← Daftar isi Wahyu (2) · bab 2/17

PEREMPUAN DAN ANAK LAKI-LAKI

Dalam Alkitab ada beberapa tanda yang penting. Salah satunya adalah mimpi Yakub di Betel (Kej. 28:10-22). Da-lam mimpi itu Yakub melihat langit terbuka dan sebuah tangga berdiri di bumi yang ujungnya sampai di langit. Untuk perkembangannya, tanda ini memerlukan seluruh Alkitab. Tanda lainnya adalah mimpi Nebukadnezar (Dan. 2:1-45). Dalam mimpinya Nebukadnezar melihat sebuah pa-tung besar yang melambangkan kekuasaan orang kafir. Meskipun kelihatannya sederhana, tanda itu meliputi ke-kuasaan orang kafir dari Babel hingga Kekaisaran Romawi yang akan dipulihkan di masa mendatang. Jika kita ingin memahami tanda itu secara lengkap dan memadai, kita perlu memperhatikan seluruh sejarah dunia. Dalam Wahyu 12 ada suatu tanda lain — suatu tanda yang besar yaitu perempuan terang dengan anak laki-laki. Dalam berita ini saya mempunyai beban untuk memberikan ulasan yang lebih luas terhadap tanda yang besar ini.

Pendapat yang menganggap bahwa perempuan dalam Wahyu 12 adalah Maria, merupakan pendapat yang sangat dangkal. Mengatakan perempuan itu adalah Israel, bangsa Yahudi, juga tidak memadai, karena perempuan dalam visi ini bukan bersifat lokal, melainkan universal. Perempuan dalam pasal ini tidak dibatasi oleh lokalitas mana pun di bumi ini; sebaliknya, ia memenuhi alam semesta. Seperti yang telah kita bahas dalam berita terdahulu, ia mewakili seluruh umat Allah, dari Adam hingga akhir zaman.

ALLAH MEMERLUKAN PEREMPUAN ITU

DAN ANAK LAKI-LAKI

Untuk bisa menjadi anak laki-laki, umat Allah terlebih dulu harus menjadi seorang perempuan di hadapan-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa di dalam gereja hari ini, kita ter-lebih dulu harus berdiri pada kedudukan perempuan di ha-dapan Allah, dan kemudian sebagai anak laki-laki. Melalui tanda dalam Wahyu 12 ini, kita nampak bahwa Allah ber-maksud menghasilkan anak laki-laki melalui perempuan itu. Baik dulu maupun sekarang, Allah selalu menghasil-kan anak laki-laki melalui perempuan. Kemudian anak la-ki-laki itu akan dipakai Allah untuk mengalahkan musuh-Nya dan mendatangkan kerajaan-Nya. Dengan kata lain, Allah akan memakai anak laki-laki itu untuk menggenap-kan ekonomi-Nya dan merampungkan tujuan-Nya. Ini me-rupakan perkara yang sangat besar. Untuk merampungkan maksud dan tujuan-Nya, Allah tidak hanya memerlukan Kristus yang individual, tetapi juga Kristus yang korporat, yaitu gereja, umat Allah. Kita tidak sependapat dengan pen-dapat yang mengatakan bahwa perempuan itu adalah ibu Yesus atau bangsa Israel. Perempuan itu adalah susunan korporat umat Allah yang universal. Allah memerlukan anak laki-laki untuk mengalahkan musuh-Nya dan mendatangkan kerajaan-Nya sehingga tujuan kekal-Nya bisa tergenapkan. Agar Allah bisa memiliki anak laki-laki, diperlukan perempuan itu.

POSISI PEREMPUAN ITU

Sekarang kita perlu melihat beberapa perkara penting yang berkaitan dengan posisi perempuan dalam Alkitab. Alkitab mewahyukan bahwa dalam pandangan Allah, umat-Nya adalah istri-Nya. Dalam Yesaya 54, Allah bahkan me-nyebut diri-Nya sebagai suami umat-Nya. Menurut Alkitab, agar seorang perempuan bisa menjadi istri yang tepat, ia harus taat kepada suaminya. Di alam semesta ini, suami satu-satunya, laki-laki satu-satunya, adalah Allah. Allah, laki-laki universal, suami universal, adalah suami kita. Entah kita dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan, se-bagai umat Allah, dalam pandangan Allah kita semua ada-lah perempuan. Allah adalah Suami kita, dan kita adalah pasangan-Nya. Sebagai istri-Nya, kita harus taat kepada-Nya. Meskipun kita mungkin menyebut diri kita sebagai istri Kristus, namun kita masih terus menempuh cara kita dan memiliki maksud kita sendiri. Sering kali, kita tidak menerima kemauan-Nya dan maksud-Nya sebagai kemauan dan maksud kita. Itu berarti kita tidak benar-benar meng-alami-Nya sebagai suami kita, kita tidak taat kepada-Nya.

Seorang istri juga harus menerima sesuatu dari suaminya agar bisa hamil. Alkitab menunjukkan bahwa masalah taat adalah menerima sesuatu dari Kristus, sama seperti istri taat kepada suaminya, bukan untuk melakukan sesuatu bagi suaminya, melainkan menerima sesuatu darinya. Tidak ada satu perlakuan yang lebih penting dari seorang istri daripada menerima sesuatu dari suaminya. Sesungguhnya kewajiban seorang istri bukanlah melakukan sesuatu untuk suaminya, melainkan menerima sesuatu dari suaminya, sehingga ia bisa melahirkan sesuatu untuk sua-minya. Perempuan dalam Wahyu 12 itu tidak digambarkan sedang melakukan apa-apa bagi suaminya; ia hanya digam-barkan sebagai perempuan yang sedang mengandung. Ia hamil oleh suaminya agar melahirkan sesuatu untuk suami-nya. Kewajiban gereja yang terutama bukanlah melakukan sesuatu untuk Kristus. Kewajibannya adalah menerima se-suatu dari Kristus sehingga ia bisa hamil oleh Kristus dan melahirkan sesuatu bagi Kristus.

Perempuan dalam pasal ini, pertama-tama menunjuk-kan ketaatan kepada Allah. Kedua, menunjukkan kita ti-dak perlu melakukan apa-apa bagi Allah; sebaliknya kita perlu menerima sesuatu dari Allah. Dia tidak memerlukan apa-apa dari kita, tetapi kita memerlukan sesuatu dari Kristus masuk ke dalam diri kita, sehingga kita hamil dan bisa melahirkan sesuatu untuk Dia. Hari ini gereja memer-lukan Kristus. Tetapi dalam kekristenan hari ini, visi ini benar-benar telah hilang. Bila orang-orang Kristen membi-carakan ketaatan, konsepsi mereka adalah melakukan se-suatu untuk Kristus, melakukan beberapa pekerjaan untuk Allah. Tetapi sebagai perempuan yang baik dan wajar, per-tama-tama kita harus taat kepada suami kita, bukan melakukan apa-apa bagi-Nya, melainkan menerima sesuatu dari Dia. Jika kita berbuat demikian, kita akan hamil dan sesuatu akan lahir melalui kita.

MAKNA PERZINAAN

Sekarang kita perlu membahas apakah perzinaan itu. Perzinaan berarti sudah memiliki seorang suami namun menuruti laki-laki lain. Hari ini banyak orang Kristen, mung-kin juga beberapa orang di antara kita, melakukan per-zinaan. Kita berzina bila kita mengakui Kristus sebagai suami kita, namun kita juga takluk kepada banyak per-kara lainnya. Ketaklukan kita kepada segala perkara lain di luar Kristus berarti perzinaan. Jika kita memiliki terang dan visi, kita akan nampak bahwa kekristenan hari ini be-nar-benar penuh dengan perzinaan. Sebagai seorang istri yang suci, Anda tidak seharusnya takluk kepada siapa pun selain kepada suami Anda, demikian juga Anda tidak seharusnya menerima apa-apa dari orang lain. Menerima sesuatu dari seseorang yang bukan suami Anda adalah perzinaan. Na-mun perhatikanlah keadaan kekristenan hari ini! Hari de-mi hari, minggu demi minggu, umat Kristen menerima ber-bagai perkara yang bukan Kristus. Kita yang di dalam hidup gereja harus berhati-hati. Jangan menerima sesuatu yang bukan Kristus. Jangan menerima berbagai pengajaran, ber-bagai doktrin, berbagai praktek, dan berbagai tata cara. Me-nerima sesuatu di luar Kristus, sekalipun itu perkara yang baik atau bahkan alkitabiah, berarti melakukan perzinaan rohani. Kita seharusnya hanya menerima Kristus dan membiarkan Dia saja yang membuat kita hamil.

JALAN MENGHASILKAN ANAK LAKI-LAKI

Hanya melalui menerima Kristus ke dalam kita, barulah kita bisa melahirkan anak laki-laki. Anak laki-laki sepenuhnya terbentuk dari unsur Kristus. Untuk mengha-silkan anak laki-laki, pertama-tama kita harus bersatu de-ngan Kristus dan menerima sesuatu dari Dia. Bila kita hanya menerima Kristus, kita akan hamil oleh Kristus un-tuk melahirkan anak laki-laki. Jika Anda nampak visi ini, Anda akan merasa sedih melihat situasi kekristenan hari ini. Di manakah anak laki-laki itu? Kekristenan telah meng-hasilkan banyak perkara, tetapi di antara yang dilahirkannya hampir-hampir tidak ada anak laki-laki. Karena kekristen-an telah diresapi dan dijenuhi dengan berbagai perkara yang bukan Kristus, hampir tidak ada satu pun yang dihasilkan-nya adalah anak laki-laki.

Allah tidak bermaksud menyuruh perempuan itu berpe-rang melawan naga. Untuk berperang melawan naga Allah memerlukan anak laki-laki. Naga itu masih aktif di surga karena anak laki-laki belum dilahirkan. Sekarang kita bisa melihat bahwa Pelajaran-Hayat Kitab Wahyu ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan telah direncanakan dan diten-tukan waktunya oleh Allah sehingga kita bisa nampak bahwa kita harus menjadi perempuan unik itu, taat kepada Kristus saja, bukan kepada sesuatu atau siapa pun dan hanya me-nerima apa yang dari Kristus. Bila kita, sebagai perem-puan itu, hanya menerima Kristus, anak laki-laki akan lahir.

PERBEDAAN ANTARA PEREMPUAN ITU

DENGAN ANAK LAKI-LAKI

Anak laki-laki merupakan bagian yang lebih kuat dari perempuan itu. Di satu pihak, kita harus menjadi perem-puan itu; di pihak lain, kita juga harus menjadi anak laki-laki. Karena itu, kita tidak cukup hanya menjadi terang dan surgawi. Kita harus sepenuhnya tersusun dengan un-sur Kristus. Perbedaan antara perempuan itu dengan anak laki-laki adalah: unsur Kristus yang tersusun dalam diri perempuan itu tidak begitu banyak, namun seluruh diri anak laki-laki itu dijenuhi dan diresapi dengan unsur Kristus. Jadi, anak laki-laki itu sepenuhnya tersusun de-ngan Kristus. Bagaimanakah anak laki-laki itu bisa dila-hirkan? Ia dilahirkan melalui Kristus masuk ke dalam ba-gian perempuan itu dan menjenuhi seluruh bagian itu dengan unsur Kristus yang kaya. Jangan menganggap hal ini se-bagai suatu penafsiran belaka, melainkan terapkanlah ke dalam pengalaman Anda setiap hari. Biarpun Anda taat ke-pada Kristus dan menerima sesuatu dari Dia, Anda tetap adalah perempuan itu, bukan anak laki-laki. Anda baru kuat bila Anda membiarkan unsur Kristus tergarap ke da-lam Anda. Semakin banyak unsur Kristus yang tergarap ke dalam Anda, Anda akan menjadi semakin tangguh. Itulah anak laki-laki.

MENGIKUTI ANAK DOMBA UNTUK

MENJADI BAGIAN DARI ANAK LAKI-LAKI

Janganlah memahami anak laki-laki hanya secara dok-trinal dengan menganggap anak laki-laki adalah para peme-nang yang telah mati dan dibangkitkan kembali. Secara doktrinal, itu benar. Tetapi kita tidak ingin memahami Al-kitab hanya secara doktrinal. Sebaliknya, kita harus mema-hami Alkitab secara riil. Bahkan hari ini, sebelum saat kebangkitan, kita bisa menjadi anak laki-laki. Jika hari ini Anda bukan sebagian dari anak laki-laki, bagaimanakah Anda bisa berharap menjadi bagian dari anak laki-laki dalam kebangkitan?

Prinsip menjadi buah sulung atau anak laki-laki ada-lah sama: kita harus mengikuti Anak Domba ke mana saja Ia pergi (14:4). Dalam awal ministri saya, saya tidak me-nyadari bahwa mengikuti Anak Domba bukanlah perkara luaran. Kita tidak seharusnya berkata, “Oh, Anak Domba demikian sabar dan rendah hati, kita harus meniru kesa-baran dan kerendahan hati-Nya. Anak Domba itu mutlak bagi Allah, kita juga harus mutlak bagi Allah. Anak Domba adalah teladan kita, kita harus mengikuti-Nya.” Empat pu-luh tahun yang silam, saya menyampaikan berita-berita pa-da jalur itu. Tetapi kemudian saya sadar, pengertian meng-ikuti Anak Domba seperti itu sangatlah alamiah. Jika unsur Anak Domba tidak masuk ke dalam kita, kita tidak akan mampu mengikuti Dia. Kita bukanlah anak domba; kita adalah ‘kera-kera’ atau ‘keledai-keledai’. Bagaimanakah se-ekor ‘kera’ atau ‘keledai’ bisa mengikuti Anak Domba? Mus-tahil! Mengikuti Anak Domba berarti membiarkan Anak Domba itu masuk ke dalam Anda. Bila unsur Anak Domba tersusun ke dalam diri Anda, Anda akan benar-benar men-jadi sebagian dari Anak Domba. Anda tidak mungkin seper-ti sebelumnya karena Anda telah diubah. Diri kita yang telah berubah barulah anak laki-laki. Sekarang kita adalah perempuan yang taat kepada suami kita dan menerima se-suatu dari Dia masuk ke dalam kita. Jika kita membiar-kan unsur yang telah kita terima dari suami kita meresapi dan menjenuhi kita, menyusun kita dengan unsur ini, kita tidak lagi hanya menjadi perempuan itu, melainkan anak laki-laki.

Kita memang perlu lebih banyak berdoa, namun jika kita hanya berdoa secara umum, kita tidak akan menda-patkan suplai. Kita perlu senantiasa terbuka kepada suami kita. Kita harus membiarkan unsur Kristus, unsur penyu-sun ilahi Kristus, bekerja di dalam kita secara terus-mene-rus untuk meresapi dan menjenuhi seluruh diri kita. Hari ini, Allah ingin anak-anak-Nya menyadari bahwa sebagai umat Allah, kita adalah istri-Nya dengan tujuan melahir-kan anak laki-laki. Kita sendiri tidak bisa menghasilkan atau membuat anak laki-laki ini; kita harus menerima sesuatu dari Kristus dan hamil oleh Dia. Sesuatu yang berasal dari Kristus haruslah masuk ke dalam diri kita. Itu bukanlah perkara kerendahan hati, kesabaran, kema-nisan, atau kebaikan kita; melainkan mutlak perkara mem-buka diri kita kepada unsur ilahi-Nya dan membiarkan unsur ini tergarap ke dalam kita. Untuk itu, kita memer-lukan “sembilan bulan”. Jadi diperlukan waktu cukup lama agar anak laki-laki terbentuk di dalam kita.

Dalam Galatia 4:19 Rasul Paulus berkata, “Aku men-derita sakit bersalin lagi, sampai Kristus terbentuk di da-lam kamu” (Tl.). Hal itu menunjukkan bahwa ia tahu, ia adalah bagian dari perempuan yang sedang sakit bersalin untuk melahirkan anak laki-laki, yaitu Kristus terbentuk di dalam kita. Kemudian dalam Filipi 1:21 ia berkata, “Karena bagiku hidup adalah Kristus.” Ayat ini menunjukkan bah-wa melalui mengalami Kristus, ia menjadi bagian dari anak laki-laki. Di satu pihak, ia adalah bagian dari perem-puan yang sedang menderita sakit bersalin, tetapi di pihak lain, ia adalah bagian dari anak laki-laki. Paulus dibang-kitkan oleh Allah sebagai teladan bagi kaum beriman (1 Tim. 1:16). Kita semua harus seperti dia. Di satu pihak, kita harus menjadi bagian dari perempuan yang sedang menderita sakit bersalin bagi kelahiran anak laki-laki; di pihak lain, kita harus menjadi anak laki-laki untuk me-ngalahkan musuh Allah dan mendatangkan kerajaan-Nya guna menggenapkan tujuan-Nya.

KEBENCIAN NAGA ITU

KEPADA PEREMPUAN ITU

Musuh membenci perempuan itu dan mencoba menelan anak laki-laki yang dilahirkannya. Peperangan terjadi ka-rena musuh ingin merusak fungsi perempuan itu. Sampai hari ini, kita yang di Anaheim jumlahnya tidak banyak. Kadang-kadang saya heran mengapa orang-orang begitu me-nentang kita dan selalu berusaha sekuat tenaga memus-nahkan kita. Secara manusiawi, kita sulit sekali mema-hami hal itu. Bahkan banyak di antara penentang dan pengecam kita tidak tahu alasannya. Tetapi naga besar itu tahu; ia tahu bahwa sebagian umat Allah sedang memulih-kan posisi yang benar dari perempuan itu. Begitu kita men-capai posisi itu, Allah mempunyai kesempatan melahirkan anak laki-laki. Iblis, si licik yang bersembunyi di belakang para penentang, tahu kalau sebagian umat Allah telah ber-diri pada posisi perempuan itu, mereka akan hamil oleh Kristus untuk melahirkan anak laki-laki. Dalam peperang-an ini, kita harus menjamah takhta, bersandar kepada oto-ritas tertinggi, dan melatih roh kita untuk berperang.

PENTINGNYA NAMPAK TANDA BESAR INI

Hari ini, kita harus tahu bahwa kita adalah perempuan itu. Sebagai perempuan itu, kita harus taat kepada suami kita, terbuka kepada-Nya, dan menerima sesuatu dari Dia, agar unsur-Nya bisa tergarap ke dalam kita. Ha-silnya, kita bukan hanya akan hamil, bahkan melahirkan anak laki-laki. Inilah ekonomi Allah. Saya harap kita se-mua nampak tanda yang sederhana tetapi bermakna dalam ini, yang menggambarkan perempuan terang itu dengan anak laki-laki yang ditentang oleh naga besar itu. Jika kita nampak visi ini, konsepsi kita terhadap hidup kristiani kita pasti akan berubah secara drastis. Apakah artinya rendah hati, baik, kudus, atau rohani, kalau anak laki-laki atau bahkan perempuan itu, tidak ada pada kita hari ini?

CARA MENJADI SATU

Sebagai individu-individu, Anda dan saya bukanlah perempuan itu. Hanya bila kita bersama-sama, sebagai satu kesatuan yang korporat, kita semua adalah perempuan itu. Karena hanya ada satu perempuan, siapa saja dari umat Allah yang menyimpang tidak akan berbagian dalam perem-puan itu. Jalan satu-satunya agar kita bisa menjadi satu adalah taat kepada Kristus serta menerima sesuatu dari Kristus. Jika kita tidak taat kepada-Nya, kita tidak mung-kin menjadi satu dengan-Nya. Keesaan yang sejati berasal dari ketaatan kita kepada suami kita satu-satunya, kepada kepala satu-satunya. Selain itu, kita harus menerima un-sur Kristus yang unik itu saja. Kita boleh jadi mempunyai berbagai konsepsi yang berbeda, tetapi kita tidak seharus-nya menerima apa saja yang berasal dari konsepsi kita. Jika Anda menerima sesuatu yang berasal dari konsepsi Anda, Anda akan segera terpecah belah.

Iblis, si ular itu, sangatlah licik. Tidaklah sederhana bagi saya melewati lebih dari lima puluh tahun dalam hi-dup gereja. Betapa banyak pemikiran dan konsepsi licik yang timbul! Adakalanya, kaum saleh yang terkasih pun dimanfaatkan oleh musuh untuk menimbulkan berbagai persoalan, mengemukakan usul usul, dan menimbulkan ber-bagai keragu-raguan. Semuanya itu tidak satu pun yang berasal dari Kristus. Bila Anda menerima segala perkara itu ke dalam Anda, Anda akan terpecah belah. Tetapi jika Anda telah nampak visi ini, Anda tidak mungkin menerima konsepsi, usul, anjuran, kritik, atau keragu-raguan yang mana pun. Anda hanya mau menerima sesuatu dari Kristus. Meskipun mungkin beribu-ribu konsepsi disodorkan kepada Anda, Anda akan berkata, “Aku tidak akan menerima kon-sepsi-konsepsi itu. Aku hanya mau menerima sesuatu dari Kristus. Jika aku menerima sesuatu yang bukan dari Kristus, berarti aku melakukan perzinaan.” Jika kita taat kepada suami kita yang unik dan hanya menerima sesuatu dari Dia, kita akan menjadi murni; kita akan bersatu. Ka-lau tidak, kita akan menjadi pezina-pezina dan terpecah be-lah. Perzinaan adalah kekacauan yang disebabkan oleh per-pecahan. Kita perlu nampak visi pengendali ini. Dengan demikian kita akan menjadi esa dan akan melahirkan anak laki-laki untuk mengalahkan musuh Allah dan mendatang-kan Kerajaan Allah.