Daftar isi Wahyu (3) · Berita Keempat Puluh Tujuh · bab 14/17

Berita Keempat Puluh Tujuh

PERKARA-PERKARA YANG TERJADI SETELAH PENGANGKATAN BUAH BUNGAR

Dalam berita ini kita akan membahas perkara-perkara yang terjadi setelah pengangkatan buah bungar (14:6-13).

II. PERKARA-PERKARA

YANG TERJADI SELANJUTNYA

A. Injil Kekal

Perkara pertama yang terjadi setelah pengangkatan buah bungar ialah pemberitaan Injil kekal (ayat 6-7). Meskipun Anda telah membaca Wahyu 14 berulang-ulang, namun mungkin Anda tidak pernah terkesan dengan istilah “Injil kekal” dalam ayat 6. Boleh jadi tidak ada pengkhotbah, penginjil, ataupun pendeta pernah memberi tahu Anda bahwa di kemudian hari, setelah pengangkatan buah bungar, akan ada Injil yang dinyatakan sebagai “Injil kekal”. Kebanyakan orang Kristen hanya mengetahui Injil anugerah; tetapi mereka tidak tahu kalau dalam ekonomi Allah, Injil kekal akan diberitakan pada masa kesusahan besar (Mat. 24:21).

Injil kekal berbeda dengan Injil anugerah (Kis. 20:24) yang diberitakan pada zaman gereja. Isi dasar Injil anugerah adalah bertobat kepada Allah dan percaya ke dalam Tuhan Yesus (Kis. 20:21), supaya manusia beroleh pengampunan dosa dan dilahirkan kembali menjadi anak-anak Allah (Luk. 24:47; Yoh. 1:12); sedangkan isi dasar Injil kekal ialah menyuruh manusia takut kepada Allah, menyembah Allah, supaya mereka tidak teperdaya dan mengikuti Antikristus, tetapi dibawa kembali kepada penyembahan yang sejati terhadap Allah yang menciptakan langit dan bumi (ayat 7). Hari ini di bumi, hanya manusia yang mempunyai hak untuk memberitakan Injil anugerah (Kis. 10:3-6). Tetapi menjelang kesudahan zaman ini, Injil kekal akan diberitakan oleh malaikat di angkasa.

Semua peneliti dan guru Alkitab sependapat bahwa Allah mempunyai berbagai cara untuk memperlakukan manusia. Berbagai cara itu disebut “zaman”. Meskipun kata “zaman” mencakup konsepsi waktu, namun secara khusus menunjukkan cara yang Allah pakai untuk memperlakukan manusia. Misalnya, zaman hukum Taurat merupakan satu kurun waktu. Pada zaman itu, Allah memperlakukan manusia dengan hukum Taurat; melalui zaman hukum Taurat Allah memperlakukan orang Israel. Dalam setiap masa Allah mempunyai cara perlakuan khusus terhadap orang-orang tertentu. Setelah zaman hukum Taurat, datanglah zaman anugerah; inilah masa kita hidup sekarang ini. Dalam masa ini, Allah memperlakukan kaum beriman yang ada di dalam Dia berdasarkan anugerah, bukan berdasarkan hukum Taurat. Sama seperti zaman hukum Taurat diakhiri dengan datangnya Yohanes Pembaptis, maka zaman anugerah akan diakhiri dengan dimulainya kesusahan besar. Yohanes Pembaptis mendatangkan satu zaman yang baru, zaman anugerah. Pada awal kesusahan besar, ketika Iblis dilemparkan ke bumi dan roh kaisar Nero keluar dari jurang maut, zaman anugerah akan berakhir. Selama tiga setengah tahun, empat puluh dua bulan kesusahan besar, Allah akan menggunakan cara lain untuk memperlakukan manusia, yaitu dengan Injil kekal.

Jika Anda membaca Wahyu 14 dengan cermat, Anda akan tampak bahwa Injil kekal mutlak berbeda dengan Injil yang kita beritakan hari ini. Injil yang kita beritakan memuat dua hal utama — bertobat kepada Allah dan percaya ke dalam Tuhan Yesus Kristus. Pada awal zaman anugerah, Yohanes Pembaptis keluar untuk memberitakan pertobatan (Mat. 3:1-2). Setelah itu, Tuhan Yesus memberitakan pertobatan dan hal percaya. Yohanes Pembaptis berkata, “Bertobatlah” (Mat. 3:2), sedang Tuhan Yesus berkata, “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (Mrk. 1:15). Dalam Kisah Para Rasul, rasul mengikuti Tuhan Yesus memberitakan pertobatan dan hal percaya. Bertobat berarti perubahan pikiran; suatu perubahan konsepsi dan pengenalan terhadap hayat. Manusia harus berpaling, karena mereka telah menjauhi Allah. Sekarang mereka harus kembali kepada Allah. Itulah artinya bertobat. Namun, ini hanya sebagian kecil dari Injil anugerah. Bagian terbesar dari Injil anugerah adalah percaya ke dalam Tuhan Yesus Kristus sehingga kita bisa beroleh pengampunan dosa, mendapatkan hayat yang kekal, dan menjadi putra-putra Allah. Inilah isi Injil anugerah yang kita beritakan hari ini.

Isi Injil kekal sangatlah berbeda. Dalam Injil kekal tidak ada pertobatan, juga tidak ada hal percaya. Yang ada hanyalah perintah untuk takut kepada Allah, memuliakan Dia, dan menyembah Dia “yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air” (ayat 7). Perintah untuk menyembah Allah sebagai Pencipta berlawanan dengan menyembah Antikristus dan patungnya yang tercantum dalam ayat 9. “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia” adalah perintah yang diberikan kepada penduduk bumi untuk melawan tipu daya nabi palsu yang menyuruh manusia mengikuti Antikristus, juga untuk melawan ancaman akan dibunuh bagi orang-orang yang tidak mau menyembah Antikristus selama kesusahan besar (13:14-15). Malaikat yang memberitakan Injil kekal seolah-olah berkata, “Kalian harus takut akan Allah. Antikristus bukanlah Allah, karena itu, kalian tidak perlu takut kepadanya. Antikristus tidak bisa melemparkan kalian ke lautan api; hanya Allah yang berkuasa. Meskipun Antikristus bisa melakukan tanda-tanda tertentu, namun ia bukanlah pencipta langit, bumi, laut, dan segala mata air. Allah itulah Sang Pencipta. Kalian harus takut akan Allah dan memuliakan Dia sebagai Pencipta alam semesta. Janganlah menyembah Antikristus dan patungnya. Kalian semua harus menyembah Allah.” Itulah Injil kekal. Karena kita memiliki Injil yang lebih baik, maka kita tidak perlu mendengarkan Injil ini.

Ayat 7 mengatakan, “Telah tiba saat penghakiman-Nya.” Penghakiman di sini adalah penghakiman yang akan dilaksanakan oleh Kristus atas segenap bangsa pada waktu Ia datang kembali ke bumi, seperti yang dinubuatkan-Nya dalam Matius 25:31-46. Penghakiman ini akan dilaksanakan atas diri orang-orang hidup sebelum Kerajaan Seribu Tahun, berbeda dengan penghakiman atas orang-orang mati yang dibicarakan dalam Wahyu 20:11-15, yang akan berlangsung setelah Kerajaan Seribu Tahun. Ketika Tuhan kembali ke bumi, orang-orang dari segala bangsa yang masih tertinggal akan dihakimi menurut Injil kekal yang diberitakan oleh malaikat pada masa kesusahan besar (Mat. 24:21). Jika mereka, karena takut akan Allah dan menyembah Allah, memperlakukan umat Allah dengan baik, memelihara orang-orang Kristen dan orang-orang Yahudi, yaitu saudara-saudara Tuhan yang menderita kemiskinan dan pemenjaraan di bawah penganiayaan Antikristus selama kesusahan besar, maka mereka akan dibenarkan oleh Tuhan, boleh masuk ke dalam bagian bumiah dari Kerajaan Seribu Tahun, berbagian dalam kerajaan yang disediakan oleh Allah bagi mereka sejak dunia dijadikan (Mat. 25:34). Jika mereka, karena mengikuti Antikristus dan menyembah patungnya, menganiaya orang-orang Kristen dan orang-orang Yahudi, maka mereka akan dihukum dan dilemparkan ke dalam api yang kekal yang telah disediakan untuk si jahat dan malaikat-malaikatnya (Mat. 25:41).

Dalam Matius 25:31 Tuhan Yesus berkata bahwa Ia akan datang di dalam kemuliaan-Nya dan “bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya”. Ayat ini bukan membicarakan takhta penghakiman (2 Kor. 5:10), melainkan takhta kemuliaan-Nya, karena saat itu penghakiman terhadap kaum beriman di takhta penghakiman telah usai. Mula-mula, Tuhan turun dari surga ke angkasa. Setelah semua orang saleh diangkat, Ia akan menghakimi mereka pada takhta penghakiman-Nya. Penghakiman ini bukan penghakiman terhadap orang-orang yang tidak percaya, melainkan terhadap kaum beriman untuk menentukan siapa yang akan diberi pahala dan siapa yang akan menerima pendisiplinan. Setelah penghakiman ini dilaksanakan, Tuhan akan datang dalam kemuliaan-Nya dengan pasukan-Nya yang terdiri dari kaum beriman pemenang untuk mengalahkan Antikristus dan tentaranya. Setelah Antikristus dan nabi palsu dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api, dan setelah tentara Antikristus dijadikan mangsa, pesta bagi burung-burung (19:11-21), di bumi masih terdapat banyak orang yang tidak percaya dari berbagai bangsa. Kemudian Tuhan Yesus akan mendirikan takhta kemuliaan-Nya; semua orang yang tidak percaya yang masih hidup, bangsa-bangsa, akan dikumpulkan di hadapan-Nya (Mat. 25:32); dan Ia akan melaksanakan penghakiman-Nya atas mereka. Kisah Para Rasul 10:42, 17:31, dan 2 Timotius 4:1 menunjukkan bahwa Tuhan telah ditetapkan oleh Allah untuk menghakimi orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tuhan akan menghakimi orang-orang hidup setelah mengalahkan Antikristus dan nabi palsu, dan setelah Ia mendirikan takhta kemuliaan-Nya. Setelah penghakiman ini dilaksanakan, Kerajaan Seribu Tahun dimulai. Setelah Kerajaan Seribu Tahun, Tuhan akan menghakimi orang-orang yang telah mati pada takhta putih besar (20:11-15).

Berdasarkan standar apa Tuhan menghakimi orang-orang tidak percaya yang masih hidup di depan takhta kemuliaan-Nya? Tidak ada petunjuk yang mengisyaratkan bahwa Tuhan akan menghakimi mereka menurut hukum Musa, atau menurut Injil anugerah. Tuhan tidak akan berkata, “Orang-orang yang percaya kepada-Ku adalah domba, dan orang-orang yang tidak percaya kepada-Ku adalah kambing.” Menurut Matius 25:31-46, Tuhan akan menghakimi orang-orang yang tidak percaya yang masih hidup berdasarkan cara mereka memperlakukan saudara-saudara kecil Tuhan, orang-orang Yahudi yang takut akan Allah dan orang-orang Kristen yang percaya kepada Kristus. Orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen tersebut adalah orang-orang yang akan melewati kesusahan besar dan yang akan menjadi sasaran penganiayaan Antikristus. Tuhan menganggap orang-orang itu sebagai saudara-saudara kecil-Nya. Selama kesusahan besar, orang-orang Yahudi yang takut akan Allah dan orang-orang Kristen akan kelaparan, kehausan, telanjang, sakit, dan dipenjarakan (Mat. 25:35-39). Tuhan akan menghakimi orang-orang tidak beriman yang masih hidup sesuai dengan perlakuan mereka terhadap sau-dara-saudara-Nya selama masa itu. Sebagian akan memperlakukan orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen dengan baik. Tidak salah lagi, mereka itu pastilah orang-orang yang mendengar Injil kekal yang diberitakan oleh malaikat pada saat Antikristus dan pengikutnya menganiaya orang-orang Yahudi dan kaum beriman. Ketika mereka mendengar Injil yang menyuruh mereka takut akan Allah dan menyembah Dia saja, hati mereka terjamah, dan mereka memperlakukan saudara-saudara kecil Tuhan dengan baik.

Jadi, Kristus melaksanakan penghakiman terhadap orang-orang tidak beriman yang masih hidup pada takhta kemuliaan-Nya berdasarkan Injil kekal. Siapa saja yang memperhatikan Injil itu dan memperlakukan saudara-saudara-Nya dengan baik akan dianggap sebagai “domba”. Sedang orang-orang lainnya akan dianggap sebagai “kambing”. “Kambing-kambing”, yaitu orang-orang yang mengikuti Antikristus menganiaya umat Allah, akan dilemparkan bersama Antikristus ke dalam lautan api. Sebaliknya, semua “domba” akan masuk ke dalam kerajaan yang telah disediakan bagi mereka “sejak dunia dijadikan” (Mat. 25:34), yaitu bagian bumiah dari Kerajaan Seribu Tahun; mereka akan menjadi warga kerajaan itu, tetapi bukan raja-raja atau imam-imam. Dalam Kerajaan Seribu Tahun, orang-orang Kristen pemenang akan menjadi raja-raja, sedang orang-orang Yahudi yang takut akan Allah akan dilindungi dan diselamatkan, dan mereka akan menjadi imam-imam; sedang “domba-domba” akan menjadi warga atau rakyatnya. Karena itu, melalui zaman hukum Taurat, Allah akan mendapatkan orang-orang Yahudi menjadi imam-imam; sedang melalui zaman anugerah, Ia akan mendapatkan kaum beriman menjadi raja-raja; dan melalui Injil kekal, Ia akan mendapatkan orang-orang kafir yang takut akan Allah menjadi warga, rakyat Kerajaan Seribu Tahun.

Gambaran yang jelas ini terbentuk dengan menyusun berbagai potongan firman seperti menyusun potongan-potongan gambar susun. Banyak tahun saya habiskan untuk menyelesaikan susunan gambar ini. Betapa bahagianya saya ketika akhirnya potongan-potongan ini telah tersusun menjadi satu! Satu gambar yang besar dari “gambar susun” ini adalah Matius 25:31-46. Selama bertahun-tahun sebelumnya, saya gagal mencocokkan potongan-potongan gambar susun pada tempat yang semestinya. Saya telah mencoba meletakkannya di mana saja, namun tidak ada yang cocok. Akhirnya, saya temukan juga tempat yang cocok untuk potongan-potongan gambar susun itu. Sekarang, kita tidak lagi menghadapi teka-teki, melainkan mempunyai satu gambaran yang jelas.

Karena belas kasihan Allah, Injil kekal akan diberitakan setelah pengangkatan buah bungar. Setelah buah bungar diangkat, Antikristus akan menganiaya orang-orang Kristen dan orang-orang Yahudi yang takut akan Allah. Kemudian Allah akan mengutus seorang malaikat ke angkasa untuk memberitakan Injil kekal.

Puluhan tahun yang lalu, kita hampir-hampir tidak mengerti apa pun tentang teknologi ruang angkasa. Saya yakin, Antikristus akan menggunakan pengetahuan teknologi modern untuk mencapai planet-planet lain, yang oleh Alkitab disebut “penguasa di angkasa”. Tiba-tiba, karena rahmat Allah, seorang malaikat pembawa berita akan menampakkan diri di angkasa dan memberitakan Injil kekal, memperingatkan seluruh penduduk bumi untuk takut akan Allah, menyembah-Nya dan tidak menganiaya umat Allah. Allah tahu, penganiayaan yang timbul setelah pengangkatan buah bungar itu demikian dahsyatnya, sehingga tanpa rahmat-Nya tidak seorang pun mampu menanggungnya. Banyak orang akan mendengarkan Injil kekal ini. Mereka percaya Injil ini dan memberikan bantuan kepada orang-orang yang dianiaya. Dengan jalan ini, bangsa Yahudi yang menderita dan orang-orang Kristen yang teraniaya akan mendapatkan pertolongan untuk memperoleh makanan, pakaian yang mereka perlukan dan kunjungan. Tuhan tahu perbuatan orang-orang yang membantu umat-Nya, karena itu, ketika Ia datang untuk menghakimi semua orang yang masih hidup, Ia akan memandang mereka sebagai “domba-domba”. Memang, dari Injil kekal itu akan diperoleh warga atau rakyat bagi Kerajaan Seribu Tahun, namun tujuan sebenarnya adalah untuk mengurangi penderitaan umat Allah selama kesusahan besar. Allah penuh rahmat dan tahu me-melihara umat-Nya. Betapa kita bersyukur atas belas kasihan-Nya!

“Domba-domba” dalam Kerajaan Seribu Tahun bukanlah kaum beriman yang telah dilahirkan kembali. Mereka tidak lain adalah orang-orang yang dipulihkan ke keadaan mereka yang semula, pada saat diciptakan. Kisah Para Rasul 3:21 membicarakan waktu pemulihan segala sesuatu. Pada saat itu, terang matahari, bulan dan bintang-bintang akan dipulihkan tujuh kali ganda (Yes. 30:26). Umur hidup manusia juga akan dipulihkan. Orang yang mati pada umur seratus tahun akan dianggap mati muda (Yes. 65:20). Setiap “domba” akan dipulihkan ke situasi Adam, yaitu pada keadaan manusia sebermula saat diciptakan. Mereka akan berbeda dengan kita. Ketika kita percaya Tuhan Yesus, hidup kekal masuk ke dalam kita. Namun, “domba-domba” tidak akan memiliki hidup kekal; mereka akan masuk ke dalam hidup kekal, ke dalam ruang lingkup hidup kekal (Mat. 25:46). Ini berarti mereka hanya dipulihkan. Sekalipun mereka tidak dilahirkan kembali dan tidak mempunyai hayat kekal di dalam mereka yang membuat mereka menjadi anak-anak Allah, namun mereka akan dipulihkan sebagai umat manusia yang pantas untuk hidup di bumi sebagai umat Allah, warga Kerajaan Seribu Tahun.

B. Jatuhnya Babel yang Agamawi

Peristiwa kedua yang terjadi setelah pengangkatan buah bungar yaitu jatuhnya Babel yang agamawi. Ayat 8 mengatakan, “Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata, ‘Sudah runtuh, sudah runtuh Babel, kota besar itu, yang telah membuat segala bangsa minum anggur kegeraman cabulnya” (Tl.). Klausa “yang telah membuat segala bangsa itu minum . . .” menunjukkan bahwa Babel di sini adalah Babel agamawi, Babel rahasia, yaitu gereja yang murtad yang dibicarakan dalam 17:2-6, bukan mengacu kepada Babel materi yang tercantum dalam 18:2. Ketika Antikristus melanggar perjanjian dengan bangsa Israel pada pertengahan satu kali tujuh masa (minggu) yang terakhir (tujuh tahun, Dan. 9:27; 11:31), ia akan membinasakan semua agama. Ini juga adalah permulaan dari kesusahan besar (Mat. 24:21) yang akan berlangsung selama tiga setengah tahun. Antikristus akan meninggikan dirinya melampaui segala allah dan memaksa manusia menyembah dia (Dan. 8:9-11; 11:36-37; 2 Tes. 2:3-4; Why. 13:4-6, 12, 14-15). Pada waktu itu, ia akan membinasakan Babel agamawi, yaitu gereja yang murtad (17:16). Karena itu, Babel agamawi akan runtuh pada awal kesusahan besar, sedangkan Babel materi akan runtuh pada akhir kesusahan besar (18:2).

Anggur percabulannya di sini menunjukkan percabulan rohani yang dilakukan oleh gereja yang murtad, yang telah diminum “segala bangsa” (17:2-6; 14:8). Ketika ia melakukan percabulan, dia marah kepada kaum saleh yang tidak setuju dengan percabulan yang dilakukannya. Itulah kege-ramannya. Sebab itu, “anggur percabulannya” juga disebut “anggur kegeraman cabulnya”.

Kita semua telah mengetahui bahwa pada pertengahan ketujuh tahun yang terakhir, Antikristus akan dihidupkan kembali. Sebelum hidup kembali, ia akan terbunuh sebagai kaisar Romawi yang ketujuh. Setelah roh Kaisar Nero keluar dari jurang maut dan masuk ke dalamnya (tubuh kaisar ketujuh), ia akan hidup kembali dan menjadi kaisar kedelapan, karena itu ia akan menjadi seorang yang “super”. Setelah kebangkitannya, ia akan membinasakan setiap agama dan menjadikan dirinya satu-satunya objek penyembahan agama. Ia bukan hanya meniadakan berbagai kurban persembahan bangsa Yahudi dan memusnahkan agama Yahudi, ia juga akan membinasakan penunggang binatang yang digambarkan dalam pasal 17. “Perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu” (17:3) adalah “si pelacur besar” (17:1), gereja yang murtad. Binatang di sini menunjukkan Kekaisaran Romawi, khususnya Antikristus. Menurut gambaran ini, seorang perempuan jahat, gereja yang murtad, akan menunggangi Kekaisaran Romawi. Tidak lama setelah zaman Konstantinus Agung, gereja merosot sampai ke taraf bukan saja murtad, tetapi juga bersifat duniawi. Ia akan terus bertumbuh hingga menjadi sangat berkuasa dan menjadi penunggang yang duduk di atas Kekaisaran Romawi. Tetapi dalam pertengahan ketujuh tahun yang terakhir, binatang itu, Antikristus akan mencabut perjanjiannya dengan bangsa Yahudi, membinasakan agama Yahudi, tidak lagi mempunyai toleransi dengan agama mana pun, termasuk gereja yang murtad. Ia tidak akan mengindahkan gereja yang telah murtad, bersama sepuluh raja ia akan melenyapkannya sama sekali. Dalam perkara ini Allah sungguh-sungguh berdaulat. Meskipun Antikristus akan meninggikan dirinya melebihi Allah, sesungguhnya ia dipakai oleh Allah untuk membinasakan dua agama ini — aliran Yahudi dan gereja yang murtad.

Keadaannya sama seperti ketika komunis merusak agama di China. Meskipun golongan komunis menentang Allah, namun mereka tidak menyadari kalau mereka telah dipakai oleh Allah untuk menghancurkan demikian banyak agama. Sebelum tahun 1949, seluruh daratan China penuh dengan tempat-tempat berhala. Hari ini, tempat-tempat itu telah dibersihkan. Di samping itu, meskipun golongan komunis menentang Yesus Kristus, mereka masih tetap menggunakan kalender atau penanggalan-Nya. Menurut sejarah, kalau Anda menggunakan kalender seseorang, itu berarti Anda tunduk kepada orang itu. Karena orang-orang komunis menggunakan kalender-Nya, berarti tanpa mereka sadari mereka telah tunduk kepada Tuhan Yesus. Sesungguhnya, karena Yesus adalah Raja atas segala raja, seluruh bumi menggunakan kalender-Nya. Semua orang tunduk kepada-Nya. Betapa berkuasanya Tuhan kita! Ia berkuasa atas semua orang yang menentang-Nya, bahkan menggunakan perlawanan mereka untuk menggenapkan kehendak-Nya. Ketika Antikristus meninggikan dirinya menjadi Allah, Tuhan Yesus memakainya untuk memusnahkan agama Yahudi dan kekristenan yang murtad. Antikristus akan melakukan pekerjaan pembersihan yang baik bagi Tuhan, membersihkan bumi dari berbagai agama untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus. Jadi, ketika Tuhan Yesus datang untuk mengalahkan Antikristus, agama sudah dibersihkan sama sekali.

C. Peringatan terhadap Orang-orang

yang Menyembah Binatang dan Patungnya dan

terhadap Orang-orang yang Mempunyai Tandanya

Setelah pengangkatan buah bungar, peringatan akan diberikan kepada orang-orang yang menyembah binatang dan patungnya dan terhadap orang-orang yang memiliki tandanya (ayat 9-11). Ayat 9-10 mengatakan, “Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba.” Api dan belerang dalam ayat 10 ini ditujukan kepada api dan belerang dalam lautan api (19:20; 20:10, 14). Orang-orang yang menyembah binatang dan patungnya dan yang menerima tanda namanya akan disiksa sampai selama-lamanya, siang malam tidak henti-hentinya (ayat 11).

Ayat 12 mengatakan, “Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.” Orang-orang kudus yang tertinggal dalam kesusahan besar perlu memiliki ketekunan dalam menghadapi penganiayaan Antikristus. Orang-orang kudus yang menghadapi kesusahan besar itu terdiri atas dua kelompok: orang-orang Yahudi yang memelihara perintah Allah dan orang-orang beriman yang memelihara kepercayaan terhadap Yesus.

D. Para Martir dalam Kesusahan Besar

Pada saat kesusahan besar banyak orang saleh akan menjadi martir. Ayat 13 mengatakan, “Kemudian aku mendengar suara dari surga berkata, ‘Tuliskan: Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.’ ‘Sungguh,’ kata Roh, ‘supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.’” Orang-orang mati di sini mengacu kepada orang-orang yang menjadi martir di bawah penganiayaan Antikristus selama kesusahan besar. Hal ini dibuktikan oleh 20:4. Dalam ayat ini kita mengetahui bahwa para martir selama kesusahan besar itu disebut berbahagia. Mereka ini akan beristirahat, dan semua pekerjaan mereka akan mengikuti mereka sebagai pahala.

Kitab Wahyu, yang ditulis pada saat kemerosotan gereja, menekankan Roh itu. Ayat 13 bukannya mengatakan, “kata Alkitab,” melainkan, “kata Roh itu.”