ROH ITU
Pembacaan Alkitab:
Mat. 28:19; 2Kor. 13:14; Yoh. 7:38-39; Why. 22:1; Rm. 8:2; 2 Kor. 3:6b; 1Yoh. 5:6b;
Yoh. 14:16-20; 1Kor. 15:45b; 2 Kor. 3:18; Yoh. 17:17; Ef. 4:3; Why.. 22:17;
Gal. 5:16, 25; Rm. 8:4; Kis. 13:52b; 2:4a; 4:31b
BIOGRAFI KRISTUS
Dalam bab ini kita akan melanjutkan persekutuan kita mengenai penekanan kedua dalam pemulihan Tuhan—Kristus. Secara khusus, kita akan melihat lebih lanjut mengenai biografi Kristus. Kemudian kita akan melanjutkan melihat kebenaran mengenai penekanan ketiga dalam pemulihan Tuhan—Roh itu.
Kristus Memiliki Keutamaan, Tempat Pertama, dalam Segala Sesuatu
Menurut apa yang dinyatakan dalam Alkitab, Kristus adalah sentralitas dan universalitas Allah dalam pergerakan-Nya, terutama untuk merampungkan penebusan-Nya untuk menghasilkan gereja. Sebagai sentralitas dan universalitas Allah, Kristus harus memiliki keutamaan, tempat pertama (Kol. 1:18 b). Dialah yang paling utama di seluruh alam semesta. Dalam ciptaan Allah, dalam penebusan Allah, dalam gereja, dan di dalam kaum beriman, Kristus memiliki keutamaan, tempat pertama.
Kristus Telah Diberikan menjadi Kepala atas Segala Sesuatu kepada Gereja
Efesus 1 juga mengatakan kepada kita bahwa Allah telah memberikan Kristus menjadi Kepala atas segala sesuatu kepada gereja (ayat 22b). Preposisi untuk menunjukkan jenis transmisi. Apa pun adanya Kristus, ditransmisikan kepada gereja. Apa pun Kristus, Kepala, yang telah dicapai dan diperoleh ditransmisikan kepada gereja, Tubuh-Nya. Dalam transmisi ini, kita menikmati kepenuhan ke-Allahan dan kekepalaan-Nya.
Allah Berinkarnasi Menjadi Seorang Manusia
Kristus adalah Allah, dan suatu hari Ia menjadi seorang manusia dalam inkarnasi. Inkarnasi adalah Allah datang untuk menjadi seorang manusia. Allah yang Mahakuasa menjadi satu dengan manusia sesuai dengan prinsip manusia dikandung dan dilahirkan. Allah mengambil cara ini untuk menjadi manusia sekitar empat ribu tahun setelah Dia menciptakan manusia. Empat ribu tahun setelah Ia menciptakan manusia, Ia masuk ke dalam rahim seorang perawan bernama Maria. Allah yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, masuk ke dalam rahim seorang perawan dan tinggal di sana selama sembilan bulan. Kemudian Dia keluar dari rahim menjadi seorang manusia dengan nama yang diberikan oleh ketentuan Allah—Yesus. Yesus adalah penyambung, penghubung, Allah dengan manusia.
Yesus berarti Yehova Juruselamat. Yehova menjadi seorang manusia untuk menjadi Juruselamat kita agar kita dapat menikmati keselamatan-Nya. Dia adalah Allah yang lengkap yang dihubungkan dan dibaurkan dengan manusia yang sempurna. Persona ajaib ini sangat khusus. Dia bukan hanya Allah atau hanya manusia. Dia adalah Allah dan manusia, sehingga Dia disebut Manusia-Allah. Melalui Dia Allah dan manusia datang bersama-sama. Manusia bergabung dengan Allah dan Allah membaurkan diri-Nya dengan manusia. Ini adalah Yesus! Banyak orang Kristen tidak mengenal Yesus sebagai sambungan demikian, sebagai penghubung, dan sebagai perbauran keilahian dengan keinsanian. Inkarnasinya tidak hanya menjadikan Dia seorang manusia tetapi juga membawa Allah menjadi manusia. Sekarang kita bisa berteriak, "Haleluya, Allah hari ini adalah seorang manusia!"
Setelah Dia tinggal tiga puluh tahun di Nazareth, Ia keluar untuk melayani. Ketika Ia keluar, Dia adalah daya tarik yang besar, seperti magnet besar. Sementara Dia berjalan di pantai Galilea, Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes tertarik kepada-Nya (Mat. 4:18-22). Mereka meninggalkan pekerjaan mereka dan mengikuti-Nya. Mereka dipikat oleh Tuhan sebagai cahaya besar dalam kegelapan maut (ayat 16) dan mengikuti Dia untuk mendirikan Kerajaan Surga dalam terang hayat.
Meskipun Dia menarik, Dia tidak memiliki keindahan luaran apa pun. Dia bukan manusia yang tampan. Yesaya mengatakan bahwa "Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya” (53:2) dan bahwa “Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia — begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi” (52:14). Meskipun Dia tidak memiliki penampilan yang tampan, sesuatu di dalam-Nya adalah seperti magnet. Ketika murid-murid-Nya melihat, mereka terpikat, tertarik. Kita juga dapat mengatakan bahwa mereka menjadi "kecanduan" kepada-Nya. Hari ini saya dapat menyatakan bahwa saya kecanduan Yesus, dan banyak dari kita adalah sama.
Mengalami Kematian yang Almuhit
Setelah Yesus melewati kehidupan insani selama tiga puluh tahun, Ia melayani selama tiga setengah tahun. Kemudian Dia pergi ke kayu salib di Kalvari untuk mengalami kematian yang almuhit. Dengan kematian-Nya mengakhiri ciptaan lama (Kol. 1:20), Dia menyalibkan manusia lama (Rm. 6:6), dan Dia menghapus dosa manusia (Yoh. 1:29) dan dosa-dosa (1 Ptr. 02:24 ). Dia juga menghakimi Satan dan dunia Satan (Yoh. 12:31). Sebelum kematian-Nya, seluruh alam semesta telah menjadi usang dan dipenuhi dengan semua barang-barang negatif. Tetapi melalui kematian-Nya yang unik Dia membereskan semua hal ini.
Di pihak positif, Ia dihancurkan di kayu salib untuk melepaskan hayat ilahi yang tersembunyi di dalam-Nya (Yoh. 12:24). Di kayu salib Dia ditikam, dan mengeluarkan darah dan air (19:34). Darah melambangkan penebusan, dan air melambangkan hayat yang mengalir dari Allah. Di satu pihak, Dia membersihkan seluruh alam semesta melalui penebusan-Nya, kematian penebusan-Nya. Di pihak lain, Dia melepaskan hayat ilahi di dalam-Nya sehingga Dia bisa memberikan hayat ini ke dalam kaum beriman-Nya.
Merampungkan Tiga Butir Utama dalam Kebangkitan
Setelah kematian-Nya Dia tinggal di Alam Maut selama tiga hari. Kemudian Dia berjalan keluar dari maut dan bangkit. Dalam kebangkitan-Nya Dia merampungkan tiga hal.
Menjadi Putra Sulung Allah
Pertama, melalui kebangkitan-Nya Ia menjadi Putra sulung Allah (Rm. 8:29). Sebelum kebangkitan-Nya Dia adalah Putra Tunggal Allah (Yoh. 3:16), Putra Allah satu-satunya, tetapi keinsanian-Nya belum dibawa ke dalam Putra Allah. Sebelum kebangkitan-Nya, Dia adalah Putra Tunggal Allah dengan keilahian, tetapi kemudian Ia menjadi seorang manusia dengan darah dan daging. Sebagai Putra Allah dalam kekekalan, Dia hanya memiliki keilahian. Dia hanya memiliki sifat ilahi, bukan sifat manusia. Melalui kebangkitan keinsanian-Nya "diputrakan." Dia sekarang adalah Putra Allah dengan keinsanian dan keilahian. Melalui kebangkitan-Nya Dia keinsanian-Nya diputrakan. Dia adalah Putra Allah sebelum kebangkitan-Nya, tetapi Dia belum Putra sulung. Dalam kebangkitan-Nya Dia diperanakkan Allah sebagai Putra sulung Allah di antara banyak anak.
Menghasilkan Banyak Anak Allah
Dalam kebangkitan-Nya Dia menghasilkan banyak anak Allah. Ini adalah perampungan kedua dari kebangkitan-Nya. Menurut 1 Petrus 1:3, Tuhan melahirkan kembali kita melalui kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati. Kebangkitan-Nya adalah kelahiran besar, persalinan besar, di mana Ia membuat kita semua, kaum beriman-Nya, banyak anak Allah. Saya pernah membaca tentang seseorang yang memiliki tujuh anak melalui satu kelahiran. Tetapi dengan kebangkitan Kristus, miliaran anak dilahirkan. Dalam kebangkitan-Nya Ia menjadi Putra sulung di antara banyak anak. Menurut 1 Petrus 1:3 kita dilahirkan kembali sekitar dua ribu tahun yang lalu ketika Kristus dibangkitkan. Kita semua terlahir dalam persalinan yang sama. Ketika Yesus Kristus dilahirkan sebagai Putra sulung, kita dilahirkan sebagai banyak anak. Dalam kebangkitan kita semua dilahirkan dari Allah.
Menjadi Roh Pemberi-hayat
Dalam kebangkitan-Nya, Kristus juga menjadi Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45 b). Ini adalah perampungan ketiga kebangkitan-Nya. Dia adalah Allah yang unik. Kemudian Ia menjadi seorang manusia. Sebagai seorang manusia Ia mati di kayu salib, dikuburkan, dan tetap di Alam Maut selama tiga hari. Kemudian Ia masuk ke dalam kebangkitan menjadi Roh pemberi-hayat. Hari ini Dia adalah Allah, Dia adalah seorang manusia, dan Ia adalah Roh yang memberi hayat. Dia adalah persona ajaib demikian! Biografi Kristus adalah luar biasa. Dia adalah Roh pemberi-hayat, dan Roh pemberi-hayat ini adalah perampungan dari Allah menjadi seorang manusia. Allah menjadi seorang manusia telah dirampungkan dalam Roh itu. Dengan demikian, Roh pemberi-hayat adalah totalitas Allah ditambah manusia. Ia menjadi Roh pemberi-hayat untuk memberikan diri-Nya ke dalam kita untuk menjadi hayat kita dan tetap tinggal di dalam kita sebagai persona kita.
Kita tahu bahwa Yesus telah masuk ke dalam kita, tetapi kita perlu menyadari bahwa kisah Yesus ini yang telah masuk ke dalam kita tidak begitu sederhana. Dia adalah Allah dalam kekekalan. Kemudian sekitar empat ribu tahun setelah menciptakan manusia, Ia masuk ke dalam rahim seorang perawan dan lahir dari perempuan ini menjadi seorang manusia. Allah disambungkan dengan manusia. Dia hidup tiga puluh tiga setengah tahun, mati di kayu salib, dikuburkan selama tiga hari, dan keluar dalam kebangkitan menjadi Roh pemberi-hayat. Karena itu, Roh pemberi-hayat adalah totalitas Allah menjadi manusia. Hari ini Dia adalah Roh yang memberi hayat.
Melatih Murid-murid untuk Menikmati Penyertaan yang Tidak Terlihat
Pada malam hari kebangkitan-Nya, Ia kembali kepada murid-murid-Nya. Pada saat itu para murid berkumpul bersama-sama dengan pintu tertutup karena takut orang-orang Yahudi. Tiba-tiba Yesus menampakkan diri kepada mereka dan berdiri di tengah-tengah mereka. Pada saat itu murid-murid itu semua terancam. Mereka takut dan tidak memiliki kedamaian, sehingga Yesus menampakkan diri kepada mereka sebagai damai sejahtera dan berkata, "Damai sejahtera bagi kamu" (Yoh. 20:19). Menurut Lukas 24:37, para murid "terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Tetapi Tuhan berkata, Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku" (ayat 39). Tuhan datang kepada mereka dengan tubuh kebangkitan (1 Kor. 15:44.). Bagaimana bisa Dia masuk dengan tulang dan daging ke dalam ruangan yang tertutup? Mentalitas kita yang terbatas tidak dapat memahaminya, tetapi adalah sebuah fakta! Kita harus menerimanya sesuai dengan wahyu Ilahi. Dia menunjukkan kepada murid-murid-Nya tangan dan lambung-Nya, dan Dia mengembuskan diri-Nya ke dalam mereka sebagai Roh (Yoh. 20:20-22). Dia menjadi Roh, namun Ia memiliki daging dan tulang.
Setelah kebangkitan-Nya dan sebelum kenaikan-Nya, Dia muncul kepada murid-murid-Nya dan menghilang. Meskipun Dia menghilang dari pandangan mereka, Dia masih di dalam mereka sebagai Roh. Sebelum kematian-Nya, kehadiran Tuhan terlihat dalam daging. Setelah kebangkitan-Nya, kehadiran-Nya tidak terlihat dalam Roh. Manifestasi-Nya atau penampakkan setelah kebangkitan-Nya adalah melatih para murid untuk menyadari, untuk menikmati, dan mempraktekkan kehadiran-Nya yang tak terlihat, yang lebih tersedia, berlaku, berharga, kaya, dan nyata. Kehadiran berharga dari-Nya adalah Roh dalam kebangkitan-Nya, yang Dia embuskan ke dalamnya dan yang akan menyertai mereka sepanjang waktu.
Apakah para murid sadar akan kehadiran-Nya atau tidak, Dia ada bersama mereka sepanjang waktu. Karena kelemahan mereka, Ia menampakkan diri kepada mereka dalam rangka memperkuat iman mereka kepada-Nya. Ketika Dia menghilang dari pandangan para murid, mereka menjadi kecewa. Karena ujian keperluan hidupnya, Petrus pergi mencari ikan, dan beberapa murid lainnya mengikuti dia. Mereka mencari ikan sepanjang malam, tetapi mereka tidak menangkap satu ikan pun. Tiba-tiba Yesus muncul lagi (Yoh. 21:1-14). Dia muncul dan menghilang, tetapi sebenarnya Dia selalu bersama mereka.
Kehidupan kristiani adalah kehidupan penampakan dan tak nampaknya Yesus. Mungkin di pagi hari saudara merasa bahwa Yesus begitu hadir dengan dia. Dia mungkin memiliki waktu yang sangat intim dengan Tuhan untuk menikmati-Nya dalam manifestasi-Nya. Setelah itu, istri saudara ini dapat melakukan sesuatu atau mengatakan sesuatu untuk membuatnya bahagia. Kemudian untuk sensasi saudara ini, Yesus telah menghilang. Tampaknya, ia kehilangan Yesus, tetapi sebenarnya Yesus tidak hilang. Saudara ini mungkin telah kehilangan manifestasi Tuhan, tetapi Tuhan selalu tetap di dalam dirinya. Semua ini merupakan bagian dari biografi Yesus.
Membawa Kita ke Dalam Kemuliaan untuk Merampungkan Ciptaan Baru Allah
Day by day the Lord is appearing and disappearing to sanctify us, to renew us, to transform us, and to conform us to His own image. Eventually, He will glorify us in His great appearing, His second coming. He will bring us all into glory, and our physical body will be glorified. According to Philippians 3:21, our body is a body of humiliation. It is damaged by sin, weakness, sickness, and death (Rom. 6:6; 7:24; 8:11). But it will eventually be conformed to Christ’s resurrected body saturated with God’s glory (Luke 24:26) and transcendent over corruption and death (Rom. 6:9). He will bring our body of humiliation into Himself as the glory. Now He is the hope of glory (Col. 1:27), and one day we will be in Him and with Him in the glory. That will consummate God’s new creation with us.
Hari demi hari Tuhan muncul dan menghilang untuk menguduskan kita, untuk memperbaharui kita, mengubah kita, dan untuk menyerupakan kita kepada gambar-Nya sendiri. Akhirnya, Ia akan memuliakan kita dalam penampakan agung-Nya, kedatangan-Nya kali kedua. Dia akan membawa kita semua ke dalam kemuliaan, dan tubuh fisik kita akan dimuliakan. Menurut Filipi 3:21, tubuh kita adalah tubuh kehinaan. Tubuh ini dirusak oleh dosa, kelemahan, penyakit, dan kematian (Rm. 6:6; 7:24, 8:11). Namun, pada akhirnya akan menjadi serupa dengan tubuh kebangkitan Kristus yang dijenuhi dengan kemuliaan Allah (Luk. 24:26) dan melampaui atas pengrusakan dan kematian (Rm. 6:9). Dia akan membawa tubuh kehinaan kita ke dalam diri-Nya sebagai kemuliaan. Sekarang Dia adalah pengharapan akan kemuliaan (Kol. 1:27), dan suatu hari kita akan berada di dalam Dia dan dengan Dia dalam kemuliaan. Itu akan merampungkan ciptaan baru Allah dengan kita.
Sebelum kita dilahirkan kembali, kita sepenuhnya dalam penciptaan lama. Kelahiran kembali menjadikan kita ciptaan baru, tetapi kita bukan ciptaan baru secara penuh. Kita sedang dalam proses menjadi ciptaan baru Allah seperti kupu-kupu secara bertahap keluar dari kepompong. Ketika Yesus datang kembali, kita akan dimuliakan dalam tubuh kita ke dalam kemuliaan-Nya. Itu akan menjadi perampungan ciptaan baru Allah bersama kita. Ini adalah biografi Kristus.
Membawa Kerajaan Allah ke Bumi
Ketika Dia datang kembali, Dia juga akan membawa Kerajaan Allah ke bumi. Menurut Daniel 2, Ia akan datang sebagai batu sentuhan untuk merusak dan menghancurkan keseluruhan pemerintahan manusia di bumi ini. Kemudian sebagai batu sentuhan, Dia akan menjadi sebuah gunung yang besar, Kerajaan Allah, memenuhi seluruh bumi (ayat 34-35, 44-45). Dengan demikian, dalam kedatangan-Nya kali kedua Dia akan merampungkan ciptaan baru Allah di dalam kita, dan Ia akan membersihkan bumi dengan menghancurkan seluruh pemerintahan manusia dari Nimrod sampai Antikristus, dilambangkan dengan patung manusia besar dalam Daniel 2. Kemudian Dia akan menjadi Kerajaan Allah yang memenuhi seluruh bumi.
Semua kaum beriman pemenang akan memerintah bersama-Nya dalam kerajaan seribu tahun, sedangkan orang beriman yang kalah akan menderita beberapa pendisiplinan. Orang-orang Kristen yang kalah di zaman ini akan dibuat matang dalam kerajaan seribu tahun, dan orang-orang Yahudi yang diselamatkan juga akan disempurnakan sebagai ciptaan baru Allah. Setelah kerajaan seribu tahun selesai, bagian dari bangsa-bangsa, yang merupakan warga negara dalam kerajaan seribu tahun, akan memberontak (Wahyu 20:7-9). Itu akan menjadi pemberontakan terakhir dari umat manusia terhadap Allah. Api akan turun dari langit untuk membinasakan mereka. Kemudian, langit lama dan bumi lama akan berlalu menjadi langit baru dan bumi baru. Semua orang beriman disempurnakan dan orang Yahudi yang dipilih dan ditebus akan bersama-sama menjadi Yerusalem Baru untuk selama-lamanya.
Adalah Sentralitas dan Universalitas Yerusalem Baru
Kristus akan menjadi sentralitas dan universalitas Yerusalem Baru. Yerusalem Baru akan menjadi percampuran, perbauran Allah Tritunggal yang telah melalui proses dengan manusia tripartit yang diubah. Di satu pihak, kita akan menjadi tempat tinggal Allah, dan di pihak lain, Allah akan menjadi tempat tinggal kita. Yerusalem Baru akan menjadi tempat tinggal bersama bagi Allah dan kita. Dengan kata lain, Allah akan tinggal di dalam kita, dan kita akan tinggal di dalam Dia. Kita akan menikmati dan mengekspresikan Allah Tritunggal selama-lamanya. Ini adalah takdir kekal Yerusalem Baru dengan Kristus sebagai pusat dan keliling. Dia akan menjadi sentralitas dan universalitas ekonomi Allah secara penuh. Yerusalem Baru akan menjadi perampungan akhir ekonomi Allah. Ini adalah biografi Kristus tanpa akhir apa pun.
ROH ITU
Sekarang kita akan mempersekutukan mengenai penekanan ketiga dalam pemulihan Tuhan—Roh itu.
Trinitas Ilahi
Ketika kita berbicara mengenai Roh itu, kita menjamah Trinitas Ilahi. Trinitas Ilahi adalah rahasia besar. Tuhan secara unik satu, tetapi satu Allah ini adalah Tritunggal. Dalam teologi, sarjana Alkitab menemukan kata tritunggal. Kata ini berasal dari bahasa Latin. Tri berarti tiga; une berarti satu. Allah adalah satu, namun Dia adalah tiga. Meskipun Allah adalah tiga, Dia bukan tiga allah. Dia adalah Allah satu-satunya, namun Dia adalah tiga. Ini adalah rahasia besar.
Guru Alkitab dan teolog telah mencoba yang terbaik untuk menggambarkan Tritunggal. Mereka menggunakan istilah persona untuk menggambarkan tiga dari ke-Allahan. Kita mungkin menggunakan istilah ini untuk sementara, tetapi jika istilah ini ditekan terlalu jauh, itu bisa mengarah pada ajaran sesat tritheism. Yang lain menggunakan hipostasis kata untuk menggambarkan tiga ke-Allahan. Hipostasis mengacu pada substansi penunjang atau sesuatu yang substansial yang menunjang sesuatu di bawah. Ini adalah seperti kaki meja memiliki empat kaki untuk menunjangnya. Tuhan secara unik satu, tetapi Dia memiliki tiga substansi penunjang—Bapa, Putra, dan Roh.
Roh Itu Adalah Aliran Allah Tritunggal
Menurut wahyu ilahi, Trinitas Ilahi memiliki sumber, pancaran, dan aliran. Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah air hidup (Yoh. 4:10, 14). Dengan air ini ada sumber, pancaran, dan aliran. Bapa adalah sumber, Putra adalah pancaran, dan Roh adalah aliran. Matius 28:19 mengatakan bahwa kita harus membaptis orang ke dalam satu nama dari tiga persona—Bapa, Putra, dan Roh. Ada satu nama untuk Trinitas. Dua Korintus 13:13 mengatakan tentang kasih Allah, anugerah Kristus, dan persekutuan Roh Kudus. Dalam ayat ini kita melihat tiga persona—Allah, Kristus, dan Roh Kudus. Kita juga melihat tiga perkara—kasih, anugerah, dan persekutuan. Kasih Allah adalah sumber, anugerah keluar dari kasih Allah adalah mata air, dan persekutuan Roh adalah aliran.
Roh adalah aliran Allah Tritunggal. Dengan kata lain, Roh adalah Allah Tritunggal yang mengalir. Roh sebagai pengaliran Allah Tritunggal dapat disamakan dengan arus listrik, yang mengalirkan listrik. Listrik sendiri dan arusnya bukan dua perkara yang terpisah. Mereka hanya satu perkara. Listrik memiliki aliran, dan yang disebut arus. Allah Tritunggal memiliki aliran, dan yang disebut Roh itu.
Roh ini tidak hanya aliran Allah Tritunggal tetapi juga jangkauannya Allah Tritunggal. Arus listrik adalah jangkauannya listrik. Listrik mencapai rumah dari pembangkit listrik melalui arus ini. Yang mengalir adalah semacam penjangkauan, dan penjangkauan adalah semacam “memasuki ke dalam.” Roh adalah penjangkauan Allah Tritunggal, dan penjangkauan ini masuk ke dalam kita. Roh adalah Allah Tritunggal yang masuk ke dalam kita sebagai Roh hayat (Rm. 8:2).
Roh Itu Adalah Realitas
Roh itu adalah realitas (1 Yoh. 5:6b). Allah sangat abstrak tetapi sangat nyata. Sulit untuk mengatakan apakah listrik abstrak atau padat. Untuk mengatakan bahwa Allah kita adalah abstrak mungkin sebagian benar, tetapi Allah kita juga sangat nyata. Realitas adalah Roh. Roh itu adalah realitas Allah, realitas Kristus (Yoh. 14:16-20; 1 Kor 15:45b; 2 Kor 3:18), realitas firman Allah (Yoh. 17:17), dan realitas kebangkitan Kristus.
Roh Itu Adalah Roh Pemberi-hayat
Dalam ekonomi-Nya, Allah melewati tahapan yang berbeda. Allah ada dalam kekekalan yang lampau. Ketika Dia dalam kekekalan, Dia hanya ilahi, Dia tidak memiliki keinsanian. Tetapi suatu hari sekitar empat ribu tahun setelah Dia menciptakan manusia, Dia menjadi manusia. Dia mengambil bagian sifat manusia, darah dan daging manusia (Ibr. 2:14). Ini adalah tahap lain dari Allah. Ia menjadi Imanuel (Mat. 1:23). Ia menjadi Manusia-Allah.
Allah kita, Allah orang Kristen, sangat berbeda dari Allah orang-orang Yahudi. Karena ketidakpercayaan orang Yahudi kepada Yesus, Allah mereka hanyalah dalam keilahian, bukan dalam keinsanian. Orang-orang Yahudi tidak percaya bahwa Yesus hari ini adalah Yehova mereka dalam Perjanjian Lama. Yehova dalam Perjanjian Lama adalah hanya Allah, tetapi Yesus hari ini adalah Allah ditambah manusia. Manusia Yesus ini, Adam yang akhir, menjadi Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45b.). Dalam Perjanjian Baru, ada dua "menjadi" besar. Pertama, Allah menjadi manusia, Firman itu telah menjadi daging (Yoh. 1:14). Kedua, Manusia-Allah ini menjadi Roh pemberi-hayat. Ini adalah tahapan yang berbeda dari Allah.
Dalam kekekalan yang lampau Roh Allah hanyalah Roh keilahian. Tetapi Allah menjadi manusia, dan Manusia-Allah ini menjadi Roh pemberi-hayat. Sekarang Roh Allah juga Roh manusia Yesus. Kisah Para Rasul 16:7 mengatakan “Roh Yesus.” Roh Yesus adalah Roh Allah dengan keinsanian Yesus. Roh Kristus disebutkan dalam Roma 8:9 dan Roh Yesus Kristus dalam Filipi 1:19. Roh Kristus dan Roh Yesus Kristus adalah satu Roh, yang mencakup baik keilahian maupun keinsanian.
Dalam Yohanes 7 Tuhan Yesus berkata bahwa Roh itu akan menjadi aliran yang keluar dari batin seorang beriman (ayat 38). Ayat 39 mengatakan bahwa Roh ini belum ada karena Yesus belum dimuliakan. Pada waktu itu Yesus belum dimuliakan dalam kebangkitan-Nya. Dia belum menjadi Roh pemberi-hayat dalam kebangkitan-Nya. Roh pemberi-hayat ini, yang Yesus menjadi, adalah Roh Allah dalam tahap yang lain.
Pada satu tahap dalam kekekalan yang lampau, Dia hanya Roh keilahian, tanpa keinsanian. Tetapi setelah kebangkitan Yesus, Roh itu sekarang Roh Yesus Kristus. Yesus menjadi Roh pemberi-hayat dalam kebangkitan, sehingga Roh itu telah menjadi Roh Yesus Kristus dengan keinsanian dalam kebangkitan. Hari ini Roh itu yang ada di dalam kita bukan hanya Roh Kudus dan Roh Allah tetapi juga Roh Yesus Kristus. Dia adalah ilahi, dan Dia juga insani. Dia bukan saja insani dalam inkarnasi tetapi juga insani dalam kebangkitan. Hari ini Dia adalah Roh yang demikian.
Roh Majemuk yang Almuhit
Allah, manusia, kematian Yesus, dan kebangkitan Kristus yang diramu bersama-sama menjadi Roh majemuk. Hal ini sesuai dengan lambang Roh almuhit sebagai minyak urapan dalam Keluaran 30. Minyak urapan ini memiliki dasar satu hin minyak zaitun. Kemudian minyak ini diramu dengan empat macam rempah—mur, kayu manis, deringo, dan kayu teja (ayat 23-25??). Sebuah catatan samping dalam Alkitab Newberry mengatakan bahwa minyak urapan dalam Keluaran 30 menunjukkan Roh Kudus. Saya membaca ini bertahun-tahun yang lalu dan tahu bahwa minyak ini melambangkan Roh, tetapi saya melihat tidak sampai jauh kemudian bahwa itu melambangkan Roh majemuk. Hari ini Roh Yesus Kristus bukan hanya Roh keilahian tetapi juga Roh majemuk keilahian, keinsanian, kematian keinsanian Yesus, dan kebangkitan keinsanian Kristus yang diramu bersama-sama. Hari ini Roh Kudus yang kita miliki adalah Roh majemuk.
Ketika saya sebagai seorang Kristen muda, saya diberi tahu bahwa saya disalibkan dengan Kristus. Saya tidak mengerti bagaimana penyaliban Kristus bisa melibatkan saya ketika Ia meninggal dua ribu tahun yang lalu. Bagaimana saya bisa berada di sana? AB Simpson menunjukkan bahwa kita perlu memperhitungkan bahwa kita telah disalibkan, berdasarkan pada kata Paulus dalam Roma 6:11. Menurut pandangan kita, kematian Kristus adalah jauh dari kita dalam waktu dan ruang. Tetapi karena Allah telah menempatkan kita ke dalam Kristus, sejarah-Nya adalah pengalaman kita.
Sebenarnya mereka yang keturunan orang Eropa datang ke Amerika Serikat sekitar dua ratus tahun yang lalu, sebelum mereka lahir. Mereka lahir di Amerika, tetapi nenek moyang mereka bukan orang Amerika. Ketika nenek moyang mereka datang ke Amerika Serikat, mereka datang dalam leluhur mereka. Ibrani 7 berbicara tentang fakta bahwa suku Lewi mempersembahkan persepuluhan kepada Melkisedek melalui Abraham bapak mereka (ayat 9), karena mereka berada di dalam Abraham ketika ia bertemu Melkisedek (ayat 10). Dengan demikian, sejarah nenek moyang kita adalah pengalaman kita, dan kita dapat memperhitungkan sesuai dengan realisasi ini.
Allah menempatkan kita ke dalam Kristus (1 Kor. 1:30.). Kristus mati di Kalvari dua ribu tahun yang lalu. Karena kita di dalam Dia, kita mati juga. Ini adalah cara kita harus memperhitungkan kita telah mati bersama-sama dengan Kristus (Gal. 2:20). Ini cukup logis. Namun, ketika kita masuk ke pengalaman kita, memperhitungkan diri kita untuk mati tidak berkhasiat. Semakin kita memperhitungkan bahwa kita telah mati, semakin kelihatan bahwa kita hidup.
Suatu hari Saudara Watchman Nee mengatakan kepada kami bahwa kematian Kristus dalam Roma 6 ada dalam Roh dalam Roma 8. Kematian Kristus, terutama khasiat kematian-Nya, yang diramu dalam Roh. Di dalam Roh ada kekuatan dan khasiat dari kematian Kristus. Saat ini obat yang diresepkan untuk penyakit tertentu memiliki esens yang berbeda. Salah satu esens dari obat adalah esens merawat sementara esens lain membunuh kuman. Hari ini Roh majemuk adalah dosis yang terbaik dan besar yang Allah resepkan untuk kita. Dia adalah dosis almuhit kita. Jika kita sering marah, kita perlu sering mengambil dalam Roh Yesus. Roh Yesus memiliki unsur kematian Kristus untuk membunuh kuman marah kita.
Menyeru Nama Tuhan untuk Menerima Roh Itu
Roh yang kita miliki hari ini adalah Roh yang telah rampung, bukan Roh yang "mentah." Roh ilahi telah dirampungkan dengan keinsnaian, dengan kemanisan dan khasiat kematian Kristus, dan dengan kuasa kebangkitan Kristus. Roh ini terwujud menjadi dosis yang Allah resepkan untuk kita. Kita hanya harus mengambil dosis ini dengan terus menyeru nama Tuhan—“O Tuhan Yesus. O Tuhan Yesus." Obat-obatan tertentu diresepkan untuk tekanan darah tinggi. Dalam waktu singkat setelah mereka ambil, tekanan darah seseorang akan turun. Kita perlu mengambil dosis berkhasiat demikian bagi kehidupan kristiani dan hidup gereja kita. Dosis ini adalah Roh majemuk.
Kita dapat mengambil dosis ini dengan menyeru, “O Tuhan Yesus.” Tidak perlu kita berteriak. Jika kita menyeru Tuhan berulang-ulang, amarah kita akan pergi. Inilah sebabnya mengapa kita diberi tahu untuk berdoa tanpa henti (1 Tes. 5:17). Untuk berdoa kita harus mengatakan, "O Tuhan Yesus." Sebab menyeru nama Tuhan adalah untuk menghirup Roh itu. ME Barber menulis sebuah kidung yang mengatakan, “Asal hirup nama Yesus, air hayat ku minum” (Kidung no, 65—bait 2). Ketika kita menghirup nama Yesus dengan menyeru nama-Nya, kita minum dari Roh hayat. Untuk menyeru Tuhan adalah untuk bernapas dalam Roh (Rat. 3:55-56).
Roh itu hari ini adalah Allah Tritunggal yang telah rampung. Dia adalah Roh Allah yang telah rampung yang diramu dengan keilahian, dengan keinsanian, dengan kematian Yesus, dan dengan kebangkitan Kristus. Dalam Filipi 1:19 Paulus mengatakan tentang suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus. Roh Yesus Kristus adalah limpah lengkap. Dia kaya berlimpah, dan Dia memiliki suplai yang limpah lengkap. Bagaimana kita bisa menjamah-Nya dan mendapatkan-Nya? Kita harus menyeru nama Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah nama, dan Roh Yesus Kristus adalah persona. Jika kita menyeru nama seseorang, ia dapat merespons, "O, aku di sini." Jika kita menyeru, "O Tuhan Yesus," Roh mengatakan, "Ya, aku di sini." Hal ini karena Roh adalah persona.
Kita perlu menyeru nama Tuhan di setiap tempat (1 Kor. 1:2.). Beberapa saudara dan saudari mungkin tidak mau menyeru Tuhan di hadapan orang lain dalam sidang-sidang karena mereka merasa bahwa mereka terlalu bermartabat. Jika saudara adalah seorang profesor, ia mungkin merasa bahwa jika ia menyeru Tuhan, ia akan kehilangan martabatnya. Hal ini lebih mudah bagi orang-orang muda untuk menyeru Tuhan. Orang-orang kudus tua dapat menyeru Tuhan secara pribadi dan diam-diam, tetapi mereka tidak dapat menyeru Tuhan secara umum dalam sidang-sidang. Namun, jika kita tidak menyeru Tuhan, kita menolak untuk mengambil Roh itu sebagai obat kita, sebagai dosis kita. Ini bukan hal yang memalukan untuk mengambil obat terbaik. Kita harus menyeru nama Tuhan untuk menerima Roh itu.
Kaum Beriman Perlu Dipenuhi di Batin dengan Roh Esensial
dan Diluapi di Lahir dengan Roh Ekonomikal
Roh adalah agregat dari Allah Tritunggal, Allah Tritunggal yang telah rampung. Allah Tritunggal yang diwujudkan dalam Kristus, dan Kristus direalisasikan sebagai Roh itu. Roh itu hari ini adalah Yesus yang hidup dan realitas Allah Tritunggal. Cara untuk menikmati Dia dan dipenuhi dengan-Nya adalah berdoa. Kemudian kita akan dipenuhi dengan Dia di batini sebagai Roh esensial bagi hayat dan kehidupan kita dan diluapi dengan Dia di lahir sebagai Roh ekonomikal bagi kuasa dalam pelayanan dan pekerjaan kita (Kis. 13:52; 2:4a; 4:31b).
Sebelum saya berbicara kepada orang-orang kudus dalam pelayanan, saya harus berdoa. Tanpa berdoa, saya tidak bisa berbicara. Sebelum datang untuk berbicara, saya sering berdoa, "Tuhan, penuhi aku di batin sebagai esens, sebagai hayat, dan luapi aku di lahir sebagai kekuatan untuk pengaruh." Tuhan mendengar doa ini. Ketika saya berbicara, saya memiliki Roh sebagai esensial di batin. Saya tidak kosong, tetapi penuh dengan Roh. Saya juga memiliki pengalaman atas Roh di atas saya sebagai kuasa saya untuk pengaruh. Kita semua perlu dipenuhi di batin dengan Roh esensial bagi hayat dan realitas diri kita dan diluapi di lahih dengan Roh kuasa bagi ekonomi Allah untuk melaksanakan pekerjaan Allah.
Kaum Beriman perlu Hidup, Bertindak, dan Melakukan Segala Sesuatu
oleh, dalam, dan menurut Roh Itu
Kaum beriman harus hidup, bertindak, dan melakukan segala sesuatu oleh, dalam, dan menurut Roh itu (Gal. 5:16, 25; Rm. 8:4). Inilah kehidupan orang Kristen dan juga kehidupan gereja yang korporat.
Gereja sebagai Mempelai Perempuan Kristus Perlu Menjadi Satu dengan Roh Itu
Gereja sebagai mempelai perempuan Kristus harus menjadi satu dengan Roh iyu (Why. 22:17). Akhirnya, seluruh gereja adalah satu dengan Roh itu. Satu Korintus 6:17 mengatakan, "Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan menjadi satu roh dengan Dia". Seluruh gereja harus satu roh dengan Tuhan. Jika kita semua hidup, bertindak, dan melakukan segala sesuatu dengan, dalam, oleh, dan melalui Roh itu, gereja akan benar-benar satu dengan Roh itu. Inilah gereja, Tubuh Kristus, yang Tuhan dambakan.