KRISTUS SEBAGAI HAMBA YEHOVA (7)
DIRINYA MENJADI PERJANJIAN YANG KEKAL
BAGI ISRAEL, KASIH SETIA YANG TEGUH
YANG DITUNJUKKAN KEPADA DAUD,
DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KEMAKMURAN ISRAEL
Pembacaan Alkitab: Yes. 55-56; 42:6; 49:8; 54:10; Kis. 13:34
Dalam Yesaya 55 kata yang paling khas adalah air (ay. 1). Air juga disinggung pada akhir dari bagian yang pertama dalam kitab ini (12:3). Ini menunjukkan bahwa dalam kitab Yesaya, Allah selalu melihat bahwa Dia adalah keselamatan kita sebagai air yang hidup. Dalam keselamatan-Nya Allah memberikan diri-Nya kepada kita sebagai bagian kita untuk kenikmatan kita.
Kita hidup oleh tiga hal: udara, air dan makanan. Udara adalah untuk pernafasan kita, air adalah untuk minuman kita, dan makanan adalah untuk makanan kita. Secara rohani, dari ketiga hal ini, air adalah yang terpenting. Sebenarnya udara mengandung air, dan air menyampaikan makanan rohani. Menurut Wahyu 22:1 dan 2 pohon hayat (makanan) tumbuh di dalam sungai air hayat. Jadi, air dan makanan berjalan bersama-sama. Makanan kita harus selalu disesuaikan dengan minuman kita.
Yesaya 55 menunjukkan bahwa kita perlu menikmati Allah kita sebagai air hidup, bahkan sebagai banyak air. Kata air di sini mewahyukan bahwa kita dapat menikmati Allah bukan hanya dalam satu aspek saja melainkan dalam banyak aspek. Pemikirannya di sini mirip dengan pemikiran di dalam Yohanes 7:38. Dalam ayat itu Tuhan Yesus berkata, “Barangsiapa yang percaya kepada-Ku seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci, dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran sungai air hidup.” Sungai-sungai ini adalah banyak aliran dari berbagai aspek hayat ilahi, seperti kasih, terang, kasih karunia, kuasa, kekuatan, kekudusan, dan kebenaran.
Kitab Yesaya memperlihatkan kepada kita bahwa Allah kita dapat menjadi kenikmatan kita melalui kita senantiasa meminum Dia. Namun, kita adalah orang-orang dosa, dan untuk meminum Allah, kita memerlukan satu penebusan yang tepat, memadai, dan lengkap. Penebusan ini ditemukan di dalam pasal lima puluh tiga, satu pasal yang mewahyukan lebih banyak hal tentang penebusan dinamik Kristus dari pada pasal-pasal lainnya dalam Alkitab. Penebusan dinamik ini digenapkan oleh Kristus bukan hanya bagi keamanan Israel saja melainkan juga bagi keturunannya (53:10), yang adalah gereja sebagai Tubuh korporat dari Kristus yang bangkit ini.
Catatan mengenai penggenapan penebusan di dalam pasal lima puluh tiga ini diikuti dengan ajakan dalam pasal lima puluh lima untuk datang kepada air ini dan minum. Panggilan di sini adalah seperti yang ada di akhir Alkitab: “Roh dan pengantin perempuan itu berkata, Marilah!…barangsiapa yang mau hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma” (Why. 22:17). Air di dalam dua bagian dari Firman ini adalah Allah yang menebus, yaitu Allah yang menggenapkan penebusan bagi kita melalui inkarnasi-Nya, penghidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan-Nya. Seperti yang akan kita lihat, air ini adalah perjanjian yang kekal dan kasih setia yang teguh yang ditunjukkan kepada Daud (55:3). Cara Allah dan pikiran Allah (ay. 8) adalah agar kita mau datang dan minum Dia.
Sekarang marilah kita melanjutkan untuk melihat dari pasal lima puluh lima dan lima puluh enam bahwa Kristus sebagai Hamba Yehova adalah perjanjian yang kekal bagi Israel, dan bahkan kasih setia yang teguh yang ditunjukkan kepada Daud, dalam hubungannya dengan kemakmuran Israel.
I. KRISTUS SEBAGAI PERJANJIAN YANG KEKAL BAGI ISRAEL,
BAHKAN KASIH SETIA YANG TEGUH BAGI DAUD,
ADALAH PUSAT DARI PERSEDIAAN ILAHI BAGI ISRAEL
Kristus bukan hanya merupakan perjanjian yang kekal bagi Israel tetapi bahkan kasih setia yang teguh bagi Daud. Maka, Dia adalah pusat dari persediaan ilahi bagi Israel (55:1-5).
A. Panggilan kepada Orang-orang yang Haus untuk Datang kepada Air ini
“Ayo, hai semua orang yang haus, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran” (ay. 1). Meskipun orang-orang yang tidak mempunyai uang tidak dapat datang dan membeli, tetapi mereka dapat membeli tanpa membayar apa pun. Akhirnya, mereka akan menerima minuman gratis. Di sini kita dapat melihat bahwa pemikiran Allah adalah agar kita mau datang dan minum Dia dengan gratis. Ayat 2 dan 3a melanjutkan, “Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup.”
B. Yehova Membuat satu Perjanjian yang Kekal dengan Israel, Bahkan Kasih Setia yang Teguh Ditunjukkan kepada Daud
“Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud” (ay. 3b). Kristus sebagai perwujudan Allah Tritunggal adalah air, dan Kristus ini, yang adalah Hamba Allah, juga adalah perjanjian yang kekal bagi Israel (42:6; 49:8; 54:10), bahkan kasih setia yang teguh yang ditunjukkan kepada Daud. Penurut pemahaman Paulus dalam Kisah Para Rasul 13:34 dan 35 (lihat catatan 1 dalam ayat 34 di sana), kasih setia yang teguh yang ditunjukkan kepada Daud adalah Kristus sendiri dalam kebangkitan. Yesaya mengatakan “kasih setia yang teguh,” sedangkan Kisah Para Rasul 13:34 mengatakan “janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai.” Kata Ibrani untuk kasih setia (chesed) menunjukkan kekudusan. Jadi, dalam Kisah Para Rasul 13:34 Paulus menafsirkan kasih setia yang teguh ini sebagai janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, dan kemudian ia melanjutkan menunjukkan bahwa janji-janji ini adalah Kristus yang bangkit.
Dalam Kristus sebagai kasih setia yang teguh ini, Allah mencapai kita dalam kasih karunia-Nya untuk menjadi kenikmatan kita. Perjanjian Baru mewahyukan bahwa Allah berinkarnasi membawa kasih karunia kepada kita (Yoh. 1:1, 14, 16-17). Kasih karunia ini sebenarnya adalah Allah sendiri untuk kenikmatan kita. Untuk menerima kasih karunia ini, kita perlu berada pada posisi yang tepat. Namun, sebagai orang-orang dosa yang penuh dengan kejahatan, kita tidak berada pada posisi yang demikian. Maka, perlu ada belas kasihan, yang mencapai lebih jauh daripada kasih karunia dan yang membawa kita masuk ke dalam posisi untuk menerima kasih karunia. Karena keadaan kita sangat kasihan dan tidak sesuai dengan kasih karunia Allah, maka Kristus bukan hanya mengambil langkah inkarnasi untuk membawa Allah sebagai kasih karunia kepada kita, Dia juga mengambil langkah lebih jauh yaitu kematian dan kebangkitan untuk menjadi kasih setia yang teguh bagi kita dalam kebangkitan. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus, yaitu perwujudan kasih karunia Allah, menjadi kasih setia yang teguh, dan melalui kasih setia ini, sekarang kita berada pada posisi yang tepat yang sesuai dengan Allah untuk menerima Dia sebagai kasih karunia. Inilah yang dinubuatkan Yesaya di dalam pasal lima puluh lima, dan inilah yang Paulus maksudkan dalam Kisah Para rasul 13.
Yesaya 55:4 mengatakan, “Sesungguhnya Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa.” Ini menunjukkan bahwa Kristus bukan hanya kasih setia yang teguh yang ditunjukkan kepada Daud melainkan juga Saksi, Pemimpin, dan Komandan yang sesungguhnya. Dia adalah Kepala Komandan universal.
C. Mengagungkan Israel
Ayat 5 mengatakan, “Sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kau kenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.” Bagi kita dimuliakan itu berarti kita dibawa masuk ke dalam Allah dan Allah menjadi ekspresi kita.
II. MENCARI YEHOVA DAN BERPALING KEPADANYA DAN KEPADA FIRMANNYA
Dalam ayat 6 sampai 13 kita memiliki perkara-perkara tentang mencari Yehova dan berpaling kepada-Nya dan kepada firman-Nya.
A. Mencari Yehova Selama Ia Berkenan Ditemui, dan Berseru Kepada-Nya Selama Ia Dekat
“Carilah Yehova selama Ia berkenan ditemui” (ay. 6a). Ini adalah datang kepada Tuhan untuk minum Dia. “Berserulah kepada-Nya selama Ia dekat” (ay. 6b). Ini adalah cara untuk minum. Kita minum Tuhan dengan berseru, “ O Tuhan Yesus!”
“Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada Yehova, maka Dia akan mengasihinya, dan kepada Allah kita sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya” (ay. 7). Orang fasik adalah orang yang tidak datang untuk minum. Di pandangan Allah, tidak percaya kepada Tuhan Yesus adalah satu kefasikan. Siapa saja yang tidak percaya kepada Kristus, Allah menganggapnya sebagai dosa. Yehova akan mengasihani orang yang berpaling kepada-Nya dan akan mengampuninya dengan limpah. Di sini mengampuni dengan limpah berarti bahwa Allah akan mengampuni kita bukan hanya dengan satu cara melainkan dengan banyak cara.
B. Rancangan Yehova Bukanlah Rancangan Kita, dan Jalan Kita Bukanlah Jalan-Nya
“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu” (ay. 8-9). Kita harus membuang pikiran kita dan mengambil pikiran Allah. Kita juga harus membuang jalan kita dan mengambil jalan Allah. Jalan Allah adalah jalan berseru, yaitu minum.
C. Firman Yehova Tidak Akan Kembali Kepada-Nya dengan Sia-sia
Ayat 10 dan 11 adalah penjelasan lebih jauh dari rancangan Allah dan jalan Allah. “Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku; ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil apa yang Kusuruh kepadanya.” Kita perlu makan firman dan minum air dalam firman itu supaya kita dapat dipenuhi, diperbaharui, dikuatkan, dan ditransformasi ke dalam gambar-Nya bagi pembangunan Tubuh Kristus. Inilah yang dilakukan firman Allah yang diutus oleh-Nya.
D. Israel akan Berangkat dengan Sukacita dan Dihantarkan dengan Damai
“Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan. Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi Yehova, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap” (ay. 12-13). Apa yang sedang Allah lakukan terhadap kita akan menjadi satu kemasyhuran bagi Allah dan satu tanda abadi. Di sini kemasyhuran menandakan satu peringatan, dan tanda menunjukkan bukti yang kuat. Apa yang dilakukan Allah dengan mengutus firman-Nya akan menjadi satu peringatan dan juga menjadi satu tanda yang tidak akan pernah terputus. Allah telah mengutus firman-Nya untuk menyirami kita, menguduskan kita, mentransformasi kita, dan menyerupakan kita kepada gambar-Nya agar Tubuh Kristus dapat dibangunkan. Bagi Allah, ini akan menjadi satu peringatan yang kekal dan satu tanda abadi.
III. MEMELIHARA KEADILAN DAN MELAKUKAN KEBENARAN BAGI KEMAKMURAN DAN PENERIMAAN YEHOVA
Dalam Yesaya 56:1-8 kita memiliki perkara tentang memelihara keadilan dan melakukan kebenaran bagi kemakmuran dan penerimaan Yehova.
A. Keadilan Adalah Putusan dari Penghakiman Allah
“Beginilah firman Yehova: Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan. Berbahagialah orang yang melakukannya, dan akan manusia yang berpegang kepadanya; yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat” (ay. 1-2). Dalam pemakaian Perjanjian Lamanya, kata keadilanini berarti putusan dari penghakiman Allah. Keadilan ini membuat seseorang menjadi benar. Jika Kristus tidak mati di kayu salib bagi kita, maka kita akan dihakimi di pengadilan surgawi. Tetapi karena Kristus mati bagi kita, maka Allah menghitung bahwa kita juga telah mati, dan Dia menyatakan putusan bahwa kita akan dibebaskan, tidak dihakimi. Ini adalah perkara keadilan, yang melaluinya kita dibenarkan, yaitu dijadikan benar.
Ayat 1a mengatakan tentang memelihara keadilan dan melakukan kebenaran. Dari hal ini kita dapat melihat bahwa kita memiliki keadilan terlebih dahulu kemudian baru kebenaran. Ayat 1b selanjutnya membicarakan tentang keselamatan Allah. Keadilan ditambah kebenaran sama dengan keselamatan. Sebagai hasil dari kematian Kristus di kayu salib bagi kita, dan sebagai putusan Allah tentang kita adalah keadilan yang membuat kita dibenarkan, dijadikan benar. Inilah keselamatan Allah yang datang kepada kita.
B. Makna yang Sebenarnya dari Memelihara Sabat
Dalam ayat 2, 4, dan 6, Yesaya membicarakan tentang memelihara Sabat. Makna yang sebenarnya dari memelihara Sabat ini adalah berhenti dari segala pekerjaan kita, yaitu menghentikan perbuatan kita, membiarkan diri kita “dibakar,” agar dapat menikmati apa yang telah dilakukan Allah. Percaya kepada Tuhan Yesus adalah memelihara Sabat. Pada hari kita diselamatkan, kita dibakar dan digantikan dengan Kristus. Maka, hari itu merupakan Sabat yang sesungguhnya, yaitu hari perhentian bagi kita. “Aku telah disalibkan dengan Kristus, namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal. 2:20). Inilah memelihara Sabat. Seluruh kehidupan Kristen kita seharusnya menjadi perhentian Sabat yang demikian. Sabat yang meluas ini menjadi hari raya di mana kita berhenti dari perbuatan kita dan digantikan dengan Kristus.
C. Deklarasi Tuhan Yehova yang Menghimpun Orang-orang Israel yang Terbuang
Dalam Yesaya 56:8 kita memiliki deklarasi Tuhan Yehova, yang akan menghimpunkan orang-orang Israel yang terbuang. Dia mengumumkan: “Aku akan menghimpunkan orang kepadanya lagi sebagai tambahan kepada orang-orangnya yang telah terhimpun.” Ini mewahyukan bahwa Allah akan mengumpulkan lebih banyak orang lagi kepada Kristus. Pertama-tama, Dia mengumpulkan orang-orang Yahudi, kemudian Dia mulai mengumpulkan orang-orang Kafir dari tempat-tempat seperti Asia Kecil dan Makedonia. Hari ini Dia terus mengumpulkan orang-orang kepada Kristus dari seluruh bumi.
IV. TEGURAN TERHADAP PENGAWAL-PENGAWAL YANG BUTA DAN TERHADAP GEMBALA-GEMBALA YANG MENCARI KEUNTUNGANNYA SENDIRI
Pasal lima puluh enam ini ditutup dengan terguran Yehova terhadap pengawal-pengawal yang buta dan terhadap gembala-gembala yang mencari keuntungannya sendiri (ay. 9-12).