PERKARA-PERKARA YANG TERJADI SETELAH PENGANGKATAN BUAH BUNGAR
Dalam berita ini kita akan membahas perkara-perkara yang terjadi setelah pengangkatan buah bungar (14:6-13).
II. PERKARA-PERKARA
YANG TERJADI SELANJUTNYA
A. Injil Kekal
Perkara pertama yang terjadi setelah pengangkatan buah bungar ialah pemberitaan Injil kekal (ayat 6-7). Meskipun Anda telah membaca Wahyu 14 berulang-ulang, namun mungkin Anda tidak pernah terkesan dengan istilah “Injil kekal” dalam ayat 6. Boleh jadi tidak ada pengkhotbah, penginjil, ataupun pendeta pernah memberi tahu Anda bahwa di kemudian hari, setelah pengangkatan buah bungar, akan ada Injil yang dinyatakan sebagai “Injil kekal”. Kebanyakan orang Kristen hanya mengetahui Injil anugerah; tetapi mereka tidak tahu kalau dalam ekonomi Allah, Injil kekal akan diberitakan pada masa kesusahan besar (Mat. 24:21).
Injil kekal berbeda dengan Injil anugerah (Kis. 20:24) yang diberitakan pada zaman gereja. Isi dasar Injil anugerah adalah bertobat kepada Allah dan percaya ke dalam Tuhan Yesus (Kis. 20:21), supaya manusia beroleh pengampunan dosa dan dilahirkan kembali menjadi anak-anak Allah (Luk. 24:47; Yoh. 1:12); sedangkan isi dasar Injil kekal ialah menyuruh manusia takut kepada Allah, menyembah Allah, supaya mereka tidak teperdaya dan mengikuti Antikristus, tetapi dibawa kembali kepada penyembahan yang sejati terhadap Allah yang menciptakan langit dan bumi (ayat 7). Hari ini di bumi, hanya manusia yang mempunyai hak untuk memberitakan Injil anugerah (Kis. 10:3-6). Tetapi menjelang kesudahan zaman ini, Injil kekal akan diberitakan oleh malaikat di angkasa.
Semua peneliti dan guru Alkitab sependapat bahwa Allah mempunyai berbagai cara untuk memperlakukan manusia. Berbagai cara itu disebut “zaman”. Meskipun kata “zaman” mencakup konsepsi waktu, namun secara khusus menunjukkan cara yang Allah pakai untuk memperlakukan manusia. Misalnya, zaman hukum Taurat merupakan satu kurun waktu. Pada zaman itu, Allah memperlakukan ma-nusia dengan hukum Taurat; melalui zaman hukum Taurat Allah memperlakukan orang Israel. Dalam setiap masa Allah mempunyai cara perlakuan khusus terhadap orang-orang tertentu. Setelah zaman hukum Taurat, datanglah zaman anugerah; inilah masa kita hidup sekarang ini. Dalam masa ini, Allah memperlakukan kaum beriman yang ada di dalam Dia berdasarkan anugerah, bukan berdasarkan hukum Taurat. Sama seperti zaman hukum Taurat diakhiri dengan datangnya Yohanes Pembaptis, maka zaman anugerah akan diakhiri dengan dimulainya kesusahan besar. Yohanes Pem-baptis mendatangkan satu zaman yang baru, zaman anugerah. Pada awal kesusahan besar, ketika Iblis dilemparkan ke bumi dan roh kaisar Nero keluar dari jurang maut, za-man anugerah akan berakhir. Selama tiga setengah tahun, empat puluh dua bulan kesusahan besar, Allah akan meng-gunakan cara lain untuk memperlakukan manusia, yaitu dengan Injil kekal.
Jika Anda membaca Wahyu 14 dengan cermat, Anda akan nampak bahwa Injil kekal mutlak berbeda dengan Injil yang kita beritakan hari ini. Injil yang kita beritakan memuat dua hal utama — bertobat kepada Allah dan perca-ya ke dalam Tuhan Yesus Kristus. Pada awal zaman anu-gerah, Yohanes Pembaptis keluar untuk memberitakan per-tobatan (Mat. 3:1-2). Setelah itu, Tuhan Yesus memberitakan pertobatan dan hal percaya. Yohanes Pembaptis berkata, “Bertobatlah” (Mat. 3:2), sedang Tuhan Yesus berkata, “Ber-tobatlah dan percayalah kepada Injil” (Mrk. 1:15). Dalam Kisah Para Rasul, rasul mengikuti Tuhan Yesus memberi-takan pertobatan dan hal percaya. Bertobat berarti perubah-an pikiran; suatu perubahan konsepsi dan pengenalan ter-hadap hayat. Manusia harus berpaling, karena mereka telah menjauhi Allah. Sekarang mereka harus kembali kepada Allah. Itulah artinya bertobat. Namun, ini hanya sebagian kecil dari Injil anugerah. Bagian terbesar dari Injil anuge-rah adalah percaya ke dalam Tuhan Yesus Kristus sehingga kita bisa beroleh pengampunan dosa, mendapatkan hayat yang kekal, dan menjadi putra-putra Allah. Inilah isi Injil anugerah yang kita beritakan hari ini.
Isi Injil kekal sangatlah berbeda. Dalam Injil kekal tidak ada pertobatan, juga tidak ada hal percaya. Yang ada hanya-lah perintah untuk takut kepada Allah, memuliakan Dia, dan menyembah Dia “yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air” (ayat 7). Perintah un-tuk menyembah Allah sebagai Pencipta berlawanan dengan menyembah Antikristus dan patungnya yang tercantum dalam ayat 9. “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia” adalah perintah yang diberikan kepada penduduk bumi untuk melawan tipu daya nabi palsu yang menyuruh manu-sia mengikuti Antikristus, juga untuk melawan ancaman akan dibunuh bagi orang-orang yang tidak mau menyem-bah Antikristus selama kesusahan besar (13:14-15). Malai-kat yang memberitakan Injil kekal seolah-olah berkata, “Kalian harus takut akan Allah. Antikristus bukanlah Allah, karena itu, kalian tidak perlu takut kepadanya. Antikristus tidak bisa melemparkan kalian ke lautan api; hanya Allah yang berkuasa. Meskipun Antikristus bisa melakukan tan-da-tanda tertentu, namun ia bukanlah pencipta langit, bumi, laut, dan segala mata air. Allah itulah Sang Pencipta. Ka-lian harus takut akan Allah dan memuliakan Dia sebagai Pencipta alam semesta. Janganlah menyembah Antikristus dan patungnya. Kalian semua harus menyembah Allah.” Itulah Injil kekal. Karena kita memiliki Injil yang lebih baik, maka kita tidak perlu mendengarkan Injil ini.
Ayat 7 mengatakan, “Telah tiba saat penghakiman-Nya.” Penghakiman di sini adalah penghakiman yang akan dilak-sanakan oleh Kristus atas segenap bangsa pada waktu Ia datang kembali ke bumi, seperti yang dinubuatkan-Nya dalam Matius 25:31-46. Penghakiman ini akan dilaksana-kan atas diri orang-orang hidup sebelum Kerajaan Seribu Tahun, berbeda dengan penghakiman atas orang-orang mati yang dibicarakan dalam Wahyu 20:11-15, yang akan ber-langsung setelah Kerajaan Seribu Tahun. Ketika Tuhan kem-bali ke bumi, orang-orang dari segala bangsa yang masih tertinggal akan dihakimi menurut Injil kekal yang diberita-kan oleh malaikat pada masa kesusahan besar (Mat. 24:21). Jika mereka, karena takut akan Allah dan menyembah Allah, memperlakukan umat Allah dengan baik, memelihara orang-orang Kristen dan orang-orang Yahudi, yaitu saudara-sau-dara Tuhan yang menderita kemiskinan dan pemenjaraan di bawah penganiayaan Antikristus selama kesusahan besar, maka mereka akan dibenarkan oleh Tuhan, boleh masuk ke dalam bagian bumiah dari Kerajaan Seribu Tahun, ber-bagian dalam kerajaan yang disediakan oleh Allah bagi me-reka sejak dunia dijadikan (Mat. 25:34). Jika mereka, karena mengikuti Antikristus dan menyembah patungnya, meng-aniaya orang-orang Kristen dan orang-orang Yahudi, maka mereka akan dihukum dan dilemparkan ke dalam api yang kekal yang telah disediakan untuk si jahat dan malaikat-malai-katnya (Mat. 25:41).
Dalam Matius 25:31 Tuhan Yesus berkata bahwa Ia akan datang di dalam kemuliaan-Nya dan “bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya”. Ayat ini bukan membicarakan takhta penghakiman (2 Kor. 5:10), melainkan takhta kemu-liaan-Nya, karena saat itu penghakiman terhadap kaum beriman di takhta penghakiman telah usai. Mula-mula, Tuhan turun dari surga ke angkasa. Setelah semua orang saleh diangkat, Ia akan menghakimi mereka pada takhta penghakiman-Nya. Penghakiman ini bukan penghakiman terhadap orang-orang yang tidak percaya, melainkan terha-dap kaum beriman untuk menentukan siapa yang akan diberi pahala dan siapa yang akan menerima pendisiplinan. Setelah penghakiman ini dilaksanakan, Tuhan akan datang dalam kemuliaan-Nya dengan pasukan-Nya yang terdiri dari kaum beriman pemenang untuk mengalahkan Anti-kristus dan tentaranya. Setelah Antikristus dan nabi palsu dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api, dan setelah tentara Antikristus dijadikan mangsa, pesta bagi burung-burung (19:11-21), di bumi masih terdapat banyak orang yang tidak percaya dari berbagai bangsa. Kemudian Tuhan Yesus akan mendirikan takhta kemuliaan-Nya; semua orang yang tidak percaya yang masih hidup, bangsa-bangsa, akan dikumpulkan di hadapan-Nya (Mat. 25:32); dan Ia akan me-laksanakan penghakiman-Nya atas mereka. Kisah Para Rasul 10:42, 17:31, dan 2 Timotius 4:1 menunjukkan bahwa Tuhan telah ditetapkan oleh Allah untuk menghakimi orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tuhan akan menghakimi orang-orang hidup setelah mengalahkan Antikristus dan nabi pal-su, dan setelah Ia mendirikan takhta kemuliaan-Nya. Sete-lah penghakiman ini dilaksanakan, Kerajaan Seribu Tahun dimulai. Setelah Kerajaan Seribu Tahun, Tuhan akan meng-hakimi orang-orang yang telah mati pada takhta putih besar (20:11-15).
Berdasarkan standar apa Tuhan menghakimi orang-orang tidak percaya yang masih hidup di depan takhta ke-muliaan-Nya? Tidak ada petunjuk yang mengisyaratkan bahwa Tuhan akan menghakimi mereka menurut hukum Musa, atau menurut Injil anugerah. Tuhan tidak akan berkata, “Orang-orang yang percaya kepada-Ku adalah dom-ba, dan orang-orang yang tidak percaya kepada-Ku adalah kambing.” Menurut Matius 25:31-46, Tuhan akan mengha-kimi orang-orang yang tidak percaya yang masih hidup ber-dasarkan cara mereka memperlakukan saudara-saudara ke-cil Tuhan, orang-orang Yahudi yang takut akan Allah dan orang-orang Kristen yang percaya kepada Kristus. Orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen tersebut adalah orang-orang yang akan melewati kesusahan besar dan yang akan menjadi sasaran penganiayaan Antikristus. Tuhan meng-anggap orang-orang itu sebagai saudara-saudara kecil-Nya. Selama kesusahan besar, orang-orang Yahudi yang takut akan Allah dan orang-orang Kristen akan kelaparan, ke-hausan, telanjang, sakit, dan dipenjarakan (Mat. 25:35-39). Tuhan akan menghakimi orang-orang tidak beriman yang masih hidup sesuai dengan perlakuan mereka terhadap sau-dara-saudara-Nya selama masa itu. Sebagian akan memper-lakukan orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen dengan baik. Tidak salah lagi, mereka itu pastilah orang-orang yang mendengar Injil kekal yang diberitakan oleh malaikat pada saat Antikristus dan pengikutnya menganiaya orang-orang Yahudi dan kaum beriman. Ketika mereka mendengar Injil yang menyuruh mereka takut akan Allah dan menyembah Dia saja, hati mereka terjamah, dan mereka memperlaku-kan saudara-saudara kecil Tuhan dengan baik.
Jadi, Kristus melaksanakan penghakiman terhadap orang-orang tidak beriman yang masih hidup pada takhta kemuliaan-Nya berdasarkan Injil kekal. Siapa saja yang memperhatikan Injil itu dan memperlakukan saudara-saudara-Nya dengan baik akan dianggap sebagai “domba”. Sedang orang-orang lainnya akan dianggap sebagai “kam-bing”. “Kambing-kambing”, yaitu orang-orang yang mengikuti Antikristus menganiaya umat Allah, akan dilemparkan ber-sama Antikristus ke dalam lautan api. Sebaliknya, semua “domba” akan masuk ke dalam kerajaan yang telah disedia-kan bagi mereka “sejak dunia dijadikan” (Mat. 25:34), yaitu bagian bumiah dari Kerajaan Seribu Tahun; mereka akan menjadi warga kerajaan itu, tetapi bukan raja-raja atau imam-imam. Dalam Kerajaan Seribu Tahun, orang-orang Kristen pemenang akan menjadi raja-raja, sedang orang-orang Yahudi yang takut akan Allah akan dilindungi dan diselamatkan, dan mereka akan menjadi imam-imam; se-dang “domba-domba” akan menjadi warga atau rakyatnya. Karena itu, melalui zaman hukum Taurat, Allah akan men-dapatkan orang-orang Yahudi menjadi imam-imam; sedang melalui zaman anugerah, Ia akan mendapatkan kaum ber-iman menjadi raja-raja; dan melalui Injil kekal, Ia akan men-dapatkan orang-orang kafir yang takut akan Allah menjadi warga, rakyat Kerajaan Seribu Tahun.
Gambaran yang jelas ini terbentuk dengan menyusun berbagai potongan firman seperti menyusun potongan-po-tongan gambar susun. Banyak tahun saya habiskan untuk menyelesaikan susunan gambar ini. Betapa bahagianya saya ketika akhirnya potongan-potongan ini telah tersusun men-jadi satu! Satu gambar yang besar dari “gambar susun” ini adalah Matius 25:31-46. Selama bertahun-tahun sebelum-nya, saya gagal mencocokkan potongan-potongan gambar susun pada tempat yang semestinya. Saya telah mencoba meletakkannya di mana saja, namun tidak ada yang cocok. Akhirnya, saya temukan juga tempat yang cocok untuk potongan-potongan gambar susun itu. Sekarang, kita tidak lagi menghadapi teka-teki, melainkan mempunyai satu gambaran yang jelas.
Karena belas kasihan Allah, Injil kekal akan diberita-kan setelah pengangkatan buah bungar. Setelah buah bungar diangkat, Antikristus akan menganiaya orang-orang Kris-ten dan orang-orang Yahudi yang takut akan Allah. Kemu-dian Allah akan mengutus seorang malaikat ke angkasa untuk memberitakan Injil kekal.
Puluhan tahun yang lalu, kita hampir-hampir tidak mengerti apa pun tentang teknologi ruang angkasa. Saya yakin, Antikristus akan menggunakan pengetahuan teknologi modern untuk mencapai planet-planet lain, yang oleh Alki-tab disebut “penguasa di angkasa”. Tiba-tiba, karena rahmat Allah, seorang malaikat pembawa berita akan menampak-kan diri di angkasa dan memberitakan Injil kekal, memper-ingatkan seluruh penduduk bumi untuk takut akan Allah, menyembah-Nya dan tidak menganiaya umat Allah. Allah tahu, penganiayaan yang timbul setelah pengangkatan buah bungar itu demikian dahsyatnya, sehingga tanpa rahmat-Nya tidak seorang pun mampu menanggungnya. Banyak orang akan mendengarkan Injil kekal ini. Mereka percaya Injil ini dan memberikan bantuan kepada orang-orang yang dianiaya. Dengan jalan ini, bangsa Yahudi yang menderita dan orang-orang Kristen yang teraniaya akan mendapatkan pertolongan untuk memperoleh makanan, pakaian yang mereka perlukan dan kunjungan. Tuhan tahu perbuatan orang-orang yang membantu umat-Nya, karena itu, ketika Ia datang untuk menghakimi semua orang yang masih hi-dup, Ia akan memandang mereka sebagai “domba-domba”. Memang, dari Injil kekal itu akan diperoleh warga atau rakyat bagi Kerajaan Seribu Tahun, namun tujuan sebe-narnya adalah untuk mengurangi penderitaan umat Allah selama kesusahan besar. Allah penuh rahmat dan tahu me-melihara umat-Nya. Betapa kita bersyukur atas belas ka-sihan-Nya!
“Domba-domba” dalam Kerajaan Seribu Tahun bukanlah kaum beriman yang telah dilahirkan kembali. Mereka ti-dak lain adalah orang-orang yang dipulihkan ke keadaan mereka yang semula, pada saat diciptakan. Kisah Para Rasul 3:21 membicarakan waktu pemulihan segala sesuatu. Pada saat itu, terang matahari, bulan dan bintang-bintang akan dipulihkan tujuh kali ganda (Yes. 30:26). Umur hidup ma-nusia juga akan dipulihkan. Orang yang mati pada umur seratus tahun akan dianggap mati muda (Yes. 65:20). Se-tiap “domba” akan dipulihkan ke situasi Adam, yaitu pada keadaan manusia sebermula saat diciptakan. Mereka akan berbeda dengan kita. Ketika kita percaya Tuhan Yesus, hi-dup kekal masuk ke dalam kita. Namun, “domba-domba” tidak akan memiliki hidup kekal; mereka akan masuk ke dalam hidup kekal, ke dalam ruang lingkup hidup kekal (Mat. 25:46). Ini berarti mereka hanya dipulihkan. Sekali-pun mereka tidak dilahirkan kembali dan tidak mempunyai hayat kekal di dalam mereka yang membuat mereka men-jadi anak-anak Allah, namun mereka akan dipulihkan seba-gai umat manusia yang pantas untuk hidup di bumi seba-gai umat Allah, warga Kerajaan Seribu Tahun.
B. Jatuhnya Babel yang Agamawi
Peristiwa kedua yang terjadi setelah pengangkatan buah bungar yaitu jatuhnya Babel yang agamawi. Ayat 8 menga-takan, “Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata, ‘Sudah runtuh, sudah runtuh Babel, kota besar itu, yang telah membuat segala bangsa minum anggur kegeraman cabulnya” (Tl.). Klausa “yang telah membuat segala bangsa itu minum . . .” menunjukkan bahwa Babel di sini adalah Babel agamawi, Babel rahasia, yaitu gereja yang murtad yang dibicarakan dalam 17:2-6, bukan mengacu kepada Babel materi yang tercantum dalam 18:2. Ketika Antikristus melanggar perjanjian dengan bang-sa Israel pada pertengahan satu kali tujuh masa (minggu) yang terakhir (tujuh tahun, Dan. 9:27; 11:31), ia akan membinasakan semua agama. Ini juga adalah permulaan dari kesusahan besar (Mat. 24:21) yang akan berlangsung selama tiga setengah tahun. Antikristus akan meninggikan dirinya melampaui segala allah dan memaksa manusia me-nyembah dia (Dan. 8:9-11; 11:36-37; 2 Tes. 2:3-4; Why. 13:4-6, 12, 14-15). Pada waktu itu, ia akan membinasakan Babel agamawi, yaitu gereja yang murtad (17:16). Karena itu, Babel agamawi akan runtuh pada awal kesusahan be-sar, sedangkan Babel materi akan runtuh pada akhir ke-susahan besar (18:2).
Anggur percabulannya di sini menunjukkan percabulan rohani yang dilakukan oleh gereja yang murtad, yang telah diminum “segala bangsa” (17:2-6; 14:8). Ketika ia melaku-kan percabulan, dia marah kepada kaum saleh yang tidak setuju dengan percabulan yang dilakukannya. Itulah kege-ramannya. Sebab itu, “anggur percabulannya” juga disebut “anggur kegeraman cabulnya”.
Kita semua telah mengetahui bahwa pada pertengahan ketujuh tahun yang terakhir, Antikristus akan dihidupkan kembali. Sebelum hidup kembali, ia akan terbunuh sebagai kaisar Romawi yang ketujuh. Setelah roh Kaisar Nero ke-luar dari jurang maut dan masuk ke dalamnya (tubuh kaisar ketujuh), ia akan hidup kembali dan menjadi kaisar kedelapan, karena itu ia akan menjadi seorang yang “su-per”. Setelah kebangkitannya, ia akan membinasakan se-tiap agama dan menjadikan dirinya satu-satunya obyek pe-nyembahan agama. Ia bukan hanya meniadakan berbagai kurban persembahan bangsa Yahudi dan memusnahkan agama Yahudi, ia juga akan membinasakan penunggang bi-natang yang digambarkan dalam pasal 17. “Perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu” (17:3) adalah “si pelacur besar” (17:1), gereja yang murtad. Bina-tang di sini menunjukkan Kekaisaran Romawi, khususnya Antikristus. Menurut gambaran ini, seorang perempuan ja-hat, gereja yang murtad, akan menunggangi Kekaisaran Romawi. Tidak lama setelah zaman Konstantinus Agung, gereja merosot sampai ke taraf bukan saja murtad, tetapi juga bersifat duniawi. Ia akan terus bertumbuh hingga menjadi sangat berkuasa dan menjadi penunggang yang duduk di atas Kekaisaran Romawi. Tetapi dalam pertengah-an ketujuh tahun yang terakhir, binatang itu, Antikristus akan mencabut perjanjiannya dengan bangsa Yahudi, mem-binasakan agama Yahudi, tidak lagi mempunyai toleransi dengan agama mana pun, termasuk gereja yang murtad. Ia tidak akan mengindahkan gereja yang telah murtad, bersa-ma sepuluh raja ia akan melenyapkannya sama sekali. Da-lam perkara ini Allah sungguh-sungguh berdaulat. Meski-pun Antikristus akan meninggikan dirinya melebihi Allah, sesungguhnya ia dipakai oleh Allah untuk membinasakan dua agama ini — aliran Yahudi dan gereja yang murtad.
Keadaannya sama seperti ketika komunis merusak aga-ma di China. Meskipun golongan komunis menentang Allah, namun mereka tidak menyadari kalau mereka telah dipakai oleh Allah untuk menghancurkan demikian banyak agama. Sebelum tahun 1949, seluruh daratan China penuh dengan tempat-tempat berhala. Hari ini, tempat-tempat itu telah dibersihkan. Di samping itu, meskipun golongan komunis menentang Yesus Kristus, mereka masih tetap mengguna-kan kalender atau penanggalan-Nya. Menurut sejarah, ka-lau Anda menggunakan kalender seseorang, itu berarti An-da tunduk kepada orang itu. Karena orang-orang komunis menggunakan kalender-Nya, berarti tanpa mereka sadari mereka telah tunduk kepada Tuhan Yesus. Sesungguh-nya, karena Yesus adalah Raja atas segala raja, seluruh bumi menggunakan kalender-Nya. Semua orang tunduk kepada-Nya. Betapa berkuasanya Tuhan kita! Ia berkuasa atas semua orang yang menentang-Nya, bahkan mengguna-kan perlawanan mereka untuk menggenapkan kehendak-Nya. Ketika Anti-kristus meninggikan dirinya menjadi Allah, Tuhan Yesus memakainya untuk memusnahkan agama Yahudi dan kekristenan yang murtad. Antikristus akan melakukan pekerjaan pembersihan yang baik bagi Tuhan, membersihkan bumi dari berbagai agama untuk memper-siapkan kedatangan Tuhan Yesus. Jadi, ketika Tuhan Yesus datang untuk mengalahkan Antikristus, agama su-dah dibersihkan sama sekali.
C. Peringatan terhadap Orang-orang
yang Menyembah Binatang dan Patungnya dan
terhadap Orang-orang yang Mempunyai Tandanya
Setelah pengangkatan buah bungar, peringatan akan diberikan kepada orang-orang yang menyembah binatang dan patungnya dan terhadap orang-orang yang memiliki tandanya (ayat 9-11). Ayat 9-10 mengatakan, “Jikalau se-orang menyembah binatang dan patungnya itu, dan mene-rima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan di-siksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-ma-laikat kudus dan di depan mata Anak Domba.” Api dan belerang dalam ayat 10 ini ditujukan kepada api dan bele-rang dalam lautan api (19:20; 20:10, 14). Orang-orang yang menyembah binatang dan patungnya dan yang menerima tanda namanya akan disiksa sampai selama-lamanya, siang malam tidak henti-hentinya (ayat 11).
Ayat 12 mengatakan, “Yang penting di sini ialah kete-kunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.” Orang-orang kudus yang terting-gal dalam kesusahan besar perlu memiliki ketekunan dalam menghadapi penganiayaan Antikristus. Orang-orang kudus yang menghadapi kesusahan besar itu terdiri atas dua ke-lompok: orang-orang Yahudi yang memelihara perintah Allah dan orang-orang beriman yang memelihara kepercayaan terhadap Yesus.
D. Para Martir dalam Kesusahan Besar
Pada saat kesusahan besar banyak orang saleh akan menjadi martir. Ayat 13 mengatakan, “Kemudian aku men-dengar suara dari surga berkata, ‘Tuliskan: Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.’ ‘Sungguh,’ kata Roh, ‘supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.’” Orang-orang mati di sini mengacu ke-pada orang-orang yang menjadi martir di bawah pengania-yaan Antikristus selama kesusahan besar. Hal ini dibukti-kan oleh 20:4. Dalam ayat ini kita mengetahui bahwa para martir selama kesusahan besar itu disebut berbahagia. Me-reka ini akan beristirahat, dan semua pekerjaan mereka akan mengikuti mereka sebagai pahala.
Kitab Wahyu, yang ditulis pada saat kemerosotan ge-reja, menekankan Roh itu. Ayat 13 bukannya mengatakan, “kata Alkitab,” melainkan, “kata Roh itu.”