← Daftar isi Yesaya · bab 10/54

KESELAMATAN YEHOVA TERHADAP UMAT YANG DIKASIHINYA DAN TERHADAP BANGSA-BANGSA (7)

PENYINGKAPAN TENTANG KRISTUS

SEBAGAI TERANG YANG BESAR DAN SANG AJAIB

SEBAGAI HASIL DARI PENGHAJARAN YEHOVA

TERHADAP KERAJAAN ISRAEL DAN PENGHAKIMANNYA TERHADAP ASYUR

(2)

Pembacaan Alkitab: Yes. 9:8—10:34; Rm. 9:27

Dalam Yesaya pasal empat, enam, tujuh, delapan, dan sembilan, ada delapan belas butir tentang Kristus yang disingkapkan. Dalam pasal empat Kristus adalah Tunas Yehova, Hasil Tanah (ay. 2), tudung (ay. 5), dan kemah (ay. 6) untuk tempat bernaung, perlindungan, dan penudung bagi umat pilihan Allah. Dalam pasal enam Kristus adalah Dia yang duduk di atas takhta dalam kemuliaan (ay. 1). Dalam pasal tujuh Kristus adalah anak yang disebut Immanuel (ay. 14), dan dalam pasal delapan Kristus adalah tempat kudus bagi umat-Nya tetapi bagi para penentang-Nya, Dia adalah batu sentuhan, batu sandungan, jerat, dan perangkap (ay. 14). Dalam pasal sembilan Kristus adalah terang yang besar (ay. 2), seorang anak yang lahir, dan putra yang diberikan, Allah yang Perkasa, Penasehat Ajaib, Bapa yang Kekal, dan Raja Damai.

Yesaya pasal sembilan dan sebelas mewahyukan Kristus dengan cara yang ajaib, tetapi pasal sepuluh membicarakan tentang penghakiman Yehova (bukan hanya penghajaran-Nya) terhadap kerajaan Israel dan penghakiman-Nya terhadap Asyur. Pasal sepuluh ini dimasukkan di antara dua pasal ini dengan tujuan untuk memperlihatkan kepada kita bagaimana memiliki dan menikmati hal-hal yang baik dari Kristus yang disajikan dalam pasal-pasal yang pertama dari Yesaya ini.

Jika kita ingin mengenal bagaimana untuk menikmati Kristus, maka kita harus terlebih dahulu mengenal situasi kita yang sebenarnya. Situasi kita yang sebenarnya itu tidak baik, karena kita berada di bawah penghakiman Allah. Jika kita ingin menikmati Kristus sebagai keselamatan kita, maka kita harus sadar bahwa kita berada di bawah penghakiman Allah.

Prinsipnya sama dengan memberitakan injil. Dalam memberitakan injil, cara yang paling baik bukanlah menyajikan hal-hal yang baik dulu melainkan hal-hal yang buruk. Jika Anda hanya menyajikan hal-hal yang baik, maka Anda tidak akan dapat menjamah hati nurani seseorang. Cara yang paling baik untuk menjamah hati nurani seseorang adalah dengan mengatakan sesuatu tentang situasi yang sebenarnya dengan baik.

Yesaya 10 memperlihatkan bahwa baik kerajaan Israel yang tertindas, maupun si penindas, yaitu kerajaan Asyur, keduanya berada di bawah penghakiman Allah. Tadinya Israel adalah satu bangsa, tetapi setelah zaman Salomo, bangsa itu terbagi menjadi kerajaan Israel bagian utara dan kerajaan Yehuda bagian selatan. Karena kerajaan Israel telah jatuh sedemikian rupa hingga berada pada level bangsa-bangsa Kafir, bahkan menjadi sekutu raja Aram, maka Israel bukan hanya berada di bawah penghajaran Allah melainkan juga berada di bawah penghakiman-Nya. Penghajaran Allah terhadap Israel menjadi penghakiman-Nya terhadap Israel. Karena alasan ini, maka sekarang bila kita mengatakan bukan hanya penghajaran Allah terhadap Israel, melainkan juga penghakiman-Nya terhadap Israel itu benar. Selain itu, dua penghakiman dalam pasal ini—penghakiman terhadap Israel dan penghakiman terhadap Asyur—sebenarnya adalah satu (ay. 22-23). Israel telah menjadi satu dengan orang-orang Kafir; karena itu, dua penghakiman ini menjadi satu dalam sifatnya.

III. PENGHAKIMAN YEHOVA TERHADAP KERAJAAN ISRAEL

Dalam 9:8—10:4 kita melihat penghakiman Allah terhadap kerajaan Israel.

A. Terhadap Kecongkakan dan Keangkuhan Mereka

Penghakiman Allah adalah terhadap kesombongan dan keangkuhan mereka (9:8-9). Efraim (kerajaan Israel) dan penduduk Samaria (ibukota Israel) berkata dengan congkaknya dan tinggi hatinya, “Tembok batu bata jatuh, akan kita dirikan dengan batu pahat; pohon-pohon ara ditebang, akan kita ganti dengan pohon-pohon aras” (ay. 9). Dalam kecongkakan mereka, mereka mengatakan bahwa mereka akan membangun dengan sesuatu yang lebih kuat daripada batu bata dan bahwa mereka akan mengganti pohon-pohon ara dengan pohon-pohon aras.

B. Penghakiman Yehova—Membangkitkan Lawan-lawan dan Menggerakkan Musuh-musuh

Yehova membangkitkan para panglima Rezin melawan Israel dan menggerakkan musuh-musuh mereka (9:10). Orang Aram dari Timur dan orang Filistin dari Barat, mereka menelan Israel dengan mulut yang lebar. Sekalipun semuanya ini terjadi murka Yehova belum surut, dan tangan-Nya masih teracung (ay. 11).

C. Ketidakmauan Mereka untuk Kembali kepada Yehova atau pun Mencari Dia

Penghakiman Yehova adalah terhadap ketidakmauan mereka untuk kembali kepada Yehova atau pun mencari Dia. Ayat 12 mengatakan, “Tetapi bangsa itu tidak kembali kepada Dia yang menghajarnya, dan mereka tidak mencari TUHAN semesta alam.”

D. Penghakiman Yehova—Mengerat Kepala dan Ekor Israel dan Orang-orang yang Menyesatkan Bangsa Ini

Yehova mengerat dari Israel kepala (tua-tua dan orang-orang yang dianggap tinggi) dan ekor (nabi dan guru palsu) dan orang-orang yang menyesatkan bangsa ini (ay. 13-14). Sebab itu Tuhan tidak bersukacita karena teruna-teruna mereka, dan tidak sayang kepada anak-anak yatim dan janda-janda mereka, sebab sekaliannya mereka murtad dan berbuat jahat, dan setiap mulut berbicara bebal. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung (ay. 16).

E. Terhadap Kefasikkan Mereka

Penghakiman Yehova juga adalah terhadap kefasikan mereka. Kefasikan mereka menyala seperti api, memakan habis putri malu dan rumput. Membakar belukar di hutan sehingga tonggak asap berkepul-kepul di atas (ay 18).

F. Penghakiman Yehova—Aliran Murka-Nya

Oleh karena murka TUHAN semesta alam, terbakarlah tanah itu, dan bangsa itu menjadi makanan api (ay 18a). Seorang pun tidak mengasihi saudaranya (ay. 18b). Mereka mencakup ke sebelah kanan, tetapi masih lapar, mereka memakan ke sebelah kiri, tetapi tidak kenyang, setiap orang memakai daging temannya. Manasye memakan Efraim, dan Efraim memakan Manasye, dan bersama-sama mereka melawan Yehuda. Sekali pun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung (ay 19-20).

G. Terhadap Ketidakadilan Mereka

Penghakiman Yehova juga terhadap ketidakadilan mereka. Mengenai hal ini, 10:1 dan 2 mengatakan, “Celakalah mereka yang menentukan ketetapan-ketetapan yang tidak adil, dan mereka yang mengeluarkan keputusan kelaliman, untuk menghalang-halangi orang-orang lemah mendapat keadilan dan untuk merebut hak orang-orang sengsara di antara umat-Ku, supaya mereka dapat merampas janda-janda, dan dapat menjarah anak-anak yatim!” Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada keadilan di Israel.

H. Penghakiman Yehova—Hari Perkunjungan

Yesaya 10:3 mengatakan, “Apakah yang akan kamu lakukan pada hari perkunjungan, dan pada waktu kebinasaan yang datang dari jauh? Kepada siapakah kamu hendak lari minta tolong, dan di manakah hendak kamu tinggalkan kemuliaanmu?” Di sini hari perkunjungan mengacu kepada hari penghakiman, dan kemuliaan mengacu kepada kekayaan. Ayat 4 selanjutkan mengatakan bahwa mereka meringkuk di antara orang-orang yang terkurung, dan tewas di antara orang-orang yang terbunuh. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka TUHAN belum surut, dan tangan-Nya masih teracung.

IV. PENGHAKIMAN YEHOVA TERHADAP ASYUR

Dalam 10:5-34 kita juga melihat penghakiman Yehova terhadap Asyur.

A. Penghakiman Yehova terhadap Kecongkakan Raja Asyur

Ayat 5 sampai 19 dan ayat 28 sampai 34 membiacarakan tentang penghakiman Yehova terhadap kecongkakan raja Asyur.

1. Asyur, Cambuk Murka Yehova

Meskipun, Asyur adalah cambuk murka Yehova, tetapi Dia mengumumkan celaka kepada Asyur, “Celakalah Asyur, yang menjadi cambuk murka-Ku dan yang menjadi tongkat amarah-Ku! Aku akan menyuruhnya terhadap bangsa yang murtad, dan Aku akan memerintahkannya melawan umat sasaran murka-Ku, untuk melakukan perampasan dan penjarahan, dan untuk menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan” (ay. 5-6).

2. Asyur Tidak Demikian Maksudnya, dan Tidak Demikian Rancangan Hatinya

Tetapi dia sendiri tidak demikian maksudnya dan tidak demikian rancangan hatinya (ay 7a). Melainkan niat hatinya adalah hendak memusnahkan dan melenyapkan tidak sedikit bangsa-bangsa (ay 7b-11). Ini berarti bahwa karena Israel telah bobrok, maka Allah memakai Asyur sebagai cambuk dan tongkat untuk menghakimi Israel. Tetapi Asyur melampaui batas, tidak berpikir demikian, hatinya pun tidak demikian. Karena itu Asyur bertindak melampaui batas.

3. Yehova akan Menghukum Perbuatan Ketinggian Hati Raja Asyur dan Sikapnya yang Angkuh Sombong

Ayat 13 dan 14 menyingkapkan kecongkakan raja Asyur. Ayat 12 mewahyukan bahwa kecongkakan ini akan dihukum oleh Yehova. “Tetapi apabila Tuhan telah menyelesaikan segala pekerjaan-Nya di gunung Sion dan Yerusalem, maka Ia akan menghukum perbuatan ketinggian hati raja Asyur dan sikapnya yang angkuh sombong.”

4. Kapak Tidak Memegahkan Diri terhadap Orang yang Memakainya

Ayat 15 mengatakan, “Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? Seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatkan, dan seolah-olah tongkat mengangkat orang yang bukan kayu!” Di sini Allah mengatakan bahwa Dialah yang memakai Asyur sebagai satu kapak untuk memotong umat-Nya, tetapi sekarang kapak ini memegahkan dirinya terhadap Dia yang memakainya. Karena itu, Yehova akan menghakimi raja Asyur, seperti yang digambarkan dalam ayat 16 sampai 19. Dia akan membuat orang-orang yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis. Maka Terang Israel akan menjadi api, dan Allahnya, Yang Mahakudus akan menyala-nyala dan akan membakar dan memakan habis putri malu dan rumputnya pada satu hari juga. Keindahan hutannya dan kebun buah-buahannya akan dihabiskan-Nya dari batangnya sampai rantingnya, sehingga akan menjadi seperti orang sakit yang merana sampai mati.

5. Raja Asyur Menyerang Banyak Bangsa

Raja Asyur menyerang banyak bangsa dan akhirnya mengacung-acungkan tangannya ke arah gunung putri Sion, bukit Yerusalem (ay. 28-32).

6. Tuhan Yehova Semesta Alam akan Memotong Dahan-dahan dengan Kekuatan yang Menakutkan

Tuhan Yehova semesta alam akan memotong dahan-dahan dengan kekuatan yang menakutkan; yang tinggi-tinggi tumbuhnya akan ditebang, dan yang menjulang ke atas akan direndahkan. Belukar rimba akan ditebas dengan kapak, dan Libanon dengan pohon-pohonnya yang hebat akan jatuh (ay. 33-34).

B. Kembalinya dan Terlepasnya Israel

Yesaya 10:20-27 membicarakan tentang kembalinya dan terlepasnya Israel. Setelah penghakiman terhadap Israel dan penghakiman terhadap Asyur, maka akan ada kembalinya dan terlepasnya Israel.

1. Pada Waktu Itu Sisa Orang Israel dan Orang yang Terluput di antara Keturunan Yakub, Akan Bersandar kepada Yehova, Yang Mahakudus Allah Israel

Tetapi pada waktu itu sisa orang Israel dan orang yang terluput di antara kaum keturunan Yakub, tidak akan bersandar lagi kepada yang mengalahkannya—raja Asyur--tetapi akan bersandar kepada Yehova, Yang Mahakudus Allah Israel dan tetap setia (ay. 20). Bersandar kepada Yehova dalam kebenaran adalah bersandar kepadanya dalam ketulusan.

Ayat 21 dan 22a selanjutnya mengatakan, “Suatu sisa akan kembali, sisa Yakub akan bertobat di hadapan Allah yang perkasa. Sebab sekalipun bangsamu, hai Israel, seperti pasir di laut banyaknya, namun hanya sisanya akan kembali.” Firman ini dikutip oleh Paulus dalam Roma 9:27. Alasan mengapa hanya sisanya yang akan kembali diberikan di dalam Yesaya 10:22b-23. “TUHAN telah memastikan datangnya kebinasaan dan dari situ timbul keadilan yang meluap-luap. Sungguh, kebinasaan yang sudah pasti akan dilaksanakan di atas seluruh bumi oleh Tuhan, TUHAN semesta alam.”

2. Yehova Memberi Tahu Umat-Nya yang Tinggal di Sion Agar Tidak Takut kepada Asyur

Dalam ayat 24 Yehova memberi tahu umat-Nya yang tinggal di Sion agar tidak takut kepada Asyur, apabila mereka memukul dengan gada dan menghantam dengan tongkatnya, seperti yang dilakukan Mesir dahulu. Kemudian dalam ayat selanjutnya, Yehova berkata, “Sebab sedikit waktu lagi amarah-Ku atasmu akan berakhir, dan murka-Ku akan menyebabkan kehancuran mereka. TUHAN semesta alam akan mencambuk mereka dengan cemeti, seperti Ia menghajar Midian di gunung batu Oreb, dan mengayunkan tongkat-Nya ke atas laut Teberau dan mengangkatnya seperti di Mesir dahulu. Pada waktu itu beban yang ditimpakan mereka atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakkan mereka atas tengkukmu akan lenyap” (ay. 25-27). Dari hal ini kita dapat melihat bahwa penghakiman Yehova pada akhirnya akan menghasilkan kembalinya umat-Nya.