← Daftar isi Yesaya · bab 40/54

MATA AIR KESELAMATAN

Pembacaan Alkitab:

Yes. 12; Yoh. 1:14a; Kol. 2:9; Mat. 1:21; Ibr. 5:9; 9:12; Yoh. 4:14; Why. 21:6

SUMBER AIR KESELAMATAN, MATA AIR KESELAMATAN DAN ALIRAN KESELAMATAN

Dalam berita ini kita akan melihat mata air keselamatan dalam Yesaya 12. Kita perlu mengenal perbedaan antara kata sumber air dan mata air. Ulangan 8:7 membicarakan tentang negeri yang baik itu sebagai “suatu negeri dengan sungai, mata air, dan danau yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung.” Danau adalah sumbernya, dan mata air adalah pancaran dari sumber itu, dan alur air, yaitu sungai adalah alirannya. Sumber sungai Yordan ada di Gunung Hermon. Beberapa orang di antara kita pernah pergi ke sana dan melihat mata air yang memancar dari sumber air yang menjadi sebuah sungai. Dalam bentuk kata keterangannya mata air berarti memancar atau menyembur. Keluaran 15 membicarakan tentang bani Israel sampai di Elim dalam perjalanan mereka di padang gurun. Di Elim ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon palem (ay. 27—ASV). Sumber dari mata air ini mungkin adalah satu sumber air.

Yesaya 12 tidak memakai kata mata air dalam bentuk tunggal melainkan memakai kata mata air-mata air dalam bentuk jamak. Ayat 3 mengatakan, “Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air-mata air keselamatan.” Istilah mata air-mata air keselamatan menunjukkan bahwa keselamatan adalah sumbernya. Sumber dari mata air-mata air keselamatan ini adalah satu sumber air, dan sumber air itu adalah keselamatan. Sumber, sumber air, dan keselamatan itu sinonim. Siapakah sumber, sumber air, dan keselamatan dalam Yesaya 12 ini? Ayat 2 mengatakan, “Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.” Yah adalah bentuk singkat dari Yehova. Ini mirip dengan nama kepanjangan dari seseorang yang juga memiliki nama singkatnya, seperti Benyamin dan Ben.

Kata utama yang ditekankan dalam Yesaya 12 adalah keselamatan. Allah adalah keselamatan kita, dan Yah Yehova adalah kekuatan kita dan mazmur kita. Kekuatan dan mazmur menunjukkan pengalaman. Ketika keselamatan Allah dialami oleh kita, maka keselamatan ini menjadi kekuatan kita, dan pada akhirnya akan menjadi mazmur kita, pujian kita. Kekuatan dan mazmur ini adalah pengalaman terhadap keselamatan. Dalam pengalaman kita, Allah kita adalah Yah dan Yehova. Dalam Perjanjian Baru Allah kita disebut Yesus dan Kristus. Dia adalah Tuhan Yesus Kristus. Ketika kita berseru kepada-Nya, kita dapat mengatakannya dengan sangat intim, “Tuhan Yesus Kristusku.” Kadang-kadang kita dapat mengekspresikan hal ini lebih mesra lagi dengan mengatakan, “Tuhan Yesus Kristusku yang kekasih.” Yah Yehova dalam Perjanjian Baru adalah Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluar dari sumber keselamatan ini ada mata air-mata air. Keselamatan ini adalah Yah Yehova. Dalam Perjanjian Baru, Yah Yehova adalah Yesus, Allah berinkarnasi. Yesus berarti keselamatan Yehova. Keselamatan ini adalah sumber dari semua mata air itu. Dalam Yohanes 7:38 Tuhan Yesus mengatakan bahwa dari dalam bathin kita akan mengalir sungai-sungai air hidup. Bukan hanya satu sungai/aliran, melainkan banyak sungai mengalir keluar dari kita. Ketika saya muda, saya terganggu karena saya tahu bahwa sungai-sungai, dalam bentuk jamak ini, mengacu kepada Roh yang satu itu. Pada waktu itu saya tidak melihat bahwa kitab Wahyu membicarakan tentang tujuh Roh (1:4; 4:5; 5:6). Satu Roh Allah ini telah diintensifkan tujuh kali ganda. Dalam Yohanes 7 sungai-sungai air hidup ini adalah banyak aliran dari berbagai aspek hayat (cf. Rm. 15:30; 1 Tes. 1:6; 2 Tes. 2:13; Gal. 5:22-23) dari satu sungai air hayat yang unik (Why. 22:1), yang adalah Roh hayat Allah (Rm. 8:2).

Mata air-mata air ini berasal dari sumber air. Mata air-mata air ini adalah Kristus. Mata air-mata air ini menjadi sungai-sungai, yang adalah Roh itu. Keselamatan adalah sumbernya, yaitu sumber airnya, yang daripadanya Kristus memancar. Allah Tritunggal yang telah melalui proses adalah sumber air, mata air, dan sungai air hayat. Bapa adalah sumber airnya, Putra adalah mata air-mata airnya, dan Roh itu adalah sungar air hayat.

Air dalam sumber air ini berasal dari langit. Air ini turun ke bumi dan meresap sangat dalam ke bumi ini. Akhirnya, air ini menjadi satu sumber air di bawah bumi, dan sumber air ini muncul menjadi mata air-mata air. Ini adalah satu gambaran. Air ini adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses yang menjadi satu sumber air, yang daripadanya kita dapat memperoleh mata air-mata air keselamatan untuk kenikmatan dan pengalaman kita. Ketika kita menerima air ini, maka air ini menjadi satu arus yang mengalir di dalam kita. Allah sebagai keselamatan kita adalah sumbernya; Kristus adalah mata air-mata air keselamatan untuk kenikmatan dan pengalaman kita; dan Roh itu adalah aliran dari keselamatan ini di dalam kita.

Dalam Yohanes 4 Tuhan Yesus memperlihatkan kepada perempuan Samaria bahwa air yang hidup itu di dalam dirinya akan menjadi mata air yang terus menerus memancar sampai ke dalam hayat yang kekal (ay. 14). Dalam Wahyu 21:6 Tuhan berkata, “Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air hayat.” Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru memperlihatkan bahwa air hidup ini adalah keselamatan Allah yang praktis. Keselamatan yang praktis ini adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses itu sendiri.

MENERIMA ALLAH TRITUNGGAL SEBAGAI KESELAMATAN KITA MELALUI MINUM DIA

Kebanyakan orang tidak melihat bahwa keselamatan Allah itu begitu subyektif bagi kita. Kebanyakan orang memikirkan keselamatan-Nya secara obyektif. Ada yang mengira bahwa mereka memerlukan Tuhan Yesus mengulurkan tangan-Nya untuk menyelamatkan mereka dan menarik mereka keluar dari kejatuhan. Sebenarnya, keselamatan Tuhan itu mutlak tidak seperti ini. Jika kita ingin agar Tuhan menyelamatkan kita, maka kita harus minum Dia. Cara untuk menerima Allah Tritunggal menjadi keselamatan kita adalah melalui minum Dia. Ketika air itu masuk ke dalam kita, maka air ini akan merendam seluruh diri kita. Cara agar kita dapat terawat, ditransformasi, diserupakan, dan dimuliakan adalah dengan minum Kristus ke dalam kita. Inilah cara untuk menerima Allah sebagai keselamatan kita. Sumber dari air ini adalah satu sumber air, yang sangat dalam dan luas, dan sumber air ini mempunyai banyak mata air.

Mata air-mata air di Air Terjun Niagara tidak dapat diminum karena terlalu besar dan berbahaya, tetapi Yesus adalah satu mata air yang lembut. Pada zaman dahulu di Timur Tengah, orang-orang pergi ke satu mata air di mana ada sebuah sumur yang dari dalamnya mereka dapat menimba air untuk mereka sendiri dan untuk orang lain. Kita juga dapat datang kepada Tuhan untuk menimba air hidup daripada-Nya untuk diri kita dan untuk orang lain. Ini memperlihatkan bahwa Allah Tritunggal yang telah melalui proses sebagai keselamatan kita itu sangat subyektif. Air yang kita minum itu melalui seluruh diri kita, diasimilasi oleh kita, dan bahkan menjadi kita.

Dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, air dipakai sebagai satu ilustrasi dari Allah Tritunggal kita. Pada akhir Alkitab dalam Wahyu 22, ada satu gambaran tentang takhta, yang di atasnya Anak Domba-Allah duduk. Dari takhta yang diduduki Anak Domba itu, mengalir sungai air hayat. Dalam sungai ini tumbuh pohon hayat, dan sungai ini melalui seluruh kota kudus itu. Sungai ini berbentuk spiral turun dari takhta di tengah-tengah jalan emas untuk mengairi seluruh kota itu. Setiap bagian dari kota itu dirawat dan diairi oleh sungai ini. Inilah gambaran yang penuh dari Allah Tritunggal yang menjadi keselamatan kita. Setiap hari kita perlu minum Dia.

MENGHIRUP DAN MINUM MELALUI BERSERU KEPADA NAMA TUHAN

Di samping minum Tuhan, kita juga perlu menghirup Dia. Menurut realitas rohani, menghirup adalah minum. M. E. Barber mengatakan dalam salah satu kidungnya, “Asal hirup nama Yesus, air hayat kuminum” (Kidung 65, bait 2). Menghirup nama Yesus adalah minum air hayat. Dengan berseru “O Tuhan Yesus,” kita menghirup, dan dengan menghirup ini kita minum.

Yesaya 12 membicarakan tentang menimba air (ay. 3). Tidak diragukan lagi, ini adalah untuk minum. Sekarang kita perlu melihat di manakah perkara menghirup ini diwahyukan dalam pasal ini. Ayat 4 mengatakan, “Pada waktu itu kamu akan berkata: “Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya!” Memuji Yehova dan berseru kepada nama-Nya ditempatkan bersama-sama. Kapan saja kita berseru kepada nama Tuhan, maka itu menunjukkan memuji. Ketika kita berkata, “O Tuhan Yesus,” itu bukan hanya berseru melainkan juga memuji. Ketika kita berkata, “O Tuhan Yesus, aku cinta pada-Mu,” ini adalah memuji dan menghirup. Banyak orang Kristen mati karena mereka tidak mempraktekkan pernafasan rohani ini. Jika kita tidak bernafas secara fisik, maka kita akan mati dalam waktu yang singkat. Ini memperlihatkan betapa pentingnya berseru kepada nama Tuhan itu.

Kisah Para Rasul 2:21 mengatakan, “Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” Catatan tentang ayat ini dalam Versi Pemulihan menunjukkan bahwa berseru kepada nama Tuhan dimulai oleh Enos, keturunan ketiga dari umat manusia, dalam Kejadian 4:26. Nama Enos berarti manusia yang lemah dan fana. Kita umat manusia ini benar-benar lemah, rapuh, keropos dan fana. Kita tidak dapat berbuat sesuatu di luar Tuhan. Karena kita memerlukan Dia dalam segala sesuatu, maka kita perlu berseru kepada-Nya. Ketika kita berseru kepada-Nya, kita menghirup Dia, dan kita menghirup ini berarti kita minum.

Udara yang kita hirup tersusun dari air. Ketika air ini menjadi uap, maka air ini masuk ke dalam udara. Udara mengirimkan air ke bumi dalam bentuk hujan, dan air di bumi membuat air ini menjadi uap dan air itu kembali ke udara. Ada alat perlengkapan yang disebut alat penguap yang mengubah air menjadi uap untuk pernafasan. Air dalam alat penguap itu masuk ke dalam udara. Ketika kita menghirup udara ini, kita mendapatkan air karena air ini ada dalam udara itu. Ini menggambarkan bahwa pernafasan kita juga adalah minum kita. Secara rohani, seruan kita adalah pernafasan kita, dan pernafasan kita adalah minum kita. Ketika kita berkata, “O Tuhan Yesus,” maka kita menghirup Dia dan kita diairi dan disegarkan.

KRISTUS SEBAGAI ALLAH YANG BERINKARNASI ADALAH PERWUJUDAN ALLAH TRITUNGGAL

Kristus adalah mata air-mata air keselamatan untuk kenikmatan kita. Sebagai Allah yang berinkarnasi, Dia adalah perwujudan Allah Tritunggal (Yoh. 1:14a; Kol. 2:9). Nama Kristus ini adalah Yesus—Yehova Penyelamat yang menjadi Yehova keselamatan (Mat. 1:21). Yesus, Yehova Penyelamat kita, telah menjadi sumber keselamatan kekal kita melalui proses kematian-Nya bagi penggenapan penebusan yang kekal (Ibr. 5:9; 9:12). Agar Tuhan Yesus dapat turun dari takhta di surga ke salib di Bukit Golgota, maka Dia harus melalui banyak proses. Dia datang dari dan bersama dengan keilahian-Nya ke dalam keinsanian. Dia lahir dari seorang dara insani, dan Dia telah melalui penghidupan insani. Dia telah melalui segala macam penderitaan.

Kita tidak boleh mengira bahwa Dia ditangkap dan disalibkan dengan tidak rela. Dia dengan rela menyerahkan diri-Nya sendiri ke atas salib. Ketika Dia ditangkap, Dia berkata, “Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan bahwa harus terjadi demikian?” (Mat. 26:53-54). Dia rela mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Bapa di kayu salib. Ini adalah bagi penggenapan penebusan kekal kita, yang adalah dasar dari keselamatan kekal kita. Keselamatan adalah berdasarkan penebusan. Allah Tritunggal dapat menjadi Penyelamat kita karena Dia telah melalui proses yang diperlukan untuk menggenapkan penebusan. Berdasarkan penebusan-Nya, Dia sebagai Penebus kita menjadi Penyelamat kita dan keselamatan kita.

Sumber keselamatan ini adalah sumber air keselamatan Allah Tritunggal, yang daripadanya memancar banyak mata air (Yes. 12:3b). Maka, Allah Tritunggal yang telah melalui proses telah menjadi keselamatan kita (ay. 2) bersama dengan Kristus, pemberi hayat yang pneuma, sebagai banyak mata air yang dari padanya kaum beriman dapat menimba air hayat (ay. 3a; Yoh. 4:14; Why. 21:6). Kenikmatan terhadap keselamatan ini dengan mata air hayat menjadi kekuatan dan mazmur kita (Yes. 12:2).

CARA UNTUK MENIMBA AIR DARI MATA AIR-MATA AIR KESELAMATAN ILAHI

Sekarang kita akan melihat cara untuk menimba air dari mata air-mata air keselamatan ilahi. Pertama, kita perlu menjadi orang-orang yang bertobat untuk menyurutkan murka Allah dan menerima penghiburan pengampunan Allah (Yes. 12:1). Kita juga perlu menjadi orang-orang yang memuji Yehova, dan berseru kepada nama-Nya 9ay. 4a). Selain itu, untuk menimba air dari mata air-mata air keselamatan, kita harus membuat perbuatan-perbuatan Allah yang menyelamatkan ini dikenal di antara bangsa-bangsa dan meninggikan nama-Nya di antara mereka (ay. 4b). Kita juga perlu bermazmur bagi-Nya karena Dia telah melakukan sesuatu yang mulia, dan kita harus membiarkan hal ini diketahui di seluruh bumi (ay. 5).