NAGA MERAH PADAM YANG BESAR DAN PENGANIAYAAN YANG DILAKUKANNYA
Dalam Wahyu 12 ada tiga tokoh penting: perempuan, anak laki-laki, dan naga merah padam yang besar. Dari abad ke abad, terus terjadi peperangan antara perempuan dengan ular itu. Sesungguhnya, perang itu bukan dilakukan oleh perempuan itu, melainkan oleh anak laki-laki. Pasal ini meliputi semua generasi dari Kejadian 3:15 hingga akhir zaman ini, namun secara khusus memberikan gambaran yang lebih rinci tentang kegiatan Iblis selama tiga setengah tahun yang terakhir. Peperangan ini dimulai dari Kejadian 3:15, dan akan berakhir pada tiga setengah tahun yang terakhir. Perempuan dengan anak laki-laki dan ular, yang telah menjadi naga besar, akan berperang terus hingga saat kebangkitan para pemenang yang telah mati. Bila semua orang saleh pemenang yang telah mati dibangkitkan seba-gai satu kesatuan, anak laki-laki akan muncul dengan sem-purna. Kesatuan yang utuh ini, yaitu bagian yang lebih kuat dari umat Allah, akan diangkat sebelum kesusahan besar, bukan diangkat ke angkasa, melainkan ke takhta Allah. Setelah pengangkatan anak laki-laki, tibalah masa tiga setengah tahun yang terakhir, atau seribu dua ratus enam puluh hari itu.
Setelah anak laki-laki diangkat ke takhta Allah, akan terjadi peperangan di surga. Ini menunjukkan bahwa kaum saleh pemenang mempunyai pengaruh yang besar terhadap peperangan yang akan datang di surga. Peperangan ini akan dimulai bila kaum saleh pemenang dibangkitkan kem-bali dan diangkat. Setelah itu, akan terjadi peperangan an-tara Iblis dan malaikat-malaikatnya dengan Mikhael, peng-hulu malaikat, dan malaikat-malaikatnya. (Sebelum Iblis jatuh, ia juga penghulu malaikat). Setelah anak laki-laki diangkat ke takhta, tidak ada lagi tempat untuk naga itu. Naga itu akan dikalahkan dan dilemparkan ke bumi. Ketika ia dilempar ke bumi, kesusahan besar pun dimulailah. Sela-ma periode ini, naga itu dengan sekuat tenaganya melakukan apa saja untuk merusak manusia yang diciptakan Allah bagi tujuan-Nya. Karena sampai sekarang Allah belum memper-oleh anak laki-laki, maka Ia belum ada jalan untuk melem-parkan Iblis dari surga ke bumi. Allah memerlukan seorang manusia korporat untuk menggenapkan hal ini bagi-Nya.
Gambaran dalam Wahyu 12, yang terpusat pada tiga setengah tahun yang terakhir, menggambarkan suatu gam-baran yang lengkap tentang permusuhan antara ular dengan perempuan itu. Ketika Iblis sudah dilemparkan ke bumi, ia akan dengan sekuat tenaga menyerang perempuan yang saat itu masih tinggal di bumi. Dalam berita ini kita perlu membahas naga merah padam yang besar dan penganiayaan yang dilakukannya.
I. NAGA ITU
Ayat 3 mengatakan, “Lalu tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.” Ular adalah binatang yang licik, sedangkan naga itu adalah binatang yang kejam dan sadis.
A. Besar
Ayat 3 mengatakan bahwa naga itu besar, namun dalam Kejadian 3, Iblis berwujud seekor ular, makhluk cip-taan yang kecil. Di sini dia telah menjadi seekor naga, jauh lebih besar daripada ular. Karena ular itu telah banyak ma-kan dari abad ke abad, akhirnya ia menjadi seekor naga yang besar.
B. Merah Padam
Naga besar ini berwarna merah padam. Merah, di sini melambangkan penumpahan darah akibat pembunuhan yang dilakukan Iblis (Yoh. 8:44). Habel adalah martir per-tama yang dibunuh oleh naga itu. Dalam Matius 23:35 Tuhan Yesus mengatakan darah Habel sebagai darah orang benar. Naga itu bukan saja besar, karena makannya yang banyak, tetapi juga merah padam, karena ia membunuh sangat banyak pemenang dari tahun ke tahun.
C. Tujuh Kepala
Naga besar berwarna merah padam itu berkepala tujuh, yaitu tujuh kaisar dari Kekaisaran Romawi (13:1; 17:10-11). Pada Wahyu 13:1, kita akan nampak bahwa ketujuh kepala itu adalah kepala binatang itu, dan binatang itu bukan saja akan menjadi Kekaisaran Romawi, tetapi juga menjadi An-tikristus. Dalam 17:9-10, kita diberi tahu bahwa ketujuh kepala itu adalah ketujuh kaisar. Naga itu berkepala tujuh, yaitu kepala dari ketujuh Kaisar dan juga kepala binatang itu (Antikristus), ini menyatakan bahwa naga dengan bina-tang itu adalah satu. Jadi, ketujuh kaisar dari Kekaisaran Romawi adalah tujuh kepala Iblis. Dari sini kita nampak bahwa Kekaisaran Romawi, khususnya Antikristus, adalah jelmaan Iblis.
D. Sepuluh Tanduk
Naga itu juga bertanduk sepuluh. Menurut 17:3 dan 12, kesepuluh tanduk itu adalah sepuluh raja di bawah An-tikristus. Pada masa mendatang, Kekaisaran Romawi akan dipulihkan dan akan muncul sepuluh raja. Kesepuluh raja ini sama dengan kesepuluh jari kaki dari patung besar da-lam mimpi Nebukadnezar (Dan. 2:42-44). Kekaisaran Ro-mawi, seperti kedua kaki patung besar itu, terbagi menjadi dua bagian — Kekaisaran Romawi barat dan Kekaisaran Romawi timur. Kesepuluh jari kaki itu masih belum muncul. Mereka akan menjadi sepuluh raja di bawah Antikristus. Kesepuluh raja ini akan menjadi kesepuluh tanduk naga besar. Ini menunjukkan bahwa Kekaisaran Romawi, Anti-kristus, dan kesepuluh raja, semuanya bersatu dengan Iblis.
E. Tujuh Mahkota
Pada ketujuh kepala dari naga itu terdapat tujuh mahkota yang menyatakan kemuliaan jabatan raja yang khusus dari ketujuh kaisar. Ketujuh kaisar itu semuanya mempunyai jabatan raja yang sangat khas. Jabatan raja itulah mahkota mereka. Ketujuh kaisar itu bersatu dengan Iblis, maka mahkota mereka juga adalah mahkota naga itu. Karena setiap orang dari ketujuh kaisar ini bersatu dengan Iblis, maka masing-masing menyerobot ke-Allahan, menyebut dirinya Allah, dan memaksa rakyat menyembah mereka sebagai Allah.
F. Ekornya Menyeret Sepertiga dari Bintang-bintang di Langit
Ayat 4 mengatakan, “Ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bu-mi.” “Bintang-bintang di langit” di sini melambangkan ma-laikat (Ayb. 38:7; Yes. 14:12). Sepertiga dari bintang-bin-tang di langit tentu mengacu kepada malaikat-malaikat jatuh yang mengikuti Iblis memberontak kepada Allah. Se-telah anak laki-laki diangkat ke surga, ia tidak bisa bersa-bar lebih lama lagi atas hadirnya Iblis di surga. Surga akan dibersihkan, dan Iblis akan dilemparkan ke bumi. Ketika Iblis dilemparkan ke bumi, semua malaikat yang telah ja-tuh juga akan dilemparkan bersamanya (ayat 9). Pada saat itu, bumi akan dipenuhi dengan malaikat-malaikat yang telah jatuh, yang akan merusak tempat kediaman manusia yang memberontak kepada Allah. Bumi akan berubah men-jadi tempat yang mengerikan! Saya tidak ingin masih ting-gal di bumi pada saat itu.
Pernahkah Anda memperhatikan bahwa di dalam kata “naga” atau “dragon” dalam bahasa Inggrisnya terdapat kata-kata “drag-on” (yang berarti menyeret-nyeret)? Naga ini menyeret apa saja. Penyeretan apa saja yang terdapat dalam hidup gereja merupakan satu tanda dari naga itu. Naga itu bukan hanya menyeret malaikat-malaikat, kadangkadang juga menyeret kaum saleh.
G. Berdiri di Hadapan Perempuan Itu
Ayat 4 mengatakan “Lalu naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.” Naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak mela-hirkan itu, menandakan Iblis selalu menentang umat Allah. Mulai dari Kejadian 3:15 hingga hari ini, Iblis, si ular tua, tidak henti-hentinya menyerang perempuan tersebut, ber-usaha menelan anaknya. Pada tiga setengah tahun yang terakhir, Iblis akan menentang bagian umat Allah yang masih tertinggal di bumi selama kesusahan besar.
Jangan menerima pengajaran yang salah yang menga-takan bahwa semua orang Kristen akan diangkat sebelum kesusahan besar. Dalam Alkitab tidak ada ayat yang me-ngatakan demikian. Saya telah mempelajari perkara keter-angkatan ini lebih dari lima puluh tahun. Saya menemukan bahwa penelaah-penelaah Alkitab yang senior dan berbobot berpendapat bahwa mengatakan semua orang Kristen akan diangkat sebelum kesusahan besar dan tidak seorang ber-iman pun akan melewati kesusahan besar adalah pendapat yang salah. Pengajaran semacam itu keliru. Jika Anda me-nerimanya, Anda mungkin akan tertinggal dalam kesusah-an besar. Dalam 12:5 kita nampak bahwa anak laki-laki akan diangkat ke hadapan Allah sebelum tiga setengah ta-hun yang terakhir. Setelah pengangkatan anak laki-laki, sisa keturunan perempuan itu, termasuk orang-orang Yahudi yang memelihara perintah Allah dan orang-orang Kristen yang mempunyai kesaksian Yesus, akan ditinggalkan di bumi. Di satu pihak, anak laki-laki akan diangkat sebelum masa tiga setengah tahun itu, dan di pihak lain, sisa ke-turunan perempuan itu, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen lainnya, akan ditinggalkan di bumi un-tuk mengalami sebagian besar kesusahan besar itu. Setelah Iblis dilemparkan ke bumi, ia akan dengan sekuat tenaga menganiaya umat Allah yang masih tertinggal di bumi setelah pengangkatan anak laki-laki.
H. Ular Tua
Ular tua adalah binatang yang licik, penipu. Bila Alkitab membicarakan ular, pasti yang dimaksud adalah si licik itu (Kej. 3:1). Sampai Wahyu 12, ular yang di sini bukanlah ular yang baru; ia adalah ular tua, yang hampir berumur enam ribu tahun.
I. Iblis
Ayat 9 mengatakan bahwa naga besar berwarna merah padam itu disebut Iblis. Kata Yunani untuk Iblis adalah “diabolos”, yang berarti pendakwa atau pemfitnah. Iblis men-dakwa kita di hadapan Allah dan memfitnah kita di hadapan manusia. Iblis mendakwa Ayub (Ayb. 1:9; 2:4-5) dan Yosua (Za. 3:1-2) dan kini mendakwa kaum beriman di hadapan Allah, siang dan malam (ayat 10). Iblis tidak saja mendak-wa kita di hadapan Allah, ia juga memfitnah Allah di depan kita. Ketika Iblis pergi kepada Allah, di hadapan-Nya ia mendakwa kita. Tetapi ketika ia datang kepada kita, ia memfitnah Allah. Jangan Anda kira fitnahnya itu kelihatan jelas, karena sering kali ia memfitnah Allah secara licik. Sebagai contoh, ia memfitnah Allah dengan mengajukan pertanyaan di dalam Anda, “Mengapa Allah memperlakukan aku demikian?” Pertanyaan ini adalah sejenis fitnah. Mung-kin di dalam Anda timbul pertanyaan, mengapa Allah mem-perlakukan saya demikian? Jangan mengira pertanyaan itu timbul dari diri Anda sendiri. Tidak, itu adalah perkataan Iblis di dalam Anda. Pertanyaan yang mempertanyakan fir-man Allah di dalam Alkitab juga merupakan fitnah. Jika Anda mau menerima fitnahan yang kecil, Iblis akan mem-berikan fitnahan yang lebih besar kepada Anda. Lalu Anda akan berkata bahwa mungkin Allah itu tidak setia. Betapa hebatnya fitnah itu! Arti nama Iblis adalah pendakwa dan pemfitnah.
J. Satan
Naga besar itu juga disebut Satan (12:9). Dalam baha-sa Yunani, kata Satan berarti “seteru”. Satan bukan hanya menjadi musuh Allah di luar Kerajaan Allah, juga menjadi seteru Allah di dalam Kerajaan Allah, memberontak kepada Allah. Musuh menunjukkan lawan di luar wilayah Allah; se-dang seteru menunjukkan lawan di dalam wilayah Allah. Satan pernah berada di dalam wilayah Allah; ia bukan orang luar. Karena itu, dari dulu sampai sekarang ia tetap seteru Allah. Di manakah seteru ini sekarang? Ia ada di da-lam Anda. Ia bukan saja musuh yang di luar, ia juga sete-ru yang di dalam. Melindungi diri terhadap musuh yang di luar jauh lebih mudah daripada melindungi diri terhadap seteru, karena seteru ada di dalam Anda. Seteru ada di dalam rumah Anda.
Anda perlu mengenal bahwa seteru ini ada di dalam Anda. Sering kali ia berpura-pura menjadi Anda. Karena ti-dak menyadari bahwa sesungguhnya itu adalah dia, maka Anda mengira itu adalah Anda sendiri. Sering kali ketika Anda berbuat kekeliruan, Anda tidak perlu menyalahkan diri Anda begitu hebat. Sebaliknya katakanlah, “Satan, ka-mu harus menanggung kesalahan ini, karena kesalahan ini bukan kesalahanku, melainkan kesalahanmu.” Beranikah Anda berkata demikian kepadanya? Anda mungkin tidak berani mengatakannya, karena Anda telah ditipu. Sebelum 1936, saya telah tertipu selama belasan tahun lebih. Ketika pikiran yang kotor memasuki pikiran saya, saya mengakui-nya dan berkata kepada Tuhan betapa buruknya saya dan mohon Dia mengampuni saya. Tetapi semakin saya meng-akuinya, pikiran-pikiran kotor itu semakin banyak mera-suki saya. Suatu hari, pada tahun 1936, saya nampak saya telah tertipu oleh Satan. Pikiran-pikiran kotor itu bukan berasal dari diri saya, melainkan dari si jahat. Sejak saat itu, saya tidak mau mengakui perkara-perkara itu lagi. Se-bagai gantinya saya berkata, “Satan, bawa pergi pikiran-pikiran itu. Aku tidak sudi ditipu olehmu! Itu bukan pikir-an-pikiranku, melainkan pikiranmu! Sekarang menyingkirlah. Satan, kamu harus dihukum!” Janganlah berbaik hati ke-pada Satan dan jangan mau ditipu olehnya. Kita harus de-ngan penuh keberanian menghadapinya. Satan ada di dalam Anda. Karena itu, ia berpura-pura menjadi Anda. Jadi, An-da harus berkata kepadanya, “Satan, ini bukan aku, ini adalah kamu. Aku tidak peduli kamu di luar atau di dalamku, kamu adalah kamu. Kamu adalah seteru itu.” Belajarlah berkata demikian kepadanya. Janganlah tertipu dengan percaya bahwa Anda itu jelek dan buruk. Yang jahat bukan Anda melainkan Satan. Dulu sebelum kita bertobat, kita tidak mau mengakui kalau kita itu jahat dan buruk. Kita congkak dan sombong, dan berkata, “Aku tidak berdosa, aku sempurna.” Tetapi setelah kita bertobat, diselamatkan, dan menerima anugerah, seteru yang licik itu datang kepada kita, menghasut kita sehingga kita mengira kita demikian kotor dan demikian buruk. Itulah pikiran si seteru.
Selama bertahun-tahun saya tidak tahu perbedaan an-tara musuh dengan seteru. Sebagai seteru, Satan bahkan ada di dalam gereja berpura-pura menjadi sesuatu yang lain. Dalam Matius 16:22 kita nampak bahwa Petrus telah tertipu. Petrus mengira dialah yang berbicara, namun sesungguh-nya adalah Satan, Iblis. Tuhan menyingkapkan si seteru, kata-Nya, “Enyahlah Iblis” (Mat. 16:23). Demikian pula, da-lam pengalaman kita, sering kali bukan kita yang mela-kukannya, melainkan Satan, seteru itu.
K. Penyesat Seluruh Dunia
Ayat 9 mengatakan bahwa naga besar, yang disebut Iblis atau Satan, “menyesatkan seluruh dunia”. Tidak ada yang dikecualikannya, setiap orang ditipunya. Setiap orang di bumi, dari yang paling tinggi hingga yang paling rendah, dari yang paling besar hingga yang paling kecil, telah ditipu oleh Iblis. Jika kita ingin mengetahui siapakah naga besar itu, kita harus mengetahui semua aspek tentang dirinya.
II. PENGANIAYAAN DARI NAGA BESAR
A. Dilemparkan dari Surga ke Bumi
Sekarang kita perlu meninjau penganiayaan yang dila-kukan naga itu. Ayat 13 mengatakan, “Ketika naga itu sa-dar bahwa ia telah dilemparkan ke atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan anak laki-laki itu.” Naga itu akan dilemparkan dari surga ke bumi (ayat 9-10, 13). Se-perti yang telah kita katakan, hal ini belum terjadi karena anak laki-laki masih belum dilahirkan dan diangkat ke surga. Tetapi pada suatu hari, anak laki-laki akan dibang-kitkan dan diangkat, dan Iblis akan dilemparkan.
B. Ia Tahu, Waktunya Sudah Singkat
Setelah Iblis dilemparkan ke bumi, ia tahu bahwa “waktunya sudah singkat” (ayat 12). Waktu yang singkat di sini mengacu kepada tiga setengah tahun kesusahan besar (ayat 14; 13:5; 11:2).
C. Dalam Geramnya yang Dahsyat
Naga itu juga berada dalam geramnya yang dahsyat (ayat 12). Ia marah karena kehilangan wilayahnya di surga dan di angkasa. Ia dilemparkan ke bumi dan dibatasi di bumi. Hal itu membuatnya marah sekali.
D. Menganiaya Perempuan Itu
Naga itu akan menganiaya perempuan yang melahirkan anak laki-laki tersebut. Iblis akan memusatkan semua kebenciannya ke atas diri umat Allah. Karena itu, saya menganjuri Anda bersiap-siap menjadi pemenang. Kalau tidak, Anda akan menjadi bagian dari perempuan yang ditinggalkan yang akan mengalami sebagian besar dari tiga setengah tahun itu. Pada saat itu, Anda akan menghadapi naga yang marah besar.
E. Dari Mulutnya Menyemburkan Air
Sebesar Sungai ke Arah Perempuan Itu
Ayat 15 mengatakan, “Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.” “Air” di sini melam-bangkan bala tentara yang akan diutus Iblis untuk memus-nahkan umat Allah (Yes. 8:7-8; 17:12-13; Yer. 46:7-9; 47:2-3). Iblis akan mengucapkan sepatah kata kepada raja-raja di bumi ini agar menghimpun seluruh tentara mereka dan menganiaya umat Allah. Ketiga roh najis yang menyerupai katak akan keluar dari mulut naga, dari mulut binatang itu, dan dari mulut nabi palsu (16:13). Roh-roh najis ini akan “pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa” (16:14). Roh-roh itu akan menghasut raja-raja pemberontak agar mereka mengirim-kan pasukan tentara mereka untuk menganiaya umat Allah, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang setia. Jika Anda tertinggal serta mengalami kesusahan besar, Anda akan merasakan penderitaan ini.
F. Memerangi Sisa Keturunan Perempuan Itu
Ayat 17 mengatakan, “Naga itu pun marah kepada pe-rempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki
kesaksian Yesus.” “Keturunannya yang lain” melambangkan umat Allah selain anak laki-laki, yaitu bagian yang agak lemah dari perempuan itu. Di antaranya ada sebagian orang-orang Yahudi yang memelihara perintah Allah, dan sebagi-an kaum beriman yang mempertahankan kesaksian Yesus. Iblis tidak saja menganiaya perempuan itu, tetapi juga me-merangi keturunannya yang lain, yaitu bagian yang lebih lemah dari perempuan itu.
III. PEMELIHARAAN ALLAH
TERHADAP PEREMPUAN ITU
A. Memberinya Dua Sayap Burung Nasar
yang Besar, supaya Ia Terbang ke Tempatnya di Padang Gurun
Ayat 14 mengatakan, “Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia ter-bang ke tempatnya di padang gurun.” Burung nasar yang besar melambangkan Allah, dan kedua sayap melambang-kan kekuatan penyelamatan Allah (Kel. 19:4; Ul. 32:11-12). Sebagaimana Allah memimpin bani Israel terlepas dari penganiayaan Firaun, demikian pula Ia akan memimpin umat-Nya terlepas dari penganiayaan Iblis dalam kesusah-an besar. Allah yang Mahakuasa akan memberi umat-Nya kekuatan ilahi untuk terlepas dari penganiayaan Iblis.
Sebagian orang mungkin bingung sebenarnya apakah padang gurun itu. Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini dengan pasti, tetapi saya mempunyai pandangan tersen-diri tentang padang gurun itu. Meskipun saya tidak ingin menafsirkan ayat ini, namun saya mau membagikan pandangan saya kepada Anda tentang padang gurun itu. Sejak dulu, Amerika Serikat adalah suatu tempat pelarian bagi orang-orang yang mempunyai hati nurani yang murni terhadap Tuhan. Kita semua paham dan kenal dengan se-jarah Mayflower. Para musafir yang melarikan diri dari penganiayaan dan pergi ke Amerika Serikat. Selama lebih dari tiga ratus tahun, Amerika dipakai oleh Allah sebagai kota pengungsian bagi para pelarian-Nya. Lambang negara ini adalah burung nasar. Sewaktu penganiayaan tiba, ke-mungkinan banyak dari umat Allah yang melarikan diri ke Amerika Serikat dengan pesawat udara. Haleluya! Negara ini adalah padang gurun di bumi untuk pelarian umat Allah! Sampai hari ini pun, Amerika Serikat masih tetap meru-pakan kota pengungsian bagi para pelarian.
B. Bumi Membuka Mulutnya dan Menelan Sungai Itu
Kita telah nampak bahwa naga itu akan “menyembur-kan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu.” Ayat 16 mengatakan, “Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.” Pada saat itu, sama seperti dalam Bilangan 16:31-33, bumi akan membu-ka dan menelan bala tentara yang akan diutus Iblis. Ini berarti, selama tiga setengah tahun itu akan terjadi ba-nyak sekali gempa bumi. Allah akan menggunakan gempa-gempa ini agar bumi membuka mulutnya dan menelan tentara yang diutus Iblis. Pada saat itu janganlah berada di bumi, sebaiknya kita mengamati perkara itu dari langit. Ketika Allah mengirimkan gempa bumi selama kesusahan besar, bumi tidak lagi menjadi tempat yang indah, yang da-pat didiami oleh manusia dengan damai sejahtera. Allah akan mengguncangkan bumi, tidak hanya untuk memberi peringatan kepada penghuni bumi, juga untuk menelan tentara Iblis. Iblis akan mengutus katak-kataknya untuk menghasut raja-raja di bumi agar mengirim tentara mere-ka, tetapi Allah akan menggoyangkan jari kelingking-Nya untuk mengguncangkan bumi, supaya bumi menelan tenta-ra-tentara itu. Inilah cara yang akan Allah lakukan untuk membereskan keadaan.
C. Memelihara Dia di Padang Gurun Selama Seribu Dua Ratus Enam Puluh Hari
Ayat 6 mengatakan, “Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ selama seribu dua ratus enam puluh hari.” Ayat 14 mengatakan bahwa pe-rempuan itu akan “terbang ke tempatnya di padang gurun”, di mana ia akan “dipelihara jauh dari tempat ular itu se-lama satu masa dan dua masa dan setengah masa”. Sete-lah anak laki-laki itu diangkat, perempuan itu akan ter-tinggal di bumi mengalami penganiayaan (ayat 13). Pada masa kesusahan besar, Allah akan menyediakan tempat untuk perempuan itu. Di sana perempuan itu akan dipeli-hara selama “satu masa dan dua masa dan setengah masa” atau “seribu dua ratus enam puluh hari”, tiga setengah tahun kesusahan besar, sebelum Allah membawa umat-Nya ke dalam Kerajaan Seribu Tahun. (Hal ini mirip dengan waktu Firaun menganiaya bani Israel dan Allah membawa umat-Nya ke padang gurun, memelihara mereka di sana, sebelum membawa mereka masuk ke dalam tanah permai). Amerika Serikat begitu kaya makanan, sehingga bisa meme-lihara orang sebanyak-banyaknya. Tidak ada negara yang kaya makanan melebihi Amerika Serikat. Puji Tuhan, ada tempat yang demikian kaya untuk pemeliharaan di bumi ini!
Kita telah melihat gambaran umum tentang hari yang akan datang. Sejak Kejadian 3:15, baik perempuan itu mau-pun ular telah muncul, saling berperang satu sama yang lain. Tahun demi tahun, peperangan ini akan bertambah sengit, dan semakin hebat. Ini akan terus berlangsung sam-pai semua orang saleh martir dibangkitkan dan diangkat ke surga sebagai anak laki-laki. Ketika mereka sampai di takhta, mereka akan berkata, “Hai Iblis, kami di sini. Ka-rena kami telah datang, maka kamu harus turun ke bu-mi.” Kemudian Mikhael, penghulu malaikat, dan malaikat-malaikatnya akan berperang melawan naga itu dan malai-kat-malaikatnya. Naga itu akan dilemparkan ke bumi, dan kesusahan besar akan mulai. Selama itu, naga itu akan menganiaya dan memerangi umat Allah yang masih ada di bumi. Hal ini akan berlangsung selama tiga setengah ta-hun. Tetapi Allah tetap berdaulat. Di pihak lain, Ia akan menelan tentara Iblis dengan membelah bumi. Di satu pi-hak, Ia akan memberikan jalan kepada umat-Nya untuk melarikan diri dan Ia juga akan memelihara umat-Nya di tempat yang khusus. Allah akan melindungi umat-Nya. Na-mun, biar bagaimanapun, saya tidak ingin menikmati pe-meliharaan dan penjagaan yang seperti itu. Saya lebih su-ka diangkat sebelum kesusahan besar. Bagaimana dengan Anda? Puji Tuhan atas gambaran yang jelas tentang hari-hari yang akan datang!