KRISTUS SEBAGAI HAMBA YEHOVA (3)
SEPERTI YANG DILAMBANGKAN OLEH KORESY
UNTUK MELEPASKAN TAWANAN-TAWANAN ISRAEL
YANG DIKASIHI YEHOVA DARI BABEL
Pembacaan Alkitab:
Yes. 46—48; Yoh 6:38; Mat. 3:17; Yes. 45:3-4
Dalam berita ini kita akan melihat pasal empat puluh enam sampai empat puluh delapan. Dalampasal-pasal ini Kristus sebagai Hamba Yehova dilambangkan oleh Koresy untuk melepaskan tawanan-tawanan Israel yang dikasihi Yehova dari Babel.
I. PATUNG-PATUNG BABEL TIDAK BERDAYA DAN TIDAK BERGUNA
Menurut 46:1-2 dan 5-7, patung-patung Babel tidak berdaya dan tidak berguna dan tidak dapt dibandingkan dengan Yehova. Selain itu, patung-patung ini merupakan satu beban bagi Israel untuk dibawa ke dalam penawanan mereka yang akan datang. Mengenai hal ini 46:1 dan 2 mengatakan, “Dewa Bel sudah ditundukkan, dewa Nebo sudah direbahkan, dan patung-patungnya sudah diangkut di atas binatang, di atas hewan; yang pernahkamu arak, sekarang telah dimuatkan sebagai beban pada binatang yang lelah, yang tidak dapat menyelamatkan bebannya itu. Dewa-dewa itu bersama diremukkan dan ditundukkan dan mereka sendiri harus pergi sebagai tawanan.” Bel adalah salah satu dewa orang-orang Babel, yang disebut oleh orang-orang Babel dengan nama Baal.
Bukannya membantu bangsa Israel, patung-patung ini malah menjadi satu beban bagi mereka, karena bangsa itu harus membawanya. Ketika Israel ditawan oleh orang-orang Babel, umat Allah ini tetap tidak mau menyerahkan patung-patung mereka dan harus membawanya dari tanah permai ke Babel. Dalam ayat-ayat ini, Yesaya, seolah-olah berbicara dengan agak mencemooh, dengan mengatakan, “Kalian orang Israel telah membuat patung-patung bagi dirimu sendiri, tetapi patung-patung itu tidak dapat melakukan sesuatu bagimu. Pada satu hari kalian akan ditawan, dan kalian akan membawa patung-patung kalian itu bersama dengan kalian sebagai satu beban ke dalam penawanan.”
Segala sesuatu yang menggantikan Allah atau menduduki posisi Allah merupakan satu berhala sebagai satu beban bagi orang yang menyembahnya. Masyarakat manusia hari ini mendorong orang-orang untuk membuat berhala-berhala. Seseorang, pendidikan, atau kedudukan yang tinggi dengan sebuah perusahaan semuanya dapat menjadi berhala bagi kita. Akhirnya, setiap berhala ini tidak akan dapat membantu kita sebaliknya malah akan menjadi satu beban yang harus kita bawa.
II. HANYA YEHOVA ADALAH ALLAH DAN YANG DAPAT MENYELAMATKAN
Hanya Yehova adalah Allah dan hanya Dialah yang dapat menyelamatkan. Mengenai hal inni, 46:9 mengatakan, “Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasannya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku.” Hanya setelah mereka menjadi tawanan-tawanan di Babel barulah bangsa Israel sadar bahwa hanya Yehova adalah Allah. Penawanan ini membuktikan kepada mereka bahwa semua berhala itu tidak memiliki kekuatan, tidak berguna, dan tidak dapat berbuat apa-apa, dan bahwa hanya Yehova, Allah yang disembah oleh nenek moyang mereka, adalah Allah yang sejati. Dia sendirilah yang dapat menyelamatkan.
Dalam ayat 11 kita diberi tahu bahwa Yehova adalah “yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusan-Ku dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya.” Orang yang seperti seekor burung buas dari tempat yang jauh ini adalah Koresy (yang melambangkan Kristus) untuk menjadi penasehat Yehova (untuk melaksanakan rencana Yehova—Yoh. 6:38). Koresy adalah “burung buas” yang dipanggil oleh Yehova untuk menaklukkan bangsa-bangsa.
III. KASIH YEHOVA TERHADAP ISRAEL YANG KERAS HATI
Pasal empat puluh enam juga mewahyukan tentang kasih Yehova terhadap Israel yang keras hati (ay. 3-4). Tidak peduli betapa buruknya bangsa Israel, Allah tetap mengasihi mereka. Ayat 12 dan 13 mengatakan, “Dengarkanlah Aku hai orang-orang yang congkak, orang-orang yang jauh dari kebenaran: Keselamatan yang dari pada-Ku tidak jauh lagi; Aku akan memberikan kelepasan di Sion dan keagungan-Ku kepada Israel.”
IV. HUKUMAN YEHOVA ATAS BABEL DEMI ISRAEL
Dalam 47:1-6 kita memiliki hukuman Yehova atas Babel demi Israel. Ayat 4 adalah pengumuman nabi: “Penebus kami, Yehova semesta alam nama-Nya, Yang Mahakudus Allah Israel.” Menurut ayat 8, Babel, pecinta pelesiran, berkata dalam hatinya, “Tiada yang lain di sampingku! Aku tidak akan jadi janda dan tidak akan menjadi punah!” Tetapi ayat 9 mengatakan bahwa ada dua hal akan menimpa Babel dalam sekejap mata, pada satu hari juga: kepunahan dan kejandaan dengan sepenuhnya. Hal ini akan menimpanya sebagai ganti dari banyaknya sihirnya dan kekuatan manteranya yang besar. Ayat 14 dan 15 selanjutnya mengatakan, “Sesungguhnya, mereka sebagai jerami yang dibakar api; mereka tidak dapat melepaskan nyawanya dari kuasa nyala api; api itu bukan bara api untuk memanaskan diri, bukanapi untuk berdiang! Demikianlah faedahnya bagimu dari tukang-tukang jampi itu, yang telah kaurepotkan sejak kecilmu; masing-masing mereka terhuyung ke segala jurusan, tidak ada yang dapat menyelamatkan engkau.” Semuanya ini adalah untuk membuat Babel menjadi bukan apa-apa dan membuat segala sesuatu menjadi tidak menguntungkan dia.
V. KETIDAKBERBUAHAN, KETIDAK BENARAN, KETEGARAN, DAN KEKEJIAN ISRAEL
Dalam pasal empat puluh delapan nabi Yesaya memakai kata-kata yang luar biasa untuk menggambarkan Israel. Israel membuat sumpah terhadap Allah Israel tetapi bukan dengan sungguh-sungguh atau dalam kebenaran (ay. 1). Ayat 4 mengatakan bahwa Israel tegar tengkuk, dan ayat 8 menunjukkan bahwa Yehova telah mengetahui bahwa Israel akan berbuat khianat sekeji-kejinya. Dalam ayat 5 Yehova mengumumkan, “Maka Aku memberitahukannya kepadamu dari sejak dahulu; sebelum hal itu menjadi kenyataan, Aku mengabarkannya kepadamu, supaya jangan engkau berkata: Berhalaku yangmelakukannya, patung pahatanku danpatung tuanganku yang memerintahkannya.”
VI. PERTIMBANGAN YEHOVA YANG BIJAKSANA DALAM MENANGGULANGI ISRAEL
Pasal empat puluh delapan juga mewahyukan pertimbangan Yehova yang bijaksana dalam menanggulangi Israel. Ketika Dia menanggulangi Israel, Dia melaksanakan hikmat-Nya. Dalam ayat 9 sampai 11 Yehova berkata, “Oleh karena nama-Ku, Aku menahan amarah-Ku dan oleh karena kemasyhuran-Ku Aku mengasihani engkau, sehingga Aku tidak melenyapkan engkau. Sesungguhnya Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan. Aku akan melakukannya oleh karena Aku, ya oleh karena Aku sendiri, sebab masakan nama-Ku akan dinajiskan? Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain.”
VII. KASIH YEHOVA TERHADAP KORESY DAN DIA MEMAKAINYA UNTUK MELAKUKAN KERELAANNYA
Perkara lainnya yang diwahyukan dalam pasal ini adalah tentang kasih Yehova terhadap Koresy dan Dia memakainya untuk melakukan kerelaan-Nya, yaitu menaklukkan Babel dan melepaskan tawanan-tawanan Israel.
A. Yehova Adalah Yang Terdahulu dan Yang Terkemudian
Dalam ayat 12 dan 13 Yehova membuat satu pernyataan tentang diri-Nya sendiri. Dia berkata, “Akulah yang terdahulu, Akulah juga yang terkemudian. Tangan-Ku juga meletakkan dasar bumi, dan tangan kanan-Ku membentangkan langit. Ketika Aku menyebut namanya, semuanya bermunculan.”
B. Yehova Mengasihi Koresy, dan Koresy Melakukan Kehendak Yehova atas Babel
Ayat 14 dan 15 melanjutkan, “Berhimpunlah kamu sekalian dan dengarlah! Siapakah di antara mereka memberitahukan semuanya ini? Dia yang dikasihi TUHAN akan melaksanakan kehendak TUHAN terhadap Babel dan menunjukkan kekuataan tangan TUHAN kepada orang Kasdim. Aku, Akulah yang mengatakannya dan yang memanggil dia juga, Akulah yang mendatangkan dia, dan segala usahanya akan berhasil.” Dia di dalam ayat-ayat ini mengacu kepada Koresy dalam 44:28 dan 45:1, yang melambangkan Kristus sebagai Hamba Yehova (Mat. 3:17). Koresy akan melakukan kehendak Yehova terhadap Babel, yang melambangkan gereja Roma Katholik. Ini adalah perkara kasih Allah untuk memakai seorang raja Kafir untuk menaklukkan Babel dan melepaskan tawanan-tawanan Israel.
C. Tuhan Yehova Mengutus Nabi Yesaya dan Roh Yehova
Yesaya 48:16b mengatakan, “Dan sekarang, Tuhan ALLAH mengutus aku dengan Roh-Nya.” Di sini aku mengacu kepada nabi Yesaya yang melambangkan Kristus.
VIII. PIMPINAN YEHOVA TERHADAP ISRAEL UNTUK KELUAR DARI BABEL
Dalam pasal empat puluh delapan kita jugamemiliki firman tentang pimpinan Yehova terhadap Israel untuk keluar dari Babel. Seperti yang telah kita tunjukkan, Babel melambangkan Gereja Roma Katholik. Ayat 20 dan 21 mengatakan, “Keluarlah dari Babel, larilah dari Kasdim! Beritahukanlah dengansuara sorak sorai dan kabarkanlah hal ini! Siarkanlah itu sampai ke ujung bumi! Katakanlah: “TUHAN telah menebus Yakub, hamba-Nya!” Mereka tidak menderita haus, ketika Ia memimpin mereka melalui tempat-tempat yang tandus; Ia mengeluarkan air dari gunung batu bagi mereka; Ia membelah gunung batu, maka memancarlah air.” Ayat 22 menutup pasal ini dengan mengatakan bahwa tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik. Di sini kata fasik mungkin mengacu kepada orang-orang Babel.
Dalam Alkitab, Babel bukan hanya menekankan satu bangsa melainkan juga satu agama. Maka, dalam Wahyu 17 dan 18 kita memiliki Babel dalam dua aspek: aspek agama, yang melambangkan Gereja Roma Katholik, dan aspek materi, aspek fisik, yang melambangkan kota Roma, ibukota kerajaan Antikristus.
Menurut sejarah, Roma mengambil Israel secara politik dan militer kira-kira pada tahun 40 SM. Di mata Allah, Roma adalah Babel yang sesungguhnya, yang menghalangi Allah dalam menggenapkan ekonomi-Nya.Romalah yang meletakkan Kristus di kayu salib. Namun, dalam kebangkitan Kristus mengalahkan penghalang itu, dan gereja dihasilkan. Menjelang abad yang ketiga gereja telah menang dalam kuasa kebangkitan. Kemudian dalam abad yang keempat, Konstantin Agung mengambil keunntungan dari perselisihan yang terjadi di antara para pemimpin gereja pada waktu itu, dan pada tahun 325 ia membentuk Dewan Nicea. Dewan itu mengeluarkan Pengakuan Iman Nicea, yang dipakai oleh aliran Katholik dan denominasi-denominasi. Apa yang dilakukan Konstantin Agung ini membuka jala bagi pembentukan aliran Roma, yang merupakan satu perbauran antara politik dan agama. Karena itu aliran Roma ini adalah produk dari penyusupan agama oleh politik dan “perkawinan” antara agama dan politik secara dosa. Akhirnya, Gereja Roma ini menjadi perempuan sundal (Why. 17:5), yaitu Gereja Roma Katholik. Menjelang tahun 590 sistem kepausan didirikan sepenuhnya, dan Babel terbentuk secara menyeluruh dan rampung dalam aspek agama dan politik.
Ketika Israel keluar dari Babel pada zaman Ezra, mereka keluar dari Babel politik tetapi bukan keluar dari Babel agama, karena pada waktu itu belum ada Babel agama. Penawanan Israel di Babel melambangkan penawanan orang-orang Kristen pada hari ini di dalam Babel agama. Secara agama, banyak orang Kristen adalah tawanan-tawanan di Babel. Dalam Babel agama, hal yang paling kuat adalah penyembahan berhala. Hal ini benar terutama dalam aliran Katholik. Hari ini, agar ktia dapat menjadi umat Allah, maka kita perlu keluar dari Babel dalam kedua aspek ini.