KRISTUS SEBAGAI HAMBA YEHOVA (4)
SEPERTI YANG DILAMBANGKAN OLEH YESAYA,
NABI YEHOVA, BAGI SUATU PERJANJIAN
TERHADAP UMAT ITU UNTUK MEMULIHKAN NEGERI ITU
Pembacaan Alkitab:
Yes. 49-50; Yoh. 14:10; Hos. 11:1; Mat. 2:15b; Yoh. 13:31b; Rm. 8:33a, 31, 34a
Yesaya pasal empat puluh sembilan dan lima puluh menyajikan Kristus seperti yang dilambangkan oleh Yesaya, nabi Yehova, bagi suatu perjanjian terhadap umat itu untuk memulihkan negeri itu. Dalam berita ini kita akan melihat dua pasal ini.
I. TIGA PERSONA DARI HAMBA YEHOVA
Untuk memahami Yesaya 49, kita perlu melihat tiga persona dari hamba Yehova ini—Kristus (ay. 5-9a), nabi Yesaya (ay. 1-4), dan Israel (ay. 3). Nabi Yesaya dan Israel rampung dalam Kristus. Ketiganya adalah satu hamba. Pertama, semuanya adalah bangsa Israel. Tentunya, Israel adalah Israel, dan Yesaya adalah seorang Israel, dan Yesus Kristus adalah seorang Israel yang khas. Jadi, sebagai orang Israel, mereka semua adalah satu. Kedua, secara keseluruhan, Israel adalah hamba Allah, dan saksi-Nya dalam Perjanjian Lama. Yesaya sebagai bagian dari Israel juga adalah hamba Yehova. Dalam Perjanjian Baru Kristus diwahyukan sebagai Hamba Allah (Mrk. 10:45) dan Saksi-Nya (Why. 1:5). Sekali lagi hal ini memperlihatkan kesatuan antara Yesaya, Israel, dan Kristus sebagai hamba-hamba Yehova. Tetapi dalam Perjanjian Baru, kesatuan kita dengan Kristus sebagai hamba-hamba Allah nampak lebih jelas, karena Perjanjian Baru mengatakan bahwa kita berada dalam Kristus (1 Kor. 1:30). Kita bersama-sama adalah satu Kristus yang korporat. Karena kita berada dalam Kristus yang korporat ini, dan Kristus adalah Hamba Allah, maka kita juga adalah satu hamba Allah, dan satu saksi Allah. Inilah pandangan kekal Allah, dan inilah pandangan yan gperlu kita miliki untuk memahami Yesaya 49—50.
A. Yesaya, Nabi Yehova
Yesaya, nabi Yehova (yang melambangkan Kristus sebagai Hamba Allah bagi pembicaraan Allah—Yohanes 14:10), melayani Yehova sebagai mulut-Nya untuk membicarakan firman-Nya, yang adalah perwujudan diri-Nya sendiri (Yes. 49:1-4). Yesaya berbicara bagi Allah, tetapi Kristus berbicara bagi Allah lebih banyak lagi. Dalam ministri-Nya di bumi, hal utama yang Dia lakukan adalah berbicara bagi Allah. Bahkan setelah Dia naik ke surga, Dia terus berbicara, karena Dia berbicara dalam pembicaraan rasul-rasul. Misalnya, Rasul Paulus, adalah satu kelanjutan dari pembicaraan Kristus.
Firman Allah adalah perwujudan Allah. Ketika kita membicarakan firman Allah, maka kit amembicarakan Allah. Kita tidak dapat membicarakan Allah tanpa membicarakan firman Allah. Kita semua perlu belajar bagaimana untuk membicarakan firman Allah.
1. Yehova Membuat Mulut Nabi sebagai Pedang yang Tajam
Menurut 49:2a, Yehova membuat mulut nabi “sebagai pedang yang tajam” dan juga melindungi dia “dalam naungan tangan-Nya.”
2. Yehova Membuat Nabi menjadi Anak Panah yang Runcing
Yehova membuat nabi menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan dia dalam tabung panah-Nya (49:2b). Kata-kata nabi adalah anak-anak panah, dan pembicaraannya adalah menembakan anak panah itu.
3. Yehova Menganggap Nabi sebagai Hamba-Nya
“Ia berfirman kepadaku: “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku” (ay. 30. Ini menunjukkan bahwa Yehova menganggap nabi sebagai hamba-Nya, bagian dari Israel, bagi kemuliaan-Nya. Yesaya, Israel, dan Kristus semuanya adalah bagi kemuliaan Allah.
4. Nabi Menganggap Dirinya telah Bersusah Payah dengan Percuma
Nabi menganggap dirinya telah bersusah payah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatannya dengan sia-sia dan tak berguna (ay. 4a). Meskipun demikian, ia yakin bahwa haknya terjamin pada Yehova dan bahwa upahnya ada pada Allahnya (ay. 4b).
Karena Yesaya melambangkan Kristus, maka firman dalam ayat 4 ini diterapkan kepada Kristus. Orang-orang dengan salah menghakimi Kristus, mengira bahwa firman-Nya tidak berguna dan sia-sia. Namun, Kristus yakin bahwa keadilan kepada-Nya akan datang dari Allah. Allah menghargai firman Kristus dan akan akan memberikan upah kepada-Nya untuk pembicaraan-Nya.
B. Israel, Nabi Yehova
Yang kedua dari tiga persona dari hamba Yehova ini adalah Israel (ay. 3). Yesaya, nabi Yehova, adalah bagian dari Israel; maka ia bersatu dengan Israel sebagai hamba Yehova. Kristus juga adalah bagian dari Israel (Hos. 11:1; Mat. 2:5b). Dalam hamba yang disinggung dalam Yesaya 49:3 ini, Yehova akan dimuliakan. Ini melambangkan bahwa Allah dimuliakan dalam Kristus sebagai Israel Allah (Yoh. 13:31b).
C. Kristus sebagai Hamba Yehova Menggenapkan Segala Apa Adanya Yesaya dan Israel sebagai Hamba Yehova
Dalam Yesaya 49 inni apa saja yang dikatakan mengenai Yesaya dan Israel juga dikatakan mengenai Kristus. Ini berarti bahwa Kristus sebagai Hamba Yehova menggenapkan segala apa adanya Yesaya dan Israel sebagai hamba Yehova.
1. Membentuk Dia dari Kandungan Yehova untuk Menjadi Hamba-Nya
Membentuk dia dari kandungan Yehova untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya. Ia akan dimuliakan di mata Yehova, dan Allah-Nya akan menjadi kekuatan-Nya (ay. 5).
2. Allah Membuat Dia sebagai Terang bagi Bangsa-Bangsa
Ayat 6 adalah firman Allah kepada Kristus sebagai Hamba Yehova. Dalam ayat ini Allah berkata, “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” Kita telah melihat dan akan melanjutkan untuk melihat bahwa Kristus adalah terang yang besar bagi bangsa-bangsa dan bahwa Dia adalah keselamatan Allah yang meluas sampai ke ujung bumi.
3. Firman Yehova kepada Dia yang Dihinakan Orang, Dia yang Dijijikan Orang, Dia yang Tunduk kepada Penguasa-penguasa
Dalam ayat 7 kita memiliki firman Yehova kepada Kristus sebagai Dia yang dihinakan orang, Dia yang dijijikan orang, dan Dia yang tunduk kepada penguasa-penguasa. Yehova berkata kepada-Nya, “Raja-raja akan melihat perbuatan-Ku, lalu bangkit memberi hormat, danpembesar-pembesar akan sujud menyembah, oleh karena Yehova yang setia, oleh karena Yang Mahakudus Allah Israel memilih engkau.” Kristus takluk kepada penguasa-penguasa ketika Dia berdiri di hadapan Pilatus dan tunduk kepadanya. Dia, sang Pencipta, tunduk kepada manusia yang tercipta. Kepada Dia yang tunduk kepada penguasa-penguasa Herodes dan Pilatus, raja-raja akan bangkit dan pembesar-pembesar akan menyembah karena Yehova, yang setia telah memilih Dia.
4. Yehova Memberikan Dia sebagai Satu Perjanjian bagi Umat itu
“Beginilah firman TUHAN: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi, untuk menyatakan kepada orang-orang yang terkurung: Keluarlah! Kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah!” (ay. 8-9a). Di sinni kita melihat bahwa Kristus sebagai Hamba Yehova telah diberikan sebagai satu perjanjian bagi umat itu. Perjanjian adalah satu persetujuanyang ditandatangai di antara dua kelompok, yang di dalamnya janji-janji dibuat. Perjanjian akan menjadi satu wasiat bagi kematian kelompok yang mengadakan perjanjian itu. Dalam satu wasiat seseorang mungkin berjanji untuk memberikan semua kekayaannya kepada orang lain. Wasiat ini menjadi sertifikat dari semua kekayaan itu. Tetapi jika tidak ada kekayaan yang sebenarnya untuk diwariskan, maka wasiat ini tidak berarti. Kristus adalah wasiat kita, perjanjian kita dan Dia adalah semua kekayaan yang diberikan kepada kita di dalam wasiat itu. Alkitab adalah sebuah wasiat yang menyebutkan banyak butir yang menakjubkan yang akan menjadi bagian kita. Tetapi tanpa Kristus sebagai realitas, Alkitab hanya akan menjadi halaman-halaman yang kosong belaka. Kristus adalah realitas dari butir-butir yang diberikan sebagai warisan di dalam Alkitab itu.
Kristus diberikan sebagai satu perjanjian untuk memulihkan tanah itu. Memulihkan tanah adalah menggenapkan sesuatu dari ekonomi Allah mengenai kerajaan-Nya. Memulihkan tanah ini terutama adalah bagi kerajaan Allah, yang akhirnya akan rampung dalam Yerusalem Baru di langit baru dan bumi baru.
Dalam pengalaman kita akan Kristus pada hari ini, memulihkan tanah itu berarti mendapatkan tanah yang diperbesar atau diperluas. Kristus adalah tanah itu. Mengalami Kristus sebagai tanahyang diperluas adalah menduduki Kristus sebagai tanah bagi pembangunan kerajaan Allah, agar bait-Nya, kesaksian-Nya dapat didirikan. Jika kita hanya memiliki Alkitab tetapi kekurangan pengalaman terhadap Kristus sebagai realitas, maka kita tidak akan memiliki perasaan bahwa Kristus sebagai tanah akan meluas. Tetapi jika kita memiliki Alkitab dengan pengalaman-pengalaman terhadap Kristus, maka kita akan merasa bahwa Kristus sebagai tanah itu akan meluas. Semakin kita mengalami Kristus, kita akan semakin merasakan bahwa Kristus meluas di dalam kita. Semakin kita mengalami Kristus dengan cara ini, kerajaan Allah akan semakin didirikan bersama dengan bait Allah sebagai kesaksian-Nya.
II. KEMBALINYA TAWANAN-TAWANAN YANG DIBERKATI
Yesaya 49:9b-13 membicarakan tentang kembalinya tawanan-tawanan yang diberkati. Karena Kristus telah menjadi satu perjanjian bagi umat Israel, maka tawanan-tawanan itu akan kembali.
A. Tidak Akan Lapar atau Haus
Tawanan-tawanan itu akan diberi makan di sepanjang jalan, dan di segala bukit gundul pun akan tersedian padang rumput bagi mereka. Mereka tidak menjadi lapar atau haus, angin hangat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka; sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka dan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air (ay. 9b-10). Hari ini Tuhan bukan hanya memimpin kita secara umum melainkan juga menuntun kita secara khusus.
B. Yehova akan Membuat Segala Gunung-Nya menjadi Jalan
Dalam ayat 11 Yehova berkata, “Aku akanmembuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan.” Kita dapat menerapkan hal ini secara rohani kepada pengalaman kita. Sebelum kita berpaling kepada Tuhan, kita tersesat, dan kita tidak tahu di mana kita berada atau di mana kita seharusnya berada. Tetapi ketika kita berpaling kepada Tuhan, maka segera akan ada jalan dan jalan raya dan kita tahu apa yang harus dilakukan dan ke mana kita harus pergi.
C. Orang-orang Ini Datang dari Jauh
Ayat 12 mengatakan, “Lihat, ada orang yang datang dari jauh, ada dari utara dan dari barat, dan ada dari tanah Sinim.” Di sini kata Sinim mungkin mengacu kepada China.
D. Langit akan Bersorak-sorai
Dalam ayat 13 langit akan diperintahkan untuk bersorak-sorai, bumi bersorak-sorak, dan gunung-gunung bergembira dengan sorak-sorai, sebab Yehova akan menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas.
III. BAGAIMANA YEHOVA MEMUSTIKAKAN SION
Yesaya 49:14-21 mewahyukan bagaimana Yehova memustikakan Sion
A. Tidak akan Melupakan Dia
Karena Yehova memustikakan Sion, maka Dia tidak akan melupakannya. “Sion berkata: “TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.” Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau” (ay. 14-15).
B. Telah Melukiskan Dia di Telapak Tangan-Nya
Dalam ayat 16a Yehova memberi tahu Sion bahwa Dia telah melukiskannya di telapak tangan-Nya.
C. Tembok-temboknya Tetap di Ruang Mata-Nya
Tembok-tembok Sion akan tetap di ruang mata-Nya (ay. 16b).
D. Tawanan-tawanannya akan Segera Kembali
Tawanan-tawanan Sion akan segera kembali. Ia akan memakai mereka sebagai perhiasan, dan akan dililitkan seperti pengantin perempuan (ay. 17-18).
E. Tempat-tempatnya yang Tandus akan Menjadi Terlalu Sempit Karena Tawanan-tawanannya yang Kembali
Tempat-tempatnya yang tandus, sunyi sepi, dan dirombak itu akan menjadi terlalu sempit karena tawanan-tawanannya yang kembali (ay. 19-21).
IV. YEHOVA AKAN MENGANGKAT TANGANNYA KEPADA BANGSA-BANGSA UNTUK MENGUMPULKAN TAWANAN-TAWANAN SION DI PENGASINGAN
Yehova akan mengangkat tangan-Nya kepada bangsa-bangsa, dan kepada suku-suku bangsa Dia akan memasang panji-panji-Nya untuk mengumpulkan tawanan-tawanan Sion di pengasingan (ay. 22-26a). Maka seluruh umat manusia akan mengetahui bahwa Yehova adalah Juruselamat Sion dan Penebusnya, Yang Mahakuat Allah Yakub (ay. 26b).
V. ALASAN MENGAPA SION DITINGGALKAN
Dalam 50:1-3 kita memiliki alasan mengapa Sion ditinggalkan.
VI. PENGAJARAN YANG DITERIMA HAMBA YEHOVA DAN KEHIDUPAN YANG DITEMPUHNYA
Yesaya 50:4-9 menggambarkan pengajaran yang diterima hamba Yehova (Yesaya yang melambangkan Kristus) dan kehidupan yang ditempuhnya.
A. Pengajaran yang Diterima Hamba Yehova
Dengan mengacu kepada Yesaya sebagai lambang Kristus sebagai Hamba Yehova, ayat 4 dan 5 mengatakan, “Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap padi ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.” Kristus sebagai Hamba Yehova tidak di ajar oleh manusia melainkan oleh Allah. Kristus tidak mengatakan perkataan-Nya sendiri melainkan berbicara menurut pengajaran-pengajaran Allah. Jadi Dia belajar bagaimana untuk memberikan semangat baru kepada orang yang letih lesu, yaitu orang-orang yang lemat, dengan firman itu. Yehova membangunkan Dia setiap pagi. Ini menunjukkan bahwa setiap pagi Tuhan Yesus memiliki penyegaran pagi. Selain itu, Tuhan tidak pernah memberontak; sebaliknya, Dia selalu taat, dan mendengarkan firman Allah.
BKehidupan yang Ditempuh oleh Hamba Yehova
Hamba Yehova memberi punggungnya kepada orang-orang yang memukulnya, dan pipinya kepada orang-orang yang mencabut janggutnya. Ia tidak menyembunyikan mukanya ketika ia dinodai dan diludahi. Tuhan Allah menolong dia, karena itu ia tidak mendapat noda. Ia meneguhkan hatinya seperti keteghan gunung batu, karena ia tahu, bahwa ia tidak akan mendapat malu (ay. 6-7). Menurut ayat 8 dan 9 ia mengatakan, “Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku berperkara (Rm 8:33a)? Biasrlah ia mendekat kepadaku!Sesungguhnya Tuhan ALLAH menolong aku (Rm. 8:31): siapakah yang berani menyatakan aku bersalah (Rm 8:34a)? Sesungguhnya mereka semua akan memburuk seperti pakaianyang sudah usang; ngengat akanmemakan mereka.” Inilah kehidupan yang ditempuh oleh Kristus di bumi sebagai Hamba Yehova.
VII. BAGAIMANA DIA TAKUT AKAN YEHOVA DAN MENDENGAR SUARA HAMBANYA MEMILIKI TERANG SEWAKTU BERJALAN DALAM KEGELAPAN
Akhirnya dalam ayat 10 dan 11 kita diberi tahu bagaimana ia takut akan Yehova dan mendengar suara hamba-Nya yang memiliki terang sewaktu berjalan dalam kegelapan. Mengenai orang yang demikian ini, ayat 10b mengatakan, “Baiklah ia percaya kepada nama Yehova dan bersandar kepada Allahnya!” Ayat 11 selanjutnya memberikan satu peringatan tentang terang yang dibuat sendiri. “Sesungguhnya kamu semua yang menyalakan api dan yang memasang panah-panah api, masuklah ke dalam nyala apimu, dan ke tengah panah-panah api yang telah kamu pasang! Oleh tangan-Kulah hal itu akan terjadi atasmu; kamu akan berbaring di tempat siksaan.” Orang-orang yang membuat terang bagi dirinya sendiri dan berjalan dalam terang yang dibuatnya sendiri bukannya berjalan dalam terang Allah akan menderita siksaan. Ini sehariunya menjadi peringatan bagi kita supaya kita berjalan di dalam terang yang diberikan Allah, bukan di dalam terang yang kita buat untuk diri kita sendiri.