← Daftar isi Yesaya · bab 29/54

KRISTUS SEBAGAI HAMBA YEHOVA (8)

KEADAAN YANG JAHAT DAN KEPERLUAN BAGI KELUARGA YAKUB

YANG DURHAKA YANG TIDAK MEMILIKI HUBUNGAN

DENGAN KRISTUS SEBAGAI HAMBA YEHOVA

Pembacaan Alkitab: Yes. 57—58

Dalam berita sebelumnya kita telah melihat bahwa makna yang sebenarnnya dari memelihara Sabat adalah bahwa kita berhenti dari perbuatan kita, yaitu menghentikan pekerjaan ktia, dan menikmati apa yang telah Tuhan lakukan bagikita, minum Dia sebagai air itu. Dalam Perjanjian Lama, memel;ihara Sabat adalah tidak melakukan pekerjaan apa pun melainkan mengingat apa yang telah Allah lakukan dalam penciptaan-Nya. Dalam Perjanjian Baru, memelihara Sabat adalah percaya kepada Tuhan Yesus. Percaya kepada Kristus sebenarnya beraarti “dibakar,” digantikan dengan Kristus, dan minum Dia sebagai air. Dalam pandangan Allah, ini adalah memelihara Sabat yang sesungguhnya. Jika kita memelihara Sabat dengan cara ini, kita akan dapat berkata, “Aku telah disalibkan dengan Kristus dan bukan lagi aku yang hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal. 2:20). Semakin kita sadar bahwa bukan lagi kita yang hidup melainkan Krstus yang hidup di dalam kita, semakin kita akan minum air itu. Poin yang penting di dalam Yesaya 55 dan 56 adalah belajar bagaimana untuk meminum air ilahi dan memelihara Sabat dengan dibakar dan digantikan dengan Kristus.

Poin yang penting di dalam pasal lima puluh tujuh dan lima puluh delapan adalah bagaimana berpuasa. Makna yang sebenarnya dari berpuasa adalah berhenti dari memakan semua hal selain daripada Tuhan Yesus dan tidak mempunyai selera terhadap hal lainnya selain dari Dia. Kita harus waspada terhadap “memakan”model, gaya, dan keindahan hal-hal duniawi. Kita perlu berpuasa, yaitu berhenti dari segala macam memakan, menghentikan seleran terhadap makanan lainnya, dan memakan Yesus sebagai roti hayat yang terwujud dalam firman-Nya (Yoh. 6:48, 51, 63, 68). Inilah puasa kita.

Marilah kita mengingat pemahaman tentang berpuasa ini seperti yang akan kita lihat dalam Yesaya 57 dan 58 tentang keadaan yang jahat dan kebutuhan bagi keluarga Yakub yang durhaka dan tidak memiliki hubungan dengan Kristus sebagai Hamba Yehova. Kristus rela melayani mereka, tetapi mereka tidak mau menerima pelayanan-Nya.

Keadaan yang jahat dari orang-orang durhaka ini adalah bahwa mereka tidak mau datang kepada Tuhan untuk makan dan menikmati Tuhan. Mereka melakukan banyak hal, tetapi mereka tidak datang untuk berkontak dengan Dia, mengambil Dia, menerima Dia, mengecap Dia dan menikmati Dia. Dalam pandangan Allah, tidak ada yang lebih jahat daripada hal ini. Hari ini, kita mungkin memiliki penyegaran pagi, datang ke sidang-sidang, menyanyikan kidung-kidung, dan bahkan berdoa tanpa mengontaki Tuhan. Berbuat demikian adalah satu kemunafikan.

I. ADALAH LEBIH BAIK BAGI ORANG-ORANG BENAR DAN ORANG-ORANG SALEH UNTUK MATI AGAR MEREKA DAPAT DIPISAHKAN DARI ORANG-ORANG JAHAT

Yesya 57:1 dan 2 menunjukkan bahwa adalah lebih baik bagi orang-orang benar dan orang-orang saleh untuk mati agar mereka dapat dipisahkan dari orang-orang jahat. “Orang benar binasa, dan tidak ada seorang pun yang memperhatikannya; orang-orang saleh tercabut nyawanya, dan tidak ada seorang pun yang mengindahkannya; sungguh, karena merajalelanya kejahatan, tercabutlah nyawa orang benar dan ia masuk ke tempat damai; orang-orang yang hidup dengan lurus hati mendapat perhentian di atas tempat tidurnya.” Orang-orang benar dan orang-orang saleh adalah orang-orang yang datang kepada Allah, mengontaki Allah, dan menikmati Allah. Tetapi, orang-orang jahat, sibuk dengan hal-hal lain dan tidak memperhatikan pencari-pencari Allah. Ketika orang-orang benar mati dan beristirahat di tempat tidur mereka, tidak adaseorang pun yang memperhatikannya. Kata tempat tidur di dalam ayat 2 ini menandakan kuburan.

II. KEJAHATAN-KEJAHATAN ORANG-ORANG JAHAT DARI KELUARGA YAKUB

Ayat 3 sampai 10 menggambarkan tentang kejahatan-kejahatan orang-orang jahat dari keluarga Yakub ini. Orang-orang jahat ini sibuk dengan banyak hal tetapi mereka tidak mau datang kepada Tuhan dan mengontaki Dia. Hari ini, kiga juga mungkin sibuk, bahkan dengan penyegaran pagi kita, tetapi tidak memiliki kontak apa pun dengan Tuhan. Kita perlu belajar di setiap saat dan dalam setiap tindakan untuk menjamah, mengecap, makan, dan menikmati Tuhan. Kita bukan hanya harus menjamah Tuhan, melainkan juga harus dijamah oleh Dia.

III. ORANG-ORANG JAHAT DARI KELUARGA YAKUB INI TIDAK MENGINGAT YEHOVA DAN TIDAK TAKUT KEPADANYA

Orang-orang jahat dari keluarga Yakub ini tidak mengingat Yehova dan tidak takut kepada-Nya (ay. 11-13a). Ini berarti bahwa mereka tidak memperhatikan Dia. Hari ini, kita mungkin memperhatikan hal-hal seperti membaca Alkitab, menyanyikan kidung-kidung, dan datang sidang-sidang, tetapi tidak memperhatikan untuk menjamah Tuhan.

IV. BERKAT YEHOVA KEPADA DIA YANG BERLINDUNG DI DALAMNYA

Dalam 57:13b-21 kita memiliki berkat Yehova kepada dia yang berlindung di dalam-Nya. Setiap hari dari kehidupan kita adalah suatu badai. Kita memerlukan satu tempat perlindungan, danperlindungan ini adalah Tuhan itu sendiri. Berlindung di dalam Tuhan adalah masuk ke dalam-Nya dan tinggal di dalam-Nya untuk menikmati Dia.

A. Mewarisi Negeri itu dan Memiliki Gunung Kudus Yehova

“Tetapi orang yang berlindung kepada-Ku akan mewarisi negeri dan akan memiliki gunung-Ku yang kudus” (ay. 13b). Bila kita tinggal di dalam Tuhan, mengambil Dia sebagai tempat perlindungan kita, maka kita akan menikmati Dia dan pada akhirnya kita akan mewarisi Dia sebagai negeri itu dan memiliki Dia sebagai gunung kita yang tinggi.

B. Mengangkat Penghalang dari Jalan Umat Yehova

“Ada yang berkata: “Bukalah, bukalah, persiapkanlah jalan, angkatlah batu sandungan dari jalan umat-Ku!” (ay. 14). Penghalang yang paling besar bagi kehidupan Kristen kita adalah kegagalan kita untuk mengontaki Tuhan. Penghalang ini harus disingkirkan.

C. Firman dari Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, Yang Bersemayam untuk Selamanya dan Yang Mahakudus Nama-Nya

Di dalam ayat 15 kita memiliki firman dari yang mahatinggi dan yang mahamulia, yang bersemayam selamanya dan yang Mahakudus nama-Nya. Dia berkata, “Aku bersemayam di tempat tinggi dan ditempat kudus tetapi juga bersama-sama orang-orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.” Hati kita perlu dibangunkan dengan satu cara dan roh kita perlu dibangunkan dengan cara lainnya. Cara untuk mendapatkan kebangunan yang sesungguhnya adalah mengontaki Tuhan. Jika kita tidak mengontaki Tuhan, kita tidak akan dibangunkan.

D. Yehova Tidak Selamanya Berbantah Ataupun Murka

Dalam ayat 16 Yehova mengatakan bahwa Dia tidak akan selamanya berbantah, dan tidak akan selalu murka, supaya semangat dan jiwa mereka yang Dia jadikan jangan lesu di hadapan-Nya. Dalam ayat 17 sampai 19 Dia selanjutnya berkata, “Aku murka karena kesalahan kelobaannya, Aku menghajar Dia, menyembunyikan wajah-Ku dan murka, tetapi dengan murtad ia menempuh jalan yang dipilihnya. Aku telah melihat segala jalannya itu, tetapi Aku akan menyembuhkan dan menuntun dia dan akan memulihkan dia dengan penghiburan; juga pada bibir orang-orangnya yang berkabung Aku akan menciptakan puji-pujian. Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat—firman TUHAN—Aku akan menyembuhkan dia.” Ekspresi menciptakan puji-pujian mengacu kepada memuji dan mengucap syukur. Kata damai dalam ayat 19 in ibermakna. Jika kita mengontaki Tuhan, memiliki persekutuan dengan Dia, dan tetap tinggal di hadirat-Nya, Dia akan gembira dan kita akan memiliki damai sejahtera. Jika tidak demikian, Dia tidak akan gembira dengan kita dan akan berbantah dengan kita.

E. Orang-orang Fasik itu seperti Laut yang Berombak-ombak

“Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapt tetap tenang, dan aursnya menimbulkan sampah dan lumpur. Tiada lagi damai bagiorang-orang fasik itu, firman Allahku” (ay. 20-21). Orang-orang jahat tidak akan dapat tenang atau memiliki damai sejahtera; mereka itu seperti laut yang berombak-ombak, yang tidak akan pernah tenang. Orang-orang jahat itu melakukan banyak hal, tetapi mereka tidak dapat memiliki damai sejahtera, karena mereka tidak mengontaki Tuhan, beristirahat di dalam Dia, dan tetap tinggal di hadirat-Nya.

V. KEMUNAFIKAN KELUARGA YAKUB

Yesaya 58:1-9a menggambarkan kemunafirkan keluarga Yakub. Mereka berpuasa, tetapi mereka melakukan banyak hal dalam menuntut kepentingan mereka sendiri. Mereka tidak berisitrahat di dalam Allah ataupun mengambil Dia sebagai poerawatan mereka dan suplai hayat mereka. Inilah kemunafikan mereka.

Mengenai orang-orangyang berpuasa secara sejati, ayat 8 dan 9 mengatakan, “Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku!.” Jika kita berpuasa dengan cara mengontaki Tuhan, mengambil Dia sebagai perawatan kita dan sebagai kekuatan yang menopang kita, maka terang kita akan merekah seperti fajar. Jika tidak demikian, kita akan berada dalam kegelapan.

VI. PENGAJARAN YEHOVA TERHADAP KELUARGA YAKUB

Ayat 9b sampai 14 adalah pengajaran Yehova terhadap keluarga Yakub.

A. Menyingkirkan Kuk dari Tengah-tengah Mereka, Jari yang Menunjuk-nunjuk dan Perkataan Fitnah

Ayat 9b adalah firman tentang menyingkirkan kuk dari tengah-tengah mereka, jari yagn menunjuk-nunjuk dan perkataan fitnah. Dalam kehidupan gereja hari ini, ada yang bergosip tentang orang lain dan mengkritik mereka. Berbuat demikian adalah menunjuk-nunjuk jari kepada orang lain dan menaruh kuk di atas mereka. Ada yang berpikir bahwa mereka benar danyang lainnya salah, bahwa mereka rohani dan yang lainnya tidak serius dengan Tuhan. Akibatnya, orang-orang ini menghakimi yang lainnya dalam kehidupan gereja, dan penghakiman mereka ini menjadi satu kuk di atas bahu yang lainnya. Misalnya, seorang penatua dihakimi sedemikian rupa hinggal ia tidak tahu bagaimana melayani sebagai seorang penatua. Di mata kaum saleh tertentu ia salah, tidak peduli apapun yang dilakukannya. Ia harus memikul kuk kritikan dan penghakiman.

Ayat 10a selanjutnya membicarakan tentang menyerahkan jiwa kita kepada orang lapar dan memuaskan hati orang yang tertindas. Ini adalah membelas kasihani orang lain dan bersimpati terhadap mereka.

B. Orang-orang yang Berpuasa dengan Benar Akan Penuh dengan Terang dan Hayat

Terhadap orang-orang yang menyingkirkan kuk dan berhenti dari jari yang menunjuk-nunjuk, dan mengatakan fitnah, Yehova berkata, “Maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. Yehova akanmenuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak ketutunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus”, “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni” (ay. 10b-12). Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa orang yang berpuasa dengan benar akan penuh denganterang dan hayat, ia akan berguna, dan ia akan dapat membawa orang lain maju ke depan.

C. Menyebutkan Hari Sabat Hari Kenikmatan dan Menghormatinya

Dalam ayat 13 Yehova mengajar keluarga Yakub untuk berpaling dari menginjak-injak hari Sabat dan dari melakukan urusan mereka pada hari kudus-Nya. Mereka perlu menyebutkan hari Sabat hari kenikmatan dan menghormatinya, tidak menjalankan acara mereka sendiri, ataupun mencari kesenangan mereka sendiri dan tidak berkata omong kosong. Merkea harus memelihara Sabat dengan menikmati Allah, dibakar dan digantikan oleh-Nya. Tetapi jika mereka tidak mau memelihara Sabat dengan cara ini, maka mereka akan menjadi orang-orang yang menjalankan acara mereka sendiri, mencari kesenangan mereka, dan berkata omong kosong.

D. Mereka akan Bersenang-senang dalam Yehova, dan Dia akan Membuat Mereka Melintasi Puncak Bukit-bukit di Bumi

Jika mereka menghormati Sabat, maka mereka akan bersenang-senang dalam Yehova, dan Dia akan membuat mereka melintasi puncak bukit-bukit di bumi, dan Dia akan memberi makan mereka dari milik pusaka Yakub, bapa leluhur mereka (ay. 14).

Dalam kitab Yesaya kita telah melihat bahwa Allah mempunyai satu ekonomi. Dalam ekonomi-Nya ini Allah ingin membuat Kristus menjadi sentralitas dan universalitasnya. Allah menghendaki kita belajar satu pelajaran—menghentikanperbuatan kita dan menjauhkan diri dari segala sesuatu selain dari Kristus. Kita harus digantikan oleh Kristus dan menikmati Allah secara kontinyu. Inilah tujuan yang untuknya Kristus telah mati bagi kita dan dibangkitkan bagi kita. Dialah Sabat kita dan makanan kita. Sekarang kita dapat beristirahat di dalam Dia, diberi makan oleh-Nya, dan memiliki Dia sebagai pengganti kita dalam setiap hal dan dalam segala sesuatu.