ANAK LAKI-LAKI DAN SISA KETURUNAN PEREMPUAN ITU
Kita telah melihat bahwa perempuan dalam Wahyu 12 bukanlah perempuan individual, melainkan perempuan kor-porat dan universal yang melambangkan seluruh umat Allah. Dalam Kejadian 3:15 perempuan itu bersifat lokal dan indi-vidual; dan keturunannya, Kristus, juga bersifat individual; sedang ular itu adalah seekor ular yang kecil. Ketiganya, perempuan itu, keturunannya, dan ular, bersifat individual dan dalam ukuran kecil. Tetapi dalam Wahyu 12, perem-puan itu bersifat universal dan korporat, melambangkan seluruh umat Allah: mulai dari nenek moyang yang diwa-kili oleh kedua belas bintang; Israel yang diwakili oleh bulan; dan gereja, kaum beriman Perjanjian Baru, yang diwakili oleh matahari. Dalam Wahyu 12, ular yang kecil itu telah menjadi seekor naga. Kalau ular itu merayap di tanah, ma-ka naga itu terbang di udara. Sekarang Iblis bukan hanya bergerak di bumi, tetapi juga sangat aktif di udara. Ketu-runan perempuan dalam pasal ini bukan hanya Kristus secara individual, melainkan satu kesatuan yang korporat, Kristus yang korporat, meliputi Kristus sebagai Kepala dan seluruh kaum beriman pemenang sebagai Tubuh-Nya. Karena itu, ketiga hal yang terdapat dalam Kejadian 3:15, terlihat dalam bentuk yang sangat berkembang pesat dalam Wahyu 12. Dalam berita ini kita perlu melihat anak lakilaki dan sisa keturunan perempuan itu.
I. ANAK LAKI-LAKI
A. Bagian yang Lebih Kuat dalam Perempuan Itu
Wahyu 12:2 mengatakan bahwa perempuan itu sedang mengandung; dan ayat 5 mengatakan, “Ia melahirkan se-orang Anak laki-laki.” Anak di sini adalah seorang anak laki-laki, mewakili bagian yang lebih kuat di antara umat Allah. Dalam ayat 2, anak itu masih berada di dalam pe-rempuan itu, namun Alkitab tidak menyebutnya seorang bayi, melainkan seorang anak laki-laki. Melalui mendoa-bacakan potongan firman ini, kita menyadari bahwa anak laki-laki di sini bukan menunjukkan seorang bayi. Sebalik-nya, menunjukkan bagian yang lebih kuat di dalam perem-puan itu. Perempuan itu mewakili seluruh umat Allah. Te-tapi sepanjang sejarah, di antara umat Allah selalu ada beberapa orang yang lebih kuat. Mereka inilah yang dalam Alkitab diperhitungkan sebagai satu unit korporat yang ber-perang bagi Allah dan membawa Kerajaan Allah turun ke bumi.
Sejarah membuktikan bahwa tidak setiap orang di antara umat Allah adalah orang yang kuat; hanya sejumlah kecil di antara umat Allah yang merupakan orang-orang yang kuat. Demikianlah sejak zaman nenek moyang. Tidak percayakah Anda bahwa pada zaman Nuh ada orang-orang lain milik Allah selain Nuh? Saya percaya, selain Nuh, Allah masih memiliki ratusan orang lainnya. Namun, Nuh, ada-lah seorang yang kuat. Pada zaman Israel, terdapat ratus-an ribu orang yang milik Allah, namun hanya sedikit di antara mereka yang kuat. Sebagai contoh, Elia dan Yeremia adalah orang-orang yang kuat. Memang, mayoritas umat Allah adalah orang-orang yang murni hatinya, namun me-reka tidak kuat. Hal yang sama juga terdapat dalam Perjanjian Baru. Meskipun pada mulanya ada ribuan orang Kristen, yang benar-benar kuat tidaklah banyak. Sampai hari ini, ada beribu-ribu bahkan jutaan orang Kristen, namun orang Kristen yang kuat tidak banyak. Karena itu, saya mendorong kalian semua menjadi orang-orang yang kuat.
Kita seharusnya tidak hanya menjadi bagian dari pe-rempuan itu, tetapi juga bagian dari anak laki-laki. Dalam Alkitab, perempuan melambangkan orang yang lebih lemah, sedang laki-laki melambangkan orang yang lebih kuat (1 Ptr. 3:7). Anak laki-laki, bagian yang lebih kuat, ada di da-lam perempuan itu, bagian yang lebih lemah. Meskipun pe-rempuan itu terang dan universal, namun tidak seluruhnya kuat. Hanya satu bagian di dalamnya yang kuat. Demikian juga dalam gereja-gereja lokal; tidak terkecuali di Anaheim. Tidak semua orang Kristen di Anaheim adalah orang-orang yang kuat. Saya yakin, di Anaheim, orang-orang yang le-mah lebih banyak daripada orang-orang yang kuat. Bagai-mana dengan di tempat Anda? Di mana saja orang-orang yang kuat itu sedikit, sedang yang lemah banyak.
Ada satu pepatah mengatakan, jika kita tidak memiliki kuantitas (jumlah), kita tidak mungkin memiliki kualitas (mutu). Kualitas berasal dari kuantitas. Misalkan, Allah memiliki seratus ribu orang. Jika satu persen di antara orang-orang itu kuat, maka Ia memiliki seribu orang yang kuat. Jadi, mula-mula kita memiliki kuantitas, kemudian kualitas. Cara Allah selalu berhikmat. Mula-mula Ia men-dapatkan jumlah. Ia memanggil banyak orang, namun yang dipilih-Nya hanya sedikit. Seperti yang tercantum dalam Matius 22:14, “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”
Meskipun kita semua telah masuk ke dalam pemulihan Tuhan, janganlah berkata bahwa setiap orang yang ada di dalam pemulihan Tuhan akan menjadi pemenang. Kita ti-dak mempunyai jaminan untuk berkata demikian. Kita hanya bisa berkata bahwa orang-orang yang di dalam pemulihan mempunyai peluang lebih besar untuk menjadi pemenang. Apakah Anda bisa menjadi pemenang atau tidak, itu ter-gantung kepada Anda sendiri; tergantung pada berapa ba-nyaknya Anda berbagian dalam anugerah Allah.
Berapa banyaknya Anda berbagian dalam anugerah Allah akan menentukan apakah Anda akan menjadi orang yang kuat di antara umat Allah di dalam pemulihan Tuhan. Saya bersyukur kepada Tuhan karena kita semua adalah bagian dari perempuan itu, tetapi saya tidak berani berkata bahwa kita semua juga adalah bagian dari anak laki-laki itu. Kita harus menengadah kepada Tuhan agar kita diperkaya, diperkuat, makin lama makin solid, sehing-ga bisa bertumbuh dari perempuan itu menjadi bagian yang lebih kuat. Tetapi tak peduli betapa kuatnya Anda, jangan-lah memisahkan diri dari perempuan itu sebelum waktunya. Jika Anda berbuat demikian, Anda akan gugur. Berhati-hatilah, janganlah menjadi “terlalu kuat”. Jika Anda terlalu kuat, Anda akan terlalu dini melepaskan diri dari perem-puan itu. Tinggallah dalam perempuan itu sebagai bagian dari anak laki-laki hingga saat bersalin tiba.
Bagaimanakah kita bisa menjadi anak laki-laki? Jika Anda ingin menjadi bagian dari anak laki-laki, Anda harus makan lebih banyak, bertumbuh lebih besar, dan menjadi lebih kuat. Praktisnya, Anda harus lebih banyak berdoa, mengeluarkan lebih banyak waktu bersama Tuhan, makan firman lebih banyak, mengalami Tuhan lebih banyak, lebih bertumbuh dalam hayat, dan lebih banyak menanggulangi perkara-perkara negatif. Jika orang-orang lain bergunjing, Anda tidak mau bergunjing. Jika orang-orang lain tidak mau berdoa, Anda berdoa lebih banyak. Sekalipun Anda ti-dak seharusnya memisahkan diri dari perempuan itu, Anda harus agak berbeda dengan orang-orang lain. Perempuan itu terlalu umum. Orang-orang yang merupakan bagian da-ri anak laki-laki memiliki keistimewaan. Banyak di antara saudara-saudara yang terkasih di dalam pemulihan Tuhan terlalu biasa, umum. Selera makan mereka rendah dan tidak suka makan. Jika Anda ingin mempunyai bagian da-lam anak laki-laki, Anda tak seharusnya biasa atau umum. Anda harus khusus, jernih, dan serius. Anda perlu memi-liki selera yang tinggi dan setiap saat bergaul secara pri-badi dan langsung dengan Tuhan. Jika demikian keadaan Anda, Anda berpeluang besar berbagian dalam bagian yang lebih kuat dalam pemulihan Tuhan, bagian yang kokoh da-lam perempuan itu. Apakah Anda akan berada di dalam anak laki-laki, itu tergantung pada reaksi Anda terhadap keinginan Allah, pergerakan Allah, dan ekonomi kekal Allah. Jika siang dan malam Anda terus mempersembahkan diri Anda sepenuhnya bagi ekonomi Allah, maka Anda bisa menjadi bagian anak laki-laki itu.
Hari ini, bukan hanya ekonomi Tuhan, pemulihan-Nya pun tergantung pada orang-orang yang lebih kuat, bukan tergantung pada orang-orang yang biasa/umum. Mungkin dalam pemulihan Tuhan ada ribuan orang, namun tidak se-muanya kuat. Puji Tuhan atas orang-orang yang kuat. Pe-mulihan Tuhan hari ini mutlak tergantung pada mereka. Tidak semua orang dalam pemulihan Tuhan di Amerika Serikat itu kuat. Sebagian orang berkata, “Oh, aku menga-sihi pemulihan Tuhan, namun aku tidak bisa melakukan apa-apa.” Orang yang demikian meskipun serius, juga me-ngasihi pemulihan Tuhan, namun tidak mutlak. Syukur ke-pada Tuhan atas orang-orang yang jujur dan setia; mereka yang mutlak akan berkata, “Ini dia! Aku akan mutlak bagi hal ini. Aku tak suka bersikap netral.” Kita harus dingin membeku atau panas mendidih, jangan suam-suam kuku. Jika kita suam-suam kuku, kita hanya pantas dimuntah-kan dari mulut Tuhan (3:16).
Mula-mula, ekonomi Tuhan ada bersama umat-Nya yang diwakili oleh perempuan itu. Namun ekonomi Tuhan itu tidak bisa dipikul oleh perempuan itu saja; perlu adanya orang-orang yang kuat. Prinsipnya selalu demikian. Kita harus mutlak dan kuat. Jika kita ingin menempuh jalan ini, kita harus menempuhnya dengan mutlak; jika kita tidak mau menempuhnya, lebih baik kita melupakannya. Kita tidak seharusnya hanya menjadi bagian dari perempuan itu, kita harus juga menjadi bagian dari anak lakilaki di dalam perempuan itu. Tidaklah memadai hanya berada di dalam pemulihan Tuhan belaka, kita harus men-jadi bagian yang kuat dalam pemulihan Tuhan. Ujian dan pencobaan apa pun yang mungkin menimpa kita, kita harus tetap berdiri tegak melawan semuanya itu. Kalian semua tahu tentang Saudara Watchman Nee. Ia dipenjarakan se-lama 20 tahun lebih. Selama pencobaan yang panjang itu, setiap hari ia dicobai agar gagal. Namun, puji Tuhan, se-lama dua puluh tahun lebih ia tetap berdiri teguh, tidak goyah sedikit pun. Ia sungguh-sungguh berada di antara bagian yang lebih kuat itu. Janganlah memaafkan diri sen-diri. Sebaliknya, katakanlah, “Diriku yang kasihan, enyahlah! Aku tidak tertarik kepadamu dan aku tidak suka berurusan denganmu. Aku hanya mempedulikan Tuhan, kesaksian-Nya, dan pemulihan-Nya.” Kita semua harus mutlak dan kuat.
Jika Anda mutlak dan kuat, selera Anda akan diper-besar. Sebagian orang berpendapat, tiga buah berita yang diterbitkan oleh pos ministri setiap minggu itu terlalu ba-nyak untuk dicerna. Semasa muda, saya bisa menerima dan mencerna tiga puluh berita setiap minggu. Karena itu betapa mudahnya menerima tiga berita saja setiap minggu. Kita hanya perlu membaca enam halaman sehari. Namun, jika Anda tidak mempunyai selera makan, permen yang kecil pun sudah terlalu besar untuk Anda terima. Berapa banyak yang bisa kita makan, tergantung pada rasa lapar kita. Apakah Anda mempunyai selera makan yang besar? Jika ya, Anda akan ingin menelan seluruh Alkitab itu. Tiga berita untuk seminggu tidaklah terlalu banyak. Bahkan tiga berita sehari pun tidak terlalu banyak. Banyak di antara kalian mempunyai waktu untuk bergunjing, namun tidak memiliki waktu untuk membaca beberapa halaman saja dari berita-berita pelajaran-hayat. Apakah Anda berada di dalam anak laki-laki? Jika ya, Anda akan merasa lapar. Para ibu mengetahui, jika seorang anak tidak mempunyai selera makan yang baik, ia tidak akan bertumbuh dengan baik dan tidak bisa kuat. Jika Anda tidak makan, Anda tidak bisa bertumbuh, dan jika Anda tidak bisa bertumbuh, Anda tidak akan kuat. Pemulihan Tuhan tergantung pada orang-orang yang lapar. Apakah Anda merupakan bagian dari anak laki-laki, itu tergantung pada berapa besar rasa lapar dan haus Anda. Jika Anda sungguh-sungguh lapar dan haus, Anda akan membenci gosip dan perkataan yang tidak-tidak. Anda akan berkata, “Aku di sini untuk dilatih, dikuatkan, dikenyangkan, dan dibangun. Aku tidak bermi-nat dan tidak sempat bergunjing. Aku tak berselera mem-bicarakan omong kosong.” Jika Anda bersikap demikian, itu menyatakan bahwa Anda berpeluang untuk berbagian da-lam anak laki-laki. Kita di sini untuk pemulihan Tuhan, bukan untuk yang lain. Ingatlah, pemulihan Tuhan adalah realitas ekonomi-Nya hari ini. Ekonominya hanya bisa di-rampungkan oleh anak laki-laki.
Kebanyakan orang Kristen sulit memahami Wahyu 12 ini. Banyak yang tidak memahami siapakah perempuan itu dan siapakah sisa keturunannya itu. Anda tak akan mam-pu memahami hal itu menurut pikiran alamiah Anda. Pe-rempuan itu tersusun dari seluruh keturunannya. Jika ia memiliki seribu anak, maka keseribu anak itu, apabila di-kumpulkan menjadi satu, akan sama dengan perempuan itu. Jangan menganggap perempuan itu sebagai satu hal yang terpisah dengan semua anaknya. Perempuan itu, ibu itu, adalah anak-anaknya, dan anak-anak itu adalah perempuan itu.
Pasal ini bukan hanya untuk hal-hal mendatang, kare-na sesungguhnya telah dimulai dalam Kejadian 3:15. Habel adalah keturuanan perempuan itu. Sebagai keturunan pe-rempuan, ia adalah bagian dari perempuan itu dan dianiaya oleh saudaranya, Kain, yang merupakan bagian dari ular itu. Ular yang merusak Hawa dalam Kejadian 3 dengan li-cik merayap masuk ke dalam Kain dalam Kejadian 4, membuatnya menjadi bagian dari ular itu. Jadi, bukan Kain yang membunuh saudaranya, melainkan Iblis, ular itulah yang membunuh Habel (lihat Yoh. 8:44). Dalam Kejadian 4, perempuan itu diwakili oleh Habel dan ular diwakili oleh Kain. Kalau kita maju lagi, dalam Perjanjian Lama kita melihat Elia dan Yeremia adalah bagian dari perempuan itu, sedang orang-orang yang menentang mereka adalah ba-gian dari ular. Tuhan Yesus jelas adalah keturunan perem-puan itu. Di depan-Nya berdiri keturunan ular, yaitu “ketu-runan ular beludak” (Mat. 23:33), orang-orang Farisi. Semua orang yang menentang Tuhan Yesus adalah bagian dari ular itu. Ketika Rasul Paulus masih sebagai Saulus dari Tarsus yang menganiaya dan merusak gereja, ia adalah bagian dari ular itu. Tetapi Tuhan memanggilnya, dan Saulus kemudian menjadi bagian dari perempuan itu. Segenap je-maah Iblis (2:9) juga adalah bagian dari naga. Pada zaman Perjanjian Baru, ular itu telah menjadi seekor naga yang besar. Segenap sinagoga Yahudi telah menjadi satu dengan ular itu dalam menganiaya perempuan itu.
Keadaan itu terus berlanjut sepanjang abad hingga sekarang ini. Hari ini, dalam satu pengertian, kita adalah perempuan, namun dalam pengertian lainnya, beberapa di antara kita adalah anak laki-laki. Di depan kita ada naga. Bahkan sewaktu saya sedang berbicara pun, saya bisa me-lihat naga itu di depan saya. Janganlah takut kepadanya, karena kita memiliki Dia yang lebih kuat daripada naga itu (1 Yoh. 4:4). Boleh jadi naga itu menyemburkan air se-besar sungai, tetapi Allah akan memakai bumi menelan air itu (12:15-16). Orang pertama yang berbagian dalam anak laki-laki adalah Habel. Semua martir juga adalah bagian dari anak laki-laki. Seperti yang akan kita lihat, seluruh kaum saleh pemenang yang telah mati termasuk dalam anak laki-laki itu.
Periode kehamilan perempuan itu bukanlah sembilan bulan, melainkan kira-kira enam ribu tahun. Kehamilan ini berlangsung mulai dari kematian Habel hingga saat kesu-sahan besar, saat Iblis bersatu dengan Antikristus untuk menganiaya kaum beriman yang masih tertinggal di bumi selama kesusahan besar. Orang-orang Kristen yang meno-lak menyembah patung Antikristus akan menjadi peme-nang berikutnya, seperti tercantum dalam Wahyu 15. Mulai zaman Habel hingga Wahyu 15, jangka waktunya kira-kira enam ribu tahun. Inilah periode kehamilan perempuan dengan anak laki-laki di dalamnya.
Di hadapan perempuan yang hendak melahirkan anak laki-laki itu berdiri seekor ular yang telah menjadi naga. Si licik itu sepanjang abad terus-menerus berperang untuk merusak umat Allah. Ia menggunakan berbagai cara untuk mencapai maksudnya, termasuk agama Yahudi dan kekris-tenan tertentu. Dalam buku tentang orang-orang martir, Foxe berkata bahwa kekristenan tertentu telah membunuh lebih banyak orang saleh daripada Kekaisaran Romawi. Jika Anda pergi ke Spanyol, Anda tak akan bisa berbicara sebebas di Amerika Serikat. Jika Anda berbicara demikian, Anda mungkin sekali akan dianiaya oleh kaum agamawan. Meskipun mereka menganiaya Anda untuk melindungi aga-ma mereka, namun mereka tak sadar bahwa mereka meru-pakan bagian dari naga besar. Hari ini, perang yang berupa penganiayaan ini sedang berkecamuk. Kadang-kadang saya ditanya, mengapa kita menghadapi demikian banyak ten-tangan dan mengapa kita tidak menerima nama yang baik. Selama kita berdiri untuk kesaksian Yesus, selalu akan ada tentangan. Iblis tidak pernah tidur. Siang malam ia te-rus bekerja menentang dan merusak kesaksian Tuhan. Te-tapi puji Tuhan karena pemulihan-Nya ada di sini! Perem-puan yang sejati ada di sini, dan di dalamnya ada anak laki-laki.
Janganlah beranggapan bahwa Wahyu 12 hanya untuk masa mendatang. Tidak, pasal ini sudah dimulai dalam Kejadian 3:15 dan terus berlangsung. Dalam Galatia 4:29 Paulus berkata bahwa orang-orang yang dilahirkan menu-rut daging menganiaya orang-orang yang dilahirkan menurut roh. Orang-orang yang dilahirkan menurut daging bersatu dengan naga itu, dan orang-orang yang dilahirkan menurut roh adalah orang-orang yang berada di dalam perempuan dan anak laki-laki. Dalam zaman ini dan di bumi ini, pe-rempuan itu ada di sini. Di dalamnya, ada bagian yang le-bih kuat, anak laki-laki. Itulah sebabnya kita mengalami demikian banyak tentangan dan peperangan. Tentangan itu merupakan tanda bahwa kita adalah perempuan itu, karena jika kita bukan perempuan dengan anak laki-laki di dalam-nya, maka tidak akan ada tentangan. Puji Tuhan karena tentangan itu! Itu merupakan suatu tanda bahwa kita adalah perempuan dengan anak laki-laki di dalamnya.
B. Para Pemenang yang Dibangkitkan
Sepanjang Sejarah
Anak laki-laki terdiri atas para pemenang yang dibang-kitkan. Anak laki-laki itu “akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi” (ayat 5), menyatakan bahwa anak laki-laki ini tersusun dari para pemenang sejati yang di-singgung dalam 2:26-27. Para pemenang tersebut adalah orang-orang yang pernah mati.
1. Melahirkan
Ayat 5 mengatakan bahwa perempuan itu “melahir-kan” anak laki-laki. “Melahirkan” di sini menandakan ke-bangkitan, sama dengan yang tercantum dalam Kisah Para Rasul 13:33-34. Anak laki-laki itu tersusun dari kaum saleh pemenang yang telah mati dan bangkit, hal ini bisa dibuk-tikan dengan perkataan “sampai ke dalam maut” dalam ayat 11. Tuhan Yesus telah dilahirkan dalam kebangkitan men-jadi Putra sulung Allah. Bagi-Nya, itu merupakan suatu ke-lahiran. Kisah Para Rasul 13:33-34, yang merupakan kutipan dari Mazmur 2:7, mewahyukan bahwa ketika Ia dibangkit-kan, Ia dilahirkan sebagai Putra sulung Allah. Sebelumnya, Ia adalah Putra Tunggal Allah dengan sifat ilahi, tetapi melalui kebangkitan-Nya, Ia dilahirkan sebagai Putra su-lung Allah dengan sifat ilahi dan insani. Semua pemenang yang mati akan menjadi bagian dari anak laki-laki. Melalui kebangkitan, anak laki-laki akan dihasilkan (dilahirkan) dengan utuh, sempurna. Habel, rasul-rasul, dan banyak martir serta para pemenang yang telah mati sedang menunggu saat kebangkitan. Kebangkitan semua orang saleh pemenang yang telah mati akan melahirkan anak laki-laki. Karena itu, anak laki-laki tersusun dari semua orang saleh pemenang yang mati sebelum saat kebangkitan ini. Jika Anda adalah seorang pemenang pada hari ini dan hidup hingga Tuhan datang kembali, Anda tidak akan menjadi bagian dari anak laki-laki; melainkan, Anda ada di anta-ra buah sulung yang tercantum dalam pasal 14. Tetapi jika Anda adalah seorang pemenang dan telah mati sebelum Tuhan datang kembali, Anda akan dibangkitkan menjadi bagian dari anak laki-laki. Karena itu, anak laki-laki tidak mewakili para pemenang yang masih hidup sampai Tuhan datang kembali, melainkan mewakili semua pemenang yang telah mati yang akan dibangkitkan segera sebelum Tuhan datang kembali. Kebangkitan ini akan melahirkan mereka sebagai anak laki-laki.
2. Terdiri atas “para Saudara”
Anak laki-laki yang dilahirkan dalam ayat 5, terdiri atas “saudara-saudara” dalam ayat 10. Mereka ditentang dan difitnah oleh Iblis, musuh Allah. Tetapi mereka menga-lahkan dia oleh darah Anak Domba, oleh perkataan kesak-sian mereka, dan dengan tidak menyayangi hayat jiwa mereka sampai ke dalam maut (ayat 11).
3. Sampai ke Dalam Maut
“Sampai ke dalam maut” (ayat 11 Tl.) sudah pasti mengacu kepada mati martir. Kaum beriman yang membentuk anak laki-laki telah mati martir untuk kesaksian Tuhan. Itu membuktikan bahwa anak laki-laki yang dilahirkan oleh perempuan itu akan menjadi kaum saleh pemenang yang telah mati dan kemudian dibangkitkan.
4. Mengalahkan Iblis, Satan
Kita telah mengetahui bahwa perang tengah berke-camuk antara naga dengan perempuan itu. Namun perem-puan itu sendiri tidak berperang. Peperangan dilakukan oleh anak laki-laki. Hari ini, peperangan berlangsung an-tara naga dengan pemulihan Tuhan. Namun peperangan dilakukan oleh orang-orang yang kuat, yaitu anak laki-laki. Saudara-saudara yang membentuk anak laki-laki itu me-merangi Iblis dan akhirnya mengalahkannya. Mereka me-ngalahkan Iblis oleh tiga perkara: oleh darah Anak Domba, oleh perkataan kesaksian mereka, dan dengan tidak menga-sihi hayat jiwa mereka, bahkan sampai ke dalam maut.
a. Oleh Darah Anak Domba
Di hadapan Allah, darah Anak Domba adalah untuk penebusan kita, menjawab semua dakwaan Iblis terhadap kita di hadapan Allah, supaya mengalahkan dia. Setiap kali kita merasa didakwa Iblis, kita perlu menggunakan darah ini. Jika Anda berperang melawan Iblis, si pendakwa akan terus-menerus menyalahkan Anda. Banyak di antara kita bisa bersaksi, saat kita bersikap masa bodoh, tidak ada dakwaan terhadap kita; namun bila kita bangun dan mulai berperang melawan Iblis, maka dakwaan pun datanglah. Iblis berkata, “Perhatikan dirimu, kamu sangat tidak baik. Terhadap istrimu atau terhadap saudara-saudaramu, kamu juga tidak benar.” Sebagian dari dakwaan itu memang be-nar, namun dakwaan lainnya merupakan dakwaan palsu, yang dikarang oleh si pendakwa. Hari demi hari kita me-merlukan darah, bukan hanya untuk membasuh bersih ki-ta, tetapi juga untuk menudungi kita. Kita tidak saja me-miliki darah penebusan, juga memiliki darah yang unggul, darah yang menang. Jika Anda berbuat salah, Anda perlu membereskannya, namun jangan menggubris dakwaan mu-suh. Setiap kali Anda bangun dan berdiri pada kedudukan sebagai bagian yang lebih kuat dari perempuan itu untuk melawan naga itu, naga itu akan segera mendakwa Anda dalam hati nurani Anda. Jangan dengar semua dakwaan itu. Anda harus berkata, “Tuhan, tudungilah hati nurani-ku, pikiranku, dan akal budiku dengan darah-Mu yang me-nang. Darah-Mu telah mengalahkan si musuh.” Anda perlu membuat hati nurani Anda kuat di bawah darah yang me-nudungi ini. Para saudara mengalahkan si pendakwa oleh darah Anak Domba.
Menurut pengalaman kita, ketika kita berpaling kepa-da Tuhan untuk tujuan-Nya, maka dakwaan pun segera datang. Namun kita tidak menyadari bahwa dakwaan itu datang dari musuh. Kita mengira itu pekerjaan hati nurani kita yang diterangi. Iblis, si ular, adalah si licik. Ia selalu melakukan berbagai perkara dengan cara yang licik, berpu-ra-pura menjadi sesuatu yang bukan dirinya. Iblis sering berpura-pura menjadi kita. Bila kita bersikap masa bodoh terhadap tujuan Allah, kita tidak dipersulit. Tetapi begitu kita berpaling kepada Tuhan bagi tujuan-Nya, seolah-olah hati nurani kita terus-menerus bekerja, memberi tahu kita dalam perkara apa saja kita bersalah. Itu bukanlah Anda, melainkan Iblis. Bagaimana kita bisa membuktikan bahwa itu adalah Iblis? Jika hati nurani Anda sungguh-sungguh bekerja di bawah terang Allah, begitu Anda mengakuinya dan menggunakan darah, tuntutan itu akan berhenti dan Anda akan memiliki damai yang sejati. Jika pengalaman Anda demikian, maka tuntutan itu berasal dari pekerjaan hati nurani di dalam Anda yang telah diterangi. Tetapi ba-nyak di antara kita bisa bersaksi, setelah kita mengaku dan menggunakan darah, apa yang disebut tuntutan itu masih terus ada. Itu bukanlah tuntutan dari hati nurani kita, melainkan dakwaan dari Iblis. Tuntutan berasal dari Allah, tetapi dakwaan berasal dari si pendakwa. “Tuntutan” apa saja yang tetap tidak berhenti setelah kita mengakui kesalahan kita dan menerapkan darah, itu berasal dari Iblis. Begitu kita menyadari hal itu, kita harus memberi tahu Iblis, “Berhenti! Aku tak mau mengakui lebih lama lagi. Ini bukan aku; melainkan kamu. Iblis, ini bukan pe-nyorotan dari Allah, — ini adalah dakwaan darimu. Aku memang tidak sempurna, tetapi kamu harus tahu bahwa aku berada di bawah darah Anak Domba, dan darah itulah penyempurnaku. Tidakkah kamu sadar kalau aku berada di bawah darah? Aku adalah salah seorang di antara para saudara yang mengalahkanmu, bukan karena kesempurna-anku, melainkan oleh darah Penebusku.”
Tak seorang pun di antara kita yang tahu berapa ba-nyak khasiat yang terkandung dalam darah. Hanya Allah yang mengetahuinya. Si Jahat juga mengetahui lebih ba-nyak daripada kita apa yang terkandung dalam darah ini. Pada tahun-tahun awal ministri kami, kami mempunyai pengalaman mengusir setan. Pada waktu itu, kami sering memberitakan Injil di China dan sering kali kami harus menaklukkan orang-orang yang dirasuk setan. Sewaktu ka-mi berdoa untuk mengusir setan, sering kali dakwaan yang tajam datang menyerang kami. Setan berkata, “Apakah engkau berdoa untuk mengusirku? Tidakkah engkau ingat kemarin malam engkau telah marah-marah kepada istri-mu? Sekarang engkau mau mengusirku?” Segera, hati nu-rani untuk berdoa menjadi lemah dan mulut yang berdoa pun terbungkam. Maka kami berhenti berdoa dan berkata, “Ya, kemarin malam aku telah marah-marah kepada istri-ku. Tetapi setan, tidakkah kamu tahu bahwa sekarang ini aku berada di bawah darah?” Begitu Anda menyebut darah, setan segera kalah. Setan-setan tahu lebih banyak tentang kuasa darah daripada kita. Sering kali, perempuan-perem-puan yang dirasuk setan mengambil gunting, dan sewaktu kami sedang berdoa, mereka mengancam akan melukai kami dengan gunting itu. Segera kami menyatakan, “Kami ber-ada di bawah darah. Setan, engkau harus tahu bahwa raja-mu dan pemimpinmu, Iblis, si jahat, telah disalibkan dan engkau serta pemimpinmu telah dihakimi.” Bila Anda ber-kata demikian, orang yang dirasuk setan itu segera tenang kembali. Melalui pengalaman kami bisa melihat kuasa dan khasiat darah Anak Domba. Kita wajib selalu menggunakan darah, memberi tahu si jahat bahwa meskipun kita tidak sempurna, namun kita berada di bawah darah yang sem-purna. Jadi bukan oleh kesempurnaan Anda setan-setan itu menjadi tenang, melainkan karena darah. Tidak ada se-orang pun di antara kita yang mutlak sempurna. Kesem-purnaan kita seperti ban yang bocor. Janganlah memper-cayai kesempurnaan Anda dan janganlah berperang berdasarkan kesempurnaan Anda. Bahkan sekarang selagi saya melayani, saya tidak melayani dengan kesempurnaan saya. Saya datang ke sini melayani demi darah. Haleluya, darah ada di sini! Kita semua harus nampak darah dan menyatakan bahwa kita berada di bawah naungannya. Da-rah ini adalah darah yang menang, dan darah ini berbicara serta mencakup banyak sekali. Hanya Allah dan si jahat (pada tingkat tertentu) yang mengetahui berapa banyak khasiat dalam darah itu. Tetapi, entah kita tahu atau ti-dak, asal kita menerapkan darah itu, kita akan memiliki dan mengalami semua yang tercakup di dalam darah.
b. Oleh Perkataan Kesaksian Mereka
Mereka mengalahkan musuh juga oleh “perkataan kesaksian mereka”. Perkataan kesaksian mereka adalah perkataan yang mempersaksikan bahwa Iblis sudah diha-kimi oleh Tuhan. Setiap kali kita merasa didakwa Iblis, kita harus membuka mulut mempersaksikan bagaimana Tuhan sudah menanggulangi dia. Kita harus mengumum-kan dengan lantang kemenangan Tuhan atas Iblis. Kita perlu mempersaksikan bukan saja kepada manusia, juga kepada setan-setan, “Hai setan-setan, kalian harus ingat bahwa Iblis, rajamu, telah dikalahkan oleh Tuhanku Yesus Kristus. Kalian tidak seharusnya berada di sini mempersu-litku.” Di samping bersaksi kepada setan-setan, Anda perlu mengkhotbahi Iblis, “Hai Iblis, tidakkah kamu tahu bahwa kamu telah disalibkan di atas salib? Kamu telah dihakimi, dan tempatmu adalah di lautan api.” Inilah kesaksian lisan Anda. Jangan hanya memiliki pikiran ini dalam hati Anda, Anda harus mengutarakannya kepada Iblis. Meskipun tidak ada seorang pun yang bersama Anda di ruangan Anda, namun Iblis ada di sana. Saya telah berkhotbah kepada setan-setan dan Iblis. Khotbah saya itu bukan agar mereka bertobat, melainkan untuk menolak mereka. Dengan menyemprotkan “obat pembunuh serangga” surgawi melalui kesaksian lisan kita, semua “hama” pun terbunuh. Memang Anda tidak me-lihat setan mana pun, namun sesungguhnya mereka itu ada. Beberapa saudara heran bagaimana saya bisa demikian tangguh. Rahasianya tidak lain melalui berkhotbah kepada “hama-hama”. Namun kekuatan saya bukan terletak pada diri saya, melainkan pada darah. Saya bukanlah “obat pem-bunuh serangga” itu. Setan-setan tidak gentar kepada diri saya, namun mereka takut kepada darah. Kita perlu mene-rapkan darah.
Tak lama setelah kami pindah ke rumah baru kami, kami segera dipersulit oleh tikus-tikus tanah. Sebagian sau-dara menaruh racun ke dalam lubang-lubang tikus tanah itu, dan semua kesulitan tentang tikus tanah pun berakhir-lah. “Racun” kita untuk menanggulangi Iblis pada hari ini adalah darah Yesus dan perkataan kesaksian kita.
Kita perlu menyampaikan perkataan kesaksian kita. Sering kali, Anda perlu memberi tahu Iblis selama bebe-rapa menit, “Iblis, aku telah kautipu selama bertahun-ta-hun. Suatu hari, Tuhanku datang kepadaku dan memberi tahu bahwa melalui salib aku telah ditebus. Iblis, tidakkah kamu tahu hal ini?” Anda perlu berkata demikian kepada-nya. Banyak di antara kita tidak pernah mengkhotbahi Iblis, namun kita sekarang perlu belajar hal ini. Jika Anda ingin menyampaikan berita dengan penuh kekuatan, maka sasaran pertama yang harus Anda khotbahi adalah Iblis. Khotbah kepada musuh ini merupakan perkataan kesaksian kita.
Kita bersaksi bahwa kita adalah orang-orang berdosa, tetapi Tuhan adalah Penebus kita. Ia telah mati di atas sa-lib untuk dosa-dosa kita, dan sekarang kita memiliki darah-Nya. Beritahukanlah hal ini kepada Iblis! Setelah Anda menyampaikan perkataan ini kepadanya, katakanlah juga, “Iblis, kamu tidak sepatutnya ada di sini. Nasib dan takdir-mu yang pertama ada di jurang maut, dan kemudian da-lam lautan api. Tetapi aku mau kamu tinggal di sini sejenak hingga aku menyelesaikan khotbahku kepadamu. Kemu-dian aku akan membiarkan kamu pergi.” Jika Anda mem-beri tahu Iblis demikian, si pendakwa tak akan berani mempersulit Anda, karena Andalah yang mempersulit dia. Setelah Anda menyelesaikan khotbah Anda, katakanlah ke-pada musuh, “Iblis, janganlah datang lagi. Jika kamu da-tang lagi, aku akan memberikan khotbah yang lebih pan-jang lagi.”
Para saudara mengalahkan dia bukan hanya oleh da-rah, tetapi juga oleh perkataan kesaksian mereka. Darah adalah fakta, dan perkataan adalah pemberitaan kita. Da-rah mengandung fakta bahwa dosa-dosa kita telah diam-puni dan disingkirkan, dan kita telah disalibkan, Iblis telah dihakimi dan kepalanya telah diremukkan. Bila kita mene-rapkan darah, kita menerapkan semua fakta ini. Setelah menerapkan darah, kita harus menyatakan fakta ini kepa-da Iblis. Inilah cara mengalahkan musuh.
Jika Anda menerapkan darah dan mengkhotbahi Iblis, ia akan ketakutan. Tadinya ia mendakwa Anda, mempersu-lit Anda, dan membuat Anda sama sekali tak berdaya, ia ingin menghancurkan Anda oleh dakwaannya. Saya khawatir banyak orang saleh yang terkasih masih berada di bawah dakwaan si jahat yang merusak itu. Mereka berkata, “Oh, aku mengasihi Tuhan, tetapi aku tidak sempurna. Aku telah melakukan demikian banyak kesalahan.” Akibat dak-waan itu, Anda tidak memiliki kekuatan. Lewat pengaruh dakwaannya yang melumpuhkan itu, musuh merampas An-da. Namun Anda harus memberi tahu dia, “Iblis, aku ber-diri bukan di atas kesempurnaanku. Aku berdiri dan ditu-dungi oleh darah.” Setiap orang yang masih berada di bawah dakwaan Iblis seharusnya mengkhotbahi dia dengan berita-berita yang panjang. Jika Anda berbuat demikian, Anda akan segera menjadi kuat.
c. Tidak Mengasihi Hayat Jiwa Mereka
Para saudara juga bisa menang karena mereka tidak menyayangi hayat jiwa mereka. Karena kejatuhan Adam, Iblis telah bersatu dengan hayat jiwa manusia, yaitu ego manusia sendiri (Mat. 16:23-24). Karena itu, untuk menga-lahkan dia kita seharusnya “tidak menyayangi hayat jiwa kita,” melainkan membencinya dan menyangkalnya (Luk. 14:26; 9:23). Kaum beriman pemenang yang menyusun anak laki-laki “tidak menyayangi nyawa mereka sampai ke dalam maut”. Orang-orang yang tidak menyayangi hayat jiwa mereka, rela mati martir. Kita harus membenci ego kita sendiri. Selama kita masih menyayangi hayat jiwa ki-ta, maka kita tetap masih debu, menjadi makanan Iblis. Tetapi jika kita tidak menyayangi hayat jiwa kita, ego kita, maka tidak akan ada debu, dan Iblis akan terbunuh. Bila hayat jiwa kita dibunuh, Iblis juga akan terbunuh. Itulah jalan bagi kita, sebagai bagian yang lebih kuat dalam perempuan itu, untuk mengalahkan Iblis.
Jika Anda mengkhotbahi Iblis, ia akan lari meninggalkan Anda. Kemudian Anda siap-siap berkata, “Iblis, sekalipun kamu membenciku, aku tetap mati bagimu. Aku rela kehilangan hayat jiwaku, karena bila aku mati, aku akan lulus dengan mulia.” Jika Anda rela kehilangan hayat jiwa Anda, Iblis tidak akan berdaya atas diri Anda. Jika ia menggangu Anda, Anda boleh mengkhotbahinya; jika ia membenci Anda, Anda mati bagi dia. Lalu, apakah yang ia bisa perbuat? Ia tidak akan mampu berbuat apa-apa dan ia akan meninggalkan Anda. Inilah cara mengalahkan musuh.
5. Dilahirkan oleh Perempuan yang sedang Menderita
Anak laki-laki dilahirkan oleh perempuan yang sedang menderita, oleh umat Allah dalam penderitaan (ayat 2, 4-5). Kata “berteriak” dalam ayat 2 menandakan bahwa ia se-dang berdoa. “Dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan” menandakan bahwa dari zaman ke zaman umat Allah berada dalam penderitaan hendak melahirkan (Yes. 26:17-18; Yer. 6:24; 13:21; 30:6; Mi. 4:9-10; 5:3; Gal. 4:19), untuk melahirkan anak laki-laki yang akan berperang bagi Kerajaan Allah.
6. Memerintah Semua Bangsa
Ayat 5 mengatakan bahwa anak laki-laki itu “akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi”. Inilah otoritas Kristus (Mzm. 2:9) yang Ia berikan kepada para pemenang (2:26-27). Anak laki-laki, yaitu para pemenang yang telah dibangkitkan, akan melaksanakan otoritas Kristus atas bangsa-bangsa dan memerintah mereka bersama Kristus dalam Kerajaan Seribu tahun (20:4, 6).
C. Dibawa Lari
Ayat 5 juga mengatakan bahwa anak laki-laki “akan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya”. “Dirampas dan dibawa lari” di sini berarti diangkat. Terangkatnya anak laki-laki di sini berbeda dengan terangkatnya mayoritas kaum beriman seperti yang dikatakan dalam 1 Tesalonika 4:17. Mayoritas kaum beriman terangkat: (1) ke angkasa; dan (2) ketika sangkakala yang terakhir ditiup (1 Kor. 15:52; 1 Tes. 4:16), yaitu pada saat sangkakala ketujuh (11:15). Tetapi di sini anak laki-laki terangkat (1) ke ha-dapan takhta Allah dan (2) sebelum 1.260 hari, yaitu masa kesusahan besar selama tiga setengah tahun (42 bulan, ayat 14; 13:5; 11:2), dari meterai yang keenam, sebelum sangkakala kelima (9:1).
II. SISA KETURUNAN PEREMPUAN ITU
Sisa keturunan perempuan itu yang tercantum dalam ayat 17 adalah bagian yang lebih lemah dari perempuan itu. Di antaranya ada sebagian orang-orang Yahudi yang memelihara perintah Allah, dan sebagian kaum beriman yang mempertahankan kesaksian Yesus. Baik umat Israel maupun kaum beriman yang lebih lemah ini akan diting-galkan untuk mengalami kesusahan besar, dan mengalami penganiayaan dan serangan naga itu.