← Daftar isi Yesaya · bab 26/54

KRISTUS SEBAGAI HAMBA YEHOVA (5)

DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENANGGULANGAN YEHOVA

YANG PENUH KASIH TERHADAP ISRAEL YANG DIKASIHINYA

Pembacaan Alkitab: Yes. 51—52; 53:1-2

Pasal empat puluh satu sampai enam puluh enam semuanya berkenaan dengan Kristus sebagai Hamba Yehova, karena itu pasal-pasal ini harus dipahami secara menyeluruh. Dalam berita ini kita akan melihat pasal lima puluh satu dan lima puluh dua.

I. PENANGGULANGAN YEHOVA YANG PENUH KASIH TERHADAP ISRAEL YANG DIKASIHINYA

Dalam 51:1—52:11 kita melihat Kristus sebagai Hamba Yehova dalam hubungannya dengan penanggulangan Yehova yang penuh kasih terhadap Israel yang dikasihi-Nya.

A. Panggilan Yehova terhadap Israel

1. Berdasarkan Panggilan Yehova terhadap Abraham Bapa Leluhur Mereka

Panggilan Yehova terhadap Israel adalah berdasarkan panggilan-Nya terhadap Abraham bapa leluhur mereka; karena itu panggilan ini kuat. Mengenai panggilan ini, 51:1 dan 2 mengatakan, “Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN! Pandanglah gunung batu yang daripadanya kamu terpahat, dan kepada lobang penggalian batu yang dari dalamnya kamu tergali. Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.” Di sini kata batu bukan mengacu kepada Allah, melainkan kepada Abraham, yang adalah sumber Israel.

2. Yehova Mengunjungi Sion

Berdasarkan panggilan-Nya terhadap Israel ini, Yehova mengunjungi Sion. “Sebab TUHAN menghibur Sion, Ia menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu nyaring” (ay. 3).

B. Kebenaran dan Keselamatan Yehova bagi Israel

Ayat 4 sampai 8 membicarakan tentang kebenaran dan keselamatan Yehova bagi Israel.

1. Menyuruh Umat-Nya untuk Mendengarkan Dia

Pertama, Yehova menyuruh umat-Nya mendengarkan Dia. “Perhatikanlah suara-Ku hai bangsa-bangsa, dan pasanglah telinga kepada-Ku hai suku-suku bangsa! Sebab pengajaran akan keluar dari pada-Ku dan hukum-Ku sebagai terang untuk bangsa-bangsa” (ay. 4). Penghakiman Yehova merupakan satu terang. Maka, jika kita memiliki penghakiman-Nya, kita akan memiliki terang-Nya. Jika tidak, kita akan berada dalam kegelapan.

2. Kebenaran Yehova Sudah Dekat

Dalam ayat 5 Yehova selanjutkan membicarakan tentang kebenaran dan keselamatan-Nya. “Dalam sekejap mata keselamatan yang dari pada-Ku akan dekat, kelepasan yang Kuberikan akan tiba, dan dengan tangan kekuasaan-Ku Aku akan memerintah bangsa-bangsa; kepada-Kulah pulau-pulau menanti-nanti, perbuatan tangan-Ku mereka harapkan.”

3. Keselamatan Yehova adalah Tetap untuk Selama-lamanya dan Kebenaran-Nya Tidak Akan Berakhir

Keselamatan dan kebenaran selalu berjalan bersama-sama. Hal ini dengan jelas ditunjukkan dalam ayat 6, di mana Yehova berkata, “Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah ke bumi di bawah; sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk; tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk selama-lamanya, dan keselamatan yang dari pada-Ku tidak akan berakhir.”

4. Firman Yehova kepada Orang-orang yang Mengenal Kebenaran

Dalam ayat 7 dan 8 Yehova mengucapkan satu firman kepada orang-orang yang mengenal kebenaran dan kepada satu bangsa yang menyimpan pengajaran-Nya dalam hatinya. Dia berkata kepada mereka, “Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka. Sebab ngengat akan memakan mereka seperti memakan pakaian dan gegat akan memakan mereka seperti memakan kain bulu domba; tetapi keselamatan yang dari pada-Ku akan tetap untuk selama-lamanya dan kelepasan yang Kuberikan akan lanjut dari keturunan kepada keturunan.”

C. Tangan Yehova untuk Israel

Dalam 51:9-16 kita melihat tangan Yehova untuk Israel. Seperti yang ditunjukkan 53:1-2, tangan Yehova ini adalah Kristus sebagai Hamba Yehova. Maka, tangan Yehova untuk Israel sebenarnya adalah Kristus bagi Israel. Dalam 51:9a ada doa agar tangan Yehova bangkit dan mengenakan kekuatan. Karena tangan Yehova, maka Israel yang dibebaskan akan pulang dan kembali ke Sion dengan sorak sorai, dan sukacita abadi akan meliputi kepala mereka. Kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, duka dan keluh kesah akan menjauh (ay. 11). Selain itu, orang yang dipasung terbelenggu (yang mengacu kepada tawanan-tawanan) akan dibebaskan dan ia tidak akan turun mati ke liang kubur (yaitu, dalam penjara), dan tidak akan kekurangan makanan (sewaktu tawanan-tawanan yang dibebaskan itu berada dalam perjalanan pulang—ay. 14-16).

D. Dorongan Yehova kepada Yerusalem

Yesaya 51:17-23 berkenaan dengan dorongan Yehova kepada Yerusalem. Ayat 17 sampai 20 membicarakan tentang murka Yehova dan teguran-Nya kepadanya di masa lampau. Menurut ayat 21 sampai 23, sekarang Yehova sedang membelanya.

E. DoronganYehova kepada Sion

Yesaya 52:16 memberi tahu kita tentang dorongan Yehova kepada Sion.

F. Kabar Baik Yehova untuk Sion dan Yerusalem

Dalam 52:7-10 kita memiliki kabar baik Yehova untuk Sion dan Yerusalem. Ayat 7 dan 8 mengatakan, “Betapa indahnya kelihatan dari puncak-puncak bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu raja!” Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: mereka bersama-sama bersorak sorai. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana TUHAN kembali ke Sion.” Bagian yang pertama dari ayat 7 ini dikutip oleh Paulus di dalam Roma 10:15. Yesaya 52:9 dan 10 selanjutnya mengatakan, “Bergembiralah, bersorak sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya, telah menebus Yerusalem. TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita.”

G. Perintah Yehova kepada Israel untuk Menjauh dari Babel

Ayat 11 dan 12 mewahyukan bahwa pasal-pasal mengenai Kristus sebagai Hamba Yehova ini berhubungan dengan menjauhnya Israel dari Babel. Ayat 11 mengatakan, “Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana (Babel)! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN.” Perkataan tentang perkakas Yehova ini menunjukkan bahwa perkakas dari bait Allah yang dibawa ke Babel, akan dibawa kembali ke Yerusalem. Ayat 12 melanjutkan, “Sungguh, kamu tidak akan buru-buru keluar dan tidak akan lari-lari berjalan, sebab TUHAN akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu.”

Seluruh Alkitab memberikan satu wahyu yang lengkap kepada kita. Wahyu ini memperlihatkan kepada kita bahwa Allah mempunyai satu ekonomi, satu rencana dengan banyak pengaturan, untuk mendapatkan satu umat yang telah dilahirkan kembali, dikuduskan, diperbaharui, ditransformasi, dan diserupakan kepada gambar-Nya untuk menjadi ekspresi-Nya yang korporat agar Dia dapat dimuliakan sampai selama-lamanya. Wahyu ini meliputi fakta bahwa Allah mempunyai musuh—Setan. Sebagai musuh Allah, Setan selalu menolak Allah, menentang Allah, dan melakukan segala hal yang dapat ia lakukan untuk menghalangi Allah dari menggenapkan ekonomi-Nya. Penentangan terhadap ekonomi Allah ini menunjukkan bahwa ada satu peperangan yang sedang berkecamuk di alam semesta ini antara Allah dan Setan.

Dalam Alkitab, hasil dari pekerjaan Setan disebut Babel. Di mata Allah, semua serangan yang dilaksanakan oleh bangsa-bangsa berasal dari satu sumber—Babel. Babel menandakan perpecahan dengan kekacauan.

Babilonia pertama disebut Babel dalam Kejadian 11, tetapi pada akhir Alkitab, Babel ini rampung menjadi Babel besar (Why. 17-18). Babilonia juga terlihat dalam patung di dalam Daniel 2. Kepala patung itu adalah Nebukadnezar, yang menunjukkan bahwa Nebukadnezar adalah kepala Babel, dan sepuluh jari pada patung itu adalah Antikristus dengan sepuluh raja. Maka, Antikristus juga akan menjadi bagian dari Babel ini.

Dalam Perjanjian Lama, Babel terutama adalah perkara politik, tetapi Babel politik ini juga turut campur dalam penyembahan terhadap Allah. Ketika Babel mengepung Yerusalem, Babel menghancurkan bait Allah dan membawa perkakas-perkakas bait Allah itu ke Babel (Dan. 1:1-2), yang melambangkan cara dan sarana bagi umat Allah untuk menikmati Kristus. Perkakas-perkakas itu tetap ada, tetapi kotor. Selain itu, Nebukadnezar, raja Babel menawan orang-orang yang terhormat di Israel, termasuk keluarga raja, dan memaksa mereka untuk menyembah allahnya di Babel. Maka, penyembahan terhadap Allah telah dirusak dan dikotori oleh Babel. Ini memperlihatkan bahwa politik orang-orang Babel berjalan bersama dengan agama Babel.

Dalam Perjanjian Baru, Babel disinggung dengan tegas dalam kitab Wahyu. Aspek agama disinggung terlebih dahulu (Why. 17), kemudian aspek politik (Why. 18). Babel agama diwahyukan sebagai rahasia “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi” (17:5). Dalam Wahyu 2:20 ia dilambangkan oleh perempuan Izebel. Berkebalikan dengan Babel politik, Babel agama, yaitu Gereja Roma Katholik ini, sangat misterius. Babel ini memiliki Allah, Kristus, dan Setan di dalamnya. Gereja ini memiliki nama bahwa ia memploklamirkan Allah, memberitakan Kristus sebagai Penyelamat. Tetapi ketika anggota-anggotanya percaya kepada pemberitaannya, mereka dibawa masuk ke dalam hal-hal dari Setan yang rahasia, misterius, dan dalam (ay. 24) untuk menyembah berhala. Gereja Roma Katholik yang sesat ini memberitakan Allah tetapi menyembah berhala. Ini adalah kemunafikan.

Sekarang, Babel politik sedikit menyolok dari pada Babel agama. Babel politik kelihatannya agak tenang, sedangkan Babel agama tumbuh subur. Misalnya, Natal, yang dirayakan di seluruh dunia, itu mutlak berasal dari Babel. Mengambil bagian dalam Natal mungkin kelihatannya merupakan satu hal yang kecil, tetapi ini adalah bagian dari Babel yang menjijikan di mata Allah. Sistem dalam sidang-sidang gereja di mana satu orang berbicara dan yang lainnya mendengar juga adalah bagian dari Babel. Elemen Babel ini tidak boleh dibiarkan tetap ada di antara kita.

Allah memerintakahkan Israel, umat pilihan Perjanjian Lama-Nya, untuk menjauh dari Babel dan memisahkan diri dengan mutlak dari Babel (Yes. 52:11). Dalam Perjanjian Baru, Allah juga memerintahkan gereja, umat pilihan-Nya, untuk keluar dari Babel (Why. 18:4). Kita semua perlu bertanya kepada kita sendiri apakah kita telah melakukan satu pemberesan yang menyeluruh terhadap Babel pada hari ini atau belum. Di sini kita mengikuti Kristus kita, yang adalah Hamba Yehova, dan Dia menuntut kita untuk menjauh dari Babel dan memiliki pemberesan yang menyeluruh terhadap Babel.

Dalam Yosua 6 bani Israel memperoleh kemenangan atas Yerikho, teapi ketika perang melawan Ai mereka gagal. Karena Akhan menyimpan pakaian bangsa Babel (7:21), maka umat Allah menderita kekalahan. Segala sesuatu yang berasal dari Babel memberikan dasar kepada Setan untuk mengalahkan umat Allah. Karena itu, kita harus meninggalkan segala sesuatu yang berasal dari Babel. Jika kita ingin melayani Allah sebagai umat-Nya yang murni, maka terlebih dahulu kita perlu memiliki satu pemberesan yang menyeluruh terhadap semua hal Babel.

II. KEBERHASILAN KRISTUS SEBAGAI HAMBA YEHOVA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KEMBALINYA ISRAEL DARI PENAWANAN DAN PEMULIHANNYA

Dalam Yesaya 52:13-15 kita membaca tentang keberhasilan Kristus sebagai hamba Yehova dalam hubungannya dengan kembalinya Israel dari penawanan dan pemulihannya. Ayat 13 mengatakan, “Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.” Menurut ayat 14b, penampilan-Nya begitu buruk bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi. Demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami (ay. 14a, 15).