← Daftar isi Yesaya · bab 27/54

KRISTUS SEBAGAI HAMBA YEHOVA (6)

PENEBUSAN DINAMIKNYA MELALUI KEMATIANNYA

BAGI ORANG LAIN DAN KEBANGKITANNYA YANG REPRODUKTIF

DALAM HUBUNGANNYA DENGAN DIRINYA

MENJADI PERJANJIAN BAGI KEAMANAN ISRAEL

Pembacaan Alkitab: Yes. 53-54; 42:6; 49:8

Yesaya 53 adalah satu pasal yang manis yang menggambarkan penebusan dinamik Kristus melalui kematian-Nya bagi orang lain dan kebangkitan-Nya yang reproduktif. Pasal lima puluh empat menyajikan penebusan Kristus dalam hubungannya dengan diri-Nya menjadi perjanjian bagi keamanan Israel. Kematian Kristus bagi orang lain dan kebangkitan-Nya yang reproduktif ini keduanya penting bagi keamanan Israel.

I. PENEBUSAN DINAMIK KRISTUS MELALUI KEMATIANNYA BAGI ORANG LAIN DAN KEBANGKITANNYA YANG REPRODUKTIF

A. Wahyu dan Berita tentang Kristus sebagai Tangan Yehova, sang Penebus yang Dinamik

Yesaya 53 berkenaan dengan wahyu dan berita tentang Kristus sebagai tangan Yehova, sang Penebus yang dinamik. “Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?” Di sini kata tangan menandakan kekuatan Kristus yang dinamik dalam keilahian-Nya.

B. Kelahiran-Nya yang Rendah dan Penderitaan dalam Keinsanian-Nya

Ayuat 2 dan 3 selanjutnya membicarakan tentang kelahiran Kristus yang rendah dan penderitaan dalam keinsanian-Nya.

1. Tumbuh sebagai Taruk dihadapan Yehova

Ayat 2 mengatakan, “Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak sehingga kita menginginkannya.” Dalam Alkitab tumbuh-tumbuhan seringkali melambangkan keinsanian. Bagi Kristus tumbuh sebagai taruk di hadapan Yehova itu berarti bahwa Kristus tumbuh di hadapan-Nya dalam keinsanian-Nya. Dalam keilahian-Nya Kristus selalu sempurna dan lengkap, jadi Dia tidak perlu tumbuh dalam keilahian-Nya. Pertumbuhan-Nya ini terjadi dalam keinsnian-Nya. Pertama-tama Dia adalah seorang anak, kemudian Dia bertumbuh menjadi anak laki-laki dan akhirnya menjadi manusia dewasa. Setelah menjadi sempurna dan lengkap dalam keinsanian-Nya, pada umur tiga puluh tahun, Dia keluar untuk melayani Allah.

Kristus bertumbuh bukan hanya sebagai taruk melainkan juga sebagai tunas dari tanah kering. Kata tanah kering menandakan lingkungan yang sulit. Bagi Tuhan Yesus, tanah kering ini meliputi keluarga Yusuf dan Maria yang miskin, kota Nazaret yang hina, dan wilayah Galilea yang hina. Seperti sebuah tunas dari tanah kering, Kristus tumbuh di tengah-tengah keadaan yang sulit.

Ayat 2 memberi tahu kita bahwa, dalam keinsanian-Nya, Kristus tidak memiliki penampilan atau semarak yang menarik; Dia tidak memiliki penampilan yang elok.

2. Dihina dan Dihindari Orang, Seorang yang Penuh Kesengsaraan dan yang Biasa Menderita Kesakitan

“Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan” (ay. 3). Kata Ibrani yang diterjemahkan kesengsaraan dalam ayat 3 dan 4 ini secara harfiah berarti penyakit, baik fisik maupun mental. Menurut Keil dan Delitzsch, Kristus adalah seorang “manusia yang sangat berbeda, dan bahwa hidup-Nya merupakan hidup seorang yang senantiasa tekun menderita kesakitan.” Dia sebagai orang yang penuh kesengsaraan, adalah seorang yang diremehkan.

C. Kematian-Nya bagi Orang Lain

Kematian Kristus adalah kematian bagi orang lain (ay. 4-10a, 12b). Ini berarti bahwa Dia mati bukan untuk diri-Nya sendiri melainkan untuk kita. Dia mati di tempat kita. Kematian Kristus bukanlah satu martir; Kristus diletakkan kepada kematian oleh Allah bagi kita (ay. 4b). Maka kematian-Nya adalah kematian bagi orang lain.

1. Menanggung Penyakit Kita dan Memikul Kesengsaraan Kita

Dalam kematian-Nya, Kristus menanggung penyakit kita dan memikul kesengsaraan kita: “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (ay. 4-6). Ayat-ayat ini memakai kata-kata penyakitdan kesengsaraan bersama dengan pemberontakan dan kejahatan (yakni, dosa-dosa). Hal ini membangkitkan satu pertanyaan: Apakah penyakit dan kesengsaraan kita memerlukan penebusan Kristus? Penyakit dan kesengsaraan disinggung bersama dengan pemberontakan dan kejahatan, karena penyakit dan kesengsaran ini berasal dari satu hal—dosa. Jika kita tidak berdosa, maka kita tidak akan pernah sakit dan kita tidak akan memiliki penderitaan. Pemberotakan dan dosa-dosa kita memang memerlukan penebusan Kristus. Karena penyakit dan kesengsaraan kita berasal dari dosa, maka keduanya juga memerlukan penebusan Kristus. Dalam Yesaya 53 kita diberi tahu dengan jelas bahwa Kristus menanggung penyakit kita dan memikul kesengsaraan kita dalam kematian-Nya. Karena itu, ketika kita sakit, adalah berkhasiat bila kita berdoa, “Tuhan, karena dalam kematian-Mu bagiku Engkau telah menanggung penyakitku, maka aku memiliki dasar untuk meminta Engkau menyembuhkan penyakitku.”

2. Dianiaya dan Ditindas, namun Tidak Membuka Mulutnya

“Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya, seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya” (ay. 7). Dia tidak memiliki reaksi apa pun terhadap orang-orang yang menganiaya-Nya.

Ayat 8a melanjutkan, “Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil.” Kata penahanan di sini berarti penganiayaan. Pertama-tama, Kristus dianiaya, kemudian Dia dihakimi. Melalui kedua hal ini Dia diambil.

Ayat 8b selanjutnya mengatakan, “Dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.” Ini berarti tidak ada seorang pun yang memahami bahwa Kristus menderita penganiayaan, penghakiman, dan mati. Bahkan orang-orang yang bersama-sama dengan TuhanYesus ketika Dia mati di kayu salib pun tidak memahami Dia yang mati bagi mereka. Tulah yang seharusnya ditimpakan kepada umat Allah telah jatuh kepada-Nya. Dia menderita kematian bagi kita.

Ayat 10a mengatakan, “Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan.” Bahasa Ibrani yang diterjemahkan meremukkan dia dengan kesakitan secara harfiah berarti “membuat-Nya sakit.”

Ayat ini melanjutkan dengan frase, “Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban penebus salah.” Imamat 4 dan 5 menunjukkan bahwa kurban penebus salah dapat dianggap sebagai satu bagian dari kurban penebus dosa. Dari dosa inilah bahwa Kristus telah menebus kita. “Lihatlah, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!” (Yoh. 1:29). Jadi, penebusan adalah bagi dosa, termasuk pelanggaran-pelanggaran dari manusia yang telah jatuh. Sewaktu Kristus di kayu salib, Allah berkenan untuk meremukkan Dia, yaitu meremukkan Dia dengan kesakitan, dan membuat-Nya menjadi satu kurban bagi dosa. Ini adalah satu petunjuk lebih jauh bahwa Kristus mati dengan tujuan untuk menggenapkan penebusan bagi kita.

3. Menyerahkan Nyawa-Nya ke dalam Maut dan Terhitung di antara Pemberontak-pemberontak

Yesaya 53:10 mengatakan bahwa Allah meletakkan Kristus kepada kematian, menyerahkan diri-Nya sebagai kurban penebus salah, sedangkan ayat 12 mengatakan, “Ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut.” Jika Kristus hanya meletakkan diri-Nya kepada kematian di kayu salib, dan Allah menerima Dia sebagai kurban penebus salah, maka kematian Kristus tidak akan menjadi satu kematian bagi kita; melainkan hanyalah mati martir saja. Demikian juga, jika Allah berkenan meletakkan Dia kepada kematian, tetapi Dia tidak rela untuk mati, maka kematian-Nya tidak akan menjadi kematian bagi orang lain. Kematian Kristus ini tergantung kepada berkenannya Allah meletakkan Dia kepada kematian dan kepada kerelaan Kristus untuk mati secara demikian. Selain itu, jika Kristus berdosa, maka kematian-Nya tidak terhitung sebagai kematian bagi orang lain; Dia mati untuk diri-Nya sendiri, Dia bukan mati bagi kita.

Penulisan Yesaya dalam pasal ini menyajikan satu pembelaan yang jelas di pengadilan surgawi, yang mempersaksikan bahwa Allah berkenan untuk meletakkan Kristus kepada kematian, dan bahwa Kristus rela mati bagi orang lain, dan bahwa Dia mutlak tidak berdosa (ay. 9). Jadi, kematian-Nya benar-benar adalah kematian bagi orang lain.

Ayat 12 b mengatakan, “Ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.” Ketika Kristus di kayu salib, Dia berdoa bagi orang-orang yang telah menyalibkan Dia (Luk. 23:34).

Yesaya 53:9 memberi tahu kita, “Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu daya tidak ada dalam mulutnya.” Ayat ini mewahyukan bahwa Kristus tidak berdosa dan bahwa kematian-Nya bukanlah untuk dosa apa pun dari diri-Nya. Jika Dia melakukan kekerasan atau ada tipu daya dalam mulut-Nya, maka Dia berdosa dan Dia tidak dapat mati bagi kita. Karena Dia tidak memiliki dosa, Dia tidak perlu mati untuk diri-Nya sendiri. Kematian-Nya adalah bagi kita.

D. Kebangkitan Reproduktif-Nya

Yesaya 53:10b-12a membicarakan tentang kebangkitan reproduktif Kristus.

1. Melihat Keturunannya, dan Umurnya akan Lanjut, dan Kehendak Yehova akan Terlaksana olehnya

“Ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak Yehova akan terlaksana olehnya” (ay. 10b). Keturunan di sini adalah gereja, yang meliputi semua kaum beriman yang dihasilkan sebagai banyak butiran gandum melalui kematian Kristus sebagai sebutir gandum dan melalui kebangkitan reproduktif-Nya (Yoh. 12:24; 1 Ptr. 1:3). Dia adalah sebutir gandum yang mati untuk menghasilkan banyak butir. Meskipun Dia mati sebagai satu butir gandum, tetapi Dia bangkit dengan banyak butir gandum, karena itu kebangkitan-Nya sangat produktif.

Yesaya 53:10b bukan hanya mengatakan bahwa Kristus akan melihat keturunan melainkan juga umur-Nya akan lanjut. Hari ini Kristus memperpanjang hari-hari-Nya dengan hidup di dalam kaum beriman-Nya. Kaum beriman-Nya adalah perluasan-Nya. Karena itu, kita dapat menyanyikan kata-kata ini: “Kamilah kelanjutan-Mu, pertambahan hayat-Mu dan perluasan-Mu (Kidung 154)

“Kehendak Yehova akan terlaksana olehnya” (ay. 10c). Kehendak Yehova adalah melihat banyak putra lahir daripada-Nya untuk menjadi anggota-anggota Kristus, yang menyusun gereja sebagai ekspresi korporat Kristus. Inilah kehendak Allah yang paling besar, dan hal ini mutlak tergantung kepada kematian dan kebangkitan Kristus.

Ayat 11a mengatakan, “Sesudah kesusahan jiwanya, ia akan melihat terang dan menjadi puas.” Apakah yang akan Kristus lihat dan dengan apakah Dia akan dipuaskan? Kristus akan melihat gereja dan akan dipuaskan oleh gereja, sama seperti Adam melihat Hawa dan dipuaskan olehnya (Kej. 2:22-23).

Yesaya 53:11b mengatakan, “Dan hamba-Ku itu sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.” Kristus tidak membenarkan kita dengan bodoh atau dengan buta melainkan menurut pengetahuan-Nya yang tidak terbatas. Ini menunjukkan bahwa dibenarkan oleh Kristus adalah satu hal yang besar. Ketika Dia membenarkan kita, Dia melaksanakan pengetahuan-Nya dan mempertimbangkan perkara-perkara itu bagaimana kita akan dihubungkan dengan Allah dan bagaimana kita akan mempengaruhi kerajaan Allah. Setelah banyak mempertimbangkan menurut pengetahuan-Nya yang tepat dan penglihatan-Nya yang lengkap dan sempurna, Dia membenarkan kita. Bagi Dia membenarkan kita itu berarti bahwa Dia menerima kita.

Karena Kristus telah membenarkan kita oleh pengetahuan-Nya, Dia memikul kejahatan-kejahatan kita, Dia bertanggung jawab atas kita di pengadilan surgawi. Kita memiliki banyak dosa, tetapi karena Kristus telah memutuskan untuk membenarkan kita, menerima kita, maka Dia rela menanggung semua dosa-dosa kita.

2. Allah akan Membagikan kepada-Nya Orang-orang Besar sebagai Rampasan,

dan Dia akan Memperoleh Orang-orang Kuat sebagai Jarahan

Dalam ayat 12a Yehova berkata, “Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan.” Di sini kita memiliki dua kelompok—Allah dan Kristus. Karena kematian Kristus dan kebangkitan reproduktif-Nya dan karena Dia telah memutuskan untuk menerima kaum beriman dan memikul kejahatan-kejahatan mereka, maka Allah mau membagikan kepada-Nya orang-orang besar sebagai rampasan, dan Kristus sendiri akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan. Siapakah yang besar dan siapakah yang kuat ini? Kata besar di sini mengacu kepada Allah, dan kata kuat juga mengacu kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa Allah akan membagikan kepada Kristus satu bagian bersama dengan Allah sebagai Yang Mahabesar dan Kristus akan memperoleh Allah sebagai Yang Mahakuat. Maka, Kristus dan Allah, yang Mahabesar dan Mahakuat ini, membagikan barang rampasan.

Kata rampasan menunjukkan bahwa ada satu peperangan. Kristus berperang dalam peperangan itu dan memperoleh kemenangan, dan mengambil rampasan dari Setan. Di satu pihak, Yerusalem Baru akan menjadi satu kesukaan besar, kenikmatan yang besar, yang dinikmati oleh Allah dan Kristus. Di pihak lain Yerusalem Baru akan menjadi satu rampasan yang ditangkap oleh Kristus dari Setan.

II. DALAM HUBUNGANNYA DENGAN DIRINYA MENJADI PERJANJIAN BAGI KEAMANAN ISRAEL

Yesaya 54 mewahyukan penebusan dinamik Kristus melalui kematian-Nya bagioranglain dan kebangkitan-Nya yang reproduktif dalam hubungan-Nya dengan diri-Nya menjadi perjanjian bagi keamanan Israel.

A. Perbanyakan dan Penyebaran Israel

Ayat 1 sampai 3 membicarakan tentang Kristus menjadi perjanjian bagi perbanyakan dan penyebaran Israel.

B. Kembalinya Yehova kepada Israel dan Mengumpulkan Mereka Kembali

Ayat 4 sampai 8 membicarakan tentang kembalinya Yehova kepada Israel dan mengumpulkan mereka kembali.

C. Kristus menjadi Perjanjian Bagi Israel untuk Keamanan Mereka

Dalam ayat 9 dan 10 kita memiliki Kristus menjadi perjanjian bagi Israel untuk keamanan mereka. Ayat 9 mengatakan, “Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi.” Dalam ayat 10 kata perjanjian digunakan. “Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak darimu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN yang mengasihani engkau.” Kristus sebagai Hamba Yehova yang adalah realitas dari perjanjian ini adalah jaminan Israel bagi keamanan mereka (42:6; 49:8).

D. Pembangunan Yehova terhadap Israel dalam Keindahan dan Kenikmatan Israel dalam Damai Sejahtera

Dalam 54:11-17 kita memiliki pembangunan Yehova terhadap Israel dalam keindahan dan kenikmatan Israel dalam damai sejahtera.

1. Yehova Sendiri akan Meletakkan Alas-alasnya dari Batu Hitam

Bagi orang yang tertindas, yang dilanggar angin badai, dan yang tidak dihiburkan, Yehova mengatakan bahwa Dia sendiri akan meletakkan alas-alasnya dari batu hitam dan dasar-dasrnya dari batu nilam (ay. 11). Kata Ibrani untuk batu hitam secara harfiah berarti logam keputih-putihan yang mengacu kepada semen hitam untuk menyembunyikan kecemerlangan batu-batu yang berharga. Dalam ayat 12 Yehova selanjutnya mengatakan, “Aku akan membuat kemuncak-kemuncakmu dari batu delima, pintu-pintu gerbangmu dari batu manikam merah dan segenap tembok perbatasanmu dari batu permata.”

2. Semua Anaknya akan Menjadi Murid Yehova

Semua anaknya akan menjadi murid Yehova dan kesejahteraan anak-anaknya akan menjadi besar (ay 13). Ia akan ditegakkan di atas kebenaran. Ia akan jauh dari pemerasan, karena ia tidak usah takut lagi, dan ia akan jauh dari kekejutan sebab ia tidak akan mendekat kepadanya (ay 14). Ayat 15 mengatakan, “Apabila orang menyerbu, itu bukanlah daripada-Ku; siapapun yang menyerbu engkau, ia akan rebah melawan engkau.”

3. Warisan dari Hamba Yehova

Yehovalah yang menciptakan tukang besi yang menghembus api dan menghasilkan senjata untuk kecakapannya; Dia juga yang menciptakan pemusnah untuk merusakkannya (ay. 16). Karena itu, Dia mengumumkan, “Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan terhadap engkau dalam pengadilan akan engkau buktikan salah. Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba Yehova, dan kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku” (ay 17). Inilah deklarasi Yehova kepada seluruh alam semesta bahwa keamanan Israel akan dipelihara oleh Kristus, yang adalah perjanjian bagi mereka.