HIDUP MENURUT HUKUM HAYAT DAN BERGERAK MENURUT PENGURAPAN MINYAK
Alkitab mewahyukan kepada kita bahwa kehendak kekal Allah ialah memperoleh banyak putra dan membuat semua putra itu serupa dengan-Nya. Karena Allah itu ilahi dan kita ini insani, bagaimana kita bisa menjadi putra-putra Allah yang ilahi, yaitu menjadi serupa dengan Dia baik dalam hayat maupun sifat? Untuk beroleh banyak putra, langkah pertama, Allah berinkarnasi di dalam PutraNya. Melalui inkarnasi, Ia mengenakan sifat insani. Sebelum Ia berinkarnasi, Ia hanya mempunyai sifat ilahi, tanpa sifat insani. Tetapi melalui inkarnasi, Ia mengenakan sifat insani dan menjadi seorang manusia. Walaupun Ia telah menjadi seorang manusia, Ia tetap sebagai Allah, sebab Ia tidak menanggalkan sifat ilahi-Nya untuk menjadi seorang manusia saja. Dialah Allah juga manusia, mengandung sifat ilahi juga insani. Betapa ajaibnya Allah kita, Dialah Allah yang unik, Pencipta, menjadi seorang manusia yang berdarah daging! Jika hanya dilihat dari segi sifat insani, memang Ia telah menjadi serupa dengan kita, yaitu seorang manusia sejati yang bertulang dan berdaging. Tetapi jangan lupa, manusia sejati yang bernama Yesus Kristus ini juga adalah Allah. Dialah Allah sejati dan manusia sejati. Sebelum Ia membuat kita menjadi serupa dengan-Nya, Ia harus terlebih dahulu menjadi serupa dengan kita.
RAHASIA KRISTUS YANG TELAH BANGKIT
DAN BERHUNI DALAM BATIN
Sesudah menjadi seorang manusia dalam daging yang memiliki sifat insani, Kristus lalu disalibkan, dikubur, dan bangkit. Dalam kebangkitan, Ia lalu mengambil langkah lain, sebagai Adam yang akhir, Ia menjadi Roh pemberi hayat (1Kor. 15:45). Ini adalah suatu rahasia. Pada hari kebangkitan-Nya, Tuhan menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, “. . . di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada para penguasa Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, ‘Damai sejahtera bagi kamu!’” (Yoh. 20:19). Pintu-pintu terkunci rapat, tetapi murid-murid menjadi tercengang karena Yesus bisa masuk. Sewaktu murid-murid terkejut dan takut, menyangka bahwa mereka melihat hantu, berkatalah Tuhan Yesus, “Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihat-lah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku” (Luk. 24:39). Sesudah lewat delapan hari, Tuhan berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan taruhlah ke lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi.” Tomas lalu berkata, “Ya, Tuhanku dan Allahku!” (Yoh. 20:27-28). Tuhan seolah-olah berkata kepada murid-murid, “Janganlah kalian mengira Aku ini hantu. Aku berdiri di sini dengan tubuh yang berdaging dan bertulang. Lihatlah, bekas penyaliban-Ku masih ada. Kalian boleh meraba bekas itu pada tangan-Ku dan kaki-Ku.”
Tuhan bukan hanya Roh, Ia pun Persona ajaib yang bertubuh daging dan bertulang yang terdapat bekas pakunya. Hari ini Kristus yang ajaib ini adalah Roh pemberi hayat, tetapi Ia masih memiliki tubuh yang berdaging dan bertulang. Tidak hanya demikian, kitab Perjanjian Baru mewahyukan bahwa Kristus yang ajaib ini berada di dalam kita (Kol. 1:27; 2Kor. 13:5). Ia berada dalam roh kita (2Tim. 4:22; 1Kor. 6:17). Kristus dalam kebangkitan tetap memiliki tubuh yang berdaging dan bertulang, namun juga berada di dalam kita. Kita tidak bisa menjelaskan bagaimana Dia, yang memiliki daging dan tulang, dapat tinggal di dalam kita. Hal ini di luar jangkauan pengertian kita. Walau demikian, Ia sungguh sejati dan ajaib.
Berdasarkan kitab Perjanjian Baru, Kristus pernah mengalami dua kali “menjadi”. Yohanes 1:14 mengatakan, “Firman itu telah menjadi manusia.” Sedangkan 1Korintus 15:45 mengatakan, “Adam yang akhir telah menjadi Roh pemberi-hayat”(Tl.). Melalui dua kali “menjadi” itu, Kristus menjadi satu Persona yang ajaib. Ia adalah Allah, manusia, dan menjadi Roh pemberi hayat. Sebagai Putra Allah, Ia lalu menjadi manusia, dan setelah menjadi manusia, Ia juga menjadi Roh pemberi hayat yang mengandung sifat ilahi dan sifat insani. Di dalam Dia kita nampak Allah yang sejati dan manusia yang sejati. Hari ini, Allah manusia ini juga adalah Roh pemberi hayat. Jika Ia bukan Roh, Ia tidak dapat masuk ke dalam rumah yang terkunci untuk berjumpa dengan murid-murid-Nya. Namun demikian, Ia tetap mempunyai satu tubuh yang berdaging dan bertulang. Saya tidak dapat menerangkan hal ini, sebab saya sangat terbatas. Tetapi saya tahu Ia kini tinggal di dalam saya dan saya juga tidak dapat menyangkal bahwa Ia telah berbuat banyak hal bagi saya. Bahkan hingga sekarang, Ia sedang hidup di dalam saya dan untuk saya.
DUA SIFAT KRISTUS
YANG BERHUNI DI BATIN
Setelah Kristus menjadi serupa dengan kita dalam inkarnasi-Nya, Ia membawa sifat ilahi ke dalam sifat insani, dan melalui menjadi Roh pemberi hayat, Ia membawa sifat insani ke dalam sifat ilahi. Melalui inkarnasi dan kebangkitan, Ia telah membaurkan sifat ilahi dengan sifat insani, sifat insani dengan sifat ilahi. Inilah Yesus Kristus, Tuhan kita. Di antara orang Kristen tidak banyak yang memiliki konsepsi sedemikian terhadap Tuhan Yesus. Namun ini adalah Juruselamat yang kita terima ke dalam kita ketika kita percaya dan menyeru nama-Nya. Kristus yang tinggal di dalam kita ialah Persona yang sedemikian ajaibnya. Ia kini tidak hanya sebagai Juruselamat dan Tuhan, Ia pun Roh pemberi hayat yang ajaib, yang memiliki dua sifat. Kebanyakan orang Kristen telah meleset dari sasarannya, mereka tidak pernah mendengar bahwa Kristus yang tinggal di dalam kita ini memiliki dua sifat, sifat ilahi dan insani, dan kedua sifat ini berada dalam Roh pemberi hayat. Sebagai Roh pemberi hayat yang ajaib, kini Ia sedang menggarapkan segala apa adanya diri-Nya ke dalam kita, dan mengubah diri kita mutlak serupa dengan-Nya.
KEHILANGAN SASARAN
Kekristenan tertentu sangat menekankan mujizat, ajaran, dan kelakuan, sehingga kehilangan sasaran. Dalam “agama” Kristen terdapat dua golongan utama, yaitu golongan ajaran dan golongan mujizat. Banyak orang Kristen terpesona oleh mujizat. Tetapi wahyu dasar dari kitab Perjanjian Baru berfokus pada satu butir yang menentukan: yakni Kristus bersatu dengan Bapa; Tuhan mengutus Roh itu, yang adalah diri-Nya sendiri, agar Ia dapat tinggal di dalam kita, dan agar kita dapat tinggal di dalam-Nya; dan bahwa Kristus hidup, beroperasi, dan bekerja di dalam roh kita, bahkan mengubah seluruh diri kita, agar kita menjadi ekspresi-Nya. Walaupun hal ini banyak terdapat dalam Perjanjian Baru, tetapi jarang sekali orang Kristen yang memperhatikannya.
Kekristenan golongan fundamental menekankan pengajaran, namun paling sedikit ada dua ayat dalam Alkitab Ibrani 8:11 dan 1Yohanes 2:27 yang mengatakan bahwa kita tidak perlu diajar oleh siapa pun. Ibrani 8 mewahyukan kepada kita, karena kita memiliki hukum hayat di dalam kita, maka kita tidak perlu diajar oleh siapa pun; bahkan seorang yang paling kecil di antara kita pun tidak perlu diajar. Satu Yohanes 2:27 menerangkan, oleh karena pengurapan minyak tinggal di dalam kita, maka kita tidak perlu diajar oleh seseorang. Karena kita memiliki hukum hayat dan pengurapan yang beroperasi dan bekerja di dalam kita, kita tidak memerlukan ajaran manusia dari luar. Ada orang yang menentang butir ini, tetapi di manakah mereka meletakkan Ibrani 8:10-11 dan 1 Yohanes 2:27 ini? Kita harus menerima firman Alkitab yang jelas dan murni ini.
Dalam kekristenan yang menamakan dirinya golongan karismatik, orang menekankan penerapan karunia-karunia, khususnya karunia berbahasa lidah. Kalau mereka datang ke sebuah sidang yang tanpa bahasa lidah atau pernyataan karunia lainnya, mereka merasa tidak senang. Padahal dalam Perjanjian Baru sedikit sekali ayat yang menyinggung bahasa lidah. Tetapi sebagian besar ayat Alkitab menyinggung Kristus yang berhuni di batin. Di sini kita nampak kelicikan Iblis. Di satu pihak, golongan fundamental menekankan pengajaran, di pihak lain, golongan karismatik menekankan bahasa lidah. Bahkan ketika mereka berbahasa lidah palsu, mereka masih saja menikmatinya, dan walaupun nubuat mereka meleset, mereka tetap suka melakukannya. Lebih dari dua belas tahun yang lalu, ada beberapa orang bernubuat bahwa kota Los Angeles akan tenggelam ke dasar laut. Walaupun nubuat itu tidak pernah tergenap, namun entah berapa banyak orang karismatik yang masih saja kecanduan nubuat mereka itu. Saya tidak menentang hal berbahasa lidah atau bernubuat, namun saya mempunyai satu beban terhadap anak-anak Allah.
SIFAT KRISTUS YANG AJAIB
Ketika Kristus masuk ke dalam kita menjadi hayat kita, Ia juga membawa sifat-Nya yang ajaib ke dalam kita. Sebelum kita dilahirkan kembali, kita hanya memiliki sifat insani yang telah jatuh, yang hina, dan bejat; tetapi setelah dilahirkan kembali, sifat yang tertinggi itu ditambahkan ke dalam kita. Kini di dalam kita ada sifat persona Kristus. Untuk menerangkan sifat ajaib ini, boleh kita ambil bayi sebagai contoh. Kalau Anda menaruh benda yang manis di mulut bayi, ia akan menelannya dengan spontan. Tetapi kalau Anda menaruh benda yang pahit di mulutnya, ia akan memuntahkannya. Siapakah yang mengajarnya berbuat demikian? Tidak ada. Asalkan ia hidup, tidak perlu orang mengajarnya mana yang manis dan mana yang pahit. Reaksi bayi terhadap benda yang manis dan pahit bukan berasal dari pengetahuan, melainkan dari perasaan sifat alaminya. Seorang bayi memiliki sifat insani, dan sifat insani tidak menyukai sesuatu yang pahit. Jadi sifat alami kita sendiri tahu mana yang disukai dan mana yang tidak disukai. Demikian juga, tidak peduli betapa bayinya keadaan kerohanian kita, asalkan kita berada dalam Kristus, kita pasti memiliki suatu sifat hayat yang istimewa. Melalui masuk ke dalam kita, Kristus juga membawakan suatu sifat hayat yang ajaib. Ini tidak hanya sifat ilahi, tetapi sifat ilahi ditambah sifat insani yang telah ditinggikan.
FUNGSI SIFAT HAYAT
ADALAH OPERASI HUKUM HAYAT
Fungsi sifat hayat ini adalah operasi hukum hayat. Setiap hayat memiliki hukum. Setiap macam hukum hayat adalah kecakapan dari hayat itu yang sudah ada sejak dilahirkan. Kecakapan itu adalah bawaan sejak lahir, yang spontan, otomatis, konstan, dan instan. Ia senantiasa bekerja. Asalkan Anda seorang manusia yang hidup, kecakapan bawaan hayat manusia ini ada di dalam Anda. Bila seorang bayi telah mati, ia tidak lagi mempunyai reaksi apa-apa terhadap barang yang manis atau pahit. Tetapi seorang bayi yang hidup memiliki sifat alamiah untuk mengecap rasa, yang berasal dari kecakapan hayat yang ada sejak lahir. Ketika Yesus Kristus, Tuhan kita, masuk ke dalam kita, Ia membawa sifat-Nya yang ajaib ke dalam diri kita. Kerja dan fungsi sifat ini adalah operasi hukum hayat. Sifat ini dapat berfungsi secara otomatis. Fungsinya bukan tergantung pada pengajaran, melainkan pada hayat.
Sebelum kita diselamatkan, kita semua melakukan hal-hal yang tidak baik, seperti berjudi, minum minuman keras, merokok, berdansa, ke bioskop, dan sebagainya. Tetapi sejak kita diselamatkan, dalam batin kita ada sesuatu yang mengganggu kita, tidak menyetujui kita melakukan hal-hal tertentu. Anda mungkin masih pergi berdansa, namun dalam batin Anda ada suatu perasaan yang tidak enak. Sebelum Anda diselamatkan, Anda selalu merasa enak akan hal itu, tetapi sekarang tidak demikian. Kita semua pernah memiliki pengalaman semacam ini. Bila Anda tidak pernah mengalami hal ini, saya sangsi Anda sudah beroleh selamat. Pengalaman ini adalah fungsi sifat hayat, yakni Kristus sendiri yang tergarap ke dalam diri kita. Fungsi ini adalah operasi hukum hayat. Anda tidak perlu diajar oleh siapa pun. Karena ada sifat Kristus yang beroperasi di dalam Anda, Anda bahkan tidak memerlukan Ia berbicara kepada Anda. Sebagai contoh: Seorang ibu telah memberikan sifatnya kepada bayinya, dan karena sifat ini bekerja dalam bayi itu, bayi itu tidak perlu diajar bagaimana bereaksi terhadap benda yang pahit. Sifat insani bayi itu berfungsi secara otomatis. Fungsi itu adalah operasi hukum hayat insan. Demi-kian pula, fungsi sifat hayat Kristus di dalam kita adalah operasi hukum hayat ilahi. Ini bukan berasal dari pengajaran atau mujizat.
KRISTUS MASUK KE DALAM KITA
MENJADI PERSONA
Ketika Kristus masuk ke dalam kita, Ia tidak saja membawa sifat-Nya, tetapi Ia sendiri juga menjadi persona (pribadi). Tidak ada sesuatu yang lebih merepotkan daripada orang atau persona. Saya tidak suka hidup sendirian. Saya suka tinggal bersama paling sedikit dua atau tiga orang. Namun tinggal bersama orang lain sungguh repot. Ketika Kristus masuk ke dalam kita, Ia masuk sebagai suatu persona. Apakah Anda menyadari bahwa Kristus di dalam Anda sebagai persona, yakni seorang yang hidup, yang “mengganggu” Anda setiap saat? Sudah tentu, gangguan yang Ia berikan kepada kita ialah gangguan yang paling baik dan paling berfaedah bagi kita. Tetapi bagaimanapun, itu adalah suatu gangguan. Sebelum Anda diselamatkan, Anda bebas melakukan apa yang Anda kehendaki. Misalnya, Anda boleh dengan bebas berdansa. Tetapi sesudah Anda diselamatkan, khususnya setelah Anda masuk ke dalam hidup gereja, Anda mulai diganggu oleh persona Kristus yang hidup. Dari hari ke hari, Ia menganggu kita dari dalam.
OPERASI PERSONA KRISTUS
ADALAH PENGURAPAN MINYAK
Alkitab memberi satu istilah khusus bagi operasi persona ini, yaitu pengurapan minyak (1 Yoh. 2:27). Istilah ini sukar dipahami. Pengurapan yang tinggal di dalam kita adalah operasi persona Kristus, dan pengurapan ini mengajar kita. Di dalam kita masing-masing ada sesuatu yang disebut pengurapan minyak yang mengajar di dalam batin kita. Jadi, di dalam kita ada sifat Kristus dan persona Kristus.
Pengurapan minyak ialah operasi minyak urapan di dalam kita. Dalam perlambangan, minyak urapan terbentuk dari minyak zaitun dan beberapa rempah-rempah yang mahal (Kel. 30:22-25). Unsur utama dalam minyak urapan ini ialah minyak, kemudian ditambah beberapa bahan lainnya. Ketika Kemah Pertemuan, perabot-perabotnya, dan para imam menerima urapan, maka seluruh unsur dalam minyak urapan ini terurap ke atas benda dan orang-orang itu. Menurut perlambangan, minyak urapan ini adalah Kristus. Kristus yang tinggal di dalam roh kita pada hari ini adalah minyak urapan yang mengandung Roh Allah dan unsur lainnya. Sebagai minyak urapan ini, Ia selalu beroperasi dan hidup di dalam kita hari demi hari. Operasi minyak urapan yang di dalam ini memberi kita pengajaran yang hidup. Dengan cara demikianlah Kristus mengajar kita.
KEHIDUPAN YANG NORMAL
DARI PERSONA YANG AJAIB
Ketika Kristus masuk ke dalam kita, Ia membawa sifat Nya yang ajaib ke dalam kita. Fungsi sifat ini ialah operasi hukum hayat. Kristus di dalam kita juga menjadi minyak urapan yang senantiasa mengurapi kita. Pengurapan ini memberi kita suatu perasaan yang nyaman dan lega. Setiap kali Tuhan Yesus mengajar kita di dalam batin, pengajaran-Nya berasal dari pengurapan-Nya yang memberi kita perasaan yang nyaman dan lega. Sebagai orang Kristen, kita semua memiliki hukum hayat yang beroperasi secara otomatis, spontan, konstan, dan instan, yakni hukum yang beroperasi menurut sifat Kristus yang ajaib; kita pun memiliki pengurapan yang beroperasi di dalam kita menurut persona Kristus.
Mari kita sekali lagi memakai perumpamaan pergi berbelanja. Pergi berbelanja sama seperti pergi ke neraka. Setelah lebih dari dua tahun lamanya saya tidak pergi berbelanja, akhir-akhir ini saya pergi ke sebuah toko membeli lampu. Di situ saya melihat beberapa lampu yang sangat menarik, namun sifat saya yang ajaib tidak menyukainya. Lampu-lampu itu terasa pahit bagi saya. Ada beberapa lampu lainnya dalam perasaan batin saya seperti bawang putih, sehingga saya tidak tahan terhadap baunya. Ketika saudari-saudari masuk ke toserba, perasaan batin mereka sering melarang mereka membeli barang-barang tertentu. Perasaan itu berasal dari sifat ajaib yang ada di dalam mereka. Lima puluh tahun yang lalu, saya mungkin bisa membeli lampu yang menarik itu. Tetapi jika hari ini saya berbuat demikian, saya akan tidak dapat tidur semalaman, sebab sifat hayat akan berfungsi di dalam saya. Kita masing-masing memiliki sifat ini berikut fungsinya yang otomatis. Kalau Anda mencoba menekan fungsi ini, ia akan melenting lebih tinggi. Semakin Anda menekannya, ia akan memantul lebih tinggi Kita semua pernah mengalami pekerjaan hukum hayat yang demikian.
Seperti telah kita lihat, kita tidak hanya memiliki sifat ini di dalam kita, juga memiliki satu persona. Hari ini saya harus pergi berbelanja atau tidak, bukan tergantung pada operasi sifat saya, melainkan tergantung pada pengajaran pengurapan minyak. Satu persona yang hidup senantiasa hidup dan beroperasi di dalam kita. Hidup dan operasi ini adalah pengajaran-Nya. Kalau kita akan pergi berbelanja, kita harus membuka diri kepada Tuhan, dan berkata, “Tuhan, aku bersatu dengan Engkau, dan aku tahu Engkau juga bersatu denganku. Tuhan, apakah pagi ini Engkau mau pergi berbelanja?” Ketika kita berkata demikian, kita akan merasakan pengurapan itu di dalam batin kita. Inilah operasi Tuhan yang hidup di dalam kita. Ketika Tuhan yang tercinta bekerja di dalam kita, kita akan merasa lega dan nyaman. Alangkah nyamannya hal ini! Entah kita berbelanja atau tidak, itu soal kedua, yang terpenting ialah ketika kita menengadah kepada-Nya, bersekutu dengan-Nya, kita menikmati pengurapan minyak-Nya. Setiap kali kita berada di bawah pengurapan-Nya, kita tahu apa yang harus kita perbuat. Jika kita mengambil tindakan yang tidak disukai-Nya, pengurapan itu akan berhenti, perasaan yang nyaman dan lega juga akan pudar. Dengan demikian kita tahu bahwa kita tidak seharusnya melakukan hal tersebut. Pada saat itu kita harus berkata, “Tuhan, aku bersatu dengan Engkau. Kalau Engkau tidak ingin pergi, aku pun tidak jadi pergi.” Jika Anda berbuat demikian, pengurapannya dan perasaannya yang nyaman itu akan muncul kembali.
Pergerakan dan operasi pengurapan ialah pengajaran Kristus yang batiniah. Di dalam kita ada satu persona yang hidup yang mengajar kita sepanjang waktu. Kadang-kadang dalam persekutuan kita dengan kaum saleh, kita merasa pengurapan batiniah ini berhenti. Begitu kita memiliki perasaan demikian, kita harus segera menghentikan pembicaraan kita. Boleh jadi Anda sudah mengucapkannya separuh, tetapi begitu Anda merasa pengurapan itu berhenti, Anda harus tidak menuturkan kalimat sisanya. Bersatulah saja dengan pengurapan batiniah itu. Tetapi setiap kali kita tidak mempedulikan pengurapan ini, dan berbuat sekehendak kita saja. Sewaktu masih muda, saya pernah berkali-kali berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, ampunilah aku, dan biarkanlah aku melakukannya sekali lagi.” Banyak orang muda yang berbuat demikian. Mungkin seorang saudari berkata, “Tuhan, aku tahu Engkau tidak suka aku berbelanja, tetapi biarkanlah aku pergi untuk sekali ini.” Bila Anda berbuat demikian, berarti Anda membunuh diri sendiri, dan Anda perlu melewati beberapa hari baru bisa hidup kembali.
Apa yang kita bicarakan di sini bukanlah masalah pengajaran maupun mujizat, melainkan hidup yang normal dari persona ajaib ini. Saya mutlak hidup menurut hukum hayat, dan saya bergerak, bertindak, dan berperilaku menurut pengurapan. Saya tidak perlu diajar oleh siapa pun. Sifat hayat Kristus yang ajaib dan pengurapan persona Kristus lebih daripada cukup bagi saya untuk menempuh hidup sebagai orang Kristen yang normal. Di sini kita memiliki persekutuan dan di sini kita bertumbuh dalam hayat. Di sini kita memiliki Kristus yang bersemayam di batin kita yang berkembang ke dalam setiap bagian diri kita, bahkan kita mengalami proses pengubahan Allah. Di sini kita memiliki hidup gereja dan pembangunan yang sejati. Di sini kita juga mempersiapkan diri kita untuk kedatangan Tuhan kembali.