunas yang bertumbuh di antara kita, maka tunas yang bertumbuh ini menjadi satu bendera yang menggambarakan, menjelaskan, menunjukkan, dan bahkan membrikan beberapa pengajaran mengenai apa adanya Kristus bagi gereja. Kristus yang sama ini juga merupakan satu taruk yang bertumbuh menjadi panji-panji.

A. Satu Bendera bagi Bangsa-bangsa

Kristus adalah satu bendera bagi semua bangsa. Yesaya 11:10 mengatakan, “Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji/bendera bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.” Taruk dari pangkal Isai menunjukkan sumber rajani insani yang sama seperti tunas dalam ayat 1. Daud adalah sumber rajani insani ini. Kata berdiri menunjukkan penuh dengan kekuatan dan kemampuan. Kristus akan berdiri dengan penuh kekuatan dan kemampuan sebagai bendera bagi bangsa-bangsa.

Bendera ini, mungkin menjadi satu perluasan dari tunas dalam ayat 1, yang menunjukkan satu pataka sebagai satu tanda pengumpulan dan perhimpunan. Kata Ibrani untuk bendera dalam ayat 10 juga dapat diterjemahkan sebagai pataka (ASV) atau tanda (NASB). Kristus sebagai bendera adalah tanda pengumpulan dan perhimpunan bagi bangsa-bangsa di bumi. Frase bagi bangsa-bangsa dalam ayat 10 ini menunjukkan semua bangsa di bumi.

Dia akan dicari oleh bangsa-bangsa menunjukkan bahwa semua bangsa di bumi akan berpaling kepada-Nya dan akan rela untuk menjadi umat-Nya. Harinya akan tiba mana kala semua bangsa di bumi ini akan berpaling untuk mencari Kristus dan akan gembira untuk menjadi umat-Nya. Kita sedang menantikan hari itu.

Tempat kediamannya akan menjadi mulia menunjukkan bahwa kemuliaan ilahi Allah akan menjadi tempat peristirahatan Kristus. Kemuliaan ilahi ini akan menjadi tempat tidur-Nya, sofa-Nya, dan tempat peristirahatan-Nya. Ini menunjukkan bahwa kemuliaan ilahi bersatu dengan Kristus. Kemuliaan ilahi yang menjadi tempat peristirahatan-Nya menunjukkan keilahian-Nya, yang berarti bahwa Dia dengan Allah adalah satu. Sebenarnya, bendera bagi bangsa-bangsa itu adalah Allah itu sendiri.

B. Suatu Panji-panji bagi Bangsa-bangsa

Kristus juga adalah suatu panji-panji bagi bangsa-bangsa (ay. 12a). Panji-panji ini mungkin adalah perluasan dari taruk dalam ayat 1, dan menunjukkan pengaruh dari kekuatan untuk memanggil dan mengumpulkan. Panji-panji yang dinaikkan tinggi-tinggi ini, selalu memanggil dan mengumpulkan orang-orang ke tempat di mana panji-panji itu berada. Panji-panji yang demikian ini menjadi satu magnet yang besar bagi bangsa-bangsa. Bagi bangsa-bangsa menunjukkan seluruh bumi.

C. Membawa Masuk Kembalinya Umat Allah dan Tunduknya Bangsa-bangsa Kafir

Kristus sebagai bendera bagi bangsa-bangsa dan panji-panji bagi bangsa-bangsa akan membawa masuk kembalinya umat Allah dan tunduknya bangsa-bangsa Kafir (Yes. 11:11d, 12b-16). Tuhan akan memulihkan untuk kedua kalinya sisa-sisa dari umat-Nya dari bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari empat penjuru bumi (ay. 11, 12b). Tuhan pertama kali memulihkan Israel adalah pada waktu mereka keluar dari Mesir. Bahkan sampai hari ini banyak dari orang-orang Yahudi yang merantau, tercerai berai di mana-mana, di seluruh bola bumi ini.

Ayat 13 dan 14 mengatakan bahwa Efraim tidak akan cemburu terhadap Yehuda, dan Yehuda tidak akan menyesakkan Efraim lagi. Mereka akan terbang ke barat dan ke timur; bangsa-bangsa akan masuk ke dalam genggaman tangan mereka dan akan patuh kepada mereka. Efraim adalah negara utara Israel, dan Yehuda adalah negara selatan. Satu negara telah dibagi menjadu dua—negara Israel dan negara Yehuda. Mereka tidak akan menyesakkan satu sama lain, sebaliknya mereka akan secara harmonis menjadi satu. Mereka akan berkumpul untuk menjarah bangsa-bangsa di barat dan di timur. Bangsa-bangsa akan masuk ke dalam genggaman tangan mereka dan akan patuh kepada mereka. Dalam pengalaman kita, ini menandakan hasil dari pemberitaan injil kita. Jika kita cemburu satu sama lain dan saling menyesakkan, maka kita tidak akan dapat untuk menjarah orang-orang dari barat dan dari timur, dan mereka tidak akan jatuh ke dalam genggaman tangan kita dan patuh kepada kita.

Selain itu, Tuhan akan mengeringkan teluk Mesir (teluk di laut Merah) dan akan mengeringkan sungai Efrat, sungai yang besar, dengan angin yang menghanguskan dan akan memukulnya pecah menjadi tujuh batang air, dan akan ada jalan raya dari Asyur bagi sisa-sisa umat-Nya yang tertinggal untuk pulang kembali (ay. 15-10). Laut Mesir adalah Laut Merah, teluk di Laut Mesir adalah Teluk Suez, teluk Laut Merah. Harinya akan tiba mana kala teluk ini akan dihancurkan. Pada hari itu umat Allah, yaitu Israel, akan dapat berjalan melalui Mesir ke tanah kudus mereka.

Yesaya memberi tahu kita bahwa Yehova akan mengeringkan “Sungai itu” (ay. 15) Ini adalah sungai besar, yaitu sungai Efrat, yang diseberangi oleh Abraham (Yos. 24:2-3). Sungai besar Efrat ini juga disinggung dalam Wahyu 16:12 dalam hubungannya dengan perang di Harmagedon. Pada hari-hari yang akan datang, Allah akan mengeringkan sungai Efrat ini dengan angin yang menghanguskan. Kemudian sungai itu akan dipecah menjadi tujuh batang air, sehingga umat Allah dapat berjalan melaluinya untuk kembali ke negeri mereka.

Juga akan ada jalan raya dari Asyur bagi sisa-sisa umat-Nya yang tertinggal untuk pulang kembali. Tuhan akan membangun satu jalan raya dari Asyur ke Tanah Kudus. Dia akan mengubah situasi dunia ini. Pertama, teluk di laut Mesir, yang menghalangi lalu lintas dari Mesir ke Tanah Kudus, akan dihancurkan. Kedua, Allah akan memakai angin panas yang menghanguskan untuk mengeringkan sungai Efrat menjadi tujuh batang air. Ayat 15 mengatakan bahwa Dia akan menggiring orang-orang melaluinya dengan berkasut. Berkasut secara harfiah berarti memakai sandal. Penghalang yang besar ini akan dikeringkan supaya anak-anak Israel dapat berjalan melaluinya. Ketiga, Allah akan membangun jalan raya ke Tanah Kudus dari Asyur. Semuanya ini akan memecahkan tiga masalah dan penghalang yang besar bagi kembalinya bani Israel.

Kita juga harus mengatasi penghalang-penghalang bagi pemberitaan injil kita dalam pergerakan Tuhan. Belakangan ini saya bersekutu dengan beberapa saudara tentang perasaan saya bahwa pemulihan Tuhan harus dipertimbangkan lagi dalam pengarahannya. Dunia ini telah berubah dan akan terus berubah. Sudah ada empat perubahan besar yang terjadi belakangan ini dalam situasi dunia ini. Pertama, hari ini Eropah telah memiliki satu pemasaran umum. Kedua, Jerman Barat dan Jerman Timur telah bersatu. Ketiga, sudah ada banyak perubahan politik dalam negara-negara kecil Eropah. Keempat, Rusia dan semua negara satelitnya telah berubah dan terus akan berubah. Semua pemimpin bumi ini sedang memikirkan apakah langkah-langkah yang harus diambil bagi ekonomi mereka, industri mereka, dan pendidikan mereka untuk masa depan mereka di antara semua bangsa di bumi ini.

Dulu kita telah menunjukkan bahwa situasi seluruh dunia ini adalah persiapan bagi pergerakan Tuhan dalam injil-Nya. Kitab Yesaya memperlihatkan bahwa penghajaran Allah terhadap umat pilihan-Nya dan penghakiman-Nya terhadap bangsa-bangsa membawa masuk Kristus. Kristus adalah injil dan situasi dunia ini adalah bagi injil ini. Dunia sekarang ini sedang berubah bagi kemajuan injil. Bahkan Tuhan Yesus datang pun sewaktu dunia ini sedang berubah. Pompey jendral Roma telah menaklukan Yerusalem pada tahun 63 S. M. Pada tahun 27 S. M. Agustus menerima restu dari Senat Roma untuk membentuk Kekaisaran Roma. Itu mempersiapkan jalan bagi kelahiran Kristus dua puluh tujuh tahun kemudian.

Pemberitaan injil rasul-rasul mengikuti situasi politik pada waktu itu. Dalam dua puluh abad belakangan ini, injil selalu bepergian menurut perubahan politik di bumi ini. Belakangan ini saudara-saudara yang pergi ke Rusia membagikan bahwa Tuhan telah membuka Rusia untuk penerbitan-penerbitan buku-buku kita. Ada banyak surat-surat yang memberi semangat dari orang-orang Rusia yang mempersaksikan tentang hal ini. Kita tidak dapat hanya menyelidiki situasi ini dan puas diri saja. Kita harus mempertimbangkan kembali arah kita dalam terang situasi dunia pada hari ini.

Kisah Para Rasul memperlihatkan ada lima nabi dan guru dalam gereja di Anthiokia yang berpuasa dan berdoa bersama-sama. Kemudian bimbingan itu datang bahwa Paulus dan Barnabas harus berpisah dan mereka diutus pergi. Mereka membawa injil dari Anthiokia ke Asia Kecil. Itu merupakan satu langkah yang besar dalam pergerakan Tuhan. Saya percaya bahwa lima nabi dan guru ini mempertimbangkan bagaimana untuk membawa injil Tuhan dari Tanah Kudus ke dunia Kafir, dan selama pertimbangan mereka ini, bimbingan itu datang.

Dalam perjalanan Paulus yang kedua, ia dan sekerja-sekerjanya bermaksud untuk membicarakan firman di Asia, tetapi mereka dilarang oleh Roh Kudus (Kis. 16:6). Kemudian mereka berusaha untuk masuk ke Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka (ay. 7).Roh Kudus melarang mereka untuk pergi ke sebelah kiri, yaitu ke Asia dan Roh Yesus tidak mengizinkan mereka untuk pergi ke sebelah kanan, yaitu ke Bitinia, menunjukkan pimpinan untuk berjalan lurus ke depan bagi rasul dan sekerja-sekerjanya. Dengan spontan, mereka harus pergi ke arah Makedonia.Tetapi Paulus harus menerima penglihatan selama malam itu yaitu tentang seorang Makedonia yang memintanya untuk datang menyeberang Laut Aegea masuk ke Makedonia untuk menolong mereka (ay. 9). Kemudian Paulus dan sekerja-sekerjanya menyimpulkan bahwa Allah telah memanggil mereka untuk membawa kabar baik ke Makedonia.

Mereka menyeberang laut Aegea ke Eropah dan sampai di Filipi. Filipi adalah sebuah pos pertahanan Kekaisaran Roma yang ada di negeri asing, di mana warga negaranya mempunyai hak yang sama dengan orang-orang di ibukota, yaitu di Roma. Sebagai satu benteng dari kekaisaran Romawi kuno, Filipi adalah sebuah kota yang sangat strategis bagi penyebaran injil sebagai satu permulaan di Eropah. Dari sana injil menyebar ke seluruh Eropah dan akhirnya ke Yunani dan ke Roma.

Kita harus mempertimbangkan situasi dunia hari ini dan melihat arah kita hari ini. Bolehkah kita hanya melihat situasi ini dan mengatakan bahwa segala sesuatunya baik dengan pemulihan Tuhan? Banyak orang muda di antara kita yang telah dilatih dalam beberapa tahun belakangan ini, dan kita mempunyai seratus orang lebih dalam pelatihan sepenuh waktu ini. Kita sedang berdoa tentang perkara ini. Mungkin pada periode latihan kita selanjutnya, kita akan mengubah pelajaran bahasa kita ke bahasa Rusia, Perancis, Jerman, ditambah dengan bahasa Inggris British. Jika seseorang mempunyai pengenalan akan empat bahasa ini, maka ia dapat pergi dan berbicara kepada orang-orang di seluruh Eropah dan Rusia. Saya mendorong orang-orang muda untuk belajar bahasa Perancis, Jerman, dan Rusia bagi pergerakan Tuhan.

Pada hari-hari ini kita perlu menaruh perhatian yang penuh kepada Kristus yang almuhit, yang adalah sentralitas dan universalitas dari roda besar pergerakan Trinitas Ilahi bagi dispensi ilahi diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan-Nya. Dalam kehidupan gereja bagi pemulihan Tuhan, di mana kebangunan dan pemulihan hayat yang tepat terjadi, Kristus harus menjadi tunas, taruk, bendera, dan panji-panji. Pertama-tama, kita sendiri harus memiliki satu pemulihan hayat. Kemudian ini akan berkembang biak dan akan dinyatakan oleh satu bendera, yaitu Kristus. Kemudian Dia akan dicari bangsa-bangsa, dan Dia akan menjadi panji-panji bagi mereka. Haleluya untuk Kristus!