← Daftar isi Yesaya · bab 38/54

TUNAS DARI TUNGGUL ISAI DAN TARUK DARI PANGKAL ISAI MEMBAWA MASUK PEMULIHAN HAYAT DAN BENDERA BANGSA-BANGSA DAN PANJI-PANJI BANGSA-BANGSA MEMBAWA MASUK KEMBALINYA

UMAT ALLAH DAN TUNDUKNYA BANGSA-BANGSA KAFIR

(1)

Pembacaan Alkitab: Yes. 11:1-9

Dalam berita ini kita akan melihat Kristus yang almuhit dalam Yesaya 11. Pasal ini meliput kedatangan Tuhan pada hari-hari terakhir untuk membawa masuk pemulihan atas segala sesuatu, kebangunan Israel, dan tunduknya bangsa-bangsa Kafir yang mencari Dia. Untuk tujuan ini Kristus telah menjadi empat butir. Empat butir di dalam Yesaya 11 ini membentuk dua pasangan dalam tulisan puitis Yesaya. Pasangan yang pertama adalah Kristus sebagai tunas dari tunggul Isai dan taruk dari pangkal Isai yang membawa masuk pemulihan hayat (ay. 1-9). Pasangan yang kedua adalah Kristus sebagai bendera bangsa-bangsa dan panji-panji bangsa-bangsa yang membawa masuk kembalinya umat Allah dan tunduknya bangsa-bangsa Kafir (ay. 10-16). Bendera dan panji-panji adalah perluasan dari tunas dan taruk. Kristus harus menjadi dua pasang dari empat butir ini bagi penggenapan ekonomi Allah.

I. TUNAS DARI TUNGGUL ISAI DAN TARUK DARI PANGKAL ISAI

Kristus adalah tunas dari pangkal Isai dan taruk dari tunggul Isai (Yes. 11:1-9). Kristus dilambangkan oleh sebuah tunas dari sebuah pohon yang besar yang telah ditebang sampai ke akarnya (cf. 10:32:34). Hampir segala sesuatu mengenai Israel dan rumah Daud telah ditebang. Hanya Isai, ayah Daud yang disinggung dalam Yesaya 11. Yang tersisa hanyalah Isai, sumber Daud. Tunas Isai yaitu keluarga Daud, telah ditebang tetapi sumber yang daripadanya Daud keluar tetap ada. Keluarga raja Daud, yaitu rumah Daud, telah ditebang ketika Nebukadnezar raja Babel, datang untuk menaklukkan Yehuda dan menundukkan Israel. Ia menghancurkan kota kudus, Yerusalem, dan bait kudusnya. Ia menawan keluarga raja Daud, termasuk raja dan keluarganya, dan membawanya ke Babel. Ini berarti adalah akhir dari keluarga raja Daud. Pohon besar dari rumah Daud telah ditebang tetapi taruk dengan akarnya masih tetap ada di sana. Kristus keluar dari sumber ini sebagai tunas dari tunggul dan sebagai taruk dari pangkalnya.

Keluarga raja telah ditebang/diputus, dengan meninggalkan tunggul dengan pangkalnya di sana kira-kira hampir selama enam abad, yaitu dari 606 S. M sampai waktu Kristus dilahirkan. Ketika Kristus lahir seperti yang dinubuatkan dalam Yesaya 7:14, Dia adalah tunas dari tunggul Isai. Tidak banyak orang yang memperhatikan sebuah tunas. Yesus adalah tunas dari tunggul Isai. Meskipun Dia menjadi begitu “kecil,” tetapi tidak ada penganiayaan atau penderitaan yang dapat menjatuhkan Dia. Sebagai tunas dari tunggul Isai, Dia tetap ada sampai selama-lamanya.

Kedatangan Kristus dalam inkarnasi sebagai tunas adalah kebangunan dari keluarga raja Daud yang telah dicabut. Keluarga raja Daud telah dicabut sampai satu tingkat hingga sulit sekali ada sesuatu yang ditinggalkan di atasnya. Tetapi pada satu hari dalam inkarnasi Allah, seorang anak lahir bagi keluarga Daud. Maria dan Yusuf adalah keturunan Daud. Dari Maria sebuah tunas dilahirkan. Keluarga raja Daud yang telah “ditebang” itu dibangunkan pada waktu tunas itu dilahirkan.

Kita harus menyadari bahwa kebangunan keluarga Daud masih terus berlangsung. Menurut pemikiran kita, Kristus mempunyai dua kedatangan, tetapi menurut realisasi Allah, Dia mengutus Putra-Nya sekali untuk selamanya. Pengutusan ini dimulai dari Betlehem. Ketika Yesus lahir, itu adalah permulaan dari pengutusan Allah terhadap Putra-Nya ke bumi. Pengutusan ini belum digenapkan sepenuhnya. Pengutusan ini masih terus berlangsung. Pengutusan ini dimulai pada waktu Yesus lahir dan akan lengkap ketika Anak Manusia datang ke bumi secara terbuka. Matius 24:27 mengatakan, “Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.” Itu akan menjadi kelengkapan dari pengutusan Allah terhadap Putra-Nya.

Kristus sebagai tunas dari tunggul Isai ada sekitar dua ribu tahun yang lalu, tetapi pengutusan-Nya belum genap sepenuhnya. Kelengkapan dari pengutusan-Nya oleh Allah digenapkan dalam tiga cara: melalui pembangunan gereja-Nya, melalui persiapan-Nya terhadap Israel, melalui penyetelan-Nya, penghakiman-Nya atas bangsa-bangsa. Situasi hari ini di seluruh Timur Tengah mutlak adalah bagi keuntungan Israel. Israel telah menikmati keuntungan dari peperangan antara Amerika Serikat dan Irak belakangan ini. Ini dapat dianggap sebagai satu bagian dari kedatangan Kristus dalam persiapan-Nya terhadap Israel. Peperangan belakangan ini yang melibatkan Irak juga adalah penyetelan Allah terhadap bangsa-bangsa. Sejak tahun 1987 kita telah melihat penyetelan yang besar di bumi di antara bangsa-bangsa—pertama-tama melibatkan Rusia dan negara-negara satelitnya dan yang kedua di antara negara-negara di Timur Tengah. Sungguh ini adalah suatu penyetelan! Kristus telah mengambil satu langkah yang besar pada tahun-tahun belakangan ini dalam situasi dunia. Dia telah jauh lebih dekat untuk menampakkan diri-Nya ke bumi secara terbuka, dan Dia masih dalam perjalanan-Nya.

Tuhan datang pada waktu kelahiran-Nya. Kemudian Dia pergi ke salib untuk mati. Murid-murid mengira Dia pergi untuk meninggalkan mereka. Namun Tuhan mewahyukan bahwa ini bukanlah kepergian-Nya melainkan kedatangan-Nya (Yoh. 14:3, 17-20; 20:19-22). Kepergian Tuhan melalui kematian dan kebangkitan sebenarnya adalah kedatangan-Nya kepada murid-murid sebagai Roh itu untuk masuk ke dalam mereka dan berhuni di dalam mereka. Dia juga datang pada hari Pentakosta sebagai Roh itu, dan membaptis Tubuh-Nya di dalam satu Roh (Kis. 2:4a, 17). Hari ini Dia masih berada dalam perjalanan. Dia akan datang. Seluruh situasi dunia adalah satu petunjuk dari tahap-tahap kedatangan Kristus. Dia adalah tunas kecil dalam palungan di Betlehem, tetapi sebagai terang dalam Matius 24:27, Dia akan menjadi panji-panji yang besar bagi bangsa-bangsa.

Kita perlu melihat apa yang diwahyukan dalam Yesaya 11. Yesaya 11 mewahyukan Kristus sebagai tunas dan taruk. Dia penuh dengan Roh hikmat dan pengertian, Roh nasihat dan keperkasaan, Roh pengenalan dan takut akan Yehova (ay. 2). Roh yang luar biasa! Roh ini adalah Roh yang diperkuat tujuh kali ganda (Why. 1:4). Bersama Roh ini ada administrasi Allah dan pemerintahan Allah (Yes. 11:3-5). Kemudian ada pemulihan hayat (ay. 6-9). Akhirnya tunas ini menjadi bendera bagi bangsa-bangsa (ay.10), dan taruk ini menjadi panji-panji bangsa-bangsa (ay. 12). Bahkan bangsa-bangsa Kafir pun akan datang kepada Kristus. Di manakah pusat bumi ini? Di manakah pusat ras manusia? Di manakah pusat sejarah dunia? Lihatlah bendera itu. Kristus sebagai bendera adalah pusatnya, dan bangsa-bangsa harus pergi kepada-Nya. Inilah wahyu dalam Yesaya 11.

Kristus sebagai tunas dan taruk telah datang. Di satu pihak, Kristus sebagai tunas dan taruk yang ada di surga, dan di pihak lain, Dia ada di dalam kaum beriman dan gereja. Apakah yang sedang Dia lakukan? Dia masih sedang berjalan maju. Dia masih berada dalam perjalanan-Nya. Dia masih sedang “melangkah” kepada kita. Dia ada di dalam kita, tetapi Dia masih sedang melangkah kepada kita. Ini adalah kebenaran yang menakjubkan dari kedatangan-Nya.

Dalam inkarnasi-Nya Dia adalah sebuah tunas. Dalam kebangkitan-Nya Dia adalah taruk yang penuh. Pada awalnya taruk ini adalah Tunas Yehova seperti yang diwahyukan dalam Yesaya 4:2. Dia menjadi Tunas Yehova menunjukkan keilahian-Nya. Dia menjadi tunas dari tunggul Isai dan taruk dari pangkal Isai menunjukkan keinsanian-Nya. Sebenarnya, Dia adalah satu taruk/cabang, cabang yang ilahi dan insani.

A. Tunas dari Tunggul Isai

Seperti yang telah kita lihat, Kristus adalah tunas dari tunggul Isai (Yes. 11:1a). Tunggul Isai menunjukkan sumber rajani insani yang telah dicabut (Rut. 4:17b). Tunas dari tunggul Isai menunjukkan kuat kuasa yang memulihkan dalam kesegaran. Tunas ini begitu hijau, lembut,dan segar.

B. Taruk dari Pangkal Isai

Kristus juga adalah taruk dari pangkal Isai (Yes. 11:1b). Pangkal Isai menunjukkan kuat kuasa hayat yang dalam dan tersembunyi. Taruk dari pangkalnya menunjukkan kekuatan untuk bertumbuh dan berbuah banyak. Tunas adalah permulaan dari taruk, dan taruk/cabang adalah untuk berbuah.

C. Penuh dengan Roh Yehova

Ketika Kristus sebagai tunas dan taruk di sini, maka Roh itu ada di sini. Empat Injil memperlihatkan kepada kita di mana saja Yesus berada, maka Roh itu ada di sana. Dalam empat Injil itu tunas ada di sana, taruk ada di sana, dan Roh itu ada di sana. Roh ini adalah Roh Yehova, yang adalah Roh hikmat dan pengertian, Roh nasihat dan keperkasaan, Roh pengenalan dan takut akan Yehova (Yes. 11:2). Roh hikmat dan pengertian adalah untuk pikiran dan terutama berhubungan dengan keinsanian. Roh nasihat dan keperkasaan menunjukkan kepada Yesus itu sendiri sebagai Penasehat yang ajaib yang memberikan nasihat kepada kita setiap waktu melalui Roh itu (Yes. 9:5). Roh itu memiliki nasihat dan keperkasaan.

Roh ini juga adalah Roh pengenalan dan takut akan Yehova. Takut akan Yehova berjalan bersama dengan pengenalan yang tepat. Sebelum kita diselamatkan kita tidak takut apa-apa karena kita ini degil. Sejak waktu kita diselamatkan oleh Tuhan, kita telah menerima satu pendidikan rohani dan menuntut pengenalan rohani. Hari ini banyak dari antara kita yang mempersaksikan bahwa kita tidak berani pergi ke bioskop atau ke tempat-tempat duniawi dan penuh dosa lainnya. Ada banyak tempat di mana kita tidak berani pergi ke sana, karena kita memiliki rasa takut akan Yehova. Ada seseorang yang meminta kita untuk melakukan sesuatu, tetapi kita tidak berani melakukannya, karena kita memiliki rasa takut akan Yehova. Kita tidak berani membeli pakaian-pakaian tertentu yang memiliki penampilan modern zaman ini, karena kita takut akan Yehova. Kita takut akan Yehova itu disebabkan karena pengenalan rohani. Karena Roh ini terdiri dari tujuh butir—Yehova, hikmat, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengenalan, dan takut akan Yehova—kita dapat mengatakan bahwa Dia adalah Roh yang diperkuat tujuh kali ganda. Tujuh butir ini melukiskan situasi dalam gereja. Karena itu, ini menunjukkan bahwa Kristus sebagai tunas dan taruk ada di sini beserta dengan kita. Roh itu adalah kehadiran-Nya.

D. Untuk Melaksanakan Administrasi Yehova

Sebagai tunas dari tunggul Isai dan taruk dari pangkal Isai, Kristus akan melaksanakan administrasi Yehova (Yes. 11:3-5). Administrasi Yehova terdiri dari dua butir—kebenaran dan keadilan.Kristus senang dalam takut akan Yehova (ay. 3a). Dia senang dalam takut akan Yehova, bahkan pada waktu menjadi seorang anak laki-laki berumur dua belas tahun. Dia tidak menghakimi berdasarkan apa yang dilihat mata-Nya atau pun memutuskan berdasarkan apa yang didengar telinga-Nya, melainkan Dia menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan kepada orang-orang yang tertindas dengan kejujuran (ay. 3b-4a). Kejujuran sama dengan keadilan. Kristus menjatuhkan keputusan dengan kejujuran, keadilan, kewajaran kepada orang-orang yang tertindas. Hal-hal yang tidak benar dalam masyarakat manusia itu dilakukan terutama kepada orang-orang miskin. Ketidaadilan terutama dilaksanakan kepada orang-orang yang tertindas, yaitu orang-orang yang menderita. Namun, setiap pemerintahan yang baik haruslah benar dan adil. Jika tidak demikian, maka pemerintahan itu gelap.Administrasi Allah adalah benar dan adil.

Ketika Kristus datang kembali, Dia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat dari mulut-Nya dan dengan nafas bibir-Nya Ia akan membunuh orang fasik (ay. 4b). Nafas bibir-Nya adalah firman yang keluar dari mulut-Nya. Kebenaran akan mengikat pinggang-Nya, membuat Dia menjadi kuat, dan kesetiaan mengikat pinggang-Nya, dan membuat Dia menjadi kokoh (ay. 5). Agar pemerintahan kuat maka pemerintahan itu harus benar. Agar pemerintahan kokoh maka pemerintahan itu harus setia. Pemerintahan yang tidak benar tidak akan dapat bertahan lama, dan pemerintahan yang tidak setia tidak akan kokoh. Administrasi Allah itu kuat dan kokoh.

E. Membawa Masuk Pemulihan Hayat

Administrasi Yehova membawa masuk pemulihan hayat (ay. 6-9). Dalam pemulihan hayat ini, serigala akan tinggal bersama domba, dan macan tutul akan berbaring di samping anak kecil (ay. 6a). Serigala memangsa domba, tetapi dalam pemulihan hayat, mereka akan tinggal bersama dengan domba. Dalam pemulihan hayat, anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya (ay. 6b). Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu (ay. 7). Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak (ay. 8). Yesaya 11:9 mengatakan, “Tidak ada yang akan berbuat jahat atau berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN seperti air laut yang menutupi dasarnya."”Pengenalan takut akan Allah berasal dari Roh itu melalui administrasi Yehova dalam pemulihan hayat.

Pemulihan hayat ini akan terjadi pada zaman yang akan datang, tetapi kita tidak boleh melupakan Ibrani 6:5, yang memberi tahu kita bahwa kita memiliki pencicipan pada zaman ini akan pekerjaan-pekerjaan kekuasaan pada zaman yang akan datang. Apa yang akan terjadi pada zaman yang akan datang seperti yang tercatat di dalam Yesaya 11 ini harus terjadi di antara kita pada hari ini sebagai satu pencicipan. Di antara kita tidak boleh ada “serigala-serigala,” “macan tutul,” “beruang,” “singa,” atau “ular beludak.” Paulus memberi tahu saudara-saudara dalam Kisah Para Rasul 20 untuk berjaga-jaga terhadap serigala-serigala yang akan masuk di antara mereka (ay. 29). Karena kehidupan gereja adalah satu pencicipan dari zaman yang akan datang, maka semua “serigala,” “macan tutul,” “beruang,” “singa,” dan “ular beludak,” sifatnya harus diubah. Inilah pemulihan hayat. Dulu kita mungkin telah menjadi orang-orang yang demikian dalam hal yang negatif, tetapi sekarang sifat kita telah berubah. Kadang-kadang kita mungkin melihat bahwa ada saudara tertentu yang adalah “macan tutul” sampai kita menemukan bahwa sifatnya telah diubah. Kehidupan gereja juga dapat dianggap seperti “kebun binatang” dari pemulihan hayat di mana sifat mereka semua diubah melalui Roh itu dan oleh Kristus sebagai tunas dan taruk.