KESELAMATAN YEHOVA TERHADAP UMAT YANG DIKASIHINYA DAN TERHADAP BANGSA-BANGSA (8)
PEMULIHAN YANG DIBAWA MASUK MELALUI KRISTUS
DAN KESELAMATAN YANG DINIKMATI OLEH UMAT YANG DIKASIHI YEHOVA
Pembacaan Alkitab: Yes. 11—12
Dalam berita ini kita akan melihat pemulihan yang dibawa masuk melalui Kristus (ps. 11) dan keselamatan yang dinikmati oleh umat yang dikasihi Yehova.
I. PEMULIHAN YANG DIBAWA MASUK MELALUI KRISTUS
Banyak pelajar kitab Yesaya yang sangat memperhatikan pasal sebelas, yang melukiskan satu gambaran pemulihan yang sangat menyenangkan.
A. Kristus yang Akan Datang dalam Pemulihan
Ayat 1 sampai 5 dan 10 mewahyukan Kristus yang datang dalam pemulihan.
1. Suatu Tunas akan Keluar dari Tunggul Isai, dan Taruk yang akan Tumbuh dari Pangkalnya akan Berbuah
Dalam pemulihan, Kristus yang akan datang itu akan menjadi satu tunas yang keluar dari tunggul Isai dan satu taruk/cabang yang tumbuh dari akarnya (ay. 1). Israel, khususnya keturunan Daud adalah seperti sebuah pohon yang tinggi. Namun, karena kemerosotan Israel, pohon itu dipotong sampai ke akar-akarnya. Inilah situasi yang menimpa keturunan Daud. Baik Maria mau pun suaminya Yusuf, adalah anak-anak dari keturunan Daud. Mereka adalah bagian dari keluarga raja, tetapi telah menjadi miskin dan menjadi orang-orang yang berkelas rendah, yang hidup di Nazaret, satu kota yang hina, di Galilea, satu wilayah yang hina. Ini memperlihatkan bahwa keturunan Daud telah dipotong sampai ke akar-akarnya.
Pada satu hari, sebuah tunas keluar dari bagian yang tersisa itu. Kristus sebagai sebuah tunas keluar dari tunggul, puntung, di bumi, yang menandakan bahwa pemulihan adalah oleh hayat dan dari hayat. Juga, Kristus sebagai satu taruk/cabang keluar dari akar di bawah bumi, yang menandakan kedalaman dari hayat yang memulihkan ini, untuk mengembangkan Allah dan menghasilkan banyak buah.
Cabang dan tunas adalah satu. Dalam kelahiran-Nya Kristus adalah sebuah tunas. Sewaktu Dia bertumbuh, Dia adalah sebuah cabang. Karena perkembangan-Nya, maka seluruh bumi penuh dengan buah dari cabang ini.
a. Roh Yehova akan Ada Pada-Nya
Mengenai Kristus sebagai tunas dan cabang, ayat 2 selanjutnya mengatakan, “Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN.” Roh nasihat dan keperkasaan di sini sama dengan hikmat dan kekuatan di dalam 1 Korintus 1:24, yang memberi tahu kita bahwa Kritsus adalah hikmat Allah dan kekuatan Allah. Dia adalah hikmat yang memberikan rencana dan kuasa yang memberikan kekuatan.
Perkembangan Yehova mutlak adalah perkara Roh. Kristus dilahirkan dari Roh, yang berarti bahwa Dia disusun dengan Roh itu. Kemudian Dia dibaptis, diurapi, dengan Roh. Roh itu selalu ada bersama dengan-Nya sepanjang waktu dan menjadi satu dengan Dia. Dia berjalan oleh Roh dan menempuh satu kehidupan di dalam, dengan, oleh, dan melalui Roh. Maka, seperti yang diwahyukan dalam Yohanes 14, Roh itu adalah realitas Kristus.
b. Kesenangannya Takut akan Yehova
“Kesenangannya ialah takut akan TUHAN” (Yes. 11:3a). Kata kesenangan menunjukkan bahwa Kristus senang takut akan Yehova. Selain itu, “Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran (ay. 3b-4a). Tidak seperti pada hari ini, pada waktu itu tidak ada kekurangan kebenaran dan keseimbangan. Ayat 4b selanjutnya mengatakan, “Ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.” Di sini, seperti biasanya dalam tulisan puisi Yesaya, kita memiliki satu pasangan: cambuk dari mulut-Nya dan nafas dari bibir-Nya.
c. Kebenaran Mengikat Pinggang-Nya dan Kesetiaan Mengikat Pinggul-Nya
Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang (ay. 5). Mengikat pinggang memberi seseorang kekuatan untuk bergerak, bertindak, terutama untuk berperang. Kebenaran dan kesetiaan adalah dua kebajikan Kristus untuk berdiri dan berperang. Dia berdiri dengan kesetiaan dan berperang dengan kebenaran.
2. Taruk dari Pangkal Isai akan Berdiri sebagai Panji-panji bagi Bangsa-bangsa
Yesaya 11:10 mengatakan, “Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.” Di sini kita melihat bahwa Kristus juga adalah pangkal/akar Isai dan tempat kediamannya akan menjadi mulia. Di mana Dia tinggal, di sana akan ada kemuliaan. Kemuliaan adalah ekspresi Allah. Di mana ada Kristus, di sana ada ekspresi Allah. Allah yang terekspresi adalah tempat kediaman Kristus.
Di satu pihak, Kristus sebagai tunas, cabang, dan akar Isai berhubungan dengan keinsanian. Di pihak lain, Kristus sangat berhubungan dengan Allah, karena di mana Dia berada, di sana ada ekspresi Allah. Gambaran ini meramalkan tentang Kristus sebagai Allah dan manusia, dan sebagai manusia-Allah.
B. Binatang-binatang Buas dan Ternak yang Dipulihkan
1. Srigala akan Tinggal bersama Domba
Menurut ayat 6, dalam pemulihan yang dibawa masuk melalui Kristus, srigala akan tinggal bersama domba, macan tutul akan berbaring di samping kambing, dan anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Semuanya akan penuh dengan damai sejahtera dan penuh dengan kasih.
2. Lembu dan Beruang akan Sama-sama Makan Rumput, dan Anak-anaknya akan Sama-sama Berbaring
Dalam pemulihan itu, lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput, dan anak-anaknya akan sama-sama berbaring. Juga, singa akan makan jerami seperti lembu (ay. 7).
3. Anak yang Menyusu akan Bermain-main Dekat Liang Ular Tedung
Ayat 8 selanjutnya memberi tahu kita bahwa dalam pemulihan itu anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung, dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Ayat 9a selanjutnya mengatakan bahwa tidak ada yang akan berbuat jahat atau berlaku busuk di seluruh gunung Yehova yang kudus.
4. Seluruh Bumi Penuh dengan Pengenalan akan Yehova
Selain itu, menurut ayat 9b, dalam pemulihan yang dibawa masuk melalui Kristus ini, seluruh bumi akan penuh dengan pengenalan akan Yehova, seperti air laut yang menutupi dasarnya.
Pertanyaan yang saya miliki ketika membaca ayat-ayat ini adalah mengapa dalam pemulihan itu semua binatang yang bermacam-macam mau hidup bersama-sama dengan demikian damai, menyenangkan, dan penuh kasih. Saya percaya bahwa meskipun Allah tidak menciptakan binatang-binatang buas dengan elemen negatif di dalam mereka, tetapi sebagai akibat dari kejatuhan, ada satu faktor negatif yang masuk ke dalam mereka. Ketika Adam jatuh, dosa masuk ke dalamnya. Karena dia, kepala dari semua ciptaan itu, telah jatuh, maka ada sesuatu yang berasal dari Setan juga telah masuk ke dalamnya. Dalam pemulihan, faktor negatif ini akan disingkirkan, dan menyebabkan satu perubahan yang bukan hanya dalam tindakan luaran melainkan juga dalam sifatnya. Alasan untuk perubahan ini diberikan dalam ayat 9—pengenalan Yehova, yaitu, pengenalan akan Allah akan memenuhi seluruh bumi. Kekuatan pemulihan Kristus akan membebaskan semua ciptaan dari elemen Setan yang membinasakan, dan alhasilnya situasi di antara mereka akan penuh dengan kesenangan, kedamaian, dan kasih.
C. Kembalinya Sisa Israel yang Dipulihkan
Ayat 11 sampai 16 membicarakan tentang kembalinya sisa Israel yang dipulihkan.
1. Tuhan, oleh Tangan-Nya, akan Memulihkan Sisa-sisa Umat-Nya yang Tertinggal
Pada waktu itu Tuhan akan mengangkat pula tangan-Nya untuk menebus sisa-sisa umat-Nya yang tertinggal di Asyur dan di Mesir, di Patros, di Etiopia, dan di Elam, di Sinear, di Hamat, dan di pulau-pulau laut (ay. 11).
2. Tuhan akan Menaikan Panji-panji bagi Bangsa-bangsa dan Mengumpulkan Orang-orang Israel yang Terbuang
Tuhan akan menaikkan suatu panji-panji bagi bangsa-bangsa, akan mengumpulkan orang-orang Israel yang terbuang, dan akan menghimpunkan orang-orang Yehuda yang terserak keempat penjuru bumi (ay. 12). Panji-panji yang akan dinaikkan ini adalah Kristus.
3. Kecemburuan Efraim akan Berlalu, dan yang Menyesakkan Yehuda akan Lenyap
Kecemburuan Efraim akan berlalu dan yang menyesakkan Yehuda akan lenyap. Efraim (kerajaan utara) tidak akan cemburu kepada Yehuda (kerajaan selatan), demikian pula Yehuda tidak akan menyesakkan Efraim lagi (ay. 13). Tuhan akan mengangkat faktor pemecah belah, dan dua kerajaan itu akan menjadi satu.
4. Terbang ke Lereng Gunung Filistin di Barat
Sisa Israel yang dipulihkan itu akan terbang ke lereng gunung Filistin di Barat. Bersama-sama mereka akan menjarah bani Timur. Edom dan Moab akan dirampas dan orang Amon akan patuh kepada mereka (ay. 14).
5. Yehova akan Mengeringkan Teluk Mesir
Yehova akan mengeringkan teluk Mesir. Dia juga akan mengacungkan tangan-Nya terhadap sungai Efrat dengan nafas-Nya yang menghanguskan, dan memukulnya pecah menjadi tujuh batang air, sehingga orang dapat melaluinya dengan berkasut (ay. 15). Sekarang, Sungai Efrat adalah satu pemisah dan penghalang yang besar bagi Israel. Tetapi demi kembalinya umat-Nya yang tercerai berai itu ke Tanah Kudus, Tuhan akan membuat sungai ini menjadi aliran-aliran kecil di mana umat itu dapat berjalan dengan mudah.
6. Akan Ada Jalan Raya bagi Sisa Umat Yehova yang Tertinggal di Asyur
Menurut ayat 16, akan ada jalan raya bagi sisa umat Yehova yang tertinggal di Asyur, seperti yang telah ada untuk Israel dahulu, pada waktu mereka keluar dari tanah Mesir. Dalam pemulihan itu, Allah akan melakukan semua hal ini untuk mempermudah bani Israel dikumpulkan kembali ke negeri nenek moyang mereka
II. KESELAMATAN YANG DINIKMATI OLEH UMAT YANG DIKASIHI YEHOVA
Yesaya pasal dua belas menggambarkan keselamatan yang dinikmati umat yang dikasihi Yehova. Cara untuk menikmati keselamatan Allah seperti yang digambarkan di sini sangat cocok dengan cara yang diwahyukan dalam Perjanjian Baru.
A. Apa yang Akan Dikatakan Israel Pada Hari itu
Ayat 1 memberi tahu kepada kita apa yang akan dikatakan Israel pada hari itu. Isreal akan berkata, “Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku.” Kata Ibrani yang diterjemahkan memuji di sini dapat juga diterjemahkan memberikan ucapan syukur kepada.
B. Allah Adalah Keselamatan Israel
Ayat 2 melanjutkan, “Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.” Ayat ini dengan jelas mewahyukan bahwa keselamatan adalah Tuhan itu sendiri. Kita tidak boleh berpikir bahwa keselamatan yang kita terima dan nikmati ini adalah sesuatu selain dari Tuhan sendiri.
C. Menimba Air deng Kegirangan dari Mata Air Keselamatan
Ayat 3 dan 4 a selanjutnya mengatakan, “Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan. Pada waktu itu kamu akan berkata: Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya.” Menerima Tuhan sebagai keselamatan adalah menimba air dari mata air keselamatan. Sebagai keselamatan kita, Tuhan adalah air bagi kita. Hal ini ditekankan dengan tegas dalam Perjanjian Baru, terutama dalam Yohanes 4 dan 7. Dalam Yohanes 4:14 Tuhan Yesus berkata, “Air yang akan Kuberikan kepadanya akan menjadi mata air di dalam dirinya yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Dalam Yohanes 7 mata air ini akan menjadi aliran-aliran air hidup (ay. 37-39). Ini menunjukkan bahwa bagi Tuhan untuk menjadi keselamatan kita itu berarti bahwa Dia adalah air hidup.
Dalam Wahyu 22:1 dan 2 ada sungai air hayat dan pohon hayat. Ayat-ayat ini menggambarkan aliran Allah Tritunggal. Allah dan Anak Domba itu ada di atas takhta, dan sungai air hayat, yaitu lambang dari Roh itu, mengalir keluar dari takhta ini. Pohon hayat, yang melambangkan Kristus, hidup dan bertumbuh dalam sungai air hayat ini. Jika sungai ini tidak mencapai kita, maka pohon hayat itu pun tidak akan mencapai kita. Karena pohon hayat ada di dalam air hayat, maka cara untuk menikmati pohon ini adalah minum air hayat itu. Bila kita minum air hayat, maka kita akan menikmati Allah Tritunggal. Hari ini kita tidak boleh hanya membicarakan Kristus dan mengajarkan Kristus—kita juga perlu minum Kristus sebagai Roh pemberi hayat.
Dalam berita akhir-akhir ini tentang Efesus 4, saya menunjukkan bahwa Kristus adalah elemen Tubuh dan Roh itu adalah esens Tubuh. Jika kita hanya memiliki elemen tanpa esens, maka apa yang kita miliki itu hanya akan menjadi suatu yang obyektif belaka, tidak ada hubungannya dengan kita dalam pengalaman kita. Tidak peduli berapa banyak kita mengenal tentang Kristus sebagai elemen, jika kita tidak memiliki esens, maka elemen ini tidak akan berhubungan dengan kita secara subyektif dan secara pengalaman. Tetapi bila kita memiliki Roh itu sebagai esens, maka kita juga akan memiliki Kristus sebagai elemen. Esens pohon hayat itu ada di dalam air hayat. Jika kita ingin menikmati Kristus sebagai pohon hayat, sebagai elemen hayat, maka kita harus minum Dia sebagai air hayat, yaitu sebagai esens hayat.
Bahkan dalam zaman Perjanjian Lama, Yesaya telah mewahyukan kepada kita bahwa cara untuk mengambil Tuhan sebagai keselaman kita adalah dengan berseru kepada nama-Nya dengan sukacita dan memuji. Berseru kepada nama-Nya itu seperti menarik nafas panjang. Jika kita berseru, “O Tuhan Yesus! O Tuhan Yesus!” Kita akan disegarkan dan dibangunkan, dan kita akan menjadi sangat hidup. Untuk menikmati keselamatan, kita perlu sadar bahwa Tuhan sendiri adalah keselamatan, kekuatan, dan kidung kita dan bahwa dengan berseru kepada nama-Nya kita dapat menimba air dengan sukacita dari mata air keselamatan.
Yesaya 12:4b mengatakan, “Beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur!” Ini adalah perkara memberitakan injil, yaitu membiarkan orang lain mengenal apa yang telah kita nikmati dengan berbicara kepada mereka mengenai Kristus dan apa yang telah dilakukan-Nya bagi kita. Dalam pembicaraan kita, kita perlu memberi tahu orang-orang bahwa nama Kristus telah ditinggikan, dan bahwa Dia telah naik dan sekarang ada di surga.
D. Berseru dan Bersorak-sorai
Ayat 5 dan 6 menyimpulkan, “Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatan-Nya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!” Ayat 3 membicarakan tentang sukacita, ayat 6, tentang “bersorak-sorai.” Sorak-sorai adalah seruan yang terus menerus. Kegembiraan adalah yang di dalam, sedangkan sukacita melibatkan adanya tindakan untuk mengekspresikan kegembiraan yang ada di dalam. Sukacita ini berhubungan dengan bersorak-sorai, yaitu, bersukacita secara terus menerus.