← Daftar isi Yesaya · bab 12/54

PENGHAKIMAN YEHOVA TERHADAP BANGSA-BANGSA DAN HASILNYA

Pembacaan Alkitab: Yes. 13—23; Ef. 6:12b; Dan. 10:13, 20; Why. 3:7

Dalam berita ini kita akan meliput sebelas pasal, yaitu pasal tiga belas sampai dua puluh tiga, yang merupakan satu bagian yang panjang mengenai penghakiman Yehova terhadap bangsa-bangsa dan hasilnya, yakni kedatangan Kristus dan pemulihan. Pasal-pasal ini memperlihatkan kepada kita satu poin utama—bahwa bangsa-bangsa dipakai oleh musuh Allah untuk mengganggu umat pilihan Allah dan untuk menggagalkan Allah dari melaksanakan ekonomi-Nya. Maka, Allah terpaksa datang untuk menghakimi mereka. Semua penghakiman ini mengahasilkan satu hal, yaitu, membawa masuk Kristus.

Semakin kita melihat penghakiman yang dilakukan Allah terhadap orang-orang yang memberontak, semakin kita akan melihat bahwa manusia memerlukan keselamatan Allah, dan keselamatan ini adalah Kristus itu sendiri. Semakin saya mempelajari situasi dunia, saya semakin menyadari bahwa satu-satunya cara untuk memecahkan masalah-masalah yang ada dalam dunia hari ini adalah Kristus harus datang. Dan kita harus percaya bahwa Dia akan datang. Bila Dia menunggu, itu berarti Dia sedang mempersiapkan segala sesuatu, termasuk kita semua, bagi kedatangan-Nya. Segala sesuatu turut bekerja sama untuk membawa pemikiran kita, konsep kita, dan pemahaman kita mengenai kehidupan manusia dan ras manusia kepada suatu aspirasi yang dalam: “Tuhan Yesus, Engkau harus datang kembali. Jika Engkau tidak di sini, maka tidak akan ada jalan. Segala sesuatu harus dihakimi oleh Dikau. Tuhan, Engkau harus datang.”

I. PENGHAKIMAN YEHOVA TERHADAP BANGSA-BANGSA

Pertama-tama kita akan melihat penghakiman Yehova terhadap bangsa-bangsa, kemudian hasil dari penghakiman ini.

A. Untuk Menghancurkan Babel oleh Pasukan Madai

Penghakiman Yehova terhadap bangsa-bangsa adalah untuk menghancurkan Babel oleh pasukan Madai (14:22-23; 13:17-19, 3-4; 21:2, 9a) karena pengrusakkannya yang kejam terhadap bangsa-bangsa (14:5-6, 16-17) dan karena berhala-berhalanya (21:9b).

Dalam patung manusia yang dilihat oleh Nebukadnezar di dalam Daniel 2, Babel dianggap oleh Allah sebagai kepalanya, karena oleh penyerbuan Babellah bait Allah dihancurkan, umat Allah tertawan, dan beberapa perkakas yang kudus dibawa. Meskipun Asyur, bukan Babel, adalah bangsa yang pertama yang menyulitkan Allah dalam ekonomi-Nya, tetapi dalam pandangan Allah semua bangsa, termasuk Asyur, adalah satu bagian dari Babel, Sebelum kita diselamatkan, kita juga merupakan satu bagian dari Babel ini. Bahkan setelah kita diselamatkan pun, kita seringkali tetap merupakan satu bagian dari Babel, karena kita seringkali menyulitkan gereja dan merusak umat pilihan Allah. Kapan kala kita mengkritik kaum saleh, maka kita adalah satu bagian dari Babel, yang merusak umat pilihan Allah.

B. Untuk Mematahkan Asyur

Bangsa Asyur menaruh kuk dan beban kepada Israel. Karena itu, penghakiman Yehova adalah untuk mematahkan Asyur karena kuk dan bebannya terhadap Israel (14:24-27).

C. Untuk Menghancurkan Filistea

Penghakiman Yehova juga menghancurkan Filistea karena pengrusakkannya atas Sion (ay. 29-32)

D. Untuk Membinasakan Moab

Penghakiman Yehova adalah untuk membinasakan Moab (15:1) karena keangkuhannya (16:6).

E. Untuk Meruntuhkan dan Meninggalkan Damsyik

Penghakiman Yehova juga terhadap Damsyik, ibukota Aram. Damsyik akan diruntuhkan dan ditinggalkan (17:1-4) karena penyerbuannya terhadap Israel (ay. 12-14).

F. Untuk Memukul dan Membuat Mesir Menjadi Sunyi

Dalam penghakiman-Nya Yehova juga akan memukul dan membuat Mesir menjadi sunyi (19:1, 5-7, 22a) karena berhala-berhalanya dan orang-orangnya yang bijaksana (ay. 1b, 11b-12). Di sini kita melihat bahwa Allah menyamakan kedudukan orang-orang bijaksana dengan berhala-berhala.

G. Untuk Menawan Mesir ke dalam Penawanan dan Ethiopia ke Pengasingan

Dalam 20:4-6 kita melihat bahwa penghakiman Yehova adalah untuk menawan Mesir ke dalam penawanan dan Ethiopia ke pengasingan oleh raja Asyur, karena Ethiopia telah menjadi pengharapan Israel dan Mesir, serta kebanggaan mereka. Bukannya bersandar kepada Allah, Israel malah berharap untuk menerima bantuan dari Ethiopia dan memperoleh sesuatu dari Mesir untuk kebanggaan mereka. Allah membenci hal ini dan menghakimi bangsa-bangsa karenanya.

H. Untuk Tidak Menghakimi Duma

Allah tidak akan menghakimi Duma (21:11-12). Duma berarti sunyi; Duma adalah purwakanti Edom dan sunyi sama seperti Edom. Maka, seruan kepada nabi adalah dari Seir, yang ada di jajaran gunung Edom dan yang ibukotanya adalah Edom. Nubuat mengenai Duma dalam ayat 12 ini berarti bahwa siang hari sama dengan malam hari dan tidak ada sesuatu pun yang terjadi.

I. Untuk Membuat Arab menjadi Sunyi

Yesaya 21:13-17 mewahyukan bahwa Yehova akan membuat Arab menjadi sunyi oleh kehebatan peperangan karena mereka suka berperang.

J. Untuk Menginjak-injak Kota Yerusalem

Bahkan Yerusalem juga termasuk dalam penghakiman Yehova terhadap bangsa-bangsa. Dalam penghakiman-Nya Dia akan menginjak-injak kota Yerusalem—lembah penglihatan (22:5-7)—karena kesalahannya yang tidak terampunkan: tidak memandang Tuhan dan tidak menganggap Dia (ay. 11b-14). Umat pilihan Allah harus menganggap Dia dan menghormati Dia. Mereka menolak melakukan hal ini, dan kegagalan mereka dalam perkara ini tidak terampunkan.

K. Untuk Menghancurkan Tirus

Akhirnya, pasal-pasal ini mewahyukan bahwa penghakiman Yehova adalah untuk menghancurkan Tirus oleh bangsa Asyur (23:1, 13-14) karena keangkuhannya atas semua kepermaiannya (kemuliaan) dan semua orangnya mulia (ay. 9).

II. HASIL DARI PENGHAKIMAN YEHOVA TERHADAP BANGSA-BANGSA

Sekarang kita perlu melihat hasil dari penghakiman Yehova terhadap bangsa-bangsa.

A. Menyingkapkan Kerajaan Kegelapan Setan yang ada di balik Bangsa-bangsa dan Kesatuannya dengan Kekuatan Bangsa-bangsa

Hasil yang pertama dari penghakiman Yehova adalah untuk menyingkapkan kerajaan kegelapan (Ef. 6:12b; cf. Dan. 10:13, 20) yang ada di balik bangsa-bangsa dan kesatuannya dengan kekuatan bangsa-bangsa, seperti Nebukadnezar sebagai lambang Setan (Yes. 14:12-15), yang dianggap Yesaya sebagai orang yang bersatu dengan Setan. Menurut Daniel 10, ada seorang raja, yaitu malaikat yang jatuh, roh jahat, di atas setiap bangsa. Malaikat-malaikat yang jatuh ini adalah bagian dari kerajaan kegelapan Setan.

B. Memperlihatkan Kedaulatan dan Pemerintahan Yehova yang Adil atas Bangsa-bangsa

Penghakiman Yehova terhadap bangsa-bangsa memperlihatkan kedaulatan dan pemerintahan-Nya yang adil atas bangsa-bangsa (13:17; 14:22, 24-25; 19:1). Pemerintahan ini terutama terlihat selama zaman krisis dan perang; misalnya, pemerintahan ini terlihat dalam keputusan Hitler selama Perang Dunia Dua untuk menyerbu Rusia bukannya Inggris. Dalam kedaulatan-Nya, Tuhan memerintah atas bangsa-bangsa. Karena alasan ini maka Tuhan Yesus disebut “Penguasa raja-raja di bumi” (Why. 1:5).

C. Memulihkan dan Membangkitkan Israel yang Dikasihi Yehova

Hasil dari penghakiman Yehova lainnya terhadap bangsa-bangsa adalah memulihkan dan membangkitkan Israel yang dikasihi-Nya.

1. Yehova Menyayangi Yakub

Yehova akan menyayangi Yakub, dan akan memilih Israel sekali lagi dan akan membiarkan mereka tinggal di tanah mereka, dan membuat mereka beristirahat dari sakit dan kekacauan mereka dan dari penanganan yang keras terhadap mereka sebagai budak (Yes. 14:1-3, 32b).

2. Moab akan Mempersembahkan Kurban-kurban ke Sion

Moab, telah berubah, dan akan mempersembahkan kurban-kurban ke Sion, dan mencari nasehat dan perlindungan Israel (a6:1-4).

3. Israel akan Memandang kepada Pembuat-Nya

Israel akan memandang kepada Pembuatnya, matanya akan memandang kepada Yang Mahakudus, dan ia tidak akan melupakan Allah keselamatannya dan Gunung Batu kekuatannya, untuk perlindungan (a7:7, 10).

4. Ethiopia akan Membawa Persembahan kepada Yehova

Ethiopia, pada masa baiknya, akan membawa persembahan kepada Yehova, di Gunung Sion, tempat nama Yehova (18:1, 7).

5. Mesir akan Membangun Mezbah sebagai satu Tanda dan Kesaksian bagi Yehova di Tanah Mereka

Menurut 19:19-25, Mesir akan membangun satu mezbah sebagai satu tanda dan kesaksian bagi Yehova di tanah mereka dan tugu peringatan pada perbatasannya. Yehova akan membuat diri-Nya dikenal oleh orang-orang Mesir, dan mereka akan menyembah Dia dengan kurban dan persembahan dan akan bernazar kepada-Nya dan membayar nazar itu. Yehova akan menyembuhkan mereka, dan mereka akan berbalik kepada-Nya dan memohon kepada-Nya. Kemudian orang-orang Mesir akan menyembah Yehova bersama dengan orang Asyur, dan Israel akan menjadi yang ketiga di samping Mesir dan di samping Asyur, suatu berkat di tengah-tengah tanah itu. Yehova akan memberkati Mesir, Asyur dan Israel dengan berkata, “Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel, milik pusaka-Ku” (ay. 25).

D. Menyediakan Kristus yang Almuhit sebagai Penyelamat untuk Memenuhi Kebutuhan Israel yang Dikasihi dan Bangsa-bangsa yang Dihakimi

Hasil yang terakhir dari penghakiman Yehova terhadap bangsa-bangsa adalah untuk menyediakan Kristus yang almuhit sebagai Penyelamat untuk memenuhi kebutuhan Israel yang dikasihi dan bangsa-bangsa yang dihakimi.

1. Kristus Duduk dalam Kebenaran di atas Takhta

Kristus akan duduk dalam kebenaran di atas takhta yang ditegakkan dalam kasih setia, di dalam kemah Daud untuk memerintah Moab dalam keadilan dan kebenaran (16:5).

2. Yehova Mengirim Kristus sebagai Penyelamat dan Yang Mahakuasa kepada Orang-orang Mesir

Yehova akan mengirim Kristus sebagai Penyelamat dan Yang Mahakuasa kepada orang-orang Mesir dan Dia akan membebaskan mereka (19:20b).

3. Yehova Membuat Kristus menjadi Bapa bagi Penduduk Yerusalem dan Kaum Yehuda dan Menaruh Kunci Rumah Daud ke atas Bahunya

Yehova akan membuat Kristus (yang dilambangkan oleh Elyakim hamba Yehova) menjadi Bapa bagi penduduk Yerusalem dan kaum Yehuda dan akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahu-Nya (22:20-25). Apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka (ay. 22). Dan Yehova akan memberikan kedudukan yang teguh kepada-Nya seperti gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokoh, dan Ia akan menjadi kursi kemuliaan bagi rumah Bapa-Nya. Mereka akan menggantungkan segala kemuliaan rumah Bapa-Nya kepada-Nya, tunas dan taruk beserta segala perkakas yang kecil, dari piring pasu sampai periuk belanga.

Yesaya 22:25 mengatakan, “Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tempat yang kuat itu tidak akan kuat lagi, sehingga patah dan jatuh, dan segala tanggungannya itu hancur, sebab TUHAN telah mengatakannya.” Kepada siapakah hal ini ditujukan? Ini bukan mengacu kepada Kristus melainkan kepada Sebna (ay. 15), yang akan digantikan oleh Elyakim. Ayat 19, yang mengacu kepada Sebna mengatakan, “Aku akan melemparkan engkau dari jabatanmu, dan dari pangkatmu engkau akan dijatuhkan.” Ayat 20 dan 21 memberi tahu kepada kita bahwa Sebna akan digantikan: “Maka pada waktu itu Aku akan memanggil hamba-Ku, Elyakim bin Hilkia: Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda.” Ayat-ayat ini menunjukkan dengan jelas bahwa kedudukan pengurus rumah tangga raja telah diduduki oleh Sebna tetapi Tuhan ingin menyingkirkan Sebna dan menggantikan dia dengan Elyakim, yang melambangkan Kristus. Fakta bahwa Elyakim adalah lambang Kristus dibuktikan dalam Wahyu 3:7, yang menerapkan firman di dalam Yesaya 22:22 kepada Kristus. Kunci Daud telah diberikan kepada Kristus; Dia akan membuka dan tidak ada yang dapat menutup, dan Dia akan menutup dan tidak ada yang dapat membuka. Bila kita menempatkan ayat-ayat ini bersama-sama, maka kita akan melihat bahwa Elyakim adalah lambang Kristus sebagai pengurus rumah tangga Allah.

Ayat 23 dan 24 juga membicarakan mengenai Elyakim sebagai lambang Kristus. Ayat 23 mengatakan, “Aku akan memberikan dia kedudukan yang teguh seperti gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokoh; maka ia akan menjadi kursi kemuliaan bagi kaum keluarganya.” Ayat 24 selanjutnya membicarakan tentang semua hal yang akan digantungkan kepada Kristus sebagai gantungan: “Dan padanya akan ditanggungkan segala tanggungan kaum keluarganya, tunas dan taruk, beserta segala perkakas yang kecil dari piring pasu sampai periuk belanga.” Piring pasu dan periuk belanga melambangkan cara dan sarana yang berbeda bagi kita untuk mengambil bagian dalam Kristus di dalam kekayaan-kekayaan-Nya. Kemuliaan Allah, semua umat Allah, dan semua cara dan sarana yang berbeda bagi kita untuk mengambil bagian dalam Kristus dan menikmati Kristus digantungkan kepada Dia ini. Dari hal ini kita dapat melihat sekali lagi bahwa kitabYesaya menyingkapkan tentang Kristus dengan sangat istimewa. Betapa kayanya Yesaya dalam menyingkapkan Kristus kepada kita!