← Daftar isi Wahyu (2) · bab 15/17

TUAIAN DAN GILINGAN BESAR

Berita ini meliputi dua pokok besar yang terdapat da-lam Wahyu 14: tuaian (ayat 14-16) dan gilingan besar (ayat 17-20). Tuaian adalah pemungutan hasil yang terdiri dari umat Allah, sedang gilingan adalah tempat akhir orang-orang jahat. Hari ini di bumi terdapat tiga golongan orang — orang Yahudi, kaum beriman, dan orang-orang kafir. Orang-orang Yahudi dan kaum beriman adalah umat Allah, sedang orang-orang kafir kebanyakan adalah orang-orang jahat. Pemeteraian terhadap orang-orang Yahudi lainnya te-rangkum dalam visi pada 7:1-8. Jadi, dalam pasal 14 tidak ada sebutan bangsa Yahudi, yang ada hanya kaum beriman dan bangsa kafir. Buah bungar, yaitu orang-orang yang ma-tang duluan, akan dibawa ke bukit Sion di surga sebelum kesusahan besar. Namun, mayoritas tuaian Allah, yaitu ma-yoritas kaum beriman, masih tetap berada di bumi setelah pengangkatan buah bungar itu, sampai saatnya mereka matang dan bisa dituai.

I. TUAIAN

Ayat 15-16 mengatakan, “Seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepa-da Dia yang duduk di atas awan itu, ‘Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak.’ Lalu Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumi pun dituailah.” Tuaian di bumi adalah umat Allah yang ada di bumi, kaum beriman di dalam Kristus (1 Kor. 3:9). Pada kedatangan-Nya kali pertama ke bumi, Tuhan menaburkan diri-Nya ke dalam orang-orang yang percaya kepada-Nya (Mat. 13:3-8, 24). Sejak saat itu, setiap orang beriman yang menerima Dia sebagai benih hayat telah menjadi tanaman Allah di bumi. Yang matang lebih dulu akan dituai sebelum kesusahan besar sebagai buah bungar bagi Allah, seperti yang ditunjukkan dalam ayat 1-5. Ma-yoritas kaum beriman akan menjadi matang dengan ban-tuan penderitaan pada masa kesusahan besar, dan dituai, diangkat pada akhir kesusahan besar. Karena itu, penuaian yang tercantum dalam ayat 16 merupakan pengangkatan terhadap mayoritas kaum beriman yang ditinggalkan di bumi untuk menempuh sebagian besar kesusahan besar, karena penuaian ini akan berlangsung setelah Antikristus memak-sa orang banyak menyembah dia dan patungnya (ayat 9).

Penuaian bisa dilakukan bila hasil bumi itu telah masak. Orang-orang yang matang duluan akan menjadi buah bungar, dan sebagian besar yang matang belakangan akan menjadi tuaian. Dalam Matius 13:39 Tuhan Yesus menunjukkan bahwa tanaman akan dituai pada akhir zaman, yaitu saat zaman ini telah genap. Hari ini kita belum tiba pada kesu-dahan zaman; zaman ini masih sedang berlangsung. Pada kesudahan zaman, tanaman Allah akan dituai. Sebelum masa penuaian, buah bungar akan dituai dan diangkat lebih dulu.

Menurut perlambangan dalam Perjanjian Lama, buah bungar dituai dan dibawa ke dalam Bait Allah untuk kenik-matan Allah (Kel. 23:19). Tetapi bila tuaian, yaitu bagian terbesar dari hasil bumi lainnya itu telah matang, mereka akan dimasukkan ke dalam lumbung, yang terletak antara ladang dengan rumah petani. Dari sini kita nampak bahwa buah bungar akan dibawa ke rumah Allah — bukit Sion di surga, dan tuaian akan dibawa ke angkasa. Tak lama sete-lah buah bungar dibawa ke hadapan Tuhan Yesus di langit ketiga, Ia akan meninggalkan surga dan turun ke angkasa, di sana Ia akan tinggal sejangka waktu. Menurut nubuat dalam 1 Tesalonika 4, tuaian akan diangkat ke angkasa. Kebanyakan orang Kristen hanya memahami pengangkatan secara umum, yaitu menurut 1 Tesalonika 4. Mereka tidak nampak apa-apa tentang pengangkatan anak laki-laki dan buah bungar.

Wahyu 14 menunjukkan dua macam pengangkatan, pengangkatan buah bungar dan pengangkatan tuaian. Lu-kisan dalam perlambangan menggambarkan hal ini dengan sangat jelas. Pada zaman dulu, gandum yang matang du-luan, buah bungar, akan dituai lebih dulu, sedang tuaian dituai belakangan. Setiap orang mengetahui bahwa sebuah gambar jauh lebih baik daripada ribuan kata-kata. Dalam gambar tidak ada kekaburan, juga tidak mungkin membuat beda pendapat. Kita seharusnya hanya menerima firman murni menurut gambaran buah bungar dan tuaian. Kita se-dang menantikan pengangkatan buah bungar. Orang-orang yang tidak berbagian dalam pengangkatan ini mungkin ter-masuk dalam tuaian.

A. Setelah Antikristus Menganiaya Agama, Menjelang Akhir Kesusahan Besar

Menurut pasal 14, pengangkatan tuaian akan terjadi setelah Antikristus menganiaya agama. Setelah pengang-katan buah bungar, binatang itu, yaitu Antikristus, akan memaksa orang banyak menyembah dia dan patungnya. Ia juga akan menganiaya kaum beriman. Itulah kesusahan besar. Pengangkatan buah bungar akan dimulai sebelum kesusahan besar, sedang pengangkatan tuaian akan terjadi pada akhir kesusahan besar. Karena itu, semua orang ku-dus yang termasuk dalam pengangkatan tuaian harus menempuh sebagian besar dari kesusahan besar.

B. Dituai oleh Kristus yang Serupa Anak Manusia

Ayat 14 berbunyi, “Lalu aku melihat: Sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang se-perti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.” Tuaian akan dituai oleh Kristus sebagai Anak Manusia. Ia datang sebagai Anak Manusia untuk menabur benih, dan Ia akan datang pula sebagai Anak Manusia untuk menuai apa yang telah ditabur-Nya.

Pada saat Tuhan Yesus kembali, Ia tetap adalah Anak Manusia. Sebagai Anak Manusia, Dia layak melaksanakan penghakiman Allah terhadap setiap orang (Yoh. 5:27). Pada saat itu Ia tidak lagi datang secara terselubung atau tersem-bunyi di dalam awan-awan, tetapi Ia akan duduk di atas awan. Itu berarti Ia tidak lagi datang secara rahasia atau tersembunyi; kedatangan-Nya sekarang ini adalah secara terbuka dan bisa dilihat oleh semua orang. Dalam 10:1, Kristus masih berselubungkan awan, di sini Ia duduk di atas awan; hal ini sesuai dengan 1 Tesalonika 4:17, menyatakan pada saat itu Tuhan datang secara terbuka di angkasa.

Ayat 14 juga mengatakan bahwa Ia mengenakan “se-buah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya”. Mahkota emas di atas kepala-Nya menunjukkan Tuhan adalah yang dimahkotai dengan ke-muliaan (Ibr. 2:9). Sabit tajam di tangan-Nya menunjukkan bahwa Tuhan adalah yang menuai di ladang Allah.

C. Tuaian Sudah Masak

Ayat 15 mengatakan, “Tuaian di bumi sudah masak.” Untuk masak atau matang berarti harus menjemur kering semua air bumiah. Penderitaan pada masa kesusahan besar akan seperti matahari yang memanggang, akan menjemur hingga kering kadar air bumiah dari kaum beriman yang tertinggal di bumi pada masa kesusahan besar sehingga me-reka menjadi matang. Sebelumnya, tuaian itu masih ber-warna hijau. Tak ada seorang petani pun yang mau menuai padi yang masih hijau. Bila semua tuaian di ladang telah matang, saat menuai pun tibalah.

D. Dituai dengan Sabit

Dalam ayat 15 seorang malaikat berseru, “Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah,” sedang ayat 16 mengatakan, “Lalu Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumi pun dituailah.” Sabit dalam ayat-ayat ini melambangkan malaikat-malaikat yang diutus oleh Tuhan untuk menuai tuaian (Mat. 13:39). Pada saat kedatangan-Nya, Tuhan Yesus akan mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk menuai kaum beriman dari ladang.

E. Diangkat pada Saat Sangkakala Ketujuh Ditiup

Tuaian akan diangkat pada saat sangkakala ketujuh, yaitu sangkakala terakhir ditiup (1 Kor. 15:51-52; 1 Tes. 4:15-17). Peniupan sangkakala ketujuh akan berlangsung sampai kekal. Pengangkatan itu akan terjadi pada awal ditiupnya sangkakala ini.

Setelah mendengar tentang pemenang duluan dan pe-menang belakangan, mungkin Anda berpikir semua orang beriman akan menjadi pemenang. Anda bingung, siapakah yang termasuk dalam tuaian. Belakangan ini saya mende-ngar bahwa di Amerika Serikat ada lima puluh juta orang Kristen yang telah dilahirkan kembali. Jadi, di Amerika Serikat saja akan terdapat puluhan juta yang bisa dituai oleh Tuhan Yesus.

Tidaklah mudah memahami Alkitab. Percayakah Anda bahwa seluruh dunia, termasuk Asia, Afrika, Amerika bagi-an utara, Amerika bagian selatan, Australia, dan Eropa akan berada di bawah pengendalian Antikristus? Tidak, sudah tentu tidak demikian keadaannya. Antikristus akan men-jadi kaisar di Kekaisaran Romawi, dan Kekaisaran Romawi tidak mencakup seluruh bumi. Mungkin, akan meliputi se-bagian besar Eropa bagian timur dan mungkin sebagian da-ri Afrika Utara serta Asia bagian barat. Sudah tentu Rusia tidak akan berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi; demikian pula Australia, China, India, dan Amerika Serikat.

Saya berbeban menyampaikan beberapa hal kepada Anda, namun hal ini sebenarnya tidak ada dasar Alkitab-nya. Meskipun saya tidak suka mengatakan sesuatu tanpa dasar Alkitab, namun di dalam saya ada beberapa perkara yang saya yakin berasal dari Allah, walaupun tidak tercan-tum dalam Alkitab. Menurut nubuat secara alkitabiah, An-tikristus hanya akan berkuasa pada wilayah-wilayah Eropa, Asia Kecil, Palestina dan Afrika Utara. Tambahan pula, Antikristus bukanlah seorang komunis. Satu bukti tentang hal ini ada dalam Wahyu 18, yang menunjukkan bahwa ibu kota kerajaan Antikristus, Roma, akan menjadi pusat kapitalisme. Catatan dalam pasal ini, yang juga membica-rakan tentang memperdagangkan berbagai macam barang dan bahkan jiwa manusia, merupakan catatan yang me-nunjukkan keadaan di sana bukanlah komunisme, tetapi kapitalisme. Seluruh bumi berada di bawah pengaturan ke-daulatan Allah. Saya percaya Amerika Serikat akan dilin-dungi Allah sepenuhnya hingga Tuhan datang kembali. Se-perti yang telah saya katakan, saya percaya Amerika Serikat akan menjadi padang gurun seperti yang dinyatakan dalam Wahyu 12. Suatu tempat yang aman dan tempat perlin-dungan bagi banyak pengungsi. Dari puluhan juta orang Kristen di Amerika Serikat, tidak banyak yang akan men-jadi pemenang. Sudah tentu mereka tidak akan dibunuh oleh Antikristus, karena Amerika Serikat tidak termasuk dalam wilayah Antikristus. Karena Amerika Serikat akan menjadi tempat yang aman dan tempat perlindungan, maka orang-orang Kristen di negara ini tidak akan menjadi peme-nang duluan. Mereka akan termasuk dalam tuaian.

Bila Anda mendengar hal ini, mungkin Anda merasa heran, bagaimana kaum beriman di Amerika akan menjadi matang. Boleh jadi Anda berpikir karena Amerika merupa-kan satu tempat yang aman, maka orang-orang Kristen di sini menjadi kendur dan ceroboh. Misalkan, Anda adalah seorang Kristen yang tinggal di Amerika Serikat pada saat kesusahan besar. Jika Anda menyaksikan kegenapan nu-buat-nubuat yang telah kita bahas dalam berita-berita ini, apakah Anda akan tetap keras kepala dan dengan tolol ti-dak mau mengasihi Tuhan? Buah bungar telah diangkat, dan berita-berita tentang kejadian ini akan menjadi judul utama dalam koran-koran. Antikristus akan menganiaya bangsa Yahudi dan orang-orang Kristen di Eropa. Dalam te-rang semuanya ini, apakah Anda masih tetap menganggap Amerika Serikat sebagai negara yang penuh sukaria? Selain itu, banyak orang Kristen di Eropa akan melarikan diri ke Amerika untuk menghindari penganiayaan Antikristus. Ke-dua sayap burung nasar yang besar akan menerbangkan mereka ke padang gurun. Orang-orang yang tidak melari-kan diri akan menjadi martir. Mereka akan cepat menjadi pemenang. Sudah tentu, saat itu setiap orang Kristen akan menjadi bijaksana dan tergerak untuk mengasihi Tuhan. Semoga orang-orang yang mengecam kita hari ini, kelak menerima bantuan dari kesaksian kita hari ini.

Pada akhir zaman, perang akan berkecamuk di Harmagedon. Menurut nubuat yang berhubungan dengan perang Harmagedon ini dan sesuai dengan situasi dunia yang ada sekarang, di bumi terdapat empat kekuatan mili-ter yang berkuasa: satu dari utara, Rusia; satu dari timur, tempat terbitnya matahari; lainnya dari Eropa, wilayah Antikristus; dan yang terakhir dari Amerika Serikat. Para tentara dari ketiga kekuatan militer itu akan berhimpun bersama-sama di Harmagedon, tetapi pasukan Amerika mungkin tidak terlibat. Situasi dunia hari ini cenderung mempersiapkan jalan untuk perang Harmagedon. Tetapi Amerika akan menjadi tempat yang aman, padang gurun, bagi umat Allah.

Selama kesusahan besar, orang-orang Kristen akan di-aniaya dan bahkan banyak yang menjadi martir. Tetapi se-jumlah besar umat Allah akan melarikan diri ke Amerika Serikat, dengan demikian mereka akan termasuk dalam tuaian. Melalui melihat tergenapnya nubuat-nubuat dan la-poran peristiwa yang mutakhir, mereka akan terdorong untuk mencari Tuhan dan mengasihi-Nya dengan sungguh-sungguh. Mereka semua menjadi sadar bahwa Tuhan Yesus akan kembali tidak lebih dari tiga setengah tahun. Karena itu, setiap orang akan bertumbuh dalam hayat dan menjadi matang.

Untuk memahami Alkitab, kita harus mengumpulkan berbagai potongan firman menjadi satu seperti potongan-po-tongan gambar susun. Melalui ini, kita akan melihat suatu gambaran yang jelas dan lengkap. Alkitab menggunakan lambang-lambang tertentu untuk mewakili bangsa-bangsa. Sebagai contoh, domba jantan mewakili bangsa Persia; kambing mewakili bangsa Yunani. Bahkan arti Laut Aegea adalah laut kambing. Babel kuno dilambangkan dengan se-ekor singa. Belakangan ini arkeolog menemukan benda-ben-da peninggalan di Babel dengan gambar-gambar singa di atasnya. Wahyu 12 membicarakan tentang burung nasar yang besar. Dalam Alkitab, binatang-binatang dipakai un-tuk melambangkan suatu bangsa. Berdasarkan fakta ini, mungkin kita akan bertanya, bangsa manakah yang dilambangkan oleh burung nasar. Sudah tentu jawabannya adalah Amerika Serikat. Ini bukan kebetulan, melainkan merupakan pengaturan Allah yang penuh hikmat. Dalam pengaturan Allah, nenek moyang negeri ini memilih burung nasar sebagai lambang negara. Meskipun dalam Alkitab tidak ada ayat yang mengatakan bahwa burung nasar ada-lah lambang dari Amerika Serikat, namun saya yakin, da-lam pengaturan Allah, burung nasar dalam pasal ini dituju-kan kepada Amerika Serikat. Itulah sebabnya saya yakin Amerika Serikat akan menjadi padang gurun dalam Wahyu 12 dan sebagai tempat perlindungan bagi umat Allah yang mengungsi.

Hari ini, untuk memahami nubuat Alkitab jauh lebih mudah daripada puluhan tahun yang silam. Puluhan tahun yang silam, saya mempelajari nubuat tentang pembentukan kembali negara Israel. Pada tahun 1948, dengan mata sen-diri saya melihat hal ini terjadi. Kita semua tahu, pada ta-hun 1967, kota Yerusalem dikembalikan kepada bangsa Yahudi. Hari ini situasi dunia terpusat pada Timur Tengah. Sekarang saya hidup di negeri burung nasar yang besar. Meskipun di Amerika Serikat terdapat banyak perkara ke-dosaan, namun selain bangsa Israel, ini adalah negara yang dibentuk berdasarkan firman Allah. Saya memiliki salinan Undang-undang Dasar yang pertama dari negara Amerika Serikat. Undang-undang ini terdiri dari ayat-ayat yang ter-dapat dalam Kitab Keluaran. Di samping itu, setiap kali Kongres bersidang selalu dibuka dengan sebuah doa. Pada tahun 1958 saya pernah menghadiri doa pembukaan sema-cam itu. Meskipun doanya sangat formal, namun masih cukup bagus. Pula, kata-kata “Kepada Allah kami percaya” (In God We Trust) tercetak pada mata uang Amerika Seri-kat. Dalam Alkitab, semua bangsa lainnya dilambangkan oleh berbagai binatang darat. Tetapi satu negeri ini, Ame-rika Serikat, dilambangkan oleh burung nasar.

Ketika kita membahas pasal 8 telah kita katakan bahwa sepertiga bagian dari bumi ini akan dirusak oleh se-rangkaian bencana alam adikodrati (8:7-12). Saya tidak yakin berbagai bencana ini akan mempengaruhi Amerika Serikat. Sepertiga bagian dari bumi yang dimaksud adalah bagian dari bumi yang didiami orang-orang yang menghujat Allah dan menentang-Nya dengan hebat. Saya katakan de-mikian karena saya yakin bahwa Allah akan menggunakan Amerika Serikat untuk melindungi umat-Nya yang lemah. Betapa rahmani-Nya Dia!

Saya sungguh gembira karena Tuhan telah mengutus pemulihan-Nya ke negeri ini! Saya percaya gereja-gereja lokal akan didirikan di semua kota besar dari kelima puluh negara bagian Amerika Serikat. Gereja-gereja sejati itu akan memimpin umat Allah kembali ke ekonomi-Nya. Pertama-tama, gereja-gereja akan menghasilkan buah bungar yang hidup. Kedua, gereja-gereja akan dipakai untuk merawat umat Kristen selama kesusahan besar. Banyak orang akan melarikan diri ke Amerika Serikat. Pada saat itu, tidak se-orang pun menentang atau mengkritik gereja-gereja lokal; sebaliknya banyak orang akan datang ke gereja-gereja lokal.

Dua perkara ini merupakan pengaturan Allah. Terlebih dulu Ia mempersiapkan Amerika Serikat menjadi seekor burung nasar yang besar. Kemudian Ia mengutus pemulih-an-Nya ke negeri ini. Selama kesusahan besar, orang-orang Kristen pasti tidak akan lagi memperhatikan gereja Katolik, denominasi atau kelompok-kelompok bebas. Mereka malah akan berkata, “Tak ada waktu untuk dibuang-buang. Mari kita menempuh jalan Allah.” Jalan Allah itulah gereja-ge-reja lokal. Haleluya, kita ada di dalam gereja lokal! Hale-luya, kita ada di Amerika Serikat! Kita di dalam hidup ge-reja yang murni, dan kita berada di negara burung nasar yang besar. Saya sangat sedih kehilangan daratan China. Saya sungguh-sungguh mengasihi pekerjaan di sana. Tetapi, betapa saya bersyukur kepada Tuhan karena Ia membawa saya ke negeri burung nasar besar ini dan berada di dalam hidup gereja yang sejati. Terpujilah Dia yang mengutus pemulihan-Nya ke Amerika Serikat!

II. GILINGAN ANGGUR YANG BESAR

Ayat 18-19 mengatakan, “Seorang malaikat yang lain lagi datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sa-bit tajam itu, katanya, ‘Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak.’ Lalu malaikat itu mengayunkan sa-bitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam gilingan besar, yaitu murka Allah.” Dalam Alkitab, bangsa Yahudi diumpamakan sebagai pohon ara (Mat. 24:32), kaum beriman sebagai gan-dum (Mat. 13:25, 30), orang kafir yang jahat sebagai pohon anggur (Why. 14:19), yaitu tiruan dari pohon anggur yang benar (sejati) yang tersusun dari Kristus dan anggota-anggo-ta Tubuh-Nya (Yoh. 15:1-6). Tuhan Yesus berkata, “Akulah pokok anggur yang benar.” Orang-orang yang tidak percaya merupakan anggur tiruan yang dibuat oleh Iblis.

Kita telah melihat bahwa Allah menggunakan pohon ara untuk melambangkan bangsa Israel. Meskipun pohon ara ini tidak memiliki bunga atau kesemarakan di luarnya, namun memiliki buah yang penuh gizi. Itulah seharusnya keadaan orang Israel dalam ekonomi Allah. Namun, hari ini orang Israel tidak berbuah satu pun. Ketika Tuhan Yesus pergi ke Yerusalem terakhir kalinya, Ia mendatangi sebuah pohon ara. Ia lapar dan ingin mendapatkan buah darinya. Namun Ia tidak menemukan satu buah pun dari pohon ara itu, lalu Ia mengutuknya (Mrk. 11:12-14). Kejadian itu merupakan lambang pengutukan Tuhan terhadap negara Israel yang tidak berbuah.

Dalam hikmat Allah, gandum melambangkan orang Kristen, gereja. Benih gandum telah ditaburkan ke bumi langsung oleh Tuhan Yesus sebagai Anak Manusia. Bunga gandum kecil-kecil, namun bila sudah dibuahi, ia akan pe-nuh dengan biji-bijian yang bisa menghasilkan tepung yang baik untuk kurban sajian bagi Allah guna memuaskan Allah dan manusia. Puji Tuhan karena kita, orang Kristen, ada-lah gandum yang tumbuh di ladang!

A. Pada Akhir Kesusahan Besar

Setelah gandum dituai, orang-orang yang tidak percaya yang dalam pandangan Allah diibaratkan dengan buah anggur akan dituai. Hal ini akan berlangsung pada akhir kesusahan besar.

B. Penghakiman di Lembah Yosafat

Gilingan anggur besar akan menjadi tempat penghakiman di lembah Yosafat (Yl. 3:9-16). Kitab Yoel 3 dengan jelas memperlihatkan kepada kita bahwa Tuhan akan mengumpulkan tentara dari segala bangsa ke lembah Yosafat (juga disebut lembah Kidron), yang berhubungan dengan lembah Hinom, yang terletak di antara Yerusalem dengan Bukit Zaitun. Pada zaman dulu orang-orang menguburkan barang-barang yang najis di sana. Raja Asa dari Yehuda menguburkan berhala ibunya di tempat itu (1 Raj. 15:13). Karena itu, barang-barang yang najis dan berhala dikuburkan di lembah ini.

C. Perang di Harmagedon

Gilingan besar murka Allah (ayat 19) adalah perang Harmagedon (16:12-16). Semua pasukan yang jahat dan du-niawi dari orang kafir akan dikumpulkan di sana, dan Tuhan bersama kaum beriman pemenang-Nya akan berperang me-lawan mereka, serta memusnahkan mereka (19:11-21; Yl. 3:9-13; Yes. 63:1-6). Nama Harmagedon (dalam bahasa Inggris: Armageddon) terdiri dari dua kata. Kata pertama, “Ar” berarti “bukit” dan kata kedua, “mageddon” adalah megido, yang berarti “pembantaian”.

Telah kita tunjukkan, menurut Alkitab dan sesuai de-ngan situasi dunia hari ini, bala tentara dari ketiga sumber akan berkumpul pada perang Harmagedon. Sumber-sumber itu adalah Eropa, Rusia, dan benua Timur. Sumber-sumber dari Rusia dan benua Timur sudah dapat dikenali, namun sumber dari Eropa dan Asia Kecil belum bisa ditetapkan. Negara-negara di kawasan tersebut sedang menunggu mun-culnya seorang pemimpin yang kuat, yang mungkin men-jadi Antikristus. Melalui mempelajari nubuat, saya yakin Antikristus akan datang dari negeri Yunani dan Makedonia atau dari keturunan bangsa Yunani. Pemimpin yang penuh kuasa itu akan bergerak ke arah Mesir, Siria, dan Israel -tanah permai. Karena berlimpahnya kekayaan minyak di Timur Tengah, kawasan ini selalu menjadi fokus penting dalam hubungan internasional. Di bawah pengaturan ke-daulatan Allah, hal ini mungkin menjadi salah satu penye-bab terjadinya perang Harmagedon.

Zakharia 14 menyatakan, ketika Tuhan Yesus datang kembali, Ia akan menjejakkan kaki-Nya di atas bukit Zaitun, menyebabkan bukit ini terbelah menjadi dua dan terbukalah sebuah jalan bagi bangsa Yahudi yang terkepung sehingga mereka bisa melarikan diri (Za. 14:4-5). Kisah Para Rasul 1 memberi tahu kita, Tuhan Yesus yang naik dari bukit Zaitun, akan kembali dengan cara yang sama seperti pada waktu Ia naik. Ini berarti Ia akan datang kembali ke bukit Zaitun, dekat lembah Yosafat. Himpunan seluruh kekuatan dunia saat itu seperti kumpulan buah anggur yang telah masak di dalam gilingan besar. Ketika Tuhan melihat selu-ruh tentara dunia telah berhimpun pada perang Harmagedon, itulah saatnya Ia menginjak gilingan anggur itu.

D. Buah Anggur Itu Sudah Masak

Sebelum buah-buah anggur itu dikumpulkan ke giling-an besar, mereka akan benar-benar telah masak (ayat 18). Untuk menjadi masak, kandungan air dalam gandum ha-rus benar-benar telah kering. Tetapi buah anggur sangat berlainan: buah-buah anggur itu harus penuh dengan air. Entah Anda itu gandum atau buah anggur, hal itu tergan-tung pada apakah Anda kering atau penuh dengan air. Jika Anda berambisi memperoleh lebih banyak air duniawi, maka Anda hidup seperti buah-buah anggur, bukan seperti gandum.

E. Buah-buah Anggur Dikumpulkan dan Dilemparkan ke Dalam Gilingan Anggur Besar Murka Allah

Buah-buah anggur itu akan dikumpulkan dan dilem-parkan ke dalam gilingan besar murka Allah (ayat 19; 16:12-16). Tuhan akan mengumpulkan semua kekuatan jahat di dunia ke satu tempat. Di sana Ia akan menginjak gilingan besar ini. Dengan menginjak gilingan besar ini, Tuhan akan memusnahkan semua kekuatan jahat di dunia.

F. Diinjak oleh Kristus

Gilingan besar itu akan diinjak oleh Kristus (Yes. 63:1-6). Ayat 20 mengatakan, “Buah-buah anggur itu digiling di luar kota dan dari gilingan itu mengalir darah, tingginya sam-pai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.” Kota di sini mengacu kepada kota Yerusalem, sedang kuda sepadan de-ngan kuda yang tercantum dalam 19:18. Darah yang meng-alir keluar dari gilingan itu akan membentuk sungai yang dua ratus mil panjangnya. Itulah jarak dari Bozra (Yes. 63:1) ke Harmagedon (Why. 16:16). Sungai darah ini demi-kian tinggi hingga mencapai kekang kuda. Kata Ibrani yang diterjemahkan darah dalam Yesaya 63:3 berarti sari buah. Sampai-sampai jubah Kristus akan ternodai dengan darah itu. Dari Bozra sampai Harmagedon akan terbentuk sungai darah. Penginjakan gilingan ini merupakan penghakiman Tuhan Yesus yang dilaksanakan terhadap Antikristus dengan semua kekuatannya. Semua tentara dari utara, barat, dan timur akan dikumpulkan seperti mengumpulkan buah anggur yang telah masak ke dalam gilingan. Inilah kata nubuat yang jelas.

G. Akhir Kesusahan Besar dan Akhir Zaman Ini

Penginjakan gilingan ini akan mengakhiri kesusahan besar dan juga menyudahi zaman ini. Ini adalah satu perkara besar.