← Daftar isi Yesaya · bab 30/54

KRISTUS SEBAGAI HAMBA YEHOVA (9)

SEBAGAI PENEBUS UNTUK MENYELAMATKAN YAKUB

DARI DOSA-DOSA DAN KEJAHATAN-KEJAHATAN MEREKA

DAN MENJADI TERANG DAN KEMULIAAN ISRAEL SELAMA-LAMANYA

Pembacaan Alkitab: Yes. 59—60; 42:6; 49:8; 54:10; Why. 21:3

Dalam kitab Yesaya, ada banyak hal mustika yang tersembunyi di dalamnya. Dua dari hal-hal yang mustika ini adalah memelihara Sabat dan berpuasa.

Memelihara Sabat adalah “dibakar” dan digantikan oleh Kristus agar kita dapat masuk ke dalam Dia dan bersistirahat di dalam-Nya selama-lamanya. Karena itu, memelihara Sabar berarti itu bahwa kita menghentikan pekerjaan kita, kita berhenti dari maksub-maksud kita, dan bahwa kita dibakar dan digantikan. Ini adalah disalibkan bersama dengan Kristus dengan hasilnya adalah bahwa bukan lagi kita yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam kita (Gal. 2:20).

Dulu saya diajar untuk berpuasa untuk membatasi diri kita dan nafsu kita. Pengajaran initidak salah, tetapi tentunya ini tidak lengkap dan akan memimpin kepada asesitismeMakna berpuasa yang sesungguhnya menurut Alkitab adalah berhenti dari selera terhadap hal yang lain selain dari Kristus. Bila kita berpuasa dengan cara demikian, maka kita hanya akan memiliki selera terhadap Kristus dan kita tidak akan memakan hal yang lain selain dari Kristus.

Ilham Yesaya adalah bahwa kita semua akan beristirahat di dalam Kristus dan mengecap Kristus sepanjang waktu. Dalam Yerusalem Baru, kita akan memiliki kehidupan yang beristirahat dan berpuasa selama-lamanya.Makanan unik kita akan menjadi Kristus, perwujudan Allah Tritunggal sebagai pohon hayat. Selan itu, setelah kita dibakar sepenuhnya, kita tidak akan bekerja melainkan beristirahat. Inilah keadaan setiap orang di dalam Yerusalem Baru.

Sampai passal lima puluh sembilan, Yesaya rampung dalam memelihara Sabat dan berpuasa. Melalui semua proses-Nya, Kristus sebagai perwujudan Allah Tritunggal telah menggenapkan penebusan penuh Allah, dan sekarang Dia sedang menerapkan keselamatan lengkap-Nya kepada kaum beriman-Nya. Meskipun banyak orang Kristen yang memberitakan injil, tetapi sedikit orang yang menerima pemberitaan ini. Karena orang-orang itu sibuk bekerja dan makan, dan sedikit sekali yang memiliki ruang di dalam hati mereka, yang memiliki kapasitas dalam diri mereka, bagi Kristus. Jadi, mereka semua perlu beristirahat, memelihara Sabat; mereka juga perlu berpuasa. Dengan beristirahat dan berpuasa kita dapat mengambil bagian dalam semua proses yang telah digenapkan Kristus bagi kita. Secara keseluruhan, apa adanya Dia dan apa yang telah digenapkannya adalah air ilahi, yang adalah Roh yang telah rampung sebagai perampungan dari Allah Tritunggal untuk kita minum dan kita nikmati.

Saya dapat mempersaksikan bahwa sebelum saya diselamatkan, saya adalah seorang muda yang sibuk dan ambisius. Tetapi ketika saya mendengar injil dan menerima Tuhan Yesus, saya segera mulai memelihara Sabat dan berpuasa. Sekarang, lebih dari enam puluh tahun yang lalu, saya tetap menyukai beristirahat dan berpuasa. Syaa ingin “dibakar” lagi dan digantikan oleh Kristus lebih banyak lagi, beristirahat di dalam Dia dan berpuasa dari segala selera selain terhadap Dia. Menurut wahyu ilahi dalam Kitab Suci, kita semua perlu belajar memelihara Sabat dan berpuasa.

Sekarang marilah kita melanjutkan ke pasal lima puluh sembilan dan enam puluh yang mewahyukan bahwa Kristus, Hamba Yehova, sebagai sang Penebus adalah untuk menyelamatkan Yakub dari dosa-dosa dan kesalahan-keselamatan mereka dan menjadi terang dan kemuliaan Israel selama-lamanya. Setelah menebus kita, Kristus sekarang adalah Penyelamat kita. Di aspek negatif, Dia menyelamatkan kita dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan kita; di aspek positif, Dia adalah terang dan kemuliaan kita.

I. TANGAN YEHOVA TIDAK KURANG PANJANG UNTUK MENYELAMATKAN

Tangan Yehova tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan telinga-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar (59:1). Tetapi kejahatan Yakub telah menjadi pemisah antara mereka dan Allah mereka dan dosa-dosa mereka telah menyembunyikan wajah-Nya dari mereka sehingga mereka tidak mendengar (ay. 2).

II. DOSA-DOSA DAN KEJAHATAN-KEJAHATAN YAKUB

Ayat 3 sampai 8 membicarakan tentang dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan. Yakub Kejahatan-kejahatan ini lebih jahat daripada dosa.

III. AKIBAT DARI DOSA-DOSA DAN KEJAHATAN-KEJAHATAN YEKUB

Ayat 9 sampai 15a menggambarkan akibat dari dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan Yakub.

IV. PENYELAMATAN TANGAN YEHOVA TERHADAP YAKUB

Bagi dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan kita, kita memiliki penyelamatan tangan Yehova (ay 15b-19). Tangan Yehova adalah Kristus sebagai hamba Yehova, yang memiliki kekuatan dinamik Yehova.

Ayat 20 mengatakan bahwa sang Penebus akan datang ke Sion dan kepada orang-orang Yakub yang berpaling dari pemberontakannya. Kemudian ayat 21 melanjutkan, “Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.” Perjanjian ini adalah Kristus sebagai realitas dan jaminan dari perjanjian itu (42:6; 49:8; 54:10).

Mulut kita adalah untuk tiga hal: bernafas, makan dan berbicara. Di antara ketiga hal ini, yang paling penting adalah berbicara. Kita perlu tahu apa yang kita bicarakan, kapan kita berbicara, di mana kita berbicara dan kepada siapa kita berbicara.

Kita dapat mengendalikan pernafasan kita dan makan kita tetapi tidak dengan pembicaraan kita. Karena pembicaraannyalah Hawa berbuat dosa. Jika ia tidak berbicara dengan ular itu melainkan berpaling kepada Adam, maka ia akan dapat mengalahkan godaan ular itu. Namun, ia berbicara dengan ular itu, dan oleh pembicaraannya ini ia jatuh ke dalam dosa. Hal ini menggambarkan fakta bahwa berbicara adalah satu masalah bagi kita semua. Pembicaraan kit dapat meministrikan hayat kepada orang lain atau meministrikan maut kepada orang lain. Apakah kita membangun orang lain atau merusak mereka, apakah kita meministrikan hayat atau maut, itu tergantung kepada bagaimana dan apa yang kita bicarakan. Jika kaum saleh dalam kehidupan gereja dapat dikoreksi dalam pembicaraan mereka, maka setiap gereja akan dibangunkan.

Allah telah menaruh Roh-Nya dan firman-Nyu ke dalam mulut kita. Roh-Nya adalah untuk kita hirup, dan firman-Nya adalah untuk perawatan kita dan juga untuk pembicaraan kita. Hari ini kehidupan orang Kristen adalah menghirup Roh, makan dan membicarakan firman. Karena alasan ini, maka kita menekankan, mendorong, mempromosikan, dan menganjurkan perkara bernubuat, yaitu berbicara bagi Allah, membicarakan Allah, dan membicarakan Allah dalam firman-Nya ke dalam orang lain bagi pembangunan Tubuh Kristus.

Bernafas dan makan adalah untuk dispensi. Semakin kita bernafas dan makan, semakin banyak elemen hayat didispensikan ke dalam kita. Karena kita memiliki Roh Allah dan firman Allah, maka sepanjang hari kita akan dapat berada di bawah dispensi Allah jika kita menghirup Roh itu dan dirawat dengan firman itu.

Allah mendispensikan diri-Nya sendiri ke dalam diri rohani kita melalui Roh-Nya, yang adalah hembusan Allah. Roh itu adalah nafas Allah bagi pernafasan kita. Semakin kita menghirup Roh itu, semakin banyak kita berada di bawah dispensi ilahi. Dua baris yang pertama dari kidung yang ditulis oleh A. B. Simpson tentang Roh itu sebagai hembusan mengatakan, “Padaku hembuslah Roh-Mu, ajar ku menghirup-Mu” (Kidung 210). Koornya mengatakan, “Ku hembuskan dukacita, dosa nistaku; Ku hirup dan hirup saja, genap limpah-Mu.” Bukannya membatasi pernafasan kita, kita malah perlu melatih menghirup udara rohani dalam-dalam . Semakin dalam kita menghirup Roh itu, kita akan menjadi semakin sehat dalam kehidupan rohani kita.

Firman Allah yang telah diberikan kepada kita untuk perawatan kita ini adalah Kristus sebagai perwujudan Allah. Allah Tritunggal terwujud dalam Kristus, Kristus terwujud dalam firman, dan firman itu direalisasikan sebagai Roh itu, dan Roh itu adalah perampungan dari Allah Tritunggal. Melalui siklus yang demikianlah Allah Tritunggal mendispensikan diri-Nya ke dalam kita. Hari demi hari kita harus berhubungan dengan firman dan Roh itu. Selama kita memiliki hubungan yang tepat dengan firman dan Roh itu, maka kita menjadi satu dengan Allah Tritunggal, menjadi satu dengan Bapa, Putra, dan Roh.

Hari ini kita memiliki Kristus sebagai Penebus untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa, kejahatan-kejahatan, dan pemberontakan-pemberontakan kita. Di pihak positif, kita juga memiliki Kristus sebagai firman dan Roh pemberi hayat yang almuhit. Dia adalah Roh itu untuk pernafasan kita dan firman itu untuk makanan kita. Ketika kita menghirup Roh itu dan diberi makan oleh firman, maka kita berada di bawah dispensi Allah.

V. KRISTUS SEBAGAI HAMBA YEHOVA MENJADI TERANG DAN KEMULIAAN ISRAEL SELAMA-LAMANYA

A. Kemuliaan Yehova akan Terbit atas Israel

Kristus sebagai Hamba Yehova adalah kemuliaan Yehova yang terbit atas Israel (60:1-3).

B. Bangsa-bangsa Semuanya Datang Berhimpun kepada Israel

Bangsa-bangsa semuanya datang berhimpun kepada Isarel dengan tawanan-tawanan Israel dan kekayaan bangsa-bangsa (ay. 4-9). Ini mengacu kepada zaman pemulihan Israel. Ketika Kristus datang kembali sebagai Penebus yang menyelamatkan, Israel sebagai umat pilihan Allah dan sebagai pusat dari populasi dunia akan dipulihan di dalam setiap hal. Pada waktu itu, semua bangsa Kafir akan bagi Israel. Bukan hanya tawanan-tawanan Israel, melainkan juga kekayaan bangsa-bangsa akan dikumpulkan kepada Israel.

Ayat 8 mengatakan, “Siapakah mereka ini yang melayang seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu kandangnya?” Ini mungkin merupakan satu nubuat bahwa banyak tawanan Israel akan kembali ke Israel dengan menggunakan pesawat terbang.

C. Bangsa-bangsa akan Membangun Tembok Israel dan Melayaninya dengan Kekayaan dan Kemuliaan Mereka

Bangsa-bangsa akan membangun tembok Israel dan akan melayaninya dengan kekayaan dan kemuliaan mereka (ay. 10-14). Kata kemuliaan di dalam ayat 13 mengacu kepada produk dari bangsa-bangsa (Kej. 31:1, 16; Est. 1:4). Bangsa-bangsa akan melayani Israel dengan kekayaan mereka dan dengan produk mereka yang terbaik.

D. Israel akan Menjadi Kebanggaan Abadi dan Kegirangan Turun Temurun

Ayat 15 sampai 18 mewahyukan bahwa dalam pemulihannya Israel akan menjadi kebanggaan abadi dan kegirangan turun temurun. Israel akan menjadi kebanggaan ras manusia.

E. Menikmati Yehova dalam Kristus, Hamba Yehova sebagai Terang yang Kekal dalam Yerusalem Baru

Dalam Yerusalem Baru (Why. 21:23) Israel akan menikmati Yehova dalam Kristus, Hamba Yehova sebagai terang yang kekal (Yes. 60:19-22). Ayat 19 sampai 21 mengatakan, “Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang apda siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, Tetapi Yehova akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu menjadi keagunganmu. Bagimu akan ada matahari yang tidak akan pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab Yehova akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir. Pendudukmu semuanya orang-orang benar, mereka memiliki negeri untuk selama-lamanya; mereka sebagai cangkokkan yang Kutanam sendiri untuk memperlihatkan keagungan-Ku.” Israel akan memiliki sesuatu yang lebih terang daripada matahari dan bulan, karena mereka akan memiliki Yehova sebagai terang yang kekal bagi mereka.

Ayat 21 mengatakan bahwa Allah akan diagungkan di Israel. Banyak terjemahan mengatakan dimuliakan, tetapi diagungkan adalah satu penyampaian yang lebih akurat dari kata Ibraninya. Israel yang dipulihkan ini akan menjadi keagungan Allah. Dalam pemulihan itu Israel akan dimuliakan dan diagungkan hingga menjadi keagungan Allah. Allah akan diagungkan oleh Israel yang dipulihkan dan diagungkan.

Dalam pasal lima puluh sembilan dan enam puluh ini, Kristus diwahyukan sebagai Penebus kita. Setelah melalui proses inkarnasi, penghidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan, Dia sekarang adalah Sang Penyelamat, yang menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan merekadan menjadi terang dan kemuliaan mereka. Dengan menaruh diri-Nya sendiri sebagai Roh itu dan firman, Dia menjadi keindahan, terang, dan keagungan kita. Oleh sarana Roh pemberi hayat dan firman, yang adalah perwujudan Kristus, kita menerima dispensi ilahi. Semakin Dia mendispensikan diri-Nya ke dalam kita sebagai hayat dan segala sesuatu kita, kita akan semakin terang, indah, dan mulia. Ini adalah Kristus yang menjadi terang dan kemuliaan kita. Akhirnya, kita akan menjadi kemuliaan dan keindahan Allah. Dia menjadi keindahan kita supaya kita dapat menjadi keindahan-Nya. Dengan cara ini Allah dan umat pilihan-Nya dimuliakan dan diagungkan.